Demo keselamatan penerbangan atau safety briefing selalu ada di dalam setiap penerbangan penumpang komersial. Biasanya, peragaan alat keselamatan diperagakan oleh kru kabin yakni pramugari ataupun pramugara yang bertugas pada penerbangan di sepanjang lorong pesawat. Metode ini di Indonesia masih terus di praktekan oleh beberapa maskapai di Indonesia khususnya yang low cost carrier (LCC) atau penerbangan dengan biaya murah.
Berdasarkan regulasi, peragaan keselamatan penerbangan diharuskan pada penerbangan komersial. Karena keselamatan adalah hal terpenting dalam dunia penerbangan dan tidak ada toleransi ataupun kompromi dan tertuang dalam Undang-Undang No. 15/1992. Selain itu ini adalah program pemerintah Program Nasional Keamanan Penerbangan Sipil (National Civil Aviation Security Programme)
Traveller.com.au
Apakah peragaan keselamatan di pesawat saat ini efektif? Bila ditelisik lebih lanjut, saat ini beberapa maskapai besar seperti Garuda Indoensia, Qatar, Singapore Airlines dan lainnya sudah mengganti metode peragaan keselamatan secara manual dengan video menarik yang ditampilkan melalui monitor yang ada dihadapan para penumpang.
Dari pengamatan yang dilakukan KabarPenumpang.com, penggunaan video ini membuat kinerja kru kabin lebih efisien. Dimana, kru kabin bisa memberikan dan memiliki waktu yang lebih untuk melayani penumpang.
Pelayanan yang biasanya dilakukan adalah kru kabin bisa membereskan barang-barang yang belum tersusun rapi di kabin, memberikan permen, makanan, minuman, handuk hingga selimut untuk para penumpang. Tetapi hal ini hanya bisa diberikan pada maskapai dengan layanan penuh dan video yang diputar biasanya sudah menjelaskan secara detail tentang peragaan keselamatan dalam penerbangan.
Namun, untuk maskapai dengan biaya penerbangan murah, video tak bisa ditampilkan karena tidak ada layar monitor untuk menampilkannya. Sehingga para kru kabin haruslah memperagakan tentang keselamatan penerbangan secara detil dan membuat kru kabin menjadi kurang efisien dalam pelayanan kepada penumpang.
Sayangnya, banyak penumpang yang tidak menyimak dengan baik pergaan keselamatan penerbangan. Kalaupun ada, mereka hanya memperhatikan kru kabin yang cantik atau tampan, bukan cara peragaannya. Tetapi, bila penumpang masih belum mengerti dengan penggunaan alat keselamatan penerbangan, waktu pramugari bisa lebih mudah untuk menjelaskan perlahan.
Menjelang musim mudik lebaran, PT Angkasa Pura I melakukan banyak persiapan guna mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan yang terjadi, seperti lonjakan penumpang, kondisi di lapangan yang kurang kondusif, dan beberapa kemungkinan lain. Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Direktur Utama PT Angkasa Pura I, Danang S. Baskoro. Menurutnya, Lebaran merupakan hajat nasional yang selalu berulang setiap tahun, oleh karena itu, PT Angkasa Pura I selalu melakukan perbaikan secara rutin.
Baca juga: Sebelum Lebaran, Aplikasi Angkasa Pura Airports Siap Meluncur
“Kami akan selalu berkaca pada tahun-tahun sebelumnya, maka dari itu, ada beberapa aspek yang menjadi fokus kami dalam melayani para konsumen, seperti peningkatan pelayanan, keselamatan, dan kenyamanan,” ujarnya pada KabarPenumpang.com, Jumat (12/5/2017) di Kantor Angkasa Pura I, Kemayoran. Ia juga memprediksi akan ada kenaikan peningkatan dari segi pemudik. “Kemungkinan jumlah pemudik meningkat dari tahun lalu, berhubung Hari Raya jatuh pada hari Sabtu dan Minggu,” tambahnya.
Lebih lanjut, mantan Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry tersebut memaparkan langkah-langkah yang akan dilakukan untuk meningkatkan pelayanannya terhadap masyarakat. “Akan ada banyak yang kami benahi, diantaranya adalah meminimalisir alat yang berfungsi tidak maksimal, perbaikan pintu keluar, penambahan jumlah petugas di lapangan, termasuk perbaikan tempat parkir,” ungkap Danang. Ia juga menjelaskan, PT Angkasa Pura I banyak melibatkan banyak pihak guna melancarkan arus mudik tahun ini. “Kami dapat bantuan dari TNI, Menhub (Kementerian Perhubungan), relawan, pecalang (Polisi Adat di Bali), pramuka, dan lain-lain,” pungkasnya.
