Cari Pecel Pincuk? Yuk Ke Stasiun Garahan!

Pecel pincuk merupakan makanan asal Madiun, Jawa Timur dan disajikan dengan daun pisang yang dibuat pincuk. Isinya pun menggunakan daun pepaya, sayuran rebus, taburan serundeng kelapa dan kacang goreng serta lauk pauk seperti tempe goreng, telur asin dan lainnya.

Baca juga: Stasiun Cibungur, Kembali Jadi Terminal Peti Kemas

Pecel pincuk yang asli bisa ditemukan di salah stasiun kecil di daerah Garahan, Silo di Jawa Timur yakni stasiun Garahan. Di stasiun kecil yang masuk dalam Daerah Operasional IX Jember ini pelancong bisa menemukan nasi pecel pincuk di sekitaran stasiun bahkan di peron.

Di stasiun ini nasi pecel pincuk taklah terlalu mahal, pada tahun 2012 lalu harga seporsi pecel pincuk ini Rp1000 hingga Rp2500 mungkin sekarang sekitar Rp5 ribu hingga Rp10 ribu per porsinya. KabarPenumpang.com mendapatkan kabar, meski murah, tetapi ternyata pecel pincuk ini membuat banyak pelancong rela menempuh ratuasan kilometer demi menikmatinya, bahkan pecel pincuk ini terdengar sampai ke Amerika.

Pecel pincuk di stasiun Garahan

Sehingga stasiun kecil yang berada di ketinggian 598 meter dan menjadi stasiun yang terletak tertinggi di Daop IX ini semakin dikenal. Meski kecil, stasiun yang dekat dengan kaki Gunung Gumitir ini memiliki pemandangan yang asri dan udaranya segar.

Stasiun Garahan sendiri sudah berdiri sejak tahun 1901 dan nyaris tidak ada renovasi apapun pada bangunannya. Stasiun ini bersih dan kerapiannya sangat terjaga hingga nyaris tak ada sampah.

Baca juga: “Warung Bandrek,” dari Tempat Minum Sampai Jadi Nama Stasiun Kereta

Stasiun ini dulu sempat melayani dua pemberhentian kereta api yakni Pandanwangi dan Probowangi. Namun sejak 1 April 2015 lalu tidak ada kereta api reguler yang berhenti di stasiun ini kecuali persilangan atau persusulan antar kereta api.

Kini stasiun Garahan hanya melayani perhentian Lori Wisata Kaliraga yang beroperasi pada akhir pekan dan libur nasional. Meski begitu penikmat kereta api yang mampir ke stasiun ini bisa merasakan keindahan alam saat berdiri diantara rel dan menatap Gunung Argopuro.

Selain pemandangan, stasiun ini juga bisa membantu dalam memperkaya wawasan sejarah. Stasiun Garahan masih menggunakan peralatan karena dibangun pada masa Indonesia di jajah Belanda.

Akhir Mei 2018, PT MRT Jakarta Harapkan Instalasi Rel Tuntas Sepenuhnya

Rangkaian Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta akan mulai di uji coba pada Agustus 2018 mendatang. Namun Apakah rel untuk uji coba kereta pertama MRT ini sudah selesai terpasang? Mengingat setelah beberapa kali update informasi ke media, selalu dikatakan progress instalasi masih dikisaran 90 persenan.

Baca juga: MRT Jakarta Gandeng GoJek Kembangkan Bisnis dan Mobile Payment via Aplikasi

KabarPenumpang.com saat bertemu di penandatangan nota kesepahaman dengan Gojek Indonesia, Selasa (22/5/2018), Direktur PT MRT Jakarta William Sabandar mengatakan, rel diharapkan akan selesai pada bulan Mei 2018. Sehingga kereta pertama yang kini ada di depo MRT Lebak Bulus bisa diletakkan di rel pada akhir Juli mendatang.

“Progres keseluruhan sekarang 93,5 persen. Saat ini rel dalam pemasangan dan pengelasan dan diharapkan selesai pemasangan Mei ini,” kata William.

Dia mengatakan, setelah kereta pertama tersebut diletakkan di main track, pihak MRT Jakarta akan melakukan uji coba selama lima minggu. Kemudian akhir Agustus, akan dijalankan di main track selama empat bulan.

