Tiba di St. Petersburg, Presiden Prabowo Mendarat di ‘Pulkovo’ – Salah Satu Bandara Tersibuk di Rusia

Guna menghadiri St. Petersburg International Economic Forum (SPIEF) 2025, Presiden RI Prabowo Subianto pada tanggal 18 Juni 2025, telah tiba kota St. Petersburg, persisnya Prabowo tiba di Bandara International Pulkovo, Rusia.

Mengingat kini tengah terjadi konflik dengan Ukraina, Bandara Pulkovo di St. Petersburg pernah dihentikan sementara akibat serangan drone yang diduga dilakukan oleh Ukraina. Menjadikan keputusan Prabowo ke Rusia sebagai langkah yang berani dan penuh percaya diri.

Pasalnya, serangan akibat drone dan penutupan Bandara Pulkovo belum lama terjadi, yakni pada 4 Januari 2025, Otoritas Rusia menerapkan protokol darurat “Carpet plan” di Pulkovo, menghentikan semua aktivitas penerbangan selama beberapa jam karena ancaman drone tak dikenal dari Ukraina. Sekitar pukul 07.45–10.15 pagi waktu Moskow, penerbangan dialihkan atau ditahan, total 20 pesawat relokasi ulang. Tidak ada laporan jatuhnya korban jiwa, namun gangguan operasional cukup signifikan.

Tentang Bandara Pulkovo (kode IATA: LED) adalah bandara internasional utama yang melayani kota St. Petersburg/ Letaknya sekitar 23 km selatan pusat kota, di Distrik Moskovsky. Pulkovo merupakan salah satu bandara tersibuk di Rusia dan berperan penting sebagai gerbang udara ke Rusia barat laut.

Bandara Pulkovo didirikan sebagai Shosseynaya Airport pada tahun 1931. Awalnya dibangun sebagai pangkalan udara militer dan sipil kecil bernama Shosseynaya dan berlokasi dekat jalur jalan raya Moskovskoe Shosse. Setelah Perang Dunia Kedua, pada tahun 1951 pemerintah Soviet mulai menggunakan bandara untuk penerbangan komersial reguler.

Kemudian namanya diiubah pada tahun 1973, Terminal modern pertama (Pulkovo-1) diresmikan, menggantikan fasilitas lama. Bandara diberi nama “Pulkovo”, diambil dari nama desa Pulkovo yang terletak di dekatnya. Saat itu menjadi salah satu bandara paling canggih Uni Soviet.

Setelah runtuhnya Uni Soviet, bandara ini mengalami penurunan lalu lintas karena krisis ekonomi. Namun, pada awal 2000-an, lalu lintas meningkat lagi seiring pertumbuhan pariwisata dan ekonomi St. Petersburg. Pada tahun 2009-2013, dilakukan rekonstruksi Besar-besaran. Pemerintah Rusia bekerja sama dengan konsorsium internasional (Northern Capital Gateway) untuk membangun terminal baru terpadu.

Terminal Pulkovo-1 Baru dibuka pada Desember 2013, dan menjadi terminal utama untuk semua penerbangan sejak 2014. Terminal Pulkovo-2 akhirnya ditutup permanen.

Pasca invasi Rusia ke Ukraina pada Februari 2022, Pulkovo mengalami penurunan penerbangan internasional, terutama ke negara-negara Eropa. Fokus beralih ke rute domestik dan regional, serta ke negara-negara Asia dan Timur Tengah.

Secara teknis, Bandara Pulkovo punya dua landasan pacu paralel, Runway pertama 10R/28L – 3.782 meter dan runway kedua 10L/28R – 3.397 meter. Dari kapabilitas, Pulkovo mampu menangani pesawat wide-body besar seperti Boeing 747, 777, Airbus A330 dan A350.

Di Rusia, Setiap Tahun Rata-rata ada 15 Insiden Terkait Push Back Car di Bandara

Huawei Patenkan Baterai Mobil Listrik dengan Jarak Tempuh 3.000 Km, Pengisian Daya Hanya Lima Menit

Huawei telah meningkatkan ambisinya dalam penyimpanan energi canggih dengan paten untuk baterai solid-state berbasis sulfida yang menawarkan jarak tempuh hingga 3.000 kilometer dan pengisian daya sangat cepat hanya dalam lima menit. Pengembangan tersebut menandakan dorongan signifikan oleh raksasa teknologi tersebut untuk mengklaim posisi dalam lanskap baterai solid-state yang berkembang pesat.

