Indonesia Tawarkan Produk Kereta dari PT INKA Ke Kosta Rika

Kosta Rika untuk pertama kali akan membangun jaringan rel kereta dan Indonesia berkomitmen untuk mendukung pembangunan tersebut. Hal ini terlihat dimana Indonesia menawarkan untuk membangun jaringan kereta api Kosta Rika dengan produk yang di produksi oleh industri kereta api milik Indonesia yakni PT INKA.

Baca juga: Terima Tawaran dari Taiwan, PT INKA Siap-Siap Kembali “Kebanjiran” Order

Hal ini disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi saat pertemuan bilateral bersama Kosta Rika. Diketahui, pembangunan jaringan kereta api di Kosta Rika ini nantinya akan menghubungkan sisi Samudera Pasifik dan Atlantik serta proyek kereta api bandara di San Jose. Sebagai informasi, secara geografi daratan Kosta Rika menghubungkan antara Samudera Pasifik dan Atlantik.

Kabarpenumpang.com melansir dari saudigazette.com.sa (4/9/2017), Retno mengatakan, sebenarnya pertemuan bilateral ini juga membicarakan sektor lainnya seperti energi terbarukan selain infrastruktur, dimana Indonesia memiliki cadangan panas bumi terbesar di dunia.

Pemerintah Kosta Rika berkomitmen menawarkan pelatihan pemanfaatan energi air dan panas bumi kepada Indonesia. Hal ini bermanfaat untuk mendukung program pemerintah Indonesia dalam memenuhi target pengembangan kapasitas listrik nasional sebesar 35 ribu MegaWatt.

“Kosta Rika telah berhasil mengubah sumber energinya menjadi 99 persen terbarukan, terutama dengan mengoptimalkan penggunaan cadangan air dan panas bumi,” ujar Retno. Menteri Luar Negeri Kosta Rika, Manuel Gonzalez Sans juga mengumumkan akan membuka kedutaaan besar Kosta Rika di Jakarta setelah 32 tahun menjalin hubungan diplomatik.

“Dari lubuk hatiku, aku merasa sangat terhormat dan senang berada di sini pada kesempatan pembukaan kedutaan Kosta Rika di negara yang indah ini, dan khususnya pada kesempatan Peringatan HUT ke-32 tentang pembentukan hubungan diplomatik antara Indonesia dan Kosta Rika,” Kata Manuel.

Manuel menambahkan, negara kecil seperti Kosta Rika penting untuk selektif dalam membuka kedutaannya di luar negeri, hal ini dikarenakan sumber daya yang terbatas. Dia juga mengakui kepemimpinan Indonesia di ASEAN.

Baca juga: PT INKA, Kepercayaan Dunia Dalam Industri Kereta di Dalam Negeri

Pihaknya juga mendukung Indonesia dalam keanggotaan tidak tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk periode 2019-2020 mendatang, sekaligus menghargai partisipasi negara tersebut sebagai penandatanganan perjanjian pelarangan senjata nuklir. Dukungan ini diberikan oleh Kosta Rika karena antara kedua negara ini memiliki kesamaan posisi dalam menanggapi isu-isu global.

Norwegia Curi Perhatian, Bangun Terowongan Kapal Pertama di Dunia

Terowongan merupakan salah satu pra sarana penunjang transportasi yang dapat memberikan keuntungan bagi para penggunanya, seperti lebih menghemat waktu karena tidak harus memutar untuk sampai di tujuan. Biasanya, terowongan sering kita jumpai di jalan-jalan dengan medan perbukitan atau di daerah yang memiliki akses jalan di bagian atasnya. Baru-baru ini, Norwegia dikabarkan tengah membuat sebuah terowongan air pertama di dunia.

Baca juga: Serba-Serbi Channel Tunnel, Terowongan Rel Terpanjang Kedua di Dunia

Pada awal bulan April ini, pemerintah Norwegia berencana untuk membuat jalur transportasi laut menjadi lebih efisien. Bagaimana tidak, kanal di daerah Standlandet memaksa perahu untuk memutar karena terdapat sebuah gunung setinggi 1.100 kaki di ujung semenanjungnya. Maka dari itu, pemerintah Norwegia bersama beberapa kontraktor berencana untuk mengeruk gunung tersebut dan dijadikan terowongan, dengan alasan lebih menghemat waktu perjalanan.

Sumber: cnn.com
Sumber: cnn.com

Melihat ke belakang, rencana pembangunan terowongan ini sudah ada sejak tahun 1874, dimana Nazi yang memiliki rencana tersebut namun tidak terealisasi karena masa kependudukannya sudah berakhir. Walaupun di jaman yang serba maju seperti saat ini, kemajuan teknologi tidak bisa memudahkan para pekerja untuk menggali terowongan tersebut. Para pekerja tetap harus mengeruk gunung tersebut dari kedua sisi dan membuang sekitar 8 juta ton batu.