“Hingga akhirnya pada Desember kita mulai uji coba keseluruhan. Agustus itu kereta sudah di main line, pendukung sudah harus selesai semua, screen door, sinyal dan lainnya. Power juga, karena listrik akan mulai menyala bulan Juni,” tutur William.

Dia menambahkan, pada Agustus skenario yang akan digunakan adalah kereta berjalan sepuluh menit, lima menit, tiga menit dan lainnya. Persinyalan akan mulai dikirim dan nantinya semua di atur di OCC.

Tak hanya terkait track atau jalur rel kereta MRT, terkait tarif kereta sendiri pihak MRT tengah membuat proyeksinya dengan bantuan beberapa konsultan untuk dikonsolidasikan dengan Pemprov DKI. Hal ini nantinya akan mengetahui berapa tarif dan subsidi yan diaplikasikan APBD tahun depan.

“Besaran subsidi itu nanti di konversikan dengan pemeliharaan. Kita lihat juga proyeksi bisnis MRT apa saja. Yang jelas tahun pertama tarif MRT Jakarta akan full subsidi,” jelas William.

Baca juga: Tahap Awal Operasional MRT Jakarta, PLN Siapkan Pasokan Listrik 60 MVA

William jua menjelaskan untuk naming ride atau penamaan stasiun, dimana MRT Jakarta akan melelang nama stasiun. Dia mencontohkan di Bundaran HI kesempatan akan diberikan pada pemilik gedung atau yang punya branding untuk menawar.

Sehingga nama akan opsional dengan pemenang lelang. “Yang memberi tawaran terbaik akan kita berikan,” tutup William.

Palsukan Dokumen Perusahaan, 9 Pilot dan 1 Karyawan Lion Air Ditahan Kepolisian

Selain masalah delay dan ancaman bahan peledak yang belakangan kerap meramaikan pemberitaan seputar Lion Air, kini ada kabar terbaru bahwa sembilan pilot dan satu karyawan maskapai terbesar di Tanah Air tersebut telah ditahan oleh Kepolisian. Pangkal musababnya mereka telah dilaporkan oleh perusahaan atas tindakan pemalsuan kop surat, tanda tangan dan stempel perusahaan yang diwujudkan menjadi sebuah dokumen personalia yaitu surat lolos butuh atau referensi kerja.

Baca juga: Tiga Isu Bom Terpa Lion Air Dalam Waktu Dekat, Buat Netizen Kernyitkan Dahi. Ada Apa?

Dikutip dari siaran pers Lion Air yang diterima KabarPenumpang.com (22/5/2018), sembilan (9) penerbang (pilot) serta satu (1) karyawan yang melakukan perbuatan melawan hukum sesuai ketentuan sebagaimana diatur dalam Pasal 263 Kitab Undang Undang Hukum Pidana (“KUHP”) berupa pemalsuan surat-surat/dokumen.

Pada saat pelaksanaan pemalsuan dokumen dimaksud, diduga telah bekerjasama dengan pihak lain, dalam hal ini karyawan (internal) atau pihak ketiga lainnya, yang saat ini masih dalam proses penyidikan. Menurut pihak Lion Air, kesembilan pilot dan satu karyawan tidak menyelesaikan kewajiban-kewajiban kepada Lion Air Group, sebagaimana diatur dalam perjanjian kerja Lion Air Group. Namun, mereka telah menggunakan dokumen kepegawaian yang seolah-olah asli untuk dapat bekerja di perusahaan penerbangan lain.

Lion Air Group menegaskan, bahwa setiap awak pesawat apabila mengundurkan diri sebelum ikatan dinas selesai, wajib menyelesaikan ketentuan/ kewajiban yang telah disepakati, salah satunya biaya pelatihan (training). Jika kewajiban itu tidak diselesaikan, maka dapat merugikan perusahaan.

Para pilot terdiri dari Baskara Pratama (30), Gaia Airlangga (30), Andhika Pratama Putra (24), Eggiansyah El Islamy (26), Imam Thoifur (47), A. Noval Riza M.A.H (32), Ahmad Fahmi Dien Ahmadi (31), Firman Setia Fauzi (31), Oreza Mulya Santana (35) serta seorang karyawan bernama Tabroni (31).

