Mudahkan Penumpang Agar Tak Tertinggal Pesawat, Traveloka Hadirkan Fitur Check In Online

Agen perjalanan online Traveloka baru-baru ini meluncurkan fitur check in online untuk memudahkan pelanggan. Fitur ini bisa digunakan pelanggan untuk check in penerbangan mereka sebelum tiba di bandara.

Baca juga: Mirip Sistem Transit Pesawat, Traveloka Kemas Tiket Kereta Dengan Model Lanjutan

KabarPenumpang.com merangkum dari beberapa sumber, fitur terbaru ini tersedia setelah memperbaharui aplikasi traveloka di Android Anda menjadi versi 2.18 ke atas. Check in online bisa diakses pelanggan di Indonesia untuk penerbangan domestik dengan maskapai Batik Air, Citilink, Garuda Indonesia, Lion Air, Wings Air dan Sriwijaya Air.

Proses check ini online bisa dilakukan melalui aplikasi 24 jam sebelum keberangkatan atau sesuai dengan kebijakan maskapai penerbangan. Para pelancong yang akan memanfaatkan layanan ini bisa masuk ke akun mereka di Traveloka yang terdaftar dan klik menu Pemesanan Saya atau Online Check in di bandara untuk mengakses tiket elektronik mereka.

Setelah berhasil melakukan check in, pelancong juga harus mengkonfirmasi rincian check in dan memilih tempat duduk sesuai keinginan. Selain itu juga pelancong akan mendapatkan boarding pass yang dapat diakses malalui tiket elektronik mereka.

Senior Vice President Business Development Traveloka, Caesar Indra mengatakan, layanan check in online menjadi komitmen Traveloka untuk menghadirkan layanan perjalanan yang semakin praktis kepada pelanggan. Sehingga pelanggan tak lagi harus terburu-buru ke bandara dan khawatir telat check in, sebab proses bisa langsung dari aplikasi.

“Penambahan fitur check in online diharapkan dapat menambah kenyamanan dan kemudahan perjalanan seluruh pelanggan kami. Kehadiran fitur terbaru ini diharapkan dapat mempermudah perjalanan serta meningkatkan produktivitas dalam melakukan proses check in bahkan sebelum tiba di bandara, hanya dengan menggunakan aplikasi Traveloka,” ujar Indra melalui siaran pers yang dikutip KabarPenumpang.com (14/12/2017).

Baca juga: “The Rail Saarthi,” Aplikasi Mirip KAI Accsess Untuk Penumpang Kereta di India

Indra menambahkan, adanya fitur baru ini juga semakin melengkapi kenyamanan pelanggan dengan menyediakan layanan pengaturan pemesanan langsung di aplikasi Traveloka dari check in, perubahan jadwal hingga permintaan refund atau uang kembali.

Ketika Penerbangan Jarak Jauh, Apa Saja Sih Yang Dilakukan Pilot?

Berada dalam sebuah penerbangan jarak jauh memang kerap kali mengundang kebosanan yang diperlukan beberapa trik khusus untuk mengatasinya. Tapi, sebagaian dari Anda mungkin lebih memilih untuk rileks, mendengarkan musik kesukaan Anda, dan beristirahat hingga pesawat mendarat di tujuan. Tapi, pernahkah terlintas di pikiran Anda tentang apa yang tengah terjadi di balik pintu kokpit? Sedang apakah sang pilot yang akan mengantarkan Anda ke destinasi tujuan dalam sebuah penerbangan jarak jauh?

Baca Juga: Smartsealz, Headset Berteknologi Augmented Reality, Sanggup Bantu Tugas Pilot!

Sebagaimana yang diwartakan KabarPenumpang.com dari laman cntraveler.com, seorang pilot mengemban tugas yang tidaklah mudah. Bagaimana tidak, mereka harus mengudara di atas medan yang mungkin tidak bersahabat dengan kecepatan 800 km per jam. “Suhu udara di luar bisa mencapai -60 derajat Celcius, dan kandungan oksigen di luar sana sangatlah tipis. Sehingga hanya membutuhkan waktu kurang dari satu menit untuk membunuh seseorang yang duduk di sayap pesawat ketika mengudara,” ungkap Nick Anderson, seorang kapten maskapai penerbangan internasional yang berbasis di London Inggris.

