Hyundai Rotem Luncurkan EMU-320, Kereta Berkecepatan Tinggi Tercepat di Korea Selatan
Korea Selatan Perkenalkan Kereta Cepat 370 Km/Jam: Calon Kereta Tercepat Kedua di Dunia
Korea Selatan baru saja mengumumkan keberhasilan pengembangan teknologi inti untuk kereta cepat generasi berikutnya yang mampu melesat hingga kecepatan operasional 370 km/jam. Pencapaian ini menempatkan Negeri Ginseng di posisi elit dunia, menjadikannya operator kereta tercepat kedua di dunia, tepat di bawah China.
Proyek yang diberi nama EMU-370 ini bukan sekadar peningkatan kecepatan, melainkan lompatan teknologi yang akan mengubah lanskap mobilitas di semenanjung Korea.
Saat ini, kereta tercepat Korea Selatan adalah KTX-Cheongryong (EMU-320) yang memiliki kecepatan operasional 320 km/jam. Kehadiran EMU-370 diproyeksikan akan membawa dampak revolusioner bagi waktu tempuh antar-kota:
Perjalanan Seoul ke Busan yang saat ini memakan waktu sekitar 2 jam 17 menit akan dipangkas menjadi hanya 1 jam 50 menit (110 menit). Sementara, Seoul ke Gwangju akan menjadi sekitar 1 jam 10 menit.
Target ambisius pemerintah adalah menghubungkan seluruh kota besar di Korea Selatan agar dapat dijangkau dalam waktu kurang dari dua jam, menciptakan integrasi ekonomi dan sosial yang lebih erat.
Pengembangan EMU-370 merupakan hasil kolaborasi nasional yang dipimpin oleh Korea Railroad Research Institute (KRRI) bersama tujuh institusi publik dan perusahaan swasta, termasuk raksasa manufaktur Hyundai Rotem. Proyek yang berjalan dari tahun 2022 hingga akhir 2025 ini menelan investasi sebesar 22,5 miliar won (sekitar Rp267 miliar).
Meskipun teknologinya sudah rampung dikembangkan pada akhir 2025, perjalanan menuju komersialisasi masih membutuhkan beberapa tahap. Pada tahun 2026, produksi unit pertama EMU-370 dijadwalkan dimulai, dan tahun 2030, menjadi uji coba operasional secara penuh akan dilakukan, khususnya di jalur Pyeongtaek-Osong. Dan akhirnya pada tahun 2031, menjadi target peresmian layanan komersial bagi masyarakat umum.
Namun, kecepatan 370 km/jam ini tidak bisa langsung diterapkan di seluruh jalur. Pemerintah Korea Selatan perlu melakukan pemutakhiran infrastruktur, seperti mengganti bantalan rel kerikil (ballast) menjadi beton pada beberapa bagian jalur yang sudah ada agar aman bagi kecepatan ekstrem tersebut.
Dengan operasional 370 km/jam, Korea Selatan akan melampaui standar kecepatan kereta cepat di Perancis, Jerman, dan Jepang yang umumnya beroperasi di angka 320 km/jam. Posisi puncak saat ini masih dipegang oleh Cina dengan proyek CR450 yang sedang diuji untuk kecepatan operasional 400 km/jam.
Vietnam Menuju Era Kecepatan Tinggi: Proyek Kereta Cepat Ambisius Segera Terwujud
Vietnam tengah bersiap melakukan lompatan besar dalam sistem transportasi nasionalnya. Pemerintah Vietnam baru saja merilis proposal serius terkait pembangunan jaringan Kereta Cepat (High-Speed Train) yang akan menghubungkan kota-kota utama dari Utara hingga Selatan.
Langkah ini bukan hanya soal kecepatan perjalanan, tetapi juga bagian dari strategi besar Vietnam untuk melakukan dekarbonisasi dan memodernisasi infrastruktur ekonomi mereka.
Proyek mercusuar ini direncanakan akan membentang sepanjang koridor Utara-Selatan yang ikonik, menghubungkan ibu kota Hanoi dengan pusat ekonomi Ho Chi Minh City. Kereta ini dirancang untuk beroperasi pada kecepatan tinggi yang secara signifikan akan memangkas waktu tempuh perjalanan darat yang saat ini memakan waktu lebih dari 30 jam menjadi hanya beberapa jam saja.