Inilah Layanan Antar Kirim Barang (Juga Makanan) via Jalur Udara Versi Uber!

Kendati upayanya untuk melebarkan sayap di Indonesia harus terhenti beberapa bulan lalu di tangan Grab, namun pihak Uber tidak patah arang dan tetap mengembangkan inovasi di sektor transportasi berbasis online. Dengan mengadaptasi layanan yang mirip dengan Go-Food milik Gojek, perusahaan yang hadir berkat kerja keras di Travis Kalanick dan Garreth Camp ini diketahui tengah merencanakan perilisan dari layanan antar barang via drone.

Baca Juga: Gandeng Uber, NASA Siap Dorong Proyek Taksi Udara Otonom di Tahun 2020

Mungkin rencana mengandalkan ruang udara sebagai target operasi masa depannya sudah bukanlah menjadi rahasia bagi perusahaan yang berbasis di California, Amerika Serikat ini. Uniknya lagi, Uber berani menjamin estimasi waktu pengantaran antara lima hingga 30 menit saja, tergantung jarak dan barang apa yang hendak dikirim. Demi melancarkan kehadiran layanan ini, Uber pun diketahui telah melakukan serangkaian tes yang berkenaan dengan pengoperasiannya.

KabarPenumpang.com melansir dari laman newatlas.com (18/5/2018), dengan dukungan dari pemerintah federal dalam realisasinya, Uber semakin percaya diri dengan inovasi yang dipercaya dapat memajukan pengaplikasian dari moda udara nirawak ini. “Cukup tekan tombol dan silakan ambil makanan di depan pintu rumahmu,” ungkap Dara Khosrowshahi, CEO Uber. “Uber kini merajai pasar pengiriman makanan di dunia,” tandasnya.

Dalam uji coba tersebut, pihak Uber tidaklah berdiri sendiri. Berdasarkan putusan dari Departemen Transportasi Amerika, adalah Alphabet Inc., FedEx Corp., Intel Corp., Qualcomm Inc. yang bekerja sama dengan Uber dalam rangka uji coba drone pengantar komersial tersebut. Ketika banyak pihak yang mulai meragukan kapasitas Uber dalam menunggangi layanan udara, Dara dengan ringan menimbalinya. “Uber tidaklah sebatas berkendara menggunakan mobil, namun lebih kepada mobilitas penumpang,” ujarnya di sela-sela konferensi yang digelar di Los Angeles, beberapa waktu yang lalu.

Seperti yang kita ketahui bersama, dalam layanan udara ini, tidaklah menciptakan sebuah moda nirawak baru, melainkan menjalin kerja sama dengan NASA dan Angkata Udara Amerika Serikat. “Kami berharap program ini bisa direalisasikan pada tahun 2020 mendatang,” ujar Dara dalam kesempatan lain.

Baca Juga: Selangkah Lagi, Uber Akan Operasikan Taksi Udara

Menyinggung soal lokasi, kota San Diego menjadi yang beruntung dari diadakannya uji coba moda udara futuristik ini. Belum diketahui pasti berapa lama uji coba ini akan dilakukan, namun yang jelas, pihak Uber tidak akan meluncurkan layanan ini terlebih dahulu sebelum US Federal Aviation Administration merilis regulasi mengenai drone.

Ternyata, Ini Yang Harus Dilakukan Pilot Saat Terjadi Malfungsi Rem!

Pernahkah terlintas di benak Anda seberapa kuat daya cengkram dari sebuah rem pesawat? Tentunya kombinasi rem roda dan air brake yang terpasang di bagian sayap pesawat berperan penting ketika pesawat baru saja menyentuh permukaan landasan. Tentu saja, sebelum pesawat-pesawat ini lepas landas untuk memulai pengoperasiannya, kru darat harus secara detail memeriksa kelaikan dari fungsi rem tersebut.

Baca Juga: Inilah Penyebab Ketika Pilot Benar-Benar Kelelahan!