“Belum lagi pesawat akan melayang di atas populasi manusia yang sangat besar, dan beberapa penerbangan mengharuskan pesawat mengudara di atas samudera yang butuh waktu berjam-jam untuk menyeberanginya,” imbuh Nick. Ia juga mengatakan bahwa penerbangan jarak jauh memungkinkan para pilot bekerja ekstra keras karena harus menghadapi berbagai macam jenis cuaca. “Cuaca adalah masalah besar bagi kami dalam penerbangan yang panjang, dan kami di dalam ruang kokpit tidak bisa hanya duduk rileks dan bersantai mengandalkan fitur auto-pilot,” tutur Nick.

Sebagian besar pekerjaan yang dilakukan pilot sangat strategis dan complicated. Pesawat merupakan mesin yang rumit, dan ada banyak alat pengukur dan sistem yang tidak boleh luput dari pantauan, mulai dari tekanan oli engine sampai kandungan cairan hidrolik dan saluran pendingin udara. Semuanya saling terkorelasi dan tugas pilot dan kopilot di sini mencakup pemantauan dari keseluruhan sistem, tidak hanya mengemudikan pesawat tersebut.

Baca Juga: Peran Kopilot, Tak Sekedar Memperingan Kerja Pilot

Selain itu, pesawat juga tidak memungkinkan untuk membawa bahan bakar cadangan dalam jumlah yang banyak. Maka dari itu, pilot harus menghitung jumlah pengeluaran bahan bakar dan mengambil keputusan untuk menempuh rute mana yang sesuai dengan volume bahan bakar yang dibawa. Jadi, jangan berpikiran kalau pilot yang berada di balik ruang kokpit dapat bersantai ya!

TSMA 2017: PT ASDP Sabet Predikat I Untuk Jasa Angkutan Transportasi Laut dan Penyeberangan

BUMN PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) hari Selasa ini (19/12/2017) meriah predikat penyelenggara pelayanan jasa angkutan Transportasi Laut dan Penyeberangan Terbaik I di ajang Penganugerahan Penghargaan Manajemen Keselamatan Penyelenggara Jasa Angkutan/Transportation Safety Management Award (TSMA) 2017 yang diselenggarakan oleh Kementerian Perhubungan.

Baca juga: “Waroeng ASDP,” Model Kantin Baru di Kapal Ferry Yang Hangat dan Higienis

PT ASDP berhasil meraih peringkat I dengan nilai 94,32 yang diikuti posisi kedua oleh Dharma Lautan Utama dengan nilai 84,46 dan di posisi ketiga diraih oleh PT Pelni dengan nilai 83,49. “Memberikan pelayanan prima kepada pengguna jasa tentunya tidak lepas dari pengawasan aspek keamanan dan keselamatan. Keselamatan bagi kami bukan hanya kewajiban melainkan sebuah kebutuhan.Oleh karenanya, kami selalu berupaya meningkatkan pengawasan terhadap pelaksanaan aspek keselamatan dan keamanan di lapangan lebih baik lagi sehingga dapat terwujud service excellent,” ujar Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry Faik Fahmi, dikutip dari siaran pers hari ini.

Arahan dari Kementerian Perhubungan selaku regulator terkait aspek keselamatan sangat ASDP perhatikan. Pemenuhan alat-alat keselamatan yang sesuai standar, peningkatan kompetensi dan awareness sumber daya manusia tentang aspek keselamatan dan ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan regulator, diterapkan dengan sebaik-baiknya, “Ini adalah komitmen kami,” tegas Faik Fahmi.

Ia nemambahkan, bahwa pencapaian ini merupakan kerja keras seluruh insan ASDP untuk memprioritaskan aspek keselamatan baik di sisi operasional maupun layanan kepada pengguna jasa. Bagi kami, keselamatan seluruh pengguna jasa adalah hal yang pertama dan utama.

