Tahun 2050: Turbulensi Udara Bakal Tiga Kali Lebih Dahsyat

Sebuah studi menyebutkan bahwa perubahan iklim dapat memicu turbulensi yang hampir tiga kali lipat lebih hebat dari yang terjadi sekarang. Diperkirakan, peningkatan turbulensi ini terjadi  pada rentang periode 2050 hingga 2080 mendatang. Tak ayal, hasil studi yang mengejutkan ini seolah menjadi momok tersendiri, tidak hanya bagi seluruh pelaku usaha di dunia aviasi, melainkan para penumpang juga merasa perjalanannya kelak menjadi lebih ‘berguncang’.

Baca Juga: Terjadi Turbulensi? Tetap Tenang dan Jangan Panik

Sebagaimana yang dihimpun KabarPenumpang.com dari laman abcnews.go.com, penerbangan di atas Atlantik Utara diperkirakan akan mengalami peningkatan turbulensi sebesar 180 persen dari yang terjadi dewasa ini. Dengan kata lain, tingkat in-flight bumpiness juga akan lebih kuat ketimbang gaya gravitasi yang mampu untuk mengguncang penumpang di dalam kabin lebih parah. Tidak bisa dipungkiri bahwa masih banyak penumpang yang merasa takut jika pesawat yang mereka tumpangi dilanda turbulensi.

Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Geophysical Research Letters juga menyebutkan bahwa penerbangan di Amerika Utara diperkirakan akan mengalami peningkatan turbulensi sebesar 110 persen, berbeda 50 persen dari penerbangan di Eropa yang diperkirakan akan meningkat ke angka 160 persen. “Bisa saja penumpang mengenakan sabuk pengaman dua hingga tiga kali lebih lama di masa yang akan datang,” tutur Paul Wiliams, penulis jurnal dan seorang professor di bidang atmospheric science dari University of Reading di Inggris.

Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa adanya peningkatan turbulensi di langit yang bersih, tidak ada awan ataupun peringatan tentang badai. Ini merupakan salah satu indikasi bahwa perubahan iklim yang cukup ekstrem belakangan ini mempengaruhi tingkat turbulensi yang terjadi, bahkan di seluruh dunia. Paul menuturkan bahwa dari penelitian yang menggunakan beberapa teknologi pemantauan iklim berbasis komputerisasi ini juga menemukan bahwa peningkatan turbulensi akan terjadi pada ketinggian yang berbeda sepanjang tahun.

Selain itu, para periset juga menemukan bahwa suhu global akan berubah secara lebih ‘kasar’ dan lebih sering pada ketinggian yang lebih tinggi dari rute penerbangan jet komersial. Statemen ini pula yang akhirnya menguatkan kesimpulan para peneliti tentang peningkatan turbulensi yang disebabkan oleh perubahan iklim yang ekstrem.

Baca Juga: Hadapi Petir, Es dan Angin Kencang, Pesawat Sejatinya Telah Dirancang Untuk Kondisi Ekstrim

Paul mengatakan bahwa turbulensi merupakan salah satu penyebab kecelakaan terbesar di dunia aviasi. Peningkatan turbulensi di masa depan tidak menutup kemungkinan akan berimbas pada peningkatan jumlah kecelakaan udara. “Saya pikir kita akan melihat lebih banyak kecelakaan di masa yang akan datang,” pungkasnya.

Mengingat masih banyak pesawat yang belum dirakit untuk tahun 2050 mendatang, Paul mengatakan bahwa hadirnya teknologi pendeteksi turbulensi akan sangat bermanfaat untuk mencegah kecelakaan yang mungkin terjadi.

Inilah Beberapa Fakta Seputar LRT Kanada yang Layak Diketahui

Sebentar lagi, Kanada akan memiliki sebuah moda transportasi umum baru yang akan disandingkan dengan para pendahulunya, yaitu Light Rapit Transit (LRT). Rencananya, kereta yang akan beroperasi sepanjang 19 km dari Fairway ke Conestoga Mall ini akan mulai mengular pada musim semi mendatang. Lalu, apa saja fakta-fakta yang tersembunyi dibalik proyek LRT Kanada ini? Berikut KabarPenumpang.com sarikan beberapa fakta tersebut, dilansir dari laman therecord.com.

Baca Juga: Di Jakarta Segera Beroperasi MRT dan LRT, Tahukah Artinya?

Biaya yang Cukup Terjangkau
Untuk single trip menggunakan moda ini, penumpang akan dikenakan biaya sebesar USD$ 3,25. Harga tersebut setara dengan tiket bus Grand River Transit. Tentu saja, harga tiket akan menyesuaikan jika Anda membelinya dalam partai besar atau mendapatkan diskon.