Pengecekan tersebut ditujukan agar kasus Lion Air yang tergelincir di Bandara Djalaluddin, Gorontalo pada Minggu (29/4/2018) silam dapat diminimalisir. Beruntungnya, insiden pesawat Boeing 737-800 tersebut tidak menelan korban jiwa sama sekali. Atau kasus yang sama menimpa anak perusahaan dari maskapai berlogo singa tersebut, Batik Air, dimana Pesawat tipe Airbus 320 CEO dengan registrasi PK–LAJ tergelincir di Bandar Udara Rendani, Manokwari pertengahan April silam ketika hendak lepas landas.

Dari dua contoh kasus di atas, terbesit satu pertanyaan mendasar, “Apa yang kira-kira dilakukan pilot ketika mengetahui pesawat yang mereka kemudikan tergelincir akibat sistem pengereman yang tidak berfungsi dengan baik?” Pertanyaan tersebut semakin menguat manakala sang pilot tidak bisa menguji apakah rem di pesawatnya bekerja ketika tengah mengudara.

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman indy100.com, seorang pilot, penulis, dan pemilik maskapai, Joe Shelton mengatakan ada satu hal wajib yang dilakukan pilot ketika tahu sistem pengeremannya tidak berfungsi dengan baik. Biasanya, sistem pengereman bisa terdeteksi berada dalam kondisi yang tidak prima bahkan sebelum mengudara (take off).

“Terutama, mengingat bahwa pilot menemukan masalah sebelum mendarat, pilihan logis adalah mendarat di bandara dengan kemungkinan landasan terpanjang,” tutur Joe Shelton. “Anda harus terus berkomunikasi dengan menara pemantau (ATC Tower) agar mengetahui apakah landas pacu yang dimaksud dalam kondisi siap digunakan untuk pendaratan darurat atau tidak,” tandasnya.

Baca Juga: Peran Kopilot, Tak Sekedar Memperingan Kerja Pilot

Ia menambahkan bahwa semisal Anda tidak menemukan ‘gejala’ rem rusak, dan baru mengetahuinya ketika pesawat sudah berada di darat, “Maka yang harus Anda lakukan adalah tetap mengendalikan pesawat sebaik mungkin. Biasanya pilot lebih memilih untuk melaju lurus hingga ujung landas pacu,” terangnya.

“Mungkin dengan mengemudikan pesawat secara zig-zag merupakan cara terbaik selanjutnya, dimana kecepatan pesawat dapat berkurang dengan cara itu.” tutupnya.

Riyadh Metro, Inilah Serba-Serbi LRT Pertama di Arab Saudi

Apa Anda tahu persamaan antara Riyadh dan Jakarta? Selain dua kota ini merupakan Ibukota dari negara masing-masing dan didaulat sebagai salah satu kota terpadat di negaranya, ada kesamaan lain yang terpancar dari kedua kota ini.

Ya, antara Jakarta dan Riyadh sama-sama tengah menggembleng proyek Light Rapid Transit (LRT) yang dicanangkan rampung dalam waktu dekat ini. Mari tinggalkan proyek LRT Jakarta sejenak dan menaruh fokus di Riyadh Metro, calon tulang punggung transportasi di Jazirah Arab.

Baca Juga: Sedang dalam Pengiriman, Ini Dia Spesifikasi LRT Jakarta

Dilansir KabarPenumpang.com dari sejumlah laman sumber, proyek yang ditunggangi oleh High Commission for the Development of Arriyadh (ADA) ini diperkirakan akan melakukan soft opening pada 2019 mendatang, dan membuka layanan penuhnya dua tahun berselang. Nantinya, jalur sepanjang 176 km ini akan dipecah menjadi enam jalur, dengan 85 stasiun pendukung. Adapun karakter dari proyek ini menggabungkan jalur atas (elevated) dan bawah tanah (underground).

Enam jalur tersebut ditandai dengan warna – Blue, Red, Orange, Yellow, Green, dan Purple Line.

Blue Line (line code: 1)
Jalur kedua terpanjang di proyek ini mencakup 22 stasiun dengan panjang 38 km. Dilengkapi dengan empat stasiun interchange, jalur ini nantinya siap mengantarkan penumpang dari King Salman Bin Abdul Aziz Street yang berada di Utara menuju ke daerah Selatan.

Red Line (line code: 2)
Jalur yang memiliki 13 stasiun ini membentang sejauh 25,3 km dari sebelah Barat Riyadh menuju Timur di sepanjang King Abdullah Road. Didominasi oleh jalur elevated, jalur ini sendiri rencananya memiliki tiga stasiun interchange.

