VEMS, Tawarkan Efisiensi Pelayaran Lewat Monitoring dan Kendali Mesin

Dengan pemanfaatan teknologi kendali dan monitoring, kini setiap perusahaan transportasi punya peluang untuk melakukan langkah efisiensi di tengah tekanan biaya operasional yang terus meningkat. Setelah di moda darat dikenal sistem tracking, serta monitoring mesin berbasis seluler dan GPS (Global Positioning System), giliran teknologi yang hampir serupa diterapkan pada moda laut, yakni untuk memonitor kinerja mesin yang sedang berlayar lewat VEMS (Vessel Engine Monitoring System).

Baca juga: Francisco, Kapal Ferry Wisata dengan Kecepatan 51,8 Knot!

VEMS yang belum lama ini diperkernalkan oleh PT Diva Sinergi Adipradana (Mata Pensil Group) di Jakarta, menjadi teknologi terbaru di bidang sistem monitoring perkapalan yang dirancang dan diproduksi di Dalam Negeri. Sistem VEMS yang terdiri dari sensor, controller, safety device dan perangkat monitoring, nantinya akan digunakan pada beragam jenis kapal. Berkat kombinasi akses seluler dan satelit, maka VEMS tak mengalami kendala untuk memonitor kinerja mesin kapal meski posisi di tengah samudera sekalipun.

Mengapa monitoring kondisi mesin kapal dianggap penting? Selain untuk urusan keselamatan dalam pelayaran, modul VEMS juga memungkinkan bagi operator jasa pelayaran untuk mengetahui prosedur penggunaan mesin dan jadwal perawatan. Sensor pada sistem VEMS ditempatkan secara khusus guna memantau kondisi mesin secara keseluruhan, mulai dari suhu gas buang, suhu oli mesin, suhu air pendingin, tekanan oli gearbox, dan masih banyak lainnya.

Modul VEMS yang dipasang pada kapal.

Informasi dari sensor-sensor tersebut kemudian diolah di controller dan dilakukan perbandingan data secara realtime dengan parameter-parameter dari setiap sensor yang dihubungkan. Secara keseluruhan, output dari aneka sensor ditampilkan dalam display di anjungan kapal, sehingga awak kapal dapat melakukan monitoring secara terpadu. Disisi lain, pihak operator di kantor pusat juga dapat melihat display monitor kinerja mesin lewat akses satelit atau seluler.

“Kasus yang sering terjadi pada mesin kapal adalah putaran mesin yang melebihi ambang batas. Ketika mesin dipacu pada putaran tinggi dan melewati batas, maka akan mengakibatkan kerusakan yang sangat parah, dan tentunya dibutuhkan biaya perbaikan yang sangat mahal,” ujar Yudhi Asmara, Head of Product Development MP Group kepada KabarPenumpang.com. Ia bahkan menyebut, untuk alasan keselamatan bisa saja mesin kapal dimatikan secara remote dari kantor pusat.

Baca juga: Kenapa Kapal Pesiar Bisa Tahan Terjangan Badai? Ternyata Jawabannya Sangat Sederhana!

Adopsi VEMS juga tidak terpaku pada jenis mesin tertentu, solusi karya Anak Bangsa ini dirancang fleksibel untuk beragam tipe mesin dan kebutuhan yang diinginkan oleh klien. Setiap kinerja mesin akan terekam datanya secara berkala, dan otomatis masuk ke database aplikasi Vessel Management System. Dengan begitu, unit perbaikan, logistik dan pemeliharaan kapal dapat bekerja secara efektif dan efisien, termasuk dalam pengajuan rancangan anggaran di level korporasi.

Diterjang Cuaca Ekstrim, Bandara Syamsudin Noor Sigap Atasi Kerusakan Fasilitas

Wilayah Banjarbaru di Banjarmasin pada Senin, 13 November malam mulai pukul 21.00 hingga 22.00 WITA diguyur hujan yang disertai dengan angin kencang serta petir. Cuaca ekstrim yang berlangsung selama satu jam ini mengakibatkan terjadinya kerusakan pada sejumlah fasilitas di Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin.

