Tourista SR 2300 Ultimate Edition, Jadi Bodi Baru Bus Pariwisata Merpati Transport

Sepertinya, dunia bus di Indonesia baik pariwisata maupun bus AKAP (antar kota antar provinsi) semakin hari semakin nyaman. Hal ini terlihat dari perusahaan otobus (PO) yang menghadirkan berbagai layanan kursi, fasilitas, hingga hal lainnya.

PO Merpati Transport menjadi salah satunya yang memberikan kenyamanan bagi penumpangnya. Bus yang dihadirkan ini untuk memperkuat layanan pariwisata di Pulau Dewata tersebut memiliki ukuran medium.

Bus baru pariwisata itu menggunakan sasis Mercedes-Benz OF 917 S (M/T). Dikenal irit, keunggulan sasis bus ini adalah ukurannya yang lebar dan membuat bus memiliki kabin yang luas.

Baca juga: Spek Pariwisata, Agra Icon Hadir dengan Tulisan Bodi Simple

Konfigurasi pada bus pariwisata PO Merpati Transport ini cukup luas yakni kursi penumpang berjajar kanan dan kiri 2-2. Bangku tersebuf masih menggunakan ciri khas bus PO Merpati Transport, yakni warna biru kombinasi kuning.

Dilengkapi dengan coolbox an juga bagasi kabin dengan penutu. Bus pariwisata tersebut menggunakan bodi Tourista SR3 2300 Ultimate Edition. Yang mana tipe bodi ini merupakan sebutan bagi bus medium buatan dari karoseri Laksana.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by KAROSERI LAKSANA (@laksanabus)

Untuk tipe ini perbedaannya ada di bentuk bodi samping karena memiliki aksen lekukan. Adapun penamaan 2300, karena lebar bodi bus ini adalah 2300 mm atau 2,3 meter.

PO Merpati Transport tampil dengan warna muda dan aksen garis kuning yang berkombinasi dengan biru tua di bodi samping. Namun ciri khas dari bodi Tourista SR3 tetap dihadirkan, yakni grill depan berbentuk trapesium.

Inilah Lima PO Bus Terkaya di Sumatera, Nomor Satu Punya Trayek Terjauh

Merasakan Nuansa Khas Vintage Stasiun Gundih di Jalur Penghubung Semarang-Solo

Bangunan yang bergaya klasik, unik, dan nyentrik hingga saat ini, Stasiun Gundih merupakan stasiun yang memiliki ciri khas tersendiri. Memasuki usianya yang seabad stasiun ini terlihat kokoh hingga saat ini bahkan perawatan pun masih terus dilakukan agar keaslian bangunan cagat budaya terus dilestarikan.

Stasiun yang berada di kecamatan Gayer atau terletak 17 kilometer ke selatan dari Purwodadi, Grobogan ini memiliki keindahan. Selain dari areanya yang sunyi dan tenang, bangunannya pun memiliki keindahan yang memiliki nilai sejarah dan klasik yang tinggi. Keunikan bangunan Stasiun Gundih ini dihimpit oleh jalur kereta api di kedua sisinya dan merupakan jalur cabang kearah Stasiun Brumbung dan Stasiun Gambringan.

Stasiun Gundih tampak depan (foto: x.com/@kai121)

Meski stasiun ini jauh dari jalan raya Purwodadi-Surakarta, namun cukup mudah untuk menjangkaunya. Bangunan yang memiliki ciri khas dari arsitektur Chalet terlihat sangat serasi dibagian atap pelanannya membuat stasiun ini terlihat makin klasik. Alih-alih peron stasiun yang belum tergantikan membuat stasiun ini berkesan nostalgia bagi yang sudah merasakannya sejak masa kolonial.

Sedikit sejarah, wilayah Gundih dikenal sebagai penghasil kayu jati. Sebelum ada kereta api, satu-satunya akses transportasi ke Gundih adalah jalan raya yang menghubungkan Surakarta dengan Purwodadi. Akhirnya pada tahun 1870-an pemerintah kolonial membangun jalur kereta api dari Semarang ke Vorstenlanden dan diteruskan dari Tanggung ke Kedungjati. Salah satu titik yang dilalui oleh rangkaian jalur kereta tersebut adalah Gundih. Jalur kereta tersebut dibangun oleh perusahaan kereta, Nederlandsch Indische Spoorweg Maastschappij.

