Hasil Studi ITDP: “Bus Listrik Tekan Biaya Subsidi Hingga 29 Persen”

Bus listrik di Indonesia semakin banyak digunakan dewasa ini. Bukan hanya sebagai angkutan umum jarak dekat tetapi juga untuk perjalanan jarak jauh.

Hal ini terlihat di Jakarta dan beberapa kota besar lainnya yang sudah menggunakan bus listrik. Ternyata, penggunaan bus listrik bisa menekan biaya subsidi per kilometernya hingga 29 persen untuk setiap bus bila dibandingkan dengan bus konvensional.

Hal tersebut diungkap oleh Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) Indonesia. Mereka mengungkap temuan ini dari hasil studi di tiga kota yaitu Pekanbaru, Surabaya, dan Surakarta.

Ketiga kota tersebut dipilih karena dinilai sangat siap melakukan elektrifikasi transportasi publik. Direktur Asia Tenggara ITDP Gonggomtua Sitanggang mengatakan dengan berkurangnya biaya operasional, dana subsidi berpeluang direalokasikan untuk hal lain, seperti membuka rute baru atau menambah jumlah armada.

“Ataupun mengembangkan jaringan bus itu sendiri, misalnya feeder ataupun layanan first mile dan last mile-nya,” kata Gonggomtua yang dikutip dari tempo.co.

Dia mengatakan, secara keseluruhan, penggunaan bus listrik bisa menekan biaya operasional 23 persen untuk bus besar; 21 persen untuk mobil penumpang umum; dan 6,67 persen untuk bus medium. Selain manfaat ekonomi, ITDP juga mengungkap bahwa penggunaan bus listrik di ketiga kota tersebut bisa menurunkan emisi hingga 66,67 persen pada 2040.

Gonggomtua juga menyebut elektrifikasi transportasi publik membutuhkan investasi yang besar, sehingga memerlukan insentif dari pemerintah pusat. Hal ini karena pihaknya sadar bahwa biaya implementasi awalnya masih cukup tinggi sehingga perlu ada intervensi dari pemerintah pusat.

“Berdasarkan estimasi, elektrifikasi 100 persen di Pekanbaru, Surabaya, dan Surakarta—yang ditargetkan tercapai pada 2036—membutuhkan biaya hingga Rp2,45 triliun, baik untuk pengadaan bus listrik maupun infrastruktur pengisian daya. Bila tidak ada dukungan fiskal dari pemerintah pusat, elektrifikasi ini akan memberi tekanan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD),” kata Gonggomtua.

Menurut ITDP, anggaran elektrifikasi di Surabaya dan Surakarta bisa meningkat menjadi tiga persen dari APBD, dari yang tadinya sekitar satu persen. Sementara di Pekanbaru, anggarannya bisa melebihi DKI Jakarta dan Semarang yang saat ini berada pada kisaran 3–5 persen. Meskipun saat ini, pemerintah kota Pekanbaru sendiri sudah menerbitkan peraturan daerah yang mengatur alokasi anggaran 5 persen dari APBD untuk transportasi publik.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Ahmad Yani mengapresiasi hasil studi yang telah dikerjakan ITDP. Menurut dia, kajian ini bisa menjadi panduan untuk mencapai target elektrifikasi yang dicanangkan kementerian. Kementerian Perhubungan sendiri menargetkan elektrifikasi 90 persen armada angkutan umum di 42 kota pada 2030.

“Ini tinggal lima tahun nih, makanya kami terus melakukan elektrifikasi dan dibantu oleh ITDP melakukan kajian bagaimana proses itu bisa kami percepat,” kata Yani kepada wartawan saat ditemui usai acara.

Jangan Buang Karcis Bus, Bisa Jadi Jaminan Barang Hilang dan Asuransi!

Imbas Serangan Rudal Iran dan Krisis Timur Tengah, Inilah Pengaruh yang Bakal Dirasakan Penumpang Qatar Airways

Pemerintah Qatar sempat menutup ruang udaranya pasca serangan rudal balistikl Iran ke pangkalan udara Al Udeid (30 km barat daya Doha). Namun, saat ini wilayah udara telalh dibuka kembali, dan maskapai penerbanan utama negara tersebut, Qatar Airways telah kembali beroperasi.

“Saat ini, prioritas kami adalah membantu para penumpang untuk dapat pulang ke rumah atau melanjutkan perjalanan mereka dengan aman dan lancar,” tulis Qatar Airways dalam pernyataan resmi yang diterima, Selasa (24/6). Saat ini mereka terus bekerja sama intensif dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk segera memulihkan aktivitas operasional maskapai.

