Dijuluki ‘Stasiun Rock Bottom’, Nambo Ternyata Memiliki Asal Usulnya Begini

Sudah merasakan naik Kereta Rel Listrik (KRL) dijalur Citayam – Nambo? Ya, berada di lintas Bogor yang satu-satunya hanya memiliki satu jalur tersebut kini sudah ada beberapa KRL yang melintas. Sejak dibukanya Stasiun Pondok Rajek pada 19 Oktober 2024 lalu, penumpang pun semakin ramai yang memggunakan KRL baik menuju maupun dari kawasan Jabodetabek.

Namun dari ramainya penumpang dijalur teraebut, ternyata Stasiun Nambo masih terbilang cukup sepi dari penumpang. Masyarakat yang naik dari Stasiun Nambo tak seramai di stasiun lainnya yang masih di jalur yang sama, yaitu Stasiun Pondok Rajek dan Stasiun Cibinong.

Stasiun Nambo pun sempat digadang-gadang sebagai stasiun terusan menuju Cikarang beberapa tahun silam. Jalur ini diselesaikan pada Tahun 1997, direncanakan dikembangkan sampai ke Cikarang dan Parung Panjang (outer ring railway), tetapi adanya krisis ekonomi 1997 menyebabkan pembangunan dihentikan dan sampai saat ini belum diteruskan. Selain itu, jalur kereta api lintas Citayam – Nambo merupakan salah satu jalur kereta api yang dikembangkan setelah Indonesia merdeka, dan bukan merupakan warisan dari pemerintah kolonial Belanda.

Stasiun Nambo. (Foto: Dok. cakruk.com)

Awalnya, Stasiun Nambo yang dibangun pada tahun 1990 difungsikan sebagai stasiun untuk kereta pengangkut barang. Barulah pada 1 April 2015, PT KAI Commuter Jabodetabek mengoperasikan kembali Stasiun Nambo sebagai bagian dari rangkaian rute Commuter Line Jakarta Kota-Bogor.

Sedikit ulasan dijuluki ‘Rock Bottom’ pada Stasiun Nambo adalah Dalam salah satu episode Spongebob Squarepants, diceritakan bahwa Spongebob dan teman setianya Patrick salah menaiki bus yang membuat mereka nyasar dan terjebak di sebuah kota aneh bernama Rock Bottom.

Rock Bottom digambarkan sebagai sebuah kota suasana suram dan letaknya yang terisolasi. Hal itu cocok dengan profil Stasiun Nambo yang terletak paling ujung Timur jalur kereta Kabupaten Bogor. Tepatnya di Jalan Raya Nambo, Desa Bantar Jati, Klapanunggal.

Tak hanya keunikan dari julukan stasiun ini, nama ‘Nambo’ ternyata juga memiliki asal usul yang hampir menyerupai dengan daerah lain yang masih berada di wilayah Jawa Barat. Di daerah Bandung, ada desa yang bernama Cinambo yang sudah berdiri sejak zaman Belanda. Usut punya usut, menurut pendapat salah seorang penulis pada tulisannya yang berjudul Asal Usul Singkat Nama Cinambo dan Tampuk Kepemimpinan Desa Cinambo, kira-kira Cinambo berasal dari rangkaian kata Cai Numbu, yang artinya air nyambung.

Hal ini senada dengan demografi wilayahnya yang dikelilingi empat sungai besar: Cilutung, Ciburuy, Cipager, dan Ciwaru. Tiga sungai besar dari empat yang disebutkan semuanya bermuara ke sungai Cilutung. Mungkin inilah yang dimaksud dengan air nyambung, atau bahasa sundanya cinumbu, yang belakangan menjadi Cinambo.

Selain itu, perkiraan lain, Cinambo kemungkinan juga berasal dari kata Cinambeu, yang artinya air menggenang. Apabila dikaitkan dengan desa Nambo di daerah Bogor, bisa jadi di daerah ini terdapat air sungai yang tersambung atau menggenang, walaupun dengan mengabaikan kata ‘cai’ itu sendiri.

Jalur Stasiun Nambo Punya Pemandangan Yang Manjakan Mata

Segudang Destinasi Alam Bandung, Nomor 5 Pernah Mampir?

Libur panjang alias long weekend menjadi momen pilihan untuk menghabiskan waktu bersama keluarga. Daripada mudik cuma sebentar dan bosan dengan hiruk pikuk ibu kota, wisata alam bisa banget jadi pilihan saat libur long weekend kali ini.

