Hadir dengan Aplikasi Pemesanan, Akankah Bisnis Taksi Helikopter Naik Daun?

Taksi helikopter memang bukan isapan jempol, namun karena tarifnya yang terbilang tinggi membuat penetrasi bisnis angkutan berbasis charter ini belum bisa mengena pada pasar yang luas. Sejak dua dekade silam, di Indonesia sudah ada beberapa operator yang menjajakan helikopter sebagai sebagai wahana taksi terbang. Dengan kehadiran helikopter charter ini, seperti menawarakan bagi pengguna jasa untum melarikan diri dari kota besar yang sesak dengan lalu lintas yang padat.

Belum lama ini, sebuah layanan terbaru digadang jauh lebih murah dibandingkan dengan helikopter sistem charter, bahkan lebih mudah diakses publik hanya dengan ponsel pintar dan kartu kredit untuk memesan perjalanan mereka.

Baca juga: Lion Bizjet Tawarkan Taksi Udara Bertarif Rp47 Juta Per Jam

Dirangkum KabarPenumpang.com dari laman thestar.com (11/5/2018), Sameer Rehman, direktur pengelola Bell Helicopter Asia Pasifik mengatakan produsen helikopter memprediksi lebih banyak layanan seperti ini dibagian lalu lintas pada Asia Tenggara.

“Itu dapat direplikasi di seluruh kota dan negara lain di Asia-Pasifik,” ujar Rehman.

Layanan lainnya juga yang belum lama hadir di Indonesia tepatnya di Jakarta, bernama Helicity yang dioperasikan oleh Whitesky Aviation dan memiliki 60 pelanggan setiap bulannya. Pelanggannya adalah sebagian besar dari dunia bisnis.

Helicity (Google Play)

Pengguna Helicity dari bandara menuju Jakarta selama 20 menit, akan dikenakan tarif Rp6 juta untuk empat orang dan penerbangan 45 menit dari Jakarta ke Bandung akan dikenakan tarif Rp14 juta. Harga ini lebih terjangkau dibandingkan dengan masa lalu yang mengenakan jika di charter secara pribadi dengan pembayaran minimum sekitar US$250 perbulannya atau sekitar Rp3,5 juta.

Ini pun tak mudah bagi Whitsky karena bulan lalu armada mereka jatuh di pulau Sulawasi saat terbang di atas area pertambangan yang menewaskan satu orang dan empat lainnya luka. Chief executive Whitesky Aviation Denon Prawiraatmadja mengatakan, saat ini mereka memiliki lima armada helikopter yang melayani masyarakat dan terbang dari jam enam pagi hingga enam sore.

“Kami sedang dalam proses mendapatkan lebih banyak jam operasi, sehingga bisa menjadi operasi 24/7. Kami berharap peraturan baru semacam ini akan memungkinkan kami mengembangkan bisnis,” ujar Denon.

Di Bangalore, salah satu kota terpadat di India, HeliTaxii baru saja diluncurkan pada Maret kemarin yang menawarkan perjalanan dari bandara ke taman industri IT Electronic City dengan biaya US$65 atau sekitar Rp612 ribu perorangya.

HeliTaxii di Bangalore diizinkan terbang dari pukul 06.30 hingga 10.00 pagi waktu setempat, kemudian pukul 15.00 hingga 18.00 waktu setempat. Sedangkan popularitas layanan ini sendiri semakin meningkat.

Baca juga: Bell Tampilkan Desain Teknologi Taksi Udara

Namun, para pengamat mengatakan, tidak akan mungkin dengan jumlah yang besar taksi helikopter melaju di langit meski harga lebih rendah dari sebelumnya. Meskipun pertumbuhan aplikasi seperti itu, pemain industri memperingatkan masih ada rintangan besar selain waktu terbang.

Salah satunya adalah menemukan lokasi take off dan landing yang cocok, terutama di kota-kota Asia. Helipad telah bermunculan dengan cepat dalam beberapa tahun terakhir tetapi sejumlah besar bersifat pribadi dan para pengamat memperingatkan banyak yang belum disertifikasi sebagai aman oleh otoritas penerbangan.

