Data Penumpangnya ‘Disandera,’ Uber Didesak Untuk Segera Usut Tuntas

Salah satu perusahaan penyedia jasa layanan transportasi multi-nasional berbasis online, Uber baru saja mengalami dampak dari pelanggaran data besar-besaran pada tahun 2016 silam. Diketahui, sebanyak 2,7 juta pengguna Uber di Inggris tidak bisa menggunakan aplikasi ini dengan baik, alhasil pihak Uber harus membayar uang tebusan sebesar US$100.000 atau yang setara dengan Rp1,3 miliar agar sang peretas tidak menghapus data-data yang ‘disandera’ dan tidak mengacak-acak lagi sistem keamanan Uber.

Baca Juga: Didukung Walikota, Uber Siap Mengudara di Langit Los Angeles Tahun 2020!

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman independent.co.uk (29/11/2017), adapun data yang diretas mencakup nama, alamat email, hingga nomor telepon pengguna. Aplikasi transportasi online yang dikembangkan oleh Travis Kalanick dan Garrett Camp ini digunakan lebih dari 3,5 juta pengguna dan 40.000 pengemudi di London. Walikota London, Sadiq Khan mengaku terkejut mendengar kabar ini dan berharap pihak Uber agar dapat sesegera mungkin menindaklanjuti aksi kejahatan tersebut.

“Uber perlu segera mengkonfirmasi siapa saja yang datanya diretas, mengambil langkah agar pengguna yang akunnya diretas tidak mengalami kerugian, dan mempertimbangkan langkah apa saja yang dapat dilakukan agar kejadian serupa tidak terjadi lagi di masa yang akan datang,” tutur Sadiq. “Publik juga penasaran bagaimana pelanggaran seperti ini bisa terjadi,” imbuhnya.

Pekan lalu, Uber mengungkapkan bahwa sekitar 57 juta orang di seluruh dunia terkena imbas dari peretasan tersebut, namun tidak mengatakan berapa banyak pelanggan di Inggris yang terkena dampaknya. “Kami tidak melihat bukti kecurangan atau penyalahgunaan terkait insiden tersebut. Kami memantau setiap akun yang terkena imbas dari peretasan itu dan telah menandai mereka untuk memberikan perlindungan lebih untuk menghindari tindak kejahatan lanjutan,” tulis Uber dalam sebuah penyataan.

Diketahui, pada bulan Oktober kemarin, pihak Uber meluncurkan banding terhadap keputusan Transport for London (TfL) yang menolak lisensi operasi baru di ibukota dengan alasan “implikasi keselamatan dan keamanan publik”. Seorang juru bicara National Cyber Security Centre (NCSC) mengatakan bahwa dirinya menilai informasi yang dicuri tidak menimbulkan ancaman langsung kepada orang-orang yang terkait. “Dihimbau agar setiap orang harus tetap waspada dan mengikuti saran di situs NCSC,” paparnya.

Baca Juga: Uber Berlakukan Sistem Denda Bagi Penumpang yang Terlambat

Dengan adanya kejadian seperti ini, Information Commissioner’s Office semakin memperhatikan kebijakan dan etika perlindungan data yang dilakukan oleh pihak Uber. Wakil komisaris ICO, James Dipple-Johnstone mengatakan bahwa dirinya khawatir sang peretas akan menyalahgunakan data-data pengguna Uber yang ia miliki.

“Sebagai bagian dari penyelidikan kami, diharapkan agar pihak Uber untuk mengingatkan semua pihak yang terkena dampak di Inggris sesegera mungkin,” tutur James.

Yuk Mampir di Halte Karet, TransJakarta Siapkan Mushola Untuk Calon Penumpang

Setelah pada pertengahan Oktober lalu menghadirkan smart toilet di halte Monas dan Balai Kota, PT Transportasi Jakarta sebagai operator layanan BRT TransJakarta terus melanjutkan inovasinya. Dan yang terbaru adalah penyediaan fasilitas mushola. Meski saat ini baru ada satu halte TransJakarta yang memiliki ruang tersebut yakni di koridor satu tujuan Blok M-Kota tepatnya di halte Karet, langkah TransJakarta dinilai sebagai upaya besar.