Pembangunan terowongan ini juga berguna bagi para pelayar untuk berlindung dari serangan badai yang kerap kali melanda daerah ini. Laut Stadhavet, Lokasi pembuatan terowongan ini merupakan titik temu dari Laut Norwegia dan Samudera Arktik yang terkenal akan keganasannya. Tercatat, sebanyak 33 nyawa melayang di lokasi ini sejak akhir perang dunia kedua. Banyak perahu yang memilih untuk singgah sementara kala badai di Vanylvsfjord atau di Moldefjord yang terletak di dekat tebing Stadlandet. Sebagai informasi tambahan, sebanyak 106 kali badai terjadi di daerah ini dalam kurun waktu setahun ke belakang.

Baca juga: Terbengkalai, Terowongan Kereta Ini Disulap Jadi Kolam Renang

Rencananya, pembangunan akan dimulai pada tahun 2019 mendatang dan menghabiskan dana yang bisa dibilang cukup ekonomis untuk sebuah dampak yang besar, yaitu senilai Rp 4 triliun. Setelah pembangunan selesai, terowongan dengan lebar 188 kaki dan tinggi 162 kaki ini bisa dilalui oleh kapal dengan berat kargo hingga 35 ribu ton. Tidak hanya itu, penumpang juga dapat menikmati beberapa atraksi khas Norwegia yang akan memikat hati para pelancong, karena sesuai rencana, akan dibuat trotoar di sepanjang terowongan tersebut. Nantinya kapal bisa melintas dari Modlefjorden menuju Kjødepollen dalam waktu 10 menit. Tentu saja waktu tempuhnya lebih singkat dibandingkan melewati jalur biasa. Berdasarkan data yang dihimpun dari sejumlah sumber, salah satunya dari laman nbcnews.com pada Jumat (7/4/2017), terowongan ini diprediksi dapat mulai beroperasi pada tahun 2023 mendatang.

Oslo, Kota Dengan Tarif Taksi Termahal di Dunia, Jakarta Ada Diurutan Berapa Ya?

Kemudahan masyarakat di berbagai belahan dunia dalam menggunakan transportasi umum seolah semakin dipermudah dengan hadirnya transportasi online. Anda tidak harus bersusah payah untuk keluar mencari transportasi umum, cukup memesannya menggunakan smart phone Anda, lalu kendaran tersebut akan datang menjemput Anda. Namun, ditengah maraknya sarana transportasi online, masih banyak orang yang lebih memilih untuk menggunakan jasa transportasi konfensional, seperti taksi yang “mangkal”.

Baca juga: Ternyata! Biaya Taksi di Jakarta Tidak Semahal di Negeri Tetangga

Eksistensi taksi konfensional seolah tidak pudar dengan kehadiran transportasi berbasis aplikasi seperti GoCar, GrabCar, dan Uber Taxi. Untuk di Jakarta sendiri, tarif dari taksi konfensional berkisar antara Rp35.000 per 5 km. Data ini diperoleh dari laman ceoworld.biz pada tahun 2015 silam. Berdasarkan data yang dilansir dari laman tersebut, muncul nama Oslo sebagai kota dengan tarif taksi paling mahal di dunia.

Ibukota Negara Norwegia ini menjadi kota dengan tarif taksi paling mahal di dunia karena layanan yang diberikan tidak main-main. Bagaimana tidak, mobil sekelas BMW digunakan sebagai kendaraan untuk mengangkut penumpang ini. Layaknya kota-kota besar lain di dunia, taksi di Oslo juga melayani perjalanan door to door hingga perjalanan menuju atau dari bandara. Tidak hanya itu, taksi di Oslo juga melayani jasa maxitaxi dimana taksi jenis ini dapat memuat penumpang hingga 16 orang sekaligus. Ada juga taksi yang melayani perjalanan wisata dimana sopir akan melewati daerah dengan pemandangan menakjubkan di sana.

Apabila Anda membutuhkan taksi yang melayani wedding transport, Oslo juga menyediakan jasa ini, tentu saja dengan kendaraan yang berbeda dengan taksi biasa, dan taksi dengan layanan yang bisa dibilang cukup unik di Oslo adalah karaoke taxi dimana Anda dapat bernyanyi sesuka hati sembari menikmati perjalanan menuju lokasi tujuan. Cukup unik bukan? Untuk tarif yang dipatok oleh penyedia jasa taksi di Oslo memang terbilang sangat mahal, yaitu kisaran $32.1 atau senilai dengan Rp428.000 per 5 km.

