Bandara Internasional Hong Kong Sabet Predikat “Bintang Lima” dari Skytrax

Bandara Internasional Hong Kong saat ini mendapatkan sertifikat penghargaan kualitas bintang lima dari Skytrax. Peringkat bintang lima menjadi level tertinggi bandara yang dilihat dari aspek layanan dan profesionalitas staf di berbagai kategori penilaian berbeda yang ada di lingkungan bandara.

Baca juga: 10 Bandara Ini Disebut Sebagai Yang Tersibuk

KabarPenumpang.com merangkum dari airlinequality.com (19/9/2017), bandara Hong Kong bisa mendapat peringkat bintang lima karena terus berinovasi untuk memberikan standar kualitas produk dan layanan yang sangat tinggi kepada para pelanggannya. Pencapaian bintang lima ini diberikan kepada bandara Hong Kong melalui efisiensi pengalaman pelanggan yang sangat baik, mulai dari saat kedatangan, keberangkatan ataupun pelayanan penumpang transit.

Tak hanya itu, bandara ini juga mendukung fasilitas perbelanjaan, makanan dan minuman yang tersebar di seluruh area terminal. Tahun 2017 para pelancong menyebutkan di World Airport Awards bahwa bandara Hong Kong merupakan bandara dengan tempat makan terbaik di dunia. Pasalnya, bandara Hong Kong menawarkan hampir 70 merek makanan dan minuman yang berbeda, bahkan terbagi beberapa pilihan baik lokal maupun internasional. Sebagai bandara yang juga menjadi tempat transit semua pelancong dunia, bandara Hong Kong juga menghadirkan restoran lokal ternama, yakni Michelin.

Sebagai bandara bintang lima, bandara Hong Kong memiliki transportasi umum yang terkoneksi ke sekitaran kota Hong Kong dan Cina Daratan dengan sangat baik dan menjadi bagian mendasar dari kesuksesannya. Dalam waktu dekat juga akan membuat koneksi jalan baru menuju Makau dan Delta Sungai Mutiara dari bandara untuk memudahkan akses bagi jutaan penumpang.

Dalam 12 bulan terakhir, bandara internasional Hong Kong telah memperkenalkan sistem informasi dengan fasilitas baru dan meningkatkan branding serta visibilitas untuk pilihan perbelanjaan dan tempat makan yang luas. Dari hasil audit rating, yang paling terlihat dan menjadi perhatian adalah standar kebersihan di sekitar bandara.

Baca juga: Adopsi Airport City, Tujuh Bandara Ini disebut Sebagai Ternyaman di Dunia

Bandara Hong Kong mempertahankan standarnya dengan maksimal sembari terus memperbaharui dekorasi dan interior untuk tetap menjadi bandara bintang lima dari tahun ke tahun. Skytrax menyelesaikan evaluasi auidt kualitas bandara internasional Hong Kong pada Juli 2017 kemarin dan memeriksa semua area produk dan layanan di seluruh fasilitas operasional terminal secara rinci.

Adapun penilaian yang dilakukan Skytrax pada bandara untuk memberikan peringkat lima yakni mencapai kinerja Kualitas keseluruhan tertinggi dan mengenali bandara-bandara yang menyediakan fasilitas terbaik untuk pelanggan, kemudian dikombinasikan dengan layanan staf bandara berkualitas tinggi. Rangkuman Kualitas Bandara mencakup area garis depan untuk keberangkatan, kedatangan dan transfer (transit), termasuk fasilitas bandara, layanan pelanggan, keamanan, imigrasi, gerai toko dan fasilitas makanan serta minuman.

World Airport Rating adalah program peringkat kualitas bandara global yang dioperasikan oleh Skytrax, organisasi pemeringkat udara internasional. Penilaian ditentukan melalui analisis kualitas standar langsung dan profesional, dan Rating Bintang Bandara diakui sebagai patokan global standar bandara. Skytrax World Airport Rating, diperkenalkan pada tahun 1999, adalah sistem penilaian Bandara internasional terkemuka yang mengklasifikasikan bandara dengan kualitas standar produk dan layanan terdepan. Airport Rating mulai dari bintang satu hingga ke bandara bintang lima bergengsi.

Sedangkan untuk peringkat Bandara Regional bintang lima diperkenalkan oleh Skytrax pada akhir tahun 2016, untuk memungkinkan pengakuan yang benar terhadap bandara yang lebih kecil, dan bandara-bandara yang fokus terutama pada operasi rute regional. Sementara bukan hub mega global, ini adalah bandara yang memberikan tingkat kualitas tertinggi kepada pelanggan mereka dan memenuhi persyaratan bintang yang ketat. Bandara Regional bintang lima pertama (Bandara Chubu Centrair Nagoya) diumumkan pada bulan Februari 2017.

Berikut ini beberapa bandara yang mendapatkan predikat bandara dengan bintang lima dari Skytrax
– Bandara Haikou Meilan (Regional 2017)
– Bandara Internasional Hamad
– Bandara Internasional Hong Kong
– Bandara Munich
– Bandara Nagoya Chubu Centrair (Regional 2017)
– Bandara Internasional Seoul Incheon
– Bandara Changi Singapura
– Bandara Internasional Haneda Tokyo

PO Kramat Djati, Ternyata Awalnya Perusahaan Angkutan dan Ternak

Nama Kramat Djati rasanya sudah lekat dalam benak ingatan pengguna transportasi bus antar kota antar provinsi. Berlogo siluet roda dengan cat dasar warna putih telah menjadi identitas kuat perusahaan bus yang usianya ternyata telah mencapai 49 tahun. Tapi tahukah Anda tentang sejarah Kramat Djati? Apakah ada kaitan dengan wilayah Kramat Jati di Jakarta Timur yang terkenal dengan Pasar Induknya.