Baca juga: Angkasa Pura I Gandeng KNKT dan Undip Kembangkan Aplikasi Monitoring Ketinggian Air di Runway

Diketahui terjadi kerusakan pada plafond terminal kedatangan dan baliho iklan di area parkir yang tertiup angin kencang. Namun hal tersebut direspon dengan sigap dan cepat oleh seluruh pihak terkait baik dari internal maupun eksternal yang langsung melakukan perbaikan meski area terdampak masih diguyur hujan.

“Dalam kondisi tersebut, Bandara Syamsudin Noor dapat merespon secara cepat dengan melakukan perbaikan terhadap seluruh fasilitas layanan bandara yang terdampak akibat cuaca ekstrim. Selain itu, tentunya berdasarkan standard operating procedure telah dilakukan pengecekan dan pembersihan terhadap seluruh fasilitas di sisi udara seperti runway, taxiway, dan apron yang dinyatakan clear and safety untuk operasional penerbangan,” terang Corporate Secretary PT Angkasa Pura I (Persero) Israwadi yang dikutip KabarPenumpang.com dari siaran pers (14/11/2017).

Cuaca ekstrim tersebut sempat mengganggu jarak pandang di bawah minimum yakni hanya 800 meter, sementara aerodrome ditutup sekitar satu jam. Namun operasional penerbangan sudah kembali normal sehingga tidak mengganggu pesawat yang mendarat.

Semua penerbangan clear pada sekitar pukul 23.30 WITA pada Senin malam 13 November. Hari ini 14 November, pelayanan penumpang dan pesawat tidak terganggu. Manajemen AP I memastikan bahwa operasional Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin sudah kembali normal. Namun untuk beberapa waktu ke depan masih akan berlangsung perbaikan kerusakan pada fasilitas yang terdampak.

Baca juga: Usai Kembangkan 9 Bandara, Angkasa Pura I Canangkan Benahi Infrastruktur di El Tari dan Frans Kaisiepo

“Kami memohon maaf kepada para penumpang dan calon penumpang pesawat udara atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat kegiatan perbaikan tersebut,” kata Israwadi.

Tahun 2021, Kereta Bertenaga Hidrogen Siap Mengular di Rel Jerman

Tahun 2021 kereta bertenaga hidrogen akan mulai berjalan di rel Jerman. Dengan kereta hidrogen ini para penumpang yang tinggal di Jerman bagian utara bisa melakukan perjalanan pertama mereka di dunia. Padahal pada tahun 2016 lalu, Jerman mengatakan akan meluncurkan kereta bertenaga hidrogen ini pada Desember 2017 untuk pertama kali.

Baca juga: Perangi Polusi, Australia Selatan Manfaatkan Energi Terbarukan dari Hidrogen

KabarPenumpang.com melansir dari laman abcnews.go.com (9/11/2017), Alstom, perusahaan engineering asal Perancis mengatakan telah menandatangani sebuah kesepakatan untuk mengirimkan 14 kereta sel berbahan bakar ke LNVG yang merupakan perusahaan kereta api di negara bagian Lower Saxony, Jerman.

Kereta api bertenaga hidrogen ini akan beroperasi di rute Cuxhaven, Bremerhaven, Bremervoerde dan Buxtehude dari bulan Desember 2021. Alstom mengatakan pada hari ini, bahwa kereta Coradia iLint akan memiliki jarak tempuh hingga seribu kilometer dengan kecepatan maksimum 140 km per jam.

Dalam perjalanan dengan kecepatan tersebut, energi kimia hidrogen akan diubah menjadi listrik oleh sel bahan bakar. Sedangkan untuk energi yang tidak digunakan akan tersimpan dalam baterai Lithium yang terpasang di dasar kereta tersebut.