Layaknya kebanyakan stasiun Commuter Line di Jakarta, nantinya LRT ini akan menggunakan sebuah vending machine untuk mengeluarkan tiket yang sudah dibayar oleh penumpang sesuai tujuan yang mereka input. Sesekali, petugas keamanan juga akan melakukan pengecekan kepada para penumpang untuk memastikan apakah mereka sudah membeli tiket apa belum.

Bagaimana Dengan Rute LRT Tersebut?
Hampir di setiap negara, kereta api memiliki jalur mandiri yang tidak terinterupsi oleh pengguna jalan lainnya. Lampu lalu lintas, dan gerbang di beberapa tempat, akan menghentikan kendaraan saat kereta ringan ini datang. “Pengguna jalan akan membiasakan diri,” kata Dewan Daerah Waterloo, Tom Galloway.

Bagaimana Jika Salju Menutupi Jalan?
Di tempat-tempat seperti King Street, Tom Galloway mengatakan bahwa rencananya adalah menggiring salju ke truk-truk sampah dan membawanya lebih sering dari sebelumnya.

Di jalur kereta sendiri, kereta api akan mendorong salju menjauh dari trek. Untuk salju dalam jumlah yang besar, ada perangkat khusus yang digunakan di trek untuk membersihkan salju dari rel.

LRT Bisa Mengangkut Sepeda
Pesepeda bisa mengikuti jalan yang sama dengan jalur kereta api. Nantinya, aka nada sebuah jalur paralel dengan rel kereta yang dikhususkan untuk para pesepeda. Selain itu, ada juga jalur multi-guna yang sejajar dengan keduanya.

Sesuai rencana, LRT di Kanada ini juga akan memungkinkan para pesepeda untuk membawa sepedanya ke dalam gerbong.

Bagaimana Jika Pengguna Jalan Dalam Keadaan Darurat?
“Jika mereka perlu, kendaraan darurat akan diperbolehkan untuk naik ke tepi jalan dan berkendara di ‘jalur cepat’ untuk mencapai tujuan yang mereka inginkan,” kata Tom Galloway. Masinis LRT akan mengalah untuk mereka yang sedang dalam kondisi darurat. “Sistem LRT akan mengalah kepada mobil pemadam, ambulans dan polisi,” imbuh Tom.

Bagaimana Lahan Parkir yang Tersedia?
Akan ada tempat parkir di stasiun-stasiun tertentu di sepanjang rute, termasuk terminal transit Fairway yang baru. Diketahui, sebanyak 200 tempat parkir sedang dibangun untuk menunjang prasarana stasiun.

Untuk kasus di stasiun lain, beberapa di antaranya sudah memiliki lahan parkir, termasuk Conestoga Mall dan University of Waterloo.

Baca Juga: Lahore Metro, LRT Pertama di Pakistan Siap Mengular Desember 2017

Bagaimana Ketersediaan Layanan Bus?
“Akan ada lebih banyak rute bus ekspres yang membawa orang ke perhentian LRT di seluruh kota,” kata Tom Galloway. Rute iXpress timur-barat di sepanjang Ottawa Street, rencananya akan mulai beroperasi pada bulan Januari mendatang adalah salah satu contohnya. Rute bus ini akan terhubung dengan stasiun Mill Street. Akan ada banyak stasiun lain yang menjadi hub dengan terminal bus yang menghubungkan penumpang ke rute lainnya.

Ternyata! Penggunaan Garbarata Penuh Perhitungan dan Terjadwal

Walaupun kerap kali terlihat mejeng di area bandara, namun tidak jarang juga kita melihat tangga penghubung ruang tunggu dan pintu pesawat ini tak digunakan. Ya, garbarata memang tidak melulu digunakan oleh pihak bandara sebagai media untuk memasukkan penumpang ke dalam pesawat. Jika tidak selalu digunakan, lalu kapan salah satu infrastuktur tambahan yang menandakan kemajuan suatu bandara ini dipakai? Apakah hanya orang-orang penting saja yang diperbolehkan untuk menggunakannya?

Baca Juga: ST Engineering Kembangkan Sistem Garbarata Otomatis

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari berbagai sumber, mantan Public Relation Manager Angkasa Pura II, Chaerul Anwar mengatakan bahwa jarangnya penggunaan garbarata ini dikarenakan oleh keterbatasan parking stand. Tidak hanya itu, Chaerul juga menambahkan bahwa setiap maskapai memiliki jadwalnya sendiri untuk menggunakan fasilitas pelengkap penerbangan tersebut.

“Misalnya di Soekarno Hatta, garbarata sudah terjadwal untuk pesawat domestik maupun mancanegara. Ketika garbarata itu kosong tidak digunakan, pasti dalam waktu dekat ada pesawat lain akan datang menggunakan gabarata yang telah dijadwalkan,” ungkap Chaerul, dikutip dari laman NationalGeographic.co.id. Dengan kata lain, penggunaan garbarata tidak bisa sembarangan karena dikhawatirkan akan mengganggu operasional di lapangan.

