Patrick Smith: Meski Tidak Ekonomis dalam Pengoperasian, Tak Ada Masalah Dengan Usia Pesawat

Setiap benda, baik hidup maupun mati pasti memiliki umurnya masing-masing, tidak terkecuali dengan pesawat terbang. Pernahkah Anda bertanya-tanya, berapakah umur pesawat yang sedang Anda tumpangi? Atau bagaimana cara mengetahui umur pesawat Anda? Pertanyaan tersebut seolah berputar dalam benak pikiran, mengingat setiap pesawat yang sudah berumur, tentu memiliki penanganan khusus yang berbeda dengan pesawat baru yang berteknologi lebih modern.

Baca Juga: Pengamat Menjawab 6 Permasalahan Antara Penumpang dan Maskapai Penerbangan

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman traveller.com.au (7/8/2017), pihak maskapai LCC asal tanah Britania Raya, Jet2 tengah menyelidiki penyebab pendaratan darurat yang dilakukan oleh dua armada Boeing 737 miliknya. Diindikasikan, usia kedua pesawat tersebut sudah terlalu tua untuk terbang. Pesawat pertama dengan rute penerbangan Ibiza menuju Leeds melakukan pendaratan darurat di Barcelona pada 16 Juli 2017. Sedangkan yang satunya lagi, pesawat tujuan Newcastle – Praha melakukan pendaratan darurat di Frankfurt pada 28 Juli 2017.

Setelah ditelusuri, ternyata kedua pesawat tersebut merupakan keluaran tahun 1986. Lalu, apakah usia pesawat yang sudah lebih dari 30 tahun itu mempengaruhi pendaratan darurat tersebut? Seorang pilot berkebangsaan Amerika Serikat yang juga seorang penulis Cockpit Confidential, Patrick Smith menyangkal pernyataan tersebut. “Salah satu alasan mengapa sebuah pesawat komersial dibanderol dengan harga yang sangat mahal adalah daya tahan pesawat tersebut yang bisa dibilang sangat lama atau bisa dibilang tidak terbatas masa penggunaannya,” tukas Patrick.

Patrick Smith. Sumber: istimewa

“Namun semakin tua umur sebuah pesawat, maka semakin banyak pula aspek yang mesti diperhatikan. Dalam artian, semakin banyak kriteria pemeriksaannya,” imbuhnya. Lalu, bagaimana dengan banyaknya pesawat yang pensiun setelah beroperasi lebih dari 30 tahun? Jawabannya sangat sederhana, karena dalam pengoperasiannya, pesawat-pesawat tersebut dinilai sudah tidak ekonomis, sehingga menimbukan beban biaya operasional dan perawatan yang besar.

Baca Juga: Maskapai Timur Tengah Terapkan Standar Tinggi dalam Penerbangan

Nilai ekonomi dari sebuah pesawat tentunya akan mempengaruhi usia pesawat tersebut. Bukan usia dalam arti sesungguhnya, melainkan waktu pengoperasiannya. Ketika sebuah manufaktur penerbangan mengeluarkan pesawat yang hemat bahan bakar, maka pilihan untuk mempertahankan sebuah jet tua kerap kali dikesampingkan karena secara finansial dianggap tidak masuk akal.

Dari sekian banyak maskapai penerbangan yang ada di dunia, Delta Airlines dianggap sebagai maskapai yang mengoperasikan armada dengan usia produktif mencapai rata-rata 17 tahun. Sedangkan Air Canada dan United Airlines menduduki posisi kedua dan ketiga dengan usia pesawat 14,2 dan 14,1 tahun.

Dalam perspektif maskapai modern, penggantian armada dengan pesawat yang baru dengan teknologi canggih, selain bertujuan untuk meningkatkan pelayanan dan promosi, namun lain dari itu, adopsi pesawat baru yang lebih hemat bahan bakar dan jarak tempuh lebih panjang dapat menghemat biaya operasional yang dikeluarkan.

Lima Maskapai Ini Kondang dengan Sajian Makanan Yang Buruk

Tujuan utama menggunakan jasa penerbangan tentu bukan melihat dari kualitas sajian makanan selama perjalanan. Namun kenyataannya, tak bisa dipungkiri bahwa sajian makanan ikut menjadi pertimbangan serius, terlebih pada penerbangan jarak jauh yang dilayani penerbangan full service. Selain pertimbangan soal harga tiket, sajian panganan selama penerbangan kerap menjadi pertimbangan calon penumpang untuk memutuskan maskapai apa yang akan dipilih.

Bagi umumnya warga Indonesia, rekomendasi pertama untuk hidangan makanan adalah Garuda Indonesia, namun jika dirasa kurang sreg atau tiket dianggap lebih mahal, pilihan kedua adalah maskapai Asia dan Timur Tengah. Dan pilihan terakhir menggunakan maskapai asal Eropa. Selain mengedepankan standar internasional, cita rasa resep dan menu dari negara asal memang dikedepankan oleh maskapai flag carrier sebagai bentuk dari representasi dari wisata kuliner.