Sebelum jalur Gambringan-Brumbung dibangun pada tahun 1924, penumpang dan barang dari Semarang tujuan Surabaya atau sebaliknya harus berganti kereta di Stasiun Gundih lebih dulu. Bayangkan saja, sesibuk apa Stasiun Gundih kala itu dengan penumpang dan barang-barang hasil bumi yang juga mereka bawa. Dilansir dari harian De Locomotief pada 22 Februari 1899, Stasiun Gundih ternyata banyaknya warga Eropa yang berdatangan dan berkunjung ke Gundih. Alih-alih pemerintah kolonial Belanda rupanya memandang Gundih ini sebagai tempat yang sangat strategis.

Pada tahun 1914 akhirnya jalur kereta api Gambringan-Brumbung pun selesai dibangun. Penumpang yang hendak ke Surabaya ataupun sebaliknya tidak perlu lagi berganti kereta api di Gundih. Namun begitu Stasiun Gundih tetap menjadi utama untuk masyarakat yang hendak turun disitu.

Digadang-gadang sebagan stasiun klasik yang mempunya nilai sejarah yang tinggi, Stasiun Gundih pun memamerkan beberapa benda-benda cagar budaya yang dimiliki dan pernah digunakan. Karena stasiun ini sudah beralih fungsi dari mekanik ke elektrik untuk pengatur sinyal dan wesel, salah satu peninggalan bersejarah tersebut adalah alat pengatur sinyal mekanik. Alat pengatur ini pernah digunakan oleh Pengatur Perjalanan Kereta Api (PPKA) Stasiun Gundih sebagai pemberangkatan dan kedatangan kereta api serta memindahkan jalur yang dihubungkan oleh kawat baja. Kemudian toren air, bangunan gudang dan yang tak kalah bersejarahnya adalah bekas bangunan depo lokomotif uap.

Bamgunan bekas depo lokomotif uap (foto: istimewa)

Saat ini Stasiun Gundih menjadi stasiun kereta api yang dilewati baik dari arah Semarang, Surabaya, maupun Solo. Adapun warga Gundih dan sekitarnya kini bisa menempuh perjalanan ke berbagai kota di Pulau Jawa dengan praktis dan mudah dengan kereta api. Menggunakan kereta api Joglosemarkerto dan Banyubiru Ekspres, penumpang bisa naik dan turun di stasiun yang memiliki ketinggian 54 meter ini.

Bandara Haneda Uji Coba Kendaraan Penarik Peti Kemas Tanpa Pengemudi

Toyota Industries dan maskapai All Nippon Airways (ANA) tengah menguji coba kendaraan tanpa pengemudi untuk menarik peti kemas (kontainer) di Bandara Haneda, Tokyo, dalam upaya mengatasi kekurangan tenaga kerja karena jumlah penumpang di Jepang terus meningkat ke tingkat sebelum pandemi.

Kendaraan otonom tersebut dapat menarik hingga enam peti kemas sekaligus, dengan berat maksimum 13 ton, menempuh jarak sekitar 2 km antara pesawat dan gedung bandara.

Kendaraan Level 4, yang berarti tidak memerlukan interaksi manusia dalam pengaturan tertentu meskipun pengemudi manusia masih dapat meminta kendali, telah beroperasi sejak 1 Juli 2024.

Menurut Toyota dan ANA, uji coba yang didukung pemerintah tersebut diharapkan akan memungkinkan kendaraan tersebut beroperasi penuh pada akhir tahun depan. Perusahaan-perusahaan tersebut sebelumnya telah menguji coba teknologi tersebut di Bandara Saga pada tahun 2019.

Bandara Internasional Tokyo (Haneda) memiliki fasilitas penanganan kargo udara yang canggih untuk memastikan efisiensi dalam proses ekspor dan impor. Salah satu operator utama di bandara ini adalah Tokyo International Air Cargo Terminal Ltd. (TIACT), yang menyediakan layanan penanganan kargo 24 jam tanpa henti. TIACT menangani berbagai jenis kargo dan menawarkan layanan yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing kargo, memanfaatkan lokasi bandara yang dekat dengan area metropolitan Tokyo.