Sedangkan untuk tarif taksi paling murah berdasarkan laman ceoworld.biz dipegang oleh Ibukota India, New Delhi. Kota dengan penduduk yang sangat padat ini memberikan dampak negatif terhadap dunia transportasinya. Maka secara otomatis, makin banyak penduduk, makin banyak pula kendaraan yang berlalu-lalang dan akhirnya menyebabkan kemacetan. Namun dengan tarif hanya $1.54 atau senilai dengan Rp20.000 per 5 km, ini membawa keuntungan tersendiri bagi para traveller yang datang ke kota penghasil film Bollywood ini.

Lalu bagaimana dengan Jakarta? Ibu kota Indonesia ini menempati posisi ke-65, di bawah Kuala Lumpur, Manila, dan Shanghai. Tarif untuk taksi di Jakarta ini berkisar antara $2.66 atau setara dengan Rp35.000 per 5 km. Harga yang bisa dibilang cukup bersahabat ini tentunya menarik minat pelanggan dari berbagai golongan, mulai dari masyarakat dengan kelas ekonomi menengah ke bawah hingga para eksekutif, tentunya dengan kepentingan masing-masing.

Baca juga: Nissan Leaf, Mobil Listrik Favorit Perusahaan Taksi dan Pengguna Pribadi

Untuk di Indonesia, sebenarnya ada beberapa praktik gelap yang diterapkan oleh sopir taksi, terutama bila malam menjelang. KabarPenumpang.com pernah menjadi salah satu “korban” dari praktik gelap tersebut, dimana sopir tidak menggunakan argo apabila sudah larut malam. Sopir langsung menembak harga ketika KabarPenumpang.com menyebutkan lokasi tujuan  yang sebenarnya terbilang cukup dekat. Tentu saja harga yang ditembak si sopir, Rp25.000, lebih tinggi daripada menggunakan argo. Jadi apabila Anda sedang berkunjung keluar kota dan hendak menggunakan jasa taksi, ada baiknya Anda mengetahui jarak menuju lokasi tujuan, agar si sopir tidak mengelabui Anda dengan memberikan harga yang diatas wajar.

Sesama Anggota SkyTeam, Vietnam Airlines dan Garuda Indonesia Sepakati Codeshare dan MRO

Maskapai Vietnam Airlines diwartakan telah bekerjasama dengan Garuda Indonesia di bidang kemitraan codeshare, pelayanan MRO (Maintenance, Repair dan Overhaul) dan kargo. Penandatangan kerjasama ini saat kunjungan Sekretaris Jenderal Partai Komunis Vietnam Nguyen Phu Trong ke Indonesia.

Baca juga: Petualangan, 47 Negara Dilalui Tanpa Penerbangan Selama 3 Tahun

Perluasan codeshare ini untuk melayani rute Hanoi – Ho Chi Minh City/ Ho Chi Minch City ke Singapura dan Singapura ke Jakarta, serta Bali ke Jakarta. Perluasan kemitraan kedua maskapai ini, juga untuk memperkuat kerjasama dalam kontribusi pada pengembangan Aliansi SkyTeam. Codeshare merupakan sebuah perjanjian bisnis penerbangan di mana dua maskapai berbagi penerbangan yang sama. Sebuah kursi dapat dibeli di satu maskapai penerbangan namun sebenarnya dioperasikan oleh maskapai rekanan di bawah nomor dan kode penerbangan yang berbeda.

Presiden dan CEO Vietnam Airlines, Duong Tri Than mengatakan , sejak 2006, Vietnam airlines dan Garuda indonesia telah bekerjasama dengan efektif dan membuahkan hasil nyata.

“Kerjasama ini membawa kerjasama kami lebih jauh kearah kemitraan yang solid dan saling menguntungkan serta membantu kedua maskapai mencapai potensi pasar yang luas. engan mitra lama Garuda Indonesia, kami berharap dapat melihat lebih banyak penumpang yang bepergian antara Vietnam dan Indonesia, dan pelanggan kami dapat memperoleh keuntungan dari lebih banyak pilihan penerbangan serta kualitas layanan internasional yang sangat baik dari dua maskapai penerbangan terkemuka di Asia,” ujar Duong yang dilansir KabarPenumpang.com dari incentivetravel.co.uk (25 August 2017).

Presiden dan CEO Garuda Indonesia, Pahala Masury menambahkan, dengan kerjasama Vietnam Airlines ini, bisa mencakup jaringan lebih jauh lagi di Asia Tenggara. Sebab Vietnam bisa dikatakan pasar yang penting bagi Indonesia.

“Kami menawarkan perjalanan dimana penumpang semakin banyak bepergian di antara kedua negara tersebut. Kesepakan ini juga diharapkan bisa mendorong aktivitas perdagangan dan pariwisata dengan membuat Indonesia lebih mudah diakses oleh pengunjung dari Vietnam,” kata Pahala.

