Sama-Sama Kereta Bandara, Inilah Yang Beda Antara di Soekarno-Hatta dan Kualanamu

Pada 2 Januari 2018, Presiden Joko Widodo telah meresmikan kereta Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Peresmian ini, menjadikan Indonesia memiliki dua bandara yang memiliki kereta sebagai moda transportasi pendukung dan alternatif lain, setelah sebelumnya PT Railink, joint venture antara PT Angkasa Pura II dan PT KAI meluncurkan kereta bandara Kualanamu pada 23 Juli 2013.

Baca juga: Lebih Dekat dengan Kereta Bandara Kualanamu

Kereta yang ada di Bandara Kualanamu dan Soekarno-Hatta (Soetta) memiliki perbedaan baik dari rangkaian keretanya hingga urusan tarif. KabarPenumpang.com mengabarkan ada beberapa perbedaan dari dua kereta tersebut.

1. Jenis kereta
Untuk kereta yang digunakan bandara Kualanamu adalah Kereta Rel Diesel (KRD). Kereta ini adalah pabrikan Korea Selatan, Woojin. Sedangkan kereta bandara Soetta menggunakan Kereta Rel Listrik (KRL). Ignatius Jonan saat masih menjabat sebagai Direktur Utama PT KAI pernah mengatakan jika KRL bandara dinilai lebih hemat 60 persen daripada KRD. Kereta bandara Soetta sendiri adalah buatan PT INKA, dengan mengadopsi mesin dari Swedia dan interior dari Cina.

2. Jarak dan waktu tempuh
Kereta bandara Kualanamu menuju medan memiliki jarak 28 km dan ditempuh dengan waktu sekitar 30 menit. Dalam sehari, kereta bandara Kualanamu mampu mengangkut 3000-4000 penumpang atau 1-1,3 juta penumpang per tahunnya. Rute kereta ini yakni bandara Kualanamu menuju Medan dan sebaliknya.

Sedangkan kereta bandara Soetta jaraknya menuju stasiun Manggarai 36,7 km yang ditempuh dalam waktu sekitar 55 menit sampai satu jam. Untuk rutenya yakni Stasiun Manggarai – Sudirman Baru – Duri – Batu Ceper – Bandara Soekarno Hatta. Namun saat ini hanya sampai Sudirman Baru karena Manggarai masih dalam proses penyelesaian.

3. Kapasitas penumpang
Kereta bandara Soetta memiliki kapasitas penumpang lebih banyak karena memiliki enam gerbong dalam satu rangkaian kereta dan mampu mengangkut 272 penumpang. Sedangkan kereta bandara Kualanamu memiliki empat set kereta dengan jumlah total kapasitas 172 penumpang.

Baca juga: Beroperasi Q1 2018, Kereta Bandara Minangkabau Adopsi Kereta Rel Diesel Listrik

4. Tarif
Tarif kereta bandara Kualanamu Medan mulai 2015 hingga saat ini Rp100 ribu dan sebelumnya Rp80 ribu. Sedangkan kereta bandara Soetta saat uji coba Rp30 ribu dan sekarang ini Rp70ribu. Tetapi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi masih mencari solusi untuk menetapkan tarif kereta bandara Soetta.

Fenomena Take Off di Tahun 2018 dan Landing di Tahun 2017. Time Traveler?

Euforia tahun baru 2018 masih melekat erat di benak sebagian orang. Tidak melulu soal menyaksikan pesta kembang api bersama orang-orang tercinta atau perayaan lainnya, tapi terselip satu kisah unik di balik malam pergantian tahun ini. Maskapai Hawaiian Airlines yang dikabarkan berangkat pada tahun 2018, mendarat pada tahun 2017. Loh, kok bisa? Apa pesawat tersebut merupakan sebuah alat untuk menjelajah waktu?