Pengubahan energi ini tidak akan memghasilkan apa-apa selain uap air dan kereta akan berjalan dengan lebih tenang serta bersih daripada menggunakan mesin berbahan bakar diesel. Rencananya untuk menghasilkan hidrogen ini, akan menggunakan turbin angin yang banyak.

Pihak Alstom mengakui produksi kimia semacam ini tidak selalu netral karbon, namun mengingat bahwa zat tersebut sudah di produksi. Maka proyek kereta setidaknya akan memastikan proses ini lebih produktif.

Baca juga: Saatnya Maksimalkan Tenaga Surya untuk Energi Terbarukan di Kereta Api

Teknologi baru ini benar-benar revolusioner bukan karena fakta yang sederhana, dimana kereta api yang didukung oleh sumber listrik konvensional tidak secara inheren kotor. Dampak lingkungan mereka pada dasarnya tergantung pada bagaimana listrik yang mereka hasilkan digunakan dengan demikian bisa dibilang lebih penting untuk fokus pada pembangkit energi hijau, bukan perubahan pada kereta api sebenarnya.

Sehingga bisa dikatakan, kereta bertenaga hidrogen ini sangat cocok untuk digunakan pada jarak yang lebih pendek. Diketahui, kereta model pertama Jerman Coradia iLint saat pertama kali di ujicoba memiliki kecepatan 96,54 km per jamnya.

Ramaikan Jalanan di Las Vegas, Operator Mobil Otonom Ini Optimis ‘Sedot’ Banyak Penumpang

Sebentar lagi, kota Casino Las Vegas akan mengoperasikan salah satu moda futuristiknya yang sudah dinanti-nanti. Ini ditandai dengan diuji cobanya kendaraan otonom yang mampu berkomunikasi dengan sinyal lalu lintas, berbagi jalan dengan kendaraan lain, dan mampu memberi ruang bagi para pejalan kaki. Ini merupakan suatu terobosan yang mutakhir, mengingat sudah padatnya kondisi jalanan belakangan ini.

Baca Juga: Catalyst E2, Bus Otonom Mampu Berjalan 966 Km Dalam Sekali Charge

Seperti yang dilansir KabarPenumpang.com dari berbagai sumber, kendaraan 11 penumpang yang berbentuk seperti telur ini akan mulai menghantam jalanan pada tahun depan secara cuma-cuma. Nantinya kendaraan otonom ini beroperasi di sekitaran Fremont East, dimana daerah tersebut pada tahun lalu dijuluki sebagai bagian dari distrik inovasi kota.

“Orang-orang menggambarkan mobil sebagai simbol kebebasan dan memiliki banyak keuntungan, tapi sungguh menakjubkan melihat berapa banyak mobilitas yang dipengaruhi olehnya,” tutur John Moreno, public affairs manager dari AAA Nevada. “Kami sadar bahwa masyarakat kebanyakan skeptis dengan teknologi baru yang siap ‘menjajahnya’, tapi diharapkan ini akan memberikan kebahagiaan dan semakin membulatkan tekad mereka untuk menghadapi era modern,” imbuhnya.

Sekedar mengingatkan bahwa pada bulan Januari silam, sebuah kendaraan otonom asal Perancis, Navya, baru saja melakukan uji coba dengan memblokir lalu lintas. Ini berbanding terbalik dengan AAA dimana dalam uji coba tersebut kendaraan otonom ini berbaur dengan kendaraan lain. Selain menguji coba, AAA sekaligus memperkenalkan teknologi otonom ini kepada masyarakat luas.

Kendaraan ini bisa dibilang otonom secara keseluruhan, karena tidak ada bangku kemudi ataupun pedal rem, hanya ada kamera pada bagian depan dan belakang, sensor pendeteksi cahaya, GPS, dan teknologi mutakhir lainnya. Otoritas Las Vegas memasang sensor nirkabel yang memungkinkan AAA ‘berkomunikasi’ dengan traffic light, walaupun rute yang dilalui moda otonom ini terus berubah-ubah.

