Catalyst E2, Bus Otonom Mampu Berjalan 966 Km Dalam Sekali Charge

Era otomatisasi kini mulai merambah salah satu moda darat yang kerap kali menjadi favorit para penggunanya, yaitu bus. Seperti yang KabarPenumpang.com lansir dari laman newatlas.com, Jumat (5/5/2017) kemarin, sebuah perusahaan bus asal negeri Paman Sam, Proterra mengeluarkan sebuah terobosan dimana bus elektrik tersebut bisa menempuh jarak kurang lebih sejauh 600 mil atau setara dengan 966 km hanya dengan satu kali pengisian baterai (charge) saja. Adapun tujuan dari uji coba yang dilakukan oleh pihak Proterra di daerah Reno, Nevada, yaitu untuk mengetes kemampuan dari bus autonomous  tersebut dalam menjajal perjalanan jauh dan nantinya bus tersebut akan digunakan sebagai salah satu angkutan massal. Baca Juga: Navya Arma, Bus Tanpa Awak Gambaran Transportasi Masa Depan Konsep yang diterapkan oleh Proterra bisa dibilang hampir mirip dengan NAVYA, sebuah shuttle autonomous yang pertama kali dipamerkan di pagelaran Passenger Terminal Expo yang dihelat di Amterdam pada 14-16 Maret 2017 kemarin. Hanya saja, ada beberapa fitur yang lebih ditonjolkan oleh Catalyst E2, nama dari bus ini, salah satunya adalah kapasitas baterai yang lebih besar daripada NAVYA yang memungkinkan bus tersebut melaju lebih jauh daripada shuttle autonomous tersebut. Dalam mengerjakan salah satu proyek kendaraan masa depan ini, Proterra tidak berdiri sendiri. Ia menggaet University of Nevada, Reno (UNR), Living Lab Coalition yang didalamnya juga termasuk Regional Transportation Commission of Washoe County (RTC), Nevada Department of Motor Vehicles, Nevada Governor’s Office for Economic Development, dan juga Fraunhofer Institute for Transportation and Infrastructure Systems IVI. Adapun, tujuan dibalik pembuatan bus ini adalah menciptakan sarana transportasi umum masa depan yang sepenuhnya dikendalikan oleh program, seluruh sistem yang otomatis, dan juga bebas emisi. Baca juga: Berteknologi Radar, Inilah Bus Masa Depan dari Mercedes-Benz Dalam pengerjaannya, pihak Proterra mengatakan ada beberapa poin yang menjadi fokus dalam pengembangan kendaraan ini, seperti bus yang akan lebih tanggap dengan kondisi jalan, kepadatan di jalan, lingkungan yang dinamis, dan tindakan cepat tanggap dalam kondisi darurat. Sementara itu, KabarPenumpang.com melansir dari laman ibtimes.com pada Selasa (2/5/2017) kemarin, CEO Proterra Ryan Popple mengatakan dewasa ini, persaingan di dunia transportasi untuk mengintergasikan kendaraan otonom semakin ketat, dan Proterra berusaha untuk menerapkan standar keselamatan tertinggi di pasar. “Kami akan terus memajukan solusi mobilitas yang sesuai dengan kebutuhan yang berkembang,” tuturnya.
Sumber: newatlas
Baca juga: Olli, Bus Otonom yang Bisa Diajak Bicara Tim pengembang akan menempatkan sistem persepsi algoritma pada robot baru untuk diuji, dengan tidak mengesampingkan pantauan mengenai bus otonom tersebut dapat memprediksi arus lalu lintas dan memilih cara terbaik untuk meningkatkan keselamatan. Demi mewujudkan harapan terhadap bus ini, pihak Proterra mencoba untuk “bermain” dalam tiga fase, yaitu tahap pengumpulan data dan menerapkannya pada Catalyst E2, lalu pengembangan alogaritma dan sistem komunikasi, dan yang terakhir adalah pengesahan lisensi dan komersialisasi. Menurut Proterra melalui laman ibtimes, fase pertama direncanakan selesai pada tahun ini. Sementara tahap kedua akan dimulai pada tahun 2018 mendatang, yang sebetulnya waktu untuk merealisasikan tahap kedua ini amatlah fleksibel. Lalu tahap ketiga akan mulai bergulir setelah tahap kedua rampung.

