Mengisi Liburan, Yuk..Jelajah Jalur KA Bersejarah Solo-Wonogiri Cuma Rp4.000
Diperpanjang! Tarif Diskon Kereta Api 20% Berlaku Hingga 1 April 2026, Yuk Simak Caranya
Masa arus balik Lebaran 2026 memang sudah berangsur-angsur terlihat di beberapa stasiun tujuan. Penumpang yang memadati stasiun di kota-kota bagian timur Pulau Jawa pun terlihat kepadatan. Terlebih lagi ramainya penumpang yang terlihat saat tiba di Jakarta. Beberapa kereta api yang tiba di Jakarta baik di Stasiun Gambir maupun Pasar Senen, volume penumpang cukup signifikan.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menyampaikan bahwa pada masa arus balik ini, volume kedatangan penumpang diprediksi lebih tinggi dibandingkan keberangkatan, dengan rata-rata mencapai lebih dari 45 ribu hingga 51 ribu penumpang per hari di wilayah Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta.
Data menunjukkan bahwa kedatangan tertinggi penumpang diperkirakan terjadi pada periode 23 hingga 29 Maret 2026, dengan volume harian berkisar antara 48 ribu hingga 51 ribu penumpang. Angka ini secara bertahap akan menurun hingga 1 April 2026, namun tetap dalam volume yang signifikan.
Namun meskipun masyarakat pengguna kereta api terlhat lebih banyak, bukan berarti tiket kereta api yang dijual telah ludes atau habis. Masyarakat masih bisa membeli tiket kereta api ke berbagai destinasi tujuan khususnya Pulau Jawa baik secara online maupun di loket stasiun (offline).
Tak hanya penjualan tiket yang masih tersedia, diskon yang diberikan pun masih bisa didapatkan saat pembelian. Ya, bagi masyarakat khususnya yang ingin mudik belakangan, PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) menghadirkan Promo Silaturahmi berupa diskon tiket kereta sebesar 20%. Diskon ini berlaku untuk tiket kereta kelas eksekutif.
Mengutip dari unggahan akun Instagram KAI di @kai121_, diskon tiket 20% berlaku untuk keberangkatan 25 Maret-1 April 2026. Pembelian dapat dilakukan pada 25 Maret-1 April 2026 mulai pukul 00.00 WIB. Berikut ini syaratnya:
• Pembelian tarif diskon ini dapat dilakukan di seluruh channel penjualan pada 25 Maret-1 April 2026.
• Tarif diskon berlaku untuk periode keberangkatan: 25 Maret-1 April 2026.
• Tarif diskon tidak berlaku untuk Kereta Suite Class Compartment, Luxury, Imperial, Priority, Panoramic, dan kereta wisata lainnya.
• Tarif diskon tidak berlaku pada tarif khusus, serta tidak dapat digabung dengan tarif reduksi dan/atau diskon lainnya.
• Tiket dengan tarif diskon ini dapat dibatalkan atau diubah jadwal, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
• Daftar dan jadwal kereta tarif diskon ini, dapat dilihat pada aplikasi Access by KAI.
Adapun jika penumpang ingin membatalkan tiket kereta api secara online lewat Access by KAI adalah sebagai berikut:
• Pemohon pembatalan adalah penumpang yang bersangkutan atau salah satu penumpang yang data dirinya telah terdaftar pada aplikasi Access by KAI serta menggunakan akun Access by KAI pemohon.
• Pembatalan tiket melalui Aplikasi Access by KAI dapat dilakukan selambat-lambatnya dua jam sebelum kereta api berangkat dan kode booking yang dimiliki berstatus “Paid”.
• Jika lewat dari waktu tersebut, maka proses pembatalan dilakukan di loket stasiun.
• Untuk pembatalan tiket, dikenakan bea sebesar 25% dari harga tiket dan di luar biaya pemesanan.
• Pengembalian dana pembatalan estimasi 7 hari terhitung sejak pengajuan pembatalan dilakukan.
• Pengembalian bea hanya melalui skema transfer bank dan E-Wallet.