Baca Juga: Mulai Alergi Kacang Hingga Abu Jenazah, Inilah Deretan Peraturan Unik di Maskapai

Sebenarnya pesawat Hawaiian Airlines dengan nomor penerbangan HAL446 hanyalah pesawat biasa yang tidak memiliki teknologi khusus untuk menjelajah waktu atau segala hal yang berkaitan dengannya. Penjelasan untuk kasus di atas sangatlah sederhana, karena pembagian zona waktu. Sebagaiman ayang dihimpun KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, pesawat tersebut dijadwalkan bertolak dari Auckland, Selandia Baru pada 31 Desember 2017 pukul 23.55 waktu Auckland dan tiba Honolulu, Hawaii pada 31 Desember 2017 pukul 09.45 waktu Honolulu.

Perbedaan waktu tersebutlah yang akhirnya menyebabkan maskapai Hawaiian Airlines seolah berjalan kontra arah jarum jam. Diketahui, antara Auckland dan Honolulu terpaut selisih waktu sekitar 23 jam. Jika pesawat tersebut berangkat tepat waktu, maka hal ini terlihat biasa saja dan tidak unik. Sayangnya, pesawat Hawaiian Airlines HAL446 terkendala delay yang memaksanya menelantarkan penumpang selama 10 menit.

Alhasil, pesawat Hawaiian Airlines HAL446 baru berangkat pada 1 Januari 2018 pukul 00.05 waktu Auckland dan dijadwalkan mendarat pada 31 Desember 2017 pukul 10.16 waktu Honolulu. “Karena penundaan yang tak terduga, penerbangan Hawaiian Airlines 446 lepas landas pada tahun 2018 dan akan mendarat pada tahun 2017 #TimeTravel” begitulah cuitan yang dilontarkan oleh @SweeneyABC dalam laman jejaring sosial Twitter-nya.

Sumber: twitter

Tidak hanya itu, Sam Sweeney sebagai pemilik akun tersebut juga mencantumkan screenshot dari aplikasi flightradar24 yang akhirnya membuat penerbangan tersebut menjadi pusat perhatian banyak kalangan. Jika momen ini tidak terjadi di malam pergantian tahun, maka pemberitaannya tidak akan seramai dan se-viral ini.

Ternyata, kejadian seperti ini tidak hanya menimpa Hawaiian Airlines HAL446, tetapi menurut aplikasi flightradar24, terdapat 6 pesawat lain yang berangkat dari Taipei pada 2018 dan mendarat di Kanada dan AS pada 2017. Tiga pesawat merupakan bagian dari maskapai Eva Air, sedangkan tiga lainnya dari maskapai China Airlines.

Baca Juga: Kartu Kredit Bantu Prediksi Ukuran Tubuh Penumpang Pesawat, Kok Bisa?

Satu lagi, maskapai lain dari Selandia Baru, Air New Zealand dengan nomor penerbangan NZ40 berangkat dari Auckland pada 1 Januari 2018 pukul 10.25 waktu setempat, baru mendarat di Papeete, French Polynesia pada 31 Desember 2017 pukul 16.25 waktu setempat. Unik ya!

Layanan First Class Emirates Undang Decak Kagum Youtuber!

Bagaimana jadinya jika sebuah kamar hotel berukuran mini, lengkap dengan segala fasilitas penunjangnya, dipindahkan ke dalam kabin pesawat? Tentu hasilnya akan luar biasa, dimana seseorang dapat melakukan perjalanan udara dengan tingkat kenyamanan yang setara dengan hotel berbintang. Hal itulah yang diwujudkan oleh salah satu maskapai adidaya asal Timur Tengah, Emirates yang meluncurkan state-of-the-art first class suites, sebuah kelas ultra premium di dalam layanannya.

Baca Juga: Dubai Airshow 2017, Emirates Hadirkan Suite Kelas Satu Super Mewah di Boeing 777-300

Berdasarkan informasi yang dihimpun KabarPenumpang.com dari laman dailymail.co.uk, first class suites Emirates memiliki luas ruangan 3,7 meter persegi, yang di dalamnya dilengkapi dengan kursi multi fungsi, layar TV 32 inchi, tempat rias, tombol pengatur pencahayaan, slide door untuk menjaga privasi Anda selama mengudara, hingga santapan gourmet yang sudah termasuk ke dalam layanan ultra premium ini. Untuk mengobati rasa penasaran, seorang youtuber bernama Casey Neistat pun mencoba layanan first class seharga 7.000 euro, atau sekitar Rp113 jutaan tersebut

Dalam video berdurasi 08.52 menit tersebut, terlihat Casey sangat antusias untuk ‘mencicipi’ kelas nomor wahid di Emirates tersebut. Sebuah bangku bak sofa mewah sudah menantinya di dalam, tepat berhadapan dengan sebuah layar TV LED dan kaca rias yang dapat dilipat ke dalam meja TV. Tidak hanya itu, Casey pun menemukan beberapa makanan ringan dan minuman yang sudah disediakan oleh pihak maskapai sebelumnya.