Meski selera lidah tiap orang berbeda, sajian makanan dan minuman di kabin pesawat sudah punya acuan standar kelayakan tersendiri. Namun, apa jadinya bila makanan tersebut tidak sesuai dengan yang ada di pikiran Anda maupun penumpang lain? KabarPenumpang.com merangkum dari tripsavvy.com, ternyata ada beberapa maskapai yang memberikan makanan yang dianggap kurang layak untuk penumpangnya. Berikut beberapa maskapai tersebut.

Baca juga: Sajian Makanan di Pesawat Wajib Ekstra Bumbu, Inilah Alasannya!

1. Air Cina
Maskapai plat merah milik Negara Tirai Bambu ini memiliki reputasi kurang steril dan menjadi sebuah pernyataan yang menjatuhkan serta meremehkan. Secara obyektif, maskapai ini mendapat peringkat bintang dua dari Skytrax. Dengan bintang dua ini, cukup memalukan dibanding maskapai Jepang yang beberapa maskapainya sudah mendapat peringkat bintang lima. Ini bisa Anda rasakan jika sudah menggunakan Air Cina dalam penerbangan.

Dalam penerbangannya, maskapai layanan penuh ini memberikan makanan baik kelas ekonomi, kelas bisnis hingga kelas satu sama tidak ada perbedaan. Kualitas makanan pada maskapai ini tidak ada perubahan saat berangkat dari bandara di Beijing sebagai pusat distribusi makana dalam penerbangan mereka.

2. United Airlines
Maskapai papan atas asal Amerika Serikat ini namanya kondang lantaran sering membuat kontroversi dari masalah penumpang hingga meniadakan es krim sundae. Seperti pada bulan April lalu, ratusan hingga ribuan penumpang United Airlines mengamuk di media sosial, lantaran maskapai ini selama satu minggu tak menyajikan hidangan penutup yang telah menjadi tradisi turun temurun dari United Airlines, yalni es krim sundae

Baca juga: Hapus Sajian Es Sundae Sesaat, Penumpang United Airlines Ungkap Kekesalan di Media Sosial

(Pinterest)

3. Air Koryo
Maskapai milik Korea Utara ini benar-benar tidak layak memberikan makanan pada pelayananya. Sebab makanan yang disajikan hanya sebuah burger dengan daging tipis tanpa sayuran, mayones ataupun saus. Maskapai ini bisa dikatakan menjadi salah satu maskapai terburuk di dunia dalam pelayanannya.

4. Ukraine International Airlines
Bisa dikatakaan makanan yang diberikan maskapai UIA ini sama seperti yang Anda makan biasanya. Sebab, tidak ada yang spesial dan bukan juga makanan tradisional atau khas dari Ukraina sendiri.

(Pinterest)

5. Adria Airlines
Berdiri sejak sebelum 2012, maskapai asal Slovenia ini memberikan pelayanan yang bisa dikatakaan tidak pantas. Memang untuk perjalanan singkat makanan tidak terlalu dibutuhkan, namun dalam penerbangan Adria ini, penumpang akan diberikan sandwich atau roti isi yang tidak layak dimakan baik untuk mengenyangkan perut atau hanya sekedar mengganjal perut.

Gara-Gara Listrik Mati, Bandara Sydney Menuai Delay Panjang

Belum lama ini bandara tersebuk di Australia Sydney Airport (Kingsford Smith) mengalami situasi chaos, tapi penyebabnya bukan karena ancaman teror. Pada hari pertama liburan sekolah, ribuan orang harus terdampar di bandara tersebut akibat pemadaman listrik dan mengganggu semua penerbangan pada hari Minggu kemarin (24/9). Ini terjadi sekitar pukul 05.00 pagi yang mengakibatkan radar dalam pengendalian lalu lintas udara terganggu, baik untuk penerbangan domestik maupun internasional.

Baca juga: Antisipasi Terorisme, Bandara-Bandara di Australia Dihimbau Perketat Keamanan

KabarPenumpang.com merangkum dari theguardian.com (24/9/2017), terlihat dari beberapa postingan di Twitter pagi itu, antrian mengular dari pintu depan semua terminal di bandara. Kejadian ini dikarenakan masalah pemadaman listrik, sehingga kontrol lalu lintas udara kembali ke proses manual untuk pesawat yang akan berangkat dan hanya mengizinkan 15 pesawat tinggal landas untuk setiap jamnya.

Pemadaman listrik yang mengganggu lalu lintas penerbangan membuat Virgin Australia, Qantas dan Jetstar mengonfirmasi pada penumpangnya, bahwa masalah juga memengaruhi penerbangan pesawat mereka. Untungnya masalah ini bisa diselesaikan pada jam 09.00 pagi, namun otoritas bandara bekerja keras untuk menyelesaikan timbunan penerbangan yang tertunda hari itu.