Mercedes Benz Sprinter Vansports Camper, Van Lengkap Dengan Ruang yang Besar

Keinginannya untuk merubah tampilan dari Mercedes Sprinter camper van, membuat Hartmann Tuning berinisiasi untuk menyediakan ruang yang lebih luas pada bagian kabin yang dapat digunakan untuk menyimpan perlengkapan dan kargo, serta mempertahankan beberapa interior minimal dan fleksibel. SP Vansports Camper ini sepertinya didesain khusus sebagai moda yang akan menemani perjalanan outdoor Anda, mengingat banyaknya ruang kosong yang tersedia di dalam kabin yang memungkinkan Anda untuk membawa tenda atau alat-alat petualangan lainnya. Baca juga: Mercedes Benz Sprinter 315CD: Mewahnya Layanan Shuttle Jakarta – Bandung Mercedes Vito Hartmann yang berbasis Vansports Camper ini terakhir kali muncul di Düsseldorf Caravan Salon pada tahun lalu dengan beragam gaya dan ukuran. Semakin besar ukuran Sprinter, maka semakin banyak juga ruang yang tersedia di dalamnya. Ruang-ruang kosong itulah yang dapat digunakan oleh para penggunanya sebagai ruang untuk menyimpan barang-barang bawaan. Alih-alih mengubah mobil van Sprinter yang ia gunakan menjadi “rumah berjalan”, Hartmann mengadopsi hal-hal sederhana namun bermanfaat. Sprinter Vansports Camper dilengkapi dengan lantai aluminium, furniture yang ramping dan mudah dilepas-pasang, dan permukaan yang didominasi oleh kulit hitam, dan abu-abu logam. Terdapat juga dua buah papan besi portable yang dapat digunakan sebagai tempat tidur. Ketika papan besi tersebut diturunkan, bukan berarti mobil tersebut kehilangan ruang untuk menyimpan barang.
Sumber: vansportscamper.de
Di depan tempat tidur, terdapat dua kursi penumpang yang bersebelahan dengan area dapur mini. Di area dapur mini ini terdapat beberapa komponen pelengkap, seperti sebuah kompor dua tungku yang tersimpan di bawah sebuah meja panjang, sebuah wastafel, sebuah lemari pendingin yang terletak di bawah wastafel, serta sistem pengairan yang sudah terintegrasi. Baca Juga: Menjajal Jakarta-Bandung Menggunakan Shuttle Premium Cititrans Hartmann telah menciptakan penggabungan yang menarik antara kendaraan rekreasi tanpa dapur, seperti Volkswagen California Beach atau Mercedes Marco Polo Activity, dan van kemping yang lengkap. Walaupun hanya dilengkapi dengan dapur, namun desainnya masih jauh lebih sederhana dan lebih efisien daripada van kemping yang dilengkapi dengan lemari pakaian, kamar mandi dan peralatan permanen lainnya.
Sumber: Bingo Byte
Pengguna Van ini dapat membawanya ke pegunungan, pantai atau danau kapanpun dengan membawa perlengkapan olahraga pilihan mereka, menikmati tidur malam di dalam van, serta menyantap makanan di dalamnya. Pilihan tempat duduk pun bervariasi, dan menawarkan ruang lebih yang dapat menampung banyak orang. Hartmann juga menawarkan pilihan seperti komponen kulit Alcantara, dan eksterior. Pilihan tersebut tercantum dalam sebuah katalog dimana di dalamnya terdapat Sprinter Vansports Camper dengan gaya a la carte, sebagai komponen yang dapat dipilih oleh calon pembelinya. “Alih-alih mencoba mematahkan semua harga, kami akan mengarahkan mereka yang tertarik ke katalognya (tersedia dalam bentuk PDF), dimana di dalamnya terdapat pula informasi tentang V-Class / Vito Vansports Camper,” tutur Hartmann seperti yang KabarPenumpang.com lansir dari laman newatlas.com, Sabtu (6/5/2017).