Unik! Hampir Semua Petugas di Jalur Kereta ini Diisi Oleh Anak-Anak

Jika selama ini anak-anak di Indonesia hanya dapat duduk manis di kereta hingga si ular besi sampai di tujuan, maka hal tersebut berbanding terbalik dengan yang ada di Budapest, Hungaria. Di sini, Anda dapat menemukan satu keunikan yang mungkin tidak akan Anda temui di tempat lainnya, yaitu Gyermekvasút. Dalam Bahasa Hungaria, Gyermekvasút berarti Kereta Anak-Anak. Tapi, ini tidaklah seperti yang Anda bayangkan karena di sini, hampir keseluruhan jaringan kereta dioperasikan oleh anak-anak! Kok bisa?

Baca Juga: Landas Pacu di Bandara ini ‘Dipotong’ oleh Jalur Kereta!

Seperti yang dihimpun KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, jaringan kereta api ini memang dijaga oleh anak-anak dengan rentang usia 10 hingga 14 tahun. Mulai dari penjual tiket, pemeriksa tiket, pengatur persinyalan, memberikan informasi kepada para penumpang semuanya dilakukan oleh anak-anak, kecuali masinsis lho! Tentu saja, semua petugas cilik ini berada di bawah pengawasan orang dewasa.

Sumber: cnn.com

Lucunya lagi, para petugas cilik ini pun sama-sama mengenakan seragam layaknya petugas kereta api versi dewasa. Semua anak-anak yang bekerja di Gyermekvasút menjalani pelatihan terlebih dahulu selama empat bulan dan ujian di semua bidang manajemen kereta api selama kurang lebih satu tahun. Setelah lulus keduanya, barulah mereka semua mendapat lisensi untuk berkerja di sini.

Menyoal jam kerjanya, anak-anak ini harus menyeimbangkan antara kerja dan sekolah. Biasanya mereka kerja seminggu satu hingga dua kali. Dengan menerapkan pola memutar tugas, anak-anak ini bisa menyeimbangkan antara pendidikan dan dunia kerjanya. Bahkan, pihak sekolah tidak melarang anak didiknya tidak mengikuti pelajaran dengan alasan bekerja di Gyermekvasút.

Sumber: cnn.com

Jalur ini sendiri memiliki panjang 11,2 km yang menghubungkan Széchényi-hegy dan Hűvösvölgya, dimana di dalamnya terdapat tujuh stasiun yang disinyalir merupakan tempat-tempat rekreasi populer, seperti János-hegy dan Normafa.

Baca Juga: Unik Tapi Berbahaya, Pemuda Ini Gunakan Rel Aktif Untuk Isi Ulang Baterai Ponsel

Adapun hadirnya jalur ini diinisiai oleh sang operator Hungarian State Railways yang pada tahun 1947 menginginkan sebuah jalur kereta api yang dioperasikan oleh anak-anak. Akhirnya setelah memasak ide ini matang-matang, maka pada 11 April 1948 jalur kereta ini secara resmi dibangun. Walaupun sempat ditutup sementara pada tahun 1956 karena meletusnya Revolusi Hungaria, jalur ini tetap aman dan dibuka kembali untuk umum pada 3 Februari 1957.

Bandara Kertajati Buka Lima Rute Penerbangan Mudik dan Lima Kloter Haji 2018

Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) atau yang dikenal dengan Kertajati di Majalengka, Jawa Barat akan mulai beroperasi pada 24 Mei 2018 ini. Mulai pengoperasiannya ini sendiri dengan penerbangan perdana dua maskapai yakni Garuda Indonesia dan Batik Air yang melakukan inagural fligt.

Baca juga: Layani Rute Surabaya, 8 Juni 2018 Citilink Terbang Perdana dari Bandara Kertajati

Bandara yang memiliki luas 1800 hektar tersebut akan mulai melayani lima rute mudik pertamanya di 5 Juni 2018 mendatang. Lima daerah yang dilayani adalah Medan, Surabaya, Bali, Makassar dan Balikpapan.

“Mudik mulai 5 Juni, Derektorat Angkutan Udara sedang memproses rute dari Kertajati ke Medan, Balikpapan, Surabaya, Bali dan Makassar. Untuk tiketnya diharapkan penjualannya sebelum 5 Juni,” ujar Direktur Utama PT BIJB Dimas Ekaputra.

KabarPenumpang.com merangkum dari berbabgai laman sumber, meski mulai beroperasi pada 24 Mei 2018, slot jadwal penerbangan bandara Kertajati masih kosong. Sehingga dapat diisi jadwal mana pun dan maskapai kini tinggal menetapkan rute penerbangan.