• Pengembalian bea dapat dikirimkan ke rekening salah satu penumpang yang ada di dalam kode booking tiket yang dibatalkan. Nama dan nomor rekening bank yang diinput harus sesuai dengan nama dan nomor pada buku rekening bank.
• Apabila terdapat kesalahan input nama atau nomor rekening bank oleh pelanggan, maka proses pembatalan akan ditolak oleh sistem dan penumpang dapat melakukan pembatalan manual di loket stasiun yang ditentukan perusahaan.
• Apabila proses pengembalian bea tiket yang dibatalkan mengalami kegagalan transfer, maka penumpang akan mendapat pemberitahuan berupa notifikasi sms dan email serta berhak mendapatkan bea tiket yang dibatalkan paling lama/maksimal 1 tahun terhitung sejak proses pembatalan dilakukan.
• Jika dalam waktu 1 tahun sejak proses pembatalan, bea pengambilan tiket tidak diambil, maka bea tersebut akan menjadi milik perusahaan.
• Pembatalan secara online juga dapat dilakukan apabila pembelian sebelumnya melalui situs online selain aplikasi Access by KAI. Kode booking dapat masuk ke menu “Tambahkan Tiket” dan nama yang terdapat di dalam tiket terdaftar sebagai user Access.
Cara Baru Beli Tiket MRT Jakarta Kini Bisa Lewat Whatsapp, Panduannya Begini
Masyarakat pengguna Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta selalu dibuat mudah dengan berbagai fasilitas dan keramahtamahan para petugas yang berjaga. Selain itu menggunakan MRT cukup dengan cara menggunakan kartu elektronik, masyarakat sudah bisa merasakan kenyamanan dan keamanan di dalamnya. Banyak yang menduga bahwa menggunakan MRT Jakarta terkesan lebih dirasakan manfaat yang didapat.
Tak hanya itu dalam pembelian tiket MRT Jakarta, berbagai panduan pun telah diberikan di tiap-tiap stasiun. Imbauan yang lebih jelas dan informatif membuat masyarakat penggunanya justru dapat memahami, apalagi didampingi oleh petugas yang selalu siaga memberikan informasi secara akurat dan jelas. Namun, sebagai pengguna setia MRT Jakarta yang biasa menggunakan kartu elektronik, kini sudah bisa menggunakan alternatif lainnya.
Mengutip dari laman Detik menjelaskan bahwa MRT Jakarta kini menghadirkan layanan baru untuk pembelian tiket secara online. Masyarakat kini bisa beli tiket MRT Jakarta bisa pakai aplikasi WhatsApp lewat layanan baru #MyMRTJChat. Dari akun Instagram MRT Jakarta Info (@mrtjktinfo), layanan WhatsApp MyMRTJChat ini memungkinkan kamu untuk beli tiket MRT dengan mudah. Begini caranya:
• Catat dan simpan nomor WhatsApp MyMRTJChat 0851-4786-1621
• Bisa juga dengan klik link bit.ly/MyMRTJChat
Setelah itu masyarakat bisa mengikuti panduan berikut ini:
• Hubungi/chat nomor WhatsApp MyMRTJChat di 0851-4786-1621
• Klik “Beli Tiket” lalu pilih jadwal tiket
• Pilih jadwal, jenis tiket, dan rute perjalanan yang diinginkan
• Lalu, lanjutkan proses pembayaran dengan klik “Payment Link”
• Pembelian tiket berhasil, tiket bisa langsung digunakan
Selain itu saat menggunakan MRT Jakarta masyarakat bisa lakukan dengan cara pakai Qris Tap. QRIS Tap merupakan salah satu metode pembayaran MRT. Pembayaran dengan QRIS Tap sudah berlaku di semua stasiun MRT Jakarta. Bersumber dari akun Instagram resmi info operasional, produk & promo MRT Jakarta (@mrtjktinfo), ini cara menggunakan QRIS Tap untuk naik MRT.
