PT Railink Rilis Jadwal Perjalanan KA Bandara Soekarno Hatta-Stasiun Sudirman Baru

PT Railink sebagai operator KA Bandara menginformasikan jadwal perjalanan KA Bandara Soekarno-Hatta dengan rute Stasiun Sudirman Baru sampai dengan Stasiun Soekarno- Hatta. PT Railink telah siapkan 10 trainset KA Bandara Soekarno-Hatta dengan kapasitas 33.000 penumpang setiap harinya. KA Bandara ini ini dilengkapi berbagai fasilitas yang ada di stasiun dan selama perjalanan. satu trainset terdiri dari enam kereta yang mampu mengangkut 272 penumpang.

Baca Juga: Target Pengoperasian Kereta Bandara Soekarno-Hatta Molor dari Jadwal

Dilansir KabarPenumpang.com dari siaran pers, interior keretanya didesain seperti di pesawat, penumpang dapat mengatur kemiringan kursi dan sandaran tangan. Kereta juga dilengkapi dengan pendingin udara (full AC), pengisi daya ponsel (charging port), toilet terpisah antara pria dan wanita. Selain itu,di tiap kereta juga dilengkapi bagasi khusus untuk menempatkan barang bawaan penumpang serta empat layar TV LED untuk hiburan dan juga memberikan informasi posisi kereta. Sedangkan Stasiun nya sendiri dilengkapi dengan fasilitas antara lain vending machine, tapping gate, eskalator, gallery ATM, waiting lounge, commercial area, meeting room, toilet, dan mushola. Khusus di Stasiun Bandara Soekarno-Hatta bahkan dilengkapi dengan konektivitas ke integrated building dan APMS/skytrain.

“KA Bandara Soekarno-Hatta ini nanti nya akan melayani penumpang di 5 Stasiun, yaitu: Stasiun Manggarai, Stasiun Sudirman Baru, Stasiun Duri, Stasiun batu Ceper, dan Stasiun Bandara Soekarno-Hatta. Namun, pada awal operasional kami akan melayani penumpang di dua stasiun terlebih dahulu yaitu Stasiun Sudirman baru dan Stasiun Bandara Soekarno-Hatta. Sedangkan ketiga Stasiun lainnya sedang tahap pembangunan”, ungkap Heru Kuswanto selaku Direktur Utama PT Railink.

“Selain itu, untuk pemesanan tiket KA Bandara Soekarno-Hatta kami telah kembangkan sistem sendiri dengan nama Airport Railways Ticketing System (ARTS). Dimana transaksi tiket dilakukan secara non tunai melalui mobile aplikasi, internet booking dan vending machine. Vending machine telah kami siapkan di masing- masing stasiun, kemudian untuk mobile aplikasi dan internet booking akan kami rilis pada hari peresmian KA Bandara Soekarno-Hatta nanti,” tambahnya.

Baca Juga: Kereta Bandara Ditaksir Mampu Tampung 33 Ribu Penumpang

Sedangkan waktu tempuhnya pun relatif cepat, hanya 55 menit dengan rute Stasiun Manggarai – Stasiun Sudirman Baru- Stasiun Duri- Stasiun Batu Ceper – dan Stasiun Bandara Soekarno- Hatta.

Dengan pengoperasian KA Bandara Soekarno-Hatta ini nanti diharapkan bisa menambah pilihan bagi masyarakat dalam mengakses bandara terbesar di Indonesia itu. Jika selama ini hanya tersedia pilihan bertransportasi berbasis jalan raya, maka sebentar lagi akan hadir layanan public transport berbasil jalan rel yang mengusung kenyamanan bagi para penggunanya.

Tingkatkan Kinerja Jasa Pelayaran, Kabupaten Bengkalis Canangkan Modernisasi Sistem Pelabuhan

Dari segi penamaan, sebagian orang kerap dibuat bingung dengan identitas Bengkalis, pasalnya Bengkalis adalah nama sebuah kabupaten di Provinsi Riau, namun lain dari itu Bengkalis adalah nama sebuah pulau sebagai pusat pemerintahan di kabupaten tersebut. Dan tahukah Anda, selain Pulau Rupat yang masih di wilayah Kabupaten Bengkalis, Pulau Bengkalis juga berstatus sebagai wilayah pulau terluar di NKRI, yang perairannya berbatasan dengan Selat Malaka.

Baca juga: Mengenal Jalur Ferry dan Pelabuhan Tanjung Kapal, Urat Nadi Transportasi di Pulau Rupat

Bila di artikel sebelumnya kami telah mengupas tentang wisata dan perjalanan dari dan ke Pulau Rupat, kini melanjutkan jelajah di Kabupaten Bengkalis, kami mengajak pembaca yang budiman untuk menyambangi Pulau Bengkalis, yang bila diperhatikan dari peta, posisinya berada di selatan dari Pulau Rupat.