Tak hanya rute untuk mudik, rencanya bandara Kertajati ini akan melayani lima kloter pada musim Haji 2018 mendatang.

“Soal penerbangan regulernya apa aja itu tanya ke Kemenhub. Penerbangan reguler itu maskapai minta izinnya ke Kemenhub. Jika sudah oke baru diserahkan ke kita,” ujar Manager Humas Airnav Indonesia Yohanes Sirait.

Yohanes menjelaskan untuk pengoperasian bandara Kertajati sendiri dilakukan setelah Aeronautical Information Publication (AIP) yang dilakukan oleh Kementerian Perhubungan kepada seluruh Stakeholder penerbangan di seluruh dunia.

“Jadi 29 Maret lalu Kemenhub melakukan AIP. Itu publikasi kepada stakeholder penerbangan di seluruh dunia terkait kesiapan operasional penerbangan. Jadi bukan komersil ya. Jadi misalnya bahwa ada bandara baru posisinya di sini, lokasi koordinatnya, rutenya. Nah 2×28 hari sejak peristiwa itu maka publikasi itu efektif. Itu lah tanggal 24 Mei. Artinya kita sudah bisa melayani penerbangan di tanggal itu,” kata Yohanes.

Baca juga: Jelang Launching, Bandara Kertajati dan Madinah Kerja Sama Layani Haji dan Umrah 2018

Saat ini diketahui, sejumlah maskapai penerbangan sudah mengajukan izin rute penerbangan dari dan ke bandara Kertajati kepada Direktorat Angkutan Udara. Sebelumnya Direktorat Angkutan Udara juga sudah mengirimkan surat penawaran kepada 63 maskapai penerbangan dalam dan luar negeri untuk membuat jadwal penerbangan dari dan ke bandara Kertajati.

Adapun PT BIJB sendiri memastikan tahun ini 50 persen tenat atau gerai komersial di bandara Kertajati dapat terisi dan jumlah keseluruhan terdapat 240 tenant.

Layani Rute Surabaya, 8 Juni 2018 Citilink Terbang Perdana dari Bandara Kertajati

Bandara Kertajati di Majalengka, Jawa Barat akan resmi dibuka Kamis 24 Mei 2018. Citilink sebagai maskapai berbiaya rendah akan mulai penerbangan perdananya dengan rute Surabaya menuju Kertajati. Hadirnya Citilink di bandara baru ini untuk memberikan pilihan destinasi baru dan memudahkan akses transportasi udara bagi penumpang yang tinggal di Jawa Barat bagian timur dan Jawa Tengah bagian barat selama musim lebaran.

Baca juga: Jelang Launching, Bandara Kertajati dan Madinah Kerja Sama Layani Haji dan Umrah 2018

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan sudah memberikan izin ke beberapa maskapai penerbangan yang akan terbang dari bandara Kertajati ini. Citilink sendiri merupakan maskapai pertama yang mendapat izin dari pemerintah untuk terbang ke Kertajati.

“Bandara Kertajati di Majalengka merupakan bandara komersial kedua di Jawa Barat setelah Bandara Husein Sastranegara di Bandung. Kehadiran Citilink Indonesia untuk rute penerbangan Surabaya-Kertajati selama musim mudik lebaran ini diharapkan dapat mengakomodir kebutuhan transportasi masyarakat yang tinggal di daerah Cirebon dan sekitarnya,” ujar Vice President Corporate Secretary and CSR Citilink Indonesia, Ranty Astari Rachman, yang dikutip KabarPenumpang.com dari siaran pers, Kamis (24/5/2018).

Ranty menambahkan penerbangan Citilink Indonesia untuk rute Kertajati-Surabaya yang akan mulai terbang pada Jumat, 8 Juni 2018 dengan menggunakan pesawat Airbus A320 berkapasitas 180 penumpang.

“Meskipun rute penerbangan ini sifatnya merupakan extra flight selama peak season lebaran 2018, manajemen akan terus melihat prospek kedepannya untuk prospek penambahan jadwal penerbangan, frekuensi bahkan rute-rute baru dari Kertajati,” tambah Ranty.