Orange Line (line code: 3)
Jalur terpanjang di jaringan Riyadh Metro ini (40.7 km) memiliki 20 stasiun di dalamnya, dengan dua stasiun interchange. Kereta ini sendiri akan mengular dari dekat Jeddah Expressway dan berakhir di dekat kamp Garda Nasional Khashm El Aan.

Yellow Line (line code: 4)
Membentang sejauh 29,6 km, jalur ini dilengkapi dengan delapan stasiun, dimana tiga diantaranya berdampingan dengan Purple Line. Kereta ini sendiri akan mengular dari Bandara Internasional King Khaled menuju the all new King Abdullah Financial District (KAFD).

Green Line (line code: 5)
Kereta yang mengular di dalam terowongan di sepanjang King Abdulaziz Street ini merupakan yang terpendek dari semuanya – hanya 12,9 km. Dengan dilengkapi oleh 10 stasiun dan dua stasiun interchange, kereta yang mengular di jalur ini siap mengantar Anda dari King Abdul Aziz Historical Centre dan Riyadh Airbase, sebelum terhubung dengan King Abdullah Road.

Purple Line (line code: 6)
Jalur terakhir ini memiliki panjang 29,9 km yang dilengkapi dengan delapan stasiun. Kereta yang mengular di jalur ini akan berangkat dari King Abdullah Financial District (KAFD) dan layanan berakhir di Prince Saad Ibn Abdulrahman Al Awal Road.

Untuk Blue dan Red Line, operator mempercayai Siemens Inspiro sebagai fleet yang akan mengangkut penumpang. Dibekali 45 rangkaian kereta empat gerbong pada Blue Line, dan 29 rangkaian kereta dua gerbong. Dirancang dan dibangun oleh konsorsium BACS, proyek yang dipimpin oleh Bechtel dan termasuk Almabani General Contractors, Consolidated Contractors Company, dan Siemens ini berkutat di bawah kontrak senilai US$9,45 miliar.

Sedangkan untuk Orange Line, sebanyak 47 rangkaian kereta dua gerbong bermerk Bombardier Innovia Metro-lah yang akan melayani penumpang. ArRiyadh New Mobility lah yang mendesain dan membangun jalur dengan kontrak kerja senilai US$5,21 miliar.

Baca Juga: Lahore Metro, LRT Pertama di Pakistan Siap Mengular Desember 2017

Sedangkan untuk Yellow, Green, dan Purple Line, operator kereta mempercayai Alstom Metropolis dari Perancis sebagai moda pengangkutnya. Ketiga jalur ini masing-masing menggunakan 69 rangkaian kereta dua gerbong. Konsorsium FAST yang bekerja sama dengan Samsung C & T, Alstom, Strukton, Freyssinet Arab Saudi, Typsa, dan Setec ini saling bahu membahu dalam proyek senilai US$7,82 miliar.

Kabar terbaru menyebutkan, serangkaian uji coba telah dilakukan guna mempersiapkan pembukaan jaringan LRT ini, sebut saja armada Alstom Metropolis yang diuji coba pada tanggal 4 April 2018 kemarin.

Ketika LRT Mogok, Penumpang Harus ‘Siap’ Berjalan Kaki di Elevated Track

Bicara tentang LRT (Light Rapid Transit) di Asia Tenggara, Singapura adalah kiblatnya. Maklum sejak 18 tahun silam, wahana angkutan massal ringan ini sudah hadir dengan tiga rute utama. Tapi toh, tak ada teknologi yang benar-benar sempurna, seperti pada Sabtu (19/5/2018) lalu, salah satu rangkaian LRT di Negeri Singa tersebut mengalami mogok di lintasan rel layang (elevated track).

Saat kejadian kereta mogok, pendingin udara pun ikut mati, ketimbang kepanasan maka penumpang memilih menyusuri walkway pada rel layang untuk tiba di stasiun berikutnya.