Diketahui, dari Pusat Penerbangan Asia pasifik, pasar Asia Tenggara saat ini berkembang lebih cepat dari rata-rata globalnya di hampir semua kawasan Asia Tenggara. Hal ini dikarenakan adanya pertumbuhan ekonomi di kelas menengah pada kawasan Asia Tenggara.

Dari hasil tersebut ada enam dari sepuluh negara Asia Tenggara yang memiliki pertumbuhan dalam lalu lintas penenumpang dan posisi teratas di pegang oleh Vietnam dan diperkirakan tahun 2017 ini, tren akan terus berlanjut.

Bacaa juga: Garap Potensi Wisata, Indonesia Tawarkan Penerbangan Langsung ke Myanmar

Berdasar data dari Badan Pusat Statistik (BPS) total lalu lintas penumpang internasional di Indonesia naik 8,16 persen dari 13,66 jya pada tahun 2015 menjadi 14,77 juta pada 2016 kemarin. Jumlah penumpang internasional ini meningkat di Indonesia karena didorong oleh ekonomi yang lebih kuat pada aktivitas dan jumlah kelas menengah.

Kenaikan ini juga terlihat pada penumpang domestik pada tahun 2015 sebanyak 68,78 juta naik menjadi 80,45 juta ata sebanyak 16,97 persen di tahun 2016. Pertumbuhan penumpang yang luas membuat Indonesia menjadi negara ketiga terbesar dalam pembelian pesawat terbang setelah China dan India.

Perkembangan dan pertumbuhan industri penerbangan Indonesia yang kuat membuka peluang baru bagi bisnis penerbangan. Selain itu, pertumbuhan ekonomi yang solid, yang didukung oleh segmen kelas menengah yang sedang berkembang, selanjutnya akan mendorong perjalanan udara.

IATA: LCC Berkibar, ASEAN Bakal Jadi Kawasan Pertumbuhan Penerbangan Tercepat

Dalam sepuluh tahun terakhir, kawasan Asia Tenggara (AAXJ) (ASEA) seakan menjadi saksi meledaknya permintaan penerbangan menggunakan industri Low Cost Carrier (LCC) yang berimbas pada lonjakan permintaan oleh para penumpang yang hendak melancong. International Air Transport Association (IATA) memperkirakan Asia Tenggara akan menjadi kawasan dengan pertumbuhan penerbangan tercepat, ditandai dengan meningkatnya pendapatan per penumpang sekitar 10,4 persen di tahun 2017 ini. Hal ini didasari oleh meningkatnya pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut.

Baca Juga: Low Cost Carrier, Ubah Peta Pasar Penerbangan Dunia

Meningkatnya pendapatan per kapita dan keterjangkauan perjalanan udara yang dikombinasikan dengan menjamurnya maskapai yang menyediakan penerbangan murah telah menjadi kunci pertumbuhan lalu lintas udara di pasar negara berkembang seperti Asia. Diperkirakan, pada tahun 2036 kelak, Asia akan menjadi pasar penerbangan terbesar di dunia karena pertumbuhan ini akan terus berlanjut dengan di Compound Annual Growth Rate (CAGR) sebesar 5,7 persen. Angka tersebut lebih tinggi dari tingkat pertumbuhan rata-rata dunia, yaitu sebesar 4,7 persen. Pertumbuhan juga diperkirakan akan terus bertambah dari segi kapasitas penyedia jasa layanan penerbangan di Asia Tenggara pada tahun 2017 ini.

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman frontera.net (30/8/2017), kenaikan jumlah penumpang di Malaysia, Singapura dan Thailand mencatat angka pertumbuhan yang menggembirakan di paruh pertama tahun 2017. Sedangkan Thailand dan Indonesia muncul sebagai destinasi penerbangan yang paling menonjol diantara semua kawasan di Asia Tenggara, khususnya dari kawasan Cina. Pada tahun 2016, Indonesia tercatat meraih kurang lebih 96,5 juta penumpang udara, sementara Thailand memiliki sekitar 60,5 juta penumpang.

Sebuah survei yang baru-baru ini dilakukan oleh Financial Times mengindikasikan adanya peningkatan permintaan penerbangan di Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand dan Vietnam dalam 12 bulan ke depan. Meningkatnya permintaan penerbangan di kawasan ASEAN tersebut berkorelasi langsung dengan rencana ekspansi kapasitas penerbangan oleh beberapa maskapai besar.