Baca juga: Tahun 2018, Bandara Internasional Kertajati di Majalengka Mulai Beroperasi

Penerbangan Surabaya-Kertajati Citilink dengan nomor penerbangan QG 9820 dari bandara Juanda, Surabaya dijadwalkan pukul 05.25 WIB dan tiba di Bandara Kertajati, Majalengka pada pukul 06.55 WIB setiap hari.

“Sedangkan, untuk penerbangan QG 9821, Kertajati-Surabaya dijadwalkan berangkat pada pukul 07.25 WIB dan tiba di Surabaya pada pukul 08.55 WIB,” tambah Ranty.

Sedangkan untuk Garuda Indonesia, per hari ini memulai dengan historical flight dan Lion Air Group dengan ferry flight ke bandara Kertajati.

Lebih Komprehensif, Alianz dan Garuda Indonesia Perluas Manfaat Asuransi Perjalanan

Antara PT Asuransi Alianz Utama Indonesia dan PT Garuda Indonesia resminya telah memulai kerjasama pada 2014 dalam penyediaan manfaat komprehensif asuransi perjalan (travel insurance). Dan melanjutkan kerjasama yang telah ada, kedua perusahaan pada Rabu (23/5/2018) sepakat untuk memperluas layanan “Garuda Indonesia Travel Insurance,” dengan memberikan perlindungan perjalanan bagi penumpang domestik dan internasional.

Baca juga: Asuransi Perjalanan, Antara “Wajib” (Untuk Urus Visa) dan Beragam Manfaatnya

Setelah sebelumnya asuransi bisa didapatkan melalui proses pembelian tiket secara online di website, mobile apps, corporate online system dan Garuda Online Sales, kini penumpang Garuda Indonesia dapat menambahkan manfaat perlindungan asuransi perjalanan ketika membeli tiket pesawat secara offline di kantor cabang Garuda Indonesia, serta melalui call center.

Persisnya perluasan manfaat asuransi perjalanan yang baru diluncurkan adalah memberikan perlindungan sebelum dan selama perjalanan. Dimulai dengan penggantian biaya yang tidak dapat dikembalikan, seperti biaya transportasi, kunjungan wisata dan visa yang telah dibayar, dan biaya yang timbul akibat pembatalan dan perubahan perjalanan yang sudah dipesan sebelumnya.

Saat perjalanan terganggu dan pengguna jasa harus pulang lebih awal, maka biaya-biaya yang tidak dapat dikembalikan maupun biaya tambahan untuk perubahan perjalanan pun bisa diganti. Penumpang juga akan mendapat santunan ketika mengalami ketidaknyamanan perjalanan akibat penundaan perjalanan atau bagasi sejak 2 jam penundaan. Bahkan perlindungan bagasi tersedia untuk menjamin kerugian akibat kerusakan atau kehilangan bagasi serta barang-barang pribadi selama perjalanan.

Terkait kesehatan pengguna jasa, seperti risiko sakit atau cedera ketika melakukan perjalanan dapat menimbulkan biaya tidak terduga yang besarnya tidak dapat diperkirakan. Garuda Indonesia Travel Insurance dalam hal ini memberikan perlindungan komprehensif untuk berbagai risiko medis yang terjadi selama perjalanan, seperti biaya pengibatan, santunan tunai rawat inap rumah sakit, sampai evakuasi dan repatriasi medis darurat, tanpa ada risiko yang ditanggung sendiri.

Peluncuran program perluasan Garuda Indonesia Travel Insurance dilakukan Peter Van Zyl, Presiden Direktur Alianz Utama Indonesia, dan Nicodemus P. Lampe, Direktur Service Garuda Indonesia.

Menang Tender, Alstom Sanggupi Order 1000 Kereta Untuk Grand Paris Express

Kendati namanya tidak masuk ke dalam daftar lima kereta tercepat di dunia, namun kiprah Alstom di dunia perkeretaapian dunia tidaklah bisa dipandang sebelah mata. Setelah dipercaya oleh beberapa negara untuk ‘menunggangi’ jaringan kereta apinya, kini perusahaan yang berbasis di Perancis ini terpilih sebagai pemasok 1000 kereta Metro berukuran besar yang nantnya akan dioperasikan di tiga jaringan kereta otomatis Grand Paris Express.