Mei 2017, Jumlah Penumpang KRL Jabodetabek Tembus 1 juta Per hari

PT KAI Commuter Jakarta (KCJ) pada Mei 2017 mencatat penumpang Commuter Line atau kereta listrik (KRL) tembus mencapai jumlah satu juta per harinya. Hasil ini lebih cepat dari target awal dimana KCJ berharap 2019 mendatang penumpang hingga 1,2 juta per hari. Baca juga: Per 1 April, PT KCJ Buka Rute Tanah Abang – Rangkasbitung Hasil satu juta penumpang ini di kutip KabarPenumpang.com dari siaran pers PT KCJ dengan hasil 1.014.631 penumpang KRL pada Senin (8/5/2017). Jumlah ini sebelumnya tercatat 1.104.696 pengguna KRL pada Jumat (5/5/2017) lalu. “Ini sekaligus menjadi catatan tertinggi sepanjang sejarah beroperasinya KRL,” jelas Direktur Utama PT KCJ Muhammad Nurul Fadhila dalam keterangan tertulis Rabu (10/5/2017). Baca juga: Mei 2017, PT KCJ Tambah Portable Ramp di 74 Stasiun Fadhil mengatakan, tren peningkatan jumlah pengguna KRL ini sudah sejak April 2017 dengan KRL mengangkut rata-rata hampir 950 ribu penumpang setiap harinya. Adanya peningkatan ini, karena penambahan penumpang setiap stasiunya merata. Apalagi saat ini KRL tujuan Rangkasbitung sudah beroperasi. “Jumlah 1 juta pengguna ini cerminan kepercayaan dan apresiasi masyarakat Jabodetabek pada KCJ yang senantiasa berupaya meningkatkan pelayanan dan kapasitas angkut KRL. Kami berterimakasih kepada masyarakat Jabodetabek dan para pemangku kepentingan atas dukungannya terhadap transportasi publik, khususnya KRL,” jelas Fadhil. Fadhil mengatakan, pihaknya beberapa tahun terakhir ini terus meningkatkan pelayanan bagi para pengguna untuk memberikan yang terbaik pada KRL. Seperti salah satunya ramp portable dan penambahan dua stasiun baru hingga Rangkasbitung. Berkaca ke tahun 2016, rata-rata jumlah pengguna KRL per hari mencapai 850.000 pengguna pada hari-hari kerja, dengan rekor jumlah pengguna terbanyak yang dilayani dalam satu hari adalah 931.082. Sebagai operator sarana, kereta Commuter Line yang dioperasikan KCJ saat ini melayani 72 stasiun di seluruh Jabodetabek dengan jangkauan rute mencapai 184,5 km. Hingga Oktober 2016, KCJ telah memiliki 826 unit KRL.  Sepanjang tahun 2016, KCJ telah melakukan penambahan armada sebanyak 60 kereta. Di tahun 2017 ini, PT KCJ memprogramkan dapat melayani 292.340.798 penumpang atau bertambah sekitar 12 juta penumpang jika dibandingkan realisasi volume penumpang tahun lalu.  

