Per 1 Juli 2018, 17 Kereta Ekonomi Punya Tarif Baru

Pada 1 Juli 2018 mendatang, akan ada pembaruan tarif kereta ekonomi. Tarif baru tersebut dikenakan PT KAI untuk kereta ekonomi jarak sedang dan jauh bersubsidsi. Adanya harga baru ini sendiri nantinya akan mengalami penyesuaian dengan berlakunya tarif parsial.

Baca juga: Mau Membatalkan atau Merubah Jadwal Tiket Kereta Api? Baca Ini Dulu Ya!

Dimana tarif akan dikenakan berdasarkan jarak tempuh kereta dan tidak lagi tarif flat pada sebelumnya. KabarPenumpang.com melansir dari laman kai.id (20/6/2018), adanya penyesuaian tarif ini sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan RI No.31/2018 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Perhubungan No.113/2017 tentang Tarif Angkutan Orang dengan Kereta Api Pelayanan Kelas Ekonomi untuk Melaksanakan Kewajiban Pelayanan Publik (PSO).

Misalnya seperti perjalanan dengan KA Serayu dari Stasiun Pasarsenen ke Stasiun Tasikmalaya yang sebelumnya dikenakan Rp67 ribu, pada 1 Juli 2018 mendatang dikarenakan jarak Pasarsenen-Tasikmalaya kurang dari 332 KM, maka penumpang hanya akan membayar sebesar Rp63 ribu. Adanya penyesuaian tarif ini sendiri akan memudahkan para pelancong dan masyarakat lainnya untuk bepergian menggunakan KA ekonomi bersubsidi dengan pelayanan yang sama.

Saat ini ada total 17 rute perjalanan KA yang menyesuaikan tarif baik di Pulau Jawa maupuan Sumatera. Berikut ini tarif KA baru tersebut.

1. Logawa
Purwokerto-Surabayagubeng-Jember
0-502 : 70.000
>502 : 74.000

2. Brantas
Blitar-Pasarsenen
0-604 : 80.000
>604 :84.000

3. Kahuripan
Blitar-Kiaracondong
0-526 : 80.000
>526 : 84.000

4. Bengawan
Purwosari-Pasarsenen
0-425 : 70.000
>425 : 74.000

5. Pasundan
Surabayagubeng-Kiaracondong
0-519 : 88.000
>519 : 94.000

6. Sri Tanjung
Lempuyangan-Banyuwangi
0-460 : 88.000
>460 : 94.000

7. Gaya Baru Malam Selatan
Surabayagubeng-Pasarsenen
0-615 : 98.000
>615 : 104.000

8. Matarmaja
Malang-Pasarsenen
0-661 : 103.000
>661 : 109.000

9. Serayu
Purwokerto-Kroya-Pasarsenen
0-332 : 63.000
>332 : 67.000

10. Kutojaya Selatan
Kutoarjo-Kiaracondong
0-240 : 58.000
>240 : 62.000

11. Tawang Alun
Malang-Banyuwangi
0-235 : 58.000
>235 : 62.000

12. Rajabasa
Kertapati-Tanjungkarang
0-291 : 29.000
>291 : 32.000

13. Bukit Serelo/Buser
Kertapati-Lubuklinggau
0-232 : 29.000
>232 : 32.000

14. Putri Deli
Tanjung Balai-Medan
0-131 : 24.000
>131 : 27.000

15. Probowangi
Banyuwangi-Probolinggo-Surabayagubeng
0-98 : 27.000
98-209 : 29.000
>209 : 56.000

16. Tegal Ekspress
Tegal-Pasarsenen
0-217 : 45.000
>217 : 49.000

17. Maharani
Surabaya Pasarturi-Semarangponcol
0-211 : 45.000
>211 : 49.000

Baca juga: KA Ekonomi Matarmaja, Kondang Berkat Jadi Latar Film “5 Cm”

Dalam keterangan tertulisnya, PT KAI juga mengatakan, bagi penumpang yang sudah terlanjur membeli tiket kereta api tersebut dengan tarif yang lebih tinggi, dapat mengambil selisih bea di stasiun tujuan. Nantinya untuk mengambil selisih bea tersebut, penumpang hanya membawa boarding pass atau e-boarding pass dan kartu identitas asli kepada petugas loket. Adapun batas maksimal pengambilan bea tersebut hanya sampai tiga hari setelah jadwal kedatangan KA.

Aerotoxic Syndrome, Isu Kesehatan di Dunia Penerbangan yang Masih Disepelekan

Kendati digadang sebagai moda transportasi handal dengan tingkat keselamatannya yang tinggi, namun jangan salah, ternyata pesawat juga memiliki satu kelemahan yang mengancam kesehatan para penumpangnya. Isunya memang tidak terlalu masif, namun permasalahan ini turut mengundang beberapa pakar dan maskapai untuk memeranginya.

