Gali Potensi Daerah Aliran Sungai Musi, Pemerintah Kalimantan Selatan Hadirkan Barito River Cruise

Jika pada pemberitaan sebelumnya ada Musi Cruise, di mana Anda bisa menikmati indah sembari mempelajari lebih dalam tentang sejarah dan seluk beluk sungai Musi yang ada di Palembang, maka Kalimantan-pun tidak mau kalah. Diketahui pada Rabu (13/02) kemarin, Gubernur Kalimantan Selatan meluncurkan layanan Kapal Layar Motor (KLM) Wisata Pinisi “Barito River Cruise”.

Baca Juga: Musi Cruise, Pengalaman Wisata Sarat Makna di Kota Palembang

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman rri.com, Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin berharap kehadiran “Barito Rover Cruise” bukan sekadar menjadi daya tarik baru di wilayah Kalimantan Selatan, tapi juga sebagai pembuktian bahwa potensi wisata bahari di Sungai Barito bisa terus dikembangkan secara kreatif dan berkelanjutan. “Sungai Barito bukan sekedar jalur transportasi perekonomian masyarakat, tapi menyimpan sejarah yang luar biasa,” ujar H Muhidin.

Dalam mengembangkan Barito River Cruise, pihak pemerintah Kalimantan Selatan bekerja sama dengan PT. Ambapers. Menurut Direktur Utama PT. Ambapers, Zulfadli Gazali, kerja sama yang terjalin antara pihaknya dengan pemerintah Kalimantan Selatan merupakan wujud komitmen bersama untuk menggali potensi di sekitar sungai Barito.

Tidak jauh seperti Musi Cruise, Barito River Cruise juga menawarkan liburan tak terlupakan bagi Anda. Terbagi ke dalam 2 rute reguler; rute pendek dan rute panjang. Jika Anda menambil paket perjalanan rute pendek, maka Anda akan dibawa berkeliling mulai dari Basirih-Banjar Raya, dan Pulau Kembang. Adapun estimasi durasi perjalanan rute pendek adalah 2 jam dan saat perjalanan, dikabarkan Anda juga akan mendapatkan konsumsi. Jadi, tidak perlu khawatir kelaparan!

Barito River Cruise. Sumber: istimewa

Sementara untuk rute panjang, estimasi durasi perjalanan Anda akan meningkat jadi 3 jam PP, di mana Anda akan diajak berkeliling mulai dari daerah Basirih menuju Jembatan Barito. Sama seperti rute pendek, Anda juga akan mendapatkan konsumsi selama perjalanan.

Jika Anda ingin ‘menyewa’ Barito River Cruise untuk berbagai acara khusus seperti liburan keluarga besar hingga acara pernikahan, Anda bisa melakukan pemesanan secara online guna memastikan ketersediaan moda di tanggal yang sudah Anda tentukan.

Satu hal yang tidak kalah unik adalah penggunaan kapal pinisi. Ya, kapal yang sarat akan nilai Sejarah bagi rakyat Indonesia ini akan menjadi daya tarik tersendiri kepada setiap pengunjung yang akan menjajal Barito River Cruise. Jadi, jika Anda berkesempatan menyambangi Kalimantan Selatan, jangan lupa untuk mengarungi Sungai Barito dengan Barito River Cruise, ya!

Kapal Pinisi, Kapal Warisan Leluhur Asli Indonesia yang Diakui UNESCO

Pelabuhan Sunda Kelapa, Dari Pusat Perdagangan Hingga Ancaman Banjir Rob

Siapa yang tidak mengenal Pelabuhan Sunda Kelapa? Ya, pelabuhan yang tersohor sejak jaman penjajahan dulu memang menyimpan nilai historikal yang luar biasa kental. Bagaimana tidak, sejumlah sumber menyebutkan bahwa Pelabuhan Sunda Kelapa merupakan pelabuhan utama dari Kerajaan Tarumanegara di sekitar abad ke-5 Masehi. Jadi wajar saja jika Pelabuhan Sunda Kelapa menjadi salah satu pelabuhan terpenting – bahkan menyandang status sebagai pelabuhan tertua di Indonesia.

Baca Juga: Bukan Wahana Permainan, Ini Dia Sejarah Kora-Kora

Seperti yang dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai sumber, kejayaan Kerajaan Tarumanegara lalu perlahan runtuh tatkala Pelabuhan Sunda Kelapa mulai diduduki oleh Kerajaan Sunda pada sekitar abad ke-12 Masehi. Sejak dikuasai oleh Kerajaan Sunda, pelabuhan ini lalu berganti nama menjadi Pelabuhan Kalapa.