Hadir di Indonesia, Jetstar Buka 9 Kantor Pemasaran di 4 Kota

Maskapai low coast carrier (LCC) atau maskapai dengan biaya penerbangan rendah Jetstar memiliki satu rangkaian rute di wilayah Asia Pasifik yakni Jetstar Airways dengan basis di Australia dan Selandia Baru, Jetstar Asia di Singapura, Jetstar Pacific di Vietnam dan Jetstar Japan. Awalnya, maskpai ini hanya melayani penerbangan domestik di Australia tahun 2004. Baca juga: Kerjasama Jetstar dengan Doku, Mudahkan Pelanggan Membeli Tiket Kemudian melebarkan sayapnya di tahun yang sama ke Asia Pasifik yang meliputi, Singapura, Indonesia, Japan hingga Vietnam atapun negara di Asia Tenggara lainnya. Pada rute Jetstar Asia sendiri sejak 2004 sudah mengoperasikan lebih dari 600 penerbangan setiap minggunya ke 25 destinasi di 13 negara dan wilayah kawasan Asia Pasifik termasuk Indonesia. Di Indonesia sendiri, Jetstar telah memiliki 60 rute Singapura -Indonesia (PP) dan 60 Rute Australia – Indonesia (PP). Selain banyak rute penerbangan di Indonesia, pihak Jetstar juga telah membuka sembilan kantor pemasarannya. Kantor-kantor pemasaran ini lima di antaranya berada di Jakarta sedangkan empat lainnya tersebar di Medan, Palembang dan Surabaya. Baca juga: Kementerian Pariwisata Gandeng Jetstar Bangun Pariwisata Indonesia Dari total 120 penerbangan Jetstar di Indonesia, Bali adalah penyumbang tertinggi untuk Jetstar. Ini karena pengguna Jetstar dari Australia ke Bali sebanyak 40 persen. Namun, ternyata di Indonesia, Jetstar tak hanya membuka diri pada pemasaran saja, melainkan sudah membuka call center dengan bahasa Indonesia. “Kami membuat call center dengan bahasa Indonesia untuk memudahkan pelanggan dari Indonesia yang tidak bisa berbahasa Inggris,” ujar Leslie Ng, Regional General Manager Souteast Asia Jetstar ditemui saat launching kerjasama dengan Doku di Gedung Doku, Selasa (9/5/2017). Tak hanya membantu mengangkut wisatawan mancanegara ke Indonesia, Jetstar saat ini menjadi maskapai penerbangan teraman dan ternyaman dengan harga rendah. Menurut Leslie, walaupun dengan harga murah, pihaknya tetap ingin pelanggan Jetstar tetap nyaman dan aman dalam penerbangan menuju destinasinya seperti kakaknya yakni Qantas. Saat ini, diketahui Jetstar sendiri menggunakan dua jenis pesawat yakni Airbus A320-200 untuk penerbangan internasional jarak pendek dan Boeing 787 Dreamliner untuk penerbangan internasional rute jarak jauh. Jetstar juga menjalin kerjasama dengan Qantas, Emirates, Srilanka Air, Finnair dan Jet Airways untuk menghubungkan penumpang ke hampir semua rute penerbangan di Asia Tenggara dari Singapura.

Kerjasama Jetstar dengan Doku, Mudahkan Pelanggan Membeli Tiket

Maskapai Jetstar anak perusahaan maskapai Australia, Qantas tak hanya bekerjasama dengan Kemneterian Pariwisata Indoneisa, melainkan juga bekerjasama dengan Doku untuk memperluas jaringannya di Indonesia. Hal ini dilakukan untuk membantu meningkatkan jumlah wisatawan di Indonesia yang di harapakan pada 2019 menjadi 20 juta wisatawan mancanegara atau asing. Kerjasama ini memudahkan pelanggan untuk membeli tiket Jetstar baik dari Indonesia menuju negara-negara Asia seperti Singapura, Malaysia atau kota dengan destinasi yang sering dikunjungi wisatawan. Regional General Manager, Asia Tenggara Jetstar Group, Leslie Ng mengatakan, kerjasama ini terjadi dalam kurun waktu yang tepat karena Jetstar sudah menjadi salah satu kelompok penerbangan internasional terbesar yang mengoperasikan 120 layanan perminggu ke dan dari Indonesia. Baca Juga : Kementerian Pariwisata Gandeng Jetstar Bangun Pariwisata Indonesia Apalagi saat ini dalam waktu 18 bulan Jetstar sudah bisa mengembangkan rute penerbangannya di Indonesia pada daerah-daerah wisata yang belum terjamah seperti Palembang dan Pekanbaru. “Sekarang melalui Doku, kami berkomitmen untuk meningkatkan pengalaman pelanggan baik turis maupun bisnis dengan menawarkan kemudahan pembayaran tiket di rumah, mall favorit maupun minimarket Alfagroup,” ujar Leslie saat launching pembayaran dengan Doku di Gedung Doku, Selasa (9/5/2017). Kerjasama dengan Doku tak hanya meningkatkan wisatawan ke Indonesia, tetapi memudahkan pelanggan untuk melakukan transaksi pembelian tiket Jetstar, pembayaran melalui Doku tak membutuhkan lagi kartu kredit ataupun Debit. Hal ini seperti yang disampaikan Leslie membayar mudah di minimarket Alfagroup, rumah ataupun mall. Chief Operating Office Doku, Nabilah Alsagoff menambahkan, kerjasama ini bukan hanya mengenai Jetstar dan Doku dalam menyediakan kemudahan pembayaran, tetapi juga bagaimana industri penerbangan dan keuangan bisa memperluas basis pelanggan. “Kerjasama ini sejalan dengan strategi Doku untuk menjadi bagian dalam mempromosikan Gerakan Nasional Non-Tunai dengan merangkul sebuah mitra dengan basis pelanggan yang luas dan potensi yang menjanjikan seperti E-Wallet,” ujar Nabilah saat lauching kerjasama dengan Jetstar di Gedung Doku, Selasa (9/5/2017). Tak hanya memberikan kemudahan pada pelanggan, Doku juga memberikan cashback untuk pelanggan yang membeli tiket Jetstar dengan Doku e-wallet senilai 20 persen dari harga tiket Jetstar untuk tujuan manapun.