Paten tersebut menguraikan arsitektur baterai solid-state dengan kepadatan energi antara 400 dan 500 Wh/kg, yang berpotensi dua hingga tiga kali lipat dari sel lithium-ion konvensional. Pengajuan tersebut juga merinci pendekatan baru untuk meningkatkan stabilitas elektrokimia, mendoping elektrolit sulfida dengan nitrogen untuk mengatasi reaksi samping pada antarmuka lithium, hambatan lama terhadap komersialisasi baterai berbasis sulfida.

Desain Huawei bertujuan untuk meningkatkan keselamatan dan siklus hidup dengan mengurangi degradasi pada persimpangan kritis ini.

Keterlibatan Huawei dalam penelitian baterai solid-state mencerminkan tren yang lebih luas di antara perusahaan teknologi dan otomotif Cina.

Meskipun Huawei tidak memproduksi baterai listrik, perusahaan tersebut telah menunjukkan minat yang meningkat pada bahan baterai hulu. Sebelumnya pada tahun 2025, Huawei mengajukan paten terpisah untuk sintesis elektrolit sulfida — bahan utama yang dikenal karena konduktivitasnya yang tinggi tetapi juga biayanya yang tinggi, terkadang melebihi harga emas.

EMBATT, Baterai Mobil Yang Dapat Menempuh Jarak 1000 Km

Sektor EV (Electric Vehicle) dan teknologi Cina secara agresif mengeksplorasi teknologi baterai solid-state untuk mengurangi ketergantungan pada pemasok baterai mapan seperti CATL dan BYD. Perusahaan seperti Xiaomi, dan Nio, bergantung pada produsen baterai pihak ketiga. Namun, mereka mencari cara untuk mengintegrasikan secara vertikal dan mendapatkan kembali kendali atas komponen berbiaya tinggi ini, yang dapat mencapai lebih dari setengah biaya produksi EV.

Meskipun klaim Huawei tentang jangkauan 3.000 kilometer dan pengisian daya lima menit telah menarik perhatian luas, para ahli memperingatkan bahwa angka-angka tersebut masih teoritis dan akan memerlukan infrastruktur pengisian daya yang belum tersedia secara komersial.

Meski begitu, janji teknis dan keterlibatan Huawei telah memicu minat dan kekhawatiran baru di antara para pesaing global. Media Jepang dan Korea Selatan telah menyuarakan kekhawatiran tentang percepatan keunggulan Cina dalam teknologi baterai generasi berikutnya.

Dalam Waktu Enam Menit, Baterai Mobil Listrik Terisi 90 Persen

Penumpang Bus Wajib Gunakan Sabuk Pengaman!

Kecelakaan bus, momok yang menghantui perjalanan darat di Indonesia, seringkali membawa tragedi pilu. Korban jiwa dan luka berat bukan hanya di luar bus, tapi juga di dalam kabin, tempat penumpang seharusnya merasa aman.

Terbentur komponen keras, terlempar dari kursi, atau terhimpit benda-benda, menjadi mimpi buruk yang bisa dicegah dengan satu tindakan sederhana yakni memakai sabuk pengaman. Pemerintah menetapkan bahwa penggunaan sabuk pengaman di dalam bus merupakan kewajiban yang harus dipatuhi oleh setiap penumpang, khususnya pada tempat duduk yang telah dilengkapi dengan sabuk pengaman.

Ketentuan ini diberlakukan sebagai upaya meningkatkan keselamatan dalam perjalanan menggunakan angkutan umum darat. Aturan ini mengacu pada Peraturan Pemerintah No.55/2012 tentang Kendaraan dan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 74/2021 tentang Standar Pelayanan Minimum Angkutan Orang.

Dalam regulasi tersebut dijelaskan bahwa pengemudi, kru bus, dan penumpang wajib menggunakan sabuk pengaman apabila tersedia. Sabuk pengaman berfungsi sebagai alat pelindung utama ketika terjadi kecelakaan, pengereman mendadak, atau benturan keras.

Dengan mengenakan sabuk pengaman, risiko cedera serius dapat diminimalkan secara signifikan. Operator bus juga diwajibkan untuk memastikan setiap kursi penumpang dilengkapi dengan sabuk pengaman sesuai standar teknis yang ditetapkan.

Petugas lapangan dari Dinas Perhubungan melakukan pemeriksaan rutin terhadap kelengkapan dan penggunaan sabuk pengaman sebagai bagian dari pengawasan keselamatan lalu lintas. Penumpang yang tidak mematuhi aturan ini dapat dikenai teguran, sementara operator bus yang lalai menyediakan atau memastikan penggunaan sabuk pengaman bisa dikenai sanksi administratif, termasuk penghentian operasional sementara.