Baca juga: TransJakarta Luncurkan Smart Toilet Perdana di Halte Monas dan Balai Kota

“Saat ini ada satu yang disediakan mushola yakni di halte Karet,” ujar Humas TransJakarta Wibowo saat dihubungi KabarPenumpang.com, Kamis (30.11.2017). Adanya mushola yang dihadirkan TransJakarta, untuk membantu penumpang muslim untuk menunaikan ibadah mereka sembari menunggu kedatangan bus TransJakarta. Untuk melengkapi mushola, juga disediakan tempat untuk berwudhu di halte tersebut.
Memang, saat ini baru satu halte yang hadir dengan mushola, nantinya kedepan akan dibuat di halte lainnya dan sedang dalam pengkajian pihak TransaJakarta sendiri.

Baca juga: Bus Listrik Untuk TransJakarta, Antara Harapan dan Realita

“Untuk jumlahnya sendiri saat ini masih dalam pengkajian PT Transportasi Jakarta,” ujar Wibowo. Informasi ini juga di sebar oleh pihak TransJakarta melalui akun Twitternya yang mengajak pengguna TranJakarta dari halte Karet untuk sholat Maghrib di area halte pada 27 November lalu

Penyeberangan Merak-Bakauheni Kembali Dibuka, ASDP Kerahkan Kapal Ferry Bertonase Besar

Setelah sempat ditutup Kamis kemarin (30/11) akibat cuaca buruk, mulai Jumat (1/12) pukul 02.30 dini hari, operasi layanan penyeberangan ferry Merak-Bakauheni kembali dibuka. Namun untuk menjamin keselamatan dalam penyeberangan, PT ASDP Indonesia Ferry akan mengoptimalkan kapal dengan kapasitas besar yang relatif lebih tahan terhadap gelombang tinggi.

Baca juga: Spesifikasi KMP Port Link, Kapal Ferry ASDP Teranyar dan Terbesar

PLT Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Intan Sugiharti dalam siaran pers yang diterima KabarPenumpang.com mengungkapkan, pengoperasian kembali layanan penyeberangan di lintasan Merak-Bakauheni setelah mendapatkan izin KSOP Merak selaku regulator menyusul kondisi cuaca yang berangsur-angsur membaik dan aman bagi pelayaran.

“Sejak Jumat (1/12) pukul 02.30 dini hari, layanan penyeberangan kembali dibuka, dengan mengoperasikan dermaga 3 Pelabuhan Merak dan mengerahkan kapal-kapal berukuran besar untuk mengangkut kendaraan dan penumpang yang tertahan pascapenghentian sementara operasional sejak Kamis (30/11) sore,” tutur Intan, Jumat (1/12) pagi.

Untuk mengantisipasi kepadatan yang terjadi sejak semalam menyusul banyak pengguna jasa yang bertahan menunggu dibukanya operasional di Pelabuhan Merak, PT ASDP tetap mengimbau kepada seluruh pengguna jasa penyeberangan untuk mengatur waktu keberangkatan menyusul antrian panjang yang mulai mengular menuju Pelabuhan Merak.

“Akibat penghentian sementara kemarin, telah terjadi antrian terhitung mulai KM96 menuju exit tol Merak. Di dalam Pelabuhan Merak pun terpantau sangat padat,” jelasnya. PT ASDP juga terus berkoordinasi dengan PT MMS selaku operator tol Tangerang-Merak agar mengarahkan pengguna jasa untuk bersabar menunggu di rest area hingga kepadatan terurai maksimal.

Baca juga: KMP Legundi – Long Distance Ferry, Kapal RoRo Terbesar di Indonesia

Dalam mengurai antrian pengguna jasa yang telah memadati pelabuhan Merak sejak dini hari, PT ASDP memaksimalkan pengoperasian kapal-kapal berukuran besar di dermaga 3 Merak. GM PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak Fahmi Alweni mengatakan, melihat kondisi cuaca yang mulai membaik, setelah pengoperasian dermaga 3 pada dini hari tadi, dilanjutkan dengan pengoperasian dermaga 1 dan 2. “Kami akan maksimalkan pengoperasian sebanyak 22 unit kapal pada hari ini melayani lintasan Merak-Bakauheni.