Uji coba kendaraan otonom telah dilaksanakan di tempat lain di Jepang, dengan Nissan Motor yang bertujuan untuk memasarkan layanan mobilitas kendaraan otonom yang dikembangkan sendiri di Jepang pada tahun 2027.

Jepang mengalami kekurangan tenaga kerja terutama karena beberapa faktor demografis dan sosial yang unik. Seperti Jepang memiliki salah satu populasi tertua di dunia, dengan hampir 30% penduduk berusia di atas 65 tahun. Sementara tingkat kelahiran rendah (sekitar 1,3 anak per wanita) membuat jumlah generasi muda tidak cukup untuk menggantikan tenaga kerja yang pensiun.

Jepang juga memiliki kebijakan imigrasi yang ketat. Berbeda dari negara lain seperti Jerman atau Kanada, Jepang lambat dalam membuka diri terhadap pekerja asing. Meskipun pemerintah telah melonggarkan aturan imigrasi sejak 2019, jumlah pekerja asing masih terbatas.

Selalu Wara-wiri di Apron, Tarik dan Dorong Pesawat Inilah Jenis Towing Tractors

56 Orang Meninggal Akibat Kecelakaan Bus di Guatemala, Pengemudi Ternyata Tak Punya Lisensi

Sebanyak 56 orang penumpang meninggal dunia dan Sembilan lainnya luka-luka akibat kecelakaan yang terjadi pada sebuah bus di Guatemala City. Kecelakaan terjadi pada Senin, 10 Februari 2025, di mana bus yang mengangkut 70 orang itu jatuh dari Jembatan Belice ke dalam jurang sedalam sekitar 35 meter.

Sebelum kecelakaan, bus masih dikemudikan dengan baik, namun tiba-tiba bus kehilangan kendalinya dan menabrak dua kendaraan lain sebelum akhirnya terjun ke jurang. Kecelakaan itu terjadi pada dini jari sekitar puku 04.20 Waktu setempat.

Juru Bicara Kantor Kejaksaan Umum Guatemala, Moises Ortiz, insiden ini menjadi salah satu kecelakaan jalan raya terburuk di Amerika Latin selama bertahun-tahun.

Baca juga: Jangan Dilupakan, Inilah Rentetan Kecelakaan Maut Bus di Indonesia

Dalam evakuasi yang dilakukan, tim pemadam kebakaran dan layanan darurat turun untuk mengevakuasi korban dari lokasi kejadian. Mereka bekerja lebih dari enam jam dan saat ditemukan, bus salam posisi tebalik.

Tak hanya itu, sebagian badan bus terendam di bagian dasar juga sehingga membuat tim penyelamatan sulit untuk melakukan evakuasi korban. Selain itu jugua, karena sungai itu terkontaminasi limbah maka menyebabkan proses evakuasi tim penyelamat menjadi terkendala.

Kecelakaan ini kemudian membuat Presiden Guatemala, Bernardo Arevalo menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Dia juga mengumumkan masa berkabung nasional di Guatemala selama tiga hari.

“Hari ini adalah hari yang sulit bagi bangsa Guatemala,” kata dia.

Bernardo juga menyempatkan dirinya ke lokasi kecelakaan dan memantau langsung evakuasi korban serta memberikan dukungan kepada tim penyelamat.

Untuk diketahui, dalam penyelidikan kecelakaan itu, bus telah beroperasi selama 30 tahun. Meski begitu bus masih memiliki izin operasional dan penyelidikan difokuskan pada kemungkinan kelebihan muata, kondisi teknis bus hingga kegagalan rem.

Sayangnya dalam penyelidikan, ditemukan bahwa pengemudi bus, Billy Aníbal Foronda Azañón yang berusia 24 tahun, tidak memiliki lisensi yang sesuai untuk mengemudikan bus. Ada jugaditemukan senjata api di lokasi kejadian, yang menimbulkan spekulasi mengenai kemungkinan tindakan kriminal sebelum kecelakaan terjadi.

Kecelakaan ini menyoroti masalah keselamatan transportasi di Guatemala dan pentingnya penegakan regulasi yang lebih ketat untuk mencegah tragedi serupa di masa depan.