Biasanya Bogor dan Sukabumi jadi pilihan wisata alam, tapi Bandung juga punya beberapa tempat wisata alam yang menenangkan dan cukup populer. Destinasi ini juga bisa dinikmati bersama anak-anak, jadi tak perlu khawatir kehilangan momen.

Penasaran wisata alam apa saja yang ada di Bandung? KabarPenumpang.com merangkum beberapa rekomendasi destinasi alam untuk dinikmati saat long weekend.

1. Ranca Upas
Berada di Kecamatan Rancabali Kabupaten Bandung, Ranca Upas dikenal sebagai bumi perkemahan yang menawarkan pengalaman berkemah di tengah hutan pinus yang asri. Ada berbagai fasilitas dan aktivitas menarik untuk dinikmati bersama keluarga atau teman.

Di Ranca upas juga ada kolam renang air panas yang bisa merilekskan badan yang Lelah dengan kehidupan ibu kota. Tiketnya pun hanya Rp28 ribu per orang dan kemping Rp44 ribu per orang/malam.

2. Wisata Batu Kuda
Buat kalian yang suka dengan daerah pegunungan, tapi bosan dengan area Lembang, Ciwidey atau tempat populer lainnya di Bandung, Batu Kuda pilihan paling pas. Meski sama-sama dikelilingi hutan pinus, tempat ini bisa jadi pilihan lainnya yang masih sepi dan cukup tenang ketka berlibur. Tak perlu merogoh kock yang dalam, tiketnya hanya Rp10 ribu dan lokasinya berada di jalan Banten, Kebonwaru, Bandung.

3. Curug Cimahi
Dikenal dengan sebutan Air Terjun Pelangi, merupakan salah satu destinasi wisata alam yang populer di Bandung Barat. Terletak di Jalan Kolonel Masturi No. 325, Kertawangi, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, air terjun ini menawarkan keindahan alam yang memukau dan suasana yang sejuk. Disebut dengan Air Terjun Pelangi karena di Curug Cimahi ada fenomena Pelangi yang muncul dari pembiasan cahaya matahari pada air terjun.

Fenomena ini bisa terlihat pada jam 13.00 hingga 15.00 sore. Untuk mencapai air terjun, pengunjung harus menuruni sekitar 500 anak tangga, yang memakan waktu sekitar 15-20 menit. Sepanjang perjalanan, pengunjung disuguhi pemandangan alam yang hijau dan asri. Curug Cimahi buka setiap hari dari pukul 07.00 hingga 21.00 WIB. Namun, untuk menikmati fenomena pelangi alami, waktu terbaik adalah pada sore hari dengan tiket masuk Rp20 ribu per orang.

4. Tebing Keraton
Destinasi alam populer yang satu ini masih menjadi satu Kawasan dengan Taman Hutan Raya Ir. H. Juanda (Tahura). Dari pusat Kota Bandung, lokasi ini dapat dijangkau dalam waktu sekitar 35 menit menggunakan kendaraan pribadi. Tebing Keraton menawarkan panorama hutan pinus yang luas dan lanskap Kota Bandung dari ketinggian sekitar 1.200 meter di atas permukaan laut.

Tempat ini sangat populer untuk menikmati matahari terbit (sunrise) dan terbenam (sunset). Pengunjung dapat melakukan trekking ringan, bersepeda, atau berkemah di area camping ground yang telah disediakan. Area ini juga sering dijadikan tempat singgah oleh pesepeda yang melintasi kawasan Tahura pada akhir pekan. Tebing Keraton buka setiap hari mulai pukul 05.00 hingga 18.00 WIB dengan tiket masuk Rp11 ribu per orang. Namun, bagi pengunjung yang berencana berkemah, area ini tetap buka selama 24 jam.

5. Sanghyang Heuleut
Danau purba yang berada di kampung Cipanas, Rajamandala Kulon, Kecamatan Cipatat, Bandung Barat ini memiliki warna air hijau kebiruan yang jernih. Anda bisa berenang atau berfoto untuk menikmati wisata alam yang berbeda dari biasanya.

Jam operasionalnya cukup sempit hanya dari jam 08.00 hingga 16.00, jadi bila ingin ke sini, pastikan waktunya pas dan tepat. Tiketnya pun hanya Rp10 ribu.

Jadi, long weekend ini Anda pilih destinasi yang mana?