Diharapkan kondisi cuaca semakin membaik, agar operasi kembali normal di seluruh dermaga,” ujarnya. Tercatat, jumlah penumpang pejalan kaki yang telah masuk ke Pelabuhan Merak sejak pukul 20.00 tadi malam hingga pukul 07.00 pagi hari ini mencapai 3.665 orang, disusul 289 unit roda 4, sebanyak 961 unit sepeda motor, 330 unit truk sedang dan besar, dan 33 unit bus.

“Untuk penumpang pejalan kaki relatif telah seluruhnya diseberangkan. Karenanya kami maksimalkan kapal-kapal berkapasitas angkut yang besar. ASDP sendiri telah mengoperasikan KMP Portlink yang berkapasitas besar hingga 15.000 ton,” ujar Fahmi.

Arah Sebaran Abu Vulkanik Berubah, Bandara Lombok Pagi Ini Sudah Dibuka

Berdasarkan NOTAM B9077/17, Bandara Internasional Lombok Praya hari ini kembali dibuka dan mulai beroperasi sejak pukul 08.50 WITA Jumat (1/12). Sebelumnya Bandara Lombok sempat ditutup sejak pukul 10.35 WITA Kamis (30/11) kemarin. Keputusan pembukaan Bandara Lombok ini merupakan hasil rapat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan Bandara Lombok, seperti  Otoritas Bandara Wilayah IV Bali-Nusa Tenggara, maskapai, Ground Handling, Airnav Indonesia, dan BMKG.

Baca juga: Terdampak Penutupan Bandara Lombok, Calon Penumpang Mendapat Diskon Hotel 20-30 Persen

Sebelumnya berdasarkan rapat koordinasi antar stakeholder pada pukul 05.00 WITA sempat disepakati bahwa Bandara Lombok akan diperpanjang penutupannya hingga pukul 14.00 WITA Jumat (1/12) ini karena sebaran abu vulkanik berpotensi menuju dan menutup Pulau Lombok karena angin pada lapisan 5.000-24.000 kaki bergerak dari arah barat-barat laut ke timur tenggara.

“Namun hasil pengamatan Volcanic Ash Advisory Center (VAAC) Darwin pada pagi hari menunjukkan perubahan arah angin sehingga sebaran abu vulkanik tidak berpotensi menutup ruang udara Pulau Lombok,” ujar Corporate Secretary PT Angkasa Pura I (Persero) Israwadi dalam siaran pers yang diterima KabarPenumpang.com. 

Untuk penerbangan, lanjut Israwadi, akan beroperasi normal. Sebagai informasi pesawat yang berada di apron saat ini adalah 3 pesawat komersial yaitu 1 pesawat Garuda Indonesia B737/800, 1 pesawat Lion Air B737/900, dan pesawat Garuda Indonesia ATR72.

Untuk update informasi perkembangan kondisi Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali dapat menghubungi Posko Terpadu 0361 9351011 ext 6300, Media Center 0361 9351011 ext 5055, untuk informasi perkembangan kondisi Bandara Internasional Lombok dapat menghubungi posko terpadu 0370 6157000 ext. 888 atau dapat menghubungi call center PT Angkasa Pura I (Persero) di nomor 172.

Disebut Ilegal, Layanan Uber Dicabut di Tel Aviv

Belum lepas Uber dari permasalahan hacker yang menyandera data penumpangnya, kini perusahaan penyedia jasa layanan transportasi berbasis online tersebut kembali menyita perhatian publik setelah pengadilan di Israel melarang dua layanan Uber beroperasi di Ibukotanya, Tel Aviv. Ini merupakan dari imbas dari kasus yang melibatkan Uber, Kementerian Perhubungan, dan Serikat Pengemudi Taksi Tel Aviv.

Baca Juga: Mulai Sekarang, Pengemudi Moda Online Tidak Bisa Sembarangan Tarik Penumpang!