Baca Juga: Bisnis LCC Tak Selalu Mulus, Kasus Air Berlin Menjadi Contoh

Beberapa maskapai LCC berencana untuk memperluas kapasitas penerbangan mereka dengan sangat agresif. Sebut saja Malaysia Air yang akan menambah 29 armada baru sebagai salah satu cara untuk merealisasikan target mereka, yaitu menerbangkan 323 pesawat pada tahun 2021 mendatang. Sementara itu, AirAsia tercatat mengoperasikan 174 armada pada tahun 2016 silam.

Adapun imbas dari meningkatnya permintaan pasar terhadap maskapai LCC ini dirasakan langsung oleh maskapai layanan “tradisional” yang menyajikan full service seperti Singapore Airlines dan Thai Airways yang mulai goyah dalam persaingan. Kedua perusahaan tersebut diketahui saat ini kehilangan pangsa pasar di kawasan ASEAN dan tengah merumuskan strategi untuk menyesuaikan kembali biaya pengoperasiannya.

Geser Yang “Manual,” Selamat Datang Era Robotika di Bandara

Bandara semakin hari kian maju dengan teknologi yang mendukungnya. Sistem pemindai wajah, bagasi yang menggunakan robot, semuanya adalah rancangan bandara masa depan. Modernisasi dan pembangunan bandara masa depan merupakan visi yang diharapkan para perencana yang akan menjadi kenyataan saat teknologi-teknologi baru bermunculan.

Dari sisi pengguna jasa, hal tersebut bisa mengubah pengalaman antrean panjang yang melelahkan dan membuat terminal yang tadinya penuh sesak menjadi sesuatu yang lebih menyenangkan.

Baca juga: Ini Dia Troika! Robot Canggih di Bandara Incheon, Korea Selatan

Saat ini, kawasan Asia Pasifik sudah menjadi pemimpin dalam modernisasi bandara, bersaing ketat dengan bandara-bandara di kawasan Timur Tengah. Direktur Pusat Studi Penerbangan di Ohio State University, Seth Young mengatakan, daerah-daerah ini merupakan kantong utama pertumbuhan teknologi untuk bersaing dalam dunia global untuk mendukung transportasi udara.

“Jika saya akan terbang dari New York ke Bangalore, apakah saya akan melakukan transfer melalui Abu Dhabi atau Dubai atau apakah saya melakukan transfer melalui Hong Kong? Itu adalah pasar yang sangat besar,” ujar Young.

Adanya modernisasi pada sistem dan teknologi pelayanan di bandara menjadi tantangan besar yang dapat mendorong model bisnis pada puluhan bandara-bandara besar, para analis menitiberatkan bahwa pengelola bandara dapat memaksimalkan pendapatan dari sektor ini hingga miliaran dolar. Sebagai contoh, Bandara Changi di Singapura dianggap sebagai bandara terbaik di dunia, dan kini telah siap meluncurkan teknologi biometrik di terminal baru yang akan dirilis akhir tahun ini.

Dengan sistem pemindai wajah saat pertama kali check in, maka tahap selanjutnya memungkinkan pengguna jasa untuk menjalani seluruh proses tanpa bantuan petugas. Sedangkan Australia pada Juli lalu mengumumkan sebuah investasi sebesar AUS$22,5 juta untuk mengenalkan teknologi pengenalan wajah di semua bandara internasional Australia, begitu juga Dubai melakukan uji coba tersebut.

Selain pemindai wajah, robot untuk menangani bagasi pun sudah hadir di beberapa bandara besar di dunia, salah satunya di bandara Incheon Seoul di Korea Selatan. Tugas para robot ini adalah membersihkan dan membawa barang bawaan. Robot ini juga nantinya akan ada di terminal baru Changi yang lengkap dengan seragam pelayan.

Tak hanya itu, robot pemberi informasi yang juga bisa memberikan layanan boarding pass pun kini telah banyak di terapkan beberapa bandara, salah satunya seperti Pepper Robot yang diluncurkan Eva Air di Taiwan. Selain itu, beberapa bandara juga sudah mengenalkan tentang titik drop bagasi mandiri.

Baca juga: Pepper Robot, Bantu Check In Penumpang Eva Air

Beberapa layanan ini sudah tersedia di beberapa bandara yakni Australia, Hong Kong, London Heathrow dan Schipol Amsterdam. Namun, bukan hanya teknologi yang dikembangkan, adapula pengembangan bandara yang dibuat untuk para pelancong menikmati dan menghabiskan waktu mereka sebelum waktu keberangkatan. Seperti Changi yang akan membangung komplek terminal baru yang disebut jewel. Dengan memiliki sepuluh tingkat, akan penuh dengan berbagai macam hal untuk membuat pelancong betah berlama-lama.

Namun, dari semua kemudahan teknologi hingga tempat menikmati dan kenyamanan, masih juga ada beberapa bandara tua yang kuno dan belum berkembang. Seperti beberapa bandara di Amerika Serikat dan Eropa.

