GoJek Luncurkan “GoGreener Carbon Offset” Guna Bantu Pelanggan Imbangi Emisi Perjalanan

0

GoJek menjadi perusahaan ride hailing pertama di Indonesia yang meluncurkan penggantian kerugian karbon dan memunggkinkan pelanggan bisa mengimbangi emisi dalam perjalanan mereka. Untuk mewujudkan ini, GoJek berkolaborasi dengan Jejak.in untuk  meluncurkan fitur baru yakni GoGreener Carbon Offset.

Baca juga: Dukung Proses Pemesanan Bagi UMKM, GoJek Luncurkan Aplikasi Selly

Fitur tersebut memungkinkan pelanggan untuk mengimbangi karbon yang mereka hasilkan dalam perjalanan dengan menanam pohon. Fitur ini akan tersedia melalui shuffle car GoGreener Carbon Offset pada aplikasi GoJek. Untuk menggunakan layanan ini, pelanggan menghitung jejak karbon mereka menggunakan rata-rata penggunaan transportasi harian dan mengimbangi dengan melakukan pembayaran melalui aplikasi.

KabarPenumpang.com melansir eco-business.com (15/9/2020), pembayaran tersebut untuk skema penanaman pohon di Jakarta, Jawa Tengah dan Kalimantan Timur yang dijalankan oleh kelompok konservasi Indonesia LindungiHutan. Perjalanan satu kilometer dengan sepeda motor di Jakarta membutuhkan sekitar 0,05 pohon untuk mengimbangi karbon, dengan biaya Rp3500 (US$0,20).

Sedangkan perjalanan satu kilometer dengan mobil di Jakarta membutuhkan 0,15 pohon untuk mengimbangi, dengan biaya Rp10.500 (US$0,70). Biaya lebih rendah untuk pohon yang ditanam di luar Jakarta. Pengguna dapat memeriksa kemajuan skema penanaman pohon melalui dasbor pemantaian dan mereka bisa melihat laporan pertumbuhan pohon masing-masing.

Hingga saat ini, GoJek memiliki sekitar 190 juta pengguna di Asia Tenggara tetapi layanan penggantian kerugian baru akan tersedia di Indonesia. Untuk menjalankan inisiatif ini, perusahaan akan menggandakan jumlah pohon yang ditanam, oleh pengguna selama enam bulan pertama sejak peluncuran sebelum platform memperluas ke lokasi lain.

Baca juga: GoTransit, Fitur Integrasi Multimoda di Aplikasi GoJek

Sebuah studi yang dirilis pada Februari lalu menemukan bahwa perjalanan naik kendaraan di AS menghasilkan rata-rata 69 persen lebih banyak polusi iklim daripada perjalanan yang mereka gantikan. Belum ada penelitian yang dilakukan tentang dampak layanan ride hailing terhadap jalan raya di Indonesia, yang konon disebut sebagai yang paling padat di dunia.

Leave a Reply