Baca Juga: Sering Sakit Saat Turun Pesawat? Mungkin Ini Penyebabnya!

Adalah Aerotoxic Syndrome, isu di dunia penerbangan yang berkaitan dengan kesehatan ini ternyata sudah lama mengakar dan kerap kali dibantah eksistensinya, meskipun sudah banyak laporan yang masuk dari pilot, awak kabin, hingga penumpang yang terpaksa dirawat inap pasca mengudara, bahkan diantaranya ada yang sampai meninggal dunia.

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman news.com.au, Aerotoxic Syndrome sendiri terjadi manakala udara di dalam kabin yang dipompa oleh mesin mengalami ‘kebocoran’. Udara tercemar yang tercampur dengan uap oli mesin panas yang mengandung senyawa kimia berbahaya ini disinyalir tidak hanya dapat dihirup oleh semua orang yang ada di dalam kabin, namun juga dapat menyerap ke dalam kulit.

Asal Mula Aerotoxic Syndrome Menjadi Perhatian Serius
Menurut laporan yang diperoleh oleh Australian Transport Safety Bureau pada tahun 2014 silam, telah terjadi lebih dari 1000 kasus Aerotoxic Syndrome dalam lima tahun terakhir sebelum laporan tersebut diturunkan. Salah satu kasus yang menjadi titik mula berkembangnya isu kesehatan karena kebocoran udara di kabin pesawat ini adalah Pilot Susan Michaelis dan Co-Pilot maskapai Jersey European Airways BAe 146 mendadak mengalami gangguan kesehatan sesaat setelah pesawat tersebut mendarat di Birmingham International Airport pada 5 November 2000.

Keduanya mengalami mual, pandangan kabur, dan gangguan kesehatan lain. Tapi untungnya, mereka dapat mendaratkan pesawat dengan selamat. Pilot beserta Co-Pilot langsung dirujuk ke rumah sakit guna mendapatkan penanganan lebih lanjut, namun pihak dokter tidak menemukan penyebab dari gangguan kesehatan yang dialami. Namun laporan pasca penerbangan menyebutkan bahwa adanya kebocoran minyak dari segel Auxiliary Power Unit (APU). Kebocoran inilah yang akhirnya disinyalir sebagai penyebab kontaminasi udara di dalam kabin.

Siapa sangka, hal yang menimpa Susan pada tahun 2000 silam ternyata meninggalkan ‘cacat permanen’ di tubuhnya. Ia didiagnosa mengalami kanker payudara pada tahun 2013 silam, dan tidak tinggal diam dengan ancaman kesehatan di dunia penerbangan ini. Ia yang kini menjadi kepala peneliti di Global Cabin Air Quality Executive ini pun mengatakan bahwa ada sejumlah pilot di Inggris yang terkena kanker otak dan menduga ini dilatarbelakangi oleh pencemaran udara tersebut. “Mereka kebanyakan melakukan penerbangan jarak pendek,” ungkap Susan.

Namun kembali lagi, penelitian yang dilakukan oleh Susan bersama timnya ini mendapat respon kurang baik dari Civil Aviation Safety Authority (CASA) yang menyebutkan bahwa mereka masih ragu akan hasil penelitian tersebut. Tidak mau kalah dengan Susan, CASA lalu melakukan sebuah penelitian Contamination of Aircraft Cabin Air by Bleed Air pada tahun 2009 dan menyebutkan bahwa potensi kontaminasi udara di dalam kabin ini patut mendapatkan perhatian, namun bukti dari kasus ini masih dinilai kurang.

Baca Juga: Berakibat Buruk Saat Penerbangan,14 Poin Ini Kerap Dianggap Sepele

Tindak Lanjut EasyJet
Terlepas dari isu ini ditanggapi serius oleh CASA atau tidak, namun maskapai berbiaya rendah asal Inggris, EasyJet nampaknya tidak mau mengambil risiko lebih lanjut. Diberitakan oleh laman sumber, pihak maskapai bekerja sama dengan pemasok komersial, Pall Aerospace, guna mengembangkan dan merancang sistem penyaring udara di kabin versi teranyar.

Walaupun secara tidak langsung EasyJet tidak menyebutkan bahwa pengadaan sistem penyaring udara terbaru ini adalah untuk memerangi isu Aerotoxic Syndrome, namun langkah tersebut menuai pujian dari sejumlah elemen, salah satunya datang dari Tristan Loraine, mantan kapten British Airways. “Saya mengucapkan selamat kepada EasyJet karena memiliki visi dan keberanian dalam memerangi isu ini, dimana maskapai lain tidak memilikinya,” ujar Tristan.

