Sedih! Pencarian CVR Lion Air JT-610 oleh MPV Everest Tak Membuahkan Hasil

0

Lion Air berusaha keras untuk melakukan pencarian keberadaan komponen Cockpit Voice Recorder (CVR) di sepanjang perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, pasalnya tanpa ditemukannya CVR, maka upaya untuk mengetahui sebab musabab terjadinya kecelakaan Boeing 737 Max 8 JT-610 yang jatuh pada 29 Oktober 2018, akan menemui kesulitan, data yang diperoleh dari Flight Data Recorder (FDR) perlu didukung CVR yang dapat mengungkap rekaman percapakan awak pesawat pada menit-menit terakhir.

Baca juga: Lanjutkan Pencarian Korban dan CVR JT-610, Lion Air Kucurkan Rp38 Miliar untuk Sewa MPV Everest

Sejak 19 Desember 2018, Lion Air diketahui telah menghadirkan kapal riset dan survei perairan dalam milik peruahaan Belanda, MPV Everest. Kapal dengan tonase besar ini dapat melakukan pencarian obyek di bawah laut tanpa harus lempar jangkar, dimana di area tersebut banyak tertanam pipa minyak Pertamina.

Namun, ada kabar sedih, bahwa upaya pencarian CVR oleh MPV Everest ternyata tidak membuahkan hasil. MPV Everest disewa oleh Lion Air dengan nilai Rp38 miliar untuk misi pencarian selama 10 hari berturut-turut. Dan dari siaran pers yang dikeluarkan pihak Lion Air, Corporate Communications Strategic Lion Air Danang Mandala Prihantoro menyebutkan bahwa misi pencarian MPV Everest telah berakhir pada 29 Desember 2018, tepat pukul 23.59 WIB.

Danang mengatakan, tim pencari telah bekerja keras melakukan penyisiran di 10 titik yang sesuai dengan rekomendasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Seluruh pencarian yang dilakukan juga telah sesuai dengan standar yang ada pada rescue and safety drill, survey function test, dan load test.

Dengan demikian, perusahaan penerbangan itu memutuskan untuk tidak memperpanjang waktu sewa. Dengan kata lain, misi pencarian untuk mengungkap alasan di balik kecelakaan udara ini telah diakhiri oleh Lion Air.

Dikutip dari Beritagar.id (4/1), juru bicara KNKT mengatakan kepada Reuters bahwa pihaknya kemungkinan bakal memulai lagi pencarian CVR Lion Air PK-LQP dalam waktu dekat. KNKT mengaku tengah bernegosiasi dengan TNI AL untuk pengajuan izin penggunaan kapal. “Paling cepat pekan ini. Pencariannya tidak akan memakai kapal semewah MPV Everest, namun tetap memiliki alat pendeteksi CVR,” sebut juru bicara itu, Kamis (3/1/2019).

Baca juga: Laporan Investigasi Awal Lion Air JT-610: KNKT Indikasikan Sensor Angle of Attack Tidak Berlaku Normal

Pencarian CVR berpacu dengan waktu, mengingat beacon yang dipancarkan CVR hanya bertahan selama 90 hari, itu artinya pencarian CVR setidaknya harus dilakukan sebelum 29 Januari 2019.

Leave a Reply