Kehadirannya jelas berpengaruh kepada kenyamanan dan pelayanan kepada para penumpang. Tentu penumpang akan merasa lebih nyaman menggunakan garbarata ketimbang harus turun menuju tarmac lalu diantarkan menggunakan bus ke pintu pesawat. “Kita tetap usahakan untuk kenyamanan penumpang. Walaupun tak dapat garbarata, tetap disediakan bus untuk ke pesawat,” sambungnya, dilansir dari sumber berbeda.

Selain memberikan kenyamanan lebih kepada para penumpang, hadrinya garbarata juga dapat menanggulangi cuaca buruk yang sedang terjadi di luar sana. Dapat dibayangkan jika kondisi cuaca sedang hujan besar dan tidak ada garbarata yang dapat menyambungkan ruang tunggu penumpang dan pintu pesawat, tentu penumpang akan menggunakan payung menuju atau dari pintu pesawat. Tidak menutup kemungkinan contoh kasus seperti ini akan berimbas buruk pada pencitraan bandara bersangkutan.

Dalam kasus penggunaan garbarata ini, pihak Angkasa Pura I dan II selaku operator bandara di Indonesia memegang andil besar dalam menentukan jadwal penggunaan garbarata. Pertama, pihak Angkasa Pura akan menerima jadwal penerbangan dari seluruh maskapai yang ada di suatu bandara, lalu mereka akan menentukan parking stand dan maskapai mana saja yang dapat menggunakan fasilitas garbarata ini.

Baca Juga: Ceroboh, Pramugari Ini Jatuh ke Tarmak dan Alami Patah Tulang

Chaerul melanjutkan bahwa peraturan tentang penggunaan garbarata ini tidak hanya berlaku di Indonesia saja, melainkan di seluruh dunia.

Seperti yang pernah diberitakan sebelumnya, penggunaan garbarata pun tidak bisa sembarangan, karena ukuran dan letak pintu setiap pesawat berbeda-beda. “Jika jembatan penyebrangan penumpang (garbarata) tidak dipasang dengan benar, dikhawatirkan akan mengganggu jadwal penerbangan, dan kemungkinan terburuknya adalah bisa menyebabkan kecelakaan yang merusak pesawat,” ungkap Direktur ST Engineering – NTU Corporate Lab., Paul Tan.

Smart City dan Smart Airport, Bukti Integrasi Yang Tak Terpisahkan

Layaknya konsep Smart City yang sudah mulai diterapkan di beberapa kota besar, konsep Smart Airport pun seolah ikut tergiring arus sehingga kerap kali ramai diperbincangkan oleh berbagai kalangan. Bagaimana tidak, bandara merupakan salah satu pintu masuk ke suatu negara atau kota sekaligus citra untuk menggambarkan kehidupan di kota itu sendiri. Tak ayal, banyak bandara di berbagai belahan dunia yang disolek sedemikian rupa sehingga dapat mencitrakan kondisi negara atau kota.

Baca Juga: Internet of Things Tunjang Transportasi Berbasis Bus

Bahkan, Richard Van Wijk selaku kepala dari Aviation Practice, Nokia, mengatakan bahwa setiap Smart City layak untuk mengoperasikan Smart Airport, dimana jantung dari kedua konsep futuristik ini terletak di jaringan komunikasinya. Lebih lanjut, Richard mengatakan bahwa dunia penerbangan komersial adalah bisnis yang sangat kompetitif yang mengharuskan setiap operator bandara perlu membuat dirinya lebih berkarakter, tanpa mengindahkan keamanan dan kenyamanan para pelancong.

Seperti yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman smartcitiesworld.net (31/10/2017), Richard mengatakan bahwa yang terpenting dari semuanya adalah jaringan komunikasi, karena ia menilai bahwa Smart City, Smart Airport, dan segala sesuatu yang berkaitan dengannya bergantung pada data dan jaringan komunikasi yang menumpunya. Tentu saja, bandara mengandalkan jaringan komunikasi selama bertahun-tahun, namun tuntutan yang diajukan pada mereka telah berubah secara dramatis belakangan ini.

Salah satu terobosan yang dapat meningkatkan kualitas komunikasi di bandara adalah jaringan Internet Protocol/Multi-Protocol Label Switching (IP/MPLS). IP/MPLS memiliki kemampuan untuk memisahkan lalu lintas data, hingga menunjang prioritas layanan. Tidak hanya itu, IP/MPLS juga dapat memprediksi kinerja yang tumbuh pada jaringan dan memberikan tingkat fleksibilitas, keamanan, keandalan, dan ketahanan yang diperlukan. Itu berarti, kehadiran IP/MPLS dapat mengamankan integritas video CCTV bandara dalam situasi apapun.

Bandara juga memiliki kebutuhan untuk mendukung layanan broadband nirkabel, dan memerlukan teknologi yang dapat melengkapi atau bahkan mengganti sistem Land Mobile Radio (LMR) yang ada, dimana sistem tersebut dioptimalkan untuk layanan suara, bukan data.