Pelatihan Terhadap Pengemudi Bus Akan Meminimalisir Tingkat Kecelakaan

Jalur Brumbung-Solo Jadi Acuan Alternatif Jika Terjadi Gangguan Perjalanan Kereta Api

Tentunya masih ingat dengan kejadian banjir yang mengakibatkan jalur kereta api di Grobogan lumpuh dan tak bisa dilewati sama sekali oleh kereta api. Akhirnya semua kereta api lintas utara dialihkan menuju selatan melewati jalur alternatif via Brumbung-Solo.

Bahkan saking terganggunya perjalanan, beberapa kereta api pun terpaksa dibatalkan. Saat masa Pemerintah Kolonial Belanda pembangunan jalur kereta api menjadi hal utama kemudahan dalan transportasi.

Jalur Brumbung-Solo ini merupakan jalur alternatif yang sering dilewati kereta api jika terjadi gangguan diperjalanan selain jalur Prupuk-Tegal. Selain jalur percabangan dan alternatif, jalur Brumbung-Solo lebih dominan mengarah ke jalur bersejarah. Karena beberapa stasiun yang dilewati merupakan bangunan bersejarah dan klasik, seperti Stasiun Tanggung, Gundih, dan Kedungjati.

Beberapa kereta api yang melintas di jalur ini pun cukup banyak, yaitu KA Brawijaya, KA Brantas, KA Joglosemarkerto, KA Banyubiru Ekspres, KA Banyubiru, KA Sancaka Utara, KA Majapahit, KA Matarmaja, dan beberapa KA angkutan semen.

Jalur cabang menuju Solo berada di Stasiun Brumbung (foto: instagram.com/dhannie_setiawan)

Kecepatan pada jalur ini pun sudah bisa mencapai maksimal 100 km/jam, namun ada pula yang masih dibawah itu tergantung pada kondisi di lokasi. Stasiun yang melewati jalur Brumbung-Solo meliputi: Tanggung, Kedungjati, Padas, Telawa, Karangsono, Gundih, Goprak, Sumberlawang, Salem, Kalioso, dan Kadipiro.

Beberapa stasiun dijalur ini sebagian besar menggunakan persinyalan mekanik. Dan di jalur ini berada di 2 wilayah sekaligus, yaitu wilayah Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta dan Daop 4 Semarang yang dibatasi oleh Stasiun Gundih.

Jalurnya yang dominan dengan pemandangan perbukitan dan ladang ini memiliki suasana yang asri dan menyejukkan mata. Apalagi melihat pedesaan dengan rumah khas Jawa Tengah menambah panorama yang menawan.

Jalur kereta api yang melewati rute ini masih menggunakan 1 jalur (single track), tak heran beberapa kereta api yang lewat harus bergantian jika bertemu di salah satu stasiun.

“Tanggung,” Stasiun Kedua Tertua di Indonesia, Masih Beroperasi dan Jadi Cagar Budaya

Boeing 747-8I BBJ “Republic of Turkiye” TC-TRK – Bawa Presiden Erdogan Untuk Kedua Kalinya ke Indonesia

Dalam guyuran hujan, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan beserta rombongan tiba di Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma pada hari Selasa (11/2/2025) sekitar pukul 18.36 WIB. Saat tiba, Erdogan disambut langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dengan upacara kenegaraan dan dentuman meriam kehormatan.

Baca juga: Kasihan, Boeing 747-8 VIP Bekas Kerajaan Arab Saudi ‘Dimutilasi’: Baru Mencatat 50 Jam Terbang

Erdogan tiba menggunakan pesawat kepresidenan bertuliskan “Republic of Turkiye”, pesawat yang juga digunakann Erdogan saat lawatan ke KTT G20 di Bali pada bulan November 2022.

Pesawat Kepresidenan Turki adalah Boeing 747-8I Boeing Business Jet (BBJ). Pesawat yang membawa Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan itu tak kalah pamor dengan Air Force One milik Negeri Paman Sam, bahkan seri 747 yang ditumpangi Presiden Erdogan lebih baru dibandingkan 747 yang dinaiki Presiden Amerika Serikat.

Boeing 747-8I BBJ telah beroperasi sebagai Armada Kepresidenan Turki sejak September 2018. Namun berbeda dengan pesawat lain yang melayani Armada Kepresidenan Turki, yang dibeli langsung sebagai pesawat baru atau bekas, maka Boeing 747-8I BBJ justru diterima sebagai hadiah dari Sheikh Tamim bin Hamad al-Thani, Amir Qatar saat ini.