Sambut Liburan Sekolah, KAI Services Hadirkan Kids Fun Menu Persembahan Kuliner Kereta

Menguak Masa Kejayaan Trem Batavia yang Jadi Primadona Warga Ibu Kota Zaman Baheula

Sempat menjadi perbincangan besar di media sosial saat pembangunan MRT fase 2 yang menemukan batangan rel yang tertimbun di kawasan Harmoni, Jakarta Pusat. Temuan tak lain dan tak bukan yang paling menarik tersebut adalah temuan rel trem Batavia.

Setelah terkubur puluhan tahun, rel trem ditemukan di kedalaman 27 cm. Setidaknya kurang lebih ada 118 span rel atau sepanjang 1,4 km yang ditemukan di proyek MRT Jakarta.

Kehebohan di jagad maya mrmbuat masyarakat luas sangat terkesima dengan adanya penemuan yang masih utuh tersebut. Temuan rel trem tersebut menjadi bukti, Kota Batavia memiliki transportasi yang cukup maju pada zamannya. Trem menjadi salah satu transportasi yang cukup diminati warga Batavia saat itu. Hanya saja, penumpang trem Batavia dibedakan antara kelas penumpang etnis Eropa dan penumpang pribumi.

Trem listrik dengan latar Stasiun Beos (sekarang Stasiun Kota).

Dilansir dari laman IRPS, moda kereta api sempat dipegang dua maskapai kereta swasta Belanda, Nederlandsche Indische Spoorweg Maatschappij (NIS) dan Bataviasche Ooster Spoorweg Maatschapij (BOS), tapi kemudian diambil alih maskapai kereta pemerintah Hindia Belanda, Staatsspoorwegen (SS). Sementara angkutan trem dioperasikan langsung oleh Pemerintah Kota Batavia. Jalur pertama trem yang dibuat adalah jalur dengan rute Pasar Ikan (Penjaringan, Jakarta Utara) sampai Kampung Melayu.

Di sisi lain, transportasi trem sedianya tidak hanya ada di Batavia. Tapi juga sempat ada di kota-kota besar lain seperti Surabaya, Semarang, bahkan Bandung. Adapun di Jakarta, rute trem pun berkembang ke berbagai wilayah. Namun sisa-sisanya bisa dibilang hampir tidak ada sama sekali.

Kereta yang mampu menampung sekira 38 orang ini kemudian berubah menggunakan tenaga listrik pada 1900-an. Kala itu, Trem sangat membantu warga Batavia terutama untuk memudahkan aktivitas mereka dalam menjangkau daerah perkotaan dan sekitarnya. Biayanya pun cukup murah hanya 10 sen.

Seiring perkembangan zaman, Presiden Soekarno menghapus transportasi massal ini pada 1957, lantaran dia jenuh melihat Trem berlalu-lalang di depan istana negara. Tidak hanya itu, Bung Karno juga ingin mengubah kereta ibu kota ini menjadi alat transportasi yang lebih modern.

Trem pun dihapus tanpa meninggalkan sisa sedikitpun sebagai kenangan, diganti dengan Perusahaan Pengangkutan Djakarta alias PPD yang masih ada sampai saat ini. Dalam versi lain, konon Trem listrik ini merugikan pemerintah sehingga diganti dengan PPD.

Hal ini pun sebenernya sangat disayangkan sekali, terlebih tidak adanya museum transportasi di Jakarta sebagai tanda sejarah transportasi yang pernah digunakan oleh warga Jakarta di masa lampau. Padahal transportasi ini sebelumnya pernah jadi primadona warga Jakarta, tapi justru tidak disisakan untuk dimuseumkan. Yang tersisa hanya rel yang dipamerkan di area Museum Fatahillah saja.

Padahal dengan adanya peninggalan sejarah kota Jakarta seharusnya bisa diabadikan agar masyarakat lebih mengenal dan tahu Jakarta lebih dalam lagi dengan adanya trem zaman era kolonial. Sekaligus bisa membandingkannya dengan alat transportasi massal yang semakin modern disaat Jakarta yang sudah berusia ke-489 tahun.

Sering Mengundang Tanya, Inilah Alasan Trem Dihapuskan di Jakarta

Sambut Liburan Sekolah, KAI Services Hadirkan Kids Fun Menu Persembahan Kuliner Kereta

Mengisi masa liburan sekolah, KAI Services lewat unit bisnisnya Kuliner Kereta dan Loko Cafe hadirkan beragam promo menarik khusus untuk anak-anak, mulai dari menghadirkan Kids Fun Menu di Kuliner Kereta hingga promo Funtastic Holiday di Loko Café yang menawarkan menu-menu yang menggugah selera untuk para orang tua yang ingin mengisi liburan bersama anak-anak saat liburan sekolah tiba.