Nantinya, di dalam moda ini akan diawasi langsung oleh seorang petugas ahli untuk mencegah kejadian di luar dugaan. Untuk soal kecepatan, moda otonom ini bisa dibilang cukup aman dengan kecepatan maksimum hanya 25 mph atau setara dengan 40 km per jam. Ketika perjalanan selesai, penumpang akan diminta untuk menilai kinerja dari mobil tersebut dengan penilaian bintang 1 sampai 5. Penilaian tersebut tentunya akan memberikan feedback kepada operator untuk semakin meningkatkan pelayannya.

Baca Juga: Navya Arma, Bus Tanpa Awak Gambaran Transportasi Masa Depan

Pejabat AAA sendiri telah menetapkan target ambisius sebanyak 250.000 pengendara selama periode tahun depan di bawah kemitraan dengan Las Vegas, Regional Transportation Commission of Southern Nevada, dan Keolis Transportation.

Kuburan Tak Selalu Seram, Stasiun Purwakarta Saksinya

Segala sesuatu yang terkait dengan kuburan umumnya membuat bulu kuduk menjadi merinding, tapi di Stasiun Purwakarta, Jawa Barat ada kuburan yang tak terlalu menyeramkan. Bahkan kuburan yang satu ini terbilang laris manis dijadikan spot foto pelancong, penumpang kereta api dan para seleb instagram.

Baca juga: Mengenal Walahar Express, Kereta “Odong-Odong” dari Purwakarta

Disebut sebagai kuburan kereta karena disini tempat peristirahatan terakhir bagi seluruh kereta rel listrik ekonomi non AC yang pernah beroperasi di lintas Jabodetabek sejak dihapuskannya KRL non AC 25 Juli 2013 lalu. Di sini terdapat KRL Rheostatik, BN-Holec, dan Hitachi. Tidak ketinggalan, sisa gerbong KRL AC seri Toy Rapid 1000 dan Tokyo Metro 5000 juga dikirim ke kuburan ini.

Bagi Anda penumpang kereta yang akan ke Bandung, Purwokerto, Surabaya dan Semarang atau kereta lokal lain biasanya akan melewati Purwakarta, maka melihat tumpukan-tumpukan gerbong yang tersusun rapi layaknya kamar hotel dorm ataupun tumpukan lego raksasa yang unik dan tak biasa. KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai sumber, tumpukan gerbong ini tingginya diperkirakan mencapai tujuh meter.

Bukan hanya tinggi, jika dilihat gerbong-gerbong ini memiliki warna yang beragam dan menjadi pemandangan kontras sehingga mencuri perhatian penumpang kereta, warnanya perpaduan antara jingga, merah, putih dan beberapa warna lainnya. Sayangnya, kuburan kereta ini terletak di dalam stasiun Purwakarta, sehingga bagi Anda pecinta fotografi atau yang ingin berswafoto di kuburan kereta ini memang agak sulit.

Biasanya hanya penumpang kereta yang bisa menikmati keindahan tumpukan gerbong-gerbong tua ini. Memang terlihat kumuh karena tak terawat, tetapi banyak penumpang yang tetap saja masih memfoto tumpukan gerbong-gerbong kereta tersebut.

Baca juga: Jalur Stasiun Nambo Punya Pemandangan Yang Manjakan Mata

Tak hanya penumpang, bagi pasangan pengantin yang akan melaksanakan foto prewedding juga dipersilahkan tetapi harus membawa surat pengantar dari pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI). Tahun 2016 lalu, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi berencana akan menyulap gerbong-gerbong tua ini menjadi tempat wisata kuliner. Namun hingga kini rencana tersebut belum terealisasikan bahkan masih seperti sebelumnya hanya teronggok dan menyeramkan jika malam tiba tanpa penerangan sedikitpun di gerbong berjumlah sekitar 50 ini.

Ternyata tak hanya gerbong bekas yang berada di stasiun ini, balok kayu dan besi bekas rel yang sudah tak terpakai pun teronggok di stasiun ini. Diketahui stasiun Purwakarta berada di ketinggian +84 meter dan masuk dalam Daerah Operasional (DaOp) II Bandung.