Jadwal penerbangan di Bandara Sydney (Daily Telegraph)

“Masalah sudah diatasi, tapi bandara tidak berada pada kapasitas normal. Kami bekerja keras untuk menghapus antrian penerbangan,” ujar juru bicara Air Service Australia (ASA) Sarah Fulton. Seorang penumpang yang pesawatnya tertunda di aspal mengatakan, kapten telah memberitahu mereka bahwa kontrol lalu lintas udara sedang menggunakan sistem manual untuk penerbangan pesawat. Ini berarti hanya 15 yang siap berangkat setiap jamnya dibandingkan yang biasanya 80 penerbangan.

Baca juga: Atasi Lonjakan Trafik, Sydney Bersiap Bangun Bandara Internasional Kedua

Juru bicara Virgin Australia mengonfirmasi bahwa semua penerbangannya didasarkan pada kesalahan teknis yang terjadi di bandara. Maskapai ini juga mengatakan akan berusaha membuat para penumpangnya berangkat secepat mungkin setelah masalah diperbaiki. “Kami akan menghubungi penumpang yang terdampak, tetapi kami juga mengajak agar semua penumpang bisa memeriksa situs kami untuk status penerbangan,” ujar juru bicara Virgin Australia.

Karena masalah ini, pihak bandara Sydney juga berharap agar para pelancong bersabar. “Penerbangan tertunda karena masalah sistem layanan @airservice. Silahkan periksa ke maskapai penerbangan Anda untuk mengetahui status penerbangan. Terimakasih atas kesabaran Anda,” ujar pihak bandara melalui cuitan di Twitter mereka.

Dampak dari kejadian di Sydney juga langsung berpengaruh pada aktivitas di bandara-bandara lain. Seperti pengaruh dirasakan di Melbourne, di mana liburan sekolah juga dimulai. Pesawat yang terbang dari Melbourne menju Sydney tidak bisa berangkat sesuai jadwal dan penundaan penerbangan dilakukan sepanjang hari, kata seorang juru bicara bandara Melbourne.

Diketahui, beberapa penumpang mencuitkan kegundahan mereka di Twitter disertai foto. “Frustasi pesawat di Sydney Airport penundaan besar @abcnews karena gagal sistem,” ujar salah satu cuitan dari Lexy Hamilton Smith.

Perdana Keluar dari Hanggar, Pesawat Terbesar di Dunia Lakukan Uji Coba Mesin

Flash back ke bulan Juni lalu, sebuah prototipe pesawat terbesar di dunia tidak hanya menampilkan batang hidungnya, tapi juga melewati putaran pertama pengujian mesin yang rencananya akan mengudara di tahun 2019 mendatang. Ya, sebuah usaha transportasi luar angkasa yang mengembangkan peluncuran satelit ke sistem orbit yang bermarkas di Seattle, Stratolaunch diketahui tengah menggarap sebuah pesawat yang bisa mengudara di ruang angkasa dengan biaya yang murah.

Baca Juga: World View Terbangkan Sandwich KFC ke Stratosfer

Dihimpun KabarPenumpang.com dari laman newatlas.com (21/9/2017), pesawat tersebut menggunakan enam mesin turbofan Pratt & Whitney yang biasa digunakan oleh pesawat Boeing 747-400. Uji coba mesin ini sendiri terbagi menjadi tiga tahap. Pertama, mereka menggunakan power source tambahan yang mereka sebut sebagai dry motor. Kedua, mereka memasukkan bahan bakar ke mesin, dimana proses tersebut diberi nama wet motor. Lalu yang terakhir, tim Stratolaunch akan menguji masing-masing mesin secara terpisah, apakah mereka berjalan sesuai ketentuan apa tidak. Ternyata apa yang selama ini mereka ekspektasikan terealisasi.

Walaupun rencana awal pengujicobaan ini akan dilakukan pada tahun 2016 silam, namun Stratolaunch sudah kembali ke timeline mereka. Untuk memastikan perjalanan mereka di tahun 2019 mendatang berjalan dengan lancar, hingga kini Stratolaunch masih melakukan beberapa pembenahan. “Selama beberapa bulan ke depan, kami akan terus menguji mesin pesawat terbang pada tingkat daya yang lebih tinggi dan dengan berbagai konfigurasi,” ungkap CEO Stratolaunch, Jean Floyd.

Baca Juga: Virgin Galatic Uji Coba Pesawat Luar Angkasa Komersial

Tidak bisa diragukan lagi, pesawat Stratolaunch ini merupakan rekayasa pesawat terbang yang hebat. Bagaimana tidak, pesawat dengan dua badan terpisah ini memiliki sayap yang terbentang sepanjang 117m. Tentu saja, uji coba mesin yang dilakukan Stratolaunch telah mengukir sebuah sejarah baru di dunia aviasi global.