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman techcrunch.com (27/11/2017), putusan pengadilan tersebut secara spesifik menunjuk UberDay dan UberNight untuk sesegera mungkin menghentikan pengoperasiannya di Tel Aviv. Sedangkan layanan lainnya, UberTaxi, masih diperbolehkan untuk melanjutkan pengoperasiannya dan sama sekali tidak terkena imbas dari adanya kasus ini.

Di pengadilan, pengacara atas nama Kementerian Perhubungan dan Taxi Driver Union mengemukakan kekhawatiran seputar pertanggungan asuransi bagi penumpang yang memilih layanan UberDay atau UberNight. Keputusan tersebut dikeluarkan setelah Kementerian Perhubungan mengeluarkan dakwaan terhadap Uber pada bulan Mei, dimana dakwaan tersebut menuduh Uber beroperasi tanpa izin dari pemerintah alias ilegal.

Diketahui, layanan UberDay dan UberNight muncul pacsa UberX dianggap ilegal di Tel Aviv. UberX sendiri memungkinkan orang biasa yang mengemudikan mobil pribadi dan menarik penumpang dengan tarif tertentu. Pasca pelarangan tersebut, perusahaan yang bermarkas di San Francisco, California tersebut meluncurkan layanan uberDay dan UberNight, yang mewajibkan penumpang membayar ongkos kepada pengemudi, termasuk mengganti biaya bahan bakar yang dikeluarkan dalam perjalanan tersebut.

“Untuk sementara, kami memberhentikan dulu layanan UberDay dan UberNight, tapi untuk layanan UberTaxi masih akan terus beroperasi di Israel,” ujar salah satu juru bicara Uber. “Kami berkomitmen untuk bekerja sama dengan pihak berwenang di Israel untuk mengeksplorasi bagaimana sebuah teknologi dapat memperbaiki sistem transportasi di sana yang juga menawarkan keamanan dan harga yang relatif terjangkau,” imbuhnya.

Kejadian yang hampir serupa juga terjadi di dalam negeri, tepatnya di Kota Apel, Malang. Pada awal tahun 2017 kemarin, KabarPenumpang.com mendapati layanan UberCars menghilang dari salah satu destinasi wisata di Jawa Timur ini. Kuat dugaan, menghilangnya layanan transportasi berbasis aplikasi ini ditengarai oleh penolakan yang dilakukan oleh pengemudi taksi konvensional dan pengemudi angkutan kota.

Baca Juga: Uber Menghilang di Kota Malang

Guna menghindari konflik horizontal, pada 27 Februari 2017 Dinas Perhubungan Kota Malang mengeluarkan aturan yang membatasi operasional layanan transportasi online di kota tersebut. Dengan begitu, para pengemudi transportasi online seperti GoJek dan Uber di kota Malang kini tidak diperbolehkan untuk menjemput penumpang di kawasan perhotelan, mal, stasiun, terminal, tempat hiburan, pasar, rumah sakit, dan jalan yang dilalui angkutan kota.

Terdampak Penutupan Bandara Lombok, Calon Penumpang Mendapat Diskon Hotel 20-30 Persen

Berdasarkan NOTAM (Notice to Airmen) B8909/17 yang dirilis Direktorat Jenderal Perhubungan Udara pada 30 November 2017 yang mulai pukul 10.37 WITA sampai pukul 00.00 WITA menyebabkan enam puluh sembilan penerbangan di Bandara Lombok batal terbang. Dan sebagai bentuk kepedulian dari otoritas bandara dan elemen pariwisata di Provinsi Nusa Tenggara Barat, para calon penumpang yang terdampak penundaan jadwal terbang akan mendapatkan diskon hotel.

Baca juga: Debu Vulkanik Gunung Agung Mengarah ke Selatan dan Tenggara, Bandara Lombok Kembali Ditutup

Pembatalan 69 penerbangan dari dan menuju Lombok yang terdiri dari 67 penerbangan domestik dan 2 penerbangan internasional. Jika dihitung sejak Senin (27/11) hingga Kamis (30/11), maka terdapat pembatalan total 166 penerbangan di mana pada Senin (27/11) terdapat pembatalan 47 penerbangan, Selasa (28/11) terdapat pembatalan 36 penerbangan, dan Rabu (29/11) terdapat pembatalan 14 penerbangan.