Masih dalam kesempatan yang sama, Danang mengatakan persiapan lonjakan penumpang yang terjadi pada moda udara berbeda dengan moda lain, seperti moda darat dan laut. “Luapan penumpang di moda udara itu unik, terjadi luapan tapi masih terbatas,” ungkap Danang. “Semua luapan tersebut tergantung dari penerbangan tambahan yang diadakan dari tiap maskapai,” tambahnya. Biasanya, lonjakan penumpang saat lebaran terjadi pada penerbangan menuju Indonesia bagian barat, sedangkan lonjakan penumpang yang terjadi pada saat musim libur Natal terjadi pada penerbangan menuju Indonesia bagian Timur.
Menurut Danang, daerah jangkauan Angkasa Pura I yang paling ramai pada saat musim libur lebaran adalah Bali. Bukanlah menjadi suatu rahasia ketika Bali menyimpan sejuta keindahan alam yang menjadi daya tarik Pulau Dewata tersebut. Tambahnya, sudah banyak sekali kasus keluarga non-muslim yang ditinggal mudik asisten rumah tangganya dan akhirnya lebih memilih untuk menghabiskan waktu libur mereka di Bali. Kondisi tersebut ditambah dengan datangnya wisatawan domestik yang ingin menghabiskan waktu liburnya di Bali. “Itulah yang menjadi penyebab Bali selalu ramai ketika musim libur lebaran.” Tutupnya mengakhiri perbincangan.
Selain getol mengimplementasikan konsep airport mall, pengelola bandara juga giat menghadirkan jalur informasi terintegrasi untuk memudahkan penumpang. Salah satu wujudnya adalah penyediaan aplikasi mobile yang dapat diunduh dari smartphone. Dan tak ingin ketinggalan dari PT Angkasa Pura II (AP II), BUMN PT Angkasa Pura I (Angkasa Pura Airports) juga telah membuat aplikasi untuk memudahkan pelanggan guna mengetahui jadwal keberangkatan dan segala macam informasi yang terkait di dalamnya.
Namun, untuk nama AP I memilih menggunakan Angkasa Pura Airports, sedangkan AP II menggunakan label Indonesian Airports untuk aplikasinya. Aplikasi ini baru tersedia di basis OS Android dan masih dalam bentuk beta.
Baca juga: Merespon Kebutuhan Penumpang, Angkasa Pura II Terapkan “Airport Go Digital”KabarPenumpang.com
Walaupun masih dalam bentuk beta, aplikasi Angkasa Pura Airports sudah menyajikan jadwal penerbangan yang jelas untuk semua maskapai di 13 bandara yang dikelola AP I. Sayangnya fitur-fitur lain seperti layanan updare berita baru hingga notifikasi belum bisa berjalan dengan baik, dan sebagian masih dalam status coming soon.
Pada beranda aplikasi atau home page milik AP I, aplikasi akan menampilkan lingkaran putih dan bertuliskan Angkasa Pura Airports, tetapi setelah disentuh akan muncul menu-menu seperti info penerbangan, shop & dine, info airport, transportasi, info hotel, airport parking dan info wisata. Hal ini yang membuat aplikasi milik AP I lebih istimewa dibandingkan milik AP II. Dari menu ini beberapa ada yang berbeda dengan milik AP II, tampilan sederhana benar-benar terkait dengan elemen yang ada di bandara.
Ada keunikan tersendiri dengan aplikasi ini, AP I memberikan tampilan latar belakang yang berbeda setiap memilih menu bandara tujuan. Sedangkan AP II penggantian bandara latar belakang akan tetap sama seperti tampilan di beranda.
Baca juga: PT Angkasa Pura II Mudahkan Parkir Inap dengan Aplikasi “Parkir Inap Angkasa Pura II”KabarPenumpang.com
Tak hanya itu, perbedaaan terbesar adalah, AP I hanya masuk dan meminta lokasi pelanggan tanpa harus mengisi data pribadi untuk masuk aplikasi. Kalaupun ada, hanya untuk memberikan kritik atau saran saja. Sedangkan Indonesian Airports akan meminta data pribadi. Data ini digunakan untuk memudahkan penumpang mencari jadwal keberangkatannya apakah tepat waktu atau mengalami delay.
Baca Juga :Airport Digital Cinema, Teknologi Baru Angkasa Pura II
Walaupun baru berstatus beta, bagi pelanggan AP I, aplikasi ini dirasa cukup bersahabat untuk digunakan. Sebab, setiap pengguna bisa melihat jadwal kedatangan dan keberangkatan pesawat. Selain itu, bisa juga untuk mencari informasi harga parkir di setiap bandara milik AP I. Bagi pengguna yang akan menuju daerah tengah atau timur Indonesia bisa melihat tujuan wisata, dengan adanya ini, pengguna aplikasi AP I bisa memudahkan Anda mencari informasi dengan jelas tempat tujuan.
KabarPenumpang.com
Corporate Secretary Angkasa Pura I Israwadi hari ini mengatakan, aplikasi ini barulah berbentuk beta dan masih dalam pengembangan, pembaharuan terus dilakukan agar aplikasi lebih sempurna. “Aplikasi ini sudah berisi informasi per bandara, dan rencananya akan launching secara resmi sebelum momen Lebaran tahun ini,” ujar Israwadi saaat ditemui KabarPenumpang.com, Jumat (12/5/2017).