Apa yang menarik dari Pulau Bengkalis? Sebagai pelancong yang datang dari Jakarta, Pulau Bengkalis jelas menawarkan ketengangan tersendiri, di pulau dengan luas 514 km2 hanya dihuni oleh 72.961 jiwa. Struktur wilayahnya terdiri dari 17 desa dalam pembagian tiga kelurahan. Meski lebih ramai dari Pulau Rupat, Pulau Bengkalis punya potensi wisata yang besar.

Dalam kunjungan selama dua hari di Pulau Bengkalis, beberapa destinasi berhasil kami sambangi, seperti Lapangan Pasir yang merupakan kawasan pantai di pusat kota, disinilah tempat pusat wisata dan pemerintahan Kabupaten Bengkalis. Waktu tepat untuk menikmati suasana Lapangan Pasir adalah pada saat senja atau malam hari. Uniknya di Pulau Bengkalis cukup banyak kedai kopi, sementara kuliner andalan adalah Mie Sagu dan Sate Padang.

Betor yang setia menemani perjalanan kami di Pulau Bengkalis. (foto by Rendy M)

Dengan menggunakan Betor (Becak Motor), kami juga mendatangi Pantai Prapat Tunggal, yang jaraknya 10 km dari Lapangan Pasir. Sepanjang perjalanan, kanan dan kirinya adalah rumah-rumah tradisional melayu terbuat dari papan kayu. Tempat favorit lainnya ada Pantai Selat Baru yang berada disisi timur pulau. Menikmati kepala muda di pinggir pantai ini terasa nikmat.

Menuju Pulau Bengkalis
Sayangnya tidak ada akses langsung dari kota besar menuju Pulau Bengkalis, pun tidak ada fasilitas bandara komersial yang tersedia. Nah, jalur akses dari dan menuju Pulau Bengkalis lebih mengandalkan moda transportasi laut, terutama dengan kapal ferry yang dilayani dari Pelabuhan Sungai Selari di kawasan Bukit Batu (Pulau Sumatera). Sementara di Pulang Bengkalis, akses utamanya berada Pelabunan Air Putih.

Kapal Ferry di Pelabuhan Air Putih. (foto by Rendy M)

Umumnya wisatawan dan pekerja luar daerah datang ke Bengkalis lewat akses Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II di Pekanbaru. Dari Pekanbaru, perjalanan ke Bengkalis dapat menggunakan jasa travel. Dengan kendaraan sekelas Kijang Inova, dipatok ongkos Rp110 ribu per orang hingga ke Pelabuhan Sungai Selari. Waktu tempuhnya lumayan lama, perjalanan darat ini harus ditempuh sekitar 3-4 jam, namun rasa letih terbayar dengan pemandangan hutan kelapa sawit yang indah.

Dari Pelabuhan Sungai Selari, tersedia kapal ferry RoRo ukuran sedang ke Pulau Bengkalis. Tak butuh lama, hanya 30 menit untuk melintasi selat di antara kedua pulau. Sebagai informasi, ada lima kapal dari operator swasta yang melayani rute Sungai Selari dan Air Putih. Dengan tarif penumpang Rp9 ribu per trip, layanan ferry tidak berlaku 24 jam seperti halnya di Merak-Bakauheni, namun mulai beroperasi mulai pukul 07.00 sampai 23.00. Waktu bongkar muat tiap trip sekitar 45 menit, sehingga penumpang tak perlu menunggu lama di pelabuhan.

Pelabuhan Laut Internasional Bandar Sri Setia Raja (foto by Rendy M)

Sebagai pulau dengan pusat pemerintahan kabupaten, Pulau Bengkalis punya fasilitas Pelabuhan Laut Internasional Bandar Sri Setia Raja. Pelabuhan ini melayani penyeberangan dengan kapal cepat menuju Malaysia. Jarak tempuh dari Bengkalis ke daratan Malaysia membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam.

Baca juga: Dinas Perhubungan dan DPRD Bengkalis Jajaki Teknologi Automatic Vehicle Classification dari PT Mata Pensil Globalindo 

Masih Serba Konvensional
Tak berbeda dengan Pelabuhan Dumai-Tanjung Kapal, di Pelabuhan Sungai Selari-Air Putih juga masih serba konvensional. Persisnya tidak ada pencatatan identitas pada penumpang kapal dan penjualan tiket untuk kendaraan dan orang dilakukan serba manual.