Baca juga: Buffer Zone, Solusi PT ASDP Untuk Memecah Konsentrasi Pemudik

Kegiatan Transportation Safety Management Award (TSMA) digelar oleh Kementerian Perhubungan dengan tujuan untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat sebagai pengguna jasa sektor transportasi, dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan.
Penilaian dilakukan berpedoman kepada Pedoman Penilaian dan kriteria sebagai berikut :
a. Organisasi (15%)
b. Sarana (Pelaksanaan Program) (35%)
c. SDM (Pelaksanaan Program) (40%)
d. Pendukung Manajemen Keselamatan (10%)

Kegiatan penilaian/termasuk penilaian ke lapangan telah dilaksanakan pada bulan Oktober hingga Nopember 2017, dilanjutkan proses penetapan pemenang lomba pada bulan Desember 2017.

Sempat Viral, Awak Kabin AirAsia X Ini Tirukan Gaya Britney Spears

Sebagai penumpang, yang ada di benak Anda seorang awak kabin hanya melakukan pekerjaannya di kabin baik melayani hingga menjaga keselamatan penumpangnya. Bayangkanlah jika seorang awak kabin menari sambil menyanyi di dalam kabin dan ada di depan mata Anda?

Baca juga: Inilah 14 Tugas Awak Kabin Pesawat Yang Jarang Diketahui

Maret 2017 ini, beredar sebuah video viral tentang seorang awak kabin AirAsia X yakni Assraf Nasir yang membawakan kembali lagu Toxic milik penyanyi terkenal Britney Spears dengan gayanya sendiri. KabarPenumpang.com yang merangkum dari laman bravotv.com (20/3/2017), terlihat gaya Nasir yang hampir mirip menirukan Britney.

Nasir diketahui seorang pramugara asal Malaysia yang menyenangkan, galak dan tak kenal takut serta hebat di AirAsia X. Dalam video berdurasi satu menit lebih tersebut diambil di dalam kabin Airbus A330 yang diawali dengan Nasir memulai duduk di kursi awak kabin dan mengangkat telpon sambil duduk mengangkat kaki.

Kemudian menari di lorong kabin, mendorong troli makanan menyusuri lorong dengan berjalan lenggak-lenggok bagaikan seorang model sambil memonyongkan bibirnya.

Terlihat gayanya yang luwes saat menirukan gaya Britney, apalagi saat Nasir bersandar ke pintu toilet pesawat dan bergoyang dengan seksinya. Memang tidak terlalu banyak kesamaan, namun video ini bisa menjadi hiburan tersendiri bagi penikmatnya.

Video ini kemudian viral, dikarenakan seorang teman yang memvideokannya kemudian memposting di media sosial dan 9GAG membagikannya. Di Youtube sendiri sudah sebanyak 555 ribu yang melihat dan lima ribu orang menyukainya serta meninggalkan 284 komentar dari penonton video tersebut.

Baca juga: Jurus Awak Kabin Emirates Taklukan Si Kecil di Penerbangan Jarak Jauh

Tak hanya itu bahkan CEO Air Asia, Tony Fernandes membagikan video tersebut di akun Instagramnya. Ini menyatakan menyukai video tersebut dan bangga terhadap awak kabinnya.

 

Stoos Bahn Tram, Didapuk Sebagai Jalur Kereta Kabel Tercuram di Dunia!

Selama ini, sebagian dari kita mungkin tidak menyadari bahwa kereta jarak jauh seperti rute Jakarta – Bandung tidaklah selalu menempuh jalur yang datar, sesekali menanjak dan me Namun tanjakkan tersebut masih tergolong normal karena kereta tidak perlu menggunakan rel gerigi untuk menempuh rute tersebut. Lalu, bayangkan jika kereta yang Anda tumpangi tidak lagi menggunakan rel gerigi untuk melewati suatu medan menanjak, melainkan ditarik dengan menggunakan sebuah kabel.

Baca Juga: Glacier Express, Antarkan Anda Nikmati Indahnya Pemandangan Swiss

Sebagaimana yang diwartakan KabarPenumpang.com dari laman bbc.com (18/12/2017), resor Alpine di Stoos, Swiss menjadi saksi bisu dari pembukaan layanan kereta yang ditarik dengan menggunakan kabel paling curam di dunia, setidaknya kereta tersebut harus mendaki gradient 110 persen. Tidak hanya medannya saja yang ekstrem, kereta yang digunakan pun memiliki bentuk yang tidak biasa, yaitu berupa gerbong silinder yang dialaskan pada sebuah benda menyerupai papan seluncur. Ini dimaksudkan agar penumpang tetap dalam kondisi duduk tegak.