Kuliner Kereta hadir dengan berbagai menu mulai dari Kids Fun Menu yang berisi sajian chicken strip rice plus air mineral. Tidak hanya makanan, Kids Fun Menu juga menghadirkan mainan kreatif untuk anak-anak berupa Train Papercraft yang menjadi teman dalam perjalanan kereta. Semua paket Kids Fun Menu bisa didapatkan pelanggan dengan harga Rp40.000. Kids Fun Menu hadir di beberapa nomor kereta seperti KA Ambarawa Ekspress, KA Joglosemar Kerto, KA Kaligung dan berlaku mulai 23 Juni 2025 hingga 2 Juli 2025.

Sementara Loko Café juga hadir dengan berbagai promo mulai dari paket bundling special buat yang lagi jalan-jalan, Holiday Treat yang menghadirkan berbagai sajian menu seperti Sei Sapi, Train Chicken, hingga Nasi Goreng Parahyangan Legend plus tambahan free gantungan kunci kereta api eksklusif persembahan Loko Café.

Selain itu ada juga promo Funtastic Holiday yang menyajikan Funtastic 1 berisi sajian menu Mix Platter free paper craft train dan fantastic 2 yang berisi menu Chicken Katsu Loko free paper craft train menu. Promo Funtastic tersedia di beberapa Loko Café seperti Loko Café Stasiun Gambir, Stasiun Pasar Senen, Stasiun KCIC Halim, Stasiun Bandung, Stasiun Tugu, dan Stasiun Malioboro.

Menurut Vice President Corporate Secretary KAI Services, Rachman Firhan, KAI Services menghadirkan berbagai keseruan selama masa liburan sekolah. Mulai dari Kids Fun Menu yang hadir di Kuliner Kereta dengan free mainan kreatif Train Papercraft yang dapat melatih kreatifitas anak-anak untuk merakit miniatur kereta api.

“KAI Services lewat unit bisnis Kuliner Kereta dan Loko Café hadir dengan beragam promo untuk mengisi masa liburan sekolah anak di bulan Juni ini. Tidak hanya Kuliner Kereta, Loko Café hadir dengan berbagai penawaran menarik mulai dari promo Funtastic Holiday hingga paket Holiday Treat dengan sajian menu-menu yang menggugah selera.” ujar Firhan dalam keterangan tertulisnya pada Rabu (26/6).

KAI Services Hadirkan Menu Kuliner Khas Garut “Cuanki Ciomy” di Kereta dan Loko Cafe

KAI

Menuju Geopark Nias, ASDP Operasikan KMP Jatra II

Pengembangan Geopark Nias sebagai destinasi wisata dunia akhirnya bisa berjalan dengan lancar. Pasalnya KMP Jatra II resmi dioperasikan PT ASDP Indonesia Ferry dengan lintasan strategis Sibolga-Gunugsitoli, Sumatera Utara, pada Jumat (13/6/2025) lalu.

KMP Jatra II merelokasi rutenya dari lintasan Jarak jauh Jangkar-Lembar ke wilayah barat Indonesia. Direktur Utama (Dirut) ASDP Heru Widodo mengatakan, relokasi KMP Jatra II adalah bentuk kontribusi nyata BUMN dalam pemerataan pembangunan nasional, khususnya di kawasan 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar).

“Transportasi yang aman, nyaman, dan terjangkau menjadi fondasi utama pembangunan daerah. Hadirnya KMP Jatra II di lintasan ini adalah simbol sinergi antara BUMN dan pemerintah daerah untuk membuka akses logistik dan pariwisata yang lebih luas di Nias,” ujar Heru dari keterangan resmi.

Langkah ASDP ini diselaraskan dengan gagasan besar mendorong Nias sebagai kawasan Geopark. Heru menyebut, potensi geologi, budaya, dan wisata bahari Nias sangat luar biasa. Tradisi lompat batu, rumah adat megah, hingga pantai berselancar berkelas internasional adalah modal kuat untuk menjadikan Nias sebagai magnet baru pariwisata Sumatera.

“Setidaknya ada sembilan pantai eksotis yang jadi mahkota Pulau Nias. Kekayaan ini bukan hanya aset lokal, tapi bisa jadi energi ekonomi baru bagi Indonesia dari barat,” ujarnya menambahkan.

