Cegah Penyebaran Covid-19, Otoritas Penerbangan Cina Rekomendasikan Awak Kabin Gunakan Popok Selama Bertugas

0
Ilustrasi penumpang menggunakan toilet di pesawat. Foto: runwaygirlnetwork.com

Belum lama ini Otoritas Penerbangan Sipil Cina atau Civil Aviation Administration of China (CAAC) mengeluarkan arahan baru bagi awak kabin dalam pencegahan penyebaran Covid-19. Dokumen setebal 38 halaman itu berisi rekomendasi khusus untuk penerbangan charter ke dan dari wilayah yang terinfeksi virus.

Baca juga: Penerbangan di Era New Normal, ICAO: Akses Penumpang ke Toilet Dibatasi

KabarPenumpang.com melansir laman simpleflying.com (11/12/2020), arahan tersebut berisi rekomendasi penggunaan Alat Pelindung Diri (APD). Di mana semua awak kabin harus menggunakan masker bedah, sarung tangan lapis ganda, kacamata pelindung, topi, pakaian pelindung dan penutup sepatu yang semuanya sekali pakai.

Selain itu, CAAC juga merekomendasikan agar awak kabin pada rute ke tujuan berisiko tinggi memakai popok atau pempers guna menghindari penggunaan toilet. Ini dimaksudkan untuk mengurangi risiko infeksi, dengan meminimalkan kontak permukaan bagi pada staf maskapai.

Tak hanya awak kabin, CAAC juga menyarankan awak kokpit menggunakan masker dan kacamata, tetapi bedanya mereka tidak diharuskan menggunakan pempers selama penerbangan tersebut. Dalam dokumen juga dituliskan pada penerbangan berisiko tinggi, maskapai harus menetapkan area karantina darurat di tiga baris belakang kabin.

Bahkan maskapai harus membagi kabin menjadi beberapa bagian di mana ada area bersih, zona penyangga dan area tempat duduk penumpang yang akan dipisahkan dengan tirai sekali pakai. Saat ini penerbangan domestik di Cina telah pulih dengan luar biasa dan sudah kembali ke kapasitas hampir penuh seperti tahun 2019.

Baca juga: India Mulai Buka Penerbangan Domestik, Penumpang Disarankan Tidak Gunakan Toilet Selama di Pesawat

Perekonomian tampaknya telah berhasil menciptakan pemulihan berbentuk V yang sangat diinginkan oleh proyeksi yang lebih optimis seperti telah diramalkan pada awal krisis. Bahkan pada 9 Desember kemarin, hanya ada 12 kasus virus corona baru di Negeri Tirai Bambu tersebut.

 

 

Leave a Reply