Untuk jarak tanjaknya sendiri, kereta akan menanjak sejauh 110 meter, dengan 100 meter merupakan tanjakkan yang paling curam. Tidak bisa dipungkiri, inilah jalur menanjak kereta paling curam di dunia. Kereta ini sendiri menghubungkan kota Schwyz dan Stoos, desa bebas kendaraan di Alpine. Stoos Bahn selaku pengembang dari jalur ini mengaku membutuhkan waktu selama 14 tahun untuk menyelesaikan jalur ini, meleset dua tahun dari yang semula dijadwalkan.  Proyek ini sendiri menelan dana sekitar USD$53 juta atau setara dengan Rp719,7 miliar.

“Semua orang bahagia proyek ini telah selesai dan siap beroperasi,” tutur juru bicara Stoos Bahn, Ivan Steiner. Ia menambahkan bahwa kondisi pegunungan di Swiss memaksa anak-anak menggunakan cable cars untuk sampai di sekolah. Selain memudahkan mobilitas dari kedua destinasi, kereta ini juga menjadi daya tarik wisata baru bagi turis lokal maupun mancanegara.

Baca Juga: Rute Ekstrim Kereta Bergerigi di Swiss, Kemiringannya Hingga 48%

Diketahui dari laman sumber berbeda, kereta ini merupakan suksesor dari kereta sebelumnya yang sudah beroperasi sejak tahun 1933 silam.

Dapatkah Anda membayangkan pemandangan yang disajikan saat menaiki kereta ini? Hamparan pegunungan khas Swiss yang biasanya tertutup salju akan menggantikan rasa takut Anda ketika kereta ini menanjak menggunakan kabel. Jadi, jangan lupa untuk mampir jika Anda berkesempatan mengujungi Swiss!

Jelang Libur Natal dan Tahun Baru 2018, Garuda Indonesia dan Citilink Siapkan 73.000 Kursi Tambahan

Garuda Indonesia Group yang terdiri dari maskapai Garuda Indonesia dan Citilink telah menyiapkan 73 ribu kursi tambahan, persisnya ada 73.158 ribu kursi tambahan (extra seat) untuk penerbangan domestik dan juga internasional sebagai upaya mengantisipasi lonjakan jumlah penumpang selama periode hari libur Natal 2017 dan Tahun Baru 2018, mulai tanggal 20 Desember 2017 hingga 6 Januari 2018.

Baca juga: Hadapi Penumpang Mendengkur di Pesawat, Inilah Saran dari Pihak Maskapai

Direktur Utama Garuda Indonesia Pahala N Mansury dalam jumpa bersama media pada Senin sore (18/12/2017) mengatakan, kapasitas tambahan tersebut rencananya akan terdiri dari 22.758 kursi tambahan pada layanan penerbangan Garuda Indonesia dan 50.400 kursi tambahan pada layanan penerbangan Citilink. Adapun frekuensi penambahan kapasitas layanan penerbangan tambahan tersebut terdiri dari sedikitnya 108 frekuensi penerbangan Garuda Indonesia dan lebih dari 140 frekuensi penerbangan Citilink.

Melalui rencana penambahan kursi dari penerbangan ekstra dan pengoperasian pesawat berbadan lebar “wide body” tersebut, maka jumlah ketersediaan kursi (seat availability) tambahan pesawat Garuda Indonesia selama periode liburan akhir tahun ini diperkirakan mengalami peningkatan hingga 20 persen dibandingkan kapasitas kursi tambahan Garuda Indonesia Group pada periode liburan Natal dan Tahun Baru tahun lalu.

Adapun kapasitas tambahan Garuda Indonesia sebagai Mainbrand pada periode liburan akhir tahun ini terdiri dari 14 ribu lebih kursi tambahan yang terbagi dalam 50 frekuensi penerbangan ekstra di rute-rute penerbangan domestik dan internasional, serta 8 ribu kursi tambahan yang dilayani melalui 58 frekuensi penerbangan yang menggunakan “bigger aircraft” pesawat berbadan lebar di sejumlah rute penerbangan domestik dan internasional.