“Selain itu, kami juga telah menurunkan tambahan petugas layanan darat di Bandara Internasional Hamad dan sejumlah bandara utama lainnya untuk membantu para penumpang yang terdampak, meminimalkan gangguan, serta memberikan layanan dan perhatian terbaik kepada seluruh pelanggan,” jelasnya.

Meski begitu, jalur penerbangan Qatar Airways tetap terimbas akibat konflik yang terjadi antara Iran versus Israel/AS. Apa saja dampak tersebut? dan seberapa jauh pengaruhnya kepada penumpang?

Sejak eskalasi konflik antara Israel/AS dan Iran, sebagian besar maskapai, termasuk Qatar Airways, saat ini mengambil pendekatan menghindari ruang udara Iran sepenuhnya, mengikuti instruksi dari badan penerbangan dan hasil asesmen keselamatan. Badan penerbangan seperti EASA (European Union Aviation Safety Agency) dan FAA Amerika Serikat telah melarang penerbangan komersial memasuki FIR (Flight Information Region) Iran atau Irak karena situasi militer yang meningkat.

Qatar Airways saat ini menghindari sepenuhnya wilayah udara Iran, dan juga sebagian airspace Irak utara. Qatar Airways saat ini melalui rute alternatif (dengan memutar), yakni Arab Saudi → Mesir → Turki/Timur Laut Afrika untuk menuju Eropa/AS. Dan Arab Saudi → Mesir → Afrika Timur → Asia Tenggara/Australia untuk tujuan Asia/Oceania. Ini menyebabkan waktu tempuh bertambah sekitar satu jam atau lebih dibanding rute normal sebelum konflik.

Bertambahnya waktu tempuh satu jam dipastikan akan berdampak pada harga tiket. Studi menunjukkan kenaikan tarif tiket antara 10–25 % untuk rute panjang dari Gulf ke Eropa/Australia, terutama dari Doha, Dubai, Abu Dhabi. Tiket Doha–Eropa diperkirakan naik 10–15 %, sedangkan Doha–Australia bisa naik hingga 20 %. Maskapai kawasan, termasuk Qatar Airways, umumnya menyerap sebagian biaya tambahan, tetapi bagi penumpang tetap terjadi kenaikan harga (apron 10–20 %).

Dampak lain kepada penumpang waktu terbang bertambah 30–90 menit, tergantung rute. Umumnya maskapai besar memakai dynamic pricing, yakni biaya tambahan ini bisa diteruskan ke tiket jika biaya bahan bakar ekstrem atau permintaan tinggi.

Gandeng Qatar Airways, Louis Vuitton Buka Lounge Mewah di Bandara Internasional Hamad

Ini Dia Alasan ‘Cowcatcher’ Kereta Api di Indonesia Berwarna Merah. Yuk, Simak Penjelasannya

Sadarkah kalian saat melihat bagian bawah paling depan kereta api atau lokomotif memiliki seperti bumper dan berwarna merah? Ya, istilah pada kereta api disebut ‘cowcatcher’. Dihimpun dari beberapa sumber yang dihimpun bahwa bumper kereta api, atau disebut dengan cowcatcher merupakan istilah yang umum dipakai untuk penyebutan penghalau hewan atau bumper lokomotif di luar negeri.

Cowcatcher berupa komponen vital yang terletak di bagian depan bawah kereta/lokomotif. Fungsinya adalah untuk menyapu atau menghalau berbagai hambatan yang mungkin ada di rel, sehingga perjalanan lokomotif dan kereta yang ditariknya tidak terganggu.

Ilustrasi aktivitas langsir lokomotif KA Pangrango di Stasiun Sukabumi (Foto: Dok. Daop 1 Jakarta)

Tujuan utama cowcatcher adalah untuk melindungi kabin lokomotif dari kerusakan besar jika terjadi tabrakan. Cowcatcher pada lokomotif uap kuno, misalnya, memiliki desain yang menyerupai serok atau sekop terbalik, yang efektif untuk menyingkirkan hambatan di jalur rel.

Pada masa awal perkembangan kereta api, jalur kereta sering melintasi lahan peternakan, di mana sapi dan hewan ternak lainnya sering kali berdiri atau berjalan di atas rel. Oleh karena itu, komponen ini dirancang khusus untuk “menangkap” dan menyingkirkan hewan ternak yang berada di jalur, sehingga perjalanan kereta api dapat berlangsung dengan aman.