Perancis Terapkan Internet of Things Untuk Kendalikan Pintu Kereta

Internet of Things (IoT), merupakan salah satu teknologi yang digunakan pada masa kini. Berbagai moda transportasi seperti bus dan kereta api dunia juga kini tengah menggunakan solusi berbasis IoT tersebut. Salah satu yang sudah menggunakan IoT adalah perusahan kereta nasional Perancis, French National Railways (SNCF).

Baca juga: Saat Kereta Terintegrasi Internet of Things

Baru-baru ini SNCF menggunakan IoT untuk memantau status pintu kereta api penumpang. KabarPenumpang.com melansir dari laman railjournal.com (18/6/2018), sistem Avise yang dikembangkan sebagai bagian dari program DigitalSNCF hadir untuk digunakan dalam memberitahu secara otomatis kepada petugas kereta jika ada pintu gerbong Corail yang tidak tertutup dengan benar ketika kereta sedang melaju di rel.

Nantinya dalam sistem ini ada dua sensor yang akan memantau status pintu dan menerangi dengan lampu di lemari vestibulum jika pintu ternyata sudah aman dan benar dari jarak jauh. Status lampu tersebut kemudian diteruskan melalui modul komunikasi ke platform IoT SNCF yang membandingkan posisi semua pintu kereta dan mengeluarkan tanda peringatakan melalui ponsel cerdas petugas kereta ketika mendeteksi anomali.

Sehingga hal ini memungkinkan pintu yang tidak aman bisa teridentifikasi dengan cepat. Rencananya SNCF akan menginstal Avise pada 350 kereta Corail yang digunakan pada layanan Intercitas.

Tak hanya sistem Avise saja, pada Februari 2018 lalu, SNCF sendiri telah menggunakan platform Watson IoT berbasis cloud untuk menghubungkan seluruh sistem kereta api, rel kereta api dan stasiun kereta api. Ini digunakan untuk mengumpulkan secara real time pada data.

Baca juga: Barcelona Terapkan Internet of Things di Transportasi Publik

Dengan platform tersebut, akan memungkinkan SNCF dalam mengelola peralatannya sehingga mampu meningkatkan kualitas, keamanan dan ketersediaan kereta api. Selain itu, agar lebih efektif dalam mengumpulkan dan menganalisis data tersebut, SNCF juga mengembangkan sensor industri khusus yang di pasang di jalur dan kereta api.

Sensor ini nantinya akan mengirimkan puluhan ribu titik data secara aman ke IBM Watson IoT Platform di IBM Cloud secara real time. Ini juga memudahkan SNCF untuk memantau hingga 200 kereta jarak jauh sekaligus saat masalah potensial seperti pintu atau AC bermasalah dalam perjalannya.

Mau Melancong ke Hong Kong? Ada 8 Tips Penting untuk Pemula

Setelah Singapura, Hong Kong adalah destinasi luar negeri paling favorit bagi warga Indonesia. Selain waktu penerbangan yang tak terlalu lama (5 jam dengan direct flight dari Jakarta), berwisata ke Hong Kong ibarat menyambangi negara-negara di Asia Tenggara, lantaran untuk ke Hong kong tak diperlukan visa wisata.

Baca juga: Mau Ke Banyuwangi Naik Kereta? Berikut Tipsnya

Nah, untuk bepergian mengelilingi Hong Kong, apalagi yang baru pertama kali, KabarPenumpang.com sudah merangkum beberapa tips dari gettingstamped.com untuk Anda. Berikut ini tips yang bisa gunakan selagi mengunjungi Hong Kong.

1. Menggunakan Airport Express
Perjalanan dari dan ke Bandara Internasional Hong Kong bisa lebih mudah dengan Airport Express. The Airport Express ini memudahkan perjalanan Anda dan menghubungkan Kowloon dan Pulau Hong Kong dalam waktu 24 menit. Untuk mendapatkan tiket kereta ini, Anda bisa mengantrinya di loket atau bisa memesannya melalui Klook.com atau salah satu aplikasi online pemesanan tiket. Kereta tujuan Pulau Hong Kong bisa dibeli untuk sekali perjalanan atau pulang pergi.

Tarif untuk sekali jalan dari bandara menuju Pulau Hong Kong US$6 atau Rp84 ribu dan pulang pergi US$16 atau Rp226 ribu. Sedangkan dari bandara menuju Kowloon sekali jalan dikenakan tarif US$8 atau Rp113 ribu dan pulang pergi US$15 atau Rp212 ribu. Tetapi jika ingin memesan kendaraan pribadi antar jemput tarif yang dikenakan US$47 atau Rp664 ribu jika Anda tidak memesan di bandara. Pemilihan taksi ini bila hotel tempat menginap jauh dari MTR (Mass Transit Railway).