Virgin Galatic Uji Coba Pesawat Luar Angkasa Komersial

Pesawat ruang angkas suborbit VSS Uniform Virgin Galactic telah melakukan uji coba terbang ke tujuan gurun Monjave. Uji coba terbang pesawat luar angkasa ini dilakukan dua orang pilot yakni Mark Stucky dan Mike Masucci. Uji coba peluncuran penerbangan independent ke empat dan kedelapan dari pesawat yang dirancang untuk membawa penumpang yang membayar untuk perjaanan singkat ke tepi ruang angkasa. Menurut Virgin Galactic yang dilansir dari newatlas.com (2/5/2017), pada 1 Mei penerbangan Unity adalah bagian dari program uji coba terbang untuk mengesahkan pesawat ruang angkasa mengangkut penumpang dalam layanan reguler. Pesawat ini dirancang bisa mencapai kecepatan supersonik menggunakan mesin roket cair atau hibrida. Penerbangan ini dilakukan tanpa kekuatan roket saat Unity turun dari kapal induk White Knight Two membawa pilot Nicola Pecile dan CJ Sturckow serta teknisi uji terbang Dustin Mosher.
newatlas.com
Sebagai bagian dari ujian ini, Unity menerapkan sistem entri yang dirancang untuk mengembalikan pesawat dengan selamat ke bumi setelah menyentuh ruang angkasa. Karena atmosfer yang mudah keropos membuat kontrol permukaan tidak bisa digunakan pada ketinggian 100 km atau 62 mil, sebab Unity memiliki ekor dan sayap yang bisa terlipat mengarah ke atas sehingga pesawat aerodinamis dan memperlambat saat turun sampai mencapai ketinggian yang cukup rendah untuk melebarkan sayapnya lagi. Uji coba ini, telah mengikuti penerbangan bebas ruang angkasa pertama bulan Desember 2016 lalu. Unity adalah versi kedua dari SpaceShipTwo perusahaan dan dibangun oleh anak perusahaan Virgin Galactic, Spaceship Company. Ini menggantikan pesawat sebelumnya yang hilang dalam kecelakaan fatal saat melakukan uji coba pada tahun 2014, saat VSS Enterprise (SS2-001) bubar di udara setelah dijatuhkan dari kapal induk WhiteKnightTwo, mengakibatkan kematian co-pilot Michael Alsbury dan parah Cedera pada pilot, Peter Siebold, yang terlempar jelas saat pesawat tersebut hancur. Virgin Galactic saat ini sedang menilai data dari uji terbang dan akan menggabungkannya dalam tes bobot Angkatan Udara Persatuan dan pusat gravitasi.