Seiring waktu, kereta api di Indonesia sudah menempatkan cowcatcher tersebut sudah menjadi kewajiban saat dioperasikan. Nah, kira-kira kenapa ya warna cowcatcher diberi dengan warna merah? Ternyata dengan diberi warna merah memiliki beberapa alasan, terutama terkait dengan faktor keselamatan.

Merah adalah warna yang mudah dikenali dari kejauhan dan memberikan kontras tinggi terhadap lingkungan sekitar, terutama di kondisi gelap atau saat cuaca buruk. Warna tersebut juga sering dikaitkan dengan peringatan atau bahaya. Ini memberikan sinyal visual bahwa ada kendaraan besar dan berat yang mendekat, dan orang-orang harus berhati-hati.

Dari segi standar keselamatan, warna merah pada bagian depan kendaraan atau mesin, terutama di sektor transportasi, sudah menjadi standar yang diatur untuk mematuhi peraturan keselamatan. Lokomotif di banyak perusahaan kereta api menggunakan merah sebagai bagian dari sistem identifikasi dan perlindungan.

Secara lebih spesifik, cowcatcher juga berfungsi agar tidak tersangkut di bawah lokomotif. Hambatan besar yang terlindas oleh roda kereta berpotensi menyebabkan lokomotif anjlok, yang dapat berakibat fatal. Sederhana namun krusial, cowcatcher juga telah menjadi bagian penting dari sejarah perkembangan teknologi perkeretaapian, membantu memastikan keamanan perjalanan di rel.

Halau Rusa dan Hewan Liar Masuk ke Rel, JR East Pasang Shika Sonic

 

Gandeng Hong Kong Beer, Cathay Pacific Sajikan Bir ‘Seduh’ Berkualitas di High Altitude

Maskapai penerbangan Cathay Pacific bekerja sama dengan Hong Kong Beer Co untuk merilis bir yang diseduh khusus untuk dinikmati di ketinggian 35.000 kaki (10.668 meter)

Bir pale ale 4,2%, bernama Betsy Beer, telah dibuat menggunakan kombinasi sains dan metode pembuatan bir tradisional untuk menarik minat para pelancong dalam pesawat dan memperkuat filosofinya tentang “hidup yang telah dilalui dengan baik”. Betsy Beer langsung menjadi hit ketika pertama kali diluncurkan pada bulan Februari 2017.

Telah terdokumentasi dengan baik bahwa penumpang mengalami indera perasa yang lemah saat terbang, seperti yang disorot oleh para peneliti yang baru-baru ini meneliti rasa terbaik untuk diminum dalam penerbangan.

Peluncuran Betsy Beer, yang menurut pabrik bir tersebut merupakan bir buatan tangan pertama di dunia yang dibuat untuk diminum di udara, mengambil namanya dari “Betsy”, pesawat pertama Cathay Pacific, Douglas DC-3 yang menerbangkan penumpang ke seluruh wilayah tersebut pada tahun 1940-an dan 1950-an.

Cathay Pacific Hong Kong, Ternyata Didirikan oleh Orang Australia dan Amerika

Bir Betsy akan pertama kali disajikan kepada penumpang kelas satu dan bisnis dalam penerbangan antara Hong Kong dan destinasi di Inggris di bandara-bandara termasuk Heathrow, Gatwick, dan Manchester.

Seorang juru bicara pabrik bir tersebut mencatat bahwa “bukan rahasia lagi bahwa tekanan kabin dan ketinggian memengaruhi selera penumpang, tetapi dengan menggunakan kombinasi sains dan metode pembuatan bir tradisional” sedikit meyakinkan bahwa bir yang dihasilkan “yang dibuat dengan kombinasi bahan yang bersumber dari Hong Kong dan Inggris memiliki “aroma dan karbonasi yang diperlukan agar terasa enak baik di udara maupun di darat”.

Pabrik bir tersebut menegaskan bahwa resep Betsy Beer yang dibuat dengan cermat telah dikembangkan sesuai dengan itu, agar penumpang dapat menikmati bir kerajinan yang luar biasa dan unik di ketinggian”.

Berbicara tentang peluncuran tersebut, manajer umum pemasaran, program loyalitas, dan CRM Cathay Pacific Julian Lyden berkata: “Kami tahu bahwa saat Anda terbang, indera perasa Anda berubah. Maskapai penerbangan mengatasi hal ini untuk makanan dengan cara tertentu. Namun, tidak seorang pun pernah mencoba meningkatkan cita rasa bir di ketinggian. Itu tampak seperti peluang besar bagi kami untuk membantu penumpang pecinta bir kami bepergian dengan baik.”