Pemerintah terus mendorong edukasi dan kesadaran publik mengenai pentingnya keselamatan dalam perjalanan. Salah satu caranya adalah dengan mengimbau penumpang agar secara aktif mengenakan sabuk pengaman begitu naik ke dalam bus, meskipun perjalanan dirasa aman.

Dengan diberlakukannya kewajiban ini, diharapkan budaya keselamatan dalam angkutan umum darat semakin meningkat dan angka kecelakaan dengan korban serius dapat ditekan.

Sejarah Panjang Sabuk Pengaman di Pesawat, Ternyata Karena “Iri” Pada Mobil

Pengemudi Online Matikan Aplikasi Serentak Bukan Demo, Tapi Periksa Kesehatan!

Cek Kesehatan tak hanya bagi masyarakat umum atau para pekerja yang diterima di suatu perusahaan. Tetapi para pengemudi ojek, taksi dan kurir online pun juga ikut dicek kesehatannya.

Ini dilakukan guna mengecek apakah para pengemudi memiliki Kesehatan yang baik atau bermasalah. Sehingga bila penyakitnya berat, bisa menyarankan pengemudi untuk berobat ke rumah sakit.

Seperti beberapa daerah melaksanakan cek Kesehatan gratis bagi para pengemudi kendaraan online. Cek Kesehatan gratis ini dilaksanakan oleh Kepolisian Daerah (Polda) diberbagai kota di Indonesia.

Beberapa Polda antara lain Mempawah, Pemalang, Jawa Tengah, Bangka Belitung (Babel) dan lainnya. Di Babel, ratusan pengemudi online menonaktifkan aplikasi mereka pada Senin (16/6/2025) kemarin.

Ini dilakukan bukan karena menolak atau ikut demo menuntut sesuatu. Tetapi mereka menonaktifkan aplikasi karena ikut dalam pemeriksaan Kesehatan gratis di Polda Babel.

Ratusan pengemudi online ini mengantre pengobatan gratis sejak pagi hari. Mereka mendaftarkan diri agar berkesempatan diperiksa kesehatannya.

Para pengemudi terlihat antusias dan beberapa diantaranya mengaku adanya pemeriksaan Kesehatan gratis ini cukup menguntungkan mereka.

“Jarang ada, makanya mumpung ada kesempatan, kita semua ojol di Pangkalpinang ikut periksa kesehatan,” kata Apriyana yang dikutip dari medcom.id.

Para pengemudi ojol dan ride-hailing lainnya mengaku, Kesehatan adalah hal penting. Sehingga bila kondisi sedang sakit dan bekerja hanya sebagai pengemudi online, maka rugi dan tidak bisa mencari order.

Mereka juga mengaku, setelah selesai pemeriksaan Kesehatan baru menyalakan aplikasi agar tidak terganggu.

Sementara Kapolda Babel, Irjen Hendro Pandowo, mengatakan Bakti kesehatan pemeriksaan kesehatan gratis bagi ojol ini merupakan rangkaian hari Bhayangkara ke 79.

“Tadinya target kami hanya 150 ojol. Namun membludak hingga 400 pengemudi Ojol,” ungkapnya.

Sedangkan di Polda Jawa Tengah (Jateng) mereka menggelar pelayanan kesehatan gratis untuk pengemudi ojek online (ojol) di wilayah Jateng secara serentak. Program Bakti Kesehatan Hari Bhayangkara ke-79 itu ditargetkan dapat melayani hingga empat ribu pengemudi ojol.

Program tersebut dilakukan oleh Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Jateng bersama jajaran Sidokkes Polres jajaran. Program itu menjadi wujud nyata penguatan peran Polri dalam pelayanan sosial masyarakat berbasis kesehatan.

Adapun layanan dilakukan secara stasioner di depan kantor Biddokkes Polda Jateng. Tak hanya itu, pelayanan mobile juga dilakukan guna menyasar pengemudi ojol di jalan raya.

Rincian penerima layanan tersebut adalah 161 peserta pengobatan umum; 291 peserta pemeriksaan dan pengobatan gigi; 160 peserta vaksinasi Influenza/Polio; 340 peserta donor darah; 90 peserta screening TBC; 225 peserta pemeriksaan stunting; 420 peserta pemeriksaan kesehatan siswa sekolah; 14 peserta kunjungan sakit kronis; 6 peserta pelayanan kesehatan untuk disabilitas; 939 peserta penyuluhan kesehatan; dan 65 peserta Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD).