Kependudukan Portugis

Ilustrasi Portugis tiba di Sunda Kelapa. Sumber: Istimewa

Berselang 4 abad kemudian, tepatnya di tahun 1527, Portugis mulai datang dan mendirikan sebuah pelabuhan baru bernama Pelabuhan Sunda Kelapa. Seiring perkembangannya pada kala itu, Pelabuhan Sunda Kelapa ‘berevolusi’ menjadi sebuah pusat perdagangan yang ramai didatangi oleh kapal-kapal dagang dari berbagai negara; sebut saja Cina, Jepang, India hingga Timur Tengah. Kala itu, para pedagang membawa berbagai komoditas seperti porselen, kopi hingga kain sutera untuk ditukar dengan rempah-rempah dan hasil bumi dari Indonesia.

Kependudukan Belanda

Ilustrasi Belanda tiba di Sunda Kelapa. Sumber: Istimewa

Setelah itu, pada tahun 1619, Belanda datang dan mendirikan kota Batavia (yang kini dikenal sebagai Jakarta) di sekitar pelabuhan. Pelabuhan Sunda Kelapa pun kembali berganti nama menjadi Pelabuhan Batavia. Di masa kekuasaan Belanda, pelabuhan ini masih menjadi pusat perdagangan dan pelayaran yang penting di wilayah Hindia Belanda (atau Asia Tenggara).

Masih di era kependudukan Belanda, pembangunan infrastruktur modern yang masif menghiasai setiap sudut Pelabuhan Batavia. Mulai dari dermaga, gudang hingga infrastruktur pendukung lainnya untuk mendukung aktivitas perdagangan Belanda. Mulai dari sinilah, perkembangan ekonomi, sosial hingga urbanisasi besar-besaran mulai terjadi dan Pelabuhan Batavia memegang peranan sentral di saat kependudukan Belanda.

Di Bawah Pemerintahan Indonesia

Sumber: istimewa

Runtuhnya kekuasaan Belanda pasca kemerdekaan Indonesia juga sedikit banyaknya membawa dampak terhadap Pelabuhan Sunda Kelapa, kemunduran ini juga tidak bisa dipisahkan dari bertumbuhnya pelabuhan-pelabuhan baru, seperti Pelabuhan Tanjung Priok hingga pelabuhan di wilayah Singapura. Masalah lain yang ‘diwariskan’ Belanda terhadap Pelabuhan Sunda Kelapa adalah pendangkalan di sekitar wilayah pelabuhan, infrastruktur yang perlu di-upgrade, hingga banjir rob yang kerap melanda.

Di bawah kendali Indonesia, Pelabuhan Sunda Kelapa tetap dipertahankan sebagai pelabuhan penting, khususnya bagi kota Jakarta – kendati statusnya sudah tidak lagi menjadi pusat perdagangan internasional. Peran Pelabuhan Sunda Kelapa sebagai penghubung Jakarta dengan wilayah lain juga terus dipertahankan, pun dengan aktivitas perdagangan, walaupun skalanya jauh lebih kecil dibandingkan dengan masa kolonialisme Belanda dahulu.

Kini, Sunda Kelapa masih menjalani perannya sebagai pelabuhan; menjadi pelabuhan antar pulau untuk mengangkut kebutuhan pokok, pelayaran rakyat yang tinggal di sekitar pelabuhan, tempat nelayan sekitar menjajakan hasil tangkapan, hingga spot pariwisata yang kaya akan nilai sejarah dan budaya.

Revitalisasi untuk meningkatkan infrastruktur dan fasilitas di sekitar pelabuhan juga masih terus dilakukan, sembari menggali potensi wisata yang ada.

Kapal Pinisi, Kapal Warisan Leluhur Asli Indonesia yang Diakui UNESCO

Dengan 20 Triliun Poundsterling, Elon Musk Mampu Bangun Terowongan yang Hubungkan London-New York

Selain sukses sebagai pengusaha, Elon Musk juga kondang sebagai seorang visioner. Dan tak sedikit buah pemikirannya yang tak lazim namun dapat diaktualkan sebagai solusi atau produk yang inovatif. Dan terkait transportasi, pemilik roket SpaceX ini melontarkan gagasan untuk membangun terowongan bawah laut yang menghubungkan antara New York dan London.