Saat Kereta Ikut Kondang Sebagai Latar Film Box Office

Kereta digunakan sebagai background cerita dan latar pengambilan gambar dalam video rasanya sudah jamak kita lihat. Tapi faktanya tidak semua film mampu memperlihatkan citra kereta yang maksimal diantara scene sebuah film. Sebagai bagian dari moda transportasi yang dianggap vital sejak masa lalu, kiprah kereta sebagai bagian dari konten film sudah dimulai sejak lima dekade belakangan. Baca juga: Maharajas Express, Kereta Termewah di Asia Bertarif Mulai Rp51 Juta Dan kali ini, KabarPenumpang.com kembali membahas kerera, tapi dari sudut sinematografi, bagaimana kereta juga punya andil dalam mengembangkan alur kisah dan pembabakan dalam suatu film. Diantara ratusan judul film dengan tema ‘kereta,’ berikut kami kupas lima diantaranya yang berhasil meraih predkat box office pada jamannya. 1. Murder on the Orient Express (1974) Film ini menggambarkan para bangsawan yang sedang dalam perjalanan bisnis menggunakan sebuah kereta. Bisa dikatakan kereta pada tahun 1974 tidaklah sama seperti sekarang yang menggunakan listrik, pada masa itu kereta yang digunakan adalah jenis kereta uap. Namun, walaupun kereta uap, fasilitas yang disediakan benar-benar melebihi kelas eksekutif atau bisa dikatakan first class di kereta. Sebab kereta ini menghadirkan suasana mewah dan terkesan artistik. Di dalam kereta tersedia kamar tidur bagi para penumpang, ada pula kereta makan yang menghadirkan suasana restoran mewah. Bisa dikatakan kereta ini seperti kereta wisata yang ada di Indonesia. Baca juga: Tengok Kemewahan “Venice Simplon – Orient Express, Kereta dengan Tarif Mulai Rp44 Juta
Murder On The Orient Express
2. Mr Bean Holiday (2007) Dalam film dengan peran utama Rowan Atkitson, menggambarkan kisah seorang anak yang tertidur di dalam kereta dan sang ayah sempat keluar kereta yang sedang berhenti di salah satu stasiun. Sayangnya, saat pemberitahuan kereta akan berangkat, Mr Bean dengan kekonyolannya mengabadikan ayah sang anak tersebut di luar kereta yang sedang berlarian. Kereta yang digunakan pada Mr Bean Holiday ini adalah kereta eksekutif di Perancis dengan seat atau tempat duduk yang bisa berhadapan dengan 2-1.
Mr Bean Holiday
3. Midnight Meat Train (2008) Mengisahkan pembunuhan di dalam kereta ekonomi. Dimana seorang psikopat saat didalam kereta membunuh penumpang yang berada di dalam gerbong kosong dengan menggunakan palu besar. Kereta ini benar-benar menggambarkan sisi horornya dengan tempat duduk ekonomi di sanggah dengan tiang-tiang yang berada di lorong dekat bangku. Kaca kereta yang tidak bisa terbuka menambah kesan horor kereta ini. Bila dilihat secara jelas, sekilas kereta ini mengingatkan kita pada kereta ekonomi di Indoensia beberapa puluh tahun lalu.
Midnight Meat Train
4. Last Passanger (2013) Kereta yang digunakan adalah kereta listrik model terbaru, dalam film ini kereta terbagi dua jenis gerbong, eksekutif dan ekonomi. Di kelas eksekutif, penumpang berada di dalam bilik tersendiri untuk menjaga privasi para penumpang. Sedangkan penumpang yang berada di dalam gerbong ekonomi, tak ada sekat yang memisahkan hanya bila saat perpindahan gerbong.
Last Passanger
5. Train to Busan (2016) Kereta yang digunakan gerbong eksekutif. Dimana kereta listrik cepat yang digunakan pada kelas eksekutif tempat duduknya 2-1 dan 2-2 seperti biasa di eksekutif milik Indonesia. Cerita yag diangkat adalah zombie di dalam kereta, dimana seorang perempuan naik ke kereta dengan membawa virus zombie. Sehingga hampir semua gerbong kereta di isi dengan penumpang yang terkeena virus tersebut. Untungnya, penumpang di kelas eksekutif tidak terkena sama sekali alias bisa menyelamatkan diri. Terbayang penuh sesaknya para zombie di kereta bersempit-sempitan walaupun gerbong terlihat luas.
Train To Busan

Salah Menerbangkan Penumpang, United Airlines Harus Minta Maaf (Lagi)