Gubernur Sumatera Utara M Bobby Afif Nasution, menyambut hangat langkah strategis ASDP tersebut. Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan di Kepulauan Nias untuk menyusun kajian bersama demi menjadikan Geopark Nias sebagai proyek prioritas yang berskala global.

“Geopark bukan sekadar wacana lokal. Ini adalah peluang internasional yang harus kita kawal bersama, lintas kabupaten, bahkan lintas kementerian,” ujar Bobby.

KMP Jatra II sendiri merupakan kapal jenis Ro-Ro (Roll-on/Roll-off) dengan panjang 90,79 meter dan lebar 15,6 meter, mampu mengangkut hingga 425 penumpang dan 100 kendaraan. Dengan kecepatan rata-rata 10 knot, kapal ini dirancang untuk menjamin pelayaran antarpulau yang stabil, efisien, dan aman.

“Keberadaan KMP Jatra II di lintasan Sibolga–Gunungsitoli akan mempercepat arus mobilitas masyarakat, memperlancar pasokan logistik, dan secara langsung menurunkan biaya distribusi barang kebutuhan pokok,” ujar Corporate Secretary ASDP Shelvy Arifin.

Seluruh pengguna jasa dapat menikmati layanan kapal ini tanpa biaya tambahan untuk fasilitas yang tersedia di atas kapal. ASDP juga memastikan akses pembelian tiket semakin mudah melalui kanal digital trip.ferizy.com, yang mulai dibuka sejak 13 Juni 2025.

Operasional KMP Jatra II sekaligus menjadi kontribusi langsung ASDP terhadap pelaksanaan Asta Cita Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam memperkuat konektivitas nasional dan memastikan pembangunan yang inklusif hingga ke wilayah terluar negeri.

Dalam Waktu Dekat, ASDP Mulai Operasikan Jatra II Gunungsitoli-Sibolga

Tak Boleh Asal Tabur! Yuk, Simak Lagi Pentingnya Batu Kerikil di Rel Kereta Api

Saat melintas atau bahkan saat naik kereta api tentunya melihat banyak sekali batu kerikil pada rel kereta api. Tak hanya memadatkan pada rel, saat dilintasi kereta api pun perjalanan tentunya tidak terasa mudah berguncang atau bahkan tak mudah keluar dari jalur akibat rel bergelombang karena kurangnya batu kerikil. Batu kerikil atau biasa dengan istilah ballast ini memiliki fungsi penting untuk menjaga keamanan dan keandalan rel kereta.

Ballast adalah material yang digunakan di sekitar dan di bawah bantalan rel kereta api untuk mendukung, menstabilkan, dan melindungi jalur rel. Biasanya, ballast terbuat dari batu-batu kecil yang keras, seperti granit atau basalt, karena sifatnya yang tahan lama dan tidak mudah hancur. Tentunya Ballast ini menjadi peran penting pada setiap perjalanan kereta api. Jadi fungsi ballast sendiri apa saja? Nah, kabarpenumpang akan merangkumnya untuk kalian:

– Fungsi pertama ballast ini dalah menjadi penopang bagi bantalan rel (sleepers) yang menopang rel baja. Ketika ada batu kerikil, rel akan tetap berada dalam posisi yang tepat dan stabil. Ini sangat membantu terlebih saat dilewati oleh kereta api yang memiliki beban berat

– Ballast menyerap getaran yang dihasilkan oleh kereta yang melintas, mengurangi tekanan langsung pada rel dan struktur di bawahnya. Hal itu membuat getaran tidak ditransmisikan langsung ke tanah sehingga mengurangi dampak kerusakan pada jalur kereta api dan struktur sekitarnya.

– Mempermudah Perawatan Rel. Dengan ballast, perbaikan atau penyesuaian rel lebih mudah dilakukan karena material ini mudah diratakan atau diganti.

– Sistem drainase yang baik sangat penting untuk menjaga jalur kereta api yang akan digunakan tidak terendam air karena strukturnya bisa cepat rusak. Ketika ada batu kerikil, air hujan yang turun ke atas rel akan mengalir melalui celah-celah di antara batu-batu tersebut sehingga mencegah genangan air di sekitar rel.

– Menyalurkan Beban. Beban kereta yang berat disebarkan oleh ballast ke tanah di bawahnya, mencegah deformasi atau kerusakan pada dasar rel.

Karateristik ballaat sendiri sangatlah kuat dan tidak mudah hancur. Membentuk sudut dan batu tersebut saling terkunci untuk stabilitas. Untuk ukuran biasanya sekitar 2-5 cm untuk memastikan drainase yang baik dan stabilitas. Komponen-komponen pada batu ballast tersebut sangat penting dalam infrastruktur kereta api, memastikan keselamatan dan kenyamanan perjalanan kereta api.