• Aktifkan fitur NFC di ponsel
• Buka aplikasi bank atau dompet digital yang mendukung QRIS Tap
• Tempelkan ponsel di gate masuk dan keluar
• Cukup tap dan transaksi selesai
Penggunaan QRIS Tap saat ini sudah dapat digunakan di seluruh stasiun MRT Jakarta. Silakan tap in dan tap out di gate yang terdapat sticker warna kuning dan logo MRTJ beserta QRIS Tap.
MRT Jakarta mengimbau seluruh pelanggan tetap mengikuti aturan dan tata tertib selama menggunakan layanan, serta menjaga ketertiban dan kenyamanan bersama di transportasi publik.
Catat, Begini Cara Temukan Barang Tertinggal-Hilang di Stasiun-Kereta LRT Jabodebek
Diskon Lebaran! Kereta Cepat Whoosh Tebar Potongan Rp100 Ribu, Cek Syaratnya
Menggunakan kereta cepat Jakarta – Bandung saat ini sudah menjadi alternatif masyarakat untuk aktivitas khusus maupun liburan. Selain praktis, perjalanan juga bisa mempersingkat waktu hanya dengan 30 menit saja. Selain itu fasilitas yang dirasakan penumpang saat di perjalanan pun makin terasa nyaman. Masyarakat pengguna kereta cepat biasanya memanfaatkan waktu agar bisa tiba di tujuan dengan cepat.
Menurut data dari PT Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC) mencatat bahwa penjualan tiket Whoosh pada periode Angkutan Lebaran 2026 mulai menunjukkan tren peningkatan menjelang hari raya idul fitri. Berdasarkan data sementara hingga 16 Maret 2026 pukul 21.00 WIB, total tiket yang telah terjual mencapai sekitar 133 ribu tiket untuk periode perjalanan 13 hingga 30 Maret 2026.
General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa mengatakan, meningkatnya jumlah penumpang ini tidak terlepas dari adanya imbauan kebijakan work from anywhere (WFA) yang mulai berlaku pada 15 Maret 2026, mulai berlangsungnya libur sekolah, dan kepadatan yang mulai terjadi di jalan tol sejak memasuki masa cuti bersama.
Meskipun saat masa angkutan libur Lebaran 2026 berlangsung, KCIC tetap memberikan program yang dapat dirasakan masyarakat. Program tersebut berupa potongan diskon sebesar Rp100.000 yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk perjalanan Jakarta – Bandung maupun sebaliknya. Program ini dihadirkan untuk memberikan pilihan perjalanan yang lebih hemat di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat selama periode Lebaran.
Melalui program ini, masyarakat dapat menikmati potongan tersebut serta cashback dari berbagai kanal pembelian resmi. Kehadiran promo ini diharapkan dapat membantu masyarakat merencanakan perjalanan dengan lebih efisien tanpa mengurangi kenyamanan perjalanan menggunakan kereta cepat Jakata – Bandung.
Berikut program promo tiket Whoosh yang dapat dimanfaatkan selama periode Angkutan Lebaran:
1. Cashback hingga Rp50.000 di Livin’ Sukha
• Periode promo hingga 31 Maret 2026
• Channel pembelian: Aplikasi Livin’ by Mandiri (fitur Livin’ Sukha)
• Info lebih lanjut: https://www.bankmandiri.co.id/en/ramadan-sukha-whoosh
2. Diskon hingga Rp100.000 di Trip.com
• Periode promo hingga 31 Mei 2026
• Channel pembelian: Aplikasi dan situs Trip.com
• Info lebih lanjut: https://id.trip.com/sale/w/34008/whoosh.html?locale=id-ID
General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa menyampaikan bahwa kolaborasi KCIC dengan mitra penjualan ini dihadirkan untuk memberikan kemudahan sekaligus nilai tambah bagi masyarakat yang melakukan perjalanan pada periode Angkutan Lebaran.
KCIC mengimbau masyarakat untuk segera melakukan pemesanan tiket Whoosh, khususnya melalui kanal online seperti aplikasi Whoosh, website ticket.kcic.co.id, serta aplikasi mitra seperti Access by KAI, Livin’ by Mandiri, BRImo, Wondr by BNI, Tiket.com, Traveloka, dan Trip.com, guna mendapatkan jadwal perjalanan yang diinginkan.
Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi Customer Service di stasiun atau Contact Center KCIC melalui WhatsApp (chat dan panggilan) di 0811-8888-111, email cs@kcic.co.id, serta melalui DM Instagram @keretacepat_id.
Mengenal Kereta Api Lokal yang Super Murah dan Wajib Kalian Tahu
Berawal dari Halte, Kini Stasiun Cimahi jadi Bangunan Megah Simbol Cagar Budaya Indonesia
Bangunan stasiun kereta api di Indonesia memang sudah melekat dengan sejarah yang panjang. Sejak jaman kolonial Belanda, perawatan yang dilakukan hingga kini masih bisa dinikmati masyarakat. Bahkan bagi pecinta sejarah pun bangunan kolonial Belanda terbilang unik dan pastinya awet.
Seperti halnya di wilayah Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung, sebagian besar bangunan dan arsitektur sudah ada sejak masa kolonial Belanda. Stasiun kereta api hingga kini masih digunakan untuk tempat naik dan turun penumpang walaupun bangunannya sudah berusia lebih dari 1 abad. Tak hanya bangunan stasiun, ada pula bangunan kereta api lainnya yang masih bisa digunakan hingga kini.
Salah satu contoh stasiun di wilayah Daop 2 Bandung tersebut adalah Stasiun Cimahi. Siapa tak kenal dengan stasiun yang terkenal di kawasan Kota Cimahi ini. Ya, Stasiun Cimahi sering digunakan masyarakat untuk naik dan turun kereta api, baik kereta lokal maupun jarak jauh. Stasiun Cimahi sudah banyak melayani kereta api mulai dari kelas ekonomi, eksekutif hingga wisata.
Dari sisi sejarah, Stasiun Cimahi juga merupakan stasiun yang melegenda di kawasan tersebut. Stasiun Cimahi menjadi salah satu saksi sejarah dibangunnya jalur kereta api era Belanda adalah Stasion Cimahi yang hingga kini masih aktif. Stasiun Cimahi merupakan bagian dari pembangunan jalur Buitenzorg (Bogor) – Bandung – Cicalengka.
Bersumber pada heritage.kai.id, ada empat kereta api yang berhenti di Halte Cimahi. Yakni jurusan Bogor – Cicalengka (pp) dan kereta api dari Cianjur menuju Cicalengka (pp). Pada saat itu kecepatan rata-rata kereta berkisar 25-30 km/jam. Perjalanan dari Bogor ke Cicalengka dapat ditempuh kurang lebih selama 7,5 jam sedangkan Cianjur – Cicalengka sekitar 3,5 jam.
Seiring perkembangan waktu, Stasiun Cimahi kemudian diperbesar untuk untuk keperluan militer guna melegitimasi kekuasaan Belanda di Hindia Belanda (Indonesia). Apalagi ketika itu mulai dibangun Garnisun di Kota Cimahi.
Keberadaan stasiun ini dianggap sangat strategis untuk memudahkan para tentara KNIL. Apalagi stasiun tersebut dekat dengan rumah sakit militer (Rumah Sakit Dustira) dan markas-markas tentara KNIL.
Stasiun Cimahi yang dikelola PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) sudah mengalami perubahan, meski kesan heritage-nya masih terlihat. Pun masih ada sisa-sisa sejarah yang hingga kini dilestarikan, walaupun sudah tidak utuh. Salah satu peninggalan sejarah bangunan Stasiun Cimahi adalah tempat pengisian air (toren) untuk lokomotif uap.
Namun sangat disayangkan sebab talang air pada bangunan berbentuk kotak itu kini hilang tak terpasang lagi. Padahal tempat pengisian air tersebut merupakan ciri khas Stasiun Cimahi, sebab, tak semua stasiun terdapat bangunan yang serupa.