Cathay Pacific dan Hong Kong Beer Co juga mengundang panel pencicip ahli – termasuk Toby Cooper, pendiri Hong Kong Craft Beer Association; Thomas Lau, ketua Hong Kong Craft Beer Association; May Chow, yang baru-baru ini terpilih sebagai Koki Wanita Terbaik Asia untuk tahun 2017; Willem van Emden, manajer umum Swire Restaurants; Real Ting, salah satu pendiri Collaboration Group; dan manajemen maskapai, awak kabin, dan anggota Marco Polo Club – untuk menemukan keseimbangan yang sempurna.

Selain penerbangan Cathay Pacific yang beroperasi pada rute ke Inggris, Betsy Beer juga akan tersedia di lantai dasar di lounge maskapai di Hong Kong dan Heathrow serta sejumlah restoran milik Swire di Hong Kong, termasuk Mr & Mrs Fox, Café Gray Deluxe, Plat du Jour, Public, Sugar (Bar.Deck.Lounge), dan The Continental untuk waktu terbatas.

Sajian Makanan di Pesawat Wajib Ekstra Bumbu, Inilah Alasannya!

Usianya 108 Tahun, Stasiun Kebasen Tetap Ramai Sejak Berhentinya Dua Kereta Api Ini

Menggunakan kereta api dari Jakarta menuju Purwokerto hingga Yoguakarta, pastinya melewati pemandangan dan panorama dikawasan Banyumas, Jawa Tengah. Karena pada jalur tersebut adalah lokasi dimana orang bisa melihat pemandangan yang menawan salah satunya adalah Sungai Serayu yang terkenal di Jawa Tengah. Nah, berdekatan dengan Sungai Serayu terdapat stasiun kelas III atau kecil yaitu Stasiun Kebasen.

Tak hanya bangunannya yang saat ini dirombak karena pasca pembangunan jalur ganda, Stasiun Kebasen sebenarnya sudah berusia lebih dari satu abad. Terutama pada bangunan lamanya yang kini menjadi ruang khusus para petugas stasiun yang sebelumnya merupakan pintu masuk Stasiun Kebasen yang ternyata usianya sudah 108 tahun.

Stasiun ini berlokasi di Desa Gambarsari, Kecamatan Kebasen. Stasiun Kebasen yang terletak pada ketinggian +16 m ini berada di antara Stasiun Notog dan Randegan.masuk dalam wilayah kerja KAI Daop 5 Purwokerto. Sebelum menggunakan jalur ganda antara Purwokerto hingga Kroya, stasiun ini hanya digunakan sebegai pergantian jalur kereta apj yang menunggu persilangan dari arah berlawanan.

Rangkaian kereta api melintas Stasiun Kebasen. (Foto: Dok. KAI Daop 5 Purwokerto)

Stasiun Kebasen kali pertama diresmikan pada 1 Juli 1916 bersamaan dengan peresmian Jalur KA Kroya-Patuguran untuk melayani angkutan penumpang dan barang. Pada 2018, gedung Stasiun Kebasen dibangun yang letaknya lebih ke selatan dari bangunan lama dan beroperasi seiring dengan operasional double track. Bangunan stasiun yang lama kini difungsikan sebagai Kantor Resor JJ 5.6 Kebasen.

Kini Stasiun Kebasen dioperasikan kembali sebagai pemberhentian kereta api untuk naik dan turun penumpang. Pun masyarakat bisa kembali menikmati setelah 108 tahun tidak difungsikan sebagai stasiun yang melayani naik turun penumpang. Apalagi masyarakat setempat tak harus melakukan perjalanan menuju Purwokerto maupun Kroya untuk menggunakan kereta api. Meskipun yang tersedia hanya 2 kereta yang berhenti di Stasiun Kebasen, namun antusias masyarakat sebagai pelanggan setianya sangat terbantu kembali dengan dioperasikannya Stasiun Kebasen.

Rangkaian kereta api yang berhenti di Stasiun Kebasen adalah Kereta Api Bengawan (KA 282) rute Pasar Senen – Purwosari berhenti di Stasiun Kebasen pukul 14.36 WIB, Kereta Api Serayu (KA 284) rute Pasar Senen – Purwokerto berhenti di Stasiun Kebasen pukul 20.18 WIB. Lalu sebaliknya Kereta Api Bengawan (KA 281) berhenti di Stasiun Kebasen 02.07 WIB, dan Kereta Api Serayu (KA 283) berhenti di Stasiun Kebasen 07.17 WIB.