Seperti dikutip ladbible.com, Elon Musk mengatakan Ia dapat membangun ‘terowongan senilai £20 triliun dari London ke New York yang akan memakan waktu 54 menit

Elon Musk telah menyarankan bahwa ide membangun terowongan bawah tanah senilai ‘£20 triliun’ yang menghubungkan London ke New York tampaknya merupakan kemungkinan yang nyata – meskipun ia mengatakan ia dapat melakukannya dengan biaya yang lebih murah.

Bukan Sekedar Wacana, Elon Musk Unggah Foto Terowongan Transportasi LA ke Jejaring Sosial

 

Ini muncul setelah bos SpaceX berusia 53 tahun itu berjanji untuk merevolusi cara kita bepergian, mengatakan roket ‘Starship’-nya dapat digunakan untuk mengangkut penumpang ke kota mana pun di dunia dalam waktu kurang dari satu jam.

Dari London, Anda dapat menuju New York hanya dalam waktu 29 menit, secara teoritis.

Ia menulis: “Di bawah FAA Trump, @SpaceX bahkan dapat memperoleh persetujuan untuk Starship Earth to Earth dalam beberapa tahun – Membawa orang dari kota mana pun ke kota lain mana pun di Bumi dalam waktu kurang dari satu jam.”

Roket tersebut akan memiliki kecepatan maksimum hingga 27.000 km/jam, dan jika Anda membandingkannya dengan salah satu pesawat komersial tercepat yang melaju hingga 1.061 km/jam, perbedaannya cukup jauh.

Namun jika terbang bukan hal yang Anda sukai, maka mungkin kereta bawah tanah lebih cocok untuk Anda?

Saluran berita hip-hop Daily Loud baru-baru ini membagikan sebuah tweet yang berbunyi: “Terowongan senilai $20 triliun yang diusulkan akan membawa Anda dari New York ke London dalam 54 menit.”

Musk, yang memiliki platform tersebut, membalas: “@boringcompany dapat melakukannya dengan biaya 1000X lebih murah.”

Boring Company, yang juga dimiliki Musk, adalah bisnis konstruksi infrastruktur dan terowongan AS, yang didirikannya pada tahun 2017.

Apakah kereta bawah tanah benar-benar memungkinkan? Singkat kata ya, saat ini ada terowongan sepanjang 18 kilometer yang sedang dibangun untuk menghubungkan Denmark selatan dengan Jerman utara di bawah Laut Baltik.

“Bagi para komuter, ini berarti koneksi yang lebih cepat dan lebih andal antara Denmark dan Jerman, secara signifikan mengurangi waktu tempuh dan membuat perjalanan harian jauh lebih nyaman,” Denise Juchem, juru bicara dari Femern A/S – perusahaan Denmark yang mempersiapkan proyek tersebut – mengatakan kepada Euronews Travel.

“Pada akhirnya, terowongan bawah tanah sepanjang 18 kilometer dianggap sebagai solusi terbaik karena dampak lingkungannya yang lebih rendah, sensitivitas yang berkurang terhadap kondisi cuaca, dan efektivitas biaya.”

“Desain terowongan Fehmarnbelt merupakan proses rumit yang memerlukan perencanaan yang matang,” jelas Markus Just, Manajer Kualitas Desain Terowongan.

“Kami memutuskan untuk membangun cekungan di depan masing-masing dari tiga aula pabrik sehingga elemen terowongan dapat mengapung seperti di dalam kunci dan diangkut ke pelabuhan kerja.” Jalur kereta api tersebut diharapkan akan dibuka pada tahun 2029.

Jarak antara London dan New York, jika diukur sebagai garis lurus (great-circle distance), adalah sekitar 5.570 km (3.461 mil). Ini merupakan jarak lintasan terpendek yang biasanya ditempuh oleh pesawat melintasi Samudra Atlantik Utara. Kapal kargo atau kapal pesiar biasanya menempuh waktu antara 7 hingga 10 hari untuk menyeberangi Atlantik pada kecepatan rata-rata 20–25 knot.

Jadi bisa dibayangkan, betapa berat dan mahalnya bila terowongan ini jadi dibangun.

Jepang Gelontorkan Rp135 Triliun Bangun Terowongan Bawah Laut Sepanjang 31Km, Bisa Dilewati Kereta hingga Truk

Uber dan OLA bedakan Tarif Pengguna iPhone dan Android

Tarif taksi online baik Grab, GoJek, Maxim hingga InDriver memiliki perbedaan yang signifikan. Ini adalah hal lumrah, karena kebijakan tarif sesuai dengan operator.