Saat ini Stasiun Cimahi telah menjadi bangunan Cagar Budaya yang menyimpan banyak cerita sejarah di dalamnya. Setelah melalui renovasi, wajahnya semakin cantik dengan menciptakan nuannsa klasik dengan sentuhan modern. Kereta Lokal Bandung Raya kini menjadi andalan masyarakat untuk berangkat ke Padalarang, Bandung, sampai Cicalengka.
Sejarah Stasiun Cicalengka: Saksi Bisu Pengasingan Trio Pribumi di Era Kolonial Belanda
Inilah Daftar Kereta Api Rute Terpanjang di Indonesia, Ada yang Capai 16 Jam Perjalanan
Sebagai masyarakat yang setia menggunakan kereta api tentu ada alasan untuk mencapai tujuan. Selain praktis dan nyaman, ketepatan waktu juga sangat penting. Apalagi saat menggunakan kereta api dengan kelas yang sangat dimanjakan seperti pelayanan fasilitas yang terbaik. Tentu saja memiliki perbedaan waktu yang cukup jauh dibanding dengan kelas dibawahnya.
Di jalur kereta api khususnya Pulau Jawa berbagai rute yang ditempuh memang cukup beragam. Ada yang rute terdekat maupun terjauh. Nah, beberapa kereta api saat sudah memberikan perjalanan yang diharapkan masyarakat walau memiliki rute terjauh sekalipun. Alasan lainnya dari masyarakat dengan memiliki rute terjauh tentu mereka tak ingin repot-repot transit atau berpindah kereta di stasiun yang dilewati.
Membahas mengenai rute paling jauh atau terpanjang kereta api yang berada di jalur Pulau Jawa kini sudah bisa dirasakan masyarakat. Bahkan waktu yang ditempuh bisa mencapai 16 jam. Nah, kabarpenumpang akan merangkum beberapa rute terpanjang kereta api di Indonesia, sebagai berikut:
1. Kereta Api Blambangan Ekspres (Pasar Senen – Ketapang pp.)
Kereta api ini bisa terbilang memiliki rute terpanjang di Pulau Jawa saat ini, dengan jarak tempuh sekitar 1.031 kilometer dari ujung timur di Ketapang (Banyuwangi) hingga Pasar Senen, Jakarta. Sejak perpanjangan rute pada Juli 2024, KA Blambangan Ekspres menjadi kereta api reguler dengan lintasan terjauh di Pulau Jawa. Adapun untuk durasi perjalanan, KA Blambangan Ekspres menempuh perjalanan selama Perjalanan ini memakan waktu sekitar 16 jam 30 menit. Kereta ini melintasi sejumlah kota penting di Jawa seperti Jember, Surabaya, Semarang, Tegal, dan Cirebon.
2. Kereta Api Pandulungan (Gambir – Jember pp.)
Menempuh jarak sekitar 919 kilometer dari Jakarta (Stasiun Gambir) ke Jember dengan waktu perjalanan sekitar 12 jam 47 menit. Rute ini menempuh jalur utara Jawa, dengan pemberhentian di kota-kota besar seperti Bekasi, Cirebon, Semarang, dan Surabaya Pasar Turi. Kereta ini dikenal karena perjalanannya yang nyaris nonstop, sehingga sangat efisien waktu karena hanya berhenti di beberapa stasiun saja.
3. Kereta Api Gajayana (Gambir – Malang pp.)
Sempat memecahkan rekor dan tidak saingan sebelum Kereta Api Blambangan Ekspres dan Pandulungan dioperasikan, Kereta Api Gajayana memiliki rute sepanjang 905 kilometer, kereta ini melayani perjalanan dalam waktu tempuh sekitar 12 jam 15 menit. Dalam perjalanannya, kereta ini melewati sejumlah kota seperti Cirebon, Yogyakarta, Madiun, dan Blitar. Rute ini cukup populer di kalangan wisatawan karena menghubungkan dua kota besar dengan potensi pariwisata yang tinggi.