Pemberian Boeing 747-8I oleh Qatar mungkin sebagai pengakuan atas dukungan Turki ke Doha setelah beberapa negara Arab memutuskan hubungan diplomatik dan memberlakukan blokade terhadap Qatar pada Juni 2017.

Pesawat yang diberikan ke Turki adalah salah satu dari empat Boeing 747-8I yang dioperasikan atas nama House of Al Thani dan pejabat pemerintah Qatar. Pesawat tersebut sebelumnya terdaftar di Bermuda sebagai VQ-BSK, tetapi berubah registrasi setelah tiba di Turki, menjadi TC-TRK.

TC-TRK awalnya diluncurkan dari jalur perakitan Boeing Everett pada tahun 2012 dan kemudian dicat dan dilengkapi dengan interior VIP. Pesawat tersebut akhirnya mulai beroperasi pada akhir 2015 atau awal 2016, dan hanya mencatat waktu 436 jam terbang sebelum diserahkan ke Turki, yang berarti pada dasarnya baru meskipun hampir enam tahun beroperasi pada saat donasinya.

Boeing 747-8I BBJ merupakan varian dari Boeing 747-8 Intercontinental yang telah dimodifikasi khusus untuk penggunaan VIP atau sebagai business jet (BBJ: Boeing Business Jet). Varian ini menggabungkan keunggulan jangkauan dan performa Boeing 747-8 dengan tata letak kabin yang mewah dan disesuaikan untuk para eksekutif serta tamu VIP.

Pesawat ini ditenagai oleh empat mesin General Electric GEnx-2B67, yang masing-masing menghasilkan thrust besar (nilai tepatnya sekitar 66.500 lbf per mesin), memberikan daya dorong yang cukup untuk penerbangan jarak jauh.

Boeing 747-8I BBJ memiliki kecepatan jelajah sekitar Mach 0.85 (sekitar 915 km/jam), yang memungkinkan efisiensi dalam penerbangan jarak jauh.

Berkat konfigurasi VIP yang cenderung mengurangi jumlah penumpang dan berat kabin, 747-8I BBJ mampu menempuh jarak sekitar 8.000 mil laut (sekitar 14.800 km) atau lebih, tergantung pada konfigurasi dan beban yang dibawa. Hal ini memungkinkan penerbangan non-stop antar benua.

Boeing 747-9I BBJ Presiden Erdogan Mendarat di Bali, Meski Mewah Ternyata Hasil Hibah dari Qatar

Serikat Pekerja Tuntut Ojol Diberi THR. Efektifkah?

Aksi menuntut pemberian hak tunjangan hari raya (THR) untuk ojek online (ojol) kepada Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker). Aksi ini akan dilakukan oleh Serikat Pekerja Angkutan Indonesia (SPAI) pada 17 Februari 2025 mendatang

Dalam aksi tersebut, 1000 pengemudi ojol, taksi online, dan kurir akan terlibat dalam aksi tersebut. Lili Pujiati, Ketua SPAI mengatakan, bahwa pihaknya meminta kepada Kemenaker untuk tidak lagi berpihak pada platform.

Dia juga mengatakan, jangan lagi memberi imbauan kepada platform dan bukan lagi berupa insentif. Dilansir dari berbagai laman sumber, SPAI secara spesifik juga menuntut Kemenaker untuk mewajibkan THR ojol kepada platform seperti GoJek, Grab, Shopee Food, Lalamove, Maxim, InDriver, dan lainnya.

Baca juga: inDriver, Ojol Asal Rusia Hadir di Banjarmasin, Hadirkan Real-Time Deals

Selain itu, pekerja ojol dikatakan Lili juga menuntut Kemenaker dalam memberikan perlindungan kepada pekerja ojol dengan segera mengeluarkan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan yang menetapkan driver sebagai pekerja tetap dalam hubungan kerja dan bukan lagi hubungan kemitraan.

Sementara Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan pemerintah kini sedang mengkaji regulasi yang ada terkait pemberian THR untuk pekerja ojol. Ia mengatakan pembahasan itu dikebut untuk diselesaikan dalam waktu 2 minggu.