Baca juga: Keluar dari Zona Nyaman, Apple Coba Peruntungan Rancang Bus Otonom

Dari hasil penelusuran, justru alamat kantor pusat perusahaan bus ini berada di Jalan Ambon, Bandung, Jawa Barat. Meski begitu, Kramat Djati memang memiliki pool armada bus di Jalan Raya Bogor, Kramat Jati. Merujuk ke sejarahnya, Kramat Djati sebelumnya dikenal sebagai Sumber Djaja, yakni perusahaan transportasi yang bergerak dalam bidang angkutan dan ternak.

Kramat Dajti berdri pada tahun 1968 oleh Arief Budiman dengan membuka satu jurusan yaitu Bandung-Jakarta. Kemudian pada tahun 1970 menambah lagi jurusan baru yaitu jurusan Jakarta. Pada tahun 1975 membuka jurusan lagi yaitu jurusan Bandung – Merak. Tahun demi tahun perusahaan Kramat Djati semakin maju dan berkembang.

Pada tahun 1986 Kramat Djati membuka layanan baru yaitu dengan adanya busmalam cepat yang menjangkau 3 propinsi, yakni Jawa Tengah, Jawa Timur dan Yogyakarta. Jurusan Bandung – Bali dibuka pada tahun 1990.

Akhirnya pada tahun 1995 Kramat Djati melakukan perubahan bentuk perusahaan menjadi perseroan terbatas dan menambah nama yaitu menjadi Kramat Djati Asri Sejati. Setelah itu Kramat Djati juga menembus pasar Sumatera dengan tujuan Lampung, Palembang, Pekanbaru dan Bengkulu pada tahun 1996, kemudian pada tahun 2000 memperluas pasar kesebelah timur dengan membuka jurusan Bandung – Mataram.

Baca juga: Bus Berkonsep Alam di Taipei Tuai Banyak Pujian dari Netizen

Dengan beberapa kali perubahan, Kramat Djati berkembang dan meningkatkan kualitas pelayanannya, dimulai dari satu jurusan pada tahun 1968 sekarang telah memiliki lebih dari 70 jurusan yang menjangkau Bali, Jawa, dan Sumatera. Kini Kramat Djati tak sebatas sebagai PO (Perusahaan Otobus), masih tetap dalam bisnis yang terkait layanan bus, lewat Kramat Djati Group juga menaungi layanan bus pariwisata, layanan kargo, dan layanan sewa/charter bus dalam label anak perusahaan. Di bawah bendera Pakar Wisata, PO Kramat Djati sejak tahun 2015 menjadi mitra penyediaana layanan bus kampus di Universitas Indonesia.

Tak mau ketinggalan zaman, Kramat Djati juga telah melayani pemesanan tiket secara online, bahkan Kramat Djati sudah menghadirkan aplikasi pemesanan tiket di Google Play Store.

British Airways Canangkan Daur Ulang Limbah Rumah Tangga Untuk Bahan Bakar Pesawat

Maskapai kebanggaan Britania Raya yang bermarkas di Harmondsworth, British Airways berencana untuk menjadikan limbah rumah tangga menjadi bahan bakar untuk armada jetnya. Diketahui, British Airways tengah menjalin sebuah kerja sama dengan perusahaan bahan bakar terbarukan, Velocys. Rencana penggunaan bahan bakar terbarukan ini merupakan bagian dari program pengurangan emisi seluruh moda kendaraan pada tahun 2040 kelak.

Baca Juga: British Airways Flight 9, Guratan Kelam Dunia Aviasi Akibat Abu Vulkanik

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman newatlas.com (19/9/2017), maskapai tersebut mengatakan bahwa langkah pertama yang akan dilakukan oleh pabrik daur ulang limbah adalah mengumpulkan ratusan ton limbah rumah tangga setiap tahunnya. Pabrik daur ulang limbah tersebut harus bergerak cepat sebelum sampah-sampah rumah tangga dilebur di tempat pembuangan akhir. Adapun limbah-limbah tersebut mencakup popok bayi, wadah makanan plastik, hingga bungkus cokelat.

Menurut perhitungan, bahan bakar yang dihasilkan diharapkan dapat meminimalisir produksi gas rumah kaca hingga 60 persen jika dibandingkan dengan penggunaan bahan bakar fosil saat ini. Itu berarti, mereka berusaha untuk mengurangi emisi CO2 hingga 60.000 ton per tahunnya. Dalam sebuah rilis resmi, British Airways mengatakan pabrik daur ulang limbah tersebut direncanakan akan menghasilkan bahan bakar yang cukup untuk mengoperasikan semua penerbangan Boeing 787 Dreamliner dari London ke San Jose, California dan New Orleans, Louisiana selama periode satu tahun penuh. “Kami berencana untuk memasok lebih banyak pesawat jet berbahan bakar berbasis limbah pada dekade berikutnya.”