Ada “Zona Merah” Buat Operasional Ojol di Jakarta, Inilah Dampaknya!

Kham Thien Street, Sebuah Cerita dari Pemukiman Pinggir Rel di Vietnam

Mungkin konsep pemukiman pinggir rel di Indonesia sudah bukan lagi jadi suatu hal yang baru. Tingkat kesenjangan yang cukup tinggi, ditambah dengan para pendatang yang mengadu nasib dan kurang beruntung inilah yang akhirnya semakin memperparah jumlah dari rumah-rumah yang notabene berdiri tanpa adanya sertifikat ini. Dengan status rumah yang bisa dibilang semi permanen, para penduduk di pemukiman pinggir rel ini pun harus tinggal dan sewaktu-waktu bisa saja digusur oleh petugas keamanan.

Baca Juga: Maeklong, Pasar Lipat di Lintasan Jalur Kereta

Nah, yang menjadi pertanyaan sekarang adalah, “Apakah konsep pemukiman pinggir rel ini hanya ada di Indonesia?” Jawabannya adalah tidak, karena percaya atau tidak, di Hanoi, Vietnam pun memiliki kasus yang hampir sama dengan Ibu Pertiwi.

Kham Thien Street di Vietnam menjadi salah satu daerah yang terkenal akan jarak rel dan pemukiman pinggir rel yang sangat sangat dekat. Dengan jarak kurang dari satu meter antara rumah dan rel, para penduduk yang bermukim di sana harus meningkatkan kewaspadaan agar tidak tertabrak oleh kereta North-South Line.

“Anda harus membuka mata dan telinga, harus waspada juga terhadap sorot lampu dan klakson kereta setiap saat,” ungkap Vu Thi Khoa, salah seorang warga yang tinggal di Kham Thien Street. Sedikit berbeda dengan yang ada di Indonesia – khususnya Jakarta – pemukiman pinggir rel di Kham Thien Street ini didominasi oleh bangunan permanen. Setiap harinya, warga yang tinggal di daerah ini melakukan aktifitasnya di pinggir rel, mulai dari mencuci baju, mencuci bahan makanan, hingga bercengkrama dengan warga lain.

Tidak bisa dipungkiri, hidup di pinggiran rel bukanlah sesuatu yang diharapkan oleh warga di Kham Thien Street. Layaknya orang-orang kebanyakan, mereka menginginkan tinggal di tempat yang layak, nyaman, dan tenang. “Hidup di sini sangatlah sulit. Bising, getaran, asap, dan debu yang dihasilkan ketika kereta lewat semakin memperburuk keadaan kami,” ujar Dao Van Chinh.

Ya dapat Anda bayangkan sendiri, bagaimana rasanya jika waktu istirahat siang Anda diinterupsi oleh kereta yang lewat. Belum lagi bagi warga yang memiliki anak kecil, dimana mereka harus lebih mengerahkan kewaspadaan berkali-kali lipat hanya demi menjamin buah hatinya tetap aman selama kereta melintas.

Namun dibalik bahaya yang selalu mengintai, daerah Kham Thien Street sendiri ternyata menyedot perhatian dunia. Tidak jarang Anda menemui wisatawan mancanegara yang datang ke Kham Thien Street ini hanya untuk mengabadikan betapa uniknya deaerah tersebut.

Sama seperti di Indonesia, sebenarnya kehadiran dari pemukiman pinggir rel di Vietnam ini merupakan suatu hal yang ilegal, dengan faktor keselamatan menjadi nilai utama yang dijunjung. Merujuk pada Undang-Undang Perkeretaapian Vietnam Tahun 2006, jarak antara rel dan pemukiman yang ideal berkisar antara lima hingga tujuh meter.

Baca Juga: Tanggula, Stasiun Terbengkalai di Atas Awan

Bukan tidak terpikirkan, namun merelokasi warga yang tinggal di bantaran rel bukanlah suatu hal yang mudah untuk dilakukan. Semisal operator kereta melakukan penggusuran, “Mereka kemudian akan melaporkan kepada otoritas tingkat yang lebih tinggi sehingga dapat mengembangkan izin rumah dan opsi relokasi,” ungkap Nguyen Chi Trung, Ketua dari People’s Committee of Dien Bien Ward.

Walaupun niatan yang dilakukan oleh otoritas tersebut berujung pada kesejahteraan para penduduk di Kham Thien Street, namun lingkaran setan dan keterbatasan ruang geraklah yang akhirnya mengandaskan niat baik tersebut.