Namun angin reformasi mulai bertiup ke Kabupaten Bengkalis, selain Pelabuhan Dumai-Tanjung Kapal yang akan menggunakan teknologi Automatic Vehicle Classification, kabarnya Pelabuhan Sungai Selari-Air Putih pun akan mengadopsi teknologi serupa. Selain unggul dalam data dan manifest, sistem teknologi lansiran PT Mata Pensil Globalindo juga digadang mampu mengoptimalkan pendapatan operator pelabuhan dan jasa pelayaran, seperti yang telah terbukti dalam penjualan tiket di lintasan Merak-Bakauheni.

Wisatawan Indonesia Menjadi Yang Paling Digital Ketiga Dunia

Teknologi semakin hari semakin maju dan membuat wisatawan masa kini pun tak luput menggunakannya. Sebab, sekarang ini teknologi mampu membantu para pelancong menikmati liburan seperti perencanaan, mencari penginapan dan transportasi (pemesanan), tempat wisata sampai mencari rute termudah untuk sampai ke tujuan.

Baca juga: 8 Aplikasi Ini Bisa Maksimalkan Anda Selama Melancong di Negeri Orang

Tak hanya itu, bisa dikatakan, era digital saat ini menjadi kebutuhan pokok para pelancong. Nah, dari hasil survei sebuah lembaga yakni Travelport mengatakan wisatawan Indonesia berada di urutan ketiga paling digital di dunia setelah India dan Cina.

KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai sumber, hasil ini didapat setelah mensurvei 11 ribu responden di 19 negara dengan rentang usia 19-55 tahun pada Agustus 2017 kemarin. Managing Director Asia Pasific Travelport, Mark Meehan mengatakan 93 persen responden mengandalkan foto dan video dari media sosial sebagai pilihan destinasi.

Sebanyak 71 persen responden melalui pencarian lewat suara dan 84 persen masih bertanya pada konsultan wisatawan profesional. Sedangkan untuk pemesanan perjalanan, pelancong Indonesia banyak yang memilih hotel dengan fasilitas WiFi di kamar mereka.

“Wisatawan Indonesia akan menolak jika hotel men-charge untuk WiFi, sekitar 63 persen angkanya, beda sedikit dari angka global 61 persen,” ungkap Meehan.

Dari hasil survei juga didapat 68 persen pelancong saat ini melakukan booking melalui ponsel pintar mereka, bahkan untuk corporate trip pun diketahui 35 persen melakukannya melalui aplikasi mobile. Sedangkan 43 persen responden mengatakan frustasi bila harus memesan melalui elemen perjalan secara terpisah seperti booking tiket pesawat, hotel atau trip wisata mereka.

Dalam perjalanan tripnya, 80 persen responden lebih menyukai boarding pass digital dan eticketing. Sementara itu 84 persen responden merasa penting untuk dapat melakukan kontak saat bepergian dan selama perjalanan rata-rata para pelancong mengandalkan 19 aplikasi.

Baca juga: 5 Mitos Seputar Online Travel Agents yang Terbantahkan

“Ada 264 juta penduduk di Indonesia, dengan 50 persen pengguna internet, 44 persen aktif di media sosial, 141 persen terkoneksi dengan handphone, dan 40 persen pengguna media sosial yang aktif. Tidak heran jika model bisnis (travel) berganti menjadi mobile,” kata Meehan.

Berikut ini urutan wisatawan terdigital di dunia:
1. India
2. Cina
3. Indonesia
4. Brazil
5. Arab Saudi
6. Meksiko
7. Afrika Selatan
8. Uni Emirat Arab
9. Kolombia
10. Italia

Hadapi Penumpang Mendengkur di Pesawat, Inilah Saran dari Pihak Maskapai

Tidur di dalam kabin pesawat, terlebih pada penerbangan jarak jauh di kelas ekonomi, tentu bukan hal yang mudah dan mungkin akan ada rasa tidak nyaman. Selain terbatasnya ruang gerak, hal lain yang biasanya menjadi gangguan seperti faktor bunyi dengung mesin, jeritan atau tangisan anak-anak, sandaran tangan tidak nyaman hingga teman duduk yang cerewet serta banyak lainnya.

Baca juga: Hentikan Kebiasaan Tidur Saat Take-Off, Berbahaya!

Tetapi, ada beberapa penumpang yang memiliki bakat tidur dengan mudah atau biasa orang mengatakan nempel sedikit langsung tidur. Apalagi jika penumpang tersebut tidur dengan dengkuran (ngorok) cukup keras dan membuat Anda yang berada di sebelahnya terganggu.