Baca juga: Atasi Masalah Polusi, Inggris Larang Mobil Diesel dan Bensin di Tahun 2040

Proyek ini tidak semata-mata dicetuskan oleh pihak British Airways. Pekan lalu, Departemen Transportasi Inggris menerbitkan sebuah perubahan peraturan pada Renewable Transport Fuels Obligation. Perubahan tersebut merujuk pada penggunaan bahan bakar pesawat jet berkelanjutan, dalam upaya untuk mempromosikan penerbangan yang lebih bersih.

Jika ditelaah lebih jauh, British Airways seolah menepati penyataannya yang pernah dilontarkan oleh Willie Walsh, chief executive perusahaan induk British Airways IAG di tahun 2014 silam. Pada kesempatan tersebut, pihak British Airways berencana untuk mengubah sebuah eks kilang minyak menjadi markas untuk proyek Green Sky yang akan dibuka pada tahun 2017 mendatang.

Pelabuhan Bojonegara, Mungkinkah Jadi “Pesaing” Pelabuhan Ferry Merak?

Pelabuhan Bojonegara di Cilegon Banten dalam beberapa waktu lalu sempat disebut sebagai pesaing utama layanan penyebarangan di Pelabuhan Merak dalam angkutan barang menuju ke Lampung. Berbeda dengan Pelabuhan Merak yang mengoperasikan kapal ferry, di Pelabuhan Bojonegara belum terdapat fasilitas dermaga yang memadai, layanan pelayaran menggunakan kapal jenis Landing Craft Tank (LCT) yang digunakan untuk menyeberangkan kendaraan-kendaraan bertonase besar.

Baca juga: Mengenal Pelabuhan Merak, Gerbang Penyeberangan Tersibuk di Indonesia

Dari legalitasnya, Pelabuhan Bojonegara berada di bawah manajemen PT Pelindo II dengan pengoperasian armada LCT oleh PT Bandar Niaga Raya (BNR). KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai sumber, ternyata tarif kendaraan-kendaraan besar untuk menyeberang pada lintasan Bojonegera – Muara Pilu (Lampung) memiliki perbedaan tarif dengan yang digunakan PT ASDP di lintasan Merak  – Bakauheni.

Adanya perbedaan tarif ini dikarenakan Pelabuhan Merak kini sudah menggunakan sistem tiket otomatis atau automatic ticketing, dimana semua transaksi pembayaran dari pengguna jasa dapat dilihat secara transparan. Sedangkan pelabuhan Bojonegara masih mengadopsi pembayaran tiket secara manual. Hal ini yang membuat banyak pengemudi kendaraan-kendaraan berat mulai beralih ke Pelabuhan Bojonegara untuk mendapat harga yang lebih murah, terlebih bila terjadi antrian panjang menuju Pelabuhan Merak.

Kendaraan-kendaraan besar seperti truk yang menggunakan jasa di Pelabuhan Bojonegara bisa disandingkan dengan golongan V sampai dengan IX pada penetapan tarif kapal ferry oleh PT ASDP. “Kalau golongan yang dominan di pelabuhan Bojonegara kendaraan barang mulai dari golongan V sampai dengan IX,” ujar Branch Manager PT Mata Pensil Globalindo Cabang Merak, Muhamad Hakim yang dihubungi KabarPenumpang.com (19/9/2017). PT Mata Pensil Globalindo adalah mitra kerja PT ASDP untuk penyediaan layanan automatic ticketing di Pelabuhan Merak dan Bakauheni. Sebagai ilustrasi Gol V-B Truck Sedang dikenakan tarif Rp645.000 oleh PT ASDP.

Foto: Beritatrans

Dari beberapa sumber yang diperoleh, tarif golongan kendaraan besar di Pelabuhan Bojonegara bila kelebihan 10 cm pada tahun 2015 akan dikenakan sekitar Rp500 ribu lebih murah dibandingkan dengan tarif di Pelabuhan Merak. Tetapi untuk tahun ini beberapa sumber mengatakan perbedaan tarif hingga Rp200 ribu lebih murah dari tarif di Pelabuhan Merak.

Baca juga: Landing Craft Tank Mulai Gerus Pendapatan Pengusaha Kapal Ferry

Namun, karena tarif yang berbeda terlalu jauh, Gabungan Pengusaha Nasional Angkuutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (Gapasdap) meminta pada Kementerian Perhubungan agar tarif disamaratakan antara Pelabuhan Bojonegara dengan Pelabuhan Merak. Sebab dua pelabuhan ini menyeberang melalui Selat Sunda yang juga diatur dalam regulasi Kemenhub, walaupun tujuannya dari Merak menuju Bakauheni dan Bojonegara menuju Muara Pilu.

Bila permasalahan ini tak kunjung dipecahkan, maka jasa penyeberangan melalui jalur Pelabuhan Merak akan terancam. Tetapi jika regulasi dijadikan satu pintu dengan tarif yang sama kedua pelabuhan ini akan bisa berjalan dengan lancar dan lebih baik. Pelabuhan Bojonegara dahulu menginduk pada regulasi yang ditetapkan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, sementara Pelabuhan Ferry Merak menginduk pada regulasi dari Direktorat Jenderal Perhubungan Darat.

