Jangan Lupa Besok, Naik MRT, LRT, dan Transjakarta Tarifnya Cuma Rp1 Aja

Meski bukan hari weekend, tarif Rp 1 kembali dihadirkan khusus untuk transportasi MRT Jakarta, LRT Jakarta dan Transjakarta. Tarif yang diberlakukan tersebut khusus hanya satu hari yaitu pada Hari Selasa, 1 Juli 2025. Meski pada jam-jam kerja, tarif tersebut berlaku mulai pukul 00.00 WIB hingga 23.59 WIB. Ternyata tarif spesial tersebut dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-79 yang akan diselenggarakan di kawasan Monas, Jakarta.

Selama penerapan tarif transportasi publik gratis, tarif perjalanan setiap moda terbaca menjadi Rp1 untuk melakukan perekaman pelanggan. Namun, perlu diingat bahwa tarif gratis ini berlaku bukan untuk LRT Jabodebek. Tarif Rp1 diberikan untuk perjalanan LRT Jakarta, yakni rute Velodrome-Pegangsaan Dua. Sedangkan layanan dengan tarif Rp0 seperti Mikrotrans, TransJakarta Cares, dan lainnya tetap berlaku sesuai tarif awal.

Dilansir dari laman Tribrata Polri, kawasan Monas akan menjadi lokasi utama peringatan HUT Bhayangkara ke-79. Acara yang digelar pada 1 Juli 2025 itu terdiri dari sejumlah rangkaian kegiatan. Upacara tersebut akan dipimpin langsung Presiden Prabowo Subianto yang akan bertindak sebagai Inspektur Upacara. Acara juga dimeriahkan dengan parade dan defile kendaraan taktis Polri yang melibatkan mobilisasi personel dan peralatan berskala besar.

Untuk memudahkan mobilitas saat menggunakan transportasi serta ingin menyaksikan acara HUT Bhayangkara, agar selalu tertib dan menaati peraturan serta mematuhi arahan dari petugas. Pengguna Transjakarta bisa menggunakan kartu elektronik yang dimiliki sebagai alat pembayaran saat menaiki Transjakarta, MRT, dan LRT Jakarta. Untuk rute MRT maupun LRT bisa digunakan di stasiun-stasiun yang tersedia dengan tarif spesial yakni tetap Rp 1 saja.

LRT Jakarta. (Foto: Dok. Istimewa)

Selain upacara, acara HUT ke-79 Bhayangkara juga akan dimeriahkan dengan parade dan defile kendaraan taktis Polri, serta gelar pasukan yang melibatkan mobilisasi personel dan peralatan dalam skala besar. Mobilisasi ini diperkirakan dapat berdampak sementara terhadap arus lalu lintas di sekitar kawasan Monas dan sekitarnya.

Dilansir dari laman detik menurut Karo Penmas Divhumas Polri, Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, memohon maaf dan meminta pengertian dari masyarakat bahwa akan terjadi peningkatan aktivitas dan kepadatan lalu lintas menjelang dan pada saat hari pelaksanaan.

Selain itu masyarakat juga bisa mengunjungi aneka jajanan khas dari berbagai daerah serta pernak-pernik yang tersedia, karena ada bazaar UMKM dan hiburan rakyat yang dihadirkan langsung di sekitar area acara.

Baca juga:

Inilah PBY Catalina Flying Boat, Pesawat Amfibi Pertama yang Mendarat di Indonesia

Gelaran balap kapal supercepat F1 Powerboat di Danau Toba, Indonesia, akhir pekan lalu mendorong terciptanya sejarah, dimana seaplane atau kapal apung pertama mendarat di danau di Indonesia. Menilik sejarah, pendaratan kapal apung atau kapal amfibi di Indonesia sebetulnya sudah sejak lama, yaitu sejak setelah Perang Dunia II (PD II). Sumber lain bahkan menyebut sebelum PD II. Adapun pesawat amfibi yang pertama yang mendarat di Indonesia adalah PBY Catalina.

Baca juga: Spesifikasi Cessna 172S Skyhawk SP, Seaplane Pertama yang Mendarat di Danau Indonesia

Dilansir dari berbagai sumber, PD II memicu pertempuran di banyak titik, salah satunya di Teluk Cenderawasih dan perairan di sekitar Biak, Papua. Ini adalah salah satu medan perang sekutu melawan Jepang di Pasifik. Hal ini bukan catatan sejarah belaka melainkan ada bangkai PBY Catalina di dasar laut perairan Biak.