2. Gunakan kartu octopus
Salah satu yang memudahkan pelancong di Hong Kong adalah memiliki kartu octopus. Kartu ini seperti alat pembayaran yang berfungsi diseluruh Hong Kong. Dengan kartu ini, pelancong bisa menggunakannya untuk stasiun MTR Hong Kong, star ferry, Peak Trem dan beberapa tempat makan. Kartu octopus bisa dikatakan kartu terbaik untuk pelancong dimana pelancong membayar deposito HK$50 atau Rp90 ribu dan akan dikembalikan saat kartu sudah tak lagi digunakan. Kartu ini bisa dibeli di semua stasiun MTR dan bila Anda melalui bandara bisa membeli di Stasiun Airport Express.

3. Pilih penginapan di pusat kota
Memilih penginapan ditengah kota menjadi salah satu yang paling menyenangkan. Selain dekat dengan MTR, pengeluaran pun semakin sedikit karena hanya berjalan kaki menuju stasiun. Apalagi di pusat kota biasanya banyak sekali restoran unik dan hal-hal unik tak jauh dari penginapan.

4. Gunakan MTR
MTR (MRT) merupakan transportasi yang bisa digunakan pelancong dan memudahkan untuk mengunjungi tempat-tempat di Hong Kong. Dengan menggunakan kartu octopus, pelancong hanya menempel kartu tersebut dan bisa berkeliling kota dengan mudah. Bila tiba di tujuan dan mencari lokasi dari stasiun, Anda bisa menggunakan Google Maps sebagai bantuan pilihan.

5. Mencari makanan murah di Hong Kong
Makanan di Hong Kong bisa dikatakan terbilang mahal, tetapi bagi Anda yang mencari makanan murah juga banyak. Pergi dengan Hong Kong Foodie Tours yang bisa membantu Anda sebagai pelancong baru untuk mendapatkan tempat makan murah dan terbaik di Hong Kong. Makan dimsum untuk dua orang saja bisa kurang dari Rp180 ribu.

6. Victoria Peak Trem atau Taksi
Untuk mencapai Victoria Peak, bisa menggunakan Trem untuk pulang pergi dengan tarif HK$88 atau Rp158 ribu. Tarif ini sudah termasuk dengan tiket masuk Sky Terrace 428. Tetapi dengan Trem memakan waktu dua jam untuk sampai ke puncak. Sedangkan jika menggunakan taksi atau Uber tarif tergantung lalu lintas dan titik penjemputan, biasanya sekitar HK$65 atau Rp117 ribu dan tiba di Victoria Peak dalam waktu 15 menit serta mendapatkan pemandangan yang sama di The Peak Galleria secara Gratis.

7. Sedia payung
Karena cuaca Hong Kong yang tidak bisa diprediksi, baiknya bawa payung selalu di dalam tas. Sebab Hong Kong sendiri mendapat 101 hari hujan per tahunnya. Jika menggunjungi pada bulan September, rata-rata 8,5 inchi hujan dan pergi selalu dengan payung. Jika lupa penjual payung pasti ada satu di setiap tempatnya.

Baca juga: Baru Pertama ke Tokyo? Jangan Bingung, Ikuti Tips Ini Agar Tidak Keder!

8. Taksi Hong Kong
Berbeda dengan kota atau negara lainnya, Hong Kong ternyata memiliki tarif taksi yang murah. Dua kilometer pertama hanya dikenakan HK$22 atau Rp39 ribu dan akan dikenakan HK$1,60 atau Rp2.887 per 200 meter berikutnya. Untuk menggunakan taksi bisa disarankan naik dari bandara, seberang jembatan, jam sibuk,atau yang mudah dijangkau MTR.

Uber juga ada di Hong Kong, tetapi sayang tarifnya lebih mahal dibanding taksi merah di dalam kota. Harga untuk Uber di Hong Kong jauh lebih baik untuk jarak yang lebih jauh seperti ke bandara dan bagian luar kota. Namun, di wilayah kota, harga Uber bisa dua kali lipat lebih mahal dari taksi biasa di Hong Kong.

Garuda Indonesia Capai OTP Tertinggi 95,8 Persen di Arus Mudik Lebaran 2018

Ditengah kemelut permasalah yang tengah dihadapi Garuda Indonesia, ternyata tidak mengurangi performa pada periode Lebaran 2018. Dimana maskapai plat merah ini mencatatkan capaian On Time Performance (OTP) terbaik sebesar 90,23 persen. Selain itu Garuda juga mencatatkan capaian OTP tertinggi pada arus mudik sebesar 95,8 persen di periode 14-16 Juni 2018 kemarin.