Korea Selatan Bakal Sokong Pendanaan Proyek LRT Jakarta Fase II

Presiden Korea Selatan Moon Jae-in baru saja mengunjungi Indonesia, dalam kunjungannya Moon bertemu dengan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. Pada kunjunganya kali ini, Moon menyatakan bahwa Korsel berencana akan meningkatkan kerjasama dengan Asia Tenggara.

Baca juga: Lahore Metro, LRT Pertama di Pakistan Siap Mengular Desember 2017

KabarPenumpang.com melansir dari laman Reuters (9/11/2017), bahwa langkah ini diambil karena mengingat perekonomian Asia Utara kini lebih mengandalkan hubungan tradisional dengan mitra dagang dari Cina dan Amerika Serikat. Dalam hal ini, Moon ingin menjadikan Indonesia dengan perkeonomian terbesar di Asia Tenggara.

Salah satu kebijakan yang diusung Moon adalah menargetkan hubungan yang lebih erat antara Korsel dengan negara Asia Tenggara. Salah satu kebijakannya yakni penandatanganan nota kesepahaman atau MoU antara Korsel dengan Indonesia untuk mengembangkan sistem transit kereta ringan atau light rail transit (LRT).

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan Mou tersebut sudah ditandatangani dan kesepakatan bukan hanya LRT melainkan transportasi lain dan terkait perumahan. Diketahui, kerjasama ini untuk proyek di Jakarta, Korsel akan mengeluarkan dana hingga US$1,9 miliar.

Diketahui, untuk LRT Jakarta fase II koridor Velodrome Rawamangun – Dukuh Atas, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadi Muljono menyebutkan, perusahaan asal Korsel Korea Rail Network Authority (KRNA) akan berinvestasi pada proyek ini dan berencana megucurkan dana sebesar US$500 juta. Manajemen PT Jakarta Properterindo (Jakpro) dalam keterangan resminya berharap, investasi perusahaan Korsel tersebut dapat mengurangi beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Sebab KRNA juga melakukan penandatangan MoU selain Presiden Moon sejak 2016 lalu dengan Jakpro. Nota kesepahaman kedua perusahaan ini rencananya untuk membantu feasibility study untuk menyempurnakan trase seluruh koridor LRT di DKI Jakarta.

Tak hanya itu, perusahaan Korsel lainnya juga melakukan MoU untuk membangun saluran air bersih dan perumahan. “Tapi kalau air ini baru feasibility study, Januari 2018 mulai proses konstruksi,” ujar Basuki.

Baca juga: Menteri Luhut Belum Mau Ungkap Identitas Investor Untuk Proyek LRT Jakarta

Investasi pada sektor perumahan ditandatangani investor Korsel dengan PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP). Sayang, Basuki tak menyebut detil lokasi dan jumlah pembangunan rumah yang direncanakan.

Pamer Kekuatan di Dubai Airshow 2017, Airbus Dongkrak Saham Yang Anjlok di Bulan Lalu

Pagelaran Dubai Airshow yang diadakan dari tanggal 12 hingga 16 November 2017 akan menjadi momen prestisius bagi Airbus untuk memamerkan beberapa inovasi yang telah mereka ‘godok’ sebelumnya. Tidak hanya memajang berbagai teknologi, produk, dan layanan inovatif dari pesawat komersialnya saja, melainkan perusahaan aeronautika berbasis di Toulouse, Perancis ini juga memamerkan inovasi di helikopter militer, hingga sistem ruang angkasanya.

Baca Juga: Efisiensi Biaya Operasional Jadi Alasan Utama Anjloknya Permintaan Terhadap Airbus A380

Momentum ini menjadi sangat penting bagi Airbus karena diketahui mereka tengah melebarkan sayap mereka di kawasan Uni Emirat Arab dan sekitarnya. Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman arabiangazette.com (12/11/2017), ada banyak pesawat operasional dan pengembangan Airbus yang dapat dilihat di area display statis, termasuk A350-900 – bagian dari keluarga besar A350 XWB all-new – yang juga rencananya akan melakukan demo terbang.