Baca juga: Dengan Canopy Park, Bandara Changi Siapkan Atraksi Spektakuler

Bandara tua di New York yang sudah lama dikritik karena kuno, sempit dan kotor yakni John F Kennedy (JFK), pusat internasional utama yang melayani kota ini diharapkan bisa melepas reputasinya yang buruk ddengan rencana pembangunan kembali senilai US$10 miliar.

Tahun 2019 mendatang Schipol Amsterdam juga akan menjadi bandara digital terdepan. Tetapi dengan hadirnya solusi dan teknologi, selain membawa peningkatan layanan dan pendapatan bagi pengelola bandara, disisi lain munculnya teknologi berbasis nirawak juga dapat memicu masalah sosial bila tak diantisipasi. Pasalnya akan ada pengurangan jumlah tenaga kerja dan petugas di bandara,  yang di beberapa negara hal tersebut kerap menimbulkan polemik.

Berusia 104 Tahun, Baiq Mariah Asal Lombok Jadi Jemaah Haji Tertua di Dunia

Bila niatan tulus untuk beridah telah terpatri di qolbu, maka soal usia tak lagi bisa menjadi batasan seseorang untuk menjalanakan ibadah Haji yang memerlukan stamina fisik prima. Hal tersebut tercermin pada seorang papuq atau nenek dalam bahasa Lombok dengan usia lebih dari satu abad untuk menunaikan ibadah Haji tahun ini.

Mariah Margani Muhammad atau biasa disapa Baiq Mariah telah berusia 104 tahun dan menjadi jemaah haji tertua dari total jemaah haji asal Indonesia. Bahkan Baiq Mariah juga menjadi jemaah tertua di dunia dalam penyelenggaraan Haji 2017.

Baca juga: Terdampak Kisruh Diplomatik, Jamaah Asal Qatar Sulit Tunaikan Ibadah Haji

KabarPenumpang merangkum dari gulfnews.com (4/9/2017), Baiq Mariah berangkat dari kloter 10 embarkasi Lombok, Nusa Tenggara Barat. Setibanya di Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, Baiq Mariah disambut dengan meriah. Konsul Jenderal RI di Jeddah, Mohammad Hery Saripudin mengatakan, Mariah bisa melaksanakan ibadahnya dalam kondisi sehat dan sanggup melakukan ritual selama enam hari tanpa masalah.

Selain itu, pendamping Baiq Mariah yakni Rahmi mengatakan, saat tiba di Jeddah, Mariah tidak mau menggunakan kursi roda. “Baiq Mariah menolak dan bilang mau jalan saja,” ujar Rahmi. Walaupun sudah tua dan usia lebih dari satu abad, Baiq Mariah tidak terlihat renta justru bersemangat menjalankan ibadah hajinya serta tak mau kalah dengan jemaah yang masih muda.

“Selama latihan manasik haji sehat, menolak kursi roda dan sangat bersemangat pokoknya,” ujar Rahmi.

Namun, sempat ada kekhawatiran karena saat tiba di bandara Jeddah, Baiq Mariah tidak mau terseyum sama sekali dan ingin kembali ke Lombok. Setelah diselidiki, hal tersebut terjadi ia kaget karena mendapat sambutan meriah, lain dari itu, Baiq Mariah masih belum sadar dirinya sudah tiba di Jeddah dan juga bisa dikarenakan sorotan media yang tertuju pada Baiq Mariah.

“Orang kampung dan tidak pernah melakukan perjalanan jauh dan mendapatkan peliputan luar biasa pasti kaget lah. Karena mendapatkan apresiasi dan beberapa wawancara dilakukan oleh media sempat membuat nenek ini stress”, kata juru bicara Kementerian Agama Indonesia, Mastuki.

Baca juga: Bus Shalawat, Angkutan Gratis Istimewa Untuk Jamaah Haji Indonesia

Diketahui, untuk melakukan haji rata-rata orang Indonesia sendiri harus menunggu selama enam tahun sebelum berangkat ke Mekkah. Haji tahun 2017 ini, dimulai tanggal 30 Agustus lalu dengan mengumpulkan lebih dari dua juta jemaah di kota Mina yang kemudian melakukan pendakian di Gunung Arafah dekat Mekkah pada 31 Agustus. Tanggal 1 September kemudian dilanjutkan dengan perayaan Iduh Adha di seluruh dunia.

Pada perayaan ibadah haji kemarin, Pusat Komunikasi Internasional yang menjadi insiatif Kementerian Kebudayaan dan Informasi Arab Saudi memfasilitasi hubungan dengan media global dan memposting segala kegiatan melalui Twitter yang baru dibuat khusus untuk kedatangan Mariah dengan tulisan berbahasa Inggris dan Indonesia.