Diketahui dari sumber terpisah, Stratolaunch mengumumkan kemitraannya dengan manufaktur kedirgantaraan dan pertahanan Amerika, Orbital ATK untuk mengantarkan roket Pegasus-XL-nya ke orbit pada tahun 2016 silam. Adapun tujuan dibalik kerja sama tersebut adalah untuk memberikan fleksibilitas bagi pelanggan yang ingin meluncurkan satelit kecil.

Inilah Deretan Aplikasi Cuaca Terbaik Untuk Smartphone Android dan iOS

Kesal rasanya jika Anda sudah merencanakan untuk pergi keluar, namun terpaksa gagal karena kondisi cuaca yang tidak mendukung. Ditambah dengan dampak pemanasan global yang membuat kondisi cuaca jadi semakin tidak menentu. Namun seiring perkembangan jaman, kini peran rubrik ramalan cuaca yang biasa ditonton di televisi tergantikan dengan hadirnya weather apps.

Dan dari sekian banyak aplikasi bergenre weather monitor yang kini bertebaran di Google Play dan iTunes App Store, berikut KabarPenumpang.com himpun beberapa aplikasi cuaca terbaik yang bisa dipasang di smartphone Anda versi laman pastemagazine.com.

Baca Juga: 8 Aplikasi Ini Bisa Maksimalkan Anda Selama Melancong di Negeri Orang

Best Truncated Design: Yahoo Weather (iOS, Android)
Tampilan yang  tidak terlalu rumit dan mudah dibaca menjadi kelebihan dari aplikasi ini, walaupun informasi yang diberikan tidak terlalu terperinci dan tidak “secerdas” aplikasi lainnya. Anda dapat melakukan konfigurasi terhadap aplikasi ini jika informasi yang ingin Anda ketahui hanyalah seputar suhu. Jika Anda juga ingin mengetahui tentang kecepatan angin atau informasi lainnya seputar cuaca, Anda bisa melakukan pengaturan untuk memunculkannya di layar. Latar belakang hitam dengan tampilan huruf berwarna putih akan semakin memudahkan Anda untuk menggunakan aplikasi cuaca ini.

Best Storm Manager: RainAware (iOS, Android)
Bepergian ke luar kota atau bahkan luar negeri terkadang memaksa kita untuk selalu siaga akan kondisi cuaca yang mungkin saja terjadi di lokasi tujuan. Dengan hadirnya RainAware, Anda bisa memprediksi untuk membawa payung  atau tidak jika hendak bepergian di kota orang. Jelas ini akan lebih bermanfaat ketimbang Anda harus selalu membawa payung selama bepergian.

Selain bisa memperkirakan kemungkinan turun hujan, aplikasi ini juga bisa memberikan perkiraan kasar tentang jalur badai dan melacak daerah mana saja yang berpotensi badai. Walaupun terbukti ampuh untuk menyiapkan diri Anda dari ancaman basah karena hujan, namun tampilan dari aplikasi ini bisa dibilang cukup kuno, dan tidak memungkinkan untuk penyedia aplikasi menampilkan informasi lain seputar cuaca.

Baca Juga: Delapan Aplikasi Ini Bisa Pantau Pergerakan Pesawat via Smartphone

Best Interface: Weather Underground (iOS, Android)
Ini mungkin bukan aplikasi yang paling mudah digunakan, namun Weather Underground menyediakan akses ke banyak data dengan visual yang bermanfaat seperti diagram lingkaran dan grafik lainnya. Banyaknya informasi tentang cuaca lokal yang tersedia di aplikasi ini seakan membebaskan diri Anda untuk melakukan kostumisasi terhadap informasi mana saja yang hendak Anda tampilkan. Semua tergantung kebutuhan Anda!

Best Premium App: RadarScope (iOS, Android)
RadarScope menampilkan tornado, badai parah, dan peringatan banjir bandang yang dikeluarkan oleh National Weather Service. RadarScope memfasilitasi Anda untuk melihat radar cuaca NEXRAD pada smartphone Android atau tablet Anda.

Best Overall App: Dark Sky (iOS, Android)
Dark Sky merupakan aplikasi yang mencakup semua kebutuhan informasi Anda akan cuaca. Melalui aplikasi ini, Anda bisa meminta aplikasi ini untuk mengirimkan informasi mengenai cuaca secara berkala ke ponsel Anda, cukup menggunakan nomor telepon Anda.

Pajak Bandara di Beirut Naik, Masyarakat Lakukan Demonstrasi

Masyarakat Lebanon yang bepergian melalui bandara Beirut per Agustus 2017 mau tak mau harus membayar pajak lebih tinggi dari sebelumnya. Hal ini dikarenakan parlemen Lebanon mengeluarkan undang-undang kenaikan pajak baru dan Direktorat Penerbangan Sipil yang berbasis di bandara Beirut mengeluarkan surat edaran pajak keberangkatan resmi diberlakukan.