Baca juga: Hadapi Musim Mudik Lebaran 2018, Garuda Indonesia Keluarkan Jurus ‘Tandur’

Direktur Utama Garuda Indonesia Pahala N Mansyuri mengungkapkan bahwa, Garuda secara konsisten terus menjaga catatan tingkat ketepatan waktunya. Hinggga pada periode peak season Lebaran 2018 maskapai ini mencapai OTP terbaiknya.

“Tentunya dengan capaian ini sekaligus membuktikan komitmen maskapai sebagai full service airline dalam memberikan value layanan terbaik tidak hanya melalui aspek pre-flight, in-flight dan post flight service. Akan tetapi juga dari aspek penting lainnya seperti safety dan tingkat ketepatan waktu,” ujar Pahala yang dikutip KabarPenumpang.com dari siaran pers yang diterima, Selasa (26/6/2018).

Tak hanya mendapatkan capaian OTP terbaik, pada periode Lebaran 2018 kemarin, Garuda Indonesia memaksimalkan fasilitas check in mandiri untuk mengurangi antrian penumpang di konter bandara.

“Pada periode peak season ini, Garuda Indonesia mencatatkan pertumbuhan sebesar sepuluh persen pada pengguna fasilitas check in mandiri tersebut. Hal ini sekaligus menunjukan tren baru dalam perjalanan pengguna jasa yang kini lebih memiliki preferensi terhadap penggunaan fasilitas check in mandiri,” ujar Pahala.

Diketahui, pada Lebaran 2018 ini, Garuda Indonesia telah mengangkut penumpang sebanyak 1,2 juta orang dan jumlah ini meningkat tiga persen dibandingkan tahun lalu. Adapun pertumbuhan penumpang tersebut diantaranya rute Jakarta-Surabaya PP, Jakarta-Yogyakarta PP, Jakarta-Malang PP, Jakarta-Solo PP, Jakarta-Padang PP.

Baca juga: On Time Performace Terbaik, Garuda Indonesia Masuk 10 Besar Maskapai Global

Tak hanya rute domestik, rute internasional seperti Jakarta-Singapura PP dan Jakarta-Kuala Lumpur PP juga mengalami peningkatan yang signifiikan. Pada masa angkutan mudik Lebaran 2018 kemarin, Garuda Indonesia menyediakan sedikitnya 160 kursi penerbangan ekstra untuk mengantisipasi peningkatan trafik penumpang pada arus mudik yang berlangsung dari 8-24 Juni 2018 baik untuk rute domestik ataupun internasional.

Kapasitas penerbangan ini sendiri terdiri dari 768 frekuensi penerbangan tambahan yakni dengan pembagian 480 Citilink dan 288 lainnya Garuda Indonesia. Tambahan kapasitas ini sendiri meningkat hingga 45 persen dibandingkan tahun lalu yang sebesar 107.750 kursi.

Berhati Malaikat, Anak ini Dampingi Penyandang Disabilitas Lewati Penerbangannya

Kebaikan hati seseorang memang tidak dapat ditakar dari penampilannya saja, bahkan dari anak muda sekalipun. Alih-alih berdandan melebihi umurnya dan tidak terlalu perduli dengan sekitar, Clara Daly, remaja berusia 15 tahun yang menjadi salah satu penumpang Alaska Airlines ini malah menunjukkan aksi sebaliknya. Dalam penerbangannya bersama sang Ibunda tercinta kembali ke Los Angeles, Clara tampak duduk bersimpuh di depan seorang penumpang pira yang diketahui seorang penyandang tuna rungu dan tuna netra.

Baca Juga: Mau Jadi Penumpang Sempurna? Sebaiknya Baca Ini

Adalah Tim Cook, seorang penyandang tuna rungu dan tuna netra ini hendak pulang menuju Portland setelah mengunjungi anaknya di Boston. Seperti yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman foxnews.com (24/6/2018), Tim melakukan perjalanan seorang diri dan untungnya ada banyak penumpang lain yang membantu Tim, “termasuk seorang pria yang mengikhlaskan tempat duduknya di dekat gangway kepada Tim,” ungkap seorang penumpang yang bernama Lynette Scribner.