Baca juga: Mogok Dua Kali Saat Uji Coba, Inilah Sekilas Spesifikasi Kereta Bandara Soetta

KabarPenumpang.com melansir dari laman channelnewsasia.com (19/5/2018), dalam insiden tersebut beberapa penumpang ada juga yang membawa anak kecil bersama mereka, dan harus menyusuri rel di ketinggian.

Para penumpang tersebut mau tak mau harus berjalan di rel kereta karena setelah kesalahan kereta api di Bukit Panjang LRT yang menyebabkan layanan terhenti. Diketahui ada sekitar 90 orang penumpang dari dua kereta tersebut yang kemudian diarahkan menuju stasiun terdekat.

Para petugas penyelamat baru datang sekitar pukul 14.00 waktu setempat dan penumpang berhasil di evakuasi tiga menit setelahnya. Karena masalah ini, bus gratis disediakan selama layanan terganggu.

Wakil presiden SMRT Margaret Teo mengatakan dua kereta LRT mengalami gangguan sekitar pukul 13.45 waktu setempat dan layanan sementara dihentikan. Sementara itu para teknisi mengakses ke rel dimana kereta tersebut bermasalah untuk dilakukan perbaikan.

“Kami minta maaf telah mempengaruhi Sabtu sore Anda. Rencana sedang dilakukan untuk meningkatkan Bukit Panjang LRT untuk meminimalkan terjadinya kesalahan,” ujar Teo.

Dalam sebuah cuitan di Twitter sekitar pukul 14.20 waktu setempat, SMRT mengatakan tidak ada layanan kereta api di Bukut Panjang LRT karena masalah antara Phoenix dan stasiun Bukit Panjang. Cuitan lainnya sekitar pukul 14.50 dimana SMRT mengatakan bahwa kereta A telah dilanjutkan dan teknisi bekerja memulihkan layanan kereta B.

“Kami terjebak selama 20 menit sebelum teknisi datang saat kami terjebak antara Phoenix dan stasiun Bukit Panjang,” ujar salah seorang penumpang yang terkena dampak.

Baca juga: Ingin Majukan Suatu Negara, Ubah Sistem Perkeretaapiannya!

Di Indonesia pernah ada kejadian serupa, tepatnya pada 17 September 2017. Kereta layang atau skytrain di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, mogok selama satu jam pada pagi hari. Akibatnya, 30 penumpang langsung dievakuasi melalui jalur walkway di jalur skytrain. Gangguan saat itu diketahui akibat adanya masalah pada sistem kelistrikan.

MRT Jakarta Gandeng GoJek Kembangkan Bisnis dan Mobile Payment via Aplikasi

Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta yang akan mulai mengular di rel pada Maret 2019 mendatang, Selasa, 22 Mei 2018 mengadakan kerja sama dengan GoJek Indonesia. Kerjasama ini, untuk menciptakan pegembangan bisnis diluar tiket dan mobile payment untuk stasiun dan depo MRT Jakarta.

Baca juga: Tahap Awal Operasional MRT Jakarta, PLN Siapkan Pasokan Listrik 60 MVA

Direktur Utama PT MRT Jakarta, William Sabandar mengatakan, sebelum adanya kerja sama ini, pihaknya sudah berbicara dengan CEO GoJek Indonesia, Nadiem Makarim untuk memudahkan penumpang dalam menggunakan transportasi umum dengan aplikasi digital. Dia menjelaskan, dengan kerja sama ini kan menghadirkan dan memudahkan mobilitas penumpang serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat khususnya kota Jakarta.

“Kita punya jalur panjangnya 16 km dari Lebak Bulus sampai ke Bundaran HI. Nah dengan GoJek ini, kita interkoneksi dengan stasiun-stasiun MRT baik itu dari tempat keberangkatan atau di akhir tujuan,” ujar William yang ditemui KabarPenumpang.com di Kantor MRT Jakarta, Selasa (22/5/2018).

Dia menambahkan, bersama dengan GoJek juga pihaknya berharap agar penumpang tidak membuka banyak aplikasi untuk mengetahui kedatangan MRT dan untuk tahu ada transportasi lain atau tidak seperti GoJek. Sebab menurutnya ini hanya akan membuat masyarakat memiliki banyak aplikasi.