Baca juga: Agar Barang Bawaan Tak Kena Denda, Cermati Ketentuan dari Bea Cukai di Bandara!

“Semua maskapai yang beroperasi di bandara Rafic Hariri diharuskan untuk mulai menambahkan pembiayaan pada tiket tanggal 22 Agustus 2017 atas dasar UU No. 45,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lebanon, Mohammed Shahabudin yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman stepfeed.com (28/8/2017).

Untuk kenaikan pajak tiket sendiri sekitar dua puluh persen dari sebelumnya dan ini yang harus dibayarkan masyarakat bila ingin bepergian menggunakan penerbangan dari bandara Beirut. Tiket untuk kelas ekonomi akan dikenakan $39,83 (60.000 L.L.) kelas bisnis akan membayar $73 (110.000 L.L.).

Untuk penumpang kelas satu harus membayar pajak sebesar $100 (150.000 L.L.) sebelum mereka menaiki penerbangan mereka, sementara yang bepergian dengan jet pribadi akan dikenai biaya sebesar $265 (400.000 L.L). Namun, pajak ini tidak akan dikenakan bila penumpang yang berangkat dari Beirut dengan tujuan Athena, Georgia, Armenia Erbil, Yordania, Suriah, Siprus, Mesir, Baghdad, Najaf, Basra dan Irak.

Salah seorang operator bandara Rafiq Hariri mengatakan, bahwa pelancong membutuhkan klarifikasi lebih lanjut tentang pajak baru yang ditetapkan dengan menghubungi maskapai penerbangan mereka. Operator penerbangan MEA mengatakan, perusahaan mereka belum menerapkan pajak baru pada pelayanan penerbangan dan akan mengumumkan kapan keputusan untuk hal tersebut akan dibuat.

Diketahui, saat undang-undang baru ini berlaku, jutaan masyarakat Lebanon mengungkapkan keprihatinannya tentang hal ini akan memengaruhi kehidupan sehari-hari dan ribuan orang turun ke jalan untuk melakukan demonstrasi.

“Saya datang ke Lebanon setidaknya dua kali setahun, bersama dengan ketiga anak dan suami saya. Selain semua tagihan yang harus kami bayar setiap kali kami tinggal di rumah kami di sini, sekarang kami harus membayar pajak saat melakukan perjalanan kembali ke Abu Dhabi. Ini sangat konyol dan sama sekali tidak terjangkau bagi begitu banyak keluarga, termasuk kita. Saya tidak mengerti bagaimana undang-undang ini berlalu, ” ujar seorang ekspatriat Lebanon di Abu Dhabi, Mireille.

Baca juga: “Duty Free” Pada Minuman Keras, Untung Yang Dihasilkan Sedikit

Tak hanya itu, George, seorang ekspat Lebanon yang telah tinggal di Arab Saudi selama lebih dari sepuluh tahun bersama dengan empat anak dan istrinya, mengatakan bahwa pajak keluar baru tidak dapat diterima. Hal ini dikarenakan dirinya beserta keluarga sedang berada di Lebanon dan akan kembali ke Arab Saudi, jika terhitung George harus membayar pajak untuk enam orang.

“Kami tinggal di luar negeri untuk menghemat uang dan mendapatkan masa depan yang lebih baik untuk anak-anak kami Tapi kami masih ingin kembali ke sini sesekali untuk bertemu dengan keluarga besar. Kami biasanya datang dua kali setiap tahun, saya tidak yakin itu akan terjadi jadilah pilihan untuk kita mulai sekarang, “tambahnya.

Lain lagi dengan Tania yang tinggan di Qatar, dirinya merasa prihatin dengan pajak keluar baru yang ditetapkan pemerintah Lebanon.

“Seseorang mengatakan kepada saya inno yalla itu hanya $40 atau $50, tapi ini adalah masalah sebenarnya Kami selalu menormalisasi pajak dan tagihan keterlaluan Kami membayar dua tagihan listrik dan menganggapnya normal, kami membayar tagihan air bersih dan menganggapnya normal. Bukan, tak satu pun dari tagihan yang kami bayar ini. Terlepas dari apakah seseorang mampu membayar pajak ini atau tidak, itu hanya konyol. Negara apa yang membayar pajaknya untuk bepergian ke luar negeri?” dia menambahkan.

Meskipun banyak orang Lebanon terkejut akan hal ini, negara-negara lain salah satunya Inggris juga memberlakukan pajak penumpang dan menjadi yang tertinggi di dunia. Menurut Airport-Technology, negara tersebut mengenakan pajak keberangkatan £13 ($17) untuk kelas keberangkatan ekonomi dan £26 ($33) untuk semua kelas lainnya.

Penumpang yang terbang lebih jauh dari 2.000 mil membayar £73 ($95) untuk kelas ekonomi dan sampai £146 ($189) untuk semua kelas lainnya. Negara lain yang mengenakan pajak serupa antara lain, Australia, Rusia, Republik Dominika, Bahama, Jerman, Norwegia, Qatar, Yunani, Italia, Jamaika, Spanyol, Belanda, Austria, Belgia, Fiji, Islandia dan Skotlandia.