KabarPenumpang.com merangkum dari laman cntraveler.com (8/11/2017), karena menimbulkan ketidaknyamanan, wajar adanya bila Anda tergoda untuk membangunkan mereka, tetapi menurut British Airways, Anda harus membiarkan mereka tidur. Baru-baru ini staf penerbangan di London dan New York turun ke jalan untuk melakukan survei terhadap para pelancong tentang etika penerbangan tepat pada waktunya saat musim liburan sekolah.

Survei ini merupakan latihan dan bagian dari penelitian besar yang dilakukan di Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Jerman dan Italia untuk membuat buku panduan tidak resmi bertahan dalam penerbangan. Hasil survei menyebutkan bahwa 66 persen dari semua pelancong tidak akan membangunkan tetangga disebelahnya yang mendengkur.

Biasanya sebagai ganti penumpang tersebut menaikkan volume hiburan mereka dan mengabaikan gangguan di sebelahnya. Dua puluh persen cenderung membangunkan penumpang dan membuat mereka seperti terkena masalah.

Baca juga: Mau Tidur Nyenyak dalam Penerbangan? Ini Dia Tips dari Awak Kabin!

Ada 45 persen orang Amerika melaporkan bahwa mereka memerlukan headphone yang bisa membantu menghalau suara untuk tidur. British Airways merilis tips mereka untuk mendapatkan tidur yang nyenyak dari hasil penelitian ini walaupun harus tetap mengendalikan lingkungan sekitar. Teh herbal, kaus kaki tebal dan musik santai adalah tips dari British Airways yang ternyata disetujui audience untuk mendapatkan ketenangan dalam penerbangan.

Unik! Berangkat Lebih Awal, Operator Kereta di Jepang Justru Meminta Maaf Kepada Penumpang

Sebagai salah satu negara di dunia yang menjunjung tinggi nilai kedisiplinan, Jepang ternyata selalu menjaga ritme On Time Performance (OTP) di semua bidang, termasuk perkeretaapiannya. Jika operator dalam negeri akan meminta maaf kepada penumpang jika terjadi keterlambatan keberangkatan, lain halnya dengan Jepang yang akan meminta maaf kepada para penumpang jika keberangkatan moda transportasi umumnya dimajukan, bahkan dalam hitungan detik saja.

Baca Juga: Inilah 10 Kereta Tercepat di Dunia

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman newsweek.com (16/11/2017), sebuah kereta yang dijadwalkan berangkat dari stasiun Minami-Nagareyama pada pukul 09:44:40 waktu setempat, mengalami reschedule yang mengakibatkan kereta berangkat 20 detik lebih cepat dari jadwal semula. Kejadian yang terjadi pada Selasa (14/11/2017) ini mendorong operator Tsukuba Express untuk memberikan permintaan maaf yang tulus kepada penumpang.

Diketahui, stasiun ini dilalui oleh kereta yang menghubungkan Tsukuba, sebuah kota yang terletak di sebelah utara Kantō, dengan stasiun Akihabara di Tokyo. Dalam sebuah siaran pers yang dipublikasikan di laman resminya, perusahaan Railway Intercity Metropolitan meminta maaf atas insiden keberangkatan lebih awal tersebut. Dalam pernyataan tersebut, perusahaan berdalih bahwa kejadian tersebut terjadi karena awak kereta tidak secara detail memeriksa waktu keberangkatan.

“Kami dengan tulus meminta maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi kepada pelanggan kami,” tulis Railway Intercity Metropolitan dalam pernyataan tersebut. Perusahaan yang berdiri sejak 15 Maret 1991 itu juga mengaku tidak menerima keluhan dari penumpang terkait insiden yang bisa dibilang unik itu. Lebih lanjut, perusahaan tersebut menambahkan bahwa mereka tengah mendiskusikan kejadian ini dan mengingatkan kepada seluruh kru agar kejadian serupa tidak terulang lagi di masa yang akan datang.

Diketahui, sistem perkeretaapian di Jepang merupakan tulang punggung masyarakat yang mengandalkan mobilitas sehari-harinya pada transportasi umum berbasis massal, dan dinilai sebagai salah satu sistem transportasi umum yang paling efisien di dunia.

Sumber: japanesestation.com

Berbeda dengan beberapa kasus yang pernah terjadi sebelumnya, dimana operator kereta lebih banyak meminta maaf akibat keterlambatan keberangkatan ketimbang meminta maaf karena telah memajukan waktu keberangkatan. Budaya sistem transportasi umum di Jepang yang sangat tepat waktu, bagaimanapun, bertujuan untuk mendapatkan catatan sempurna tentang kepatuhan jadwal keberangkatan setiap modanya.

Baca Juga: 5 Stasiun Tersibuk di Dunia, Semua Ada Di Jepang!