Adapun maskapai yang melakukan pembatalan penerbangan domestik (keberangkatan) pada Kamis (30/11) ini yaitu Garuda Indonesia (11 penerbangan), Citilink (3 penerbangan), Lion Air (10 penerbangan), Wings Air (4 penerbangan), Batik Air (4 penerbangan).

Sementara itu maskapai yang membatalkan penerbangan domestik (kedatangan) yaitu Garuda Indonesia (11 penerbangan), Citilink (3 penerbangan), Lion Air (17 penerbangan), Batik Air (4 penerbangan). Sedangkan maskapai yang membatalkan penerbangan internasional adalah Air Asia.

Baca juga: Pesawat Boleh Tetap Mengudara di Tengah Kepulan Abu Vulkanik, Asalkan…

“Untuk memfasilitasi calon penumpang yang gagal berangkat, Angkasa Pura I Cabang Bandara Lombok bersama Dinas Pariwisata setempat dan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia, berkomitmen untuk memberikan diskon hotel sebesar 20-30 persen kepada calon penumpang. Angkasa Pura I berkomitmen untuk terus berupaya memberikan pelayanan kepada calon penumpang, terutama pada saat terjadinya force majeur,” kata Israwadi.

Pelabuhan Merak Diterpa Cuaca Buruk, Penyeberangan Ferry Dihentikan Sementara

Perubahan cuaca yang tergolong ekstrem beberapa hari nyatanya juga berdampak langsung pada jadwal pelayaran kapal ferry di Pelabuhan Merak. Dengan ketinggian gelombang mencapai empat meter dan kecepatan angin mencapai 40-50 knots (setara 90 km jam) yang terjadi pada Kamis sore (30/11/2017), membuat jadwal penyeberangan kapal ferry rute Merak-Bakauheni terganggu.

Baca juga: Mengenal Pelabuhan Merak, Gerbang Penyeberangan Tersibuk di Indonesia

Dikutip dari siaran pers PT ASDP Indonesia Ferry, pengguna jasa penyeberangan diminta bersabar dengan kondisi cuaca yang kurang bersahabat, khususnya di Pelabuhan Merak, Banten pada Kamis (30/11) sore ini, sehingga jadwal keberangkatan dan kedatangan kapal di pelabuhan berpotensi terganggu. Selama bulan Desember ini, kondisi curah hujan relatif tinggi dan angin kencang di sejumlah lintasan penyeberangan.

PLT Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Intan Sugiharti mengatakan, penumpang kapal ferry yang akan menyeberang dari Merak menuju Bakauheni, Lampung diminta tetap waspada dan bersabar menyusul kondisi cuaca buruk yang terjadi di libur panjang akhir pekan ini. Dilaporkan, di Pelabuhan Merak gelombang cukup tinggi mencapai 4 meter, dan kecepatan angin mencapai 40-50 knot. “Namun, kami tetap mengupayakan layanan penyeberangan seoptimal mungkin dengan tetap memprioritaskan keselamatan dan keamanan penumpang,” tutur Intan, Kamis (30/11).

GM PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Merak Fahmi Alweni mengatakan, kendati cuaca buruk, sampai saat ini layanan kapal tidak berlangsung, dan tidak dilakukan penutupan dermaga. “Hanya kepada seluruh penumpang diimbau bersabar terkait potensi keterlambatan jadwal penyeberangan dikarenakan ada kendala kapal saat akan bersandar maupun saat meninggalkan dermaga. Kapal harus bermanuver dikarenakan kondisi cuaca yang kurang baik,” jelasnya.

PT ASDP terus berkoordinasi dengan stakeholder termasuk Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika terkait dengan kondisi cuaca yang cukup ekstrem ini. “Kami memohon pengertian dari pengguna jasa. Hal ini menyangkut keselamatan pelayaran. Lebih baik tidak berangkat, daripada tidak pernah sampai sama sekali,” tuturnya.