(Lagi) Penumpang Mabuk Berhasil Paksa Pilot Untuk Mendarat Darurat

Penerbangan EasyJet dari Manchester, Inggris tujuan Marrakesh, Maroko terpaksa harus mendarat di Lisbon, Portugal akibat penumpang yang mabuk. Di Lisbon petugas kepolisian sudah menunggu untuk menjemput penumpang mabuk tersebut agar bisa langsung diamankan.

Baca juga: Kerap Dilecehkan, Awak Kabin Beberkan Kelakuan Penumpang Mabuk

KabarPenumpang.com melansir dari travelpulse.com (19/9/2017) mengabarkan, bahwa pada Sabtu (16/9/2017) seorang penumpang mabuk diduga berteriak tentang hal yang rasis kepada penumpang lainnya dan menyerang seorang awak kabin. Penerbangan tersebut diketahui membawa 200 penumpang dan terpaksa mereka harus menginap satu malam di hotel di ibu kota sebelum melanjutkan perjalanan.

“Saya belum pernah melihat yang seperti ini, penumpang yang mabuk tersebut tampak biasa saja saat masuk ke dalam kabin, dan kemudian dia diberi minum oleh penumpang lain yang mengonsumsi alkohol,” ujar salah seorang penumpang.

Saat pesawat mendarat di Lisbon, sebenarnya pesawat hanya tinggal satu perjalanan untuk tiba di Marrakesh. Saat mendarat, pilot memberitahukan alasan pendaratan tersebut karena terjadi sebuah insiden dimana seorang awak kabin dipegang lehernya dua kali oleh penumpang mabuk tersebut.

“Kami mendarat dan polisi naik ke pesawat dan kemudian kami diberitahu bahwa kami harus bermalam di sana. Sekitar 200 penumpang kemudian harus menginap di hotel yang jauhnya satu jam dari bandara. Ini pengelaman yang mengerikan,” ujar penumpang tersebut.

Seorang penumpang lainnya mengeposkan sebuah video ditempat kejadian dan mengkritik EasyJet karena membiarkan penumpang mabuk tersebut menaiki pesawat. “Prioritas kami adalah keselamatan dan kenyamanan penumpang, dan kami tidak akan mentolerir setiap perkakuan kasar yang mengancam keselamatan penumpang dan awak kabin selama penerbangan,” ujar juru bicara EasyJet

Baca juga: Dibawah Pengaruh Narkotika, Penumpang Mabuk Sukses Hadirkan Jet Tempur F-22 Raptor

EasyJet juga meminta maaf dan berterima kasih kepada para penumpang, serta menambahkan bahwa EasyJet menyediakan akomodasi hotel dan voucher penyegaran selama masa penundaan penerbangan. Insiden tersebut juga mempengaruhi penerbangan kembali dari Marrakesh.

 

Rancang Ruang Bagasi Unik, Kelompok Mahasiswa Hong Kong Raih Penghargaan dari Airbus

Pernahkah Anda merasa kerepotan ketika hendak memasukkan barang bawaan ke dalam bagasi kabin? Apalagi jika terlambat dan terpaksa menyimpan hand carry di posisi yang cukup jauh  dari tempat duduk Anda, tentu ini merupakan hal yang sedikit banyaknya akan membuat Anda jengkel. Pengalaman itulah yang menjadi dasar sekelompok mahasiswa dari University of Hong Kong untuk membuat sebuah inovasi penyimpanan hand carry pribadi.

Baca Juga: University of Liege Sabet Gelar Juara Perhelatan Desain Kapal Ferry di New York

Seperti yang dihimpun KabarPenumpang.com dari laman cnn.com (22/5/2017), sekelompok pelajar yang menamai diri mereka Tim DAELead ini berhasil menjuarai kompetisi Fly Your Ideas yang diselenggarakan oleh manufaktur aviasi multinasional, Airbus. Dalam perhelatan yang diadakan di Markas Airbus di Toulouse pada bulan Mei kemarin, Tim DAELead berhasil membawa  pulang hadiah sebesar $33.700 berkat ide inovatif mereka, yaitu menciptakan ruang penyimpanan hand carry pribadi  di bawah bangku penumpang yang ada di depannya, tanpa mengambil ruang penyimpanan kaki Anda.

Adapun cara kerja dari inovasi ini adalah menyimpan sebuah kotak di bawah permukaan lantai karpet setiap bangku penumpang. Ukuran kotak tersebut pun tidak lebih besar dari luas alas bangku penumpang. Kotak tersebut disambungkan dengan menggunakan engsel ke lantai kabin, membuatnya bisa dibuka-tutup kapan pun Anda mau (push to open). Dengan begitu, ruang penyimpanan kaki Anda tidak terganggu, walaupun Anda menyimpan hand carry Anda di bawahnya.

