Yuk Bersepeda, Mengurangi Polusi Sembari Membakar Kalori di Tubuh

Tubuh manusia setiap harinya memerlukan kalori yang cukup untuk metabolisme. Namun, apa jadinya bila kalori yang masuk berlebihan dan tak bisa diproses secara baik? Biasanya lemak lah yang akan tertimbun di beberapa bagian seperti perut, paha lengan dan bagian tubuh lainnya.

Baca juga: Nissan Garap Prototipe Sistem Anti Dehidrasi Untuk Pengemudi

Namun, tahukan Anda dengan mengendarai sepeda bisa membakar lemak melalui proses oksidasi dan menghasilkan energi yang dibutuhkan oleh tubuh? KabarPenumpang.com merangkum dari laman articles.latimes.com, bahwa proses pembakaran ini sangat ditentukan oleh beban kayuhan sepeda dan jarak yang ditempuh.

Sepeda merupakan salah satu moda transportasi tanpa bahan bakar fosil sehingga tidak akan menyebabkan ada polusi udara. Selain itu sepeda juga tidak akan menambah kemacetan dan kesemrawutan lalu lintas. Dengan bersepeda, Anda bisa menikmati pemandangan dan tentunya tubuh pun merasakan khasiatnya terkhusus bagi kesehatan Anda.

Pada tahun 2010 lalu, pemerintah kota Los Angeles menemukan dan membandingkan bagan berbagai bentuk transportasi dan menghasilkan sepeda menjadi alat transportasi yang membakar banyak kalori dalam tubuh. Dengan bersepeda sejauh 10 mil atau 16 km dalam satu jam akan membakar sebanyak 484 kalori.

Sedangkan dengan berjalan tiga mil atau sejauh empat kilometer kalori terbakar 353 kalori. Dibandingkan dengan mengemudi mobil sejauh 30 mil atau 48 km hanya membakar 170 kalori. Hal ini sudah terlihat jelas, bersepeda membakar hampir tiga kali kalori dibandingkan dengan mengendarai kendaraan lainnya seperti motor atau mobil.

Baca juga: Lakukan Olahraga Selama Perjalanan, Hindari Keram dan Bantu Bakar Kalori

Namun, jangan pernah berpikir mengemudi dengan semangat tinggi, yakni berjalan dengan cepat atau lambat akan menurunkan kalori lebih banyak, sebab ini tidak akan terjadi dan kalori yang terbakar sama saja. Sama halnya, hitungan ini juga tidak akan meningkat jika Anda berkendara sejauh 80 mil per jam. Jika menggunakan bus, kalori yang terbakar hanya 177 kalori per jamnya.

“Jika ada yang mengatakan bahwa mengemudi membakar x jumlah kalori, larilah atau bersepeda,” saran pelatih kebugaran Los Angeles Steven Kates.

Didukung Walikota, Uber Siap Mengudara di Langit Los Angeles Tahun 2020!

Uber, perusahaan teknologi transportasi global yang berkantor pusat di San Francisco, dan beroperasi di 633 kota di seluruh dunia, baru saja menegaskan bahwa pihaknya akan mulai mengoperasikan layanan taksi terbangnya di Los Angeles pada tahun 2020 mendatang. Ini merupakan jalan yang ditempuh oleh pihak penyedia jasa layanan transportasi untuk turut serta menangani masalah lalu lintas yang ada. Secara, Los Angeles digadang sebagai kota dengan tingkat kemacetan terparah ke-12 di dunia versi TomTom Traffic Index 2017.

Baca Juga: Gandeng Uber, NASA Siap Dorong Proyek Taksi Udara Otonom di Tahun 2020

Seperti yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman xinhuanet.com (9/11/2017), Chief Product Officer Uber, Jeff Holden mempromosikan proyek ambisius perusahaannya ini di perhelatan Web Summit yang diadakan di Lisbon, Portugal, beberapa waktu yang lalu. Tidak hanya sampai di situ, pihak Uber juga mulai mengunggah video berdurasi 100 detik yang berisikan tentang skema pengoperasian dari moda yang diberi nama Elevate ini.

Dalam video tersebut, dijelaskan bahwa penumpang memesan layanan taksi udara melalui aplikasi Uber dan menuju ke “Skyport” di atap sebuah bangunan di dekatnya. Kode pesanan si penumpang akan dipindai di dalam moda tersebut lalu mengantarkannya ke lokasi tujuan dengan menggunakan pesawat hybrid.