Tidak adanya ketentuan batas ketinggian barang bawaan pada truk menjadi daya pikat tersendiri bagi pengemudi truk untuk beralih ke jasa LCT. Padahal tidak adanya ketentuan batas ketinggian pada truk yang dibawa berbuntut pada masalah standar keselamatan dan mengganggu stabilitas kapal. Karena tak dirancang dengan standar keselamatan yang baik, kelengkapan seperti “life jacket”, “inflatable life raft” (ILR), dan sprinkler di setiap geladak juga tidak ada .Dari sisi keamanan LCT tidak dilengkapi dengan CCTV dan tenaga keamanan.

 

 

 

 

Berevolusi, Black Cab London Akan Gunakan Semi-Electric Vehicle

Dalam upaya untuk mengatasi masalah polusi udara yang semakin meradang, London Electric Vehicle Company (LEVC) akan menyediakan armada baru untuk TX Black Cab yang digadang akan berjalan dengan nol emisi pada tahun 2018 mendatang. Untuk masalah bentuk, salah satu ikon London ini tetap mempertahankan gaya retro-nya, walaupun ada sedikit perubahan, dan tentu saja dengan balutan warna hitam yang menjadi ciri khas dari taksi yang dikenal juga dengan nama Hackney Carriage ini.

Baca Juga: Hampir Hilang dari Peradaban, Black Cab Malah Pasang Stiker Visit Indonesia

Dihimpun KabarPenumpang.com dari laman standard.co.uk (17/9/2017), mikrofon interkom akan ditempatkan di pilar jendela di depan bangku belakang, bukan lagi di langit-langit mobil. Perubahan titik pemasangan mikrofon tersebut akan memudahkkan penumpang untuk berkomunikasi dengan pengemudi. Selain itu, moda tersebut juga akan dilengkapi dengan empat buah port USB berdaya 230V serta on-board WiFi.

TX Black Cab ini sendiri akan menggunakan alumunium ringan sebagai bahan dasar pembuatan rangka dan body-nya, sebagaimana yang sudah ditetapkan sebelumnya oleh Transport for London (TfL). Tenaga dari Electric Vehicle dihasilkan dari motor listrik 145bhp, menggunakan mesin bensin tiga silinder 1,3 liter yang dikembangkan oleh Volvo sebagai generator untuk baterai besar dan motor listrik. Dengan begitu, moda ini bisa menempuh jarak total hingga 400 mil (643 km), atau dengan rentang jarak EV murni mencapai 70 mil (112 km) dari total jarak tersebut.

Dengan spesifikasi seperti itu, diperkirakan rata-rata pengemudi bisa berkeliling hingga 120 mil (193 km) dalam sehari, dan dapat menghemat hingga 100 poundsterling per minggu untuk bahan bakar. Perhitungan tersebut didasarkan pada pengemudi yang mulai mengoperasikan taksinya di pagi hari dan memberlakukan tarif flat. Direncanakan, sekitar 300 stasiun pengisian daya akan tersedia di penghujung tahun 2018 mendatang. Rata-rata, taksi tersebut membutuhkan waktu 30 menit untuk mengisi daya mobil sebesar 80 persen.

Baca Juga: Routemaster, Si Double Decker Merah Ikon Kota London

Diketahui, The London Taxi Company pernah dipinang oleh produsen mobil Cina, Geely pada tahun 2012 silam, dan juga turut menginvestasikan dana sebesar 275 juta poundsterling. Hal tersebut bertujuan untuk memasok taksi berbahan bakar bensin – listrik di London, jauh sebelum TfL memperkenalkan undang-undang mengenai emisi yang baru. CEO dari LEVC, Chris Gubbey mengatakan pengembangan kendaraan listrik ini tengah dilakukan di sejumlah kota di Eropa. “Penting bahwa ini juga akan diluncurkan di seluruh Eropa, karena ada investasi yang cukup besar untuk proyek ini,” kata Chris.

“Pemasaran ini mungkin agak sedikit alot, namun kamu sebagai warga London terus berusaha untuk memperbaiki kualitas udara di sini,” imbuh Chris.

Qatar Airways, KLM dan Bandara Heathrow Sabet Penghargaan di Future Travel Experience Awards

Dalam pagelaran Future Travel Experience Awards yang diadakan di Mandalay Bay Resort, Las Vegas pada 6-8 September 2017, menelurkan sejumlah bandara dan maskapai yang dianggap sukses menghadirkan beragam produk inovatif dalam pelayanannya terhadap para penumpang. Beragam kriteria pun tidak luput dari penilaian dalam perhelatan tersebut. Diharapkan, dengan adanya acara ini, pihak maskapai dan bandara lainnya dapat mencontoh atau bahkan melebihi pencapaian para pemenang dalam event tahunan ini.

Baca Juga: 20 Bandara Ini Dipercaya Punya Akses WiFi Terbaik di Dunia

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman thestar.com.my (13/9/2017), maskapai Timur-Tengah, Qatar Airways berhasil menyabet dua penghargaan dari dua kategori yang berbeda, yaitu best baggage initiative dan “best up in the air” initiative. Tidak lupa, QSuite milik Qatar juga dinobatkan sebagai layanan tempat tidur ganda pertama di industri aviasi untuk kelas bisnis.

Suite yang dapat disesuaikan tersebut digambarkan sebagai game-changer saat mengawali debutnya di awal tahun 2017 kemarin, karena kemampuannya untuk merubah konfigurasi empat tempat duduk menjadi tempat tidur double, begitupun sebaliknya. Masing-masing suite memiliki pintunya masing-masing, lengkap dengan pencahayaan dan TV movable.