Uniknya lagi, dalam video tersebut terlihat Casey mencoba sebuah fitur yang mungkin belum diaplikasikan oleh maskapai lain, yaitu video call dengan awak kabin. Ditambah dengan pemasangan kamera pada bagian bawah lambung pesawat yang memungkinkan Casey melihat pemandangan yang ada di bawahnya, mulai dari take off hingga landing. Keren bukan?

Dalam penerbangannya dari Brussels (Belgia) menuju Dubai, Casey juga tidak melewatkan layanan full service lainnya, yaitu menikmati well dine yang disajikan oleh pihak Emirates. Pada momen itu, Casey berkesempatan untuk menikmati appetizer sebelum akhirnya disuguhi main course berupa steak racikan sang juru masak Emirates.

Baca Juga: Singapore Airlines Pamerkan Desain Interior Mewah di Airbus A380 Terbaru

Tidak main-main, Emirates nampaknya sudah menyiapkan segala sesuatunya dengan sangat matang. Kamar mandi first class pun mengundang decak kagum Casey. Bagaimana tidak, ia menemukan sebotol parfum kelas dunia yang dapat digunakan oleh para penumpang kelas tersebut.

Saking kagumnya pada layanan full service yang ia dapat di first class, Casey mengatakan bahwa semua pelayanan yang ia dapat selama mengudara hampir setara dengan apa yang ia dapat di hotel berbintang. “Ini merupakan perjalanan terbaik sepanjang masa,” tuturnya dalam video yang ia unggah melalui channel pribadinya, CaseyNeistat.

Jelang Olimpiade Musim Dingin 2018, Bandara Incheon Buka Terminal 2

Tak lama lagi Olimpiade Musim Dingin 2018 di Pyeongchang, Korea Selatan, akan digelar, tepatnya antara 9 hingga 25 Februari mendatang. Hajatan olahraga besar yang diikuti kontingen dari 90 negara tersebut jelas membutuhkan persiapan matang, termasuk dalam hal pra sarana transportasi. Seperti Bandara Incheon di Seoul akan membuka layanan penerbangan di Terminal 2.

Baca juga: Sambut Olimpiade Musim Dingin, LG Hadirkan Dua Robot Canggih di Bandara Incheon

Persisnya Terminal 2 di Incheon akan dibuka pada tanggal 18 Januari 2018. KabarPenumpang.com mengabarkan dari laman airport-technology.com (23/1/2018), terminal penumpang kedua di Incheon ini memiliki lima lantai dengan luas 384.336 meter persegi dan mampu menangani sekitar 18 juta penumpang per tahunnya.

Dengan dibukanya terminal kedua ini, setiap tahunnya bandara Incheon mampu menangani 72 juta penumpang dan lima juta ton kargo. Di Terminal 2, fasilitas yang tersedia sama dengan yang ada di Terminal 1 seperti meja self check in, pemindai full body, bea cukai, imigrasi dan lainnya. Selain itu Terminal dua memiliki pusat transportasi all inclusive dengan kereta api yang beroperasi ke Seoul, bus luar kota dan parkir jangka pendek untuk tempat menjemput penumpang.

Terminal 2 Bandara Internasional Incheon Korea Selatan (Airport Technology)

Uniknya, atap Terminal 2 bandara Incheon bukanlah atap biasa, melainkan dilengkapi dengan panel surya fotovoltaik untuk mengurangi konsumsi energi. Pihak Bandara Internasional Incheon juga telah menghadirkan standar keamanan tertinggi untuk keselamatan semua wisatawan.