“Karena isunya regulasinya, harus duduk dulu. Baru kemudian, dari situ hasilnya kita akan sounding ke para pengusaha, platform online, seperti apa,” katanya pada Senin (3/2/2025) lalu.

Yassierli menegaskan bahwa semua pihak berkepentingan akan dilibatkan dalam penyusunan aturan soal THR ojol.

“Regulasinya seperti apa sih, itu dulu yang pertama. Yang kedua, baru kita melihat nanti meaningful participation dari dua pihaknya dari pengusaha dan dari ojol,” kata Yassierli.

Menaker menegaskan, perhitungan dan besaran THR baru akan dilakukan setelah kajian atas regulasi dan saran dari semua pihak.

“Bisa macam-macam nanti. Belum-belum sampai ke sana (perhitungan). (Puasa) Maret, Ini masih ada waktu, Februari berarti ini sekarang, iya harus dua minggu nih harus beres nih.,” tambahnya.

Adapun pemberian THR ini harus mengikuti aturan THR yang berlaku sesuai Undang-Undang Ketenagakerjaan No.13/2003.

DPR Minta Aplikator Tak Potong Ongkos Kirim Ojol 20 Persen di Masa Pandemi

Stasiun Tagogapu, Reaktivasi atau Terus Mangkrak?

Berada di wilayah Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung, Stasiun Tagogapu merupakan stasiun kelas III/kecil di Kabupaten Bandung Barat. Stasiun yang berada dijalur pertama yang menghubungkan Cianjur-Padalarang itu sudah lama sekali tidak beroperasi. Bahkan hampir terlihat mangkrak karena tak ada aktifitas sama sekali.

Stasiun Tagogapu sebenarnya bisa diakses menggunakan kendaraan bermotor karena letaknya berada dipinggir Jalan Raya Purwakarta-Bandung. Bangunan yang masih terlihat kokoh merupakan cagar budaya yang ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Bamdung Barat karena dibangun pada masa peninggalan Staatsspoorwegen.

Stasiun Tagogapu merupakan stasiun dengan pengendali elektromekanik untuk sinyal dan wesel pada tahun 2011.

Stasiun yang berada pada ketinggian 595 meter ini sudah tidak melayani angkutan kereta lokal sejak tahun 2013 silam. Wajar karena jalur ini memiliki tanjakan dam turunan terjal dari Stasiun Cipatat hingga Padalarang. Sehingga jalur ini digadang-gadang merupakan ‘jalur roller coaster’. Tidak beroperasinya kereta api pun dikarenakan lokomotif penarik yang masih menggunakan seri BB dengan tenaga Diesel Hidrolik sudah susah untuk diperbaiki dan usianya yang tidak muda lagi akhirnya pensiun dalam menjalani tugasnya.

Wacana demi wacana yang beredar kabar dari berbagai sumber, Stasiun Tagogapu sempat akan direaktivasi kembali. Alih-alih memiliki jalur ‘roller coaster’, PT KAI dan Kementerian Perhubungan RI meninjau lokasi tersebut dan berencana akan mereaktivasi kembali.

Namun, di tengah-tengah badai ketidakpastian reaktivasi di segmen Cipatat–Padalarang, Stasiun Tagogapu hanya menjalani renovasi bagian tertentu, antara lain pengecatan garis batas aman peron serta pembangunan musala dan toilet baru. Hingga saat ini Stasiun Tagogapu terus dirawat untuk menjaga keaslian dan kekokohan bangunan aset PT KAI yang harus dilestarikan.

Menikmati Perjalanan Kereta Api Tertua di Jawa Barat, Cuma Goceng

Genjot Kunjungan Wisata, Singapore Tourism Board, Garuda Indonesia dan Changi Airport Group Jalin Kemitraan Strategis

Singapore Tourism Board (STB) hari ini mengumumkan kemitraan strategis pertamanya dengan Garuda Indonesia dan Changi Airport Group (CAG) untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan antar kedua negara. Kolaborasi ini diungkapkan bersamaan dengan pengumuman angka kinerja pariwisata Singapura untuk tahun 2024 dan fokus di 2025 dalam acara pers yang diselenggarakan di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta.