Beralih ke pra-sarana, Bandara Heathrow di Inggris berhasil membawa pulang penghargaan untuk teknologi facial recognition yang mereka aplikasikan di terminal 5-nya. Sebanyak 36 gerbang self-boarding biometrik terbukti ampuh untuk membantu mempercepat proses boarding para penumpang domestik yang hendak bepergian menggunakan maskapai British Airways. Rencananya, pihak Bandara Heathrow akan memasang teknologi ini di lebih dari 300 gerbang pada tahun depan.

Tidak mau kalah dengan kompetitornya, maskapai asal Negeri Kincir Angin, KLM juga turut turun ke panggung untuk menerima penghargaan di kategori Best Passenger Assistance Initiative karena penggunaan sosial media dalam membantu penumpang selama melakukan perjalanan, dari mulai pemesanan tiket hingga perjalanan berakhir. Penumpang dapat mengkonfirmasi pesanan, pemberitahuan check-in, mendapatkan boarding pass, hingga mendapatkan update berita terbaru seputar penerbangan mereka yang tersedia dalam 10 bahasa. Mereka dapat mengakses itu semua melalui jejaring sosial Facebook, Twitter, hingga WeChat dan para penumpang dapat pula menghubungi pihak maskapai 24/7 melalui jejaring sosial tersebut.

Baca Juga: Bandara Kopenhagen Tempati Peringkat Teratas Untuk Pemeriksaan Keamanan

Dan pemenang untuk kategori Sustainable and Green Initiatives diraih oleh Bandara Oslo di Norwegia. Bandara ini juga digalang-galang memiliki desain terminal bandara terbaik. Pada awal musim semi ini, Bandara Oslo rencananya akan meresmikan sebuah bangunan terminal baru yang dilengkapi dengan panoramic curved glass windows sepanjang 300m, lengkap dengan tema “hijau” yang erat melekat. “Ini merupakan bandara pertama yang mendapat predikat sangat bagus di dunia,” tulis Building Research Establishment Environmental Assessment Method (BREEAM) dalam sebuah rilis.

Sulit Diamankan Secara Maksimal, Bus dan Kereta Jadi Sasaran Utama Serangan Teroris

Dengan kemudahan akses, angkutan umum di Eropa dan Amerika Serikat kini menjadi momok tersendiri. Lantaran terbuka untuk segala akses publik, moda angkutan umum seperti bus dan kereta bawah tanah saat ini menjadi wahana yang paling rentan terkena serangan bom dari teroris, maklum pengamanan di stasiun, terminal dan jalur bus tak seketat yang diberlakukan di bandara.

Baca juga: Antisipasi Terorisme, Bandara-Bandara di Australia Dihimbau Perketat Keamanan

Belum lama berselang, publik dikejutkan dengan bom di terowongan kereta bawah tanah London. Sementara indisen teror bom paling mematikan terjadi pada 11 Maret 2004 di Madrid, Spanyol. Kala itu beberapa ledakan terjadi di dalam empat kereta komuter cercanías (semacam kereta api Jabotabek) di Madrid, Spanyol. Peristiwa ini terjadi dini hari 11 Maret 2004, terdapat 192 korban jiwa dan 2.050 korban luka-luka.

Setidaknya ada 387 serangan terhadap kereta api, kapal feri, dan bus di Amerika Utara dan Eropa sejak 1970. Sementara Asia Selatan menghadapi 1.287 serangan, lalu Timur Tengah dengan 801 serangan. Stasiun dan kereta adalah sasaran yang paling umum dan serangan di lingkungan tertutup seperti stasiun kereta bawah tanah adalah yang paling mematikan. Di Eropa, sekitar 75 persen korban dari serangan teroris terjadi di stasiun kereta bawah tanah, meskipun ini baru mencapai sekitar 13 persen daris erangan secara keseluruhan.

KabarPenumpang.com melansir dari post-gazette.com (18/9/2017), sebuah laporan baru-baru ini menyebutkan teroris tertarik untuk melakukan teror di angkutan umum lantaran diketahui moda ini sangat sulit untuk diamankan secara maksimal.

Beberapa bukti menunjukkan bahwa meningkatnya pengawasan dengan adanya respons yang lebih cepat secara bertahap dapat mengurangi potensi serangan di London antara tahun 1970 dan 2000. Sayangnya, tindakan tersebut tak bisa mencegah pemboman tahun 2005, dimana penyerang atau teroris tidak memiliki rasa takut, sebab mereka sendiri adalah bomnya alias bom dipasang pada tubuh teroris (bom bunuh diri).

Dengan seperti ini, bukan berarti masyarakat dan petugas tak berdaya, sebab dari 300 insiden diseluruh dunia, sebelum bom meledak, petugas menemukan waktu yang tersisa adalah 11 persen dari waktu sebelum ledakan. Tak hanya London, Beijing yang juga memiliki kereta bawah tanah tersibuk, setelah serangan teroris tahun 2014 lalu, memaksa para penumpangnya melakukan sistem pemeriksaan mirip check in di bandara.

Penumpang dan tas mereka melewati detektor logam dan penjagaan dimana-mana serta menjadi hal yang tidak biasa di Beijing. Sedangkan London mempelopori adanya infrastruktur anti teror, seperti membuat tempat sampah dengan bahan plastik transparan, dimana bila terlihat hal yang mencurigakan maka mudah untuk melakukan identifikasi.