Karena kekurangan yang dimiliki Tim, akhirnya awak kabin meminta tolong kepada penumpang yang paham tentang American Sign Language (ASL). Kebetulan, Clara pernah belajar tentang bahasa isyarat ini selama kurang lebih satu tahun, dan tanpa ragu ia mendeklarasikan dirinya sebagai pendamping Tim selama penerbangan berlangsung. Sontak, kejadian yang terjadi sekitar minggu lalu ini mengundang decak kagum penumpang lain yang berada dalam penerbangan tersebut.

“Saya pergi menghampiri Tim beberapa kali sampai pesawat mendarat, tujuannya pun beragam, mulai dari menuangkan minum ke dalam gelas, memberi tahu waktu, dan sekedar mengajaknya berbicara santai agar ia tidak bosan,” ungkap Clara. “Tim juga menanyakan tentang keluargaku di Massachusetts, dan juga bertanya tentang masa depanku,” tandasnya. Perlakuannya terhadap Tim tersebut menuai pujian dari penumpang dan awak kabin dalam penerbangan tersebut.

“Clara sangat luar biasa,” tutur salah satu awak kabin Alaska Airlines. “Kesenangan terpancar dari raut muka Tim yang merasa sangat beruntung ada orang lain yang mendampingi penerbangannya, dan mengajaknya berbicara. Mungkin inilah penampakan dari sesosok Malaikat dalam wujud manusia,” tandasnya.

Baca Juga: Ada Bule Cantik Kesasar, Warga Jogja Bantu Sampai Stasiun

Merasa langka dengan pemandangan ini, Lynette pun langsung mengabadikan dan mengunggahnya ke laman Facebook pribadinya. Siapa sangka kebaikan Clara pun menjadi viral. Terbukti dengan dibagikannya unggahan Lynette sebanyak lebih dari 600.000 kali oleh para pengguna jejaring sosial Facebook.

Menyikapi puterinya yang menjadi bahan perbincangan khalayak ramai, Jane mengatakan bahwa ini semua merupakan rencana Tuhan. “Mungkin inilah hikmah yang dapat saya petik dibalik pembatalan penerbangan sebelumnya, Tuhan telah menakdirkan Clara untuk mendampingi Tim selama penerbangan,” ujar Clara bangga.

Anak Krakatau Erupsi, Penyeberangan Selat Sunda Tetap Aman, Asal…

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan aktifitas dari Gunung Anak Krakatau yang untuk kesekian kalinya mengalami erupsi, yang terakhir terjadi pada Senin (25/6/2018) pukul 07.14 WIB kemarin. Adapun tinggi kolom abu yang dilaporkan oleh PVMBG tersebut mencapai ketinggian 1.000 meter di atas permukaan kawah atau yang setara dengan 1.305 mdpl.

Baca Juga: Abu Vulkanik, Musuh Besar Dalam Dunia Penerbangan

Sudah barang tentu, erupsi dari Gunung Anak Krakatau ini dikhawatirkan akan mengancam keselamatan, tidak terkecuali keselamatan transportasi. Kendati erupsi melontarkan abu vulkanik dan pasir, namun sebagaimana yang dihimpun KabarPenumpang.com dari sejumlah laman sumber, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho menghimbau kepada masyarakat agar, “tetap tenang. Selama mematuhi rekomendasi tidak melakukan aktifitas di dalam radius 1km dari puncak kawah,”

Lanjutnya, ia juga menambahkan bahwa erupsi Gunung Anak Krakatau kali ini tidak membahayakan penerbangan, pun dengan pelayaran di Selat Sunda. “Status Gunung Anak Krakatau tetap Waspada (Level 2), sejak 26 Januari 2012,” tandas Sutopo.

Di sisi lain, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas 1 Banten, Yefri Meidison pun menelurkan penyataan yang sama. Melalui surat edaran yang diterima, ia menambahkan bahwa erupsi yang terdeteksi oleh seismogram ini memiliki amplitude maksimum 30mm dengan durasi kurang lebih 45 detik.

Selain dihimbau untuk tidak melakukan aktifitas di dalam zona aman yang sudah ditentukan (radius 1km), Yefri pun meminta agar setiap orang untuk meningkatkan kewaspadaan dengan cara memonitor dan memantau berita cuaca yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), KESDM, Badan Geologi, PVMBG, dan Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau.

Baca Juga: Ini Dia Serba-Serbi NOTAM, Pemberitahuan Yang Terkesan “Menakutkan”

Khusus untuk perahu yang melakukan pelayaran di Selat Sunda, Yefri menghimbau agar setiap awak untuk, “memastikan kondisi permesinan, kemudi, dan peralatan navigasi kapal lainnya telah berfungsi dengan baik sebelum berlayar,” tulisnya. “Selain itu, setiap kapal pun perlu ditinjau kembali kelengkapan dari alat keselamatan yang tersedia,” tandas Yefri.