Tak hanya memberi pengalaman unik, bandara Incheon juga dilengkapi dengan sleeping box, fasilitas olahraga, area games untuk penumpang transit, ruang terbuka yang luas di Great Hall yang membentang dari lantai B1 ke lantai tiga, dan area taman yang indah di luar terminal.

Terminal 2 bandara ini dilengkapi dengan sistem boarding otomatis serta sistem informasi tampilan penerbangan atau departures flight information display system (FIDS) untuk kedatangan dan keberangkatan. Saat ini, fase keempat ekspansi ke bandara sedang berlangsung. Ini termasuk landasan keempat dan upgrade ke komunikasi yang akan selesai pada tahun 2023.

Baca juga: Ini Dia Troika! Robot Canggih di Bandara Incheon, Korea Selatan

Otoritas Bandara Internasional Incheon berharap dapat berkembang setelah proyek selesai untuk memasukkan terminal ketiga dan landasan pacu kelima. Terminal baru ini akan mendukung Korean Air, KLM, Air France dan Delta.

PT KCI Hadirkan Mesin Penyelaras Tarif dan Penetapan Saldo Minimun Baru untuk Kartu Multi Trip

PT Kereta Commuter Indoenesia (KCI) melakukan penetapan saldo minimum penggunaan Kartu Multi Trip (KMT) dari yang sebelumnya Rp13 ribu menjadi Rp5 ribu. Pemberlakuan saldo minimum ini akan diterapkan bersamaan dengan salah satu inovasi terbaru yakni operasional mesin penyelaras tarif atau fare adjustment.

Baca juga: Mau Jadi Masinis PT KAI, Baca Dulu Beberapa Persyaratannya!

KabarPenumpang.com melansir dari laman krl.co.id (4/1/2018), bahwa vending machine fare adjustment ini akan hadir pada Senin depan 8 Januari 2018. Fare adjustment merupakan mekanisme dalam sistem elektronik yang bekerja dengan prinsip selaras. Dimana tarif yang dikenakan pada pengguna sesuai dengan jarak tempuh penumpang.

Selama ini sebelum hadirnya mesin penyelaras tarif, pengguna KRL dengan Tiket Harian Berlangganan (THB) yang turun selain di sasiun tujuannya akan dikenakan penalti atau denda sebesar Rp10 ribu yang diambil dari biaya jaminan kartu. Nantinya mekanisme ini tidak akan berlaku lagi bersamaan dengan berlakunaya penyelarasan tarif.

Sehingga jika pengguna THB yang turun di stasiun lebih jauh dari tarif kereta, maka hanya akan membayar selisih antara tarif yang dibayarkan pada transaksi awal dengan tarif yang seharusnya. Proses penyesuain tak hanya dilakukan pada mesin penyelaras, tetapi juga bisa melalui loket yang ada di dekat gate elektronik.

Mesin penyelaras tarif tersebut saat ini sudah ada 26 dan berada di 25 stasiun dan stasiun yang belum terdapat mesin bisa melalui loket untuk menyelaraskan tiket perjalanan penumpang. Cara kerja mesin penyelaras tarif adalah menghitung selisih tarif THB dengan tarif sesuai jarak tempuh yang telah dilalui.

Adapun dalam membayar selisih tarif tersebut, tidak disediakan uang kembalian. Pemberlakuan kebijakan penyesuaian tarif melalui hadirnya mesin penyelaras tarif merupakan bentuk peningkatan pelayanan dari KCI terkait sistem transaksi tiket.

Penyelarasan tarif juga merupakan mekanisme normal yang ada di sejumlah negara yang kereta komuternya telah menerapkan sistem tiket elektonik. Diharapkan dengan hadirnya layanan ini para pengguna jasa dapat memanfaatkannya secara optimal, terutama dengan beralih dari menggunakan THB ke KMT.

Diketahui, sebenarnya KCI hadir menjadi kelanjutan pendahulunya PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ). Perubahan ini bukan hanya sekedar pergantian nama, PT KCJ saat itu dipersiapkan untuk mendapat penugasan yang lebih luas lagi dari perusahaan induk PT KAI.