Baca juga: Antisipasi Teror, British Transport Police Hadirkan Petugas Bersenjata Laras Panjang

Israel sebagai negara sasaran teror telah menggunakan detektor logam dan mesin sinar X di beberapa stasiun bus. Ditambah lagi bus yang beroperasi dilengkapi lapisan anti peluru serta ditambah dengan sistem pelacakan GPS plus kamera CCTV untuk memudahkan monitoring dalam kondisi darurat.

Amerika Serikat yang juga rajin menjadi incaran teroris, telah menerapkan standar keamanan tinggi di semua kota, terkhusus di area bandaranya. Seperti otoritas di New York menurunkan petugas keamanannya dan berpatroli di setiap pemberhentian bus transit.

Layanan Bus Angkut Motor ini Akan Hadir di Indonesia Bulan Depan!

Bagi Anda yang terpaksa melakukan perjalanan jarak jauh menggunakan sepeda motor, kini Anda bisa bersenang hati karena rencananya, sebuah moda pengangkut motor dan pengemudinya akan hadir di Indonesia dalam waktu dekat ini. Sebuah perusahaan yang berdiri sejak tahun 2017, PT MotoBus Trans Nusantara menyediakan layanan angkut moda yang rencananya baru tersedia di rute Bandung – Jakarta saja. Jika tidak ada halangan, moda berupa bus bertingkat ini akan mulai mengambil jatah di jalanan pada 27 Oktober 2017 mendatang.

Baca Juga: Hendak Bepergian Naik Bus? Cek Dulu Bangku Yang Dinilai Paling Aman dan Nyaman!

MotoBus, begitulah nama layanan ini sebenarnya sudah direncanakan hadir sejak tahun 2012 yang lalu, namun baru bisa direalisasikan tahun ini karena berbagai pertimbangan. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman beritagar.id (15/9/2017), direktur operasional MotoBus, Dion, merasa yakin bahwa MotoBus merupakan satu-satunya dan yang pertama di dunia dalam pengembangan konsep moda pengangkut moda dan telah memiliki hak paten.

“Dasar kami mengembangkan Motobus adalah bagaimana caranya membuat penumpang nyaman sampai di tempat tujuan bersama kendaraannya, yakni sepeda motor,” tukasnya. “Tahap awal kami hanya melayani rute Jakarta ke Bandung, namun ke depannya secara bertahap akan beroperasi dengan rute Jakarta – Cirebon, Jakarta – Semarang, seiring dengan masuknya armada baru,” tambah Dion.

Sumber: instagram

Seperti yang sudah dijabarkan di atas, MotoBus memilih untuk menggunakan bus double-decker buatan Mercedes dalam pengoperasiannya. Didapat dari jejaring sosial Instagram resmi milik MotoBus, bus ini nantinya akan dilengkapi dengan kursi premium, free WiFi, dan USB Port yang dapat digunakan untuk mengisi daya gadget Anda. Untuk kapasitas motor, Dion mengatakan bus ini mampu membawa 13 unit motor dalam sekali jalan, dengan kapasitas maksimal 150 cc per motor.

Baca Juga: 10 Poin Penting Sistem Keselamatan di Bus

Hadirnya MotoBus di dunia transportasi tentu akan membantu meringankan beban para pesepeda motor yang hendak bepergian jauh, terutama yang melakukan perjalanan antar propinsi. Jika dikaitkan dengan tradisi tahunan di Indonesia, yaitu mudik, maka dapat diprediksi bahwa moda ini akan ramai dipadati oleh pemudik yang biasanya menggunakan motor untuk pulang ke kampung halaman masing-masing. Dengan begitu, secara otomatis angka kecelakaan yang terjadi selama musim mudik pun bisa dikurangi dengan hadirnya moda ini.

Untuk masalah pemesanan tiket, Anda bisa mengunjungi laman motobustiket.com dan mengisi biodata layaknya pembelian tiket online di moda transportasi lain seperti kereta atau pesawat. Anda juga akan mengisi rincian perjalanan, seperti jumlah orang yang turut dalam perjalanan tersebut, kota pemberangkatan dan tujuan, hingga waktu pemberangkatan. Setelah selesai mengisi semua data yang dibutuhkan tersebut, maka rincian harga akan keluar. Harga setiap saat bisa berubah, tergantung jam dan hari pemberangkatan. Tercatat, pemberangkatan paling pagi dimulai pada pukul 05.00 WIB.

Berpengalaman, Birley Manufacturing Siap Perbarui Standar Kereta di Inggris

Berbekal pengalaman produksi selama lebih dari 140 tahun dan menjadi spesialis di bidang perkeretaapian, pendidikan, swalayan, dan perbankan dalam 25 tahun terakhir, Birley Manufacturing diketahui tengah merancang dan memproduksi interior kereta, seperti toilet, tempat tidur, dan masih banyak lagi. Tidak heran jika tim perancang dan teknisi dari perusahaan dengan omset tahunan mencapai lebih dari 11 juta poundsterling ini menghasilkan beragam visual berkualitas tinggi.