Selain jalur utama, muncul proposal terpisah yang menargetkan pembangunan jalur yang menghubungkan wilayah strategis lainnya, termasuk area Can Gio, dengan lini masa pembangunan yang serupa. Proyek ini tidak hanya difokuskan untuk penumpang, tetapi juga dirancang untuk meningkatkan efisiensi pengiriman logistik antar wilayah.
Pemilihan kereta cepat bertenaga listrik merupakan langkah strategis Vietnam dalam mencapai target emisi nol bersih (net-zero emissions). Dengan memindahkan ribuan penumpang dari kendaraan pribadi dan pesawat terbang ke kereta cepat, Vietnam berharap dapat mengurangi jejak karbon transportasi secara drastis.
Hal ini sejalan dengan tren global di mana moda transportasi berbasis rel menjadi solusi utama bagi mobilitas berkelanjutan di negara-negara berkembang.
Pembangunan proyek berskala raksasa ini tentu memerlukan investasi yang sangat besar. Vietnam dikabarkan sedang menjajaki berbagai opsi pendanaan serta kemitraan teknologi dengan negara-negara yang sudah berpengalaman dalam industri kereta cepat. Meskipun jadwal penyelesaian masih bersifat jangka panjang, proposal yang dirilis pada akhir 2025 ini menunjukkan komitmen politik yang kuat untuk menjadikan Vietnam sebagai salah satu negara dengan konektivitas tercanggih di Asia Tenggara.
Hadirnya kereta cepat di Vietnam ini akan menambah daftar negara Asia Tenggara yang mengadopsi teknologi rel berkecepatan tinggi setelah Indonesia (Whoosh) dan Laos. Hal ini menandakan bahwa kawasan ini sedang bertransformasi menjadi pusat mobilitas modern.
Tanpa Gunakan Hutang Luar Negeri, Vietnam Canangkan Pembangunan Jalur Kereta Cepat Sepanjang 1.541 Kilometer
Ini yang Harus Diperhatikan Penumpang KA Soal Ketentuan Bagasi
Menghabiskan waktu libur akhir tahun memang sangat menyenangkan jika berada di luar kota. Selain menikmati perjalanan, suasananya pun terasa berbeda saat berkunjung ke tempat-tempat favorit yang sudah menjadi trending topik.
Jika berlibur lebih dari 2 hari tentu harus membawa perlengkapan yang cukup banyak, seperti koper maupun ransel. Nah, saat penumpang ingin menggunakan kereta api tentu mereka harus menaati peraturan dalam membawa perlengkapan yang sudah disesuaikan. Jangan sampai barang bawaan yang berlebih dan masuk ke kereta api, dapat mengganggu kenyamanan para penumpang lainnya.
Untuk itu, PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) mengimbau pelanggan kereta api untuk memperhatikan ketentuan bagasi selama masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Setiap pelanggan diperbolehkan membawa bagasi dengan berat maksimal 20 kilogram. Barang bawaan yang melebihi batas tersebut akan dikenakan biaya tambahan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
KAI juga mengingatkan adanya larangan membawa sejumlah barang ke dalam kereta api, seperti hewan, makanan dengan bau menyengat, serta barang lain yang berpotensi mengganggu kenyamanan dan keselamatan perjalanan. Dengan mobilitas yang tinggi, pengaturan bagasi menjadi bagian penting agar perjalanan berjalan lancar dan aman.
Bagi pelanggan yang membawa barang melebihi batas, KAI menyarankan pemanfaatan layanan KALOG Express dari KAI Logistik. Layanan ini melayani pengiriman sepeda motor, hewan peliharaan, paket barang, termasuk makanan dan produk frozen food.
Langkah antisipasi ini bertujuan menjaga ketertiban di tengah tingginya volume penumpang kereta api. Imbauan tersebut sangat penting demi mewujudkan pengalaman perjalanan yang lancar bagi semua pengguna jasa transportasi.
Selama periode Nataru, KALOG Express turut mendukung kelancaran aktivitas masyarakat serta distribusi UMKM, terutama untuk pengiriman yang membutuhkan ketepatan waktu. Layanan KALOG Express dari KAI Logistik menghadirkan promo tarif pengiriman hingga 50 persen untuk rute lintas Selatan.