Sebagai penumpang rel kereta listrik atau KRL, menjadi korban pelecehan seksual adalah momok yang menakutkan. Memang bila dilihat pakaian atau perilaku Anda biasa saja tak mengundang pikiran kotor. Namun, terkadang ada saja orang-orang usil yang memang sedang berhasrat melakukan pelecehan seksual.
Sayangnya pelecehan seksual bisa terjadi oleh siapa saja tak hanya wanita, pria pun bisa dijadikan objek pelecehan seksual bagi si pelaku. Dari hasil investigasi KabarPenumpang.com, ada beberapa kiat yang bisa digunakan untuk mencegah agar tak menjadi korban pelecehan seksual. Berikut beberapa strategi dan tips untuk mencegah pelecehan seksual di dalam KRL.
Baca Juga :Semprotan Merica Masih Ampuh Melawan Penjahat1. Berada di gerbong wanita
Jika Anda seorang wanita, ada baiknya berada di dalam gerbong khusus wanita yang biasanya di Indoensia berada gerbong pertama dan terakhir. Namun bila terpaksa tak di gerbong perempuan baiknya berada di kumpulan wanita. Hal ini akan mencegah Anda menjadi korban pelecehan seksual. Biasanya si pelaku segan melihat segerombolan perempuan saat akan melakukan aksinya.
2. Pakaian sopan dan tertutup
Gunakan pakaian yang tertutup jangan terbuka. Ada baiknya Anda menggunakan celana panjang saat berada di KRL, bila terpaksa naik KRL dan menggunakan rok, baiknya duduk dengan sopan atau berdiri dengan layaknya seorang wanita. Pakai atasan yang tertutup, ini juga bisa menjadi sumber orang melakukan pelecehan seksual. Bila menggunakan pakaian yang ketat, tutupi dengan selendang atau gunakan jaket agar tidak terlalu mencolok.
Baca juga: Tidak Pinjamkan Charger, Wanita Ini Ancam Pengemudi Uber3. Bawa alat-alat keselamatan
Bagi keamanan Anda baiknya simpan alat-alat keselamatan sepert paper spray atau semprotan merica, dan alat setrum portable. Kedua alat ini setidaknya mampu menangkal sementara pelaku pelecehan seksual. Gunakan alat ini bila memang benar-benar terdesak, sebab paper spray bisa memengaruhi satu gerbong Anda karena pedasnya.
4. Lihat ciri-cirinya
Seoarang maniak atau pelaku pelecehan seksual sebenarnya mudah dikenali. Biasanya, pelaku sering sekali melihat Anda dari atas ke bawah, kemudian tiba-tiba bisa mendekati Anda dan pura-pura menyenggol bagian belakang Anda. Mungkin Anda tidak sadar walaupun sengaja tapi terkadang itu untuk melakukan tindakan pelecehannya terhadap Anda. Kemudian jauhi orang-orang yang memiliki tingkah seperti itu.
5. Sering menghadapkan ponsel ke korban
Bila Anda merasa sedang di intai menggunakan kamera ponsel, baiknya punggungi orang tersebut atau baikknya berpindah dari tempat Anda berdiri. Sebenarnya, memindai dengan kamera ponsel juga salah satu kejahatan seksual.
Pemerintah lewat Kementerian Pariwisata telah menargetkan kunjungan 15 juta wisatawan mancanegara (wisman) pada tahun 2017. Dan untuk mewujudkan target tersebut, peran serta berbagai instansi menjadi mutlak dilakulan, seperti salah satunya BUMN PT Angkasa Pura 1 (Angkasa Pura Airports) yang telah mengimplementasikan kegiatan Collaborative Destination Develoment (CDD).
CCD yang digagas oleh Angkasa Pura Airports dengan menghimpun berbagai stakeholders pariwisata dan komunitas daerah yang diharapkan dapat meningkatkan potensi bisnis pariwisata dalam mendukung pembangunan & pertumbuhan ekonomi di daerah tempat Angkasa Pura I berada. Kegiatan CDD hingga kini telah diselenggarakan di 9 bandara Angkasa Pura Airports yaitu di Manado, Solo, Kupang, Ambon, Semarang, Banjarmasin, Jogjakarta dan Makassar yang pada penyelenggaraannya turut pula dihadiri oleh stakeholder Airlines, ASITA, PHRI, Dinas Pariwisata, Gubernur, Walikota dan Pelaku Bisnis Pariwisata.
Baca juga: Angkasa Pura I Perketat Prosedur Keamanan di 13 Bandara
Dikutip dari siaran pers Angkasa Pura 1 (8/5/2017), Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya didampingi Staf Khusus Menpar Bidang Connectivity Judi Rifajantoro dan Tenaga Ahli Menpar Robert Waloni melakukan kunjungan kerja ke Angkasa Pura Airports Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali. Kunjungan kerja tersebut merupakan lanjutan Roadshow Air Connectivity yang digagas oleh Kementerian Pariwisata untuk airlines, air navigation, dan airports guna mengejar target 15 juta wisatawan mancanegara (wisman) pada tahun 2017. Kunjungan Menpar beserta rombongan diterima langsung oleh Direktur Utama Angkasa Pura Airports Danang S. Baskoro dan Direktur Operasi Wendo Asrul Rose di Novotel Bali Airport, Mangupura, Bali (8/5).