Antara tahun 1941 sampai tahun 1944, baik sekutu yang dipimpin Amerika Serikat (AS) maupun Jepang melakukan banyak penerbangan intai. Mengingat medan perang yang mayoritas berupa perairan, baik Jepang maupun sekutu mengerahkan pesawat amfibi sebagai pesawat intai. Jepang mengerahkan pesawat amfibi Kawanishi H8K dan sekutu menggunakan pesawat amfibi PBY Catalina Flying Boat.

Hanya saja, pada pelaksanannya, Jepang disebut jarang mengerahkan pesawat amfibi Kawanishi H8K. Pesawat itu acap digunakan sebagai pengebom. Tak heran, PBY Catalina Flying Boat disebut-sebut sebagai pesawat amfibi pertama yang mendarat di Indonesia.

PBY Catalina pertama kali diproduksi pada tahun 1930an oleh perusahaan Consolidated Aircraft dan American Aircraft Manufactures, didahulu dengan dua prototipe; XP3Y-1 dan XPBY-1.

Dalam perjalanannya, pabrikan meluncurkan banyak tipe sampai berjumlah puluhan. Tak diketahui pasti pesawat amfibi tipe mana yang mendarat pertama kali di Indonesia selama masa PD II.

Namun, pasca PD II, Indonesia diketahui memiliki pesawat amfibi legendaris itu melalui TNI-AU dengan varian PBY-5A Catalina.

PB sendiri diartikan sebagai Patrol Bomber, tak lain karena Catalina mampu menggotong ranjau laut, aneka bom, torpedo dan senapan mesin kaliber 50 milimeter. Kiprah Catalina demikian dominan pada era Perang Dunia II. Dengan ruang kokpit dan jendela yang serba luas, Catalina menjadi pesawat intai favorit banyak negara, termasuk juga kemudian digunakan Indonesia pada periode tahun 1950-an.

Dengan kemampuan amfibi, seperti dikutip dari Indomiliter.com, Catalina juga banyak berjasa untuk misi SAR (search and rescue) tempur di laut lepas. Pun hingga saat ini Catalina masih digunakan secara terbatas di beberapa negara untuk keperluan pemadam kebakaran hutan.

Baca juga: Inilah 7 Pesawat Amfibi Terbaik, Nomor Tiga Bisa ‘Minum’ Avtur atau Bensin

PBY-5A Catalina masuk ke lingkungan TNI-AU sebagai buah dari realisasi konfrensi Meja Bundar tahun 1949. Dari hasil konfrensi tersebut, Indonesia mendapat limpahan beberapa perangkat militer tempur dari Belanda, diantaranya adalah delapan unit Catalina bekas pakai Angkatan Udara Hindia Belanda.

Di masa pemerintahan Presiden Soekarno, pesawat amfibi tersebut kerap digunakan dalam berbagai kunjungan kerja di Nusantara. Salah satunya ke Gorontalo pada tahun 1951.

Tujuh Tips Penumpang Bus AKAP Agar Tidak Tertinggal Kapal

Memasuki musim liburan, sering kali membuat Pelabuhan dipadati kendaraan dan penumpang. Salah satu tantangan yang paling sering terjadi adalah risiko ketinggalan kapal. Apalagi bagi mereka penumpang bus antarkota antarprovinsi (AKAP) yang melakukan penyeberangan laut.

Dari pada takut ketinggalan kapal dan perjalanan tetap lancar, KabarPenumpang.com sudah menyiapkan beberapa tips yang bisa membantu Anda menghindari hal ini. Nah berikut beberapa tipsnya.

1. Jadwal keberangkatan
Jangan lupa untuk memastikan jadwal kapal dan Waktu tiba bus di pelabuhan. Anda bisa mengonfirmasi ke pihak operator terkaid jadawal yang sudah disesuaikan dengan aktu penyeberangan kapal.

2. Tiba lebih awal
Ini sudah pasti dan harus dilakukan agar Anda tidak tertinggal kapal. Tiba lebih awal memberikan keuntungan tersendiri yakni Anda bisa mengantisipasi kemacetan atau kendala teknis di perjalanan yang bisa menyebabkan keterlambatan di pelabuhan.