Manager of Marketing & Sales Courier KAI Logistik, Ayi Suryandi, menegaskan program diskon ini dirancang untuk memberikan kemudahan sekaligus mendukung aktivitas logistik masyarakat yang meningkat signifikan menjelang akhit tahun.
Program ini diharapkan mampu membantu kelancaran distribusi pelaku usaha mikro selama masa libur panjang akhir tahun. Data penjualan tiket kereta api pada Sabtu tercatat sudah lebih dari dua juta. Total tiket perjalanan libur akhir tahun tersebut adalah sebanyak 2.108.450 kursi yang telah dipesan oleh para penumpang.
Jangan Kelebihan Muatan! Yuk, Simak Aturan Resmi Bagasi Terbaru Saat Naik Kereta Api
Helsinki ke Melbourne: Finnair Bentangkan Sayap ke Australia Lewat Airbus A350
Maskapai nasional Finlandia, Finnair, secara resmi mengumumkan pembukaan rute penerbangan perdana mereka ke benua Australia. Langkah bersejarah ini akan menghubungkan pusat operasional mereka di Helsinki (HEL) langsung ke Melbourne (MEL) melalui satu titik transit strategis di Bangkok (BKK), Thailand.
Layanan baru ini bukan sekadar penambahan rute, melainkan tonggak sejarah bagi Finnair dalam memperluas jangkauan globalnya ke belahan bumi selatan dengan menggunakan armada tercanggih mereka, Airbus A350-900.
Dengan Airbus A350-900, Malaysia Airlines Kembali Buka Penerbangan Langsung Kuala Lumpur – ParisPenerbangan harian ini dijadwalkan akan mulai beroperasi secara resmi pada 25 Oktober 2026. Meski operasionalnya masih setahun lagi, tiket untuk rute ini sudah mulai dijual sejak akhir Desember 2025 bagi para pelancong yang ingin merencanakan perjalanan jarak jauh mereka jauh-jauh hari. Penerbangan ini dirancang dengan jadwal yang sangat efisien untuk menghubungkan pelancong dari berbagai kota besar di Eropa ke Australia. Helsinki ke Bangkok memakan waktu sekitar 11 jam 20 menit. Pesawat akan berangkat dari Helsinki sesaat setelah tengah malam. Durasi transit di Bangkok dijadwalkan berkisar antara 2 hingga 3 jam, waktu yang cukup untuk meregangkan kaki tanpa harus menunggu terlalu lama. Pemilihan Bangkok sebagai titik transit memberikan fleksibilitas bagi penumpang. Selain untuk pengisian bahan bakar dan pergantian kru, penumpang dari Melbourne juga memiliki opsi untuk berhenti di Bangkok sebagai destinasi wisata mandiri, atau melanjutkan perjalanan ke lebih dari 90 destinasi Finnair di seluruh Eropa melalui hub Helsinki yang sangat efisien. Sementara dari Bangkok ke Melbourne selama kurang lebih 9 jam. Total durasi dari Helsinki hingga mendarat di Melbourne, total perjalanan diperkirakan memakan waktu sekitar 23 jam. Finnair akan mengoperasikan Airbus A350 dengan konfigurasi kabin terbaru yang telah direnovasi untuk kenyamanan maksimal pada rute ultra-jauh ini. Mengingat durasi penerbangan yang hampir mencapai 24 jam, Finnair akan membagikan beberapa kiat agar penumpang tetap bugar saat tiba di Melbourne.
Pertamax! Finlandia Jadi Negara Pertama yang Adopsi Paspor Digital untuk Warganya
Libur Nataru KA Bandara Soetta Tebar Diskon Menarik, Segini Tarifnya
Libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026 perjalanan kereta api (KA) beri diskon spesial pada setiap rute. Tak hanya perjalanan KA jarak jauh yang beri tarif diskon, namun KA lainnya pun turut memberikan tarif yang spesial. Seperti halnya pada KA Bandara Soekarnk Hatta (Soetta). Menggunakan KA Bandara Soetta yang memiliki perjalanan yang relatif singkat dan tepat waktu membuat penumpang yang menggunakannya merasa sangat terbantu.