“Kita kan mau buat transportasi publik yang efisien dan buat masyarakat Jakarta bahagia. Makanya kita sedang membuat mobile app yang kerja sama dengan Gojek. Kita juga ingin penataan stasiun lebih rapi makanya kita lakukan kerja sama salah satunya dengan Gojek ini,” jelasnya.

Dengan keberadaan aplikasi yang tengah dibuat MRT sendiri, William mengatakan, pihaknya akan menggunakan dua sistem pembayaran MRT Jakarta yakni dengan berbasis tiket (kartu sseperti emoney) dan aplikasi. Tetapi pihaknya juga akan melihat sejauh mana kemudahan ini dan bagaimana pengembangan selanjutnya dengan GoJek.

“Kerja sama aplikasi ini kita bicarakan dalam waktu dekat. Kami akan berbicara tentang solusi transportasi yang berintegrasi dimana menyambungkan penumpang dari rumah atau kantor menuju stasiun MRT,” ujar Presiden GoJek Indonesia, Andre Soelistyo.

Dia menambahkan, pihaknya juga akan mensupport MRT yang memiliki dua sistem pembayaran. Selain itu juga dengan top up dari bank yang mengeluarkan kartu pembayaran.

Baca juga: Bingung Bedakan Bagian Muka dan Ekor MRT Jakarta? Ini Dia Caranya!

“Solusi awal dengan GoPay dan mencari lagi yang lebih mudah. Kalau makin banyak kartu dan berbeda justru akan membuat pengguna rugi karena tidak efisien,” ujar Andre.

Sedangkan untuk eksekusi aplikasi ini sendiri, William mengatakan, jarak Mei 2018 hingga Maret 2019 cukup panjang. Sehingga cukup banyak waktu bagi keduanya untuk menyiapkan sistem digital dan penunjang lainnya.

Atasi Jetlag, LumosTech Hadirkan Masker Tidur Pintar

Beragam cara telah diupayakan untuk meminilasir dampak jetlag, mulai dari serangkaian tips sampai perangkat untuk mengatasi jetlag telah dirilis. Tapi toh tidak semua orang dapat mengatasi jetlag dengan mudah. Jetlag salah satu gangguan yang biasa terjadi dalam sebuah penerbangan dan kepada siapapun. Bahkan efeknya bisa terjadi hingga dua hari bahkan lebih saat mengunjungi suatu negara yang berbeda waktu dengan negara asal.

Baca juga: Sambut Rute Perth – London, Qantas Bantu Penumpang Atasi Jetlag dengan Coklat, Cabai dan Teh Herbal

KabarPenumpang.com merangkum dari laman apex.aero (8/5/2018), bahwa salah satu startup menawarkan suatu alat yang bisa menghilangkan efek jetlag. Perusahaan startup di California yakni LumosTech menghadirkan masker tidur buatan mereka.

Rencananya masker tidur pintar ini akan hadir pada pertengahan tahun ini dan cukup banyak maskapai penerbangan yang berminat dengan kehadirannya. Co Founder dan CEO LumosTech Vanessa Burns mengatakan, kehadiran masker tidur pintar ini menerapkan ilmu sains yang berlisensi dan sudah dipatenkan oleh Universitas Standford.

Masker tidur pintar ini saat digunakan akan menghadirkan cahaya redup yang bisa mereset tubuh agar menikmati tidurnya.

“Siklus tidur akan dikendalikan oleh cahaya. Kami telah mengetahui hal ini cukup lama. Dengan tampilan cahaya singkat kita bisa mengontrol waktu melatonin, yakni hormon yang mengontrol ketika Anda merasa lelah dan ketika merasa terjaga,” ujar Burns.

Burns megatakan, jumlah waktu yang dibutuhkan seorang penumpang untuk menggunakan masker sebelum keberangkatan tergantung kemana tujuan mereka.

“Untuk jetlag, kita benar-benar dapat menggeser siklus tidur tiga atau empat jam dalam satu malam,” ujar salah seorang alumni Stanford.

Contohnya seperti perjalanan dari San Francisco ke New York City ternyata sama dengan satu malam dengan masker tidur. Sedangkan ke London membutuhkan dua malam saat menggunakan masker tersebut.