Saking tepat waktunya, operator kereta sampai harus mengerahkan kru lapangan yang akan mendorong Anda ke dalam kereta di kala peak hours. Ini bertujuan untuk tetap menjaga kereta berangkat tepat waktu.

 

Miles KrisFlyer Singapore Airlines Naik Per 7 Desember 2017

Singapore Airlines, anggota dari Star Alliance meningkatkan penghargaan pada penggunanya. Nantinya para anggota KrisFlyer Singapore Airlines akan membutuhkan lebih banyak miles untuk melakukan pemesanan penerbangan dengan maskapai yang berada dibawah naungan Star Alliance dari bulan Desember mendatang.

Baca juga: Masalah Teknis, Hampir 18 Jam Penumpang Singapore Airlines Terlambat Berangkat

Tetapi sebagai trade off, untuk ketersediaan hadiah hanya bisa melalui pemesanan online bukan telepon. Pemesanan dengan menggunakan miles diluar naungan Star Ailliance juga tersedia melalui web Singapore Airlines dan aplikasi mobilenya termasuk Virgin Australia, Virgin Atlantic dan Alaska Airlines.

KabarPenumpang.com melansir dari ausbt.com.au (16/11/2017), mulai 7 Desember 2017 mendatang, bagi pengguna miles Krisflyer yang bermitra dengan Singapore Airlines seperti Air Canada, ANA, Thai Airways dan United, Anda akan dikenakan banyak miles untuk pemesanan tersebut terutama untuk kelas bisnis dan kelas satu jika tersedia. Saat ini untuk terbang dari mana saja di Australia ke Inggris dan negara Eropa lainnya akan di tukar dengan 132.500 milis KrisFlyer untuk kelas satu, 95 ribu miles kelas bisni dan 50 ribu miles kelas ekonomi bagi pesawat yang bermitra SQ Star Airlines.

Nantinya miles yang ditukarkan per 7 Desember 2017 pada kelas satu akan menjadi 148 ribu miles, 105 ribu milis kelas bisnis dan 51.500 miles di kelas ekonomi untuk sekali jalan. Sedangkan untuk penerbangan dari Australia ke Kanada dan Amerika Serikat kecuali Hawaii juga meningkat dari 97.500 menjadi 117 ribu miles di kelas bisnis dan dari 55 ribu menjadi 60 ribu miles di kelas ekonomi.

Untuk perjalanan dekat antara Australia ke negara di Asia Tenggara juga ikut meningkat dari 75 ribu menjadi 90 ribu miles untuk kelas satu. Untuk kelas bisnis 55 ribu menjadi 66 ribu miles dan ekonomi di 32.500 miles.

Tak hanya itu untuk perjalanan ke Asia bagian utara yakni Cina dengan China Air, Jepang dengan ANA dan Korea Selatan dengan Asiana miles yang di tukar untuk kelas satunya dari 95 ribu menjadi 105 ribu miles, kelas bisnis dari 77.500 menjadi 83 ribu miles. Sedangkan untuk kelas ekonomi menjadi 45 ribu, dan semua ini sekali jalan bukan untuk rute pulang pergi.

Sedangkan untuk perjalanan dengan Singapore Airlines tidak ada perubahan sama sekali karena angka tersebut baru di sesuaikan pada Maret 2017 lalu. Namun, jika tiket Anda melibatkan penerbangan dengan Singapore Airlines dan mitra Star Alliance sebagai bagian dari satu perjalanan seperti menerbangkan Singapore Airlines ke Singapura dan kemudian Turkish Airlines ke Istanbul, maka tarif Star Alliance akan berlaku untuk keseluruhan perjalanan.

Pemesanan dengan mitra penerbangan di luar keluarga Star Alliance, seperti dengan Virgin Australia, juga tidak berubah. Pemesanan hadiah online diperkenalkan untuk semua maskapai penerbangan mitra. Pada tanggal 7 Desember, anggota KrisFlyer dapat memesan penerbangan dengan miles secara online dengan semua mitra Star Alliance program, dan semua mitra penerbangan lainnya juga.

Saat ini, hanya penerbangan Singapore Airlines dan SilkAir yang muncul di situs KrisFlyer, dan Anda harus menghubungi maskapai lainnya. Ini akan membuat lebih mudah untuk menggunakan miles dalam perjalanan jauh dan luas, dengan 33 lebih banyak maskapai penerbangan bergabung dalam liputan pemesanan online, termasuk 27 mitra Star Alliance Singapore Airlines lainnya.