Uber sendiri memprediksi bahwa perjalanan dari Lakers Staples Center menuju Bandara Internasional Los Angeles akan memakan waktu perjalanan sekitar 30 menit dengan menggunakan taksi udara ini, padahal jika menggunakan mobil, perjalanan tersebut bisa memakan waktu hingga satu setengah jam. Seraya mempromosikan layanan anyarnya ini, Jeff mengatakan bahwa terbang menggunakan taksi udara milik Uber akan lebih menghemat kocek Anda dibandingkan dengan menggunakan mobil konvensional.

Diketahui, Los Angeles merupakan kota ketiga yang mengumumkan akan bekerja sama dengan pihak Uber, menyusul Dallas-Fort Worth dan Dubai. “Los Angeles merupakan salah satu kota yang paling padat di dunia saat ini,” tutur Jeff. “Pada dasarnya, Los Angeles tidak memiliki infrastuktur angkutan massal. Pendekatan semacam ini memungkinkan kita untuk menyebarkan metode transit massal dengan sangat murah, dimana pada pengaplikasiannya tidak membuat lalu lintas menjadi lebih buruk,” imbuhnya.

Baca Juga: Travis Kalanick dan Garrett Camp, Dua Inovator Dibalik Nama Besar Uber

Harapan serupa juga dituturkan oleh walikota Los Angeles, Eric Garcetti, dimana ia berharap program taksi terbang milik Uber ini dapat memberikan dapak positif pada mobilitas warganya. “Los Angeles merupakan tempat uji coba yang yang sempurna untuk teknologi baru ini. Saya berharap dapat melihat perkembangan positif di tahun-tahun mendatang,” ungkap Eric dalam sebuah pernyataan.

Sebelumnya, Holden juga mengatakan bahwa Uber telah menandatangani Space Act Agreement dengan pihak NASA untuk menciptakan sebuah sistem kontrol lalu lintas udara baru untuk mengelola pesawat otonom yang akan terbang rendah ini.

Lakukan Ekspansi, Akhir 2018 Virgin Australia Perkuat Rute Ke Cina

Virgin Australia pada akhir tahun 2018 mendatang akan menjalankan rute Asianya yang kedua. Penerbangan ini akan dimulai dengan menggunakan pesawat Airbus A330 baik dari Hong Kong ataupun daratan Cina lainnya.

CEO Virgin Australia, John Borghetti setelah melakukan rapat umum maskapai penerbangan mengatakan, pihaknya memiliki armada pesawat yang memadai, namun baru saja kehilangan slot atau tempat di bandara dan pihaknya sedang mengerjakan untuk mendapatkan tempat baru.

Baca juga: Yuk! Intip Tempat Istirahat Awak Kabin Virgin Australia

“Kami bekerja keras untuk mendapatkan slot tambahan di beberapa kota, bisa jadi Hong Kong atau di Cina atau di tempat lain di Asia. Orang bilang 12 bulan yang lalu Anda tidak akan pernah mendapatkan slot di Hong Kong, tapi sekarang kita punya tujuh, jadi pada tahun depan saya berharap Virgin Australia akan terbang ke kota baru tersebut yang berada di Asia,” ujar John yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman ausbt.com.au (9/11/2017).

Diketahui, Virgin Australia membuka rute penerbangan dari Melbourne menuju Hong Kong untuk pertama kalinya pada Juli 2017 kemarin. Penerbangan dengan rute tersebut berjalan setiap hari dan memerhatikan koridor Sydney menuju Hongkong dan Brisbane tujuan Hong Kong serta daratan Cina lainnya.

Virgin Australia berharap Daratan Cina menjadi hub yang bisa digunakan maskapai yang berafiliasi. John saat peluncuran rute ini mengatakan, pada akhir tahun 2018, Virgin akan berada di daratan Cina atau wilayah Asia lainnya. Namun dia menegaskaan bahwa ibu kota Cina yakni Beijing tidaklah termasuk dalam daftar tersebut.

“Kami membiarkan banyak pilihan terbuka, karena ini tergantung pada slot. Tetapi saya tidak melihat situasi dimana dalam tiga tahun kami tidak beropeasi di dua tempat di Cina dan Hong Kong serta tempat lainnya di Asia. Aku tidak bisa melihat hal itu terjadi,” jelasnya.

Memang ini terdengar seperti angan-angan bagi maskapai Virgin Australia yang memiliki lima armada pesawat Boeing 777 dengan komitmen ke Los Angeles dan enam Airbus A330-nya lainnya. John mengatakan, sebenarnya hal ini tidak terlalu sulit, sebab jika pihaknya mau mereka bisa mendapatkan pesawat dalam satu bulan sebab ada leasing yang memiliki spot di tempat-tempat tersebut.