Selain itu, teknologi yang tengah dieksplorasi oleh pihak bandara dalam upayanya untuk meningkatkan jaringan komunikasi di sana adalah Internet of Things (IoT), yang menjanjikan pengelolaan siklus dari ribuan sensor dan memastikan kinerja mereka tetap aman. Masalah pada sensor yang kerap kali terjadi di bandara dipercaya dapat ditangani dengan mengaplikasikan sistem IoT.

Baca Juga: Saat Kereta Terintegrasi Internet of Things

Alih-alih menggunakan jaringan 4G LTE global yang berbaur dengan pengguna jaringan lain, Smart Airport akan menggunakan sebuah jaringan LTE broadband pribadi yang dikombinasikan dengan jalur data transport IP/MPLS Airport Campus dan sistem IoT. Penggabungan tersebut dinilai ampuh untuk mengentaskan masalah volume penumpang di bandara yang kian hari kian meningkat itu.

Pada akhirnya, jaringan komunikasi dapat memiliki dampak yang substansial terhadap daya saing dan keberhasilan bandara manapun. Akibatnya, operator bandara perlu mengevaluasi pilihan mereka dengan hati-hati dan meletakkan dasar yang memungkinkan mereka terus menyesuaikan diri dengan perubahan di pasar dan pengenalan teknologi dan layanan baru.

Restoran di Kapal Pesiar Ini Menyajikan Hidangan Segar

Kapal pesiar punya restoran dengan hidangan makanan enak dan segar? Ini sudah pasti, sebab tak mungkin sebuah kapal pesiar tak menyajikan makanan enak dengan bahan yang masih segar. Apalagi jika saat memakannya seperti merasakan disuatu tempat seperti kebun anggur atau lainnya.

Baca juga: 12 Kapal Pesiar dengan Kolam Renang Mewah

KabarPenumpang.com merangkum dari traveller.com.au, ternyata ada beberapa kapal pesiar yang memiliki restoran dengan menyediakan makanan segar dan bisa di suguhkan langsung sebagai layanan kamar ataupun makan di restorannya. Berikut ini kapal pesiar yang memiliki restoran dengan menyediakan makanan enak dan segar.

1. Hurtigruten
Kapal pesiar yang membawa penumpang dari pantai barat dan utara Norwegia dan melayani perjalanan Antartika, Greenland, Islandia dan melintasi Translantik ini memiliki hidangan yang berbeda setiap rutenya. Restoran di kapal Hurtigruten mengumpulkan bahan segar dalam perjalanan seperti saat di Reykjavik kepala koki menelpon nelayan untuk menanyakan ikan segar yang baru di tangkap. Restoran kapal pesiar ini menyajikan sup domba Icelandic, fillet salmon Atlantik yang dipanggang dan ikan rebus Nordik. Tak hanya itu, jika kapal ini sedang bersandar ke sebuah pulau, penumpang bisa makan di pinggir pantai sembari menunggu pelayaran berlanjut.

(Celebrity Cruise)

2. Silversea Muse
Memiliki delapan pilihan restoran, kapal pesiar yang satu ini memberikan banyak pilihan tempat makan dari pada kapal pesiar lainnya. Anda bisa menikmati makan malam yang menyenangkan dan tidak akan mendapatkan jenis hidangan yang sama seperti tepanyakki atau steak. Namun, makanan yang disajikan akan selalu baru setiap harinya. Jika Anda bingung memilih untuk makan di restoran kapal pesiar ini, bisa menggunakan layanan kamar dan memilih tiga hidangan yang di sukai. Nantinya pelayanan ini akan disajikan oleh pelayan kabin Anda sendiri.

Fiorentina di Manfredi (Viking Cruises)

3. Viking Ocean Cruises
Menu andalan restoran dari kapal pesiar yang satu ini adalah bistecca fiorentina di restoran Manfredi. Restoran Italia terbaik di kapal pesiar manapun. Daging yang tebal dimasak dengan minyak bawang putih dan bubuk jamur porcini dan tomat ceri serta di beri tambahan bayam dan kentang. Ini favorit di kapal Viking, tapi jangan takut, Anda juga masih bisa menikmati makanan penutup seperti tiramisu.

(Uniworld Cruise)

4. Uniworld
Kapal pesiar yang memiliki rute sungai ini, memberikan santapan terbaik. bahan-bahan berkualitas di piring makanan yang menarik coccok dengan wine yang juga pilihan terbaik. Restoran Maria Theresa yang berada di kapal pesiar satu ini menghidangkan roti bagel buatan sendiri, muesli dan teh untuk sarapan dan salad yang segar untuk teman makan siang yang segar. Ada empat menu makan malam yang membuat Anda, seperti menikmati tortelini sebelum menyantap daging panggang dan puding hazelnut yang meleleh di mulut. Restoran ini juga menghadirkan makanan bernama Danube berisi keju Australia dengan sosis jerman di dalamnya. Makan penutup khas Hungaria yang berlapis krim cukup membuat Anda tersenyum saaat menikmatinya hingga habis.