Setelah pemesanan menggunakan miles secara online tersedia di seluruh jaringan maskapai penerbangan mitra pada awal Desember, biaya layanan offline baru sebesar US$25 atau 2.500 mil KrisFlyer yang akan dibayarkan untuk pemesanan hadiah dan perubahan yang dilakukan melalui telepon. Biaya yang sama juga akan berlaku bila menggunakan miles untuk mengupgrade melalui telepon, atau saat meminta staf telepon untuk memperbarui rincian kontak pribadi Anda, sebagai orang-orang yang Anda pilih yang dapat terbang atau ditingkatkan menggunakan miles Anda.

Baca juga: Singapore Airlines Pamer Suite Kelas Satu Terbaru, Taktik Pemasaran?

Namun, maskapai ini mengkonfirmasikan bahwa biaya layanan ini akan dihapuskan untuk transaksi yang tidak dapat dilakukan secara online, jadi jika Anda mengalami kesulitan online atau Anda memiliki pemesanan yang rumit yang tidak dapat ditangani situs web, Anda tidak perlu membayar .

Bandara Baru di Senegal Berharap Menjadi “The Next Dubai”

Tidak lama lagi, Senegal akan memiliki sebuah bandara baru yang sarat akan problematika saat pembangunannya. Aeroport International Blaise Diagne International (AIBD) yang dicanangkan akan menjadi bandara terbesar di Senengal dengan kemampuan meng-handle tiga juta penumpang pada tahun pertama pengoperasiannya ini rencananya akan dibuka pada 7 Desember 2017 mendatang, dan mengambil alih layanan penerbangan yang sebelumnya dioperasikan oleh Bandara Léopold Sédar Senghor International di Dakar.

Baca Juga: Bangun Terminal Baru, Bandara Melbourne Siap Tangani 60 Juta Penumpang di Tahun 2033

Seperti yang dihimpun KabarPenumpang.com dari laman cnn.com (16/11/2017), megaproyek senilai US$575 juta atau yang setara dengan Rp7,8 triliun ini merupakan inti dari program pengembangan baru di Senegal yang bisa dibilang ambisius. Lokasi dari Bandara Internasional Blaise Diagne ini terletak 40 kilometer sebelah Timur kota Dakar, sebuah lokasi terpencil yang diharapkan dapat membebaskan predikat macet yang sebelumnya melekat di Bandara Léopold Sédar Senghor International.

Bandara Internasional Blaise Diagne menempati lahan seluas 4.500 hektar atau lima kali lebih luas dari Bandara Léopold Sédar Senghor International. Secara otomatis bandara anyar ini juga menawarkan terminal dan landas pacu yang lebih besar dari bandara sebelumnya. Dengan kata lain, kapasitas penumpang dan penerbangan yang dapat dilayani oleh bandara ini pun akan meningkat.

“Bandara Internasional Blaise Diagne jelas merupakan proyek infrastruktur mutakhir,” tutur El Hadji Beye, seorang insinyur sipil yang mengkhususkan diri di Afrika Barat. “Ukuran fasilitas baru ini dapat mengakomodasi pesawat yang lebih besar seperti Airbus A380 dan akan menangani lebih banyak lalu lintas udara dari bandara sebelumnya,” imbuhnya.

Tim pengembang bandara baru ini pun berharap dapat menjadikan proyek ini sebagai “The Next Dubai” di daratan Afrika. “Titik persinggahan favorit untuk lalu lintas udara di Afrika, Eropa, dan Amerika,” ujarnya. Lebih lanjut, mereka merencanakan pengembangan komersial di wilayah sekitar bandara, termasuk hotel, pusat perbelanjaan, restoran, hingga beberapa fasilitas bisnis.

Tidak berhenti sampai di situ, lokasi bandara yang bisa dibilang jauh dari pusat kota menuntut pihak bandara menyediakan moda transportasi yang dapat menunjang pengoperasian dari Bandara Internasional Blaise Diagne. Sebut saja kereta cepat regional Dakar dan jalan tol sudah masuk ke dalam rencana pembangunan tingkat lanjut yang akan segera dieksekusi.

Baca Juga: Bandara Abu Dhabi Bangun Mega Terminal

Asa akan peningkatan di sektor wisata juga turut terbangun dengan adanya bandara ini. Tidak hanya dari sektor wisata, masyarakat lokal juga akan memiliki kesempatan untuk bekerja di Bandara Internasional Blaise Diagne. “Proyek ini akan melibatkan 540 karyawan tetap selama fase operasional, termasuk lebih dari 200 wanita,” kata Rokhaya Diop Diallo dari Africa Development Bank’s Senegal, yang juga mendukung proyek tersebut.