United Airlines, maskapai milik Amerika Serikat (AS), kembali harus meminta maaf di depan publik kepada seorang wanita bernama Lucie Bahetoukilae. Hal ini dikarenakan Lucie yang harusnya terbang dari Newark, New Jersey menuju Paris, Perancis, namun justru diterbangkan dan mendarat di San Franciso, yang jauh sekitar 4.800 kilometer dari tempat Ia berangkat. Lucie diketahui terbang menggunakan United Airlines pada 24 April 2017 lalu. Saat ada pemberitahuan United Airlines akan berangkat, Lucie naik ke pesawat dan sempat kaget di tempat duduk nomor 22C sudah ditempati oleh orang lain. Kemudian, pramugari yang bertugas sebenarnya sudah melihat tulisan tujuan Lucie. Baca Juga : Duh! Dokter ini Diseret di Lorong Kabin Pesawat, Kenapa ya? Dilansir KabarPenumpang.com dari 9news.com.au (8/5/2017), pramugari tersebut bukannya menyuruh Lucie untuk turun, justru menyuruh untuk duduk ditempat lain dalam penerbangan tersebut. Lucie tetap saja duduk, karena tidak bisa berbahasa Inggris, dirinya tidak mengerti akan pemberitahuan tentang adanya perubahan gate keberangkatan di menit-menit terakhir sebelum keberangkatan pesawat. Lucie mangaku bahwa saaat itu dirinya kaget saat sampai di San Francisco bukan di tempat tujuannya Newark, Perancis. Lucie sempat tertahan 11 jam sebelum akhirnya dipindahkan ke penerbangan menuju Newark. Tak hanya itu, dia mengaku bahwa pada perpindahan gate tersebut, pihak maskapai United Airlines tidak mengirimkan email kepadanya dan tidak membuat pengumuman dalam bahasa Perancis saat di bandara. Baca Juga : Minta Maaf Dua Kali, United Airlines Berdamai Dengan David Dao Dalam kesalahan penerbangan, keponakan Lucie, Diane Miantsoko menegaskan ini bukanlah kesalahan bibinya, melainkan kesalahan petugas yang tidak jelas melihat boarding pass dan tidak memberitahukan perubahan dengan bahasa Perancis. “Ini bukan masalah uang, ini tentang United yaang harus memberikan peringatan serius kepada karyawannya. Jika saja mereka membuat pengumuman dengan bahasa Perancis, maka bibiku tidak akan salah naik pesawat. Mereka benar-benar tidak memberikan perhatian kepada penumpang mereka. Tidak semua bisa berbahasa Inggris. Kalau saja itu bukan bibiku dan seorang penjahat atau teroris, maka Ia akan bisa terbang kemana saja dan membunuh siapa saja karena pelayanan merak yang tidak teliti itu,” ujar Miantsoko. Baca Juga : Akibat Kesalahan Kecil Saham United Airlines Ambruk Akibat kejadian ini, United Airlines telah meminta maaf kepada Lucie dan mereka mengatakan bahwa pihaknya akan memastikan tidak akan adalagi kesalahan seperti ini. Sebelumnya, United Airlines membuat kehebohan dimana seorang dokter bernama David Dao, dipaksa turun dari pesawat dan membuatnya harus dirawat akibat luka yang dideritanya.