Menpar Arief Yahya mengatakan bahwa Kementerian Pariwisata telah menetapkan tiga prioritas utama di tahun 2017 yaitu go digital, homestay desa wisata, dan konektivitas udara. Menpar Arief Yahya menegaskan konektivitas udara merupakan tiga critical success yang dapat membuat lebih banyak wisman masuk ke Indonesia. “Pertama, hampir 80% wisman masuk ke Indonesia melalui transportasi udara. Sisanya melalui laut ke Kepulauan Riau, dan cross-border land. Sehingga aksesibilitas udara menjadi Key Success Factor (KSF) bagi pencapaian target kunjungan wisman,” ujar Arief Yahya.
Baca juga: Kementerian Pariwisata Gandeng Jetstar Bangun Pariwisata Indonesia
“Kedua, akses udara ini 80% dari proyeksi 15 juta kunjungan tahun ini, sehingga kita masih kekurangan sekitar 2 juta seats capacity dari negara yang merupakan pasar utama wisman, seperti Tiongkok, Singapura, Malaysia, India, Eropa, Australia, Jepang, Korea, dan lainnya. Ketiga, trafik di sebagian besar bandara Internasional di Indonesia over capacity, seperti DPS (Bali) dan CGK (Jakarta) yang merupakan pintu gerbang utama bagi wisman, juga beberapa bandara lainnya yang banyak diminati oleh wisman, seperti SUB (Surabaya), JOG (Jogja) dan BDO (Bandung),” tambah Arief Yahya.
Angkasa Pura Airports juga menggelar events yang untuk mendorong pariwisata dan pergerakan wisatawan dalam negeri dan mancanegara melalui event Airport Running Series Solo, Airport Running Series Koepang, Airport Running Manado dan Airport Running Lombok. Juga Jazz Gunung Bromo pada 19-20 Agustus 2016, dan Summer Jazz Ijen Banyuwangi pada 30 Juli, 10 September, 22 Oktober 2016.
Menpar Arief Yahya juga mengharapkan agar Angkasa Pura Airports untuk dapat membantu mencapai target 15 juta wisman di tahun 2017. “Masih terdapat shortage seat capacity sebesar 2 juta seat. Untuk itu diperlukan percepatan pengembangan infrastruktur bandara. “Sebagai pengelola airport, Angkasa Pura I masih memperoleh hak monopoli. Untuk itu yang menjadi pesaing adalah diri sendiri yaitu bagaimana memacu kinerja perusahaan menjadi lebih baik,” ungkap Arief Yahya.
Angkasa Pura Airports juga berupaya mengakomodir arahan Menpar Arief Yahya terkait pengembangan bandara seperti integrasi perencanaan yang matang antara jangka pendek, menengah dan jangka panjang, sehingga dapat mengakomodir kebutuhan dalam jangka waktu yang panjang. Terkait pembuatan rapid exit taxiway bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, akan dipertimbangkan untuk dimasukkan ke dalam rencana jangka pendek dan pembuatan second runway ke dalam rencana jangka panjang. Pengembangan infrastruktur terus dijalankan dibeberapa bandara di bawah pengelolaan Angkasa Pura Airports seperi Bandara Ahmad Yani Semarang, Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin, Bandara Internasional Yogyakarta, Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, dan Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali ditargetkan dapat selesai di tahun 2018 dan 2019.
Selain itu Angkasa Pura Airports juga telah merangsang pihak maskapai untuk terus mengembangkan jalur penerbangannya dari dan ke bandara-bandara di bawah pengelolaan Angkasa Pura Airports dengan cara memberikan insentif keringanan biaya pendaratan (landing fee) hingga 100% selama 6 bulan bagi penerbangan rute baru bandara Frans Kaisiepo Biak, bandara Pattimura Ambon dan bandara El Tari Kupang. Insentif yang diberikan Angkasa Pura Airports ini berlaku selama 6 bulan, efektif per Oktober 2016. Landing fee sebesar 50% selama 6 bulan juga diberikan kepada airlines yang membuka rute baru untuk Denpasar, Surabaya, Balikpapan, Makassar, Jogjakarta, Manado, Lombok, Solo dan Banjarmasin.
Traveling atau jalan-jalan saat ini sudah menjadi kebiasaan setiap masyarakat dunia baik di dalam negeri sendiri maupun keluar untuk mengunjungi negara lainnya. Sayangnya, kerap kali Anda sebagai traveler tidak cerdas dengan barang-barang yang dibawa saat traveling. Terkadang barang-barang yang dibawa bukanlah yang penting melainkan untuk membuat koper atau tas yang Anda bawa penuh.