Bangunan baru Stasiun Kebasen juga telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas layanan penumpang mulai dari ruang tunggu, charging station, ruang menyusui, toilet, musala, kursi roda, informasi tempat duduk dan jadwal, tempat sampah yang sudah dipilah, hingga APAR. Kehadiran kembali Stasiun Kebasen tidak hanya memudahkan akses transportasi, tetapi juga memberikan dampak ekonomi kepada pelaku usaha mikro seperti pedagang, jasa ojek lokal, dan pelaku UMKM lainnya.

Mengenal Tradisi “Plesiran” Saat Warga Banyumas Berwisata, Hanya Gunakan Kereta Api di Jalur SDS

Ingat! Ke Jakarta Fair 2025, Naik KRL Turunnya di Stasiun Ini, Simak Petunjuknya

Selain menjadi tujuan belanja, Pekan Raya Jakarta (PRJ) Kemayoran juga merupakan salah satu pusat hiburan dan destinasi kuliner nusantara. Hiburan atraktif dan ramah anak, semarak warna-warni karnaval, bermacam-macam pertunjukan, hingga pesta kembang api spektakuler dapat dijumpai di PRJ. Bukan hanya itu saja, selama 25 hari penuh Arena JIEXPO Kemayoran akan dihibur oleh musisi dan band papan atas Indonesia di panggung utama Jakarta Fair Music Concert.

Tentunya masyarakat berbondong-bondong untuk menghadiri ke acara yang digelar pada 19 Juni – 13 Juli 2025 di Arena JIEXPO Kemayoran itu. Saat ini untuk menuju ke PRJ saja sudah semakin mudah dengan banyaknya transportasi publik yang murah meriah, salah satunya menggunakan transportasi Kereta Rel Listrik (KRL). Bagi masyarakat yang terbiasa menggunakan KRL tentunya bisa turun di Stasiun Kemayoran untuk menuju ke PRJ yang lebih terjangkau jaraknya.

 

• Dari Jalur Cikarang/Bekasi
Kalian bisa menggunakan KRL dari jalur ini menuju Stasiun Kemayoran. Caranya adalah hanya menggunakan KRL dengan tujuan Kampungbandan via Pasar Senen lalu turun di Kemayoran. Untuk stasiun yang dilewati jika dari Cikarang adalah Telagamurni, Cibitung, Tambun, Bekasitimur, Bekasi, Kranji, Cakung, Klenderbaru, Buaran, Klender, Jatinegara, Pondokjati, Kramat, Gang Sentiong, Pasar Senen, dan Kemayoran.

• Dari Jalur Bogor/Nambo/Depok
Masyarakat pengguna KRL dari jalur ini menuju Stasiun Kemayoran dapat melakukan transit terlebih dahulu di Stasiun Manggarai. Stasiun yang dilewati dari arah Bogor meliputi: Cilebut, Bojonggede, Citayam, Depok, Depokbaru, Pondok Cina, Universitas Indonesia, Universitas Pancasila, Lenteng Agung, Tanjung Barat, Pasar Minggu, Pasar Minggu Baru, Duren Kalibata, Cawang, Tebet, dan Manggarai.

Dari Stasiun Manggarai kalian bisa transit menuju jalur 2 untuk naik KRL tujuan Kampungbandan dan selanjutnya menuju Kemayoran. Dari arah Manggarai meliputi: Sudirman, BNI City, Karet, Tanah Abang, Duri, Angke, Kampungbandan, Rajawali dan Kemayoran.

• Dari Jalur Rangkasbitung/Serpong
Dari jalur ini kalian juga cukup transit satu kali. Stasiun yang dilewati dari Rangkasbitung adalah Citeras, Maja, Cikoya, Tigaraksa, Tenjo, Daru Cilejit, Parungpanjang, Cicayur, Cisauk, Serpong, Rawabuntu, Sudimara, Jurangmangu, Pondokranji, Kebayoran, Palmerah, dan Tanah Abang.

Dari Stasiun Tanah Abang kalian bisa transit menuju jalur 1 untuk naik KRL tujuan Kampungbandan dan selanjutnya menuju Kemayoran. Dari Tanah Abang meliputi: Duri, Angke, Kampungbandan, Rajawali dan Kemayoran.

• Dari Jalur Tangerang
Kalian yang dari jalur ini pun transit cukup satu kali menuju Stasiun Kemayoran. Dari arah Tangerang stasiun yang dilewati adalah Tanah Tinggi, Batu Ceper, Poris, Kalideres, Rawa Buaya, Bojong Indah, Taman Kota, Pesing, Grogol, dan Duri.