Bus Listrik Untuk TransJakarta, Antara Harapan dan Realita

Lumrah adanya bila setiap pemimpin baru di DKI Jakarta menyerukan angin perubahan, termasuk di dalamnya untuk soal transportasi, terkhusus untuk layanan BRT (Bus Rapid Transit) yang kini dioperasikan TransJakarta. Seperti belum lama ini, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengusulkan agar TransJakarta dapat menggunakan wahana bus listrik.

Bus listrik jelas menjadi sesuatu yang kedengaran baru di Republik ini, di Eropa pun penyebaran bus listrik masih belum merata, umumnya baru hadir secara terbatas di kawasan Eropa Barat pada jalur-jalur tertentu. Bagi Sandiaga penggunaan bus listrik adalah bagian dari solusi transportasi, khususnya untuk menekan emisi karbon dan tentunya mengurangi biaya operasional operator bus. Bus listrik (electric bus) memang tak ubahnya bus biasa, namun bus jenis ini dilengkapi pantograf layaknya KRL Jabodetabek, meski pantograf di bus listrik dapat dinaik turunkan untuk proses charging di halte.

Pada dasarnya bus listrik terdiri dari dua kategori yakni otonom dan non otonom, dimana bus otonom menyimpan energi di dalam kendaraan, sementara bus non otonom menjaga pasokan energi listrik terus menerus dari luar kendaraan.

Baca juga: Deutsche Bahn Luncurkan Bus Otonom di 2018

Bus listrik otonom biasanya menyimpan energi pada baterai sedangkan bus listrik non otonom memasok tenaga dari luar, yakni di dapatkan dari pantograf yang mengambil pasokan listrik saat bus menhampiri halte. KabarPenumpang.com merangkum dari wikipedia.com, bahwa kendaraan listrik sudah ada sejak abad ke-19, awalnya mobil listrik pertama dibuat di Amerika Serikat tahun 1890 dan mulai populer di tahun 1990-an karena kepedulian masyarakat terhadap lingkungan mulai meningkat.

Salah satu jenis bus listrik yang paling populer adalah batteray electric buses. Bus tersebut menggunakan baterai untuk energinya dengan sekali charge dapat menjangkau sejauh 2.000 km. Biasanya bus tenaga listrik digunakan sebagai bus kota karena keterbatasan jangkauan dan sistem maintenance yang lebih kompleks dari bus konvensional.

Batteray electric buses lebih murah dibandingkan dengan bus diesel. Tak hanya itu, bus listrik disebut lebih unggul dari bus diesel karena dapat mengisi sebagian besar energi kinetik kembali ke baterai dalam situasi pengereman. Hal tersebut bisa mengurangi pemakaian rem pada bus dan penggunaan listrik dapat meningkatkan kualitas udara di kota.

Untuk pengisian baterainya, bus listrik tidak semudah dengan mengisi bahan bakar mesin diesel. Sebab harus mendapat perhatian dengan pemantauan dan penjadwalan khusus untuk mengoptimalkan proses pengisian serta menjamin perawatan hingga penyimpanan baterai dengan benar.

Biasanya pengisian baterai dilakukan malam hari dan menjadi solusi yang aman serta tidak mahal. Solusi yang sebenarnya adalah memastikan jadwal kendaraan harian, menghitung kebutuhan untuk mengisi daya hingga menjaga agar jadwal keseluruhan sedekat mungkin.

Cina sempat bereksperimen dengan bentuk baru bus listrik yang dikenal dengan Capabus, berjalan dengan menggunakan daya yang tersimpan dalam kapasitor lapis ganda. Pengisian listriknya bisa dengan cepat setiap saat bus berhenti di halte manapun. Tahun 2005 awal dua rute bus komersial mulai menggunakan kapasitor lapis ganda listrik.