Tak hanya itu, faktor lainnya yang mempengaruhi perbedaan tarif taksi online yakni Jarak tempuh, kondisi kemacetan lalu lintas, factor cuaca, hingga jam-jam sibuk. Tapi bagaimana jika tarif ini berdasarkan smartphone yang digunakan oleh pengguna.

Di India, perusahaan ride-hailing Uber dan OLA dilaporkan membedakan tarif layanannya berdasarkan jenis ponsel pintar pengguna. Laporan ini beredar di media local dan media sosial.

Baca juga: Naik Porter ke Kantor, Pria Bengaluru Viral di X

Di mana pengguna iPhone dibebankan tarif yang lebih mahal dibandingkan dengan pengguna Android. Padahal perjalanan yang dilakukan memiliki Jarak dan tujuan yang sama.

Bahkan pemerintah setempat juga mengatakan hal yang sama seperti para pengguna ride-hailing tersebut. Dikutip dari Reuters, Kamis (13/2/2025), mereka menuduh Uber dan OLa yang adalah pemain ride-hailing di India menggunakan Harga yang berbeda bagi pengguna iPhone dan Android.

Menteri urusan konsumen India, Pralhadi Joshi mengungkapkan Badan Perlindungan Konsumen Pusat (CCPA) juga telah mengirimkan peringatan soal dugaan perbedaan harga tersebut. Dia mengatakan, pada bulan lalu perbedaan tarif ini sebagai praktik perdagangan yang tidak adil.

Yang mana, para perusahaan ride-hailing seakan mengabaikan hak-hak konsumen atau pengguna. Joshi menambahkan, pihaknya akan meminta CCPA untuk menyelidiki masalah ini apakah strategi serupa digunakan pada sektor lainnnya.

Seperti sektor layanan pengiriman paket, pengiriman makanan, atau portal pembelian tiket online. Atas dasar ini, juru bicara Uber kemudian angkat bicara dan membantah tuduhan yang diajukan kepada pihaknya.

Juru bicara itu memastikan akan bekerja sama dengan otoritas setempat untuk menyelesaikan masalah tersebut.

“Kami tidak menetapkan harga berdasarkan produsen telepon. Kami berharap bisa bekerja sama dengan Otoritas Perlindungan Konsumen Pusat untuk menjelaskan kesalahpahaman,” jelas juru bicara perusahaan.

Untuk diketahui, OLA Cabs, adalah sebuah perusahaan transportasi India yang menyediakan layanan pemesanan kendaraan dan mengoperasikan bisnis vertikal lainnya seperti layanan keuangan dan dapur awan. Perusahaan ini berkantor pusat di Bangalore, dan beroperasi di lebih dari 250 kota di India.

Jasa Antar Makanan Online, Uber Eats Gunakan 2.000 Robot di Amerika Utara

Iyus, WNI Pertama Jadi Pengemudi Bus Jepang

Menjadi pekerja di negara lain bukanlah hal yang mudah, apalagi sebagai pengemudi bus atau kendaraan lainnya. Namun, itu bisa saja terjadi bila ada kemauan dan usaha untuk mewujudkannya.

Seperti yang baru saja ramai diberitakan, seorang WNI (Warga Negara Indonesia) berusia 40 tahun mencatatkan sejarah sebagai pengemudi bus asing pertama di Jepang. Dia adalah Iyus yang akhirnya berhasil menjadi pengemudi bus Jepang dengan status pekerja terampil khusus.

Prestasi Iyus ini mau mengatakan bila WNI memiliki peluang untuk bekerja sebagai pengemudi bus di negara lain. Apalagi dengan adanya program pekerja terampil khusus yang ditawarkan oleh negara-negara seperti Jepang.

Baca juga: Dari Jepang Hingga Bandung Tawarkan Sensasi Makan di Atas Bus

Terlepas dari keberhasilannya, ada ujian SIM yang haruslah diikuti Iyus sebelumnya. Di mana ujian SIM Jepang terkenal sulit dan Iyus sendiri dinyatakan lulus tes pada Desember 2024 kemarin dan akan mulai bekerja April 2025.

Iyus nantinya akan bekerja sebagai pengemudi bus wisata di Tokyo.

“Ini seperti mimpi yang menjadi kenyataan bahwa saya bisa menjadi pengemudi profesional. Saya ingin mengemudi dengan aman untuk memberikan layanan yang nyaman kepada pelanggan kami,” kata Iyus saat ditemui wartawan di kantor pusat grup perusahaan di Okayama.