Ya, KA Bandara Soetta akan berlakukan tarif diskon spesial untuk rute Stasiun Manggarai sampai dengan Stasiun Bandara Soekarno Hatta. Rangkaian yang menggunakan Kereta Rel Listrik (KRL) ini berjalan setiap hari melayani baik penumpang untuk bandara atau sekadar yang ingin mempercepat waktu perjalanan saja. Dari waktu menggunakan KA Bandara Soetta tak perlu transit atau berpindah rangkaian saat tiba di Stasiun Duri.
Untuk tarifnya sendiri, KA Bandara Soetta memberlakukan diskon tarif kereta bandara dengan seharga Rp50.000. Sementara rute stasiun yang berlaku dalam promo untuk menuju Bandara Soetta sebagai berikut:
• Stasiun Manggarai
• Stasiun BNI City
• Stasiun Duri
Berdasarkan informasi resmi untuk periode tahun 2025, biasanya tiket Commuter Line Bandara Soetta menuju Manggarai atau sebaliknya seharga Rp70.000 (Eksekutif) dan Rp30.000 (Premium). Tiket dari Bandara Soetta menuju Stasiun BNI City (Sudirman Baru) atau sebaliknya dari harga Rp70.000 (Eksekutif) dan Rp30.000 (Premium).
Sementara tiket dari Bandara Soetta menuju Stasiun Duri atau sebaliknya seharga Rp70.000 (Eksekutif) dan Rp30.000 (Premium). Karina menyampaikan bahwa, diskon tiket pemberangkatan menuju Stasiun Bandara Soetta berlangsung selama periode Nataru 2025, mulai dari tanggal 22 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026.
Diketahui, hingga 21 Desember 2025 pukul 08.00 WIB, tiket dengan tarif diskon telah terjual 808.543 tiket atau 54 persen, mencerminkan tingginya minat pelanggan memanfaatkan layanan kereta api selama periode Nataru.
Untuk mendapatkan tarif khusus tersebut, penumpang wajib membeli tiket melalui aplikasi pemesanan C-Access. Tiket sudah dapat dipesan mulai H-7 sebelum jadwal keberangkatan. Mekanisme ini diterapkan untuk memastikan distribusi tiket berjalan tertib dan tepat sasaran.
KAI Commuter juga menegaskan bahwa tiket KA Bandara Soetta bersifat spesifik, artinya hanya dapat digunakan sesuai data yang tertera pada tiket, termasuk tanggal, jadwal keberangkatan, serta stasiun asal dan tujuan. Tiket tersebut juga berfungsi sebagai akses masuk dan keluar di gate stasiun keberangkatan maupun kedatangan, sehingga pengguna diminta menjaga e-ticket hingga perjalanan selesai.
KAI Commuter juga memberikan imbauan khusus bagi pengguna KA Bandara Soetta, terutama penumpang pesawat. Penumpang dapat memilih jadwal keberangkatan kereta sekitar dua hingga tiga jam sebelum waktu penerbangan, baik untuk penerbangan domestik maupun internasional.
Langkah ini dinilai penting untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan, termasuk antrean di bandara maupun proses check-in yang memerlukan waktu tambahan. Dengan perencanaan waktu yang matang, perjalanan menuju bandara dapat berlangsung lebih aman dan nyaman.
Dengan adanya promo Nataru ini, KA Bandara Soetta diharapkan semakin menjadi pilihan utama masyarakat untuk bepergian ke dan dari Bandara Soekarno Hatta selama libur akhir tahun, sekaligus mendukung upaya pengurangan kemacetan dan penggunaan kendaraan pribadi.
Shanghai Maglev – Kereta Bandara Tercepat di Dunia, Bisa ‘Ngewhoosh’ Sampai 500 Km per Jam
Tupolev Tu-134: Satu-satunya Pesawat Penumpang dengan Toilet yang Dilengkapi Jendela
Pernahkah Anda membayangkan ada jendela di toilet pesawat? Sejauh ini memang belum pernah ada pesawat dengan toilet berjendela melayanni perbangan domestik dan internasional dari Indonesia. Tapi lain halnya di Rusia, ternyata ada pesawat penumpang regional narrow body yang dilengkapi dengan jendela pada toiletnya, pesawat yang dimaksud adalah Tupolev Tu-134.