“Tentunya kami terus memonitor perkembangan demand pasar pada periode peak season akhir tahun ini sekiranya diperlukan penambahan kapasitas layanan penerbangan lebih lanjut”, pungkas Pahala. Pahala mengatakan, “Adapun penambahan kapasitas penerbangan Garuda Indonesia melalui penerbangan ekstra (extra flight)  akan dilaksanakan pada rute-rute penerbangan domestik dan internasional dengan trafik penumpang tinggi, di antaranya Jakarta – Denpasar pp, Jakarta – Medan pp, Surabaya – Denpasar pp, Medan- Gunung Sitoli pp, maupun Jakarta – Osaka pp.”

Baca juga: Lounge Bandara Ini Super Eksotis, Dilengkapi Kolam Renang Yang Menghadap Ke Apron

Sementara itu, pengoperasian “bigger aircraft” akan dilakukan pada 6 sektor penerbangan Garuda Indonesia yang terdiri dari rute penerbangan Jakarta – Denpasar pp, Jakarta – Medan pp, Jakarta – Labuan Bajo pp, Jakarta – Kuala Lumpur pp, Jakarta – Hong Kong pp, dan Jakarta- Bangkok pp.

Penggunaan bigger aircraft pada periode libur akhir tahun tersebut dilakukan melalui pengoperasian armada Boeing 777-300ER (kapasitas 314 dan 393 seat) Airbus A330-300 (kapasitas 251, 287, 360 seat ) dan Airbus A330-200 (kapasitas 222 seat) yang akan menggantikan armada reguler B737-800 NG di sejumlah sektor penerbangan.

Di 2018, Garuda Indonesia Canangkan Buka 30 Rute Penerbangan Baru

Menyongsong tahun 2018 yang tak lama lagi akan dijelang, maskapai flag carrier Garuda Indonesia telah pasang kuda-kuda dengan beragam strategi untuk meningkatkan kinerja perusahaan. Dari sisi keuangan, Garuda Indonesia mencanangkan break even point dapat dicapai di semester kedua tahun 2018. Selain itu, Garuda Indonesia di bawah pimpinan Pahala N Mansury selaku Direktur Utama akan menyiapkan jurus-jurus untuk tetap eksis di sepanjang 2018, diantara dengan pembukaan 30 rute baru.

Baca juga: Pasar Terus Melonjak, Garuda Indonesia Lanjutkan Kemitraan dengan Tourism Australia

Dalam jumpa pers di Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno-Hatta, Senin sore (18/12/2017), Pahala menyebut akan membuka 30 rute penerbangan baru di sepanjang 2018, “Sepertiga adalah rute baru untuk penerbangan internasional, dan dua pertiga adalah rute baru untuk penerbangan domestik.” Meski sudah disebutkan jumlah rute baru, Ia menolak untuk memberi penjelasan tentang jalur rute baru yang akan dibuka. “Mohon maaf detailnya belum bisa kami sampaikan, karena sifatnya rahasia, nanti kurang baik bila diketahui oleh kompetitor,” ujar Pahala.

Namun Pahala mengatakan, bahwa untuk membuka 30 rute baru pihaknya tidak akan mendatangkan pesawat baru, justru yang ada Garuda Indonesia akan melakukan utilisasi pada armada pesawat yang ada, salah satunya adalah opsi re-route pada jalur-jalur yang saat ini dijalani. Untuk pasar internasional, Ia menyebut akan memberi porsi lebih kepada jalur baru di Cina. Seperti diketahui, setelah Australia, Cina menjadi pasar kedua terbesar Garuda Indonesia untuk penerbangan internasional.

Menutup kalender di tahun 2017, pada tanggal 20 Desember 2017 mendatang, Garuda Indonesia akan meresmikan layanan rute penerbangan Medan – Makassar. Dibukanya rute penerbangan tersebut diharapkan dapat mendukung potensi pengembangan pariwisata yang semakin terbuka lebar bagi kedua wilayah tersebut – khususnya melalui akses konektivitas penerbangan yang lebih singkat bagi masyarakat Indonesia di bagian barat – Medan ke wilayah Makassar maupun sebaliknya.