Selain itu, Airbus juga akan menampilkan jet eksekutif ACJ 319ceo dalam kemitraannya bersama Comlux, perusahaan penerbangan charter yang berbasis di Swiss. Sementara itu, Airbus Defense and Space juga memamerkan A400M New Generation Airlifter, sebuah teknologi yang diketahui berperan penting dalam operasi bantuan pasca badai Karibia. Jangan lupakan EADS CASA C-295, gunship terbaru yang dirilis oleh Airbus Defense and Space.

Masih banyak produk yang dipajang Airbus dalam pameran ini, seperti helikopter H160, NH90, hingga satelit telekomunikasi SES-12. Pengunjung juga dapat belajar tentang Zephyr, High Altitude Pseudo-Satellite (HAPS) yang berjalan secara eksklusif untuk tenaga surya sebagai pelengkap surveilans dan komunikasi berbasis satelit.

Selain itu, para pengunjung juga dapat menjajal kabin Airbus A330neo terbaru, yang diketahui Airbus telah merombak total isi kabinnya dengan peralatanberteknologi tinggi sehingga dapat meningkatkan pengalaman para penumpangnya. Namun, terdapat sebuah ironi dibalik turut sertanya Airbus di perhelatan Dubai Airshow 2017 ini.

Baca Juga: Sambut Pesanan Airbus A380 Ke-100, Emirates Pasang Livery Presiden Pertama Uni Emirat Arab

Pada awal bulan lalu, saham Airbus mengalami kejatuhan di perdagangan awal pekan, ketika para pelaku pasar menghubungkannya dengan peringatan yang dilontarkan oleh Tom Enders, selaku CEO Airbus bahwa produsen pesawat asal Eropa tersebut terancam terkena denda. Hal itu terkait dengan penyidikan korupsi yang sedang berlangsung, termasuk terkait suatu penjualan jet-jet tempur kepada Austria.

Mungkin ikut sertanya Airbus dalam perhelatan Dubai Airshow 2017 ini merupakan usaha yang dilakukan untuk kembali meningkatkan sahamnya setelah sempat anjlok seperti yang sudah disebutkan di atas. Terlepas dari hipotesa di atas, Airbus tetap berada di ‘landasannya’ dan tetap berusaha untuk meningkatkan pelayanan kepada para pelanggannya.

Q1 2018: Citilink Buka Rute ke Kuala Lumpur

Strategi dalam berekspansi menjadi denyut nadi dalam usaha penerbangan, terlebih melihat apa yang dilakukan Citilink, maskapai berbiaya rendah dibawah naungan Garuda Indonesia Group ini punya strategi tersediri dalam menyikapi ekspansi usaha. Meski satu induk dengan maskapai plat merah Garuda Indonesia, Citilink punya pakem dan rencana tersendiri untuk melebarkan sayapnya, termasuk merambah rute penerbangan reguler ke luar negeri di tahun 2018.

Baca juga: Q3 2017 – Citilink Sumbang 14 Persen Untuk Laba Garuda Indonesia Group

Meski rencana untuk melayani penerbangan internasional sudah didengungkan, berbeda dengan Lion Air, Citilink dipastikan tidak akan mengakuisisi pesawat berbada lebar atau wide body. Hal tersebut ditegaskan oleh Vice President Corporate Communications Citilink Benny S Butarbutar, “Memang benar ada rencana pada kurtal pertama tahun depan (2018-red) untuk melayani rute luar negeri, namun masih di tingkat regional,” ujar Benny S Butarbutar kepada KabarPenumpang.com di Jakarta (7/11/2017).