Baca juga: Ini Dia! Delapan Terminal Kapal Pesiar Termewah di Dunia

5. Celebrity Cruise
Grand Cuvee menjadi salah satu tempat makan terbaik di atas laut tepatnya di kapal pesiar Celebrity. Menghadirkan sajian makan malam yang memiliki standar internasional, Grand Cuvee menyajikan sup kentang berbumbu manis, cemar ikan Cajun, pasta gorgonzola dan sorbet kelapa. Makanan pokok atau sajian utama yang dihidangkan yakni lobster bisque, escargots dan sup bawang Prancis. Tak hanya makanan pokok ini saja, Celebrity Cruise juga menyajikan hidangan vegetarian dengan rendah kalori dan bebas gula.

Frank Hachem, Inilah Pengemudi Bus Tingkat Terpendek di Dunia

Seorang pengemudi bus tingkat dua bernama Frank Hachem menganggap dirinya adalah pengemudi bus terpendek di dunia dengan tinggi hanya 4 kaki 6 inci atau sekitar 1,37 meter. Ayah dua anak ini bekerja di Stagecoach dan harus menurunkan tempat duduknya sehingga bisa mencapai pedal gas dan rem untuk mengemudikan bus dua tingkat tersebut.

Baca juga: Double Decker, Kompetisi Baru di Layanan Bus AKAP

KabarPenumpang.com yang melansir dari laman mirror.co.uk (10/11/2017), bahwa pria 55 tahun ini ingin menunjukkan bahwa ketidaksempurnaan pada dirinya bukanlah halangan untuk menemukan pekerjaan. Awalnya saat melamar bekerja, Frank sempat takut tidak diterima kerja dan berpikir tidak akan mencapai pedal.

Frank Hachem pengemudi bus double decker (mirror.co.uk)

“Ketika pertama kali tahu tentang pekerjaan itu, saya bertanya kepada manajer, saya memiliki tinggi hanya 4 kaki 6 inci, jadi saya tidak tahu apakah saya bisa mecapai pedal. Kemudian manajer itu berkata, jika saya lulus ujian, mereka akan memasukkan saya melalui pelatihan. Manajer itu memperlakukan saya seperti manusia lainnya dan tidak pernah menganggap diri saya sebagai orang kecil,” ujar Frank.

Tetapi hingga kini setelah kekhawatirannya, ternyata sudah delapan bulan Frank mengemudikan bus tingkat tersebut. Dia mengakui, bahwa mengemudikan bus tingkat atau double decker adalah tantangan bagi banyak orang, tetapi tidak untuk dirinya. Bahkan Frank mau menunjukkan kepada orang-orang cacat bahwa mereka tidak seharunya berhenti dan tidak bisa melakukan apapun dengan mengatakan “saya tidak dapat melakukan itu”.

Frank Hachem pengemudi bus double decker (mirror.co.uk)

Frank mengemudikan bus tingkatnya dengan rute harian ke pantai Bognor Regis, West Wittering, Selsey dan Worthing di Sussex Barat. Pria mungil ini lahir di Irak dan pindah ke Inggris tahun 1982 lalu untuk menetap atau saat usianya 20 tahun. Pada 14 tahun lalu dirinya menikah dan kini sudah dikaruniai dua orang anak serta tinggal di Havant di bagian kota Hants, Inggris.

Baca juga: Bus Tingkat di Indonesia, Transformasi dari Moda Angkutan dan Wisata

Saat ini, sebagai pengemudi terpendek, Frank telah mengajukan diri ke Guinness World Record untuk kategori tersebut dan sedang menunggu kabar baliknya. Frank yang memiliki dwarfisme ini mengatakan, ingin mengilhami kedua putrinya untuk menjalani hidup tanpa batasan.

Pasar Terus Melonjak, Garuda Indonesia Lanjutkan Kemitraan dengan Tourism Australia

Garuda Indonesia dan Tourism Australia memperpanjang kemitraan untuk terus mempromosikan perjalanan ke Australia pada tahun 2017-2018. Menurut direktur pemasaran dan teknologi informasi di Garuda Indonesia, Nina Sulistyowati, kemitraan ini bertujuan untuk meningkatkan jumlah penumpang terutama melalui penetrasi pasar dengan potensi baru.

Baca juga: Meski Anda Kendala Administrasi, Garuda Tetap Siap Buka Rute Kupang-Dili

KabarPenumpang.com melansir dari laman marketing-interactive.com (19/11/2017), perpanjangan kemitraan ini karena alasan Australia menjadi salah satu pasar internasional  bagi maskapai yang paling menjanjikan. Selain itu, Australia merupakan pasar potensial dengan pertumbuhan tercepat untuk ma merah ini.