Kepala unit bus dan kereta api Ryobi Group, Ogami Shinji, menyampaikan harapannya bahwa Iyus akan menyediakan layanan yang memenuhi kebutuhan wisatawan internasional, seiring dengan meningkatnya jumlah pengunjung asing di Jepang.

“Iyus akan menyediakan layanan yang memenuhi kebutuhan wisatawan internasional karena Jepang melihat lonjakan jumlah pengunjung luar negeri,” ujar Shinji dilansir dari NHK.

Untuk diketahui, tahun lalu, anggota parlemen Jepang memberlakukan undang-undang kontrol imigrasi yang direvisi dan peraturan perundang-undangan terkait. Dengan undang-undang ini, Jepang bisa menerima lebih banyak pekerja asing, termasuk untuk transportasi jalan yang mencakup taksi dan bus.

Sektor transportasi baru saja ditambahkan ke kategori Tenaga Terampil Khusus No. 1, uji kelayakan pertama dilakukan pada bulan Desember tahun lalu. Iyus adalah satu-satunya orang yang lulus uji di bidang bus.

Di Jepang Penumpang Dilarang Membuka Pintu Taksi, Ini Sebabnya!

Airbus Jajaki Desain Kursi Pesawat ‘Double Level’ Rancangan Alejandro Núñez Vicente

Jika Anda pernah melihat gambar konsep kursi pesawat tingkat ganda (double level) yang terkenal dan berpikir “itu tidak akan pernah terjadi” — mungkin itu dipikirkan lagi. Perusahaan rintisan penerbangan Chaise Longue, otak di balik kursi double level yang kontroversial, telah mengumumkan bahwa mereka “menjajaki beberapa konsep tahap awal” dengan manufaktur pesawat papan atas Airbus.

Kolaborasi dengan perusahaan manufaktur pesawat terbang terkemuka ini merupakan langkah penting dalam perjalanan desain kursi ini dari proyek mahasiswa menjadi kenyataan di udara.

Perancang dan CEO Chaise Longue Alejandro Núñez Vicente mengatakan kepada CNN Travel bahwa dia bersyukur Airbus melihat “potensi sebenarnya dari tempat duduk dua tingkat.”

Seorang perwakilan Airbus mengonfirmasi bahwa Chaise Longue sedang menjajaki beberapa konsep tahap awal dengan Airbus pada solusi tempat duduk dua tingkat untuk pesawat komersial Airbus.

Perwakilan tersebut menambahkan bahwa “mengingat sifat dari tahap tahap awal ini,” Airbus lebih suka “tidak berkomentar lebih lanjut pada tahap ini.”

Inti dari desain kursi Chaise Longue Núñez Vicente adalah penghilangan kabin atas untuk memungkinkan dua tingkat kursi dalam satu kabin pesawat.

Idenya adalah bahwa para pelancong akan memiliki pilihan untuk memesan baris atas atau baris bawah — dan meskipun tingkat bawah mungkin terlihat kurang menarik di foto, penumpang bawah akan dapat meluruskan kaki mereka dan menikmati ruang kaki ekstra.

Tingkat atas juga dirancang untuk memberikan “sudut sandaran yang lebih besar” dan “kemungkinan meregangkan kaki” daripada kursi pesawat ekonomi rata-rata, kata Núñez Vicente.

Núñez Vicente awalnya mengembangkan desain untuk kabin ekonomi sebelum tahun lalu meluncurkan iterasi kelas bisnis/kelas satu.

Núñez Vicente mengatakan dia tidak dapat menentukan jenis kabin seperti apa yang mungkin menjadi target kolaborasi Airbus — dan dia saat ini tidak dapat mengonfirmasi seberapa mirip atau berbedanya konsep baru tersebut dengan konsep yang dipamerkan sebelumnya. Saat ini tidak ada gambar konsep yang tersedia atau detail tentang desain baru tersebut.

Anda Tak Nyaman dengan Penumpang di Kursi Sebelah? Ini Solusinya

Namun Núñez Vicente mengatakan tujuan Chaise Longue tetap sama: untuk “mengoptimalkan ruang” di kabin bagi penumpang dan maskapai penerbangan.

“Setiap inovasi memiliki banyak ulasan baik dan juga ulasan buruk,” kata Núñez Vicente, yang menunjukkan bahwa para penentang tidak memengaruhi pengembangan desain.