Baca juga: Garuda Indonesia Klaim ‘On Time Performance’ Embarkasi Haji 2017 Adalah Yang Terbaik

Selain itu, Garuda Indonesia juga meresmikan penerbangan  4 (empat) rute penerbangan intra Makassar yang terdiri dari:

– Rute Makassar-Kupang efektif 16 Desember 2017 dengan jadwal erbang 4 x seminggu pada Senin, Selasa, Kamis, Sabtu.
– Rute Makassar-Palopo, efektif 18 Desember 2017 dengan jadwal terbang 3 x seminggu pada hari Senin, Rabu, Jumat.
– Rute Luwuk-Palu, efektif 19 Desember 2017  dengan jadwal terbang 3 x seminggu setiap Selasa, Kamis, Sabtu.
– Rute Kendari – Wakatobi, pada akhir Desember 2017  dengan jadwal terbang 4 kali seminggu setiap Selasa, Kamis, Sabtu, dan Minggu.

Rute-rute terbaru tersebut rencananya akan dilayani dengan menggunakan armada pesawat CRJ Bombardier 1000 Next Gen dan pesawat ATR72-600. Melalui penambahan rute tersebut diharapkan dapat semakin mendukung upaya percepatan pengembangan destinasi wisata di wilayah Timur, khususnya melalui akses layanan penerbangan dari dan menuju kota besar di wilayah regional intra Makassar

Stasiun Kachiguda di India, 100 Persen Lakukan Efisiensi Energi

Dalam upayanya untuk melakukan penghematan listrik yang juga menjadi bagian dari program otoritas perkeretaapian India untuk menggunakan energi terbarukan sebanyak 25 persen pada tahun 2025 mendatang, South Central Railway (SCR) menyatakan bahwa salah satu stasiun yang ada di jalur mereka telah menjadi stasiun kelas A1 pertama yang paling hemat energi di negara penghasil film Bollywood tersebut.

Baca Juga: Tahun 2025, India Jamin 25 Persen Sumber Tenaga Kereta Berasal dari Energi Terbarukan

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman timesnownews.com (13/12/2017), stasiun di Kacheguda, Telangana ini diketahui mencapai efisiensi energi sebanyak 100 persen. Ini merupakan hasil dari beberapa tindakan yang dilakukan oleh otoritas perkeretaapian di jalur Selatan, seperti penggantian 1.312 lampu konvensional menjadi Light-Emitting Diode (LED), 370 kipas angin yang diganti dengan kipas hemat energi Brushless DC Electric (BLDC), dan penggantian 12 AC menjadi AC hemat energi.

Selain itu, pernyataan SCR juga mengklarifikasi bagaimana inisiatif ini diharapkan dapat menghemat sebanyak 1.76 lakh unit listrik yang digunakan operator kereta ini. Kachiguda sendiri merupakan salah satu kota yang berada di pinggiran Hyderabad, India. Stasiun terbesar di kota ini dibangun pada masa pemerintahan Nizam, tengara utama di daerah ini. Nama itu berasal dari komunitas Kachi, yang masih memiliki populasi di dekat Stasiun Kereta Api Kachiguda.

Seperti yang sudah pernah diberitakan sebelumnya, perkeretaapian India merupakan salah satu jaringan rel terbesar di dunia dan menjadi konsumen listrik yang tinggi. Dengan mengurangi bahan bakar fosil pada sektor perkeretaapian ini, akan berdampak besar pada komitmen India terhadap energi terbarukan dan lingkungan.

Pada tahun 2014, armada lokomotif diesel India diketahui mengonsumsi 2,6 miliar liter solar. Hal ini membuat mantan Menteri Perkeretaapian India Suresh Prabhu berkomitmen menyediakan 200MW ke perusahaan kereta api India melalui windfarms. Tapi, karena India lebih sering mendapatkan panas matahari, tepatnya 300 hari dalam setahun, maka tidak mengherankan bila sistem tenaga kereta api di India lebih tepat menggunakan basis tenaga surya.