Baca juga: Richard Branson – Sosok Pengidap Disleksia di Balik Nama Besar Virgin Ltd

Dia menambahakan, mungkin ada kebetulan bahwa HNA juga mengoperasikan armada sewa terbesar ketiga di dunia, dengan lebih dari 900 jet senilai lebih dari US$43 miliar. “Jadi saya tidak terlalu khawatir untuk mendapatkan pesawat terbang, ini lebih tentang memastikan tujuan Anda bekerja,” tegas John.

Terminal 4 Bandara Changi Hadirkan Kemewahan dan Teknologi Tinggi

Terminal 4 Bandara Internasional Changi Singapura sudah mulai beroperasi awal bulan November 2017 ini. Dengan dibukanya terminal tersebut, bisnis baru pun juga mulai berjalan di salah satu bandara tersibuk di dunia ini. Changi yang selalu mendapat pujian sebagai bandara terbaik di dunia, di Terminal 4 ini menawarkan fitur baru dengan megah dan mengesankan. Ini terlihat dari sistem Fast and Seamless Travel (FAST) di bagian kedatangan.

Baca juga: Mulai 7 November 2017, AirAsia Pindah Ke Terminal 4 Bandara Changi

FAST merupakan proses otomatis yang tujuannya untuk meningkatkan efisiensi proses check in dan termasuk teknologi pemindai wajah berteknologi tinggi. Nantinya FAST akan memudahkan dalam mengotentikasikan identitas penumpang dan menghilangkan proses pemeriksaan manual oleh staf.

(Pengecekanan kemanan Terminal 4 Bandara Changi Singapura (Mirror)

KabarPenumpang.com merangkum dari laman mirror.co.uk (8/11/2017), terminal yang menghabiskan dana pembuatan sekitar £550 juta ini akan memiliki 65 kios check in otomatis dan 50 mesin drop tas otomatis. Tetapi layanan konter masih akan tersedia bagi penumpang dengan kebutuhan dan bantuan khusus atau yang tidak mengerti dalam penggunaan kios baru otomatis tersebut.

Pilihan pelayanan mandiri ditawarkan selain check in, drop tas, bahkan imigrasi dan masuk ke ruang tunggu, bila memnag masih kesusahan, para staf bandara juga akan membantu para penumpang. Nantinya setelah check in selesai dan penumpang melalui imigrasi serta keamanan, akan memasuki ruang terminal baru yang memiliki gaya dimana terdapat banyak hiburan ditawarkan selagi penumpang menunggu penerbangan mereka.

Ruang tunggu Terminal 4 Bandara Changi Singapura (Mirror)

Sebagai awalnya, Anda akan dimanjakan dengan kawasan warisan dimana dalam area ini penumpang akan merasakan sejarah dan budaya Singapura yang kaya dengan desain vintage atau jadul. Sedangkan bagi pecinta kuliner, Anda akan dimanjakan dengan 80 toko yang bisa di jelajahi dengan berbagai macam masakan lokal Singapura, pasti membuat Anda dan penumpang lainnya tergiur. dan tertarik untuk mencobanya.

Tak berhenti di situ, Terminal 4 bandara Changi ini pun di lengkapi dengan teater digital, dengan layar LED 10 m x 6 m. Disini penumpang akan merasakan menonton mini show dengan tema Peranakan Love Story selama enam menit yang menghadirkan cerita romantisme tentang pecinta musik di Singapura dengan latar belakang tahun 1930an.

Tetapi tenang saja, bagi Anda yang kurang menyukai pertunjukkan, bisa duduk di bangku-bangku ruang tunggu sembari melihat tembok yang dihias gambaran kota Singapura. Untuk membuat hiasan dan ornamen di terminal baru ini, para pecinta seni turut andil salah satu karya yang paling mengesankan adalah Petalclouds, patung besar yang bisa dilihat dari sudut manapun di Terminal 4.

Pengambilan bagasi Terminal 4 Bandara Changi Singapura (Mirror)

Untuk pecinta penerbangan dan ingin melihat pesawat lepas landas dan mendarat di landasan dua ada area seluas 140 meter persegi untuk menikmati hal tersebut. Saat ini sudah ada beberapa maskapai yang dilayani pada Terminal 4 yakni AirAsia Group, Cathay Pacific, Cebu Pacific, Korean Air, Spring Airlines dan Vietnam Airlines.

Baca juga: Dengan Canopy Park, Bandara Changi Siapkan Atraksi Spektakuler

Diperkirakan, terminal dua lantai ini mampu menampung 16 juta penumpang tiap tahunnya dan jika ditotal dari semua terminal akan menjadi 82 juta. Diketahui, Terminal 4 bukanlah satu-satunya proyek besar yang merupakan bagian dari perluasan bandara.

Pada awal tahun 2017 ini, Changi menjadi berita utama setelah mengungkapkan akan menambah sebuah taman hiburan baru untuk membuat penumpang terhibur sembari menunggu penerbangan mereka.