 

Kapal Pesiar KM Arenui Jemput 15 Wisatawan Asing di Pelabuhan Donggala

Pelabuhan Donggala Teluk Palu disandari oleh Kapal Pesiar KM Arenui yang akan menjemput 15 wisatawan asing. Penjemputan wisatawan asing ini setelah mereka menjelajahi beberapa tempat wisata di Donggala seperti pengrajin tenun, pantai, sunset, dan spot diving pada Sabtu (14/6/2025) kemarin.

Kapal pesiar KM Arenui sendiri merupakan milik Sout Seas Indonesia. Pada penyandarannya di Pelabuhan Donggala, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) kelas II Teluk Palu Handry SUlfian mengatakan, kapal pesiar tersebut diawaki 19 ABK dengan nakodah Capt Syamsudin.

KM Aeruni berangkat dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dengan tujuan Teluk Palu. Kapal ini bersandar selama dua jam di Pelabuhan Donggala sebelum akhirnya Kembali berlayar ke Pelabuhan Tarakan.

“Kunjungan wisatawan, baik wisatawan dalam negeri atau wisatawan asing melalui Pelabuhan Donggala terus meningkat terutama pada saat akhir pekan atau libur panjang. Para wisatawan tersebut datang ke Donggala untuk menikmati keindahan alam di Donggala Palu seperti keindahan pantai, berenang, main pasir, maupun mengeksplorasi spot diving”, kata Handry yang dikutip dari hubla.dephub.go.id.

Menurutnya, dalam mendukung pengembangan wisata bahari khususnya di wilayah Teluk Palu, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui Kantor Kesyahbandaran dan Otoritasi Pelabuhan (KSOP) Kelas II Teluk Palu terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan guna menjamin keselamatan transportasi laut melalui keterlibatan semua lapisan masyarakat dalam pemanfaatan fasilitas pelabuhan termasuk kapal pesiar atau kapal wisata.

“Kami berharap semua pihak dapat mendukung upaya pengembangan pariwisata, termasuk Pemerintah Daerah, Dinas Pariwisata dan para Operator Kapal. Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui KSOP Kelas II Teluk Palu akan terus melakukan pengawasan dan pembinaan agar semua peraturan terkait keselamatan pelayaran dapat dipatuhi oleh semua pihak,” katanya.

Handry juga menjelaskan dalam mempersiapkan dan meningkatkan pelayanan para wisatawan di Pelabuhan Donggala, pihaknya selalu melakukan koordinasi dengan semua pihak terkait terutama Pemerintah Daerah dan Dinas Pariwisata. Seperti pada kedatangan KM Arenui kali ini, pihaknya telah berkoordinasi dengan Wakil Bupati Kabupaten Dongggala terkait penjemputan para turis asing yang telah menjelajahi beberapa objek wisata di Donggala antara lain para pengrajin tenun, pantai, sunset dan spot diving.

“Sesuai arahan Wakil Bupati Kabupaten Donggala, Pemerintah Daerah Kabupaten Donggala melalui Dinas Pariwisata terus berupaya meningkatkan kunjungan wisatawan melalui promosi dan sosialisasi objek wisata yang akan dikunjungi sekaligus memberikan pendampingan para Turis Asing selama di Donggala,” tutur Handry.

Sebagai informasi, KM. Arenui merupakan kapal pesiar mewah berbasis di Indonesia. Kapal ini dikenal sebagai salah satu liveaboard (kapal tinggal) paling eksklusif di kawasan Asia Tenggara, khususnya untuk diving cruise (wisata menyelam).

Kapal ini khusus untuk wisata menyelam dan beroperasi di Raja Ampat, Komodo, Alor, dan Banda Sea. Kapasitas wisatawan yang bisa diangkut sekitar 16 orang dan kru 22 orang.

KM. Arenui berlayar pertama kali sekitar tahun 2007-2008 lalu dan dirancang sebagai kapal kayu tradisional Indonesia (phinisi), namun dengan sentuhan modern serta mewah. Memiliki delapan kabin suite dengan masing-masing interiornya artistik bernuansa etnik Indonesia.

Fasilitas di dalam kabinnya ada AC, kamar mandi dalam, tempat tidur mewah dan jendela besar. Mereka juga memiliki salon atau lounge untuk wisatawan bersantai.

Dilengkapi area makan indoor dan outdoor, ada sun deck bagi wisatawan yang suka berjemur di bawah sinar matahari serta dilengkapi area untuk spa atau massage.