Baca juga: Penumpang Wajib Tahu, Ada Tombol Rahasia di Toilet Pesawat! Ini Isinya
Ya, Tupolev Tu-134 adalah satu-satunya pesawat penumpang di dunia yang pada toiletinya dirancang menggunakan jendela, persisnya jendela pada bagian atas. Sehingga penumpang yang sedang buang hajat jika menengadah kepala akan melihat langsung kondisi angkasa. Desain unik ini dapat meminimalkan kebutuhan pencahayaan di toilet pada penerbangan siang hari.
Tupolev Tu-134 dikembangkan sebagai pesawat penerbangan pendek dan regional oleh Tupolev OKB (Kantor Desain Tupolev) di Uni Soviet. Proses pengembangan dimulai pada pertengahan tahun 1960-an sebagai penerus dari Tu-124.
Penerbangan perdana Tupolev Tu-134 dilakukan pada tanggal 29 Juli 1963. Setelah serangkaian uji penerbangan dan evaluasi, pesawat ini mulai dioperasikan oleh maskapai penerbangan Uni Soviet pada tahun 1967.
Tu-134 dirancang dengan dua mesin turbojet, dan kapasitas penumpangnya dapat mencapai sekitar 80 hingga 96 orang, tergantung pada konfigurasi kursi. Desain pesawat ini mencakup ekor T dan sayap belakang yang rendah.
Seiring waktu, Tu-134 mengalami sejumlah pembaruan dan versi yang berbeda, termasuk Tu-134A, Tu-134B, dan Tu-134UBL (pesawat latih militer). Tu-134A menampilkan perbaikan aerodinamika dan peningkatan keamanan.
Tu-134 banyak digunakan oleh maskapai penerbangan di Uni Soviet dan negara-negara Blok Timur selama era Perang Dingin. Pesawat ini menjadi salah satu pesawat regional paling umum di kawasan tersebut. Tu-134 memiliki kehidupan pelayanan yang panjang dan dioperasikan oleh banyak maskapai penerbangan di Uni Soviet dan negara-negara penerusnya setelah keruntuhan Uni Soviet. Selain itu, beberapa operator di luar negeri juga mengoperasikan pesawat ini.
Tupolev Tu-134 dikembangkan sebagai pesawat penerbangan pendek dan regional oleh Tupolev OKB (Kantor Desain Tupolev) di Uni Soviet. Proses pengembangan dimulai pada pertengahan tahun 1960-an sebagai penerus dari Tu-124.
Penerbangan perdana Tupolev Tu-134 dilakukan pada tanggal 29 Juli 1963. Setelah serangkaian uji penerbangan dan evaluasi, pesawat ini mulai dioperasikan oleh maskapai penerbangan Uni Soviet pada tahun 1967.
Tu-134 dirancang dengan dua mesin turbojet, dan kapasitas penumpangnya dapat mencapai sekitar 80 hingga 96 orang, tergantung pada konfigurasi kursi. Desain pesawat ini mencakup ekor T dan sayap belakang yang rendah.
Seiring waktu, Tu-134 mengalami sejumlah pembaruan dan versi yang berbeda, termasuk Tu-134A, Tu-134B, dan Tu-134UBL (pesawat latih militer). Tu-134A menampilkan perbaikan aerodinamika dan peningkatan keamanan.
Tu-134 banyak digunakan oleh maskapai penerbangan di Uni Soviet dan negara-negara Blok Timur selama era Perang Dingin. Pesawat ini menjadi salah satu pesawat regional paling umum di kawasan tersebut. Tu-134 memiliki kehidupan pelayanan yang panjang dan dioperasikan oleh banyak maskapai penerbangan di Uni Soviet dan negara-negara penerusnya setelah keruntuhan Uni Soviet. Selain itu, beberapa operator di luar negeri juga mengoperasikan pesawat ini.
Tupolev Tu-334, Pesaing Fokker F28 Fellowship yang Tidak Pernah Beroperasi KomersialPada tahun 2018, Rusia secara resmi mengumumkan bahwa mereka akan menarik seluruh pesawat Tu-134 dari layanan komersial. Ini menandai akhir dari sejarah operasional pesawat ini setelah lebih dari lima dekade. Namun pada kenyataan, beberapa maskapai kecil dan charter di Rusia, sampai saat ini masih mengoperasikan Tu-134.