Semprotan Merica Masih Ampuh Melawan Penjahat

Perempuan memiliki kekuatan yang lebih kecil dibandingkan dengan laki-laki, apalagi saat melawan penjahat. Untuk membantu seorang perempuan banyak alat yang bisa digunakan untuk melawan penjahat seperti semprotan merica, alat setrum portable atau apapun yang bisa digunakan. Kali ini, KabarPenumpang.com akan mengulas salah satu alat pertahanan diri yang bisa digunakan perempuan namun bisa juga di gunakan laki-laki untuk menghindari penjahat yakni semprotan merica. Semprotan merica adalah alat pertahanan diri yang sangat praktis dan ampuh, bisa digunakan untuk melindungi diri sendiri atau orang lain dari ancaman orang-orang yang berniat tidak baik atau dari serangan binatang buas. Semprotan merica ini mirip dengan gas air mata, sehingga sering disebut dengan gas air mata mini. Semprotan ini bisa disimpan di dalam tas, saku atau di jaket karena bentuknya yang tak terlalu besar. Paper spray ini  cocok digunakan oleh perempuan atau laki-laki yang sering bepergian sendiri. Kandungan dari semprotan merica adalah Spicy Mixture MSH dengan komposisi pedas, membuat yang terkena menangis, bersin, batuk-batuk, menangis, bahkan kehilangan konsentrasi, tetapi tidak akan membuat buta. Cara menggunakannya pun mudah, buka pengaman botol kemudian arahkan ke mata si pelaku yang berniat jahat dan tekan. Ada baiknya saat menyemprotkan hingga jarak lima meter dari tempat sipelaku. Semprotan merica ini biasanya ampuh dan mampu melumpuhkan pelaku 10 – 30 menit dan tergantung masing-masing individu karena efek ke tiap orang berbeda. Isi botol semprotan merica ini ada yang 60, 90 hingga 110 ml. Harga satu botol paper spray atau semprotan merica ini terbilang cukup murah dan di banderol dari harga Rp50 ribu untuk botol 60 ml hingga Rp90 ribuan untuk botol 110 ml. Saat menggunakan semprotan merica ini, ada baiknya Anda tidaak mencoba pada diri sendiri atau keluarga, sebab isi dari semprotan ini akan membuat mata Anda perih dan mengeluarkan air mata terus menerus hingga efeknya hilang. Semprotan merica ini awalnya pertama kali ditemukan di Tiongkok ribuan tahun lalu. Orang Tiongkok perta menggunakan kantong yang berisi rempah-rempah panas untuk dilemparkan ke lawan mereka. Ini yang mengawali semprotan merica. Tak hanya orang biasa, beberapa lembaga kemamanan ataupun agency keamanaan juga menggunakan semprotan merica ini untuk mengatasi tindak kriminal.

AirAsia X Tujuan Kuala Lumpur Alami Turbulensi, Lima Penumpang Terluka

Kembali terjadi turbulensi pada salah satu maskapai yakni AirAsia X dari Taipei, Taiwan dengan tujuan Kuala Lumpur, Malaysia. Atas kejadian ini, lima orang penumpang diketahui terluka. Maskapai low coast carrier (LCC) atau penerbangan biaya murah ini menyatakan bahwa penerbangan D7377 saat itu membawa 291 penumpang dengan 11 awak kabin. Turbulensi yang terjadi pada 4 Mei lalu di kabarkan terkena turbulensi parah. Baca juga: Terjadi Turbulensi? Tetap Tenang dan Jangan Panik “Pesawat akhirnya mendarat dengan selamat di Bandara Internasional Kuala Lumpur 2 pada pukul 04.30 sore waktu Malaysia. Lima penumpang yang terluka dirawat oleh paramedis di bandara setelah mendarat,” demikian statemen AirAsia X seperti dilansir KabarPenumpang.com dari media Malaysia, The Star, Sabtu (6/5/2017).
The Star
“Semua penumpang lainnya ditangani oleh staf lapangan dan mendapatkan bantuan yang diperlukan,” demikian disampaikan. Pada Jumat (5/5/2017) rekaman video insiden tersebut menjadi bahan perbincangan atau viral di media sosial. Dalam rekaman  terlihat seorang pramugari terduduk di lantai sambil berpegangan ke troli makanan. Pada video tersebut juga terdengar suara seorang perempuan yang menangis sementara sejumlah suara lainnya terdengar berulang kali mengatakan, “jangan bergerak”. Baca juga: Terlihat Cantik, Ternyata Awan-Awan Ini Berbahaya Tak hanya itu, terlihat seorang pramugari yang duduk di kursinya, mengimbau agar para penumpang untuk tetap tenang. “Semua akan baik-baik saja,” ujar pramugari tersebut. Sayangnya, dalam pernyataan AirAsia X, tidak menjelaskan seberapa parah turbulensi tersebut dan berapa banyak penumpang yang menjadi korban serta korban yang harus mendapat perawatan di rumah sakit. AirAsia X atau AirAsia Extra membidik penerbangan LCC untuk jarak tempuh di atas 4 jam sampai 11 jam alias penerbangan jarak jauh (long haul). Jenis pesawat juga berbeda dengan penerbangan jarak pendek, AirAsia X mengoperasikan pesawat berbadan lebar tipe Airbus 330-300. AirAsia X juga memberi penawaran kursi kelas bisnis, namun tetap dengan gaya maskapai LCC. Rute andalan lain dari AirAsia X yakni untuk tujuan ke Australia.