Dubai Airshow 2017, Emirates Hadirkan Suite Kelas Satu Super Mewah di Boeing 777-300

Emirates baru saja meluncurkan suite kelas satu terbaru di pesawat Boeing 777-300 di hari pertama Dubai Airshow 2017. Untuk menikmati suite kelas satu ini, diperkirakan perlu kocek £7 ribu atau setara dengan Rp125 juta untuk sekali terbangnya.

KabarPenumpang.com merangkum dari paddleyourownkanoo.com (12/11/2017), terungkap bahwa suite kelas satu ini dirancang dengan sangat mengesankan. Enam suite kelas satu dengan setiap suitenya tertutup dan memiliki kontrol untuk mengatur pencahayaan dan suhu ruangan individu.

Bilik suite kelas satu Emirates (Emirates)

Dengan luas setiap suite 40 kaki, kursi yang bisa diubah menjadi tempat tidur ini memiliki tinggi rata-rata 78 inchi. Pada suite kelas satu, Emirates mengembangkan posisi duduk gravitasi nol atau zero gravity khusus yang terinspirasi oleh teknologi NASA dan juga jendela dengan pemandangan semu dimana gambar awan terlihat.

Baca juga: Sambut Pesanan Airbus A380 Ke-100, Emirates Pasang Livery Presiden Pertama Uni Emirat Arab

Dalam suite ini, akan ada banyak ruang untuk menyimpan barang pribadi penumpang, dilengkapi dengan lemari pakaian, penyimpanan kompartemen atas, sandaran lengan dan ruang dibawah televisi. Suite kelas satu Emirates dilengkapi dengan televisi 32 inchi yang bisa dikontrol dengan tablet 13 inci atau headset nirkabel.

Kelas bisnis (Emirates)

“Emirates mempelopori konsep suite pribadi Kelas Satu di tahun 2003, dan hari ini merupakan tolak ukur industri saat melakukan perjalanan kelas satu,” kata Sir Tim Clark, Presiden Emirates.

Dia mengatakan, selama bertahun-tahun, pihaknya terus memperbaiki suite kelas satu pribadi yang mereka miliki dengan menambahkan fitur baru. Pihaknya juga sangat senang dengan suite kelas satu terbaru yang lebih tertutup.

“Ini merupakan game changer sejati dalam hal privasi kenyamanan dan kemewahan yang bijaksana. Ini juga pertama kalinya produk Emirates sangat dipengaruhi oleh merek mewah lain seperti Mercedes Benz yang sesuai dengan detail halus, dan kualitas tanpa kompromi,” jelas Clark.

Kelas ekonomi premium (Emirates)

Sedangkan untuk kelas bisnisnya, Emirates menampilkan kursi bergaya vintage. Dengan 42 kursi yang juga bisa dikonversi menjadi tempat tidur, kelas bisnis juga diberikan monitor pintar 23 inci dengan pengalaman HD penuh.

“Sebuah motif artistik yang mewakili pohon Ghaf (Prosopis cineraria), digunakan sebagai sorotan desain di seluruh pesawat terbang. Tanaman asli evergreen, Ghaf dianggap sebagai pohon nasional Uni Emirat Arab, dan memiliki makna budaya dan ekologis yang dalam,” tambahnya.

Baca juga: 32 Tahun Mengangkasa, Inilah Kaleidoskop Emirates

Dikelas ekonomi premium, Emirates tetap menghadirkan kursi yang nyaman dengan tambahan layar monitor di depan kursi penumpang.

Mau Jadi Masinis PT KAI, Baca Dulu Beberapa Persyaratannya!

Banyaknya lapangan pekerjaan di luar sana membuat kita kerap kali lupa dengan profesi yang satu ini, padahal perannya bisa dibilang sangat vital untuk tetap menjamin ritme mobilitas warga. Ya, masinis. Ironis memang tatkala mengingat tanggung jawabnya dalam bertugas tidaklah mudah. Tidak hanya menjaga penumpang agar selamat sampai tujuan, tapi masinis juga bertanggung jawab terhadap ular besi bernilai puluhan miliar yang ia kendalikan.

Baca Juga: Mengenal Polsuska, Penegak Peraturan di Kereta Api

Walaupun tanggung jawab tersebut tidak bisa dikesampingkan, tapi itu sama sekali tidak menyurutkan minat banyak orang untuk menjadi seorang masinis. Lalu, apa saja syarat dan ketentuan yang dibutuhkan untuk menjadi seorang masinis?