Bandara Husein Sastranegara Kembali Beroperasi untuk Penerbangan Komersial, Bandung Terhubung Lagi via Udara
Setelah beberapa tahun “mati suri” pascapemindahan penerbangan jet komersial ke Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Bandara Husein Sastranegara kini kembali melayani penerbangan komersial dengan jadwal reguler, membuka peluang kembali bagi masyarakat untuk naik pesawat dari/dan menuju Bandung.
Mulai 20 Desember 2025, maskapai Wings Air resmi mengoperasikan penerbangan dari dan ke Bandara Husein Sastranegara (kode: BDO) yang menghubungkan Bandung dengan beberapa kota besar di Pulau Jawa, di antaranya Solo, Semarang dan Surabaya. Maskapai ini melayani rute tersebut menggunakan pesawat ATR 72-600 yang efisien dan nyaman untuk rute dalam negeri.
Peresmian rute baru ini dilakukan secara simbolis oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi pada 21 Desember 2025. Ia menyampaikan harapan agar jalur penerbangan ini dapat ditingkatkan frekuensinya dan menjadi tulang punggung konektivitas udara regional. Akurat Jabar
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyambut sangat positif kepulangan penerbangan komersial ke Bandara Husein. Farhan mengatakan bahwa keberadaan kembali penerbangan reguler merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, operator bandara, dan maskapai, yang membuka pilihan mobilitas baru bagi masyarakat.
Kembalinya penerbangan komersial ini juga disambut hangat oleh pelaku usaha di Bandung. Menurut sejumlah pengusaha lokal, pembukaan rute baru menjadi sinyal positif bagi iklim usaha dan pariwisata, karena bandara yang berada dekat pusat kota dapat membantu mempercepat mobilitas pebisnis, wisatawan, hingga event organizer. jabarekspres.com
Walaupun kini kembali aktif, karakter operasional Bandara Husein sedikit berbeda dari sebelumnya. Bandara ini terutama melayani penerbangan domestik jarak pendek dan menengah dengan pesawat berbaling-baling seperti ATR, bukan pesawat jet besar karena keterbatasan teknis fasilitas.
Hal ini sejalan dengan kebijakan penataan peran bandara di kawasan Bandung–Jawa Barat, di mana Bandara Kertajati tetap memegang peran utama untuk penerbangan jet komersial jarak jauh dan layanan internasional.
Husein Sastranegara – Perintis TNI AU Yang Gugur Karena Kecintaannya Pada Dunia Dirgantara
Philippine Airlines Terima Unit Pertama Airbus A350-1000
Philippine Airlines telah menerima pengiriman pesawat Airbus A350-1000 pertamanya, menjadikannya sebagai maskapai ke-10 di dunia yang mengoperasikan varian terbesar dari pesawat jarak jauh (long-range) unggulan ini.
Pesawat yang dikonfigurasikan dalam tata letak premium tiga kelas berkapasitas 382 kursi ini, akan menandai babak baru dalam operasional penerbangan jarak jauh Philippine Airlines yang melintasi kawasan Pasifik. Dengan tingkat efisiensi yang lebih tinggi, pesawat A350-1000 memungkinkan maskapai nasional Filipina ini untuk memperluas jaringan penerbangan lintas pasifik melalui layanan non-stop ke berbagai destinasi utama di Amerika Utara.
Pengiriman ini merupakan yang pertama dari total sembilan pesawat A350-1000 yang akan diterima Philippine Airlines sebagai bagian dari program ekspansi armadanya. Pesawat baru ini akan melengkapi armada A350-900 yang saat ini telah beroperasi untuk maskapai tersebut, untuk memperluas rute penerbangan ke Amerika Serikat. Kehadiran A350-1000 ini semakin memperkuat strategi armada pesawat berbadan lebar Philippine Airlines dalam meningkatkan kapasitas penerbangan jarak jauh, sekaligus menghadirkan pengalaman perjalanan penumpang dan keandalan operasional yang lebih baik.
A350 merupakan pesawat berbadan lebar paling modern di dunia dan telah menetapkan standar baru untuk penerbangan antarbenua. Desain pesawat A350 yang sepenuhnya baru mengadopsi teknologi dan aerodinamika mutakhir, sehingga menghadirkan efisiensi operasional serta kenyamanan penumpang yang unggul. Mesin generasi terbaru serta penggunaan material ringan memberikan keunggulan hingga 25 persen dalam efisiensi konsumsi bahan bakar, biaya operasional, dan pengurangan emisi karbon dioksida (Co₂) dibandingkan pesawat pesaing generasi sebelumnya. Selain itu, A350 juga dilengkapi kabin Airspace yang nyaman dan luas, kursi yang lebih lebar, langit-langit kabin yang tinggi, serta pencahayaan yang dirancang untuk menciptakan suasana perjalanan yang rileks.