Sebenarnya, bila Anda bijak, barang yang tidak dibutuhkan bisa Anda tinggalkan dan koper atau tas Anda memiliki ruang yang cukup untuk di isi dengan souvenir atau buah tangan yang dibawa dari tempat Anda berwisata. Apalagi belakangan ini banyak bandara yang memberlakukan pelarangan pembatasan bagasi dan itu sangat ketat. Dilansir dari Bravotv.com ada lima hal dimana Anda sebagai seorang taveler cerdas dalam mengemas barang-barang yang akan dibawa traveling.
Baca juga: Intip Yuk 10 Tujuan Wisata Favorit Versi Pinterest!1. Perlengkapan olahraga
Liburan harusnya memikirkan ketenangan dan untuk membuat pikiran lebih santai dari rutinitas biasanya di tempat kerja. Sehingga perlengkapan olahraga seperti sepatu dan lainnya baiknnya di tinggalkan tak perlu di bawa. Beberapa hotel di Hawaii, Dubai, Westin hingga Bali menawarkan program pinjaman seperti pakaian olahraga, alas kaki (sepatu), matras yoga dan beberapa alat lainnya. Sekali pinjaman akan dikenakan biaya US$5 dan Anda sudah bisa menggunakan alat-alat olah raga yang baru di cuci termasuk dengan kaos kaki yang bisa Anda simpan.
Balisoulmate.com2. Aksesoris rambut
Disini aksesoris yang dimaksud adalah hairdryer, alat catok dan pengeriting rambut. Baiknya perlengkapan ini Anda tinggalkan saja di rumah, sebab banyak hotel yang menyediakan perlengkapan ini dan bisa disewa oleh Anda, seperti di Cartagen, London, Amerika Serikat, Amsterdam ataupun ke Kepulauan Cayman. Terkhusus beberapa hotel menyediakan secara gratis alat-alat tersebut selama Anda menginap.
3. Perhiasan yang berharga
Untuk yang satu ini baiknya masukkan dalam tas Anda yang biasa di sandang, jangan paksakan untuk masuk dalam koper di bagasi. Sebab, bila perhiasan hilang biasanya banyak maskapai yang tidak memberikan biaya ganti rugi. Memang setiap barang yang hilang akan diberikan penggantian hingga $3500, tapi baiknya jangan simpan barang berharga di koper.
4. Pakaian berbeda setiap hari
Memang setiap hari kita akan mengganti pakaian kita, karena tidak mungkin pakaian yang sama digunakan dua kali kecuali celana. Bila Anda pergi ke Paris, New York, Milan ataupun Tokyo hanya memiliki waktu sedikit untuk berbelanja. Bila ingin menggunakan baju yang baru pergi ke toko vintage dan ganti pakain lama dengan yang baru.
5. Hiburan anak-anak
Bila saat berlibur Anda membawa anak, tak perlu repot dengan barang-barang yang akan dibawa. Ada baiknya bawa yang penting dan tinggalkan yang tidak terlalu diperlukan. Kalaupun Anda sudah memesan penginapan ditempat berlibur, cek fasilitas untuk anak Anda, jika semua fasilitas lengkap Anda tak perlu repot membawa banyak barang seperti stroler atau kereta bayi, tisu, popok, tempat tidur bayi atau apapun itu. Beberapa hotel menyediakan hal-hal ini seperti di Paris, tak hanya perlengkapan tetapi tempat bermain anak juga tersedia dengan fasilitas lengkap untuk meningkatkan kreativitas sang anak. Sehingga anak terhibur dan tak mudah bosan.
miracle-recreation
Pernahkah terlintas di benak Anda, sebuah pesawat terbang dapat menghubungkan New York City dengan London yang terpisah jarak 3.459 mil atau setara dengan 5.585 km hanya dengan memakan waktu tempuh 3 jam 15 menit? Sebagian dari Anda mengira perjalanan tersebut ditempuh dengan menggunakan pesawat Concorde atau Tupolev Tu-144. Namun faktanya kedua pesawat tersebut sudah tidak beroperasi lagi sebagai pesawat penumpang sejak lama. Lalu, pesawat jenis apa yang dapat membawa Anda bepergian lintas samudera dengan waktu yang sangat singkat?
Baca juga: Virgin Galatic Uji Coba Pesawat Luar Angkasa Komersial
Adalah Richard Branson, founder dari Virgin Galactic yang baru saja berkolaborasi dengan Boom Technology untuk menciptakan sebuah pesawat yang diusung-usung sebagai suksesor dari dua pesawat berkecepatan supersonik yang sudah tidak lagi beroperasi. KabarPenumpang.com melansir dari laman livescience.com, Jumat (5/5/2017) kemarin, pihak Boom Technology mengatakan pihaknya tengah sibuk untuk menciptakan sebuah pesawat supersonik yang kecepatannya melebihi Concorde. “Pesawat ini nantinya akan terbang lebih cepat dari jet Concorde atau pesawat komersial lainnya yang ada,” ucapnya.