Sejak Dahulu, Hubungan Antara Rel Kereta dan Batu Kerikil Tak Terpisahkan

Taksi Terbang EHang 216-s Uji Terbang di Pantai Indah Kapuk (PIK) 2

Taksi terbang EHang 216-s setelah mengantongi izin terbang dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melakukan uji coba di Phantom Ground Park Pantai Indak Kapuk (PIK) 2, Tangerang, Banten. Uji coba atau demo flight ini dilakukan dengan membawa penumpang dalam kabin.

Rudy Salim, Executive Chairman Prestige Aviation mengatakan, pihaknya terus melakukan uji terbang supaya bisa menjadi moda pariwisata. Selain itu menurutnya, EHang 216-s juga bisa menjadi transportasi masa depan.

Di mana dengan adanya taksi terbang ini membuat Indonesia tidak tertinggal dari luar negeri. Apalagi taksi terbang sendiri di Indonesia kerap kali dipamerkan alam berbagai kesempatan dan melakukan uji terbang baik tanpa penumpang atau boneka manusia.

Namun, akhirnya taksi terbang tanpa pilot berhasi diuji coba dengan membawa penumpang dalam kabin setelah izin terbang dari Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara, yang merupakan salah satu direktorat di bawah Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kemenhub.

Rudy mengatakan, saat ini sudah bisa demo dengan penumpang karena pihaknya memperoleh kepercayaan dengan perizinan terbang.

“Nanti (ke depan) dapat perizinan untuk halanan komersil baru kita bisa deliver unit. Taksi terbang bertenaga listrik ini ditargetkan menjadi salah satu moda transportasi masa depan di Tanah Air mengikuti sejumlah negara yang juga sudah mulai mengoperasikan drone raksasa ini seperti di Cina,” jelas Rudy yang dikutip dari antaranews.com.

EHang 216-s dibidik untuk dapat menjadi transportasi di IKN, kota masa depan yang dirancang modern bertaraf internasional. Selain itu, taksi ini juga ditargetkan untuk menjadi opsi baru pariwisata nasional.

Sebagai informasi, EHang 216 merupakan taksi terbang yang bentuknya seperti drone raksasa berteknologi AAV (Autonomous Aerial Vehicle). Taksi terbang ini tidak memerlukan pilot manusia, melainkan menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk terbang.

Memiliki tinggi 1,77 meter dengan lebar 5,61 meter, wahana ini disebut dapat mengangkut muatan hingga 220 kg dan jarak terbangnya dengan muatan maksimal 35 km, waktu terbang 21 menit serta kecepatan maksimal di 130 km per jam. Adapun pada uji terbang dengan penumpang tersebut, figur publik sekaligus Utusan Khusus Presiden Bidang

Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, menjadi penumpang pertama yang menjajal EHang 216-s, didampingi Rudy Salim. Turut hadir Anggota Komisi III DPR RI Bambang Soesatyo, dan Direktur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara di Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kemenhub Sokhib Al Rohman.

Taksi Udara EHang 216 Akhirnya Uji Coba di Bali

Bosan Jogja dan Bali? Lasem Bisa Jadi Alternatif Liburan Penuh Sejarah

Liburan sekolah menjadi momen yang tepat untuk menjelajahi tempat-tempat baru yang penuh nilai sejarah dan budaya. Salah satu destinasi yang patut dipertimbangkan adalah Lasem, sebuah kota kecil di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, yang dikenal sebagai “Tiongkok Kecil” karena jejak kuat akulturasi budaya Tionghoa dan Jawa di dalamnya.

Di Lasem, pengunjung bisa menikmati suasana kota tua yang tenang namun kaya cerita. Rumah-rumah kuno bergaya arsitektur Tionghoa dan kolonial masih berdiri kokoh, menjadi saksi bisu sejarah panjang perdagangan dan budaya di pesisir utara Jawa.

1. Kampung Pecinan Karangturi
Kampung ini merupakan salah satu pusat budaya Tionghoa di Lasem. Di sini, wisatawan dapat menyusuri gang-gang kecil yang dipenuhi rumah-rumah tua berusia ratusan tahun. Banyak dari bangunan ini masih dihuni atau difungsikan sebagai rumah produksi batik tulis khas Lasem. Beberapa tempat juga membuka pintunya untuk umum, menawarkan pengalaman melihat langsung proses membatik.