Diinformasikan sebelumnya, KabarPenumpang.com melansir dari laman detik.com (25/8/2017), Vice President Personel Administration PT KAI, Ana Diana mengatakan bahwa PT KAI tengah membuka lowongan pekerjaan sebagai masinis. “Sedang proses seleksi, tahun ini rencana buka lagi kalau ternyata masih kurang. Tahun lalu saja kita buka 600 orang. Karena kan kebutuhan juga semakin meningkat, ada kereta bandara, kemudian KRL juga bertambah, ada yang pensiun, dan sebagainya,” ujar Ana. “Yang daftar ribuan,” imbuhnya.

Bicara soal gaji, seorang masinis akan ‘diupahi’ nominal yang bisa dibilang di atas rata-rata UMR suatu daerah. “Kalau masinis open (tahun pertama) saja sudah Rp 7,5 juta per bulan. Memang dibanding pegawai KAI lain, masinis gajinya tinggi. Alasannya, karena risiko pekerjaan juga tinggi. Untuk masinis senior bahkan bisa Rp 18 juta sebulan,” terang Ana. Melihat pendapatannya yang cukup besar, maka tidak heran banyak orang yang berbondong-bondong melamar menjadi seorang masinis.

Untuk persyaratan umum menjadi seorang masinis tidaklah terlalu berat. Dikutip dari laman resmi PT KAI, syarat untuk menjadi seorang masinis adalah pria, lulusan SMA penjurusan IPA atau SMK jurusan listrik/mesin/otomotif, nilai UAN rata-rata minimal 6, usia 18 hingga 25 tahun, dan tinggi badan minimal 165 cm. Jika sudah memenuhi persyaratan tersebut, tidak lantas Anda dapat menjadi seorang masinis. Masih banyak serangkaian pelatihan serta tes yang harus dijalani sebelum akhirnya menyandang predikat resmi menjadi seorang masinis.

Tahap selanjutnya yang menjadi momok menakutkan bagi para calon masinis adalah tes kesehatan, karena Ana sendiri mengaku bahwa pada tahapan ini banyak calon masinis yang ‘gugur’. “Biasanya banyak yang gugur di kesehatan, normal tapi ternyata jantungan, kesehatan mata, verises, dan lainnya. Kalau pendidikan minimal untuk mendaftar masinis, minimal SLTA IPA atau SMK listrik, mesin, atau elektro,” jelasnya.

Masinis maupun Asisten Masinis jelas harus sehat jasmani maupun rohani, tidak buta mata, tidak buta warna, tidak tuli, tidak bisu dan memiliki postur fisik yang memenuhi syarat dan bebas dari narkoba. Meskipun ketika awal masuk menjadi masinis maupun asisten masinis sudah di tes kesehatan oleh PT KAI/ PT KCJ, namun secara berkala dan saat ujian sertifikasi Awak Sarana Perkeretaapian (ASP), mereka akan di tes ulang lagi. Dalam tes kesehatan, pemeriksaan medis meliputi : Riwayat Penyakit, Kondisi Umum, Tensi, THT, Leher, Thorax, Ekstremitas, Mata dan Urine.

Selain serangkaian tes kesehatan di atas, para calon masinis juga akan melewati beberapa etape pelatihan. Salah satunya adalah Pelatihan Pembentukan Kepribadian atau yang sering disebut Diksarwira (Pendidikan Dasar Kewiraan). Di sini, para calon pegawai PT KAI termasuk masinis akan menjalani pelatihan semi militer selama kurang lebih dua minggu di lingkungan TNI. Para calon pegawai PT KAI tidak hanya ‘digembleng’, melainkan mereka juga akan mengenal rekan-rekan baru dengan karakter dan domisili yang berbeda.

Baca Juga: Penumpang Ini Sama-Sama Terjepit Pintu Kereta, Namun Beda “Penderitaan”

Di akhir pelantikan tersebut, seluruh calon pegawai PT KAI akan mendapatkan seragam resmi pegawai  PT. KAI yang disebut Seragam R6. Setelah proses pelatihan ini berakhir, para calon pegawai lalu dipulangkan ke wilayahnya masing-masing.

Khusus untuk para calon masinis, biasanya mereka akan melanjutkan masa magang di Dipo Lokomotif atau Kantor UPT Crew Kereta Api selama beberapa waktu hingga ada panggilan untuk mengikuti pendidikan masinis di Balai Pelatihan Teknik Traksi (BPTT) Darman Prasetyo, Yogyakarta. Cukup rumit ya tahapan yang ditempuh untuk menjadi seorang masinis, tapi semua itu sudah ada standarnya yang sama sekali tidak bisa dilongkap, karena akan berdampak pada banyak orang di waktu yang akan datang jika salah satu tahapan tersebut dilewati.