Mesin Alami Kendala Sebelum Lawan Uruguay, Pesawat Timnas Arab Saudi Diterjang Bird Strike

Pagelaran Piala Dunia 2018 di Rusia memang menjadi magnet bagi setiap penggila sepak bola dari berbagai pelosok bumi. Tidak lolosnya sejumlah negara seperti Belanda dan Italia di fase penyisihan dan masuknya tim-tim kuda hitam seperti Islandia dan Arab Saudi semakin membuat perhelatan empat tahun sekali ini semakin menarik untuk disaksikan. Tapi, siapa sangka ada satu kejadian yang cukup menghebohkan di balik pesta sepak bola sedunia ini.

Baca Juga: Bird Strike! Masih Jadi Momok Menakutkan dalam Dunia Penerbangan

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman independent.co.uk, perjalanan tim Arab Saudi dalam pertandingan kedua melawan Uruguay pada Rabu (20/6/2018) mengalami sedikit gangguan. Mesin pesawat Airbus A319 yang mengangkut seluruh pemain dan staf dari St. Petersburg menuju Rostov-on-Don terbakar dan sempat diabadikan oleh salah seorang penumpang di dalam kabin. Video berdurasi kurang dari satu menit tersebut pun sontak menjadi buah bibir khalayak ramai.

Dalam video amatir tersebut, tampak mesin sebelah kanan pesawat menyala merah dan mengeluarkan percikan api. Tak ayal, penumpang yang melihat kejadian itu pun kaget dan sempat panik. Beruntung, pilot dapat mendaratkan pesawat tersebut dengan mulus di tujuan. Insiden ini pun tidak menelan korban baik luka atau pun jiwa.

Guna mengklarifikasi video yang beredar, salah satu pemain Arab Saudi, Hatan Bahbir mengatakan via jejaring sosial Twitter, “Kami mendarat dengan selamat, kami semua baik-baik saja.. Pesawat mengalami kerusakan ringan,”

Senada dengan Hatan, Saudi Arabian Football Federation pun mengklarifikasi insiden yang baru saja menimpa timnya tersebut. “Kami ingin meyakinkan bahwa semua pemain Arab Saudi telah mendarat di Bandara Rostov-on-Don dalam keadaan aman setelah kesalahan teknis yang terjadi. Kini mereka tengah dalam perjalanan menuju tempat beristirahat,”

Baca Juga: Bird Strike Paksa AirAsia QZ104 ‘Return to Base’ di Bandara Kualanamu

Di sisi lain, salah satu juru bicara dari pihak maskapai Rossiya yang mengangkut para pemain tersebut mengatakan bahwa mesin pesawat mengalami kerusakan, “Dengan dugaan awal bird-strike,” tulisnya dalam sebuah pernyataan resmi. Sebagai informasi tambahan, pesawat yang digunakan oleh tim dan staf Arab Saudi tersebut disediakan oleh International Air Transport Association (IATA).

Telanjang Bulat, Wanita Ini Bikin Heboh Stasiun MRT Singapura

Sistem transportasi MRT Singapura (SMRT) sempat menjadi sorotan publik dunia beberapa waktu yang lalu gegara salah satu penumpangnya didapati telanjang bulat di salah satu stasiun tulang punggung transportasi di Negeri Singa tersebut. Dalam beberapa buah gambar yang beredar luas di jejaring sosial Facebook dan Whatsapp pada awal bulan Juni ini, nampak seorang wanita ras Kaukasia tengah telanjang bulat tanpa diketahui penyebab dirinya melakukan aksi tersebut.

Baca Juga: Dua Pria Terlibat Duel Sengit di Gerbong SMRT, Kepolisian Masih Selidiki Penyebabnya

Sebagaimana yang dihimpun KabarPenumpang.com dari sejumlah laman sumber, foto-foto ini sendiri tersebar sejak tanggal 7 Juni 2018 kemarin. Sempat terjadi kesimpangsiuran informasi dari berita yang beredar, ada yang menyebutkan bahwa kejadian ini terjadi di Stasiun Pioneer, ada pula yang menyebutkan kejadian ini terjadi di Stasiun Paya Lebar. Namun setelah diselidiki oleh pihak kepolisian, wanita ini telanjang bulat di Stasiun Pioneer.

Di dalam salah satu foto tersebut, tampak si wanita tengah ‘memiting’ salah seorang pria yang menggunakan celana pendek, dengan tangan satunya lagi berada di pinggul si pria. Di sebelah si wanita yang disinyalir berusia 35 tahun ini, tampak seorang wanita lain yang menggunakan pakaian normal, lengkap dengan sebuah kerudung hitam yang membalut kepalanya.