Baca Juga: Tahun 2021, Kereta Bertenaga Hidrogen Siap Mengular di Rel Jerman

KabarPenumpang.com mengutip dari laman metro-report.com (3/5/2018), pernyataan tersebut dilontarkan langsung oleh pihak promotor dan panitia tender, Société du Grand Paris (SGP) pada 2 Mei kemarin. Penunjukan Alstom sebagai penyedia rolling stock ini merupakan salah satu dari mandat 2010 untuk menyediakan infrastruktur pada Lines 15, 16, dan 17. Ketiga jalur tambahan ini rencananya akan dibuka secara bertahap hingga tahun 2023 mendatang.

Di sini, SGP juga bertanggung jawab untuk menyediakan kereta api yang akan beroperasi di jalur ini bersama otoritas transportasi, Île de France Mobilités yang mendanai akuisisi. Pihak SGP sendiri mengaku bahwa nantinya kereta-kereta ini akan menjadi kereta roda baja pertama yang sepenuhnya sudah terotomatisasi di Perancis – kereta otonom yang sebelumnya beroperasi menggunakan roda karet.

Nantinya, masing-masing gerbong dari setiap rangkaian ini memiliki panjang sekitar 18m dengan lebar 2,8m. Dengan kapasitas angkut berkisar antara 500 hingga 1000 penumpang, kereta tanpa masinis ini mampu melaju hingga kecepatan maksimum 110km/jam. Namun ketika pengoperasian komersial, kereta ini hanya akan melaju di angka 60km/jam saja, dengan mengutamakan alasan keselamatan tentunya.

Baca Juga: Jerman Siap Operasikan Kereta Penumpang Tanpa Emisi di 2018

Hadirnya tiga set pintu di setiap gerbong seolah memastikan arus keluar masuk penumpang yang lebih cepat ketimbang layanan lainnya. Tidak hanya itu, pihak Alstom juga menambahkan bahwa kereta ini akan memudahkan akses dari para penyandang disabilitas, pun dengan stasiunnya.

Berdasarkan rencana yang sudah dicanangkan sebelumnya, nantinya akan ada 133 rangkaian kereta enam gerbong yang akan beroperasi di Line 15, dan 50 rangkaian kereta tiga gerbong yang akan dibagi di Line 16 dan 17. Diketahui, dua dari tiga gerbong di setiap rangkaian berfungsi sebagai penggerak yang akan mengambil daya sebesar 1,5 kV dari overhead power line.

Soal Kemacetan, Manila Bersiap Ikuti Jejak Jakarta!

Terjebak di tengah kemacetan memang merupakan hal yang amat sangat membosankan dan menjengkelkan. Beragam solusi pun sudah dicoba, mulai dari berangkat lebih pagi hingga mencari jalur alternatif, namun hasilnya sama saja. Beralih menggunakan sarana transportasi umum pun bukanlah satu hal yang mudah untuk dilakukan, mengingat kondisinya yang dikala peak hours selalu dijejali oleh penumpang. Alhasil, Anda sendirilah yang harus menikmati semuanya.

Baca Juga: Sebagai Kota Termacet di Dunia, DKI Jakarta Raih Posisi Ketiga!

Itu dari sudut pandang seorang pengemudi, lalu bagaimana jika Anda melihatnya menggunakan perspektif penumpang? Tentu sensasinya akan berbeda, bukan? Sebagai penumpang, Anda tidak perlu repot-repot memperhatikan jalan, menginjak pedal gas dan rem secara bergantian, hingga memperhatikan sekitar alih-alih ada kendaraan lain yang mencoba menyela di depan mobil Anda. Cukup duduk manis dan silangkan kaki Anda selama kendaraan yang ditumpangi berada di ditengah-tengah kerumuman kendaraan lain.

Namun rasa bosan tak ayal pun menghinggapi. Bolak-balik melihat jam merupakan salah satu aktifitas yang dipengaruhi oleh alam bawah sadar ketika macet. Ya, dikutip KabarPenumpang.com dari laman preen.inquirer.net, Manila merupakan salah satu kota yang cocok untuk menguji kesabaran Anda ketika macet, dan pernyataan ini datang dari sudut pandang seorang penumpang. Dapat Anda bayangkan seheboh apa macetnya?