Indonesia merupakan pasar sumber wisatawan terbesar kedua secara global dan terbesar di Asia Tenggara bagi Singapura pada tahun 2024, menyumbang 2,49 juta pengunjung, meningkat 8% dari 2,3 juta pada tahun 2023. Dari Januari hingga September 2024, angka penerimaan pariwisata dari wisatawan Indonesia mencapai SGD 2,13 miliar, tidak termasuk Sightseeing, Entertainment, dan Gaming. Di antara kategori pengeluaran, belanja muncul sebagai penyumbang terbesar diikuti oleh akomodasi serta makanan & minuman (F&B), yang keduanya mengalami pertumbuhan pada tahun 2024.

Kinerja positif ini mencerminkan peran penting dari rangkaian acara yang menarik di Singapura sepanjang tahun 2024, beragam penawaran gaya hidup, serta peluncuran dan pembaruan berbagai atraksi wisata. Faktor-faktor ini terus menjadi daya tarik bagi wisatawan Indonesia, memperkuat posisi Singapura sebagai destinasi pilihan baik untuk liburan maupun keperluan bisnis.

Secara keseluruhan, sektor pariwisata Singapura menunjukkan kinerja yang kuat pada tahun 2024. Jumlah kunjungan wisatawan internasional mencapai 16,5 juta, meningkat 21% dari tahun 2023. Penerimaan pariwisata mencapai SGD 22,4 miliar selama periode Januari hingga September 2024, meningkat 10% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2023. Penerimaan pariwisata Singapura untuk tahun 2024 diperkirakan akan mencapai batas atas dari prediksi STB1, mencetak rekor baru dalam nilai belanja sektor pariwisata.

Melanjutkan kinerja yang kuat di tahun 2024, STB mengumumkan Nota Kesepahaman Kerja Sama atau Memorandum of Cooperation (MOC) tripartit selama satu tahun antara Singapore Tourism Board, Garuda Indonesia, dan Changi Airport Group. Nota Kesepahaman yang ditandatangani oleh Terrence Voon, Executive Director, Southeast Asia, STB, Naufal Aflah, Corporate & Channel Group Head, Garuda Indonesia, dan Peh Ke-Wei, Vice President of Market Development, Changi Airport Group, berfokus pada peningkatan konektivitas dan promosi pariwisata dua arah antara Singapura dan Indonesia.

Inisiatif utama meliputi kampanye yang ditargetkan, upaya pemasaran bersama, dan penawaran perjalanan baru seperti paket Fly-Cruise ke Singapura.

Garuda Indonesia mengoperasikan 41 penerbangan mingguan pada rute Jakarta-Singapura, termasuk dua penerbangan harian yang ditambahkan pada Desember 2024. Maskapai ini juga melayani penerbangan ke Singapura dari kota-kota lainnya di Indonesia, dengan 7 penerbangan mingguan dari Bali dan 7 penerbangan mingguan dari Surabaya. Secara total, Garuda Indonesia menyediakan 55 penerbangan mingguan ke Singapura dari berbagai titik di Indonesia.

Sepanjang tahun 2024, STB meningkatkan kehadiran Singapura di tengah masyarakat Indonesia melalui kampanye “Made in Singapore” dan kemitraan strategis dengan pemain industri seperti Traveloka, Pakuwon Group, CapitaLand, GDP Venture, APKRINDO, dan ASTINDO. Upaya-upaya ini, ditambah dengan roadshow di kota-kota besar Indonesia, memperkuat posisi Singapura sebagai destinasi utama bagi wisatawan Indonesia di berbagai sektor, termasuk MICE (Meetings, Incentives, Conventions, and Exhibitions) dan cruise (kapal pesiar).

Tahun 2025 menjanjikan berbagai atraksi dan pengalaman baru di Singapura – baik untuk wisatawan yang baru pertama kali berkunjung maupun yang sudah berpengalaman. Pengunjung dapat menantikan Illumination’s Minion Land di Universal Studios Singapore (dibuka pada 14 Februari 2025), Singapore Oceanarium yang inovatif (dibuka pada tahun 2025), dan kapal pesiar Disney Adventure dari Disney Cruise Line yang banyak dinantikan (mulai berlayar pada 15 Desember 2025).