Dari Stasiun Duri kalian bisa transit menuju jalur 1 untuk naik KRL tujuan Kampungbandan dan selanjutnya menuju Kemayoran. Dari Duri meliputi: Angke, Kampungbandan, Rajawali dan Kemayoran.

• Dari Jalur Tanjung Priok
Dari jalur ini pun kalian juga transit satu kali saja, yaitu di Stasiun Kampungbandan. Dari Tanjung Priok melewati Stasiun Ancol dan Kampungbandan. Kemudian di Kampungbandan kalian menuju ke jalur 2 tujuan Bekasi atau Cikarang. Stasiun yang dilewari dari Kampungbandan meliputi: Rajawali dan Kemayoran.

Bagaimana, mudah dan praktis bukan. Tak hanya perjalanan yang nyaman, menggunakan KRL menuju PRJ sangat praktis dan murah. Jangan lupa saat kalian tiba di Stasiun Kemayoran, kalian bisa gunakan sarana transportasi lainnya termasuk transportasi online dengan tarif yang relatif murah. Nah, kalau begitu selamat berlibur dan selamat bersenang-senang, ya.

Jalur KRL Lintas Kemayoran – Ancol Hingga Kini Belum Digunakan, Ini Alasannya

 

LRT Jabodebek Rayakan HUT Jakarta ke-498, Suguhkan Kuliner Khas Betawi sampai Bagikan KMT Edisi Khusus

LRT Jabodebek turut merayakan HUT Jakarta yang ke-498 dengan menghadirkan berbagai kegiatan di Stasiun Dukuh Atas BNI, mulai dari suguhan aneka kuliner khas Betawi, seperti bir pletok, es selendang mayang, dan aneka jajanan tradisional yang tersedia di area stasiun, sampai membagikan Kartu Multi Trip (KMT) edisi khusus HUT Jakarta.

Baca juga: “Flying Gang”, Rahasia LRT Jabodebek Bukukan OTP Tinggi Walau Terdapat Gangguan

Abang None Jakarta juga turut hadir menyapa pengguna dan membagikan nuansa khas Jakarta yang hangat, tidak hanya di stasiun, tapi juga di atas rangkaian kereta selama perjalanan dari Stasiun Dukuh Atas BNI menuju TMII.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap pengguna setia, LRT Jabodebek juga membagikan 498 Kartu Multi Trip (KMT) edisi khusus HUT Jakarta, baik di area stasiun maupun di dalam kereta selama perjalanan berlangsung. Kegiatan ini menjadi bentuk layanan penuh makna hari istimewa Jakarta, menghadirkan pengalaman berbeda dalam menggunakan transportasi publik.

Tidak hanya itu, petugas LRT Jabodebek turut mengenakan busana adat Betawi, menyambut pengguna dengan tampilan khas yang memperkuat atmosfer budaya lokal di tengah fasilitas transportasi modern.

Vice President of Passenger Transport and Information Technology LRT Jabodebek, Kristina Oktaviana, mengatakan bahwa perayaan ini merupakan bentuk apresiasi kepada masyarakat sekaligus bagian dari komitmen LRT Jabodebek untuk terus hadir dekat dengan warga Jakarta.

“Kami ingin para pengguna merasakan semangat ulang tahun Jakarta tidak hanya di ruang publik, tapi juga dalam pengalaman mereka bertransportasi. Melalui kegiatan ini, kami harap perjalanan bersama LRT Jabodebek terasa lebih istimewa dan menyenangkan,” ujar Kristina.

Baca juga: LRT Jabodebek Sosialisasikan Pin Ibu Hamil, Begini Cara Memperolehnya

Sebelumnya, suasana ulang tahun Jakarta juga telah dihadirkan melalui dekorasi khas Betawi di sejumlah stasiun LRT Jabodebek, seperti umbul-umbul dan boneka ondel-ondel yang menghiasi area TMII, Halim, Cawang, Kuningan, dan Dukuh Atas BNI.

Sebagai moda transportasi publik yang terintegrasi dan modern, LRT Jabodebek berkomitmen memberikan layanan yang aman, nyaman, dan efisien demi mendukung mobilitas masyarakat yang dinamis dan berkelanjutan.

Menjawab Penasaran, Ini Sebab Awak Kabin Kerap Keluar Masuk Toilet Selama Penerbangan

Terlihat sebagai sesuatu yang sederhana, namun harus diakui kerap mengundang penasaran, yakni lumayan seringnya awak kabin (pramugara/pramugari) yang keluar masuk toilet dalam suatu penerbangan. Menjadi pertanyaan, apakah yang mereka lakukan? apakah mereka lebih sering kebelet buang hajat dalam tugasnya? atau ada hal lain?