Lebih lanjut, pihak Boom Technology mengatakan pesawat yang diberi label Mach 2.2 tersebut mampu mengudara melebihi kecepatan suara dan menjadi pesawat supersonik pertama yang dirakit pada abad 20 ini. Namun, tidak semua rencana tersebut berjalan mulus, mengingat regulasi dan kendala teknis seolah menjadi tembok besar untuk mengembangkan ide dan perluasan konsep. Lebih lanjut, pihak Boom Technology mengatakan bahwa pihaknya bertujuan untuk mengubah konsep dengan cara mengembangkan pesawat jet penumpang berkecepatan supersonik yang modern.
Nantinya, pesawat ini akan melaju dengan kecepatan 1.451 mil/jam atau setara dengan 2.335 km/jam. Sungguh kecepatan yang fantastis mengingat kecepatan tersebut setara dengan dua kali kecepatan suara. Kecepatan supersonik tersebut melebihi kecepatan dari Concorde yang dapat mengudara dengan kecepatan 1,350 mil/jam atau setara dengan 2,180 km/jam. Dengan kecepatan tersebut, Anda dapat terbang dari San Francisco menuju Tokyo dengan waktu 5 jam 30 menit, atau terbang dari Sydney menuju Los Angeles dengan estimasi perjalanan 6 jam 45 menit.
Walaupun belum ada pernyataan resmi terkait biaya yang dikeluarkan untuk terbang menggunakan pesawat Mach 2.2, namun pihak Boom mengatakan penerbangan New York City menuju London ditaksir dengan harga USD2.500 atau senilai Rp33.370.000. Boom Technology sendiri rencananya akan membuat sebuah prototipe pesawat supersonik bernama “Baby Boom”. Pesawat itu rencananya akan menggelar uji coba penerbangan perdana pada 2018.
Baca Juga: Hyperloop, Tawarkan Kecepatan Supersonic Untuk Transportasi Indonesia
Munculnya ide perakitan pesawat supersonik seolah mengingatkan mengenai pendahulunya, yaitu Concorde. Kembali pada 2 Maret 1969, dimana pesawat Concorde pertama kali membelah cakrawala dan sontak mencuri perhatian seantero jagat. Bagaimana tidak, pada waktu itu, Concorde merupakan pesawat yang mampu mengudara dengan kecepatan ribuan kilometer per jam. Namun amat disayangkan ketika pesawat tersebut harus mendekam di dalam hangar selamanya setelah mengalami kecelakaan tragis yang menewaskan seluruh awak dan penumpang maskapai pada 24 Oktober 2003 silam. Pesawat di bawah naungan British Airways yang sudah 27 tahun mengabdi tersebut mengakhiri catatan perjalanannya di bandara Heatrow, London.
Ada dua poin vokal yang menghantui pengoperasian dari pesawat supersonik ini. Pertama adalah soal keselamatan, dan yang kedua adalah soal biaya operasional yang bisa dibilang cukup fantastis. Seolah sudah menjadi suatu hipotesa yang tidak bisa terbantahkan ketika semakin tinggi kecepatan dari suatu moda, semakin tinggi pula resiko keselamatan dari para penumpang hingga awaknya. Begitu pula dengan biaya operasional, semakin superior moda tersebut, maka semakin besar pula biaya operasional yang akan dikenakan. Maka tidak heran apabila harga tiket dari pesawat supersonik ini terbilang cukup mahal. Jadi, apabila pesawat ini sudah rampung, apakah Anda siap untuk mencoba sensasi terbang dengan kecepatan ribuan kilometer per jam?
Pada era kolonial Belanda, tepatnya pada tahun 1903, daerah Padalarang, Kabupaten Bandung Barat seolah menjadi saksi lahirnya sebuah jembatan kereta yang nantinya akan dinobatkan sebagai jembatan kereta aktif terpanjang di Indonesia. Pembangunan jembatan ini dilakukan di atas sebuah sungai yang kemudian nama sungai tersebut diangkat menjadi nama dari jembatan itu sendiri. Bagi Anda yang pernah melakukan perjalanan dari Jakarta menuju Bandung menggunakan kereta api, tentu sudah tidak asing dengan jembatan yang memiliki panjang 300 m ini. Ya, Jembatan Cikubang.
Sehubungan dengan pembangunan jalur kereta api yang menghubungkan Bandung – Purwakarta – Cikampek oleh kolonial Belanda pada rentan tahun 1881 hingga 1884, ditambah dengan kontur tanah di jalur tersebut yang berbukit dan berlembah memaksa pemerintah Belanda untuk membangun sebuah jembatan di atas sungai Cikubang.