Laman sumber menyebutkan, faktor pertama yang membuat Anda sebagai penumpang cepat stress ketika terjebak macet adalah waktu yang terbuang percuma. Semisal rute dari rumah menuju kantor dengan kondisi jalanan yang sepi hanya memakan waktu 15 menit saja, namun dikarenakan macet, perjalanan tersebut akhirnya memakan waktu satu jam perjalanan. Tentu saja selisih waktu 45 menit yang tercipta tidak bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin.

Fatamorgana lain yang terbentuk manakala diserang macet adalah memesan layanan antar jemput berbasis aplikasi menjadi lebih sulit. Ini dikarenakan para pengemudi yang enggan mengantarkan penumpang (tujuan si penumpang terlalu jauh atau melewati titik macet), atau si penumpang yang sudah terlalu lama menunggu dan akhirnya membatalkan pemesanannya. Kejadian seperti ini sudah tidak aneh di kota dengan populasi mencapai angka 1,78 juta penduduk pada tahun 2016, dan beberapa diantara pelakunya seolah sudah lumrah.

Baca Juga: Riset INRIX: Setelah Jakarta, Bandung Jadi Kota Termacet Kedua di Indonesia

Mungkin kondisi yang terjadi di Manila tidaklah berbeda jauh dengan yang ada di Indonesia, khususnya kota dengan penghuni lebih dari 10 juta penduduk, Jakarta, dimana deretan lampu rem kendaraan seolah enggan absen menghiasi malam-malam di Ibukota. Jadi, bagi warga Ibukota yang terperangkap macet, Anda tidak sendiri karena Manila merasakan hal yang sama!

Mau Membatalkan atau Merubah Jadwal Tiket Kereta Api? Baca Ini Dulu Ya!

Lebaran yang tak sampai sebulan lagi sepertinya sudah membuat banyak masyarakat tak sabar ingin mudik ke kampung halaman masing-masing. Ini terbukti dengan antusiasnya pembelian tiket mudik lebaran 2018 dimana hanya tersisa sekitar 10-20 persen tiket yang belum terjual.

Baca juga: Refund Tiket Kereta di India, Bisa Dilacak Real Time dan Hanya Butuh Proses 5 Hari

Apalagi dengan libur lebaran para pekerja yang diberikan selama tujuh hari untuk menikmati masa-masa berkumpul di kampung halaman bersama keluarga besar. Bagi masyarakat yang sudah membeli tiket dan ingin mempercepat keberangkatan atau memundurkan kepulangan bisa melakukan beberapa hal dari mulai membatalkan tiket hingga menukar dengan tiket baru.

KabarPenumpang.com merangkum dari situs resmi PT KAI dimana penumpang bisa merubah jadwal kereta api yang sama pada hari berbeda, kereta api berbeda pada hari yang sama atau bahkan kereta api berbeda dengan hari yang berbeda. Ada beberapa cara dan syarat yang harus dipenuhi penumpang untuk melakukan hal ini.

1. Pembatalan 60 menit atau satu jam sebelum keberangkatan
Memang, PT KAI memberikan waktu pembatalan tiket satu jam sebelum keberangkatan. Tetapi untuk menghindari antrian yang panjang baiknya pembatalan dilakukan jauh-jauh hari dan jangan lupa untuk mengisi formulir pembatalan yang telah disediakan PT KAI di masing-masing stasiun.

2. Pembatalan harus si empunya tiket atau diwakilkan
Jika ingin melakukan pembatalan punya pribadi maupun rombongan baiknya datang sendiri untuk melakukannya. Namun jika tidak bisa hadir, maka diwakilkan dengan surat kuasa yang sudah di tanda tangan berserta fotocopy identitas si empunya boarding pass dan penerima kuasa. Jika membatalkan lebih dari satu penumpang dan kode booking sama maka fotocpy bukti identitas dan surat kuasa pembatalan yang dilampirkan cukup salah satu dari beberapa orang penumpang.

3. Terpotong 25 persen
Untuk setiap transaksi akan dikenakan biaya 25 persen dari tarif kereta diluar biaya pemesanan. Ini adalah biaya kompensasi atas perubahan jadwal tiket penumpang. Ini merupakan nilai irata-rata yang dibebankan perusahaan transportasi baik pesawat bus atau kereta api.

4. Biaya pembatalan transfer ataupun tunai
Dana pengembalian yang sudah dipotong 25 persen dari harga tiket akan dikembalikan kepada penumpang bisa melalui transfer atau tunai. Biasanya waktu pengembalian untuk tunai 30 hari kerja setelah pengajuan formulir pembatalan dan 45 hari kerja bagi yag ditransfer melalui rekening.