Penugasan tersebut adalah perluasan wilayah operasional antara lain ke Rangkas Bitung di arah barat Jakarta dan Cikarang di arah timur Jakarta. Perluasan ini tentu membuat terminologi Jabodetabek dalam nama PT KCJ tidak lagi dapat mengakomodir cakupan wilayah operasinya.

Baca juga: Hindari Berebut Masuk KRL, PT KCJ Buat Garis Batas Antrean di Stasiun

Keputusan perubahan nama ini tertuang dalam risalah Rapat Umum Pemegang Saham pada tanggal 7 September 2017. Selanjutnya perubahan tersebut dilaporkan ke pemerintah dan resmi dicatat dalam Surat Keputusan Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia nomor AHU-0019228.AH.01.02 tanggal 19 September 2017.

Begini Cara Beli Tiket Kereta Bandara Soekarno-Hatta

Kereta bandara Soekarno-Hatta yang resmi beroperasi menuju stasiun Sudirman Baru (BNI City) membuat banyak masyarakat antusias menggunakannya. Namun cara pembelian tiketnya dipandang beberapa orang membuat bingung. Apalagi untuk pembelian tiket kereta ini tidak lagi menggunakan uang tunai melainkan kartu debit, kredit bahkan uang elektronik.

Baca juga: Beroperasi Q1 2018, Kereta Bandara Minangkabau Adopsi Kereta Rel Diesel Listrik

Sebenarnya ada beberapa cara untuk membeli tiket kereta bandara yakni bisa membeli melalui vending machine di stasiun atau bandara, aplikasi maupun situs resmi milik PT Railink. Untuk aplikasi Railink sendiri, penumpang bisa mengunduhnya di Google Play atau di Apple App Store.

Cara untuk menggunakan vending machine penumpang memilih menu booking tiket, kemudian pilih stasiun tujuan, jika berangkat dari stasiun Sudirman Baru, tujuan yang ada hanya menuju Batu Ceper dan bandara Soetta. Sebaliknya pun begitu jika berangkat dari bandara Soetta, sebab stasiun Duri dan Manggarai masih dalam proses pengerjaan.

Kemudian, penumpang bisa memilih jam keberangkatan dan ketersedian tiketnya. Masukkan nomor telepon seluler Anda dan pilih metode pembayaran menggunakan debit, kredit atau uang elektronik.

Nantinya setelah pembayaran dinyatakan sukses, tiket akan keluar lengkap dengan nomor dan barcode. Jika pemesanan yang Anda lakukan melalui aplikasi dan situs Railink bisa membayar melalui mobile atau internet banking atau Doku Wallet.

Untuk proses pemesanan tiket ini, setiap penumpang membutuhkan waktu satu sampai dengan dua menit. Sementara vending machine untuk pembelian tiket kereta bandara masih di jaga petugas, yang nantinya akan membantu penumpang. Namun, kedepannya mesin tiket ini tidak lagi dijaga oleh petugas dan penumpang harus melakukan pembelian mandiri tanpa arahan petugas.

Baca juga: Setelah Dikritik Presiden, Tarif Kereta Bandara Soetta Turun Jadi Rp70 Ribu

Sedangkan untuk pengguna yang menggunakan aplikasi milik Railink, caranya hampir mirip dengan memesan kereta api jarak jauh melalui KAI Access dimana pengguna harus mengisi data seperti biasa dan melakukan pembayaran menggunakan mobile atau internet banking.

Hapus Angkot Keluaran Karoseri, Organda DKI Gunakan Angkot Keluaran ATPM

Ada kabar gress tentang angkutan kota atau angkot di Jakarta, pasalnya akan ada peremajaan dengan unit baru menggunakan kendaraan keluaran pabrikan Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) dan bukan buatan Karoseri lagi. Hal ini disampaikan oleh Organisasi Angkutan Darat atau Organda dalam upaya perbaikan kondisi angkot.

Baca juga: Ketahui Makna Tersirat di Balik Plat Nomor Kendaraan Yuk!