Kemitraan ini juga akan terlihat untuk meningkatkan proposisi nilai Garuda Indonesia dengan pelayanannya melalui berbagai inisiatif seperti penerbangan langsung antara London dan Melbourne. Dengan adanya ini memungkinkan Garuda Indonesia menawarkan koneksi penerbangan dari Australia dan rute lainnya.

Brent Anderson, General Manager untuk Asia Tenggara di Tourism Australia mengatakan, dalam penandatanganan kemitraan ini, bahwa jumlah wisatawan yang bepergian dari Indonesia dan Australia telah meningkat sebesar 17 persen pada bulan September 2017 kemarin. Peningkatan ini dikutip Anderson dari Australian Bureau of Statistics.

Anderson menambahkan, jumlah tersebut juga didukung melalui kemitraan Tourism Australia dengan Indonesia. Diketahui, kemitraan antara Tourism Australia dan Garuda Indonesia pertama kali tahun 2014 lalu dan berfokus pada destinasi seperti Sydney, Melbourne dan Perth.

Awalnya kedua negara ini telah mempromosikan penerbangan layanan Garuda Indonesia ke Australia melalui media konvensional dan media sosial. KabarPenumpang.com yang mengutip dari website Garuda Indonesia, tahun 2015 sudah ada 33 penerbangan per minggu yang dilayani Garuda Indonesia ke Australia yakni ke Perth, Melbourne dan Sydney dengan penerbangan baik dari Jakarta maupun Denpasar.

Baca juga: Demand Melonjak, Garuda Indonesia Tambah Jadwal Penerbangan Denpasar-Melbourne

Penerbangan dari Denpasar ke Melbourne, Sydney dan Perth dilayani setiap hari. Sedangkan dari Jakarta ke Melbourne, Sydney dan Perth hanya dilayanai empat kali seminggu. Semua penerbangan ini dilayani dengan Garuda Indonesia Experience melalui keramahtamahan Indonesia yang hangat dan beragam budaya.

Perluas Segmen Pasar, Citilink Gandeng Ikatan Alumni Universitas

Citilink, maskapai penerbangan dengan biaya rendah kembali mengadakan kerja sama dengan alumni universitas, kali ini adalah Iluni atau Ikatan Alumni Universitas Indonesia. Iluni merupakan ikatan alumni universitas keempat yang sudah bekerja sama selain Institut Teknik Surabaya, Universitas Airlangga dan Universitas Gajah Mada.

Baca juga: Q1 2018: Citilink Buka Rute ke Kuala Lumpur

Kerja sama yang dilakukan Citilink ini, menggandeng 350 ribu alumni UI, sebagai langkah dan upaya memperluas segmen pasar di kalangan akademisi. Apalagi jika mengingat mobilitas dan peluang bisnis lainnya yang sangat menguntungkan bagi keduanya.

Direktur Utama Citilink Indonesia Juliandra Nurtjahjo mengatakan, kerjasama dengan Iluni UI merupakan kolaborasi strategis karena mampu melibatkan sekitar 350 ribu alumninya baik dalam mendukung kegiatan para alumni UI maupun membuka peluang bisnis lainnya.

“Alumni UI terdiri dari para lulusan terbaik yang selalu dibanggakan oleh Indonesia. Kontribusi langsung para alumni UI kepada negara dan pengaruhnya yang besar bagi kemajuan bangsa dapat kita rasakan selama ini. Citilink bangga bisa bekerja sama dengan Iluni UI,” ujarnya.

Juliandra mengatakan, dengan adanya kerja sama ini, anggota Iluni UI akan mendapatkan kemudahan ketika melakukan perjalanan bisnis dengan Citilink Indonesia. Terkait hal ini, Vice President Corporate Communication Benny S Butarbutar mengatakan, pihak Citilink memberikan tiga kemudahan yakni yang pertama adalah mendapatakan corporate price atau harga korporasi dengan diskon 8-10 persen.

Kedua untuk bagian kargo dan jadwal penerbangan serta yang terakhir membantu dalam kegiatan CSR. Benny mengatakan, program kerja sama ini juga untuk memperbesar akses Citilink dan pemenuhan target 13 juta penumpang hingga akhir tahun 2017 ini dan diketahui saat ini sudah sembilan juta penumpang yang menggunakan Citilink.

“Kita bekerja sama tak hanya dengan universitas negeri, siapa saja yang mau kami akan terima, ini untuk memperluas aspek bisnis kami. Kerja sama ini juga tidak menutup kemungkinan dengan organisasi profesi seperti insisnyur, Ikatan Dokter Indoesia (IDI) dan lainnya,” jelas Benny yang di hubungi KabarPenumpang.com, Selasa (21/11/2017).