Sebagaimana pesawat Airbus lainnya, pesawat A350 sudah mampu beroperasi menggunakan campuran bahan bakar penerbangan berkelanjutan (Sustainable Aviation Fuel/SAF) hingga 50 persen. Airbus menargetkan seluruh pesawatnya dapat beroperasi dengan 100 persen SAF pada tahun 2030.
Hingga akhir November 2025, keluarga A350 telah mencatat hampir 1.500 pesanan dari 66 pelanggan di seluruh dunia.
Philippine Airlines – Maskapai Tertua di Asia dan Pertama yang Lintasi Samudera Pasifik
Mulai Rp37.000 KA Motis Bisa Dipesan 6 Jam Sebelum Keberangkatan, Catat Jadwalnya
Kehabisan tiket kereta api buat liburan akhir tahun, rasanya tak perku khawatir. Selain adanya kereta api tambahan penumpang bisa menggunakan kereta api motor gratis (motis). Ya, karena kereta api (KA) Motis sudah bisa dipesan untuk rute Pasar Senen – Semarang Tawang maupun Pasar Senen – Purwosari.
Diketahui, Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membuka program Motor Gratis (Motis) untuk hari raya Natal 2025 dan tahun baru 2026 atau Nataru 2025/2026. Tujuannya untuk mendukung kelancaran mobilitas masyarakat dan meningkatkan keselamatan selama periode libur Nataru 2025/2026.
Melansir akun Instagram resmi Motis DJKA, @motis_djka, pendaftaran program Motis Nataru 2025/2026 dibuka mulai 1 Desember 2025 sampai dengan 29 Desember 2025 mendatang. Nantinya pengangkutan Motis Nataru 2025/2026 akan dimulai pada 23-30 Desember 2025.
Program Motis Nataru 2025/2026 ditujukan bagi pemudik yang ingin membawa sepeda motor ke kampung halaman tanpa harus mengendarainya langsung di jalan raya. Selain memberi alternatif perjalanan yang lebih hemat, layanan ini membantu mengurangi kepadatan lalu lintas serta risiko kecelakaan pada arus mudik dan balik akhir tahun.
Layanan KA Motis dibagi dua lintas, yakni lintas utara dan lintas tengan hingga selatan. Untuk lintas utara meliputi Jakarta Gudang – Pasar Senen (penumpang) – Bekasi (penumpang) – Cirebon Prujakan – Tegal – Pekalongan – Semarang Tawang. Sementara itu lintas selatan meliputi Jakarta Gudang – Pasar Senen (penumpang) – Bekasi (penumpang) – Cirebon Prujakan – Purwokerto – Kebumen – Kutoarjo – Lempuyangan – Purwosari.
Bagi penumpang yang ingin menggunakan layanan KA Motis tanpa mendaftar kendaraan bermotor tentu bisa dilakukan. Penumpang cukup memesan tiket KA Motis melalui aplikasi Access by KAI maupun di laman resmi kai.id. Perlu diingat layanan KA Motis baru bisa dipesan 6 jam sebelum keberangkatan.