Karena rute yang dijejalahi adalah regional, maka jalur luar negeri yang disasar memang tak jauh-jauh, seperti Singapura, Bangkok dan Kuala Lumpur. “Jika tak ada aral melintang di Maret 2018 kami akan membuka rute perdana ke Kuala Lumpur,” tambah Benny. Ia menyebut bahwa jumlah armada yang dimiliki saat ini sudah ideal untuk melakukan ekspansi di rute-rute tersebut.

Baca juga: Airbus A320Neo – Tawarkan Kabin Lebih Senyap, Inilah Pesawat Terbaru Citilink

Sebenanya Citilink saat ini sudah melayani penerbangan ke luar negeri, namun khusus melayani penerbangan Umroh. Bahkan dengan tujuan Jakarta – Jeddah, Citilink sejatinya sudah menggarap penerbangan jarak menengah. Dalam penerbagan ke Jeddah, Citilink menggunakan pesawat narrow body terbaru Airbus A320Neo. Meski bukan wide body, dengan teknologi terbaru Airbus A320Neo akan menghemat waktu penerbangan 1 jam, sehingga lama perjalanan menjadi 12 jam dari sebelumnya 13 jam. Perjalan ke Jeddah ditempuh dengan satu kali transit di India. Dalam penerbangan ke Tanah Suci, penumpanhg mendapatkan layanan makanan dan minuman sebanyak tiga kali.

Sebelum Citilink, Lion Air sejak 2009 sudah melayani penerbangan umroh. Di awal dengan Boeing 747-400 dan kini menggunakan Airbus A330-300 dan Boeing 737 MAX-8.

Perbaiki Halte Bus, Pramuka Ini Diganjar Gold Award!

Pada prinsipnya, menjaga setiap pra-sarana transportasi umum adalah kewajiban semua orang, tidak hanya bagi mereka yang menggunakan fasilitas tersebut. Dapat dibayangkan jika setiap orang tidak memiliki tanggung jawab untuk menjaga fasilitas publik, tentu kondisinya akan sangat ironis dimana fasilitas tersebut akan rusak dan negara mengalami kerugian karena harus memperbaikinya. Lalu, bagaimana jadinya jika ada individu yang justru memperbaiki halte bus karena dianggap sudah menyalahi peraturan?

Baca Juga: Parade Halte Unik Dengan Sokongan Promosi dan CSR

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman tapinto.net (27/10/2017), seorang siswi dari North Salem High School yang mengidap kelainan hiperaktif, Molly McGuiness, justru merombak sebuah halte bus yang membelakangi jalanan di Vails Grove, Amerika. “Tidak mungkin melhat bus datang tanpa harus keluar dari halte tersebut,” papar Molly dilansir dari laman sumber tertera.

Pikiran Molly mulai memaksanya untuk melakukan sebuah pembaruan manakala halte unik tersebut dihancurkan. “Saya pikir, kita bisa menggunakan barang-barang yang ada untuk membangun halte baru yang lebih baik lagi,” imbuhnya. Dari ide itu Molly sadar, bahwa ia akan segera mendapatkan Gold Award, penghargaan tertinggi yang dapat diraih oleh seorang Pramuka, tatkala halte tersebut selesai ia renovasi.

Molly McGuiness. Sumber: tapinto.net

Alih-alih mengikuti perhitungan ayahnya yang memperkirakan pembangunan halte tersebut akan menelan dana sekitar USD$1.200 hingga USD$1.500, Molly lebih memilih untuk menggunakan bahan daur ulang dan beberapa bahan yang disumbangkan oleh Home Depot di Brewster. Tidak hanya itu, proyek kecil Molly yang hanya mengucurkan dana sekitar USD$150 tersebut juga mempekerjakan orang-orang yang ada di sekeliling Molly, seperti sang ayah, tetangga, dan juga teman-teman Pramukanya.