Baca Juga: Hanya Cerita yang Tersisa dari Terowongan KA Wilhelmina di Pangandaran
Adapun tujuan lain dari pembangunan jalur kereta ini adalah pemerintah Hindia Belanda merasa kereta api merupakan moda yang cocok untuk mengangkut hasil bumi dari Bandung menuju Jakarta, seperti kina dan teh. Sebenarnya, pemerintah Hindia Belanda bisa saja menggunakan rute Bogor – Sukabumi, namun jalur tersebut dinilai memutar dan memakan waktu perjalanan lebih lama. Rincian jalur Jakarta – Bandung melalui Cikampek – Purwakarta adalah Jakarta – Cikampek adalah 81 km, panjang jalur Cikampek – Purwakarta adalah 19 km dan panjang jalur Purwakarta – Bandung adalah 56 km, sehingga total jarak Jakarta – Bandung melalui Cikampek Purwakarta adalah 156 km.
Mengandalkan tenaga kerja yang tersedia, akhirnya perusahaan kereta api milik pemerintahan Hindia Belanda, StaatsSpoorwegen (SS) yang menangani proyek ini lalu membangun sebuah jembatan kokoh yang mampu untuk menopang berat dari kereta. Walaupun pembangunan jembatan ini menggunakan empat buah pilar baja yang beratnya kurang lebih 110 ton, namun rangka-rangka tersebut dinilai kurang kuat ketika lokomotif diesel melintas di atasnya. Menanggapi masalah tersebut, StaatsSpoorwegen lalu melakukan sedikit perubahan pada jembatan yang berdiri sekitar 80 m di atas sungai Cikubang tersebut. Perubahan yang dilakukan tersebut meliputi penambahan struktur jembatan dengan lengkungan logam setengah lingkaran sepanjang rel di bagian bawah bantalan dilakukan pada tahun 1953. Terhitung hingga sekarang, hanya ada satu perubahan yang terjadi pada Jembatan Cikubang.
Jembatan Cikacepit. Foto: mypangandaran.com
Jika berbicara mengenai jembatan kereta terpanjang di Indonesia, rekor tersebut dipegang oleh Jembatan Cikacepit yang terletak di jalur Banjar-Pangandaran-Cijulang. Jembatan tersebut membentang sepanjang 1.250 m dengan ketinggian lebih dari 100 m dari permukaan tanah. Andai saja jembatan tersebut masih aktif, maka gelar jembatan terpanjang di Indonesia dan jembatan tertinggi di Indonesia akan diraih oleh jembatan Cikacepit. Dikarenakan beberapa pertimbangan, akhirnya pada tahun 1985 jembatan tersebut tidak kembali beroperasi. Bukan hanya jembatannya, namun jalur Banjar-Pangandaran-Cijulang sudah tidak aktif lagi. Dengan kata lain, salah satu terowongan kereta api terkenal di Indonesia yang juga terdapat di jalur ini, Terowongan Wilhelmina pun turut non-aktif.
Baca juga: Cisomang, Serba-Serbi Jembatan Kereta Tertinggi di Indonesia
Hingga kini, Jembatan Cikubang yang terlihat jelas dari tol Cipularang antara Plered dan Padalarang masih menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi setiap orang, terutama jika kereta api tengah melintas di atasnya.
Dewan Transportasi Halifax di Kanada telah menyetujui rekomendasi untuk mewujudkan industri taksi lebih aman bagi penumpang dan pengemudinya, berdasarkan laporan yang diterima dari beberapa staf di dalamnya. Pemerintah kota Halifax mengatakan ada banyak tuduhan terkait pelecehan seksual yang melibatkan pengemudi taksi pada rentan tahun 2012 hingga 2016. Beberapa perusahaan taksi lokal telah mengumumkan langkah-langkah keselamatan baru setelah terkuaknya kasus yang melibatkan seorang mantan pengemudi taksi yang mecoba untuk melecehkan penumpangnya.
Baca juga: Tangkal Pelecehan Seksual, Taksi dan Ojek Perempuan Bisa Jadi Solusi
Salah satu yang menjadi pokok pikiran setelah insiden 2016 adalah kurangnya tindakan tegas dari aparat keamanan. Penerapan stiker yang berisikan nomor lisensi sekarang telah menjadi suatu standar dan mau tidak mau para pengemudi harus mematuhi aturan baru tersebut. “Kami meminta mereka untuk mengikuti aturan ini, sehingga kami dapat memastikan para pengemudi berada di mobil masing-masing, dan mengikuti aturan sesuai dengan standar yang berlaku,” ungkap Kevin Hindle, koordinator Halifax untuk standar lisensi, seperti yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman cbc.ca, Kamis (27/4/2017).
Sebuah pamflet yang berisikan tips untuk keselamatan penumpang telah disebar di pusat layanan pelanggan, kantor polisi dan di beberapa titik lain. Pamflet-pamflet ini nantinya juga akan ditempatkan di sekolah-sekolah dan perguruan tinggi pada musim gugur. Selain himbauan-hiimbauan tersebut, terdapat juga sejumlah masukan yang mungkin dipertimbangkan untuk meningkatkan keamanan taksi, diantaranya adalah sistem perekaman video/audio di dalam taksi, alat pelacak, real-time GPS, batas penghalang penumpang ke kursi depan, In-car shields, serta tombol alarm darurat. Kevin mengatakan bahwa Ia tidak menganggap gagasan itu harus dipertimbangkan sampai para ahli melakukan beberapa peninjauan.