3. Rute terinterasi
Jika memungkinkan, pilih operator bus yang bekerja sama langsung dengan operator kapal atau pelabuhan. Biasanya mereka lebih memahami sistem antrean dan waktu tunggu di pelabuhan.

4. Pantau perjalanan secara real-time
Gunakan aplikasi navigasi atau minta informasi secara berkala kepada sopir atau kru bus mengenai posisi kendaraan. Ini penting untuk memperkirakan waktu tiba di pelabuhan.

5. Siapakan tiket dan identitas
Paling penting adalah siapkan tiket di tas kecil Bersama dengan identitas diri. Sehingga bila petugas memeriksa kelengkapannya, pengecekan bisa lebih cepat saat memasuki area penyeberangan. Jadi, jangan sekali-sekali meletakkan tiket atau identitas di bagian dalam tas besar.

6. Instruksi kru dan petugas
Saat berada di pelabuhan, dengarkan arahan dari petugas dan kru bus. Mereka akan memberi tahu kapan saatnya turun dan naik ke kapal agar tidak tertinggal. Ini biasanya juga sekaligus pemberitahuan penggunaan alat keselamatan selama di kapal

7. Tidak keluar area tunggu bus
penumpang banyak yang tertinggal kapal yan bisanya karena keluar dari bus untuk cari makanan atau ke toilet dan lupa melihat Waktu. Sebelum meninggalkan bus, baiknya beri tahu pengemudi atau kondektur bus dan pastikan Kembali dengan tepat waktu.

Tertinggal Bus Panik? Cek Tips Ini Agar Anda Tetap ‘Aman’

Ternyata, Ini Maskapai Pertama di Dunia yang Operasikan Penerbangan Internasional

Maskapai penerbangan tertua di dunia yang masih beroperasi tentu sudah banyak yang tahu. Yups, KLM, maskapai nasional Belanda. Maskapai penerbangan pertama di dunia, DELAG, juga sudah tak asing. Namun, bagaimana dengan maskapai pertama di dunia yang operasikan penerbangan internasional berjadwal? Banyak yang sudah tahu?

Baca juga: Hari Ini, 111 Tahun Lalu, DELAG Maskapai Pertama di Dunia Asal Jerman Resmi Berdiri

Traveling keliling dunia, dari sisi ketersediaan layanan penerbangan internasional, saat ini bukanlah hal sulit.

Dahulu, sebelum Pan American (Pan Am) memperkenalkan layanan kelas ekonomi modern demi mengantar sebanyak-banyaknya orang terbang ke seluruh dunia, rute internasional memang ada, tetapi hanya untuk segelintir orang. Kasarnya, hanya untuk orang-orang berduit. Sebagai gambaran, di tahun 1945, perjalanan dari New York ke London dipatok seharga US$711. Sangat mahal untuk ukuran saat itu.

Usai keberhasilan Pan Am menyediakan layanan internasional murah dengan konsep kelas ekonomi modern, maskapai lain pun mengekor. Sampai saat ini, hampir seluruh negara di dunia terhubung dengan penerbangan internasional, baik oleh maskapai dalam negeri maupun luar negeri.

Akan tetapi, sebagian dari kita mungkin belum tahu, sebelum Pan Am memasifkan layanan internasional, Chalk’s International Airlines, sudah lebih dahulu melakukannya, bahkan jadi yang pertama.

Dikutip dari Sun Sentinel, maskapai Chalk’s International Airlines adalah maskapai pertama di dunia yang mengoperasikan penerbangan internasional berjadwal pada Februari 1919, dari Miami ke Bimini di Bahama, dua tahun setelah didirkan.

Sebetulnya, penerbangan internasional pertama di dunia oleh Chalk’s International Airlines tidak terlalu spesial. Sebab, maskapai yang sebelumnya merupakan bagian dari Red Arrow Flying Service (Royal Air Force Aerobatic Team dari Inggris) ini hanya menjangkau jarak tak kurang dari 88 km.

Selama bertahun-tahun, maskapai ini terus mengoperasikan rute internasional ini. Tak cukup sampai di situ, Chalk’s International Airlines bahkan juga mengklaim sebagai maskapai tertua di Amerika Serikat yang masih beroperasi.