Para juri dalam kompetisi tersebut kagum dengan inovasi ini. Disampaikan langsung oleh Tim DAELead, nantinya inovasi ini akan dipasang di seluruh maskapai penerbangan setelah melewati serangkaian uji teknis, kelayakan, dan keamanan. “Para juri terkesan dengan gagasan inovatif yang dituangkan oleh Tim DAELead. Ini bisa jadi solusi sederhana namun efektif untuk perjalanan udara yang lebih baik,” tulis sebuah pernyataan di laman Fly Your Ideas.

Baca Juga: Gelar “Sayembara”, Hyperloop Akan Saring 10 Ide Jalur Terbaik

Tercatat, hampir 5.500 siswa terdaftar dari seluruh dunia yang terbagi ke dalam 356 tim berbeda untuk mengikuti kompetisi ini. Lima tim terpilih akan diundang ke acara puncak di Toulouse, Perancis untuk mengembangkan prototip mereka di hadapan para ahli dari Airbus. Diketahui, Runner Up dalam kompetisi ini, Aquarius dari Royal Melbourne Institute of Technology (RMIT), mengembangkan sebuah ide untuk mengubah pesawat militer A400M menjadi sebuah mesin pemadam kebakaran.

Sejak kompetisi Fly Your Ideas ini pertama kali dihelat pada tahun 2008 silam, dikalkulasikan ada lebih dari 20.000 siswa dari lebih dari 650 universitas di lebih dari 100 negara di seluruh dunia telah mengambil bagian dalam perhelatan ini.

Tahan Terpaan Bencana Alam, Jepang Perkenalkan Jembatan Darurat Multifungsi

Mengingat potensi bencana alam yang bisa datang kapan saja, dimana saja, dan dalam bentuk yang beragam, beberapa periset dari Hiroshima University merancang sebuah struktur jembatan darurat yang dipercaya dapat tahan dari terpaan bencana alam seperti badai, banjir, gempa bumi, hingga tsunami. Dapat dibayangkan jika salah satu pra-sarana transportasi ini lumpuh akibat bencana dan memutus akses evakuasi, tentunya bencana alam tersebut akan memakan lebih banyak korban.

Baca Juga: Cikubang, Jembatan Kereta Terpanjang di Indonesia

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman viatechnik.com, tidak hanya berperan sebagai jalur evakuasi ketika bencana datang, tapi jembatan juga dapat menjadi akses regu penyelamat untuk memasok kebutuhan medis para korban selamat. Selain itu, jembatan juga harus memiliki banyak jalur untuk memungkinkan kendaraan bantuan melintas. Maka dari itu, periset dari Hiroshima University membuat struktur jembatan darurat yang berbentuk seperti gunting untuk menguji keefektifannya terhadap lalu lintas kendaraan yang terpaksa melintasi sungai.

Jembatan yang diberi nama Mobile Bridge Version 4.0 ini memiliki desain yang bisa dilipat, diatur, dan di naik turunkan dengan cepat dan mudah. Dr. Ichiro Ario dari Institute of Engineering di Hiroshima University mengaku bahwa desain jembatan ini terinspirasi dari Origami, seni melipat kertas dari Jepang. “Dibutuhkan sekitar satu jam untuk merakit jembatan darurat ini hingga siap digunakan,” ungkap Dr. Ichiro.

Untuk mengangkut jembatan darurat ini pun tidak dibutuhkan sebuah kendaraan khusus, cukup mobil trailer sederhana. Dr. Ichiro mengatakan Mobile Bridge Version 4.0 ini merupakan jembatan yang kuat, ringan, dan mudah untuk dibongkar-pasang. Ketika ia bersama timnya menguji coba jembatan ini, hasil positif pun dituai. Kendaraan yang melintas di atasnya tidak mengalami masalah dan hanya membutuhkan sedikit orang untuk memasangnya.

Dr. Ichiro percaya bahwa Mobile Bridge Versin 4.0 merupakan salah satu opsi hemat biaya ketika terjadi bencana, pasalnya untuk memasang jembatan ini pun tidak membutuhkan pembangunan pondasi sebelumnya, penggunaan kendaraan berat untuk mengangkutnya, dan tenaga kerja yang banyak, seperti yang sudah dijabarkan di atas.

Baca Juga: Lintasi Tol JORR, Inilah “Special Bridge,” Jembatan Unik di Jalur MRT Fatmawati

“Kami akan terus melakukan pengembangan terhadap Mobile Bridge Version 4.0 ini agar lebih kuat, lebih tahan lama, lebih ringan, dan mempersingkat waktu pemasangan di masa yang akan datang,” terang Dr. Ichiro. “Kehadiran jembatan ini juga dapat mendorong pengembangan teknologi konstruksi infrastruktur secara global,” imbuhnya.