Benny juga mengatakan, Citilink juga telah membantu CSR lainnya yakni pemerintah kota Surabaya. Benny menambahkan, semester satu tahun 2018, ada kemungkinan Citilink akan merambah penerbangan regional.

Baca juga: Menanti Putusan Kenaikan Tarif Batas Bawah, Citilink Bersiap Meningkatkan Pelayanan

Saat ini diketahui, Citilink juga membuka jaringan penerbangannya di domestik maupun regional selama tahun 2017 ini di lima destinasi baru yakni Jayapura, Kendari, Gorontalo, Ambon dan Silangit serta satu rute regional ke Dili, Timor Leste. Citilink Indonesia juga akan mendatangkan total enam unit pesawat Airbus A320 yang terdiri dari lima unit Airbus A320Neo dan satu Airbus A320CEO sepanjang tahun 2017. Penambahan keenam pesawat tersebut akan melengkapi jajaran armada Citilink Indonesia menjadi 50 unit pesawat pada akhir tahun.

Panasonic dan Emirates Hadirkan Teknologi Hiburan Tingkat Tinggi di Boeing 777-300ER

Emirates dan Panasonic telah bekerja sama selama lebih dari 20 tahun untuk memberikan pengalaman terbaik bagi penumpang. Dalam pengalaman terbaik ini, kedua perusahaan tersebut meluncurkan teknologi yang digunakan pada Boeing 777-300ER terbaru milik Emirates yang dipajang di Dubai Airshow pada awal November 2017 ini.

Baca juga: Dubai Airshow 2017, Emirates Hadirkan Suite Kelas Satu Super Mewah di Boeing 777-300

KabarPenumpang.com melansir dari prnewswire.com (12/11/2017), Emirates menghadirkan hiburan yang tak tertandingi dengan memperkenalkan berbagai solusi termasuk konektivitas WiFi bersama dengan sistem hiburan yang lebih ringan dari versi sebelumnya dari Panasonic. Penumpang Emirates akan merasakan manfaat ini di Boeing 777-300ER terbarunya dengan menampilkan tampilan kabin yang dilengkapi dengan teknologi IFEC atau inflight entertainment and connectivity terbaru.

Kemajuan teknologi ini memungkinkan penumpang Emirates mendapatkan tampilan layar yang tak tertandingi dengan kejernihan dan kualitas gambar menakjubkan. Penumpang juga diberi kenyamanan dengan pengisian cepat perangkat eletronik di kursi dengan layanan kelas satu.

Kesuksesan ini mampu mengurangi bobot sistem IFEC yang mengurangi pembakaran dan emisi bahan bakar serta keinginan agar penumpang merasakan pengalam IFEC kedepan dengan inovasi dan inisiatif industri yang berkelanjutan akan menantang maskapai bergabung dengan Emirates sebagai maskapai cerdas terkemuka di dunia. Di kelas satu Emirates, Panasonic melengkapinya dengan kontrol navigasi melalui tablet yang berfungsi sebagai layar kedua untuk mengontrol sekitaran tempat duduk dalam kabin dan suhu ruang tersebut.

Layanan ini hadir dalam layar 13 inchi dan menawarkan WiFi, Bluetooth, kamera resolusi tinggi, mikrofon dan speaker. Handset ini juga menawarkan tombol navigasi interaktif, volume, panggilan pada awak kabin, lampu, untuk menyalakan dan mematikan televisi.

Tombol tidurnya unik dan membuatnya nyaman bagi penumpang dengan menekan satu tombol untuk beralih ke mode tidur dan tekan kedua untuk mengembalikan fungsionalitas penuh ke suite. Layanan suite video call merupakan fitur baru dan memungkinkan penumpang berkomunikasi secara time dengan kru kabin menggunakan fungsi obrolan video dari pengendali mode generasi berikutnya.

Penumpang juga bisa mendapatkan permintaan sesuai kenyamanan meraka melalui suara, video dan bisa menikmati privasi lengkap dengan pengaturan mode jangan ganggu. Untuk kelas bisnis ada perangkat baru yang diperkenalkan yakni smart monitor 23 inchi dengan full HD yang memiliki kualitas gambar tinggi dan tajam.

Ditambah dengan port HDMI, kemampuan layar sentuhnya juga mumpuni. Jack pengisi daya tipe C yang memiliki kecepatan tinggi dengan standar baru untuk pengisian daya telepon yang dirancang untuk memberi penumpang akses ke pengisian daya dan data yang tinggi. Ini adalah tambahan pengisian daya Tipe A USB berkecepatan tinggi yang ada.

New HD Premium Seat Box, upgrade performa ini dari teknologi seat yang ada juga mendukung dua unit jack pengisian daya tinggi dan jack audio pembatas suara. Kotak kursi HD premium ini memiliki kinerja grafis hampir 20 persen lebih tinggi dibandingkan tipe sistem IFE lainnya.