Tidak hanya di India, seorang peneliti dari Imperial Collage of London bersama dengan badan iklim 10:10 telah mengumumkan proyek dengan memanfaatkan tenaga terbarukan, terkait masalah penggunaan panel surya di sisi jalur kereta api.

Baca Juga: Saatnya Maksimalkan Tenaga Surya untuk Energi Terbarukan di Kereta Api

Inisiatif dengan tenaga terbarukan seperti panel surya ini hadir di momen penting bagi sektor energi terbarukan dan industri kereta api, sebab sebagian besar negara terutama selatan Inggris, jaringan distribusi listrik mencapai voltase tertinggi atau maksimum. Hal ini menyebabkan adanya pembatasan pasokan listrik ke perusahaan kereta api.

Karena masalah ini, kereta bisa kekurangan tenaga dan tidak ada pembaruan stok yang bisa ditambahkan saat jaringan kereta padat. Maka dari itu, penggunaan panel surya dinilai cocok untuk mengentaskan masalah tersebut.

Marak Kecelakaan di Peron, Otoritas Kereta di Inggris Himbau Warganya Tak Terlalu Mabuk

Peron kereta konvensional (tanpa screen doors) umumnya sudah diberi marka pengaman. Di Indonesia sendiri garis batas kuning menjadi penanda penumpang untuk berdiri. Biasanya, jika melewati garis penumpang, petugas akan meniup pluitnya agar penumpang mundur ke area batas aman.

Baca juga: Tingkatkan Keamanan di Peron, Stasiun MRT Jakarta Akan Dilengkapi Platform Screen Doors

KabarPenumpang.com merangkum dari laman metro.co.uk (14/12/2017), banyak kecelakaan di jalur kereta Inggris lantaran warganya terlalu banyak mengkonsumsi minuman beralkohol hingga menyebabkan mereka mabuk berat. Tahun 2016 lalu perkeretaapian Inggris mencatat antara 24 November 2016 sampai 2 Januari 2017, sekitar satu dari enam orang yang terkait 7.419 insiden akibat minuman alkohol berujung pada kecelakaan serius.

Kejadian ini biasanya banyak terjadi saat mendekati perayaan Natal ataupun Tahun Baru. Adanya banyak insiden membuat pejabat perkeretaapin Inggris menunjukkan beberapa cupikan video penumpang mabuk.

Dalam video diperlihatkan, ada calon penumpang di peron yang tidak sadar berjalan miring hingga meloncat dari peron dan terjatuh, kemudian di tolong oleh penumpang lain yang melihatnya. Tak hanya itu, dalam cuplikan video tersebut ada penumpang yang terjatuh dan nyaris tertabrak kereta dengan kecepatan yang cukup tinggi. Untungnya penumpang tersebut berhasil memanjat peron.

Selain itu seorang penumpang pria sangat mabuk dengan berjalan hingga dipinggir peron dan terjatuh ke rel. Penumpang lain yang melihat kemudian memanggil petugas dan langsung menolong penumpang tersebut serta membawanya dengan tandu.

Cuplikan video ini cukup mengejutkan dan membuat penumpang yang ada di sekitarnya panik. Allan Spence, Kepala keamanan umum dan penumpang di Network Rail mengatakan, bahwa peron bisa menjadi tempat yang berbahaya. Terhitung 21 orang terbunuh dan 91 lainnya luka parah dalam insiden yang terkait dengan minuman beralkohol di tepi peron selama dekade terakhir.

“Kami mengingatkan masyarakat agar tetap waspada saat mereka bersenang-senang selama musim perayaan Natal dan akhir tahun,” ujar Spence. Dia mengatakan, Anda harus bisa mengontrol diri jangan sampai minuman beralkohol justru membuat Anda dan rekan tak sampai ke tujuan. “Kecelakaan yang melibatkan penumpang yang mabuk telah terbukti melonjak selama periode liburan, modusnya penumpang mabuk menyalahgunakan fasilitas yang ada di stasiun, sehingga menyebabkan mereka tergelincir di peron, tangga dan eskalator,” jelas Spence.