Baca juga: Bus TransJakarta Zhongtong Terbaru Diklaim Ramah Lingkungan

Di Asia Tenggara, Singapura pada tahun 2018 digadang sudah mulai menggunakan bus listrik. Otoritas transportasi darat Singapura (LTA) menghabiskan 30 juta dolar Singapura untuk pembelian 50 unit bus Volvo Hybrid 7900 ini. Proses pembelian dilakukan melalui tender dan Volvo East Asia (Pte) Ltd yang bermarkas di Singapura memenuhi kualifikasi yang ditetapkan LTA. Dalam laman resminya, LTA menyebut bus Volvo Hybrid ini bagian dari perubahan armada bus kota di negeri itu.

Tentu bukan tak mungkin bus listrik hadir di Jakarta, namun perlu jadi catatan bahwa implementasi bus listrik perlu kesiapan infrastruktur baru, terutama modifikasi halte yang dilengkapi konsol charging.

Empat Bandara di Belanda Bersiap Manfaatkan Energi Angin

Pada bulan Agustus kemarin, sebuah perusahaan penerbangan asal Belanda, Royal Schiphol Group menandatangani surat kesepakatan kerja sama dengan perusahaan energi, Eneco untuk mengoperasikan semua bandaranya dengan menggunakan energi terbarukan berbasis angin, terhitung sejak tahun 2018 mendatang. Ide tersebut merupakan yang pertama bagi sebuah perusahaan penerbangan, dan kesepakatan tersebut akan membantu mempercepat pengembangan produksi listrik berkelanjutan di Belanda.

Baca Juga: Peduli Lingkungan dan Manfaatkan Energi Terbarukan, Bandara Oslo Jadi Yang “Terhijau” di Dunia

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman airport-technology.com (15/11/2017), per 1 Januari 2018, Bandara Amsterdam Schiphol, Bandara Rotterdam The Hague, Bandara Eindhoven, dan Bandara Lelystad akan mulai menggunakan tenaga angin untuk memenuhi semua kebutuhan listriknya. Bandara-bandara tersebut akan ‘memanen’ sumber tenaganya dari peternakan angin yang dibangun di negara ini. Berdasarkan kesepakatan tersebut, Eneco akan memasok sekitar 200GWh energi terbarukan ke bandara, setara dengan kebutuhan listrik dari 60.000 rumah tangga di Negeri Belanda.

Tenaga surya merupakan sumber daya bandara berkelanjutan yang banyak diminati di seluruh dunia, sementara tenaga angin sejauh ini tidak begitu populer. Kontrak 15 tahun yang disepakati antara dua belah pihak menandakan, alih-alih menarik kekuatan dari grid yang ada, Royal Schiphol Group malah akan berkontribusi pada perkembangbiakan peternakan angin di Belanda. “Yang menjadi fokus utamanya adalah ambisi kami untuk menyabet predikat netral karbon pada tahun 2040,” ungkap juru bicara Royal Schiphol Group, Hans van Kastel. “Dan beralih ke sumber energi angin 100% yang berkelanjutan adalah langkah selanjutnya untuk mewujudkan ambisi tersebut,” imbuhnya.

Hans menyebutkan ada beberapa tantangan yang akan dihadapi oleh Royal Schiphol Group dalam upaya untuk menggunakan sumber daya berkelanjutan tersebut, namun sesungguhnya tantangan terbesar dalam pengaplikasiannya akan dihadapi oleh partnernya, Eneco. “Sesuai dengan kontrak yang kita sepakati bersama, mereka (Eneco) perlu membangun kincir angin baru untuk memasok energi yang kita butuhkan. Dan ya, kami yakin bandara lain bisa mencapai hal yang sama,” papar Hans.

Baca Juga: Saatnya Maksimalkan Tenaga Surya untuk Energi Terbarukan di Kereta Api

Keempat bandara Belanda yang dipilih, bagaimanapun, tidak akan menjadi bandara berkelanjutan pertama di dunia. Ya, Galapagos Ecological Airport, dibuka pada tahun 2012 merupakan bandara pertama di dunia yang menggunakan energi terbarukan. Bandara tersebut mengambil 100% energinya dari kombinasi panel surya dan peternakan angin. Sejak saat itu, Bandara Internasional Cochin di India telah menjadi bandara pertama di dunia yang hanya beroperasi untuk tenaga surya, diikuti oleh Bandara George di Afrika Selatan.