“Untuk memberikan pelayanan yang lebih baik, kita tidak akan menggunakan unit yang dibuat karoseri tapi langsung dari pabrikan ATPM (Agen Tunggal Pemegang Merek),” ujar ketua Organda DKI Jakarta Shafruhan Sinungan yang dikutip KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber (15//12/2017). Menurutnya, kendaraan yang langsung dikeluarkan oleh pabrik, secara kualitas lebih terjamin dan terpercaya dibandingkan buatan karoseri yang dimodifikasi seperti saat ini. Selain itu juga untuk menjaga kualitas kendaraan tersebut yang memiliki jaminan aftersales service, ketersediaan sparepart, bengkel dan perawatan.

Sehingga jika terjadi apa-apa dengan kendaraan tersebut, Organda bisa mengklaim ke ATPM. Sementara jika dengan buatan karoseri tidak bisa mengklaimnya ke pabrik, karena ada hasil pekerjaan orang lain. Organda juga mempersilahkan kepada para agen pemegang merek otomotif untuk mengajukan produk kendaraan milik mereka. Nantinya, akan dipilih mobil mana yang cocok dan diperlukan oleh pengusaha angkutan umum.

“Pengusaha angkutan mau pakai merek A silahkan, pakai merek B silahkan, karena itu berkaitan dengan nilai investasinya. Ini juga berkaitan dengan nilai kenyamanan yang bisa diberikan kepada masyarkat,” ujar Shafruhan.

Dari kabar yang tersiar, posisi tempat duduk tidak lagi menghadap kesamping melainkan ke depan layakya di dalam mobil pribadi. Namun, untuk masalah ini belum ada keputusan resmi dari pihak Organda. Tetapi, sudah disampaikan ke Dinas Perhubungan dan penerapannya akan dilakukan melalui unit yang keluar langsung dari ATPM.

Baca juga: Jeepney, Angkot Khas Filipina Dengan Sejuta Ornamen Pelengkapnya

“Kita sudah sampaikan ke Dinas Perhubungan, mereka welcome. Kita juga bilang nantinya angkot tidak lagi mengejar kuantitas tapi kualitas, hal ini sejalan dengan program Gubernur mengenai OK Otrip karena sopir nanti akan mendapat pendapatan tetap, tidak lagi sistem setoran,” ujar Safruhan.

Trayek untuk angkot baru ini ada empat rute yang akan meliputi Jelambar Jakarta Barat, Warakas Jakarta Utara, Duren Sawit Jakarta Timur, dan Lebak Bulus Jakarta Selatan.

100 Persen Tenaga Kereta di Belanda Kini Andalkan Energi Terbarukan

Seiring tuntutan dan perkembangan jaman, penggunaan energi terbarukan juga menyentuh pada sektor perkeretaapian. Di Indonesia mungkin belum terlihat aksi yang dilakukan PT KAI, namun lain di India, Negeri Anak Benua tersebut sudah mencanangkan pada tahun 2025 sumber tenaga pada kereta dapat dipasok oleh energi terbarukan, khususnya yang berasal dari penggunaan panel surya di stasiun dan atap gerbong kereta.

Baca juga: Tahun 2025, India Jamin 25 Persen Sumber Tenaga Kereta Berasal dari Energi Terbarukan

Bila India masih akan berjuang sekitar lima tahun lagi, maka Belanda punya kisah tersendiri. Negeri yang terkenal dengan kincir angin ini malahan sudah memproklamirkan 100 persen penggunaan energi terbarukan untuk layanan kereta api. Karena paparan sinar matahari di Belanda tak sedahsyat di iklim tropis dan sub tropis, andalan energi terbarukan di Belanda berasal dari angin, persisnya tenaga dari angin yang mampu menggerakan turbin, dan listrik yang dihasilkan telah sukses menggerakan operasional armada kereta.

Persisnya sejak 1 Januari 2017, seluruh kereta api Belanda sudah 100 persen pengoperasiannya menggunakan listrik yang dihasilkan oleh pembangkit listrik tenaga angin. Hal ini membuat Belanda menjadi negara pertama di dunia yang berhasil melakukannya.

Listrik untuk kereta ini dipasok oleh perusahaan listrik negara Belanda Eneco yang memenangkan tender penawaran dari perusahaan nasional kereta Belanda (NS). Perusahaan ini menandatangani kesepakatan kontrak selama 10 tahun pada Januari 2018 sebagai tanggal dimana semua kereta NS beroperasi dengan energi angin.