“Tentu saja, ada kekurangan, dan kekurangan media sosial itu ada,” kata Núñez Vicente. “Itu kekurangan yang ada saat ini. Namun sejujurnya, kelebihan kursi ini, kursi dengan dua tingkat, sepenuhnya menutupi kekurangan tersebut.” Núñez Vicente mengatakan Chaise Longue juga tetap “terbuka untuk kolaborasi” dengan perusahaan penerbangan lain.

Inilah En-Suite, Kursi First Class Masa Depan: Penumpang Bisa Bercinta Secara Private di Udara

Di Balik Toilet Kereta Api yang Nyaman, Jangan Lupa ada Jasa Petugas Pengisian Air

Kebersihan dan ketersediaan air di toilet merupakan hal krusial bagi penumpang saat berada di kereta api. Di balik kenyamanan para penumpang menggunakan toilet ada  peran petugas pengisian air yang bertanggung jawab untuk memastikan pasokan air bersih di kereta selama perjalanan. Mereka dengan setia melakukan pekerjaannya mensuplai air menggunakan alat keselamatan khusus untuk memastikan keamanan selama bertugas.

Tidak hanya keamanan, para petugas pengisian air ini juga harus melawan tantangan dalam melakukan pekerjaan, salah satunya cuaca yang ekstrem seperti hujan deras ataupun panas terik. Mereka senantiasa melayani dengan hati dan menjalankan pekerjaannya demi kenyamanan penumpang di kereta.

Tidak hanya itu, batas waktu pengisian pun menjadi tantangan tersendiri. Bagaimana mereka harus berpacu dengan waktu memastikan isi tangki sudah penuh sebelum kereta kembali berjalan.

Petugas pengisian air KAI Services ini menjadi pahlawan yang tidak terlihat dan memastikan penumpang tetap nyaman dalam perjalanan dengan fasilitas kereta yang bersih dan nyaman. Dengan dedikasi yang dimiliki, mereka senantiasa menjaga  agar air di toilet dan wasthafel selalu tersedia dan membuat toilet selalu nyaman digunakan untuk penumpang.

Menurut Vice President Corporate Secretary KAI Services, Rachman Firhan, dibalik kenyamanan toilet kereta api yang bersih dan berfungsi dengan baik, ada peran penting dari petugas pengisian air KAI Services, yang siaga di beberapa titik stasiun serta petugas On-Trip Cleaning (OTC) yang bertugas menjaga kebersihan toilet didalam perjalanan.

Firhan menambahkan, dengan mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ketat dan menggunakan perlengkapan keselamatan, mereka bekerja cepat dan efisien agar pasokan air tetap terjaga. Selain itu, di dalam kereta api, petugas OTC bertanggung jawab membersihkan toilet secara berkala selama perjalanan.

Mereka memastikan kebersihan tetap terjaga, mengganti tisu, mengisi sabun, serta menangani kendala yang mungkin terjadi. Dengan peralatan lengkap dan pelatihan khusus, petugas ini berperan besar dalam menciptakan pengalaman perjalanan yang nyaman bagi penumpang.

“Saat ini, ada 308 petugas pengisian air yang disiagakan di berbagai titik stasiun untuk memastikan suplai air bersih di setiap rangkaian kereta api. Di dalam kereta, 1.505 petugas On Trip Cleaning (OTC) bertugas menjaga kebersihan toilet serta area lainnya. Mereka secara rutin membersihkan dan memastikan fasilitas tetap higienis, kering, dan bebas bau tak sedap. Dengan peralatan pembersih yang sesuai standar dan pelatihan khusus, petugas OTC bekerja untuk menjaga kenyamanan penumpang hingga tujuan.” ujar Firhan dalam keterangan tertulisnya pada Rabu (12/2)

Meski Ada Perubahan Jadwal, Kereta Jarak Jauh Harus Tetap ‘Berhenti’ dan Isi Air ke Gerbong

Intip Terkini Stasiun Jatake yang Termegah di Jalur Rangkasbitung

Sejak Maret 2024 lalu dalam peletakkan batu pertama, Stasiun Jatake yang berada di lintas Rangkasbitung ini terus dilakukan pembangunannya. Ya, stasiun yang digadang-gadang akan dibangun setinggi 3 lantai ini nantinya akan menjadi stasiun termegah yang dibangun kerjasama antara Kementerian Perhubungan dengan Sinarmas Land melalui PT Bumi Serpong Damai.