Dengan harga tiket yang relatif murah mulai dari Rp37.000 sampai dengan Rp84.000 saja, penumpang bisa menikmati perjalanan dengan kelas ekonomi berkapasitas 106 kursi. Karena layanan ini merupakan tarif subsidi, jadi jangan sampai kehabisan tiketnya, ya. Berikut ini jadwal KA Motis dengan pemberhentian di beberapa stasiun:
• KA Motis Utara
– KA 7701 (Semarang Tawang – Kampung Bandan)
Semarang Tawang: 04:40
Pekalongan: 06:07
Tegal: 07:10
Cirebon Prujakan: 08:33
Arjawinangun: 08:54
Bekasi: 11:20
Pasar Senen: 11:56
Kampung Bandan: 12:06
– KA 7702 (Kampung Bandan – Semarang Tawang)
Kampung Bandan: 15:00
Pasar Senen: 15:20
Bekasi: 15:44
Karawang: 16:26
Cikampek: 17:01
Arjawinangun: 18:33
Cirebon Prujakan: 19:01
Tegal: 20:20
Pekalongan: 21:38
Semarang Tawang: 23:02
• KA Motis Tengah
– KA 7703 (Purwosari – Kampung Bandan)
Purwosari: 12:45
Lempuyangan: 13:42
Kutoarjo: 14:53
Kebumen: 15:26
Purwokerto: 16:53
Cirebon Prujakan: 18:58
Arjawinangun: 19:18
Bekasi: 21:35
Pasar Senen: 22:07
Kampung Bandan: 22:15
– KA 7704 (Kampung Bandan – Purwosari)
Kampung Bandan: 14:20
Pasar Senen: 14:40
Bekasi: 15:40
Pegadenbaru: 16:35
Arjawinangun: 17:40
Cirebon Prujakan: 18:08
Prupuk: 19:23
Purwokerto: 20:32
Kebumen: 21:47
Kutoarjo: 22:50
Wojo: 23:18
Lempuyangan: 00:09
Purwosari: 00:53
Nge-Trip KA Serayu – Tiketnya Murah, Pemandangannya Pun Indah
Emirates Luncurkan Amenity Kit Ramah Lingkungan Bertema Satwa Liar Terancam Punah
Maskapai penerbangan global yang berbasis di Dubai, Emirates, resmi memperkenalkan koleksi amenity kit terbaru yang unik dan sarat akan misi lingkungan. Berbeda dari perlengkapan sekali pakai pada umumnya, koleksi ini dirancang sebagai keepsake (kenang-kenangan) yang dapat digunakan kembali, sekaligus bertujuan untuk meningkatkan kesadaran penumpang terhadap satwa liar yang terancam punah.
Peluncuran yang dilakukan pada pertengahan Desember 2025 ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Emirates dalam mendukung konservasi global dan meminimalkan dampak lingkungan dari operasional penerbangan mereka.
Setiap tas amenity kit dalam koleksi terbaru ini menampilkan karya seni yang terinspirasi dari berbagai spesies satwa liar yang masuk dalam daftar terancam punah. Dengan desain yang artistik, Emirates ingin memancing rasa ingin tahu jutaan penumpangnya setiap tahun mengenai pentingnya menjaga keanekaragaman hayati.
Langkah ini bukan sekadar soal estetika. Pihak maskapai menekankan bahwa bahan yang digunakan untuk tas tersebut dipilih berdasarkan durabilitas atau ketahanan jangka panjang. Harapannya, setelah penerbangan selesai, penumpang tidak membuangnya begitu saja, melainkan menggunakannya kembali untuk keperluan sehari-hari, sehingga mengurangi limbah plastik sekali pakai di kabin.
Salah satu poin menarik dari inisiatif ini adalah jangkauannya yang luas. Koleksi bertema konservasi ini tidak hanya terbatas bagi penumpang di kelas premium (First dan Business Class), tetapi juga menjangkau berbagai kelas kabin lainnya. Hal ini memastikan pesan perlindungan satwa liar dapat diterima oleh basis penumpang yang lebih luas di seluruh jaringan global Emirates.
Peluncuran kit ini hanyalah salah satu pilar dari strategi hijau Emirates. Maskapai ini terus berinvestasi pada armada pesawat yang lebih efisien bahan bakar, inisiatif pengurangan sampah di dalam pesawat, serta kemitraan strategis dengan berbagai organisasi konservasi dunia.
Juru bicara Emirates menyatakan bahwa produk-produk di dalam pesawat adalah titik kontak (touchpoint) yang sangat efektif untuk menyampaikan pesan lingkungan. Dengan mengintegrasikan narasi keberlanjutan ke dalam pengalaman terbang premium, Emirates berharap dapat menormalisasi gaya hidup bertanggung jawab bagi para pelancong lintas negara.
Di tengah meningkatnya kesadaran penumpang global terhadap jejak karbon dan dampak lingkungan dari industri penerbangan, inovasi amenity kit Emirates ini menjadi contoh bagaimana kemewahan dan tanggung jawab sosial dapat berjalan beriringan.
Lima Maskapai dengan Amenity Kit Termewah di Dunia, Nomor 2 Tak Disangka