Untuk waktu pengembalian dana tunai sendiri bisa dilakukan di tasiun Serang, Rangkasbitung, Gambir, Pasar Senen, Bogor, Bekasi, Cikampek Purwakarta, Bandung, Kiaracondong, Tasikmalaya, Banjar Cirebon, Cirebon Prujakan, Jatibarang dan Brebes, Tegal, Pekalongan, Semarang Poncol, Semarang Tawang, Cepu, Purwokerto, Kroya, Cilacap, Kutoarjo, Yogyakarta, Lempuyangan, Solobalapan, Madiun, Kertosono, Kediri, Jombang, Blitar, Surabaya Gubeng, Surabaya Pasarturi, Sidoarjo, Malang, Mojokerto, Bojonegoro, Banyuwangi Baru, Kalibaru, Jember, Probolinggo, Pasuruan, Medan, Tebingtinggi, Siantar, Tanjungbalai, Kisaran, Rantauprapat, Padang, Kertapati, Prabumulih, Lubuklinggau, Baturaja, Kotabumi dan Tanjungkarang.

Baca juga: Buntut Kisruh Diplomatik, Sejumlah Maskapai Penerbangan Lalukan Refund Tiket Dari dan Ke Qatar

5. Selisih tarif dibebankan
Bagi penumpang yang ingin membatalkan dan mengubah tiket langsung saat pembatalan baiknya bawa dana di dompet. Sebab, setiap selisih tarif dengan jadwal baru bisa lebih tinggi dari sebelumnya dan selisih tersebut akan dibebankan pada di penumpang. Tetapi jika harga lebih rendah atau sama dengan sebelumnya maka tidak akan ada pengembalian bea atas selisih tarif tersebut.

6. Formulir pembatalan hilang
Jika penumpang memilih untuk pengambilan dana pembatalan secara tunai, maka formulir pembatalan harus dibawa saat pengembalian dana. Tetapi bila formulir tersebut hilang, maka penumpang diwajibkan untuk melampirkan surat keterangan dari kepolisian saat pengambilan dana tunai di loket.

Mulai 25 Mei 2018, Wings Air Layani Rute Kupang-Lombok Setiap Hari

Ada kabar gembira bagi pengguna jasa transportasi antara Kupang (NTT) dan Lombok (NTB), pasalnya Wings Air mulai 25 Mei 2018 akan membuka rute penerbangan setiap hari untuk menghubungkan dua ibu kota provinsi tersebut. Khusus untuk melayani rute tersebut, Wings Air telah menyiapkan pesawat terbaru turboprop tipe ATR 72-500 atau ATR 72-600 yang berkapasitas 72 penumpang.

Baca juga: ATR-72 600, Pesawat Tercanggih Untuk Penerbangan Perintis Nasional

Dikutip dari Siaran pers Wings Air (22/5/2018) yang diterima KabarPenumpang.com, disebutkan penerbangan akan dilayani secara regular berjadwal setiap hari. Pesawat dijadwalkan berangkat dari Bandar Udara Internasional El Tari, Kupang, Nusa Tenggara Timur (KOE) pukul 17.00 WITA dan tiba di Bandar Udara Internasional Lombok Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (LOP) pada 19.00 WITA. Untuk rute sebaliknya akan diberangkatkan dari Lombok pukul 19.35 WITA dan mendarat di Kupang pada 21.35 WITA.

Wings Air menegaskan, dibukanya akses transportasi udara langsung Kupang ke Lombok pergi pulang (PP) ini sejalan permintaan pasar perjalanan dari kedua destinasi tersebut yang menunjukkan pertumbuhan pergerakan penumpang cukup signifikan.

Menurut data dari Angkasa Pura I, Bandar Udara Internasional El Tari pada 2017 telah melayani 2.099.890 pergerakan penumpang. Hal ini meningkat 8,13% dibanding 2016 yaitu 1.942.065 penumpang. Bandar Udara Internasional Lombok Praya telah mencatatkan 3.589.812 pergerakan penumpang atau tumbuh 4,92% dari 2016 yang melayani pergerakan 3.421.584 penumpang.