8 Tips Nikmati Perjalanan dengan Kapal Pesiar

Pelabuhan Depapre Layanin Penumpang Setelah Subsidi Pemerintah Pusat Dihentikan

Tol laut semakin berkembang dalam beberapa tahun terakhir ini. Kehadiran tol laut selain dalam pengangkutan barang juga untuk konektivitas penumpang dari satu wilayah ke wilayah lainnya.

Pelabuhan Depapre yang ada di Jayapura, Papua kini mendukung tol laut untuk pelayanan muat kapal penumpang dengan tujuan sejumlah kota di papua dan Papua Barat. Yang mana sebelumnya program tol laut tersebut konsentrasinya adalah pendistribusian beras dari Selatan Papua ke daerah lainnya di Papua.

“Pengoperasian Pelabuhan Depapre yang dari awal menggunakan skema tol laut, kemudian di rubah ke layanan bongkar muat penumpang. Perubahan ini terjadi dampak dari stopnya subsidi pembiayaan dari Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Provinsi Papua,” kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Jayapura, Alfons Awoitauw.

Dia mengatakan, pembiayaan yang dimaksud merupakan biaya transportasi kendaraan yang memuat beras dari Pelabuhan Depapre ke titip pertama di jalan depan Hotel Sunni Gardeng. Yang kemudian dilanjutkan perjalanannya ke titik kumpul di Gudang Bulog di Kota Jayapura.

Alfons menyebutkan bahwa Ketika skema tol laut tidak lagi berjalan, maka pengoperasian Pelabuhan Depapre dialihkan untuk layanan bongkar muat penumpang. Bahkan aktivitas ini sudah berlangsung sejak tahun lalu dan banyak penumpang yang sudah menggunakan layanan tersebut.

“Animo masyarakat atau penumpang yang menggunakan Pelabuhan Depapre trafikya terus meningkat, pertanda bahwa prospek kedepan sangat menjanjikan untuk di kelola lebih professional lagi untuk mendukung peningkatakan pendapatan daerah,” jelasnya.

Untuk diketahui, beberapa kapal laut seperti KM Sabuk Nusantara telah melakukan kativitas bongkar muat penumpang sejak 2024 lalu dengan rute Pelabuhan Depapre menuju sejumlah pelabuhan sampai di Pelabuhan Teluk Wondama.

Alfons menambahkan, sebagai OPD tekhnis pihaknya juga sedang berkoordinasi dan merencanakan dengan sejumlah pihak untuk mengembangkan Pelabuhan Depapre supaya kedepan kapal putih bisa sandar dan lakukan bongkar muat penumpang. Sehingga setiap kapal yang masuk atau keluar membawa ratusan penumpang sesuai kapasitas muat. “

Salah satu data terbaru yang kami miliki adalah, pada hari Kamis (5/6/2025) Kapal Sabuk Nusantara 81 sandar dengan membawa 147 penumpang,” sebutnya.

Ia berharap, supaya Pelabuhan Depapre di waktu-waktu yang akan datang lebih ramai lagi, apalagi dengan rencana pengembangan pelabuhan tersebut untuk di singgihi kapal putih.

Setiap 17 Juni Diperingati Sebagai Hari Dermaga di Indonesia, Ternyata Berlatar Sejarah

PT KAI Operasikan Lagi Kereta LRT Jabodebek Bekas Tabrakan, Amankah?

PT KAI berencana mengoperasikan kembali kereta LRT Jabodebek TS 20 bekas tabrakan di Cibubur tahun 2021 lalu. Bila hasil uji ketahanan (endurance test) yang tengah dilakusanakan berjalan sesuai rencana, TS 20 bisa mulai melayani penumpang pada Juli 2025. Amankah?

Baca juga: Rahasia LRT Jabodebek Halau Water Spots Setelah Dicuci Otomatis

Diketahui, uji ketahanan dilakukan dengan menjalankan rangkaian kereta seperti saat beroperasi normal, tapi tanpa membawa penumpang. Tujuannya adalah untuk memastikan semua sistem di dalam rangkaian kereta mulai dari pengereman, kelistrikan, pengendalian, hingga komunikasi berjalan dengan baik dan stabil. Pengujian ini menjadi salah satu syarat penting sebelum kereta diizinkan untuk melayani penumpang.

Sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 49 Tahun 2023 tentang Standar, Tata Cara Pengujian, dan Sertifikasi Kelaikan Kereta Api Kecepatan Normal dengan Penggerak Sendiri, rangkaian TS 20 yang termasuk kategori kereta series, wajib menempuh jarak minimal 2.000 km dalam kondisi non-komersial untuk dapat dinyatakan layak beroperasi.