Seiring berjalannya waktu, maskapai di dunia terus berinovasi, melengkapi barisan armada dengan pesawat-pesawat terbaru, dan memperluas rute, salah satunya rute Miami-Bimini. Tetapi, tidak demikian dengan Chalk’s International Airlines. Karenanya, tak heran bila bisnisnya mulai mengendur.

Pada tahun 1974, Chalk’s International Airlines dijual ke Resorts International. Maskapai akhirnya diplot hanya untuk melayani Miami ke resortnya di Paradise Island, Bahama.

Di tahun 1991, Chalk’s kembali dijual. Sejak saat itu, maskapai beberapa kali berpindah tangan. Tahun 2005 menjadi fase paling mementukan terhadap sepak terjang perusahaan yang mengklaim sebagai maskapai tertua di AS ini.

Ketika itu, pesawat amfibi maskapai mengalami kecelakaan hebat. Setelahnya, operasional maskapai jadi tak jelas karena tak melayani penerbangan, namun tak ada keterangan sudah berhenti beroperasi.

Baca juga: Thomas Cook, Travel Agent Tertua di Dunia yang Kini ‘Tutup Usia’

Pada 30 September 2007, Departemen Perhubungan AS mengultimatum Chalk’s International Airlines agar segera memberikan kepastian paling lambat setahun terkait masa depan bisnisnya.

Sayangnya, pihak Chalk’s International Airlines tidak merespon dan akhirnya otoritas mencabut izin operasi maskapai dan riwayat maskapai tertua di AS yang masih beroperasi itu tamat.

 

Utamakan Profesionalisme dan Keamanan dalam Penerbangan, Inilah Serba-serbi ‘Pilot Rating’

Sebagai profesi dengan kemampuan khusus, sudah barang tentu pekerjaan seorang penerbang atau pilot akan begitu lekat dengan beragam standar kelayakan, mengikuti dinamika penugasan sampai jenis pesawat yang diterbangkannya. Dalam dunia penerbangan, dikenal istilah “pilot rating” atau “rating pilot”, yang oleh sebagian orang masih terasa asing didengar.

Baca juga: 28-2-1918, Lisensi Pilot Sipil Pertama di Dunia Dimulai Atas Perintah Presiden AS Woodrow Wilson

Dalam dunia penerbangan, “pilot rating” atau “rating pilot” merujuk pada sertifikasi atau otorisasi yang diberikan kepada pilot setelah mereka memenuhi persyaratan tertentu dan menunjukkan keterampilan yang diperlukan untuk mengoperasikan jenis pesawat tertentu atau melakukan tugas spesifik dalam penerbangan.

Rating ini biasanya ditambahkan ke lisensi pilot dan menunjukkan jenis pesawat atau operasi khusus yang diperbolehkan untuk dilakukan oleh pilot tersebut. Berikut beberapa rating pada pilot yang umum dikenal secara luas.

1. Type Rating
Sertifikasi khusus yang memungkinkan pilot untuk menerbangkan jenis pesawat tertentu, terutama pesawat yang kompleks atau besar seperti jet komersial atau pesawat multi-mesin. Contoh, seorang pilot yang ingin menerbangkan Boeing 737 harus mendapatkan type rating untuk Boeing 737 setelah melalui pelatihan dan ujian yang diperlukan.

2. Instrument Rating (IR)
Sertifikasi yang memungkinkan pilot untuk terbang menggunakan instrumen saja, tanpa mengandalkan pandangan luar. Ini penting untuk penerbangan dalam kondisi cuaca buruk atau visibilitas rendah. Dengan instrument rating, pilot dapat melakukan penerbangan di bawah peraturan instrumen (IFR) yang memungkinkan navigasi dan kontrol pesawat berdasarkan instrumen penerbangan.

3. Multi-Engine Rating
Sertifikasi yang diperlukan untuk menerbangkan pesawat dengan lebih dari satu mesin. Ini melibatkan pelatihan khusus untuk mengatasi kompleksitas dan tantangan tambahan dari pesawat multi-mesin. Pilot yang ingin menerbangkan pesawat seperti Piper Seneca atau Beechcraft Baron memerlukan multi-engine rating.