Menjawab rasa penasaran netizen, ada beberapa alasan operasional dan praktis mengapa awak kabin kerap menggunakan atau keluar-masuk toilet penumpang. Berikut uraiannnya:

1. Memang menggunakan toilet
Di banyak pesawat, tidak ada toilet khusus untuk awak kabin. Mereka menggunakan toilet yang sama dengan penumpang, terutama di pesawat narrow-body (seperti Boeing 737, Airbus A320). Dalam penerbangan panjang, awak juga perlu buang air, ganti pembalut, cuci muka, atau sikat gigi seperti penumpang lainnya.

2. Membersihkan atau memeriksa toilet
Awak kabin punya tugas periodik untuk mengecek kebersihan, ketersediaan tisu, sabun, dan air di toilet. Jika toilet kotor, mereka harus segera membersihkannya atau melaporkan ke teknisi di bandara tujuan. Awak kabin juga memeriksa apakah toilet tersumbat atau ada kerusakan ringan.

3. Menangani penumpang
Kadang penumpang meminta bantuan khusus di toilet (lansia, anak, sakit). Atau mereka harus mengecek karena penumpang terlalu lama di dalam (mungkin pingsan, merokok, atau tidak sadarkan diri).

4. Mengambil peralatan atau menyimpan barang pribadi
Beberapa toilet bagian depan pesawat menyatu dengan kompartemen kru dan bisa memiliki loker atau penyimpanan barang darurat. Bisa juga digunakan untuk ganti seragam atau istirahat ringan jika tidak ada crew rest.

Yang jelas, Tidak ada aktivitas mencurigakan dari seringnya awak kabin keluar masuk toilet, justru itu bagian dari profesionalisme mereka menjaga kenyamanan dan keselamatan penumpang.

Gegara Penumpang ‘Betah’ di Toilet, Pesawat Ini Terpaksa Mendarat Darurat

Lima Terminal Modern di Jakarta dan Telah Terintegrasi Moda Transportasi Lain

Sebagai pusat pemerintahan dan perekonomian Indonesia, Jakarta menjadi tempat bertemunya serta aktivitas masyarakat dari berbagai daerah. Bisa dikatakan, para perantau dari berbagai daerah mencari nafkah di Jakarta.

Bahkan ribuan orang keluar masuk Jakarta setiap harinya baik untuk bekerja atau berbagai keperluan lainnya. Untuk bepergian, bus masih menjadi favorit orang-orang untuk tiba atau keluar dari Jakarta.

Bila dari luar kota biasanya bus AKAP menjadi pilihan masyarakat karena harga yang terjangkau dan fasilitasnya yang membuat nyaman saat berada di dalam. Nah, di Jakarta ada beberapa terminal besar tempat menaik turunkan penumpang.

Berikut KabarPenumpang.com sudah merangkum lima terminal besar yang melayani bus AKAP.

1. Terminal Kampung Rambutan
Berada di Jakarta Timur, Terminal Kampung Rambutan beroperasi sejak awal tahun 1990-an. Terminal ini juga menjadi salah satu terminal bus legendaris di Jakarta dan menjadi tempat pemberangkatan serta kedatangan bus AKAP ke berbagai tujuan.

Bus-bus ini bukan hanya berangkat atau tiba dari Pulau Jawa saja, tetapi dari Bali maupun Pulau Sumatera. Berbagai perusahaan otobus (PO) juga membuka layanan di Terminal Kampung Rambutan.

2. Terminal Pulo Gebang
Menjadi terminal bus terbesar dan paling modern di Indonesia, Terminal Pulo Gebang juga berada di Jakarta Timur. Dilengkapi fasilitas ruang tunggu ber-AC, area makan dan parkir yang luas serta sistem pembelian tiket yang terintegrasi secara digital, terminal ini sama dengan Terminal Kampung Rambutan yang melayani pemberangkatan dan tiba bus dari berbagai kota di Pulau Jawa, Pulau Sumatera, Bali, bahkan hingga Nusa Tenggara Barat (NTB).

3. Terminal Tanjung Priok
Berada di dekat Kawasan Pelabuhan Jakarta Utara, Terminal Tanjung Priok banyak digunakan masyarakat yang akan bepergian ke pseisir utara Jawa dan Sumatera. Karena dekat dengan Pelabuhan Tanjung Priok, terminal ini memiliki keunggulan yakni integrasi perjalanan darat dan laut.