“Jadi kami sebenarnya mencapai tujuan kami setahun lebih awal dari yang direncanakan,” kata juru bicara NS Ton Boon yang dikutip KabarPenumpang.com dari theguardian.com (10/1/2017). Boon menambahkan, adanya peningkatan jumlah peternakan angin di seluruh negeri dan lepas pantai Belanda juga ikut andil dalam membantu NS mencapai tujuannya. Di Belanda setip harinya ada sekitar 5500 perjalanan kereta api yang mampu mengangkut sebanyak 600 ribu penumpang.

Secara teori sebuah kincir angin yang beroperasi selama satu jam mampu memasok listrik bagi kereta yang menempuh perjalanan sejauh 120 mil atau 200 km. Saat ini Belanda sudah memiliki sekitar 2000 tubin listrik tenaga angin.

Baca juga: Stasiun Kachiguda di India, 100 Persen Lakukan Efisiensi Energi

Pembangkit tersebut menghasilkan listrik yang mampu memenuhi 2,4 juta rumah tangga di negara tersebut. Dengan adanya turbin listrik tenaga angin ini, NS berharap dapat mengurangi energi ysng digunakan per penumpang hingga 35 persen pada tahun 2020 dibandingkan tahun 2005 lalu.

Bosan Menunggu, Pria Ini Buka Pintu Darurat dan Niat Lompat dari Sayap Pesawat

Hal mencenangkan dan mengagetkan baru saja terjadi pada pesawat Ryanair di momen pergantian tahun 2017/2018. Diketahui, pesawat Ryanair baru mendarat di kota Malaga di Spanyol Selatan, saat itu seorang penumpang pria yang tidak diketahui namanya ini keluar melalui pintu dari pintu darurat dan melompat ke sayap untuk turun.

Baca juga: Inilah Beberapa Tipe Penumpang Pesawat, Anda Masuk Kategori Yang Mana?

KabarPenumpang.com melansir dari laman snopes.com (3/1/2018), penumpang tersebut bosan karena penerbangan Ryanair yang berangkat dari bandara Stansted London terlambat dan dirinya juga harus menunggu untuk turun dari pesawat serta mengantri dengan penumpang lainnya. Insiden ini terjadi pada Hari Tahun Baru, dimana 30 menit setelah pesawat mendarat.

Atas kejadian ini, pria yang dikatakan bukan warga negara Spanyol tersebut, akhirnya mau kembali ke pesawat setelah dibujuk polisi. Seorang penumpang bernama Fernando de Valle Villalobos yang merekam kejadian tersebut mengatakan, dirinya mendengar orang tersebut berkata bahwa sudah bosan menunggu.

“Saya tercengan. Pria tersebut sebenarnya saat itu juga berdiri di lorong kabin bersama yang lain dan menunggu untuk turun dari pesawat. Dia dengan tenang meminta izin untuk melewati saya kemudian membuka pintu darurat, melihat keluar, melihat sayapnya dan kembali keluar membawa tas dan barang bawaan miliknya yang lain,” kata de Valle.

Saat pria tersebut keluar, kapten pesawat yang mengetahui kejadin tersebut juga keluar dari kokpit dan bertanya kenapa pria itu melakukannya. Kemudian de Valle yang mendengarnya kemudian  menjawab dengan jelas bahwa pria tersebut tidak sabar menunggu di dalam kabin untuk keluar.

Baca juga: Tanpa Rasa Malu, Penumpang Ini Lepas Celana di Dalam Kabin Pesawat

Para penumpang lain, kecuali pria yang keluar dari pintu darurat tersebut harus menunggu 15 menit lagi di dalam pesawat sebelum turun. Polisi mengatakan, pada Rabu kemarin bahwa mereka telah mendapat laporan dan keluhan terhadap pria yang tidak diketahui namanya itu karena melanggar keamanan. Pihak Ryanair mengatakan, insiden tersebut saat ini sudah dipihak berwenang Spanyol.