Capt. Redi Irawan, Operations Director of Wings Air mengatakan, “Kami dengan menghadirkan rute baru dari Kupang ke Lombok akan semakin melengkapi jaringan penerbangan di Kepulauan Sunda Kecil atau yang kerap disebut Nusa Tenggara. Kami optismis, layanan terbaru Wings Air ini akan memberikan nilai tambah lebih, antara lain dapat mempersingkat waktu (lebih efektif) di kedua kota, karena jarak tempuh hanya sekitar 120 menit serta tarif tiket yang terjangkau.”

Baca juga: Bebaskan Landing Fee Bagi Maskapai Baru, Angkasa Pura I Dukung Sektor Wisata NTT

Untuk konektivitas Lion Air Group dari Kupang ke Lombok semakin memperkuat jaringan penerbangan yang sudah beroperasi eksis yaitu Kupang menuju Denpasar, Solo, Surabaya, Labuan Bajo, Atambura, Alor, Bejawa, Ende, Tambolaka, Larantuka, Maumere, Rote dan Waingapu.Rute Lombok menuju Kupang telah memperluas network Lion Air Group yang kini memiliki 12 tujuan ke berbagai rute domestik antara lain Lombok Praya ke Jakarta via Soekarno-Hatta Cengkareng dan Jakarta Halim Perdanakusuma, Yogyakarta, Surabaya, Banjarmasin, Makassar, Denpasar, Semarang, Sumbawa, Bima serta Bandung.

Cari Pecel Pincuk? Yuk Ke Stasiun Garahan!

Pecel pincuk merupakan makanan asal Madiun, Jawa Timur dan disajikan dengan daun pisang yang dibuat pincuk. Isinya pun menggunakan daun pepaya, sayuran rebus, taburan serundeng kelapa dan kacang goreng serta lauk pauk seperti tempe goreng, telur asin dan lainnya.

Baca juga: Stasiun Cibungur, Kembali Jadi Terminal Peti Kemas

Pecel pincuk yang asli bisa ditemukan di salah stasiun kecil di daerah Garahan, Silo di Jawa Timur yakni stasiun Garahan. Di stasiun kecil yang masuk dalam Daerah Operasional IX Jember ini pelancong bisa menemukan nasi pecel pincuk di sekitaran stasiun bahkan di peron.

Di stasiun ini nasi pecel pincuk taklah terlalu mahal, pada tahun 2012 lalu harga seporsi pecel pincuk ini Rp1000 hingga Rp2500 mungkin sekarang sekitar Rp5 ribu hingga Rp10 ribu per porsinya. KabarPenumpang.com mendapatkan kabar, meski murah, tetapi ternyata pecel pincuk ini membuat banyak pelancong rela menempuh ratuasan kilometer demi menikmatinya, bahkan pecel pincuk ini terdengar sampai ke Amerika.

Pecel pincuk di stasiun Garahan

Sehingga stasiun kecil yang berada di ketinggian 598 meter dan menjadi stasiun yang terletak tertinggi di Daop IX ini semakin dikenal. Meski kecil, stasiun yang dekat dengan kaki Gunung Gumitir ini memiliki pemandangan yang asri dan udaranya segar.

Stasiun Garahan sendiri sudah berdiri sejak tahun 1901 dan nyaris tidak ada renovasi apapun pada bangunannya. Stasiun ini bersih dan kerapiannya sangat terjaga hingga nyaris tak ada sampah.

Baca juga: “Warung Bandrek,” dari Tempat Minum Sampai Jadi Nama Stasiun Kereta

Stasiun ini dulu sempat melayani dua pemberhentian kereta api yakni Pandanwangi dan Probowangi. Namun sejak 1 April 2015 lalu tidak ada kereta api reguler yang berhenti di stasiun ini kecuali persilangan atau persusulan antar kereta api.

Kini stasiun Garahan hanya melayani perhentian Lori Wisata Kaliraga yang beroperasi pada akhir pekan dan libur nasional. Meski begitu penikmat kereta api yang mampir ke stasiun ini bisa merasakan keindahan alam saat berdiri diantara rel dan menatap Gunung Argopuro.

Selain pemandangan, stasiun ini juga bisa membantu dalam memperkaya wawasan sejarah. Stasiun Garahan masih menggunakan peralatan karena dibangun pada masa Indonesia di jajah Belanda.