2. Vihara Ratanavana Arama
Tempat ibadah umat Buddha ini tidak hanya menjadi pusat spiritual, tetapi juga daya tarik wisata. Arsitektur vihara yang megah dan suasana damai membuatnya cocok untuk refleksi diri sekaligus edukasi budaya. Vihara ini terbuka bagi pengunjung dari berbagai latar belakang, selama menjaga ketertiban dan menghormati aturan yang berlaku.

3. Pantai Caruban dan Pantai Binangun
Setelah menjelajahi kawasan kota tua, liburan akan terasa lengkap dengan mengunjungi pantai. Pantai Caruban memiliki pasir hitam dengan ombak yang tenang, ideal untuk bersantai bersama keluarga. Sementara itu, Pantai Binangun menawarkan pemandangan laut yang indah saat matahari terbenam.

4. Omah Laweyan dan Rumah Merah
Dua bangunan bersejarah ini menjadi daya tarik tersendiri karena memadukan fungsi wisata dan edukasi. Omah Laweyan sering digunakan untuk pameran seni dan budaya, sedangkan Rumah Merah menjadi ikon Lasem karena keunikannya sebagai rumah kuno berdinding bata merah tanpa plester.

5. Bukit Candi Puthuk dan Watu Layar
Bagi yang ingin sedikit petualangan, Lasem juga memiliki perbukitan yang menawarkan panorama indah. Dari puncak Bukit Puthuk, pengunjung bisa melihat lanskap kota Lasem dan garis pantai utara Jawa. Sementara Watu Layar dikenal sebagai lokasi favorit untuk berfoto karena batu-batu besar yang menyerupai layar kapal.

Lasem tidak hanya menawarkan tempat wisata yang menawan, tetapi juga pelajaran berharga tentang toleransi, sejarah, dan kekayaan budaya Indonesia. Mengunjungi Lasem saat liburan sekolah bisa menjadi pengalaman edukatif sekaligus menyenangkan, terutama bagi pelajar dan keluarga yang ingin liburan dengan nuansa berbeda.

Terminal Lasem Jadi Pintu Pariwisata Jawa Tengah Tapi Masih Berstatus Tipe C

 

Honda Sukses Uji Coba ‘Reusable Rocket’ – Tahap Awal Masuk ke Bisnis Luar Angkasa

Di luar core-nya di bisnis otomotif, Honda lumayan sukses merambah bisnis jet bisnis dan robotika, namun itu belum cukup, Honda ternyata menjadi perusahaan pertama di luar AS yang mampu meluncurkan roket yang dapat digunakan ulang (reusable rocket).

Pada awal Juni 2025, Honda Motor Corporation, melalui unit risetnya Honda R&D, telah berhasil melakukan uji terbang roket eksperimental yang dapat digunakan ulang (reusable rocket). Meskipun ini masih dalam tahap awal, pencapaiannya cukup mengguncang dunia teknologi luar angkasa.

Di fasilitas uji coba milik Honda di Taiki Town, Jepang, reusable rocket Honda berhasil mencapai ketinggian 82–271 meter dan terbang selama ±56,6 detik sebelum mendarat kembali secara vertikal. Dal hal ketepatan mendarat, reusable rocket hanya 14–37 cm dari titik yang ditargetkan, dengan kaki pendarat yang dapat ditarik kembali. Ini membuat Honda menjadi perusahaan pertama non-AS/non-Cina yang berhasil meluncurkan dan mendaratkan roket reusable.

Ternyata pengembangan roket oleh Honda telah dimulai sejak tahun 2019, saat itu engineer muda Honda mengusulkan pengembangan roket menggunakan teknologi internal seperti otomasi, pembakaran, dan kontrol. Kemudian prototipe mesinnya diuji coba sejak 2021, menunjukkan pola Mach diamond, indikator aliran supersonik, meski belum dipublikasikan secara detail.

Sudah barang tentu ada maksud tragis dari pengembangan roket reusable oleh Honda, yaitu menargetkan suborbital flight (melebihi 62 mil/100 km) pada tahun 2029. Dan pada tahun 2030, Honda akan menyelesaikan prototipe reusable orbital untuk meluncurkan satelit kecil (<1 ton) ke orbit rendah (LEO).

Untuk tujuan pengembangan tersebut, Honda diperkirakan akan menggelontorkan hingga ¥5 triliun (USD 45 miliar) hingga 2027, untuk teknologi termasuk roket, robot, dan eVTOL.