Pintu darurat di pesawat komersial memang terletak di bagian tengah, posisi tengah sayap. Dengan terbukanya puntu darurat, maka suatu pesawat memerlukan kondisi perbaikan dan penanganan khusus sebelum layak untuk dinyatakan terbang kembali.

Ingin Tukar Tambah Kendaraan? Jadi Driver GoCar Saja!

Menjamurnnya jasa layanan transportasi berbasis aplikasi di dunia dewasa ini membuat para penggiatnya memikirkan cara untuk memenangkan hati pelanggannya, baik dari segi konsumen maupun pengemudinya. Ketika kebanyakan perusahaan ride sharing lain memfokuskan pada peningkatan pelayanan kepada konsumen, lain halnya dengan yang dilakukan oleh GoCar, perusahaan ride sharing asal Irlandia yang malah menawarkan keuntungan kepada para pengemudinya.

Baca Juga: Grab Singapura Uji Coba “Bus On Demand” dengan Aplikasi GrabShuttle Plus

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman irishtimes.com (19/12/2017), GoCar menawarkan para pengendaranya kesempatan untuk menjual kendaraan lama atau tidak terpakai dengan imbalan kredit untuk menggunakan kendaraan dengan armada yang dimiliki bersama. “Kami mencari orang-orang yang bersedia menjual mobil mereka untuk ditukar dengan kredit GoCar,” ungkap salah satu pejabat GoCar. Sebagai contoh, mobil Anda dihargai €2.000, maka pihak GoCar akan menarik kendaraan Anda dan menukarnya dengan kredit senilai €2.000 di akun GoCar Anda.

Layaknya penjual dan pembeli barang bekas, pihak GoCar akan menimbang terlebih dahulu spesifikasi kendaraan yang hendak dilelang sebelum menawarnya. Tentunya, pihak penjual harus terlebih dahulu membagikan rincian kendaraan yang hendak mereka lepas melalui laman resmi GoCar. Setelah melewati berbagai pertimbangan, pihak GoCar baru melayangkan penawaran terhadap si penjual, yang notabene merupakan pengemudi layanan ride sharing tersebut.

Pihak GoCar akan melayangkan penawaran berupa kendaraan baru yang seharga dengan kendaraan lama si pengemudi. “Kami senang meluncurkan GoCar Scrappage menjelang 2018 – tahun baru selalu menjadi momen yang tepat untuk sebuah resolusi positif dan permulaan baru,” ungkap Direktur Pelaksana GoCar, Colm Brady. “Mobil tua identik dengan boros, maka dari itu kamu menawarkan opsi dengan menggantinya dengan kendaraan baru yang lebih hemat biaya,” imbuhnya.

Menurut Colm, ini merupakan langkah yang ditempuh GoCar untuk memudahkan para pengemudinya yang kurang paham dengan sistem tukar tambah kendaraan. “Mungkin para pengemudi yang ingin menukar kendaraan lamanya tidak paham tentang seluk-beluk menjual kendaraan secara pribadi, jadi kami berusaha untuk memudahkannya,” papar Colm.

Baca Juga: Uber Berlakukan Sistem Denda Bagi Penumpang yang Terlambat

Sedikit berbeda dengan pemberitaan lokal yang menyebutkan bahwa penyedia jasa layanan transportasi online, Grab justru menyewakan beragam kendaraan bagi para pengemudinya. Tidak berdiri sendiri, Grab menggaet perusahaan penyedia layanan finansial di Jepang, Tokyo Century Corporation dalam menawarkan opsi penyewaan kendaraan baru bagi para mitra pengemudi GrabCar di enam negara, yaitu Singapura, Malaysia, Filipina, Indonesia, Thailand, dan Vietnam.

“Kami sangat senang dapat mengumumkan kemitraan hari ini dengan Tokyo Century, yang akan membantu kami untuk memenuhi tuntutan pengguna yang semakin tumbuh, serta memperluas kepemimpinan pasar kami lebih jauh lagi dengan meningkatkan opsi penyewaan mobil untuk para mitra pengemudi GrabCar yang sangat kami hargai di seluruh platform kami,” ujar Ming Maa, Presiden Grab dalam keterangannya (1/12/2016), dikutip dari sumber terpisah.