Sedangkan di foto yang lainnya, tampak si wanita yang mengenakan kerudung hitam tersebut tengah berusaha menutupi tubuh si wanita telanjang ini dengan sebuah kain besar menyerupai sebuah selimut, makanala dirinya tengah berbincang dengan pria yang tadi dia ‘piting’.

Terlepas dari semua asumsi yang berkembang di publik setelah melihat sejumlah foto ini, pihak SMRT yang turun tangan langsung menyebutkan bahwa kejadian ini terjadi pada Rabu (6/6/2018) kurang lebih pada pukul 22.30 waktu setempat. Dua orang berpakaian lengkap yang tampak di dalam foto-foto tersebut disinyalir sebagai petugas SMRT yang mencoba menginterogasi si wanita.

Baca Juga: Gas Freon di MRT Singapura Bocor, Gangguan Kesehatan Mengintai Penumpang

Karena butuh tindakan lebih lanjut, pihak SMRT pun menghubungi kepolisian dan menyerahkan wanita yang tidak diketahui namanya tersebut kepadanya dengan dasar dugaan gangguan kejiwaan. “Seorang wanita 35 tahun kemudian ditangkap di bawah Undang-Undang Kesehatan Mental,” ungkap salah satu petugas SMRT, dilansir dari laman stomp.straitstimes.com (7/6/2018).

Ekspor Seribu Bus ke Bangladesh, CV Laksana Torehkan Penjualan Bus Terbanyak di Indonesia

Setelah pemberitaan beberapa waktu yang lalu Indonesia melalui PT INKA siap mengekspor sejumlah rangkaian kereta ke Bangladesh, kini Putra-Putri Bangsa kembali membuktikan bahwa hasil produksian lokal sukses menarik minat negara lain. Kali ini giliran karoseri yang bermarkas di Ungaran, CV Laksana siap mengekspor 1.034 unit bus ke Bangladesh. Saking banyaknya, penjualan ini tercatat sejarah penjualan bus terbanyak sepanjang masa Ibu Pertiwi.

Baca Juga: PT INKA, Kepercayaan Dunia Dalam Industri Kereta di Dalam Negeri

Sebagaimana data yang berhasil dikumpulkan KabarPenumpang.com dari sejumlah laman sumber, pembelian bus yang menembus rekor ini terjadi pada sebuah pameran Industri RI yang mendatangkan sejumlah investor dan pelaku usaha dari berbagai negara. Sayangnya, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Kementerian Perdagangan, Arlinda enggan merinci perihal pameran produk RI yang dimaksud.

“Jadi kita pameran dibeli oleh mereka (Bangladesh) sebanyak 1.034 bus,” ungkap Arlinda, dikutip dari laman detik.com (25/6/2018). “Transaksi terbesar dari bus,” tandasnya. Untuk urusan harga sendiri, Arlinda mengatakan satu bus dibanderol dengan harga Rp1,9 miliar. “Pokoknya kita dapat transaksi hampir US$179,79 miliar atau Rp 4,3 triliun antar ke 2 negara (RI-Bangladesh),” jelasnya.

Jika ditinjau lebih jauh, pembelian bus dari pihak Bangladesh ini tentu saja akan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia sendiri, dan Badan Pusat Statistik (BPS) pun tidak menyangkal hal tersebut. Kendati begitu, pihak BPS sendiri belum mendata lebih rinci perihal ekspor bus tersebut. “Ekspor itu biasanya share-nya 21% ke PDB (Produk Domestik Bruto), kemudian dikurangi impor,” ungkap Kepala BPS, Suhariyanto, Senin (25/6/2018).

Sebagai salah satu karoseri yang sudah memakan asam garam, sepak terjang CV Laksana sudah tidak bisa dipandang sebelah mata. Dengan usianya yang sudah menyentuh kepala-4, ini bukanlah kali pertama karoseri asli Ungaran memproduksi untuk negara asing. Sebut saja pada tahun 2008 silam, mereka sudah mengirimkan bus rakitannya ke Fiji, sebuah negara kepulauan di selatan Samudra Pasifik.

Baca Juga: Sepak Terjang PT INKA di Mancanegara yang Harumkan Nama Ibu Pertiwi

Sedangkan untuk di dalam negeri, CV Laksana telah mengkontribusikan produksiannya untuk TransJakarta, terhitung sejak tahun 2006 silam, dan pada tahun 2010 mereka mulai merambah produksian bus gandeng (articulated bus) untuk Trans Jakarta. Tercatat pada tahun 2017, CV Laksana memiliki kapasitas produksi 1.200 bus per tahun untuk memenuhi permintaan dari dalam maupun luar negeri.