Di Dubai Airshow 2017, Boom Technology Siap Goda Emirates dan Qatar Airways

Masih ingat dengan Boom Technology? Pesawat supersonik yang digadang sebagai pengganti Concorde ini juga diketahui turut mengambil bagian di perhelatan Dubai Airshow 2017. Boom Technology tengah berupaya untuk menarik minat maskapai penerbangan Timur Tengah dan beberapa investor lainnya untuk mendukung langkahnya dalam mengkomersialkan operasi pesawat supersonik tersebut. Mungkin beberapa tahun yang lalu, ide ini hanyalah sebatas impian. Tapi tengoklah sekarang, ide tersebut betul-betul akan direalisasikan.

Baca Juga: Suksesor Concorde ini Tetap Dihantui Bayangan Kelam Pendahulunya

Seperti yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman bbc.com (13/11/2017), pendiri sekaligus CEO Boom Supersonic, Mr Scholl mengatakan bahwa dirinya sudah memegang 76 catatan pre-order dari berbagai maskapai penerbangan dan pihaknya tengah melakukan perbincangan serius dengan 20 maskapai lainnya.

Mantan eksekutif di Amazon ini juga yakin bahwa teknologi baru tersebut menggunakan material komposit yang akan berdampak pada pengoperasian mesin yang lebih tenang dan efisien. Dari situ, Mr Scholl optimis bahwa penerbangan supersonik bisa kembali meramaikan dunia aviasi global. “Awalnya saya sempat pesimis untuk terjun ke dunia penerbangan supersonik, tapi setelah saya meninjau langsung ke lapangan, ternyata pengaplikasian pesawat supersonik ini masih bisa diupayakan, walaupun sulit,” terang Mr Scholl.

Mr Scholl tidak muluk-muluk dapat bernegosiasi dengan perusahaan penerbangan Gulf, namun ia mengatakan bahwa Emirates dan Qatar Airways merupakan dua contoh taget yang jelas. Dua operator ini selalu meng-upgrade armadanya sebagai bentuk persaingan memperebutkan hati penumpang. Poin tersebut diharapkan dapat menjadi celah untuk Mr Scholl dalam menawarkan produknya. “Tiap maskapai ingin selalu mengalahkan kompetitornya, dan selalu mencari cara untuk membedakan diri,” ungkapnya. “Ditinjau dari segi geografis, Timur Tengah bisa dibilang lokasi yang strategis, karena di sini bisa dibilang merupakan titik hubung ke seluruh dunia,” imbuh Mr Scholl.

Baca Juga: Rilis Model Anyar, Boom Technology Kebanjiran Pesanan

Untuk menguatkan tonggak proyeknya, Mr Scholl mengatakan bahwa yang menjadi pembeda antara produknya dan Concorde terletak dari penggunaan mesin. “Pembuat kebijakan tidak akan mengijinkan sebuah pesawat baru menimbulkan suara yang lebih berisik, maka dari itu kami berupaya keras untuk mengatasi masalah tersebut,” terangnya.

Mr Scholl sendiri memperkirakan penjualan pesawat supersonik buatannya ini akan laku di pasaran sekitar 1.000 hingga 2.000 pesawat dalam kurun waktu 10 tahun ke depan, dengan pesawat pertama memasuki masa operasinya pada tahun 2023 kelak. Sebagai informasi penutup, dengan menggunakan Boom Supersonic, Anda dapat mengudara dari New York City menuju London yang terpisah jarak 3.459 mil atau setara dengan 5.585 km hanya dengan memakan waktu tempuh 3 jam 15 menit saja!

Tanggapi Waktu Penumpang Yang ‘Terbuang,’ Deutsche Bahn Hadirkan Gym di Idea Train

Dimana Anda selama ini melakukan olahraga? Mungkin jawabannya akan beragam; mulai dari lapangan, hingga pusat kebugaran. Namun apa jadinya jika Anda bisa berolahraga di dalam kereta yang sedang bergerak? Tentu hal tersebut akan menjadi sebuah inovasi tersendiri dalam berkendara – Anda tidak hanya bisa tiba di tujuan dengan selamat, namun juga bisa menjadi lebih bugar dengan memaksimalkan layanan pusat kebugaran yang tersedia.

Baca Juga: BEAM: Solusi Penat Saat Perjalanan Kereta Jarak Jauh

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman thelocal.de (10/11/2017), sebuah perusahaan kereta api milik Jerman, Deutsche Bahn meluncurkan “Idea Train” yang dicanangkan dapat merubah pengalaman perjalanan para penumpangnya. “Bagi jutaan orang yang menggunakan moda transportasi umum berbasis massal, mereka akan kehilangan banyak waktu produktifnya selama perjalanan, namun tidak untuk Idea Train ini,” tulis surat kabar setempat, Süddeutsche Zeitung.