Setelah sempat tertunda selama 10 tahun lamanya, akhirnya megaproyek ini tinggal menunggu prosesi potong pita yang menandakan titik awal pengoperasiannya. Banyak haling rintang yang menghiasi pembangunan Bandara Internasional Blaise Diagne, dari mulai urusan finansial hingga relokasi penduduk  yang semula menempati lahan bandara ini. Kita nantikan saja sepak terjang dari Bandara Internasional Blaise Diagne ini.

Bandara Lapisi Lantai dengan Karpet, Ternyata Ini Alasannya!

Ada yang khas saat masuk bandara internasional, dari sekian fasilitas plus yang ditampilkan, bandara internasional identik dengan penggelaran karpet pada lantainya. Adanya karpet pasti membuat Anda berpikir akan menghambat roda koper dan seharusnya lantai bandara tak perlu di lapisi atau dibiarkan dengan lantai biasa.

Baca juga: Saking Nyamannya, 9 Bandara Ini Buat Penunjungnya Lupa Pulang

Selain itu juga karpet tidak mudah untuk dibersihkan apalagi di bandara yang selalu penuh dengan para pelancong. Padahal tahukah Anda bahwa sebenarnya karpet merupakan salah satu dari banyak perencanaan bandara dan ternyata juga memiliki manfaat lain?

KabarPenumpang.com merangkum dari laman travelandleisure.com (14/11/2017), dengan adanya karpet ini memberikan elemen desain sederhana dan membantu pelancong merasa lebih rileks sebelum masuk ke dalam kabin. Selain karpet, pihak bandara juga menyertakan pencahayaan alami, kursi nyaman, dan langit-langit yang lebih rendah. Desain ini membuat calon penumpang serasa berada di ruang tamu rumahnya.

Jika calon penumpang sudah merasa nyaman untuk duduk, bisa jadi mereka merasa betah dan tertarik untuk berbelanja. Ya, bila diperhatikan, di sekitar gerbang keberangkatan terdapat beberapa toko ritel yang menjual barang dagangan tertentu. Menurut sebuah survei, sebanyak tujuh persen calon penumpang yang merasa nyaman dan rileks akan menghabiskaan waktu di toko ritel tersebut dan membeli barang.

Hal itu tentu membawa keuntungan tersendiri. Strategi lain yang diterapkan adalah menempatkan sedikit pelayan di toko ritel tersebut sehingga calon penumpang lebih nyaman dan bebas melihat barang yang dijual.

Baca juga: 7 Tips Belanja Indah di Bandara Changi

Memang terkadang ada orang yang tidak suka diganggu oleh pelayan toko saat hendak membeli barang. Ketidaknyamanan itu membuat calon pembeli meninggalkan toko.

Salah satu bentuk pemanfaatan kenyamanan lain untuk mendapatkan keuntungan ekonomi dari calon penumpang adalah menyediakan layanan jasa. Beberapa bandara menyediakan ruang khusus untuk spa, yoga, dan bahkan terapi. Hal ini tentu bisa membuat calon penumpang tertarik dan tidak segan mengeluarkan sejumlah uang.

Antisipasi Gangguan Kabut Saat Musim Dingin, Ini Yang Disiapkan Perkeretaapian India!

Dalam upaya untuk menjaga On Time Performance (OTP) selama musim dingin yang hampir tiba, perkeretaapian India telah berencana untuk menggunakan perangkat keselamatan tambahan untuk mengantisipasi turunnya kabut yang akan mengganggu pengoperasian dari kereta di sana. Perangkat keselamatan ini menganut sistem GPS yang dapat digunakan dalam kondisi berkabut, yang akan berguna untuk memberikan tanda kepada masinis ketika mendekati mendekati sinyal atau rambu.

Baca Juga: Setarakan Kaum Minoritas, Formulir Tiket Kereta di India Akan Tambah Kolom T Untuk Transgender

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman indiatimes.com (13/11/2017), seorang pejabat kereta api mengutarakan rencananya untuk menggunakan perangkat berbasis GPS ini bertujuan untuk memberikan peringatan dini kepada masinis. Ia juga melanjutkan bahwa perkeretaapian India telah menyediakan sekitar 2.400 perangkat yang rencananya akan dipasang di India sebelah Utara. Daerah tersebut dinilai sebagai tempat yang paling parah jika kabut tebal musim dingin mulai turun.

Lebih lanjut, pejabat kereta api ini mengatakan bahwa sekitar 900 perangkat berbasis GPS ini telah diedarkan ke zona Delhi. Selain itu, Perkeretaapian juga akan menyebarkan fogmen untuk menempatkan detonator di beberapa jalur. Ini bertujuan untuk memberi tahu masinis jika kereta yang mereka kendalikan tengah bergerak mendekati sinyal atau rambu. Jika masinis tidak bisa melihat sinyal atau rambu karena tertutup kabut, dikhawatirkan ini akan menimbulkan sebuah kecelakaan.