4. Seaplane Rating
Sertifikasi yang memungkinkan pilot untuk menerbangkan pesawat amfibi atau pesawat yang dapat mendarat di air. Contoh pilot yang ingin mengoperasikan pesawat seperti Cessna 172 floatplane memerlukan seaplane rating.

5. Commercial Pilot Rating
Sertifikasi yang memungkinkan pilot untuk terbang dengan bayaran. Ini termasuk kemampuan untuk bekerja sebagai pilot komersial dalam berbagai operasi penerbangan. Pilot yang ingin menjadi kapten pesawat charter atau bekerja sebagai instruktur penerbangan membutuhkan commercial pilot rating.

6. Airline Transport Pilot (ATP) Rating
Sertifikasi tertinggi yang bisa didapatkan oleh seorang pilot, memungkinkan mereka untuk menjadi kapten di maskapai penerbangan komersial. Kapten yang menerbangkan pesawat penumpang besar seperti Airbus A320 atau Boeing 777 memerlukan ATP rating.

7. Certified Flight Instructor (CFI) Rating
Sertifikasi yang memungkinkan pilot untuk mengajar orang lain cara terbang dan memberikan pelatihan penerbangan. Seorang CFI dapat melatih pilot baru untuk mendapatkan lisensi penerbangan dasar mereka.

Selain di Pakistan, Pilot Berlisensi Palsu Ternyata Lebih Banyak di India

Pilot rating adalah sertifikasi tambahan yang menunjukkan kemampuan dan otorisasi seorang pilot untuk menerbangkan jenis pesawat tertentu atau melakukan operasi spesifik dalam penerbangan. Setiap rating membutuhkan pelatihan, pengalaman, dan ujian yang sesuai untuk memastikan bahwa pilot tersebut memiliki keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk menerbangkan pesawat atau melakukan tugas tersebut dengan aman dan efektif.

Dengan Pemantauan Khusus, Garuda Indonesia Buka Kembali Penerbangan Langsung Jakarta – Doha (Qatar)

Garuda Indonesia mulai Sabtu (28/6) kembali mengoperasikan layanan penerbangan rute Jakarta – Doha pulang pergi (PP) menyusul telah terpenuhinya seluruh persyaratan keselamatan penerbangan di jalur udara menuju Qatar.

Pengoperasian kembali rute Jakarta – Doha merupakan hasil dari asesmen menyeluruh dan koordinasi intensif Garuda Indonesia dengan Qatar Airways sebagai mitra operasional juga didukung dengan informasi dari otoritas terkait lintas-negara. Keputusan ini turut mempertimbangkan perkembangan kondisi geopolitik regional di wilayah udara Timur Tengah yang kini menunjukkan situasi yang semakin kondusif. Sejumlah maskapai internasional lain juga telah memulai kembali melayani penerbangan menuju wilayah tersebut.

Imbas Serangan Rudal Iran dan Krisis Timur Tengah, Inilah Pengaruh yang Bakal Dirasakan Penumpang Qatar Airways

Garuda Indonesia akan terus memantau perkembangan situasi secara cermat dan intensif bersama otoritas penerbangan terkait, guna memastikan terjaganya keamanan penerbangan pada operasional rute ini. Hal ini dilakukan bersama otoritas penerbangan di Indonesia dan Qatar, serta dengan Qatar Airways. Langkah ini juga dilakukan untuk memastikan agar penerapan service recovery dapat berjalan secara optimal.

Garuda Indonesia mengimbau seluruh penumpang yang akan melakukan perjalanan dari dan menuju Doha untuk secara berkala melakukan pengecekan terhadap status penerbangan melalui kanal informasi resmi Garuda, yaitu situs web, aplikasi mobile, atau dengan menghubungi Contact Center 24 jam Garuda Indonesia di 0804 1 807 807 (dalam negeri) atau +62 21 2351 9999 (internasional).

 

Hari Ini 86 Tahun Lalu, Boeing 314 Pan Am Lakukan Penerbangan Berjadwal Perdana Trans-Atlantik

Setiap 28 Juni merupakan tanggal yang sangat bersejarah bagi maskapai yang dahulu pernah menjadi kebanggaan Amerika Serikat, Pan American. Apakah maskapai Pan American juga berulang tahun di tanggal ini? Jawabannya tentu bukan, karena maskapai ini didirikan pada 14 Maret 1927 – lalu, ada apa  di tanggal 28 Juni?