Tidak hanya digunakan dalam kondisi darurat, jembatan ini juga bisa digunakan untuk mengurai kepadatan arus lalu lintas di suatu daerah. “Bisa dijadikan sebagai rute alternatif,” tukas Dr. Ichiro. Diketahui, sejumlah perusahaan lain juga tengah mengembangkan inovasi yang hampir serupa, seperti Jembatan Mabey di South Wales, Jembatan Acrow di New Jersey, dan Unibridge di Sydney, Australia. Jika ditinjau dari segi penggunaan non-daruratnya, apakah bisa jembatan ini menjadi salah satu solusi kemacetan di Indonesia, khususnya Jakarta?

Bandara Internasional Tegel, Berlin: Terus Beroperasi Atau Berubah Jadi Pusat Bisnis

Selain dikenal sebagai bandara internasional utama di Berlin, Bandara Tegel yang juga menjadi saksi sejarah dari Perang Dunia II selain Bandara Tempelhof. Dengan kata lain, bandara yang terletak 8 km di sebelah barat laut pusat kota Berlin ini sudah cukup berumur untuk dijadikan bandara internasional utama di kota yang memiliki jumlah jembatan lebih banyak dari Venesia ini.

Namun, dalam waktu dekat, bandara tersibuk keempat di Jerman ini akan dipensiunkan dari tugasnya dan digantikan oleh Berlin Brandenburg Airport. Di Berlin sendiri, tercatat ada empat bandara, dimana dua diantaranya masih beroperasi, yaitu Tegel dan Schönefeld. Lalu ada Berlin Brandenburg Airport yang masih dalam pembangunan, dan Tempelhof yang sudah dinon-aktifkan sejak tahun 2008 silam.

Baca Juga: Bandara Tempelhof, Megastruktur NAZI Yang Kini Jadi Taman Kota Besar di Berlin

Perdebatan mulai muncul ketika rencana tersebut mencuat ke permukaan. Sebagian orang seolah tidak rela Bandara Tegel digantikan perannya oleh Berlin Brandenburg Airport, sedangkan yang lainnya bahkan mengutuk Tegel karena dinilai terlalu berisik dalam pengoperasiannya. Dihimpun KabarPenumpang.com dari laman Bloomberg.com (19/9/2017), seorang politikus lokal, Sebastian Czaja dengan lantang menolak perpindahan gelar bandara internasional utama di Berlin yang semula dipegang oleh Bandara Tegel.

Sebagai bentuk penolakannya, ia membuat referendum tidak terikat dengan mengeluarkan sebuah petisi yang berisikan pengumpulan 250.000 tanda tangan untuk menolak rencana tersebut. Kelompok Free Democrat yang berdiri di belakang Sebastian mengangkat perdebatan mengenai Bandara Tegel sebagai isu utama kampanyenya di Berlin, dengan jargon “Tegel-saver” yang terpampang di seluruh papan reklame di kota tersebut. Langkah berani ini ditempuh untuk menujukkan perlawanan terhadap proyek infrastruktur besar yang tengah dijalankan, yakni proyek pembangunan Berlin Brandenburg Airport yang tak kunjung usai sejak tahun 2011 silam.

Sementara itu, Greens yang diketahui sebagai rival dari Kelompok Free Democrat juga tidak mau kalah. Mereka memasang banyak poster yang berisikan kecaman terhadap Bandara Tegel yang dinilai menjadi salah satu sumber polusi suara di Berlin. Terlepas dari konteks perdebatan yang terjadi diantara kedua kubu tersebut, Berlin Brandenburg Airport atau yang umumnya dikenal dengan BER memang sempat melewati fase molor. Tidak tanggung-tanggung, sudah enam tahun pembangunan bandara tersebut tak kunjung rampung.

Baca Juga: Yasser Arafat International Airport, Saksi Bisu Kekejaman Militer Israel

Pembangunan bandara ini pertama kali dilakukan ditahun 2006 dan dicanangkan selesai pada tahun 2011 kemarin. Namun, banyak masalah yang ditemui dalam pembangunan bandara tersebut membuat target yang sudah ditetapkan di awal meleset. Lebih parahnya lagi, keterlambatan tersebut berdampak pada penggandaan nominal dana yang harus ditebus untuk menyelesaikan proyek itu, menjadi sekitar US$6 miliar. Tersiar kabar bahwa BER akan dibuka pada tahun 2019 mendatang, dan Bandara Tegel akan dijadikan Tech Business Park, dimana dapat dipastikan akan tumbuh puluhan gedung perkantoran dan apartemen di sana.

Sementara itu, Kanselir Angela Merkel, yang mencalonkan diri untuk masa jabatan keempat dalam pemilihan, mengatakan undang-undang yang berlaku saat ini mengharuskan Bandara Tegel ditutup sesaat setelah BER terbuka. “Itulah situasi hukum yang berlaku.” tukasnya dilansir dari laman yang sama.