4. Kereta Api Brawijaya (Gambir – Malang pp.)
Sama halnya rute seperti Kereta Api Gajayana, namun rangkaian Kereta Api Brawijaya berbeda dari segi rute yang dilewati. Kereta ini menempuh jarak sekitar 881 kilometer dengan waktu perjalanan sekitar 12 jam 2 menit melewati Semarang, Solo, dan Madiun. Rute ini menjadi alternatif menarik bagi penumpang yang ingin menikmati suasana jalur utara dan tengah Jawa dalam satu perjalanan.
5. Kereta Api Matarmaja (Pasar Senen – Malang pp.)
Sempat dijuluki kereta mahal namun fasilitas layaknya interior kereta subsidi, Kereta Api Matarmaja kini bisa dikatakan lebih nyaman karena sudah memiliki kelas ekononmi New Generation modifikaai Balai Yasa Manggarai. Kereta api yang melewati kota-kota seperti Blitar, Madiun, dan Cirebon ini, dikenal sebagai salah satu kereta legendaris yang telah beroperasi sejak tahun 1983. Dengan jarak tempuh sekitar 880 kilometer, kereta ini melayani rute dari Malang ke Pasar Senen (Jakarta) selama kurang lebih 14 jam 52 menit.
Perjalanan jarak jauh dengan kereta api di Pulau Jawa menawarkan pengalaman yang menarik dan beragam. Untuk itu, bagi penumpang yang mencari alternatif transportasi darat yang stabil dan aman, kereta api tentu dapat menjadi salah satu pilihan utama.
Stasiun Blitar, Sejarah Panjang dari Fokker Hingga Soekarno
Selain Lampegan Jalur KA Kawasan Ciganea juga Terkenal Ekstrem, Ini Penyebabnya
Wilayah Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung memiliki panorama kereta api yang membuat penumpang di dalamnya merasa kagum. Ya, keindahan jalur kereta api yang melewati perbukitan, sawah, pedesaan, serta jembatan yang menyeberangi jurang dan sungai menjadi daya tarik utama. Tak heran beberapa penumpang yang menikmatinya tentu mengabadikan lewat bidikan kamera salah satunya melalui ponsel.
Namun disisi lain jalur kereta api yang terkenal dengan panorama indah tersebut memang ada beberapa wilayah yang cukup ekstrem. Maka dari itu wilayah tersebut memang selalu melakukan pengecekan rutin oleh jajaran dari PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) yang bertugas dibidangnya. Agar perjalanan kereta api selalu aman, nyaman, dan terkendali.
Salah satu kawasan yang terkenal dengan jalurnya yang ekstrem tersebut yaitu antara petak Purwakarta – Ciganea – Sukatani. Memang sepintas jalur tersebut biasa saja, hanya yang terlihat undakan bukit serta banyaknya liukan dan beberapa jembatan kecil.
Namun jika di telusuri lebih dalam, petugas KAI melihat bahwa jalur tersebut memang rawan dengan bencana. Salah satu kawasan yang rawan tersebut adalah memiliki intensitas curah hujan yang tinggi.
Terlebih jalur Purwakarta sampai dengan Sukatani sudah memasuki dalam jalur pengawasan KAI Daop 2 Bandung. Karena masuk dalam titik rawan, petugas pun disiapkan untuk selalu siaga memeriksa kondisi rel secara rutin dan pada saat terjadi hujan.
Apalagi memasuki arus mudik Lebaran 2026. Beberapa kereta api tambahan pun melewati jalur tersebut. Tentu siaga terus dilakukan oleh petugas dari KAI. Executive Vice President KAI Daop 2 Bandung, Hendra Wahyono, menjelaskan titik-titik tersebut memiliki risiko seperti tanah ambles, longsor, banjir, hingga kerentanan pada jembatan.
Pengawasan dilakukan secara intensif untuk memastikan perjalanan kereta tetap aman dan lancar. Salah satu titik yang mendapat perhatian khusus berada di wilayah Ciganea, Purwakarta. Lokasi ini dinilai kritis karena kondisi jembatan yang berada di atas aliran sungai dengan arus deras, terlebih saat intensitas hujan masih tinggi.