Stasiun Jatake dibangun di atas lahan seluas 2.435 m2. Pembangunan stasiun ini sudah dimulai sejak Januari 2024 dan direncanakan mulai beroperasi pada pertengahan 2025. Di area tersebut nantinya akan dibangun gedung stasiun kereta api dengan luas bangunan ± 3.000 m2 (3 lantai). Stasiun Jatake berada di KM 37+045 Rute Tanah Abang-Rangkas Bitung. Stasiun ini akan memiliki panjang peron 250 meter dan lebar masing-masing pgeron 6 meter.

Kehadiran Stasiun Jatake di wilayah Tangerang tentu akan memperlancar mobilitas masyarakat di BSD City dan sekitarnya, memudahkan perjalanan menuju Jakarta dan sebaliknya. Bagi para pekerja yang rutin melakukan perjalanan pulang-pergi setiap hari, Stasiun Jatake akan menjadi solusi praktis yang sangat membantu. Oleh karena itu, memiliki hunian yang dekat dengan stasiun akan menjadi nilai tambah yang signifikan, memberikan kemudahan akses yang berharga di dekat tempat tinggal.

Stasiun Jatake dalam tahap pembangunan. (foto: tangkapan layar Youtube/Marlin Husna)

Jalur Rangkasbitung saat ini memang sudah ramai dengan aktifitas penumpang menggunakan Commuter Line. Layaknya jalur Bogor, stasiun-stasiun yang dilewati jalur Rangkasbitung ini sudah banyak perumahan yang aksesnya mulai terjangkau.

Commuter Line Rangkasbitung melayani 205 perjalanan dengan mengoperasikan 21 trainset tiap harinya. Saat jam sibuk pada pagi hari melayani 61 perjalanan dan peak hour sore sebanyak 57 perjalanan. Sedangkan rata-rata volume pengguna KRL di lintasan tersebut sepanjang tahun 2024 ini, sebanyak 6.260.966 orang tiap bulannya, dengan volume tertinggi pada Stasiun Tanah Abang, Stasiun Palmerah, dan Stasiun Kebayoran.

Dengan penambahan stasiun baru ini, KAI optimistis bisa memudahkan masyarakat yang tinggal di sekitar Stasiun Jatake menggunakan moda transportasi umum menuju Jakarta dan sebaliknya. Selain perjalanannya efisien dan praktis, menggunakan transportasi berbasis rel tentu lebih mudah dan murah.

Kedepan, setelah rampungnya stasiun ini dibagian dalam gedung stasiun, akan ada area untuk aktivitas penumpang, zona komersial, dan ruang kantor PT KAI. Dan di bagian luar terdapat fasilitas gedung parkir untuk mobil, motor, dan sepeda. Nantinya stasiun ini juga diproyeksikan mampu melayani 20.000 penumpang setiap harinya.

Pengguna KRL Semakin Nyaman! Jalur Green Line Hadir dengan Stasiun Baru, “Stasiun Jatake”

Bagaimana Jika Kapal Feri Listrik Hidrofoil Menerjang Gelombang? Simak di Sini!

Era baru transportasi global memang sudah masuk ke masa moda listrik. Namun tidak bisa dipungkiri juga bahwa di luar sana masih banyak masyarakat yang skeptis tentang moda listrik ini. Sebut saja dari moda laut, mungkin berbagai pertanyaan seputar moda ini terus berkutat di kepala Anda; Apakah moda ini aman untuk digunakan? Bagaimana jika baterai tiba-tiba habis di tengah pelayaran? Hingga yang paling menggelitik adalah, bagaimana penampakan moda air bertenaga listrik ini ketika dihantam gelombang?

Baca Juga: Electric Supply Boat Meluncur di Batam, PaxOcean Siap Lanjut Hadirkan Electric Tug Boat Pada Juni 2025

Sebagaimana KabarPenumpang.com melansir dari laman electrek.com, Candela P-12 atau yang lebih dikenal sebagal kapal feri listrik hidrofoil pertama di dunia menunjukkan apa yang terjadi jika kapal listrik hidrofoil ini menghantam gelombang.

Sebelum melangkah lebih jauh, Candela P-12 ini merupakan kapal feri listrik berkapasitas 30 kursi yang menggunakan sepasang sayap hidrofoil yang dikendalikan komputer. Penggunaan sayap hidrofoil ini membuat Candela P-12 seperti terbang di atas permukaan air, dan ini berimplikasi pada perjalanan yang lebih halus dan efisien. Perlu diketahui bahwa pada saat kapal mencapai kecepatan tertentu, sistem hidrofoil akan menghasilkan gaya angkat sehingga kapal hidrofoil ini seolah melayang di atas permukaan air.