Namun, meski memiliki fungsi dengan teknologi tinggi, masker ini terlihat dan terasa seperti teknologi versi rendah lainnya di pasaran. Dalam contoh dari San Francisc-New York City, berarti memaksa diri untuk tidur dan hanya terasa seperti jam 8 malam padahal sebenarnya penumpang akan merasa lelah pada jam 11 malam waktu New York.

Baca juga: Atasi Jetlag, Qatar Airways Hadirkan Kabin dengan Fitur Khusus di Airbus A350-1000

Meski sudah banyak maskapai yang memesan masker tidur ini, tetapi Burns tidak mau menyebutkan siapa saja mereka. Namun, salah satu maskapaai yakni Lufthansa asal Jerman telah menghadirkan masker tidur mirip seperti ini buatan Neuroon dari Polandia.

Penumpang akan menggunakan terapi cahaya untuk meminimalkan efek jetlag pada penerbangannya. Ketika maskapai penerbangan lain mengikuti, masker tidur ini akan menjadi manfaat tambahan bagi pelancong baik yang akan wisata atau bisnis untuk tertarik menyewa masker tersebut agar menjadi bagian dari kebutuhan selama pejalanan.

Seorang Wanita Bawa Pisau dan Lolos dari Alat Pemindai, 3 Ribu Penumpang Tertahan di Bandara Auckland

Penundaan penerbangan karena cuaca seperti badai atau masalah maintenece biasa terjadi. Tapi bagaimana jika penundaan disebabkan seorang penumpang yang membawa senjata tajam dalam tas tangannya dan melenggang begitu saja masuk ke terminal setelah lolos dalam pemeriksaan di pos keamanan.

Baca juga: Bawa Pistol Pink, Seorang Wanita Diamankan Petugas TSA Bandara Internasional Richmond

Bulan lalu tepatnya pada 24 April 2018 seorang penumpang wanita membawa pisau dalam tas jinjingnya di bandara Auckland di Selandia Baru tetapi berhasil melewati keamanan saat tasnya melalui mesin pemindai. KabarPenumpang.com melansir dari laman news.com.au (25/4/2018), sebab setelah wanita tersebut meninggalkan pemindaian dan keamanan bandara serta menuju terminal, tak lama pemeriksaan keamanan di tutup.

Kemudian pihak keamanan bandara menyatakan darurat keamanan dan melakukan penggeledahan seluruh terminal untuk mencari wanita yang membawa pisau itu.

“Wanita tersebut membawa pisau di tas jinjingnya,” ujar juru bicara kemanan penerbangan di Selandia baru.

Petugas keamanan bandara mengatakan setelah wanita tersebut ditemukan, mereka tidak menahannya. Kemudian pihak keamanan Bandara Auckland kembali memulai prosedur pemindaian kemanan yang sempat tertunda tersebut dan mengambil beberapa waktu untuk membersihkan backlog dari penumpang yang menunggu untuk di proses.

“Keamanan Penerbangan telah mengatakan ada pelanggaran keamanan tetapi sekarang telah menemukan penumpang yang terlibat. Mereka sekarang akan memulai kembali skrining tetapi akan membutuhkan waktu untuk membersihkan backlog, kami menghargai kesabaran Anda,” ujar akun Twitter @AKL_Airport milik bandara Auckland.

Penundaan ini viral di Twitter melalui foto-foto dengan beberapa caption yang dibuat oleh para penumpang yang terkena penundaan. Jeanine Kobylinski yang menggunakan akun bernama @JeanineKobylins mengatakan “keamanan Bandara Auckland ditutup. #aucklandairport”.

Baca juga: Gigih Lawan Petugas Keamanan Bandara, Penumpang American Airlines Diamankan Polisi Miami

“Wisatawan Kiwi sangat santai dalam menghadapi penundaan besar setelah pelanggaran keamanan Bandara Auckland. “Ada orang yang melompati x-ray” @AKL_Airport,” ujar akun Twitter @JKenyonMusic

Karena hal tersebut sebanyak tiga ribu penumpang terlibat dalam insiden dan ikut menjadi korban penundaan. Serta empat penerbangan berpengaruh yakni Air New Zealand dan Virgin Australia ke Christchurch dan Gisborne pada jam 19.00 waktu setempat ditunda dan penerbangan ke Bay of Island dengan dua maskapai tersebut juga tekena imbasnya.