Tak heran, saat terjadi longsor beberapa perjalanan kereta api melakukan perjalanan dengan kecepatan terbatas yakni maksimal 5 km/jam. Namun jika longsor sampai menutupi rel kereta api KAI menginstruksikan untuk perjalanan kereta api dihentikan sementara sampai pembersihan dilakukan.
Meskipun wilayah tersebut memiliki tingkat rawan yang signifikan, namun pengawasan selalu dilakukan secara tepat dan terkoordinasi oleh petugas prasarana KAI di lokasi rawan bencana dan tetap mengutamakan aspek keselamatan perjalanan kereta api sebagai prioritas utama.
Selain Ciganea, ada beberapa titik lain yang masuk kategori rawan berada di Rancaekek, Cimekar, Cicalengka, serta jalur Lampegan–Cibogor. Untuk mengantisipasi gangguan, KAI menempatkan petugas tambahan di lokasi-lokasi tersebut dan menyiagakan Alat Material untuk Siaga (AMUS) di Purwakarta, Bandung, dan Tasikmalaya.
Lampegan, Terowongan Tertua di Indonesia, Abadikan Misteri Nyi Ronggeng
Sayonara! Kedai Ramen Ikonik di Peron Stasiun Tokyo Resmi Tutup Setelah Setengah Abad Beroperasi
Dunia kuliner transportasi Jepang kembali kehilangan salah satu permata bersejarahnya. Setelah melayani jutaan komuter selama 50 tahun, kedai ramen legendaris yang terletak tepat di atas peron stasiun di Tokyo akhirnya memutuskan untuk menutup pintu selamanya pada pertengahan Maret 2026. Penutupan ini menandai berakhirnya era emas “Stand-and-Eat” (Tachigui) yang pernah menjadi denyut nadi kecepatan hidup warga Tokyo sejak era Showa.
Selama setengah abad, kedai kecil ini bukan sekadar tempat makan; ia adalah saksi bisu transformasi sistem perkeretaapian Jepang. Terletak di lokasi strategis yang memudahkan penumpang berpindah jalur, kedai ini dikenal dengan aroma kaldu shoyu-nya yang khas, yang kerap menyapa hidung para penumpang bahkan sebelum pintu kereta terbuka. Bagi banyak pekerja kantoran (salaryman), semangkuk ramen panas di kedai ini adalah ritual wajib sebelum memulai hari atau sebagai penghangat tubuh setelah lembur panjang.
Keputusan penutupan ini memicu gelombang nostalgia di media sosial. Para pelanggan setia, mulai dari lansia yang sudah makan di sana sejak muda hingga kolektor perkeretaapian, rela mengantre berjam-jam di hari terakhir operasionalnya hanya untuk mencicipi kuah terakhir yang sarat sejarah. Alasan penutupan dikabarkan karena kombinasi antara berakhirnya kontrak sewa lahan di area stasiun yang akan direnovasi, serta kesulitan mencari penerus yang mampu mempertahankan resep tradisional di tengah modernisasi kuliner instan.
Ciri khas kedai ramen peron seperti ini adalah efisiensinya. Tanpa kursi, pelanggan makan dengan berdiri, menciptakan sirkulasi yang cepat namun tetap hangat secara emosional. Keberadaan kedai-kedai seperti ini di masa lalu sangat krusial bagi ekosistem stasiun di Jepang, memberikan layanan cepat saji yang autentik di tengah jadwal kereta yang sangat presisi.
Dengan hilangnya gerai ini, daftar kedai ramen peron asli di Tokyo semakin menyusut. Bagi para pecinta kereta api dan kuliner, penutupan ini bukan sekadar soal bisnis yang berhenti, melainkan hilangnya salah satu potongan puzzle budaya urban Tokyo yang paling intim. Kini, sudut peron tersebut akan terasa lebih sepi tanpa kepulan uap mie dan suara riuh rendah orang yang menyeruput kuah di tengah hiruk pikuk keberangkatan kereta.
Dulunya Stasiun Kini Jadi Restoran Ramen