Sebelum digunakan untuk melayani penumpang, setiap rangkaian LRT Jabodebek harus melalui proses sertifikasi dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA). Proses ini meliputi berbagai pengujian teknis, seperti uji statis saat kereta dalam kondisi diam untuk memastikan komponen seperti rem, sistem kelistrikan, dan penggerak berfungsi dengan baik, serta uji dinamis saat kereta bergerak untuk mengecek akselerasi, pengereman, kestabilan, hingga tingkat kebisingan.

Selain itu, dilakukan juga uji integrasi sistem untuk memastikan semua sistem baik di dalam kereta maupun yang terhubung dengan jalur dan operasi berjalan sinkron, termasuk teknologi CBTC (Communication Based Train Control).

Terakhir, rangkaian harus menjalani uji ketahanan (endurance) dengan menempuh jarak minimal 4.000 km untuk kereta pre-series dan 2.000 km untuk kereta series dalam kondisi non-komersial, sebagai syarat utama sebelum dinyatakan layak beroperasi secara komersial.

Executive Vice President LRT Jabodebek, Mochamad Purnomosidi, menyampaikan bahwa uji ketahanan ini merupakan bagian dari komitmen untuk memastikan setiap rangkaian yang beroperasi benar-benar siap. “Kami mohon maaf jika selama proses uji coba ini menimbulkan ketidaknyamanan bagi pengguna. Tapi ini langkah penting agar ke depannya layanan LRT Jabodebek bisa lebih baik dan makin andal,” ujarnya.

Baca juga: Agar Makin Asyik Naik LRT Jabodebek, Yuk Lakukan Tips Ini

Untuk memudahkan pengguna mengenali rangkaian TS 20 yang sedang diuji, terdapat garis pembatas di pintu kereta sebagai tanda bahwa rangkaian tersebut tidak melayani penumpang. Selain itu, akan disampaikan pengumuman khusus saat kereta masuk stasiun. Petugas juga akan siaga di stasiun maupun dalam rangkaian untuk membantu dan memberi informasi kepada pengguna. Informasi lebih lanjut terkait jadwal dan perkembangan uji coba bisa dipantau melalui akun Instagram resmi LRT Jabodebek @lrt_jabodebek.

Dengan berbagai tahapan uji dan sertifikasi ini, LRT Jabodebek terus berupaya memberikan layanan transportasi yang aman, nyaman, dan semakin bisa diandalkan oleh masyarakat.

Dalam Masa Pelatihan, Kopilot Qantas QF804 Tiba-tiba Pingsan Sesaat Setelah Pendaratan di Sydney

Pada tanggal 10 Juni 2025, terjadi situasi darurat pada penerbangan Qantas QF804 dengan pesawat Boeing 737‑800 dari Canberra ke Sydney. Yakni kopilot trainee pada QF804 pingsan secara tiba-tiba saat pesawat sedang taxi di Sydney setelah pendaratan dari Canberra.

Pesawat pada hari itu take-off dari Canberra pagi hari, diterbangkan dengan tiga awak penerbangan – kapten, kopilot (trainee captain), dan seorang pilot cadangan, serta delapan awak kabin dan 113 penumpang. Pendaratan di Sydney selesai dengan normal, namun saat sedang menguji rem dan men-taxi ke parkiran, kopilot trainee melaporkan merasa tidak enak badan, kemudian tiba-tiba pingsan.

Pilot senior dan pilot cadangan mengambil alih kendali, melanjutkan taxi ke gate dengan aman. Semua penumpang dan awak mendarat tanpa insiden. Paramedis langsung mengevakuasi sang trainee di pintu pesawat, dan diberikan perawatan. Qantas menyatakan sedang memberikan dukungan penuh kepada pilot tersebut.

Berdasarkan laporan People & Sydney Morning Herald, kemungkinan kopilot mengalami serangan sinkop (pengaliran darah ke otak menurun) saat pesawat sudah rendah dan bergerak pelan, menyebabkan pingsan tiba-tiba. Cabin crew dan pilot senior mengambil tindakan cepat: memastikan taxi aman, memicu respon darurat, dan memanggil paramedis.

Insiden ini mencerminkan pentingnya memiliki lebih dari satu pilot dan adanya protokol medis darurat untuk keselamatan penumpang. Ini bukan peristiwa medis pertama dalam penerbangan Qantas, pada Maret 2025, seorang pilot mengalami nyeri dada saat terbang dari Brisbane ke Sydney, memicu pendaratan darurat di Sydney.