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman railway-technology.com, Birley diketahui merupakan salah satu perusahaan penyedia pelindung pinggiran rel undercarriage terbesar di Inggris dan pintu geser internal di kereta. Berikut, beberapa inovasi yang rancangan Birley untuk dipasang di kereta.

Universal Accessible Toilet (UAT) di Kereta
Salah satu keberhasilan inovasi terbaru Birley Manufacturing adalah Universal Toilet Module (UAT) mereka. UAT telah dirancang untuk memberikan integritas struktural yang tinggi dalam dua konstruksi modular, yang sepenuhnya sesuai dengan persyaratan mobilitas dan spesifikasi teknis yang dikurangi untuk persyaratan interoperabilitas (PRM-TSI).

Pada tahun 2020, semua perusahaan rolling stock diharuskan menggunakan UAT di gerbong kereta mereka. Pengetahuan in-house Birley Manufacturing tentang industri kereta api, disandingkan dengan persyaratan keselamatan, bahan, prosedur pengoperasian, pengujian dan standar kelompok kereta api yang ketat akan membantu klien untuk memenuhi kebutuhan ini.

Konsep UAT milik Birley Manufacturing menggunakan satu cetakan lantai tertutup sehingga bisa mencegah cairan toilet rembes ke struktur lantai kendaraan, sehingga mengurangi risiko korosi. Unit ini juga berisi berbagai fitur menarik dan berguna, termasuk pencahayaan menggunakan lampu LED, sistem pembersihan tangan dengan menggunakan teknologi infra merah sehingga bisa lebih higienis, hingga kabinet cermin berengsel. Interior modern dan segar bisa disesuaikan dengan gaya dan warna kendaraan apapun.

Fitur Interior Kereta
Birley Manufacturing juga menghadirkan fitur untuk masalah konstruksi interior trim dan fabrikasi underframe. Fitur ini meliputi tempat tidur yang nyaman, dapur, fasilitas penyimpanan troli, toilet, tangki penyimpanan, bilik kabin, tempat sampah, meja, pintu geser internal dan modul plafon tengah. Perusahaan ini juga memproduksi panel akhir, lantai dan panel depan, layar draft, rak penyimpanan sepeda, serta loket tiket yang sesuai DDA, hingga titik kedatangan pelanggan di stasiun.

Penyimpanan Barang Bawaan
Berbagai macam barang bawaan Anda dapat disimpan dengan aman di dalam kereta. Lemari penyimpanan ini biasanya terbuat dari tabung baja berlapis stainless steel yang dilengkapi kaca pengaman BSI.

Dapur dan Fasilitas Katering
Bekerja sama dengan perusahaan penyewaan saham bergulir (ROSCOS), perusahaan operasi kereta api (TOCs), perusahaan pembuat rolling stock dan perusahaan pemugaran, Birley mampu merancang, memproduksi dan memasok gerbong restorasi dengan berbagai kelengkapannya, seperti dapur, bar dan toko koktail.

Tempat Tidur
Pada tahun 2015 silam, Birley memenangkan kontrak untuk merancang dan memasok tempat tidur untuk Night Riviera Sleeper Train, yang dioperasikan oleh Great Western Railway. Perusahaan ini terlibat mulai dari tahap konsep yang memungkinkan pemangku kepentingan terkait menentukan desain mana yang ingin diaplikasikan.

Tempat tidur ini terdiri dari panel berlapis aluminium, pintu menuju tempat tidur yang menggunakan kunci elektronik, panel langit-langit dengan lampu LED, lemari pakaian, sebuah jendela lengkap dengan tirai, dan rak dekoratif.

Kereta pengangkut kendaraan MKIII
Birley adalah spesialis di bidang fabrikasi logam rel. Perusahaan ini memiliki pengalaman lebih dari dua dekade dan merupakan salah satu pemasok pelindung pinggiran rel undercarriage terbesar di Inggris yang saat ini dipasang di hampir semua kendaraan MKIII dan HST.

Garuda Indonesia Travel Fair Fase II, Roadshow ke 22 Kota

Garuda Indonesia mengadakan Travel Fair, acara ini menjadi yang kedua dalam tahun 2017. Dimana Garuda Indonesia Travel Fair (GATF) pada fase I dilaksanakan pada 10-12 Maret 2017 kemarin. Sedangkan fase II akan dilaksanakan pada 22-24 September 2017 ini dimana Garuda Indonesia yang merupakan maskapai nasional bangsa bekerjasama dengan Bank Negara Indonesia atau BNI dengan tempat di Jakarta Convention Center (JCC).

Baca juga: Douglas DC-8: Lambang Supremasi Penerbangan Jarak Jauh Garuda Indonesia di Era 60/70-an

Direktur Marketing dan Teknologi Informasi Garuda Indonesia, Nina Sulistyowati mengatakan bahwa pelaksanaan GATF fase ke dua ini merupakan bentuk dukungan Garuda Indonesia untuk terus meningkatkan dan mengembangkan pariwisata terkhusus di beberapa destinasi wisata yang diprioritaskan pemerintah. Adapun daerah wisata yang diprioritaskan tersebut yakni Lombok di Nusa Tenggara Barat, Gunung Bromo di Jawa Timur, Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur, Borobudur di Jawa Tengah, Danau Toba di Sumatera Utara, Morotai di Maluku, Kepulauan Seribu di Jakarta, Wakatobi di Sulawesi Tenggara, Belitung di Bangka Belitung dan Tanjung Lesung di Banten.