Terminal Tanjung Priok selain melayani rute bus AKAP, juga melayani kegiatan logistic dan pelayaran. Bahkan di kawasan Terminal Tanjung Priok juga ada Stasiun Tanjung Priok sehingga memudahkan penumpang yang ingin melanjutkan perjalanan menggunakan KRL Commuter Line.

4. Terminal Lebak Bulus
Terminal Lebak Bulus yang terletak di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, juga menjadi salah satu pusat keberangkatan bus AKAP. Meskipun namanya mengacu pada Lebak Bulus, lokasinya sebenarnya sedikit lebih ke selatan dari area tersebut.

Terminal ini melayani perjalanan menuju wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur, dan beberapa daerah di Pulau Sumatra. Lokasinya yang dekat dengan Stadion Lebak Bulus serta Stasiun MRT Lebak Bulus membuat akses ke terminal ini semakin mudah. Seiring dengan pengembangan proyek MRT Jakarta, Terminal Lebak Bulus juga mengalami sejumlah penyesuaian untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan transportasi modern di ibu kota.

5. Terminal Kalideres
Terminal Kalideres merupakan salah satu terminal bus utama di kawasan Jakarta Barat. Meski jumlah keberangkatan di sini tidak sebanyak Terminal Pulo Gebang atau Kampung Rambutan, Terminal Kalideres tetap menjadi pilihan favorit bagi banyak penumpang.

Lokasinya yang strategis, tepat di perbatasan antara Jakarta Barat dan Tangerang, Banten, membuat terminal ini mudah dijangkau oleh masyarakat sekitar. Dari Terminal Kalideres, bus-bus AKAP melayani perjalanan menuju berbagai kota di Pulau Jawa dan Sumatra.

Kenalan dengan Parex, Legenda Bus Jakarta-Bandung Via Puncak

Yuk Kenali Fungsinya Lonceng di Lokomotif, Kira-kira Buat Apa Ya?

Ting … ting … ting … Pernahkah kalian mendengar saat lokomotif menarik rangkaian kereta api ataupun lokomotif tanpa rangkaian saat memasuki peron ada suara lonceng? Ya, bunyi lonceng tersebut dilakuakan oleh masinis saat lokomotif memasuki peron stasiun atau saat memasuki depo lokomotif. Saat ini seringkali kita mendengar suara lonceng yang dibunyikan dari lokomotif selain suara klakson yang terkadang membuat kaget atau bising saat kereta api melintas.

Tak seperti lokomotif uap yang sangat terlihat lonceng dibagiab atas dekat dengan corong uap, namun lokomotif modern seperti saat ini lonceng tersebut tidak terlalu kelihatan yakni dibagian bawah dekat dengan bogie lokomotif. Lonceng untuk lokomotif saat ini sudah ada yang berupa elektrik, ada juga yang bentuknya seperti lonceng asli. Nah kita bahas fungsinya, yuk.

Lonceng lokomotif dibunyikan saat kereta api berjalan dalam kecepatan rendah, seperti yang sudah kita sebut tadi yaitu saat memasuki stasiun karena akan berhenti di stasiun tersebut sehingga penumpang bisa lebih waspada. Penumpang juga bisa menjaga jarak aman dan tidak berdiri terlalu dekat dengan bibir peron. Lonceng lokomotif juga dibunyikan saat lokomotif melakukan langsir di area yang ramai dengan penumpang. Lonceng ini memiliki suara yang dapat menarik perhatian orang. Namun tidak sekeras suara klakson lokomotifnya, lho.

Rangkaian kereta api melakukan pergerakan langsir. (Foto: Dok. ANTARA/Novi Husdinariyanto)

Menurut informasi dari berbagai sumber bahwa pada masa lalu (lokomotif uap), sebelum adanya sistem komunikasi modern seperti telepon antar kereta api, lonceng digunakan untuk menyampaikan informasi penting antar petugas kereta atau antara stasiun dan kereta api. Lonceng yang digunakan sebagai penggunaan komunikasi berupa kode morse pada lonceng lokomotif memungkinkan penyampaian pesan sederhana sepertinya dengan adanya gangguan kereta api atau adanya terjadi bahaya.

Pengoperasian lonceng pada lokomotif saat ini pun cukup dengan menekan atau menarik tombol yang ada di kabin lokomotif saat memasuki stasiun. Walaupun sudah ada suara dari lonceng lokomotif, pastikan saat kalian berada di peron selalu berdiri di jarak aman saat menunggu kereta api. Nah, kira-kira kalian pernah mendengar lonceng lokomotif di stasiun mana, nih?

Bunyi Lonceng Kereta di Perlintasan Sebidang, Antara Manfaat dan Penebar Polusi Suara