Insiden kopilot pingsan dalam penerbangan Qantas QF804 tidak secara langsung dikaitkan dengan pelanggaran standar kesehatan, namun menimbulkan pertanyaan penting terkait evaluasi medis pilot, khususnya bagi trainee atau yang sedang dalam masa transisi ke posisi kapten.

Tidak ada bukti saat ini bahwa kejadian pingsannya kopilot disebabkan oleh kelalaian medis atau pelanggaran standar kesehatan pilot. Namun, insiden ini mungkin akan mendorong peninjauan ulang protokol medis dan kebugaran kru penerbangan, terutama bagi mereka yang sedang dalam masa pelatihan atau transisi jabatan.

Pilot Mendadak Pingsan, Pesawat Boeing 787 ANA Mendarat Darurat

Stasiun Angke, Sempat Miliki Kanopi Hingga Gerbang Awal Menuju Kawasan Batavia

Menggunakan Kereta Rel Listrik (KRL) menuju Stasiun Kampung Bandan maupun Stasiun Tanah Abang pasti melewati Stasiun Angke. Stasiun Angke dengan ketinggian +3 m ini merupakan stasiun kereta api kelas II yang terletak di antara perbatasan Kelurahan Jembatan Lima dan Angke, Tambora, Jakarta Barat.

Dulu stasiun ini melayani rangkaian kereta api lokal yang ditarik lokomotif dari Stasiun Jakarta Kota maupun Stasiun Pasar Senen menuju Stasiun Rangkasbitung dan Merak. Saat ini Stasiun Angke hanya melayani perjalanan Commuter Line dari Cikarang/Bekasi melalui jalur kantong melewati Kampung Bandan.

Dari segi sejarah, Stasiun Angke juga memiliki riwayat panjang. Dikutip dari laman IRPS ternyata stasiun ini dahulu memiliki kanopi berbahan kayu yang menutupi jalur 1. Kanopi ini merupakan pindahan dari Stasiun Meester Cornelis milik perusahaan Nederlandse Indische Spoorweg Maatschappij (NIS). Saat bekas Stasiun Meester Cornelis milik NIS tidak lagi digunakan untuk angkutan penumpang karena perannya telah tergantikan oleh Stasiun Manggarai baru yang dibangun oleh Staattsspoorwegen (SS) pada tahun 1918.

Stasiun Angke saat memiliki 4 jalur. (Foto: Dok. Spoorwegstations op Java)

Kanopi ini merupakan pindahan dari Stasiun Meester Cornelis milik perusahaan Nederlandse Indische Spoorweg Maatschappij (NIS).

Fyi, dahulu Stasiun Angke masih bernama Halte Angke. Dan ternyata bangunan Halte Angke ini berukuran cukup kecil dan tidak terlalu tinggi, maka tiang-tiang penopang kanopi pun harus dipangkas menyesuaikan dengan tinggi bangunan halte. Hal ini berakibat pada jalur 1 Angke menjadi tidak dapat dilalui oleh kereta yang berukuran melebihi atap kanopi tersebut. Namun, Staattsspoorwegen (SS) tetap mengambil keputusan ini demi melestarikan dan menjaga keaslian dari kanopi tersebut.

Tak hanya bangunan kanopi stasiun yang menjadi saksi bisu ikonik, Stasiun Angke juga merupakan pintu gerbang menuju ke kawasan Batavia. Menurut catatan Dinas Museum tahun 1993, Kampung Jembatan Lima merupakan pintu gerbang orang dari kulon ke Batavia. Penghubungnya tak lain kereta api, dengan Stasiun Angke yang membawa orang dari Tangerang, Pandeglang, Banten, Baturaja, Rangkasbitung, dll.

Saat itu seluruh kawasan Batavia bisa dijangkau dengan kereta api. Bahkan foto-foto kuno milik KITLV menunjukkan adanya beberapa halte trem Tanah Abang West-Weltevreden. Di Batavia, hidup makin bahagia ketika pada April 1875 dibuka jaringan kereta listrik oleh Electrische Staatspoorwegen. Sebelumnya kawasan pinggiran yang di masa itu sulit dijangkau, maka kawasan di luar Batavia, kini mudah dicapai.

Kini, stasiun itu sudah berubah total dengan toko yang memenuhi hampir seluruh gedung stasiun yang ada di areal pasar buah, Angke. Pun Stasiun Angke dengan lintasan yang tak pernah sepi dari warga berkegiatan ini menjadi ramai dengan kondisi saat penumpang naik maupun turun dari KRL.

Jalan-Jalan Ke Ancol Naik Kereta? Yuk Turunnya di Stasiun Ancol