Keluar Masuk Bandara Changi Kini Bisa Tanpa Paspor, Termasuk untuk Warga Asing dengan Syarat Khusus

Pelni Kembali Digaet Perusahaan Kapal Pesiar Terkemuka untuk Dukung Operasional MV Paul Gauguin

Pada tanggal 5 Februari 2025 kemarin, salah satu unit bisnis strategis dari BUMN terkemuka, Pelni Agency kembali ditunjuk oleh operator kapal pesiar terkemuka asal Prancis, Ponant, untuk mendukung operasional kapal cruise MV Paul Gauguin di perairan Indonesia. Penunjukkan kembali ini tentunya membawa angin segar bagi PT Pelni mengingat Ponant hanya mempercayakan layanan kapalnya kepada tiga perusahaan shipping agency di Indonesia, salah satunya adalah Pelni Agency.

Baca Juga: Pelayaran Tertunda? Jangan Keburu Emosi! Inilah Dampak Menerjang Cuaca Buruk

“Kami senantiasa berupaya meningkatkan standar layanan dan memastikan bahwa mereka mendapatkan layanan yang memadai dan sesuai dengan standar internasional di Indonesia,” ujar Vice President Shipping Agency Pelni Muhammad Ardiansyah dalam siaran pers.

Ardiansyah juga menambahkan bahwa Pelni Agency telah menjalin kontrak kerja sama jangka panjang dengan Ponant untuk menangani kebutuhan operasional kapal yang berlayar di wilayah perairan Indonesia. Kepercayaan ini menjadi wujud pengakuan atas dedikasi dan profesionalisme Pelni Agency dalam industri maritim,” tukas Ardiansyah.

Dalam penunjukkannya kali ini, Pelni Agency akan bertanggung jawab atas berbagai aspek layanan, seperti pengurusan izin sandar, penanganan kru, penyediaan bahan bakar (bunker), serta layanan maritim lainnya untuk memastikan kelancaran operasional kapal selama berada di Indonesia.

MV Paul Gauguin. Sumber: istimewa

Perlu diketahui bahwa MV Paul Gauguin merupakan kapal pesiar mewah yang terkenal beroperasi di wilayah Polinesia Prancis. Kapal ini dirancang khusus untuk menawarkan pengalaman berlayar yang intim dan mewah.

Menilik dari segi kapasitas, MV Paul Gauguin mampu menampung penumpang hingga 330 orang. Sebenarnya kapal ini mampu mengangkut lebih banyak orang, namun pihak operator enggan menambahkan angka tersebut guna tercipta suasana berlayar yang intim dan eksklusif.

Untuk awak kapal sendiri, MV Paul Gauguin ‘dilayani’ oleh 217 orang yang memberikan rasio pelayanan tinggi untuk memastikan dan menunjang kenyamanan penumpang selama berlayar.

Kolam renang yang ada di MV Paul Gauguin. Sumber: istimewa

Kabinnya pun terbagi ke dalam beberapa kelas, mulai dari kabin standar hingga suite yang super mewah. Kendati Anda mengambil kabin standar, tapi semua kabin di sini sudah dilengkapi dengan fasilitas yang modern. MV Paul Gauguin juga dilengkapi dengan sejumlah fasilitas elit, seperti kolam renang dan area berjemur, spa dan pusat kebugaran, teater dan ruang hiburan hingga area khusus untuk aktivitas air seperti snorkeling dan kayak.

MV Paul Gauguin sendiri dijadwalkan akan menjelajahi sejumlah destinasi wisata di Indonesia, termasuk Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sementara pihak Pelni melalui Kepala Cabang Pelni Labuan Bajo, Benny M Sinaga, menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan persiapan secara menyeluruh untuk memastikan seluruh aspek operasional berjalan dengan lancar, guna memberikan pengalaman terbaik bagi pihak terkait.

“Kami berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik, serta memastikan bahwa setiap kebutuhan operasional kapal dapat dipenuhi dengan tepat waktu. Semua persiapan telah dilakukan secara matang untuk mendukung kelancaran perjalanan MV Paul Gauguin di perairan Indonesia,” ujar Benny.

Jadi, apakah Anda sudah siap berlayar dengan MV Paul Gauguin?

Electric Supply Boat Meluncur di Batam, PaxOcean Siap Lanjut Hadirkan Electric Tug Boat Pada Juni 2025