Baca juga: Mengenal Lebih Dalam Emplasemen, Istilah Perkeretaapian Yang Terlupakan

Hari Jumat, adalah dimana pub, bar dan klub diisi para pekerja sebelum Natal. Jumat sebelum Natal kali ini jatuh pada tanggal 22 dan tanggal 15 Desember kemarin menjadi malam populer bagi penyuka pesta. Ini membuat para pejabat kota mendesak masyarakat berhati-hati sebelum bepergian.

 

Ada Robot Parkir Valet di Bandara Lyon, Begini Cara Kerjanya!

Walaupun di sebagaian kota-kota besar di dunia sudah memiliki moda khusus yang akan mengantarkan calon penumpang menuju bandara, namun  hal tersebut tidak menghalangi beberapa kalangan yang lebih memilih untuk menggunakan kendaraan pribadi untuk mengantarkan sanak saudara atau kerabatnya menuju bandara. Seperti yang kita ketahui bersama, mencari parkir di bandara kadang tidaklah mudah. Maka dari itu, sebuah bandara di Perancis mengambil inisiatif untuk mempekerjakan robot yang bertindak sebagai juru parkir valet. Bagaimana cara kerjanya?

Baca Juga: Atasi Masalah Crosswind, Konsep Endless Runway Bisa Jadi Solusi Jitu

KabarPenumpang.com melansir dari laman airport-technology.com (12/12/2017), Vinci Airport telah menandatangani kontrak kerja sama dengan Stanley Robotics untuk menyebarkan valet robot di Bandara Lyon-Saint Exupéry, Perancis. Sesuai dengan namanya, tugas dari robot adalah untuk memarkirkan kendaraan yang berada di titik drop-off. “Ini merupakan robot yang mampu mendeteksi sebuah kendaraan secara otomatis, lalu ‘menderek’ kendaraan tersebut menuju lahan parkir yang masih tersedia,” ungkap co-founder dan COO dari Stanley Robotics, Stéphane Evanno.

Setidaknya, para pengembang teknologi dari Stanley Robotics telah meneliti inovasi ini selama dua tahun lamanya, yang tentu saja valet robot ini sudah mengalami berbagai pembenahan sebelumnya. Bandara Charles De Gaulle di Perancis menjadi saksi bisu uji coba valet robot ini pada awal tahun 2017 kemarin, dan hasilnya pun cukup memuaskan. Beragam pertimbangan pihak pengelola bandara untuk ‘mempekerjakan’ robot ini akhirnya berbuah manis beberapa bulan berselang setelah uji coba tersebut.

Sebagaimana info yang didapat dari laman sumber, pengiriman robot ini sudah terjadi sejak bulan November silam secara bertahap, itu berarti layanan valet robot ini akan dapat dinikmati dalam waktu dekat. Untuk sistem kerja, robot yang diberi nama Stan ini akan sama persis melakukan apa yang dilakukan oleh petugas valet di pusat perbelanjaan. Para pemilik kendaraan akan terlebih dahulu mengunci kendaraan mereka dan melakukan pemesanan di counter yang tersedia. Setelah proses pemesanan selesai, Stan akan mulai menggiring kendaraan tersebut menuju lahan parkir yang tersedia.

Baca Juga: Dari Italia Sampai Ke Inggris, Berikut 10 Bandara Tersibuk di Benua Biru!

“Stan menggunakan teknologi yang sama dengan mobil otonom. Ia dapat memindai lingkungan di sekitarnya setiap saat, dan bereaksi terhadap apapun yang menghalangi jalannya,” jelas Stéphane.

Bagi Anda yang terpaksa menginapkan kendaraan Anda di bandara selama bepergian, layanan valet robot ini juga dapat mengembalikan mobil Anda ke lokasi yang telah ditentukan pada saat pemesanan di awal. Jadi Anda tidak perlu bersusah payah lagi menggeret koper menuju lokasi parkiran. Jika tidak meleset, pengiriman keseluruhan valet robot ini akan selesai pada tahun 2018 mendatang. Lebih lanjut, penggunaan sistem valet robot ini juga akan meningkatkan lahan parkir di bandara tersebut, yang semula hanya tersedia untuk 8.000 kendaraan, kini meningkat menjadi 12.000 kendaraan.