Sumber: thelocal.de

Kereta ini nantinya akan dilengkapi dengan beragam alat penunjang kebugaran para penumpang, seperti exercise bikes, studio kebugaran, hingga TV yang menampilkan pelatihan secara digital. Nantinya ruang olahraga tersebut juga akan dilengkapi dengan sistem peredam suara, privacy pods, ruang untuk anak-anak, hingga televisi. Konsep kereta unik ini pertama kali muncul pada dua tahun yang lalu, dimana pada masa itu para pejabat dari Deutsche Bahn meyakini konsep tersebut akan memenuhi kriteria kendaraan masa depan.

Idea Train juga memungkinkan penumpang untuk memutar kursinya apabila mereka tidak menyukai berjalan mundur saat di kereta. Hingga saat ini, keberadaan ruang olahraga tersebut hanya bisa diakses manakala kereta sedang berjalan.

Sumber: telegraph.co.uk

Namun seiring berjalannya waktu, perancang di Deutsche Bahn yakin bahwa industri kereta api mesti menawarkan lebih banyak fasilitas kepada para penumpangnya, yang tentu saja disesuaikan dengan pilihan para penumpangnya. Ini bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kepada para penumpangnya.

Baca Juga: Virgin Trains Masih Gunakan Gelas kertas Daur Ulang

Jika ditelusuri lebih jauh, sudah banyak operator kereta di berbagai pelosok dunai yang menyediakan layanan lebih kepada para penumpangnya. Sebut saja di Inggris, ada Virgin Trains yang meluncurkan armada terbarunya, Azuma. Azuma sendiri menyediakan layanan free Wi-Fi selama perjalanan hingga pencahayaan yang dapat menyesuaikan suasana hati para penumpangnya.

Rencananya, Idea Train ini akan mulai diuji coba pada tahun 2018 mendatang di beberapa kota besar di Jerman, salah satunya adalah Hamburg.

Jadikan BRT Bogota Sebagai Benchmark, ‘Eksekusi’ TransJakarta Masih Jauh dari Harapan

Mundur ke belakang, tepatnya pada tahun 2001 saat Gubernur DKI Jakarta kala itu, Sutiyoso memperkenalkan sistem Bus Rapid Transit (BRT) yang dinilai mampu untuk mengatasi masalah kemacetan dan polusi udara yang kian hari kian meradang tersebut. Adapun Bogota, Ibukota Kolombia ini dijadikan panutan Jakarta dalam menghadirkan sistem transportasi massal. Pada saat itu, Bogota menuai pujian dari berbagai penjuru dunia karena kesuksesannya menghadirkan sistem BRT, padahal sistem tersebut barulah seumur jagung.

Baca Juga: Scania K320IA: Bus TransJakarta Asal Swedia yang Canggih, Kokoh dan Nyaman

Mungkin beberapa dari Anda bertanya-tanya, mengapa Jakarta menjadikan Bogota sebagai benchmark sistem yang kini lebih dikenal sebagai TransJakarta ini. Satu poin inti yang melatarbelakangi hal tersebut adalah Gubernur Sutiyoso ingin mengatasi masalah kemacetan yang ada secara efektif dan efisien. Ketika masalah kemacetan sudah bisa diatasi, secara otomatis tingkat pencemaran udara pun akan senantiasa menurun.

Sayangnya, Jakarta kala itu belum bisa mencontoh Singapura atau negara-negara di Eropa yang sudah memiliki moda transportasi berbasis massal yang mengedepankan sistem otomatisasi. Maka dari itu, Gubernur yang akrab disapa Bang Yos ini menjadikan sistem BRT di Bogota sebagai benchmark mereka. Sistem BRT Bogota yang bernama TransMilenio ini pertama kali dikenalkan oleh walikota Bogota, Enrique Penalosa pada tahun 1998 yang akhirnya mulai dioperasikan pada Desember 2000. Penalosa mempunyai kemauan politik untuk menata transportasi massal sebagai bagian dari strategi pembangunan kota, dan bukan program yang parsial.

Secara keseluruhan, pengaplikasian TransMilenio dan TransJakarta bisa dibilang hampir serupa, tapi tak sama. Titik vital yang menjadi pembeda dari kedua sistem BRT ini adalah kualitas individu para pengguna jalan, yang secara langsung bersinggungan dengan bus berjalur mandiri ini. Sterilisasi jalur BRT di kedua kota berkembang ini bisa dibilang sangat jomplang. Ketika di Bogota semua orang sudah memiliki kesadaran sendiri untuk tidak masuk ke dalam jalur TransMilenio, berbeda dengan warga Jakarta yang malah memanfaatkan jalur TransJakarta sebagai akses bebas hambatan.