Sementara alasan Honda masuk ke bisnis luar angkasa, didasari otomatisasi mesin, kontrol presisi, sistem pembakaran—semua digunakan ulang dari kendaraan Honda. Kemudian ada kebutuhan satelit untuk ekosistem mobil, yaitu menunjang fitur seperti navigasi, komunikasi eVTOL, dan IoT otomotif. Selain itu, Honda ingin mendukung inisiatif pemerintah yang menargetkan reusable orbital roket pada 2030, dengan bantuan JAXA dan industri semacam Mitsubishi, IHI, dan ANA.

HondaJet Elite II Jadi Pesawat Bisnis Paling Canggih di Dunia, Ini Sederet Keunggulannya

Melihat Lebih Dalam Depo KRL Depok yang Terluas Se-Asia Tenggara

Bagi masyarakat khususnya penggemar kereta api tentunya tahu betul bengkel terbesar dan terluas ss-Asia Tenggara ini. Ya, berlokasi di wilayah Depok, Jawa Barat inilah bengkel Kereta Rwl Listrik (KRL) yang paling luas dan bisa menampung lebih dari puluhan KRL saat memasukinya.

Depo Depok yang diresmikan tahun 2008 oleh Bapak Presiden SBY ini memiliki luas 26 hektar persegi dan mampu menampung sebanyak 446 kereta. Selain itu di Depo tersebut juga tersedia fasilitas mesjid, lahan parkir yang luas, gedung pertemuan, gedung perkantoran, bengkel tempat perbaikan, perawatan dan penyimpanan serta drainase dan pengolahan limbah bekas mencuci kereta.

Nah, ada satu jalur dengan kapasitas delapan KRL untuk pemeliharaan tahunan. Sementara itu untuk pemeliharaan bulanan, harian dan cuci besar masing-masing terdapat dua jalur dengan kapasitas 16 KRL. Dalam melakukan perawatan terbagi 3 periode, yaitu perawatan harian (daily), bulanan (monthly) dan perawatan besar atau Overhaul yang dilakukan dalam jangka waktu sebulan perawatan atau perbaikan.

Di Depo itu juga terdapat mes masinis, dilengkapi 30 kamar dan 120 tempat tidur lengkap dengan kamar mandi di dalam. Pada malam hari komplek depo KRL Depok juga seperti stadion sepak bola karena dilengkapi lampu yang sangat terang. Saat inilah banyaknya KRL saat sudah abis jam operasionalnya mulai berkumpul di jalur depo tersebut. Jalur yang dipenuhi KRL biasanya mulai pukul 11 malam hingga pukul 3 pagi. Barulah menjelang subuh beberapa KRL mulai kembalu berdinas pada jam pertama yaitu jam 4 pagi.

Selain beberapa fasilitas dan kelengkapan yang dimiliki Depo KRL Depok, baru-baru ini ada sejumlah KRL yang sudah di afkir atau tidak dioperasikan lagi untuk di pindahkan ke lahan yang sudah disiapkan untuk menyimpan KRL yang sudah tidak layak pakai lagi. Sebanyak 55 unit KRL yang dipindahkan berasal dari area stabling Depo KRL Depok, dan kini telah tersusun berdampingan dengan 32 unit lainnya yang telah lebih dulu dipindahkan pada Desember 2024.

Pemindahan KRL yang sudah tak layak pakai menggunakan alat berat ke lahan kosong area depo. (Foto: Dok. Istimewa)

Fyi, tujuan pembangunan dipo ini untuk pemeliharaan dan perawatan KRL berkemampuan tinggi dengan biaya minimum. Pengadaan KRL telah dilakukan sejak 1976, baik buatan Indonesia maupun eks Jepang, dan jumlahnya semakin meningkat, sehingga dibutuhkan dipo baru yang memadai.

Dengan berbagai fasilitas yang tersedia, Depo KRL Depok kedepannya mampu merawat berbagai trainset KRL setiap harinya. Apalagai saat ini sudah ada penambahan kembali trainset kiriman dari PT Industri Kereta Api (INKA) dan dari perusahaan asal Cina, yakni CRRC Sifang Qing Dao yang sebagian sudah beroperasi di lintas Bogor dan Cikarang. Berbagai fasilitas yang ada di depo diharapkan dapat dirancang untuk mendukung perawatan seluruh sarana KRL guna meningkatkan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan dalam operasional layanan tersebut.

Depo Cipinang Akan Gantikan Depo Kereta Jatinegara yang Bakal Digusur