Ketika Candela-P12 yang operasikan di Nynäshamn, Swedia ini mulai ‘take-off’, maka para penumpang merasakan perjalanan mereka jauh lebih tenang dan tidak terlalu banyak guncangan dibandingkan dengan kapal komersial lain. Hal ini adalah keuntungan dari penggunaan sayap hidrofoil.

Candela P-12. Sumber: electrek.com

“Sebelum menggunakan hidrofoil Anda benar-benar bisa merasakan ombaknya. Tapi saat hidrofoil sudah digunakan, ombaknya seolah menghilang,” ujar salah satu penumpang yang ikut dalam perjalanan tersebut.

Sebagai informasi tambahan, Candela P-12 ini sendiri mampu menempuh kecepatan hingga 50 km/jam, sedikit lebih lambat dari rata-rata kapal feri hidrofoil yang mampu menembus kecepatan hingga 74 km/jam.

Jadi dapat disimpulkan bahwa kapal feri listrik hidrofoil dapat menjadi alternatif moda transportasi laut yang ramah lingkungan, berkelanjutan dan dapat memberikan kenyamanan lebih kepada para penumpang. Teknologinya pun sangat memungkinkan untuk dioperasikan secara rutin di Indonesia, mengingat Indonesia adalah negara maritim terbesar di dunia.

Perahu Eretan, Tetap Bertahan di Tengah Gempuran Inovasi dan Modernisasi

Di tengah maraknya pembaruan dan ‘perlombaan’ inovasi yang dikembangkan oleh banyak perusahaan otomotif di luar sana, termyata masih saja ada moda transportasi tradisional yang eksistensinya enggan tersingkirkan; sebut saja becak, andong, hingga perahu eretan atau yang akrab dikenal sebagai getek.

Baca Juga: Jangan Melulu Konsumsi Obat, Inilah Makanan yang Bisa Cegah Mabuk Laut!

Bagi mereka yang tinggal di daerah dekat sungai, tentu nama perahu getek tidaklah asing. Bermodalkan sebuah kapal kecil tanpa mesin, serta seutas tali tambang yang akan beperan sebagai ‘pengarah’ dan moda ini siap beroperasi mengantarkan penumpang.

Sederhananya, perahu eretan merupakan sarana transportasi yang biasanya digunakan warga untuk menyeberangi sungai. Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai sumber, disebutkan bahwa alasan orang masih bertumpu pada efektivitas perahu eretan karena dapat memangkas waktu perjalanan, di tambah lagi harganya yang relatif murah (rata-rata masih Rp2.000/trip). Tidak heran jika perahu eretan seolah tidak kehilangan pesonanya di tengah modernisasi Ibukota.

Mulai dari anak-anak sekolah, pekerja kantoran hingga ibu-ibu yang hendak belanja ke pasar adalah ‘pelanggan harian tetap’ perahu eretan. “Tapi kebanyakan anak-anak sekolah sama pedagang yang mau ke pasar kalau pagi. Kalau ngangkot harus dua kali, jalan lumayan jauh, makanya nyeberang lebih cepat,” ujar ‘nakhoda’ perahu eretan di daerah Pesanggrahan, dikutip dari detik.com.

Bahkan di daerah lain seperti perahu eretan sungai Citarum, Anda juga bisa menyeberangkan motor! Tidak sedikit pemotor yang mengaku lebih cepat dan efektif ketika menggunakan perahu eretan ketimbang mereka harus mengambil jalan yang relatif lebih berputar dan macet.

Pemotor yang menyeberang menggunakan perahu eretan. Sumber: istimewa

Di kebanyakan titik penyeberangan perahu eretan, jarak dan waktu tempuh dalam sekali trip relatif singkat, hanya hitungan menit saja; mengingat jaraknya juga yang hanya menyeberangi sungai. Tidak hanya di sekitar Jakarta, banyak masyarakat yang masih menaruh asa pada perahu eretan, entah untuk mengais rejeki atau bermobilisasi.

Kehadirannya seakan melengkapi keberagaman moda transportasi di Indonesia: menjangkau seluruh lapisan masyarakat dengan harga terjangkau. Jadi jika bisa disimpulkan, poin efektivitas-lah yang menjadikan perahu eretan ini masih bertahan di tengah gempuran teknologi dan modernisasi.

Bukan Wahana Permainan, Ini Dia Sejarah Kora-Kora