Ternyata Penerbangan (Rute) Terpendek Airbus A320 Ada di Indonesia

0
Ilustrasi. Sumber: Livemint

Koneksinya yang sudah mendunia dan belakangan ini juga tengah digandrungi oleh sebagian kalangan membuat sektor kedirgantaraan global semakin menarik untuk dibahas. Jika beberapa waktu yang lalu sudah pernah dibahas tentang rute penerbangan terpendek dari Airbus A380 yang dioperasikan oleh Emirates (dari Dubai ke Muscat, jaraknya hanya 350km), lalu, bagaimana dengan rute penerbangan terpendek dari varian Airbus A320? Apakah jaraknya sama dekat dengan A380?

Baca Juga: Emirates Operasikan A380 dengan Rute Terpendek di Dunia, Jaraknya Setara Jakarta – Pangandaran!

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman simpleflying.com (25/10), siapa sangka bahwa penerbangan terpendek di dunia dari varian A320 ada di Indonesia, lho! Bisakah Anda menebaknya? Ya, penerbangan terpendek A320 ini dioperasikan oleh maskapai berbiaya rendah asal Malaysia, AirAsia yang menghubungkan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai di Bali dan Bandara Internasional Praya di Lombok.

Jarak yang terbentang antara Bali dan Lombok ini hanya terpaku 122km saja, dan rute penerbangan A320 terpendek di dunia 15 hingga 25 menit saja. Cepat sekali, bukan? Dibandingkan dengan menggunakan kapal laut, jarak antara Bali dan Lombok ditempuh dalam waktu dua hingga lima jam perjalanan.

Tidak hanya dioperasikan oleh Airbus A320 milik AirAsia saja, ternyata penerbangan dari Bali menuju Lombok ini juga dioperasikan oleh tiga maskapai lainnya – tentu dengan varian pesawat yang berbeda. Ada Lion Air yang terbang dengan menggunakan Boeing 737, Garuda Indonesia dengan ATR-72 dan Boeing 737, serta Wings Air yang menggunakan varian ATR-72.

Adapun harga yang ditawarkan oleh pihak AirAsia untuk rute penerbangan ini juga terbilang cukup murah, yaitu berkisar antara Rp260.000 hingga Rp313.000 (ketika peak season). Mungkin rute penerbangan ini agaknya membuat Anda terheran-heran, “mengapa AirAsia bisa melayani rute terpendek semacam ini?”

Baca Juga: Airbus Rencanakan Upgrade Mesin Untuk Varian A320

Jawabannya sederhana, tidak mungkin pihak maskapai membuka satu rute penerbangan jika tidak melakukan beragam riset terlebih dahulu. Pun dari segi payload, dimana pihak AirAsia sudah bisa mendapatkan keuntungan walaupun hanya mengangkut sedikit penumpang. Namun skema sepi penumpang agaknya merupakan hal yang jarang terjadi, mengingat wisatawan mancanegara yang datang ke Bali biasanya ingin sekalian mengambil ‘paket wisata’ juga ke Lombok.

Leave a Reply