Setelah Qantas, Emirates Berpotensi Batalkan Pesanan Airbus A380

Livery Aibus A380 Emirates Airlines menggunakan gambar Sheikh Zayed bin Sultan Al Nahyan, Presiden Pertama Uni Emirate Arab (www.paddleyourownkanoo.com)

Setelah belum lama Qantas Airways memutuskan untuk membatalkan pesanan 8 unit Airbus A380, kini ada kabar bahwa maskapai terbesar pengguna A380, yaitu Emirates, berpotensi untuk tidak melanjutkan pemesanan A380. Emirates seperti diketahui, tengah dalam proses pemesanan 59 unit A380, saat ini Emirates telah mengoperasikan 109 unit Airbus A380, dengan unit perdana diterima pada tahun 2008.

Baca juga: Semakin Terpuruk, Airbus Terima Pembatalan Pesanan A380 dari Qantas Airways

Dikutip dari engineering.com (8/2/2019), pihak Emirates disebut-sebut telah membicarakan untuk keluar dari kesepakatan dengan Airbus. Beberapa indikasi seperti setahun sejak kontrak, Emirates telah berdebat dengan pemasok mesin, Rolls Royce akan kinerja mesin. Indikasi kedua yaitu rencana Emirates untuk pindah hub, ke bandara New Dubai World Central yang punya kapasitas penumpang lebih besar dari bandara saat ini. Perpindahan hub bandara ini rencananya akan tuntas pada tahun 2024.

Di New Dubai World Central Airport, kemungkinan besar Emirates akan meminimalkan kebutuhan pesawat sekelas A380. Salah satu alasan Emirates mengorder A380 adalah kapasitas penumpang yang besar, dengan lebih dari 600 penumpang sekali angkut. Saat itu, dipandang sebagai solusi trafik penerbangan yang tinggi di Bandara Internasional Dubai.

Meski berpotensi membatalkan pesanan A380, namun pilihan pemesanan sebagai penggantinya tetap dari Airbus, yang digadang adalah Airbus A350 atau A330Neo. Kedua pesawat twin engine tersebut punya kapasitas lebih kecil, namun punya jangkauan terbang lebih jauh dari A380, dan yang lebih penting lagi lebih efisien dalam bahan bakar, karena hanya menggunakan dua mesin.

Desas desus rencana Emirates untuk membatalkan pesanan A380 sudah terbaca pihak Airbus sejak tahun lalu. Pejabat eksekutif Airbus, John Leahy menyebutkan bahwa pihaknya kemungkinan besar akan menghentikan sepenuhnya produksi A380. Beberapa analis penerbangan juga berpendapat bila masa depan A380 sangat tergantung pada keputusan Emirates.

Baca juga: Intip Mewahnya Airbus A380 Emirates yang Digunakan Klub Bola Real Madrid

Lesunya pesanan A380 sudah direspon Airbus, salah satunya dengan memperlambat kapasitas produksi menjadi 8 unit setahun, dan hanya akan menyerahkan 6 unit pesawat per tahun mulai 2020. Berita tentang masa suram A380 uniknya justru direspon positif oleh pasar saham, investor umumnya melihat tidak ada masa depan untuk proyek A380.