“Yang terakhir diterapkan di industri taksi pada tahun 1994,” tambahnya. Perlu beberapa waktu untuk menyelesaikan tinjauan semacam itu, terutama setelah melibatkan seorang konsultan. Tim Outhit, ketua dewan transportasi mengatakan, bahwa Ia tidak ingin masalah ini dibiarkan mengerak terlalu lama. “Saya berharap masalah seperti ini cepat menemukan jalan keluar,” tuturnya. Lebih lanjut, ia mengatakan strategi pemasangan stiker ini diharapkan dapat memberikan solusi, namun jika masalah tersebut masih terulang, tentu saja Dewan Transportasi akan menempuh jalan yang lebih tegas. Baik rekomendasi untuk stiker wajib dan permintaan untuk pemasangan alat keamanan yang sudah disebutkan di atas memerlukan persetujuan dari pihak yang bersangkutan.
Tentunya, tindakan pencegahan pelecehan di taksi harus diterapkan di seluruh dunia. Bukan sebuah rahasia jika nama taksi sudah semakin tercoreng dengan beberapa oknum yang berusaha untuk melakukan pelecehan tersebut. Sebut saja pada tahun 2016 silam di Cina, dimana seorang remaja 14 tahun diperlakukan secara tidak sopan oleh pengemudi taksi yang ia tumpangi. Untungnya, kejadian tidak mengenakkan tersebut sempat diabadikan dan disebarkan ke media sosial We Chat.
Melihat anaknya mendapat perlakuan tidak senonoh melalui media sosial We Chat, sang ibu lalu memaki dan melaporkan pengemudi nakal tersebut ke kantor tempatnya bekerja. Tak butuh waktu lama, pengemudi tersebut diberhentikan secara tidak hormat dari kantornya. Hal-hal semacam ini yang patut digaris bawahi dan mendapat perhatian serius dari perusahaan penyedia layanan jasa, agar mendapatkan kembali kepercayaan dari para penumpangnya.
Penggunaan kertas minuman dari bahan daur ulang sering ditemukan baik di coffee shop, kafe hingga kereta api. Salah satunya ditemukan di kereta api Virgin Coast (2/5/2017) oleh seorang penumpang bernama Peter Kohler yang dalam perjalanan dari Edinburgh ke London.
Saat itu, Kohler membeli Americano dengan gelas kertas yang dapat digunakan kembali. Ini karena, pelayan tidak memberikan mug untuk digunakannya. Sebenarnya, gelas kertas yang digunakan harusnya hanya sekali pakai karena memiliki lapisan plastik yang memang tidak dapat di daur ulang.
Baca juga: BEAM – Solusi Penat Saat Perjalanan Kereta Jarak Jauh
Dilansir KabarPenumpang.com dari edinburghnews.scotsman.com, Kohler mengeluh akan penggunaan gelas kertas ini. Dia mengatakan, sudah meminta gelas yang bisa digunakan kembali bukan gelas kertas daur ulang yang resikonya belum jelas.
“Saya biasa berada di stasiun, kafe, pub dan layanan kereta api, gelas atau mug bukan lah masalah, mereka justru senang saya mau menggunakan cangkir sendiri. Ada beberapa tempat seperti Imperial Collage London justru menawarkan diskon bila saya menggunakan cangkir sendiri,” ujar Kohler.
Masalah plastik atau gelas daur ulang ini sangat dekat dengan Kohler, sebab sebagai seorang Co-Director, dirinya membuat peta limbah plastik di tepi pntai dan memantau perubahannya dari waktu ke waktu. Diketahui, dari hasil penelitiannya, Inggris membuang 2,5 miliar gelas kopi setiap tahunnya dan banyak yang ditemukan dilautan serta perlahan-lahan hancur menjadi potongan-potongan kecil. Potongan-potongan ini bisa meracuni ikan-ikan dan mamalia laut.
Salah seorang juru bicara Virgin Trains mengatakan bahwa pelayanan menjual minuman panas menggunakan wadah mereka sendiri untuk keamanan. Namun, pihak Virgin Trains saat ini sedang melakukan pengkajian dan dalam beberapa minggu atau bulan kedepan akan membiarkan penumpang menggunakan mug mereka sendiri.
“Ini sedang mengerjakan paduannya, misalnya setiap cangkir penumpang harus memiliki tutup wadah yang pas. Keselamatan adalah perhatian utama kami dan peraturan yang kami miliki saat ini ada di jalur pantai timur ada untuk menghindari orang dan pelanggan kami dibakar oleh cairan panas. “Kami saat ini meninjau ini untuk memastikan bahwa orang dapat menggunakan cangkir mereka sendiri dengan cara yang aman,” ujar juru bicara tersebut.
Dia menegaskan bahwa cangkir yang disediakan oleh layanan ini tidak dapat didaur ulang karena lapisan plastiknya.