Setelah India, Google Station Siap Tebar Free WiFi Gratis di Indonesia

Flash back ke tahun 2015, Google saat itu mencanangkan proyek penggelaran akses WiFi gratis di 400 stasiun kereta di beberapa kota di India. Dan sesuai target, pada September 2016 proyek instalasi Google Station telah berhasil dirampungkan. Dan setelah India, ternyata Google menjadikan Indonesia sebagai negara kedua dalam penggelaran proyek WiFi gratis di berbagai saran transportasi, termasuk stasiun dan bandara. Terkait dengan rencana baik tersebut, Google telah mengadakan pembicaraan dengan penyedia akses internet di Tanah Air, seperti Fiberstar dan CBN.

Baca juga: Ookla: Bandara di India Tempati Urutan Empat Asia dengan Kecepatan WiFi Terbaik

Program dari Google ini berjalan dengan memberikan alat pada mitra usaha untuk lebih mudah mengatur hotspot milik Google. Google akan mengelola kualitas koneksi WiFi tersebut menggunakan berbagai software buatannya. Sedangkan CBN dan FiberStar berperan menyediakan kabel dan akses internet yang akan disebarkan sebagai WiFi. Dilansir KabarPenumpang.com dari fortune.com (24/8/2017), pada peluncuran pertamanya di Indonesia, Google Station akan mencakup ratusan stasiun di wilayah pulau Jawa dan Bali, terutama di Jakarta, Surabaya, Denpasar, Bandung, lalu kota-kota lain. Saat yang sama juga, Google merilis layanan Go YouTube di Indonesia.

Aplikasi ini mempermudah orang untuk menonton video di YouTube dengan koneksi data seluler yang terbatas. Ini pertama kali dilakukan juga di India. Titik Google Stasion sendiri bisa digunakan secara bebas. koneksi Google Station bakal lebih baik dibanding kebanyakan WiFi publik. Penggunanya nanti bakal merasakan kecepatan internet tinggi, bisa dengan mudah streaming video HD dan mengakses berbagai layanan dasar seperti email. Google Station sendiri saat ini sudah ada di India. Raksasa internet tersebut memasangnya melalui kerja sama dengan operator lokal, RailTel dan Indian Railways.

Baca juga: 20 Bandara Ini Dipercaya Punya Akses WiFi Terbaik di Dunia

Google mengatakan, Indonesia nantinya akan menjadi negara pertama yang bisa melihat hasilnya karena disesuaikan secara lokal. Untuk mencari pertanyaan tentang kesehatan, Google bermitra dengan kelompok rumah sakit Indonesia Mitra Keluarga yang membantu Google merinci gejala dan perawatan umum untuk 700 kondisi kesehatan paling umum terjadi di Indonesia.

Baidu Rambah Teknologi Pengenalan Wajah di Bandara

Sebagai operator pencarian situs internet terbesar di Cina, Baidu mencoba dirinya kembali untuk menjadi pemimpin dalam teknologi konvergensi digital, seperti adopsi alat pemindai atau pengelanan wajah untuk membantu di Bandara Beijing dalam memudahkan proses dan jalur boarding.

Baca juga: Delta Airlines dan JetBlue Gunakan Mesin Pemindai Wajah di Bandara

KabarPenumpang.com melansir dari scmp.com (24/8/2017), Baidu akan menyediakan teknologi pengenalan wajah AI enabled untuk para kru darat dan staff yang bekerja di bandara. Nantinya secara bertahap kemampuannya akan diperluas untuk memverifikasi data dan identitas penumpang penerbangan yang melalui bandara Beijing.

Baidu mengatakan, untuk para penumpang, alat pengenalan wajah ini akan siap diluncurkan tahun 2018 mendatang. Pihak Baidu menjelaskan bahwa, nantinya para penumpang di bandara Beijing bisa melihat wajah mereka dengan kapabilitas face as boarding pass.

Proyek teknologi ini hadir saat Baidu dalam masa kritis dan mencoba beralih dari penyedia layanan penelusuran berita menjadi pemimpin alat di AI (Artificial intelligencedengan aplikasi dari analisis data yang besar. Sebenarnya, uji coba yang dilakukan Baidu pada bandara Beijing bukanlah hal yang pertama. Sebab aplikasi yang sama pun saat ini sedang di uji coba di bandara Jiangying di provinsi Henan.

Pada bandara Jiangying, penumpang sudah bisa memverifikasi identitas mereka melalui pemindai wajah sebelum melakukan penerbangan. Saat ini beberapa bandara di dunia juga sudah banyak yang menggunakan alat pemindai wajah untuk mempercepat proses keamanan dan boarding penumpang.