Ujung-ujungnya, TransJakarta yang digalang-galang sebagai solusi untuk masalah kemacetan di Ibukota tidak dapat memenuhi tugas awalnya sebagai bus yang berjalan di jalur steril. “TransJakarta masih jauh dari TransMilenio. TransMilenio dipersiapkan secara matang dan terintegrasi dengan tata kota secara keseluruhan,” tutur seorang pengamat ekonomi, Faisal Basri dikutip KabarPenumpang.com dari laman Kompas.com (3/10/2011).

Baca Juga: Bus TransJakarta Zhongtong Terbaru Diklaim Ramah Lingkungan

Alhasil, perbedaan kecil diantara dua sistem BRT beda negara tersebut menghasilkan perbandingan implentasi yang cukup signifikan. Pada tahun 2013, jumlah penumpang TransMilenio per harinya mencapai 1,7 juta orang, dan terbukti mengurangi niat warganya untuk menggunakan kendaraan pribadi yang secara otomatis mereduksi tingkat pencemaran udara di sana. Sedangkan TransJakarta masih berkutat dengan aturan pelarangan kendaraan pribadi masuk ke busway, padahal sistem ini sudah ada sejak 25 Januari 2004.

Hentikan Kebiasaan Tidur Saat Take-Off, Berbahaya!

Dapat dibayangkan bagaimana rasa kantuk menggelayuti mata ketika Anda dipaksa untuk melakukan penerbangan di pagi hari, padahal Anda baru saja beristirahat selama beberapa jam. Tentu ketika Anda diperbolehkan masuk ke dalam pesawat dan duduk di bangku yang sesuai, opsi yang anda lakukan adalah tidur. Memang, bagi sebagian orang tidur selama penerbangan merupakan salah satu opsi terbaik untuk menghabiskan waktu di udara, tapi tahukah Anda bahwa aktifitas tersebut berbahaya bagi kesehatan Anda?

Baca Juga: Mulai Alergi Kacang Hingga Abu Jenazah, Inilah Deretan Peraturan Unik di Maskapai

Pernyataan tersebut tercetus setelah sebuah studi yang dilakukan oleh Harvard University menemukan bahwa tidur di pesawat akan berdampak pada pendengaran Anda. Seperti yang dihimpun KabarPenumpang.com dari berbagai sumber, tidur selama penerbangan menjadi bahaya karena ada perubahan ketinggian secara mendadak, sehingga telinga Anda dituntut untuk menyamakan tekanan udara yang ada di telinga Anda. Inilah alasan dibalik dengungan yang terjadi pada telinga Anda mana kala pesawat baru saja mengudara.

“Perubahan ketinggian secara drastis mempengaruhi tekanan udara di telinga. Hal ini menyebabkan vakum di tabung eustachius yang membuat telinga terasa tersumbat dan pendengaran agak sedikit terganggu,” tutur Angela Chalmers, seorang apoteker berkebangsaan Inggris. Jika Anda tertidur, Anda tidak dapat melakukan apapun untuk mengurangi atau menyamakan tekanan udara di dalam telinga.

Telinga Anda akan tetap ‘tersumbat’, dan berpotensi menghadapi masalah kesehatan lainnya, seperti pusing, infeksi telinga, kerusakan gendang telinga, dan yang terburuk, mimisan hingga gangguan pendengaran. Tentu hal ini akan merusak semua rencana penerbangan Anda.

Baca Juga: Anda Tak Nyaman dengan Penumpang di Kursi Sebelah? Ini Solusinya

Lalu, apa yang harus dilakukan ketika pesawat baru saja mengudara agar terhindar dari gangguan pendengaran tersebut? Pertama adalah usahakan Anda tetap terjaga sampai pesawat berada di ketinggian yang stabil, ketika pesawat sudah berada di titik tersebut maka Anda yang sedang berjuang melawan rasa kantuknya diperbolehkan untuk beristirahat sejenak selama penerbangan.

Kedua, usahakan untuk terus menghasilkan air liur, baik dengan cara minum, mengisap permen, atau mengunyah permen karet. Semakin sering Anda menelan air liur, maka itu akan membantu menstabilkan tekanan udara yang ada di telinga Anda. Jika cara tersebut masih kurang ampuh, cobalah untuk meniup udara melalui hidung yang tertutup, cara ini dinilai ampuh untuk mengurangi tekanan udara di dalam telinga. Tapi, Anda juga harus berhati-hati dalam melakukan tips yang ketiga ini, dikhawatirkan tekanan udara yang ‘terperangkap’ di dalam telinga akan berdampak buruk pada pendengaran.