Baca juga: Di Dubai Airshow 2017, Boom Technology Siap Goda Emirates dan Qatar Airways

New Slim Seat Power Module merupakan solusi unik, memberikan tegangan DC berdaya tinggi untuk pengisian USB dengan berat kurang dan profil yang lebih tipis. Sedangkan di kelas ekonomi, menghadirkan super ekonomi monitor yang elegan lengkap dengan kontrol fisik kelas atas yang terintegrasi dan memberikan kesan mewah di kursi kelas eknomi.

Pesawat-Pesawat Ini Punya Desain Yang Sangat Unik, Yuk Intip!

Luasnya dunia aviasi membuat beragam keunikan muncul, salah satunya adalah dari desain pesawat. Tidak seperti bentuk Boeing 737 atau Airbus A330 yang bisa dibilang standar, bentuk-bentuk dari pesawat ini terbilang nyeleneh, tentu dengan maksud dan tujuan si pembuatnya masing-masing. Berikut adalah beberapa pesawat yang memiliki bentuk unik, dilansir KabarPenumpang.com dari laman knowledgedish.com.

Baca Juga: Mulai Alergi Kacang Hingga Abu Jenazah, Inilah Deretan Peraturan Unik di Maskapai

Bartini Beriev VVA-14

Bartini Beriev VVA-14. Sumber: knowledgedish.com


Bartini Beriev VVA-14 terlihat seperti pesawat ruang angkasa dengan desain yang futuristik, persis seperti yang ada di film-film fiksi. Pesawat yang dirancang oleh Uni Soviet pada 1970-an ini memiliki kemampuan untuk lepas landas secara vertikal dari air dan terbang pada kecepatan tinggi dengan jarak yang jauh. Penerbangan pertamanya adalah pada tahun 1972, dan dua tahun berselang, proyek tersebut perlahan terbengkalai seiring meninggalnya sang perancang, Robert Bartini pada tahun 1974.

Lockheed Martin P-791

Lockheed Martin P-791. Sumber: knowledgedish.com


Tidak ada yang menyangka bahwa perusahaan kedirgantaraan global, pertahanan, keamanan dan teknologi canggih asal Amerika, Lockheed Martin membuat sebuah pesawat berdesain unik. Setidaknya, ini merupakan salah satu upaya mereka untuk memodernisasi gagasan unik dari sebuah pesawat yang bisa dibilang sudah berangsur punah. Penerbangan pertama berlangsung pada 31 Janauri 2006 di Palmdale, California. Dengan bentuknya yang menyerupai bantal terbang ini, pihak Lockheed mengklaim bahwa pesawat Vertical Take Off – Landing (VTOL) ini mampu mengambang di ketinggian 20.000 kaki selama tiga minggu!

McDonnell XF-85 Goblin

McDonnell XF-85 Goblin. Sumber: knowledgedish.com

Prototipe pesawat tempur Amerika ini dirancang selama masa Perang Dunia II oleh McDonnell Aircraft. Pesawat itu dibangun sebagai “pesawat parasit” yang akan dibawa dengan pesawat Northrop XB-35 dan B-36 untuk melindungi mereka selama misi pengeboman. Namun, rencana tersebut berubah dan akhirnya McDonnell XF-85 Goblin dibawa menggunakan Convair B-36. Sayangnya, pesawat ini hampir tidak berumur panjang karena produksinya dibatalkan tepat setahun setelah penerbangan pertamanya pada 23 Agustus 1948.

Boeing X-32

Boeing X-32. Sumber: knowledgedish.com

Pada tahun 1996, Pemerintah AS memberikan kontrak kepada Boeing dan Lockheed Martin untuk merancang sebuah konsep pesawat demonstran dalam sebuah proyek untuk menggantikan posisi dari beberapa pesawat tempur yang ada. Boeing X-32 merupakan pesawat demonstran milik Boeing yang bisa dibilang aneh dari segi desainnya. Meskipun pesawat ini mungkin tidak terlihat hebat, namun dilengkapi dengan sistem cool short-take-off and vertical landing. Namun, pengaplikasian sistem tersebut tidak cukup bagi mereka untuk merebut hati Pemerintah AS. Pada akhirnya, Pemerintah AS lebih memilih pesawat produksi Lockheed Martin daripada milik Boeing.

Baca Juga: Ada DC-9 Berlivery Klasik di Hanggar Garuda Maintenance Facility, Buat Apa Ya?

Scaled Composites Proteus

Scaled Composites Proteus. Sumber: knowledgedish.com


Pesawat aneh ini melakukan penerbangan pertamanya pada tahun 1998 silam. Uniknya, pesawat ini dirancang untuk alasan yang unik, yaitu percobaan untuk melihat seberapa baik pesawat akan bekerja untuk menyampaikan sinyal telekomunikasi. Fakta unik lainnya yang luar biasa tentang pesawat ini adalah Scaled Composites Proteus mampu mengudara di ketinggian 60.000 kaki selama lebih dari 18 jam.