Hal ini dilakukan untuk membantu petugas agar mereka bisa melakukan tugas lainnya untuk perjalanan udara. Diketahui, Delta Airlines meluncurkan sebuah program pada Juni lalu di bandara Mainneapolis St Paul, dimana penumpang bisa memeriksa tas mereka secara otomatis melalui kios yang menggunakan perangkat lunak pengenalan wajah untuk mengidentifikasi tiket penumpang.

Maret lalu, British Airways juga telah memperkenalkan alat kontrol pengenalan wajah yang bisa langsung dan melakukan proses cepat dalam mengidentifikasi penumpang di gerbang bandara Heathrow. Untuk proyek yang Baidu lakukan di Beijing saat ini memiliki skala dan cakupan yang jauh lebih besar, sebab bandara ini menangani 94,39 juta penumpang tahun 2016 lalu. Bisa dikatakan, Beijing menjadi bandara teresar kedua di dunia bila berdasarkan lalu lintasnya.

Baca juga: Ada Guratan “Abu-Abu” Pada Sistem Pemindai Wajah di Bandara

Dalam alat pengenalan wajahnya, Baidu mengatakan teknologinya akurat hingga 99,77 persen dan mampu membedakan orang lebih baik dibandingkan dengan wajah manusia. Teknologi pengenal wajahnya pertama kali dipasang tahun lalu untuk memverifikasi identitas di tempat tujuan wisata populer di Wuzhen, sebuah kota air di provinsi Zhejiang, yang memungkinkan pengunjung untuk masuk menggunakan wajah mereka, bukan tiket.

Segway Hadirkan Produk Terbaru Untuk Segmen Anak-Anak

Segway, kendaraan listrik beroda dua yang mampu menyeimbangkan sendiri, belum lama ini telah meluncurkan empat produk terbarunya untuk pasar Asia Pasifik di sebuah acara di Seoul, Korea Selatan. Dua produk Segway ini memiliki tren untuk penyeimbang diri yang disejajarkan dengan miniPRO yakni salah satu Segway paling ringan.

Baca juga: Kiwano 01, Moda Beroda Tunggal yang Dilengkapi Teknologi Self-Balancing

Dilansir KabarPenumpang.com dari newatlas.com (29/8/2017), Segway terbaru ini adalah miniPLUS dan miniLITE dimana mengoperasikannya tanpa menggunakan tangan seperti miniPRO yang diluncurkan pertengahan tahun 2016 kemarin. MiniPLUS merupakan produk baru yang di desain sangat cerdas hanya dengan satu tombol, scalable pen tilt zoom (PTZ) kamera dan lampu LED yang berada di bagian bawah.

MiniPLUS juga memberikan area kaki yang lebih besar dan baterai lebih besar untuk menjangkau daerah lebih jauh. Selain itu ada juga miniLITE yang memiliki berat 11,5 kg dan menjadi Segway paling ringan yang pernah ada. MiniLITE ini juga dirancang dan bisa digunakan untuk anak-anak berusia di atas enam tahun.

Bisa dikatakan miniLITE merupakan Segway yang dipasarkan dengan target kiddie atau anak-anak dengan deteksi pengguna yang warnanya bisa disesuaikan keinginan sang anak dan cocok untuk anak usia diatas enam tahun. Kehadiran Segway sendiri berjalan bersama dengan sepeda anak-anak bermerek Ninebot dan KickScooter.

Tak hanya berjalan bersama, Segway ternyata telah diakuisis oleh perushaaan robotika yang berbasis di Beijing yakni Ninebot pada Mei tahun 2016 lalu. Pada peluncuran di Seoul, tak hanya segway yang meluncurkan dua produknya, Ninebot juga meluncurkan dua produk tanpa teknologi yang dikaitkan dengan Segway yakni sepeda anak konvensional yang terdiri untuk anak perempuan dan laki-laki. Ukuran sepeda ini dibuat dua macam yakni dengan roda 14 dan 16 inci.

Baca juga: Spektakuler! Utrecht Bangun Fasilitas Parkir Sepeda Terbesar di Dunia

Ternyata Segway KickScooter yang baru-baru ini di umumkan di Eropa terlihat serupa dengan ES1 dan ES2. Namun hingga kini belum ada informasi lanjutan tentang spesifikasi teknologi atau tanggal rilis keempat produk ini. Namun pada peluncuran produk Asia Pasifik, digadang-gadang akan dijual di negara Korea, Jepang, Singapura, Australia, Thailand, Taiwan dan Cina. Penjualan ini juga belum jelas apakah pasar lainnya yakni Eropa dan Amerika akan ikut andil dan pada minggu ini juga Segway mengadakan konferensi di IFA.