Sarana dan Pra Sarana Transportasi Termutakhir, Tidak Semuanya Mewah Loh!

Sumber: atkinsglobal.com

Pemerintah selalu memiliki cara tersendiri agar masyarakatnya merasa nyaman tinggal di kota yang ia pimpin. Penyediaan sarana dan pra sarana transportasi menjadi salah satu cara pemerintah untuk memanjakan para warganya. Walaupun tidak semuanya berbau modern, tapi terbukti progam-program tersebut mampu membuat warganya merasa terbantu dan nyaman dalam menggunakannya. Namun, sebenarnya pemerintah sendri memiliki suatu tujuan tersirat dibalik penyediaan sarana dan pra sarana tersebut, baik itu untuk mengurangi volume kendaraan pribadi hingga mengurangi polusi.Berdasarkan poin di atas, KabarPenumpang.com akan memberikan beberapa contoh sarana dan pra sarana transportasi termutakhir yang dapat menunjang kehidupan dari para penggunannya.

Program Sepeda Gratis di Belanda

Sumber: jalopnik.com
Sumber: jalopnik.com

Semua orang suka bersepeda, selain dapat membuat badan menjadi sehat, ternyata alasan pemerintah negeri kincir angin untuk mengadakan program sepeda gratis adalah untuk mengurangi polusi yang ditimbulkan oleh kendaraan bermotor. Pemerintah menempatkan sebuah “pangkalan” sepeda di taman-taman, ini bertujuan agar pengunjung bisa berkeliling dan menikmati keindahan taman dengan menggunakan sepeda secara cuma-cuma. Bahkan, sebagian masyarakat di Amsterdam sendiri lebih memilih untuk menggunakan sepeda daripada menggunakan transportasi umum dalam kesehariannya, mereka menilai dengan bersepeda akan menghasilkan beberapa perubahan yang cukup signifikan. Selain dua poin di atas, keuntungan lain yang didapatkan dari bersepeda adalah mengurangi kemacetan, terutama saat rush hour.

Sistem Autobahn di Jerman

Sumber: jalopnik.com
Sumber: jalopnik.com

Autobahn, atau di Indonesia biasa disebut jalan tol merupakan akses bebas hambatan yang diperuntukkan bagi moda dengan jumlah roda minimal 4. Proyek pembangunan Autobahn di Jerman dimulai pada tahun 1913 dengan jalur dari Wetzlarer Bahn von Charlottenburg (Hessen) hingga Nikolassee (Berlin). Kelebihan yang ditawarkan oleh Autobahn di Jerman adalah badan jalan yang sangat lebar, sehingga memungkinkan pengendara yang hendak menyalip kendaraan di depannya dengan leluasa. Autobahn di Jerman ini memiliki total panjang jalur hingga 12.800km, dan dilewati oleh 200 jutaan kendaraan setiap tahunnya. Fakta ini membuktikan bahwa Autobahn memegang pernanan penting dalam prasarana transportasi di Jerman.

Sedikit berbeda dengan di Indonesia, batas kecepatan minimal di sini adalah 60km/jam dan batas kecepatan maksimalnya hingga 130km/jam. Pengadaan Autobahn terbukti dapat memudahkan warga Jerman untuk bepergian. Apabila Anda sering meilhat pengemudi yang kerap kali melanggar peraturan di jalan, maka jangan harap Anda akan melihat hal serupa di sini. Budaya tertib yang mendarah daging di Jerman membuat otoritas setempat sepakat untuk menempatkan beberapa sarana penunjang seperti speed cameras, tailgating cameras, dan beberapa sistem otomatis, alih-alih menempatkan petugas di lapangan.

Metro di Kopenhagen

Sumber: jalopnik.com
Sumber: jalopnik.com

Sebagai salah satu Mass Rapid Transit yang beroperasi 24 jam sehari dan 7 hari seminggu, Metro Kopenhagen menjadi moda transportasi favorit warga Denmark. Tidak hanya sampai di situ, Metro Kopenhagen juga beroperasi secara otomatis alias tanpa awak. Bahkan, seluruh sistem Metro di sini sudah terkomputerisasi, dimana control room berada di sebelah selatan stasiun Vestamager. Kereta otomatis ini dapat melaju hingga kecepatan maksimal di angka 80km/jam dengan kecepatan rata-rata sekitar 40km/jam. Metro menghubungkan beberapa titik penting di Denmark dan sekitarnya dengan dua jalur yang tersedia. Sebuah penelitian dilaksanakan pada tahun 2013 silam dan menelurkan sebuah fakta yang cukup menarik, yaitu Metro dapat mengangkut 55 juta penumpang selama tahun penelitian tersebut. Berdasarkan penelitian tersebut, tidak heran kalau Metro menjadi moda darat pilihan masyarakat Denmark, selain menawarkan kenyamanan, Metro juga menjanjikan perjalanan yang tepat waktu. Kereta otomatis yang mulai beroperasi pada 19 Oktober 2002 ini memiliki tiga gerbong dan total 22 stasiun di sepanjang kedua jalur tersebut.