Terbang Nonstop Lebih dari 16 Jam, Ini Yang Mungkin Terjadi Pada Anda

Perjalanan panjang nonstop selama lebih kurang 16 jam menjadi satu kekhawatiran yang cukup besar bagi para penumpang pesawat. Salah satunya adalah jika terjadi DVT (Deep Vein Thrombosis) atau Trombosis Vena Dalam, yakni penggumpalan dara di dalam pembuluh darah, yang umumnya menyerang daerah persendian di sekitar kaki.

Baca juga: Pentingnya Relaksasi di Perjalanan Jauh

Seperti baru-baru ini Qantas mengumumkan rencana rute penerbangan nonstop jarak jauh dari Perth menuju London di tahun 2018 mendatang, yang akan menjadi penerbangan nonstop terpanjang di dunia. Nantinya jika sudah terealisasi, penerbangan ini memakan waktu hingga 17 jam lamanya. Namun, dengan perjalanan nonstop ini, apa yang akan terjadi di tubuh Anda selain gejala DVT? KabarPenumpang.com merangkum dari independent.co.uk, bahwa banyak hal yang akan terjadi pada tubuh Anda dalam penerbangan jarak jauh, seperti:

1. Penerbangan mungkin membuat gigi sakit
Kebanyakan penumpang sudah terbiasa dengan sensasi yang muncul di telinga saat penerbangan akan lepas landas ataupun mendarat. Untuk mengurangi dengungan di telinga, Anda bisa menelan ludah atau menekan hidung untuk mengurangi tekanan dalam telinga. Dengan mekanisme yang sama, gelembung gas juga bisa menyebabkan gigi tidak nyaman selama penerbangan apalagi yang memiliki tambalan pada gigi.

2. Udara kabin tidak terlalu membawa pengaruh
Tekanan kabin tidak akan memperngaruhi pernapasan siapapun, kecuali penderita penyakit paru kronis dan sebagian besar efek perubahan tekanan cenderung lebih akan terasa pada penderita.

3. Jet lag
Efek paling serius dalam penerbangan jarak jauh adalah jet lag. Jet lag akan mempengaruhi seluruh fungsi fisik Anda termasuk tingkat kortisol. “Kortisol rendah atau tinggi pada waktu-waktu tertentu dalam sehari dan jika Anda membutuhkannya tinggi ketika rendah, tanggapan fisik dan mental Anda tidak akan memadai,” saran Dr Mike Townend, mantan ketua British Global And Travel Health Asosiasi dan dosen senior di University of Glasgow. Menurutnya, ini akan memakan waktu hingga 48 jam untuk mereka pulih dari penerbangan dan sebaikknya menunda untuk melakukan pertemua bisnis.

4. Latihan pergelangan kaki
Untuk mencegah DVT, penumpang yang duduk lama di pesawat bisa melakukan peregangan pada bagian tubuh terutama bagian kaki. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa setiap orang dalam perjalaanan selama empat jam atau lebih harus bangun dari duduknya dan berjalan. Ini untuk melatih kaki dan pergelangan agar darah tidak menyumbat di pembuluh darah akibat penggumpalan yang terjadi.

5. Suara keras merusak pendengaran
Para pelancong dalam perjalanan jauh lebih banyak menghabiskan waktu untuk menonton film atau mendengarkan musik. Namun mengingat kebisingan dari sesama penumpang dan mesin pesawat membuat Anda menaikkan volume suara musik atau film. Padahal ini bisa membuat pendengaran Anda rusak.

6. Kulit kering hingga dehidrasi
Setiap penumpang yang menaiki pesawat merasakan kulit kering dan juga tidak terhidrasi dengan baik. Hal ini dikarenakan, kelembaban di dalam kabin berada pada tingkat rendah. Para penumpang diharuskan lebih sering minum air putih untuk menghindari dehidrasi dan menggunakan pelembab untuk mengatasi kulit kering. Jauhkan teh, kopi hingga alkohol, minuman ini akan membuat Anda akan lebih merasakan dehidrasi.

Baca juga: Selain Banyak Minum, Dehidrasi di Pesawat Bisa Dicegah dengan Cara Ini