“Pada pelaksanaan GATF 2017 fase II ini, kami menawarkan berbagai tiket dan paket perjalanan wisata baik domestik maupun internasional dengan harga yang menarik dan lebih terjangkau, karena kami telah bekerjasama dengan bank partner terbaik, yakni BNI untuk dapat melayani kebutuhan traveling para pelanggan setia Garuda Indonesia” jelas Nina yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman garuda-indonesia.com (18/9/2017).

Pada fase II ini, GATF dilakukan dalam bentuk roadshow di 22 kota dan sudah mulai berlangsung sejak 15 September lalu dan akan berakhir pada 1 Oktober 2017 mendatang. Berikut ini 22 kota tersebut, Batam, Palembang, Kupang, Balikpapan, Makassar, Medan, Pekanbaru, Lampung, Jakarta, Bandung, Surabaya, Bali, Semarang, Solo, Yogyakarta, Malang, Lombok, Manado, Ambon, Sorong, Jayapura dan Timika.

“Dari 22 kota tersebut, Garuda berencana mengumpulkan Rp501 miliar atau US$37,83 juta untuk penjualan tiket,” kata Nina di Jakarta.

Dari Jakarta sendiri, panitia bertujuan mengumpulkan Rp283 miliar dari 76.000 pengunjung yang diharapkan.

“GATF pertama melihat 74.000 pengunjung di Jakarta Convention Center, dengan total penjualan tiket sebesar Rp279 miliar,” tambahnya.

Sementara itu, direktur konsumsi bisnis BNI Anggoro Eko Cahyo mengatakan, kreditur telah mengatur sejumlah insentif untuk pembeli tiket, termasuk cashback Rp1,7 juta untuk tiket yang dibeli menggunakan kartu BNI Premium atau kartu debit BNI Garuda. Pemegang kartu BNI lainnya juga bisa mendapatkan cashback hingga Rp1,5 juta, tambahnya.

Untuk memberikan layanan yang lebih bagi para pelanggan setia Garuda Indonesia, maka selama pelaksanaan GATF 2017 phase ke II ini, para pengunjung akan mendapatkan berbagai program dan kegiatan yang menarik, diantaranya adalah :

1. Program Happy Hour, program dimana para pengunjung dapat membeli tiket penerbangan dengan diskon sampai dengan 80 persen pada periode pukul 10.00 WIB – 13.00 WIB, dan pukul 16.00 WIB – 18.00 WIB.

2. Program Best Deal dimana para pengunjung akan mendapatkan berbagai penawaran menarik untuk tiket domestik dan international dengan diskon hingga 50 persen yang dapat dinikmati sepanjang hari selama event.

Baca juga: DC-10 30, Kenangan Pesawat Trijet Jarak Jauh di Era Keemasan Garuda Indonesia

3. Program Regular Discount, selain Happy Hour dan Best Deal, pengunjung juga dapat menikmati diskon regular sepanjang hari ke berbagai rute penerbangan, untuk rute domestik diskon hingga 13 persen sedangkan rute internasional hingga 20 persen.

4. Program Discount Redemption GarudaMiles, pengunjung GATF dapat menikmati diskon hingga 50 persen ke rute-rute tertentu dengan melakukan redeem miles, dan dapatkan extra miles untuk member GarudaMiles baru.

5. Program Discount Cargo, nikmati diskon hingga 50 persen bagi pengunjung dan travel agent yang berkeinginan untuk melakukan pengiriman barang selama pameran GATF 2017 fase ke II di bulan September ini, bisa mengunjungi booth cargo di area main lobby plenary hall.

6. Program Prepaid Baggage & Advance Seat Request, dapatkan diskon menarik hingga 30 persen untuk Prepaid Baggage dan Advance Seat Request (leg room & non leg room).

7. Penjualan Barang Sales on Board, bagi anda yang tertarik dengan barang-barang Sales on Board, dapatkan diskon hingga 50 persen untuk berbagai macam barang.

8. Program SkyTeam & Interline, bagi anda yang ingin berkeliling dunia, Garuda Indonesia sebagai salah satu anggota SkyTeam dan bekerjasama dengan berbagai maskapai di seluruh dunia, memberikan penawaran khusus untuk terbang ke berbagai negara di dunia, selain itu anda juga akan dibantu oleh travel consultant kami untuk merencanakan perjalanan anda.

9. Program Special Offer Umroh, bagi kaum muslim yang ingin melakukan ibadah umroh ke tanah suci, dapatkan harga khusus untuk perjalanan ibadah anda dengan cicilan nol persen hingga 12 bulan dari BNI Syariah.

10. Program Discount Citilink, selain Garuda Indonesia, di GATF kali ini Citilink juga menawarkan diskon 10 persen untuk seluruh rute penerbangannya.

11. Program Lucky Draw, ucky Draw berupa tiket Pesawat Garuda Indonesia, dengan syarat setiap pembelian tiket penerbangan Garuda Indonesia minimal pembelian Rp10 juta, dan berhak untuk mendapatkan 1 lembar kupon yang akan diundi di setiap harinya.

12. Berbagai Games & Voucher Menarik, pengunjung berkesempatan untuk memenangkan hadiah dan voucher dengan mengikuti berbagai permainan menarik dengan menunjukkan bukti transaksi (tiket dan kwitansi) GATF 2017 di booth “Games”.