Baca juga: Penerbangan Trans-Atlantik Perdana yang Dibumbui Sejumlah Kendala

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman panam.org, 28 Juni merupakan tanggal dimana dilakukannya penerbangan penumpang berbayar pertama yang menyeberangi Samudera Atlantik – dan penerbangan ini dioperasikan oleh maskapai yang biasa disebut Pan Am. Kala itu, Pan Am menggunakan pesawat Boeing 314 Clipper . Penerbangan ini sendiri terjadi pada tahun 1939.

Pesawat berkode NC 18605 Dixie Clipper ini meninggalkan Port Washington yang terletak di Long Island dan bertolak menuju Lisbon dan Marseilles via Horta, Azores. Jalur penerbangan ini sendiri kerap disebut sebagai “South Route” Trans-Atlantik. Seperti yang sudah disebutkan di atas, pesawat ini berisikan 22 penumpang berbayar, dimana sebagian penumpang tersebut sudah membayar tiket untuk perjalanan bersejarah ini dari jauh-jauh hari sebelumnya – bahkan hingga hitungan tahun!

Tentu saja, saking bersejarahnya, baik pihak Boeing selaku pembuat pesawat dan Pan Am selaku operator enggan menorehkan sejarah yang buruk pada penerbangan ini. Maka dari itu, pihak Boeing menyertakan sekitar 12 kru yang akan melakukan inspeksi terhadap pesawat jikalau si burung besi ini mengalami kendala ketika mengudara. Kabar terbangnya Pan Am dengan menggunakan B-314 ini juga sudah tersebar luas oleh media setempat.

Baca juga: Campur Biofuel dan Avtur, United Airlines Sukses Layani Penerbangan Trans-Atlantik Terlama!

Penerbangan Trans-Atlantik penumpang berbayar perdana ini tentu saja tidak hanya menuai impresi yang baik warga Amerika saja yang kala itu mungkin merasa mampu melebihi negara-negara lain – tapi juga bagi keseluruhan dunia dirgantara global. Ya, sama halnya seperti catatan sejarah kedirgantaraan lain, para pelakunya berharap bahwa ini dapat menjadi awal dari sebuah era baru dalam bidang transportasi.

Boeing 314 Clipper. Sumber: wikipedia

Sebagai pelengkap, Boeing 314 Clipper merupakan salah satu jenis dari flying boat airliner yang berarti menggunakan permukaan air sebagai landas pacunya. Pertama kali mengudara dalam uji coba penerbangan pada 7 Juni 1938, Boeing 314 Clipper ini hanya diproduksi sebanyak 12 unit saja (terhitung sejak 1938 hingga 1941). Adapun operator utama dari pesawat terbesar pada masanya ini adalah Pan Am, British Overseas Airways Corporation (yang kini menjadi British Airways), dan Angkatan Laut Amerika Serikat.

27 Bus Damri Beroperasi di 2 Koridor Trans Sulsel Mulai 9 Juli 2025

Damri yang adalah perusahan bus milik Indonesia dipilih menjadi operator bus Trans Sulsel. Nantinya ada 27 bus milik Damri yang akan digunakan pada dua koridor Trans Sulsel yakni wilayah Mamminasata khususnya Makassar, Maros hingga ke Takalar.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) akan mulai mengoperasikan ke 27 bus tersebut mulai 9 Juli 2025 mendatang. Kepal Dinas perhubungan (Dishub) Sulsel Erwin Terwo mengatakan, 27 armada bus akan dibagi di dua koridor dengan pembagian 14 bus pada koridor 1 dan sisanya 13 bus di koridor 2.

Erwin menjelaskan pengambilalihan operasional dilakukan setelah Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membatasi subsidi layanan Trans Sulsel. Dia mengatakan, pihaknya mengunakan bus keluaran baru milik Damri yakni bus tahun 2024 untuk digunakan pada dua koridor tersebut.

Sebelum beroperasi secara resmi, Dishub Sulsel sudah melakukan simulasi pada koridor 1 dan bus akan melayani perjalanan penumpang secara gratis. Simulasi sendiri akan berlangsung selama tiga hari.