Dari sekian banyak perubahan yang Molly aplikasikan pada halte tersebut, ia mengaku paling senang dengan fitur kaca yang ia tempel di punggung halte. Bukan kaca sembarang kaca, itu merupakan kaca yang dibeli oleh orang tuanya untuk dipasang dirumahnya, namun tidak pernah digunakan, sehingga Molly memutuskan untuk memasangnya di halte tesebut. “Daripada kaca itu terbengkalai di rumah, lebih baik dipasang di sini (halte) untuk menambah jarak pandang orang yang sedang menunggu bus di halte ini,” terangnya.

Baca Juga: Nunggu Bus di Halte ini Bisa Bikin Tambah Pintar, Lho!

Molly mengatakan meski tidak banyak siswa yang menggunakan halte bus ini, namun dia sangat senang ketika sadar apa yang telah ia lakukan ini dapat berguna bagi orang-orang di masa yang akan datang. “Mereka tentunya akan bahagia berada di sebuah halte yang dibangun oleh seorang Pramuka.” Tutupnya.

Lebih dari 100 ml, Cairan Tak Boleh Masuk ke Dalam Kabin

Penumpang sebuah pesawat harusnya tidak asing dengan larangan membawa cairan lebih dari 100 ml per wadahnya. Biasanya wadah-wadah ini juga harus dikemas dalam sebuah kantong plastik transparan yang bisa di buka tutup dan penumpang hanya memiliki kapasitas membawa satu liter saja.

Baca juga: Agar Barang Bawaan Tak Kena Denda, Cermati Ketentuan dari Bea Cukai di Bandara!

Setiap penumpang juga hanya diperbolehkan membawa cairan dalam jumlah kecil jika memang dibutuhkan dalam perjalanan seperti obat-obatan atau makanan bayi saja yang bisa masuk dalam kabin. Sedangkan untuk barang yang berupa cairan lainnya harus masuk dalam tas yang akan dibawa ke bagasi dan sudah terbungkus rapi dalam kantong plastik transparan.

Aturan terkait membawa cairan berlaku untuk semua penumpang yang berangkat dari Uni Eropa dan penerbangan internasional di setiap negara lainnya termasuk Indonesia. Tetapi di Indonesia sendiri untuk layanan penerbangan domestik, aturan ini tidak berlaku dan penumpang diperbolehkan membawa cairan ke dalam kabin.

KabarPenumpang.com merangkum dari laman airpassengerrights.eu, 6 November 2006 lalu, aturan ini mulai berlaku di semua bandara UE dan Norwegia, Islandia dan Swiss. Ada beberapa cairan yang harus masuk dalam bagasi dan berada dalam satu kantong plastik transparan seperti dibawah ini.

1. Air minum, sirup dan sup
2. Krim, lotion dan minyak
3. Parfum
4. Gel rambut, sabun cair dan shampo
5. Deodoran
6. Pasta gigi
7. Maskara, dll

Untungnya aturan ini tidak membatasi cairan yang dapat Anda beli di toko oleh-oleh dekat ruang tunggu seperti minuman atau yang lainnya. Cairan bebas bea yang Anda beli di bandara ini baiknya tidak di keluarkan dari kemasan sebelum melalui proses skrining dan tanda terima juga harus tetap disegel.

Baca juga: Saking Nyamannya, 9 Bandara Ini Buat Penunjungnya Lupa Pulang

Memang Anda tidak akan mungkin membuka tas saat membawa cairan tersebut. Namun, pastinya petugas bandara akan mengecek dan kemungkinan perlu membuka tas dan plastik botol. Jika hal ini terjadi dan Anda harus menaiki penerbangan lanjutan untuk sampai ke bandara lain, beritahu petugas kemanan agar cairan tersebut disegel kembali dalam tas keamanan baru.

Tak hanya cairan, senjata pun tidak diperbolehkan masuk ke kabin pesawat. Benda-benada ini seperti gunting dan pisau lipat dengan ukuran tertentu harus masuk ke dalam koper yang akan masuk ke bagasi kargo. Bahan peledak, bahan yang mudah terbakar hingga zat berbahaya dan beracun juga tidak diperbolehkan di bawa dalam penerbangan.