Pejabat perkeretaapian India juga akan melakukan pemeriksaan pelat secara intensif dan mendeteksi isu yang beredar mengenai fraktur pada rel, karena ini merupakan penyebab utama kereta tergelincir selama musim dingin. Sistem auto signaling juga akan dikonversi menjadi semi otomatis dan pembatasan kecepatan akan diberlakukan selama situasi berkabut yang intens.

Baca Juga: Atasi Lonjakan Penumpang Kereta di Musim Libur, India Siapkan Skema Vikalp

Untuk mengantisipasi sistem komunikasi yang terganggu, perkeretaapian India juga berencana untuk menyediakan walkie talkie bagi awak kereta dan petugas di stasiun. Selain itu, petugas stasiun juga akan melengkapi masinis dengan buklet indikasi sinyal dan melakukan penyuluhan dalam bekerja selama musim dingin.

Beberapa masalah yang kerap kali muncul di perkeretaapian India selama musim dingin adalah kekurangan petugas di lapangan yang mengakibatkan mobilitas menjadi menurun, disorientasi pada jadwal, lonjakan penumpang yang menunggu di stasiun, hingga beberapa jalur yang tidak bisa dilewati akibat kapasitas petugas di lapangan yang tidak memadai.

Singapore Airlines Pamer Suite Kelas Satu Terbaru, Taktik Pemasaran?

Singapore Airlines belum lama ini meluncurkan suite kelas satunya sebanyak enam kursi di armada Airbus A380 miliknya. Tak tanggung-tanggung harga per kursi dengan segala kemewahannya dibanderol dengan harga cukup fantastis sekitar Rp168 juta. Suite kelas satu ini bisa dikatakan lebih mirip dengan miniatur kamar hotel daripada sebuah kabin pesawat terbang. Kabin ini adalah dua suite yang digabungkan dan membuat penumpang mendapatkan tempat tidur double.

Baca juga: Lebih Mewah dan Super Mahal, Singapore Airlines Sulap Suite Kelas Satu di Airbus A380

Suite ini cukup mengesankan dan diketahui 60 persen lebih besar dari pada era tahun 2007. KabarPenumpang.com melansir dari laman skift.com (10/11/2017), suite ini bahkan lebih mewah daripada apartemen milik Etihad.

Tapi sementara mengagumi keunggulan suite kelas satu milik Singapore Airlines ini, banyak timbul pertanyaan tentang adanya suite baru ini. Suite kelas satu ini akan hadir di 19 pesawat Airbus A380 yang direncanakan untuk penerbangan jangka panjag.

Awalnya suite kelas satu milik maskapai Singapura ini ada 12 kursi dan menyusut menjadi enam dengan bentuk yang lebih megah. Dibuat enam karena Singapura adalah salah satu pasar premium terkuat di dunia.

Apalagi dengan Singapore Airlines yang memiliki rute tujuan langsung London. Tak hanya itu untuk sampai ke New York pun harus berhenti di Frankfurt dan berharap bisa memiliki penerbangan langsung ke New York dengan Airbus A350 dan membuat pelancong terkaya sekalipun akan memilih menghemat waktu dibandingkan dengan kemewahan.

Singapore Airlines ini menerbangkan Airbus A380 ke kota lain dimana kabin premium biasanya memiliki performa baik. Tapi ada perbedaan besar antara menjual banyak kursi kelas bisnis dan suite kelas satu. Seperti halnya pelancong tujuan Sydney, Auckland, Melbourne, Paris dan Tokyo apakah membutuhkan banyak ruang? Atau mungkin rute one stop tertentu seperti Sydney – Singapura – London akan bekerja dengan baik.

Tetapi bagaimanan dengan rute lainnya? Hal ini membuat penasaran banyak pihak berpikir dimana marketing kurang bisa menjual produk suite kelas satunya. Singapore Airlines memang ingin dikenal dengan penerbangan premium dan memiliki suite mewah yang bisa saja membantu mengembangkan citranya.

Baca juga: Singapore Airlines Pamerkan Desain Interior Mewah di Airbus A380 Terbaru

Bahkan jika suite kelas satu mewah yang tidak masuk akan di setiap rute dengan pesawat A380. Mungkin maskapai yang sedang menghitung penumpang akan memilih kabin ekonomi premiumnya karena pesaing melihat foto-foto suite di sebuah situs web.

Saat ini, apa yang Anda pikirkan? Apakah suite baru di Singapura merupakan respons komersial yang rasional terhadap permintaan akan produk premium? Atau ini lebih merupakan taktik pemasaran?