“Iya (gratis). Sudah tiga hari kita simulasi terkait rute. Rutenya ini agak berbeda. Alhamdulillah, pergerakan orang yang menggunakan armada kita laporan terakhir peminatnya besar (selama simulasi),” jelasnyayang dikutip dari detik.com.

Untuk diketahui, total subsidi Pemprov Sulsel untuk 2 koridor ini sebesar Rp16,7 miliar. Rinciannya, Rp9,4 miliar untuk koridor 1 dan Rp7,3 miliar koridor 2. Berikut ini rute Trans Sulse Makassar-Maros Takalar yang akan beroperasi pada 9 juli mendatang.

Koridor 1 Trans Sulsel rute Makassar menuju Takalar, jalurnya akan disiapkan 105 halte untuk pulang pergi. Bus akan berhenti di Mal Panakkukang, Jalan AP Pettarani, Jalan Pelita Raya, Jalan Sungai Saddang, Jalan Gunung Latimojong, dan Jalan Lanto Dg Pasewang.

Kemudian akan menuju ke Jalan Haji Bau, Center Point of Indonesia (CPI), Universitas Ciputra, Masjid 99 Kubah, RS Vertikal, hingga tiba di Pelabuhan Takalar. Sedangkan koridor 2 akan melayani rute Makassar menuju ke Maros dan ada 51 halte pulang-pergi.

Adapun halte-halte ini berada di Unhas Tamalanrea, Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, dan berakhir di Terminal Mandai Maros. Rute ini juga akan terkoneksi lewat jalur kereta api ke Pangkep, Barru, dan Parepare.

RADA! Robot Berteknologi Artificial Intelligence di Bandara Indira Gandhi

RADA! Robot Berteknologi Artificial Intelligence di Bandara Indira Gandhi

Masih ingatkah Anda dengan robot canggih asal Korea Selatan, Troika? Ya, robot yang bertugas untuk membantu calon penumpang di Bandara Incheon memang merupakan salah satu bukti nyata dari kemajuan jaman yang diharapkan dapat disandingkan dengan tenaga manusia dalam menjalankan aktifitas sehari-hari. Seolah tidak mau ketinggalan jaman, beberapa airport dari negara lain pun turut menggunakan robot dalam membantu pengoperasiannya.

Baca Juga: Ini Dia Troika! Robot Canggih di Bandara Incheon, Korea Selatan

Sebuah robot yang menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) bernama RADA akan ditempatkan di sallah satu lounge yang ada di Bandara Internasional Indira Gandhi tertanggal 5 Juli mendatang. Robot buah karya maskapai joint-venture, Vistara ini bertugas sebagai pemandu yang dapat berinteraksi secara langsung dengan para calon penumpang.

Anda dapat berinteraksi secara langsung dengan RADA setelah Anda memindai boarding pass. Interaksi di sini tidak hanya sebatas suara saja, namun gerakan tangan dari robot ini pun akan memudahkan Anda untuk menyerap informasi yang diberikan. Nantinya, RADA akan dapat dengan mudah ditemui karena ia sudah diprogram untuk berkeliling lounge dengan jalur yang sudah ditentukan sebelumnya.

Ada tiga rangkaian pertanyaan yang dapat dijawab oleh RADA, yaitu informasi terkait penerbangan penumpang, pertanyaan kognitif dan intuitif seperti “Apa kabar?”, dan permintaan akan hiburan dalam bentuk pemutaran film atau video games.

“Ini masih tahap uji coba dimana robot akan diuji respon kognitifnya, kami akan kembangkan teknologi ini lebih lanjut agar kelak dapat merespon hingga 17 rangkaian pertanyaan atau permintaan, seperti mendorong kursi roda penyandang disabilitas,” ungkap Chief Information and Innovation Officer Vistara, Ravinder Pal Singh. “Kami juga akan mengupayakan agar RADA mampu mengangkut koper dan membantu orang tua,” tandasnya.

Baca Juga: Ketika Dunia Transportasi “Teracuni” Perkembangan Jaman

Untuk masalah mobilitas, robot semi-humanoid ini dapat berjalan sesuai perintah dengan menggunakan roda – tidak berjalan layaknya robot humanoid lainnya. Roda yang terpasang di bagian bawah RADA dapat berputar 360 derajat, dimana pemasangan tersebut ditujukan untuk memudahkan mobilitasnya, seperti berlari, berjalan, dan berputar.

Dijuluki ‘Stasiun Rock Bottom’, Nambo Ternyata Memiliki Asal Usulnya Begini

Sudah merasakan naik Kereta Rel Listrik (KRL) dijalur Citayam – Nambo? Ya, berada di lintas Bogor yang satu-satunya hanya memiliki satu jalur tersebut kini sudah ada beberapa KRL yang melintas. Sejak dibukanya Stasiun Pondok Rajek pada 19 Oktober 2024 lalu, penumpang pun semakin ramai yang memggunakan KRL baik menuju maupun dari kawasan Jabodetabek.

Namun dari ramainya penumpang dijalur teraebut, ternyata Stasiun Nambo masih terbilang cukup sepi dari penumpang. Masyarakat yang naik dari Stasiun Nambo tak seramai di stasiun lainnya yang masih di jalur yang sama, yaitu Stasiun Pondok Rajek dan Stasiun Cibinong.

Stasiun Nambo pun sempat digadang-gadang sebagai stasiun terusan menuju Cikarang beberapa tahun silam. Jalur ini diselesaikan pada Tahun 1997, direncanakan dikembangkan sampai ke Cikarang dan Parung Panjang (outer ring railway), tetapi adanya krisis ekonomi 1997 menyebabkan pembangunan dihentikan dan sampai saat ini belum diteruskan. Selain itu, jalur kereta api lintas Citayam – Nambo merupakan salah satu jalur kereta api yang dikembangkan setelah Indonesia merdeka, dan bukan merupakan warisan dari pemerintah kolonial Belanda.

Stasiun Nambo. (Foto: Dok. cakruk.com)

Awalnya, Stasiun Nambo yang dibangun pada tahun 1990 difungsikan sebagai stasiun untuk kereta pengangkut barang. Barulah pada 1 April 2015, PT KAI Commuter Jabodetabek mengoperasikan kembali Stasiun Nambo sebagai bagian dari rangkaian rute Commuter Line Jakarta Kota-Bogor.

Sedikit ulasan dijuluki ‘Rock Bottom’ pada Stasiun Nambo adalah Dalam salah satu episode Spongebob Squarepants, diceritakan bahwa Spongebob dan teman setianya Patrick salah menaiki bus yang membuat mereka nyasar dan terjebak di sebuah kota aneh bernama Rock Bottom.

Rock Bottom digambarkan sebagai sebuah kota suasana suram dan letaknya yang terisolasi. Hal itu cocok dengan profil Stasiun Nambo yang terletak paling ujung Timur jalur kereta Kabupaten Bogor. Tepatnya di Jalan Raya Nambo, Desa Bantar Jati, Klapanunggal.

Tak hanya keunikan dari julukan stasiun ini, nama ‘Nambo’ ternyata juga memiliki asal usul yang hampir menyerupai dengan daerah lain yang masih berada di wilayah Jawa Barat. Di daerah Bandung, ada desa yang bernama Cinambo yang sudah berdiri sejak zaman Belanda. Usut punya usut, menurut pendapat salah seorang penulis pada tulisannya yang berjudul Asal Usul Singkat Nama Cinambo dan Tampuk Kepemimpinan Desa Cinambo, kira-kira Cinambo berasal dari rangkaian kata Cai Numbu, yang artinya air nyambung.

Hal ini senada dengan demografi wilayahnya yang dikelilingi empat sungai besar: Cilutung, Ciburuy, Cipager, dan Ciwaru. Tiga sungai besar dari empat yang disebutkan semuanya bermuara ke sungai Cilutung. Mungkin inilah yang dimaksud dengan air nyambung, atau bahasa sundanya cinumbu, yang belakangan menjadi Cinambo.

Selain itu, perkiraan lain, Cinambo kemungkinan juga berasal dari kata Cinambeu, yang artinya air menggenang. Apabila dikaitkan dengan desa Nambo di daerah Bogor, bisa jadi di daerah ini terdapat air sungai yang tersambung atau menggenang, walaupun dengan mengabaikan kata ‘cai’ itu sendiri.

Jalur Stasiun Nambo Punya Pemandangan Yang Manjakan Mata