Bandara Changi Uji Coba Auto-DollyTug, Kendaraan Bongkar Muat Bagasi Otonom Bertenaga Listrik

Bandara Internasional Changi di Singapura memperkenalkan empat unit kendaraan bagasi otonom bertenaga listik untuk menguji coba operasi bongar muat di bawah sayap. Kendaraan ini, yang menggunakan Auto-DollyTug milik Aurrigo International, akan dipasok sebagai bagian dari kontrak baru setelah berhasil menyelesaikan pengujian Fase 2A.

Uji coba yang akan berlangsung lebih dari dua tahun ini menunjukkan kemampuan kendaraan untuk menangani operasi bongkar muat otomatis di tempat parkir pesawat dalam berbagai kondisi cuaca.

Armada Auto-DollyTug akan dikelola oleh platform perangkat lunak Auto-Connect milik Aurrigo, yang menjadwalkan dan memantau semua tugas kendaraan. Armada yang diperluas ini bertujuan untuk menilai dan memvalidasi konsep dan operasi (Conops) baru Bandara Changi guna mendukung perputaran pada penerbangan pesawat berbadan lebar.

Auto-DollyTug Aurrigo secara otomatis menurunkan ULD (Unit Load Device) ke JCPL (High Loader). Fitur Auto-DollyTug meliputi sistem penggerak samping yang dipatenkan Aurrigo yang dirancang untuk memungkinkan kendaraan bermanuver langsung ke samping ke ruang sempit, dan kemampuan putaran tangki 360° serta lengan robot terintegrasi, yang dilaporkan memungkinkan pemuatan dan pembongkaran unit load device (ULD) otomatis yang presisi.

Selama Fase 2A, Auto-DollyTug dilaporkan menunjukkan ketahanan dalam berbagai kondisi cuaca, serta kemampuannya untuk menyesuaikan dengan peralatan bandara dan kinerjanya dalam pemindahan bagasi otomatis dan operasi jarak dekat di tempat parkir pesawat. Aurrigo mengatakan bahwa kendaraan tersebut juga menunjukkan manuver yang efektif di apron dan interaksi dengan peralatan layanan darat (GSE) tradisional.

Pada Tahap 2B mendatang, fokusnya adalah pada pengujian komunikasi armada melalui platform Auto-Connect untuk mendukung perputaran penerbangan berbadan lebar yang efisien. Generasi baru kendaraan penanganan bagasi ini, yang dirancang dan dibuat di Inggris, diharapkan akan tiba di Singapura dalam beberapa bulan mendatang.

Mengapa Penanganan Bagasi Secara Otomatis Hanya Bisa Dilakukan di Beberapa Pesawat?

Hiling Pakai Kereta Api Makin Terjangkau, KAI Terus Hadirkan Tiket Promo

Bepergian menggunakan kereta api sudah menjadi menu andalan masyarakat kita sebagai moda transportasi utama. Selain cepat, naik kereta api memang lebih praktis dan juga ekonomis. Meski harga tiket kereta api bervariasi namun jika dilihat dari fasilitas, memang wajar ada yang terbilang mahal dan ada juga yang paling murah.

Harga tiket kereta api bervariasi karena dilihat juga dari jarak perjalanan dan juga kelas yang dipilih. Meskipun tiket kereta api memiliki harga yang cukup fantastis, namun PT KAI memberlakukan gebrakan yang baik kepada masyarakat pengguna setianya.

Mesin Cetak Tiket KA Mandiri (foto: istimewa)

Ya, PT KAI tetap memberlakukan tarif promo pada setiap perjalanan kereta api. Mulai dari harga Rp20.000-Rp170.000 untuk kelas ekonomi/ekonomi premium, Rp70.000-Rp 210.000 untuk kelas bisnis, dan Rp55.000-Rp250.000 untuk kelas eksekutif/argo.

Pemberlakuan tarif promo ini memang setiap hari, namun bisa dipesan mulai dari 2 jam sebelum keberangkatan kereta api. Pembelian tiket promo ini pun bisa dilakukan melalui aplikasi Access by KAI atau mendatangi layanan pelanggan (customer service) yang berada di stasiun-stasiun kereta api jarak jauh.

Pelayaran Tertunda? Jangan Keburu Emosi! Inilah Dampak Menerjang Cuaca Buruk

Berita terkait dibuka-tutupnya Pelabuhan Gilimanuk di akhir pekan lalu banyak menghiasi laman pemberitaan nasional. Dalam pemberitaan, Pengawas Satuan Pelayanan (Wasatpel) BPTD Pelabuhan Gilimanuk, I Made Ria Fran Dharma Yudha, mengungkapkan Selat Bali dilanda angin kencang dengan kecepatan 30-34 knot disertai hujan deras.

Baca Juga: Manly MV Baragoola, Kapal Ferry Bersejarah Sydney Tenggelam Saat Tahun Baru

“Jarak pandang nakhoda terbatas. Kami utamakan keselamatan seluruh pihak, terutama pengguna jasa, sehingga kami tunda pelayaran,” ungkap Yudha, dilansir dari laman detik.com (9/2).

Selain visibilitas yang terbatas, dikhawatirkan dampak dari kencangnya angin tersebut adalah peningkatan ketinggian gelombang saat kapal berlayar. Namun, kira-kira apa saja dampak yang mungkin terjadi jika Anda tetap ‘ngotot’ berlayar jika kondisi cuaca sedang buruk?

Berikut KabarPenumpang.com sarikan dampak-dampak negatif yang mungkin saja menimpa pelayaran Anda jika memaksa menerjang cuaca buruk, dirangkum dari berbagai sumber. Sebagai informasi tambahan, cuaca buruk di perairan memiliki beberapa parameter, seperti tingginya hembusan angin hingga hujan badai.

Gelombang Tinggi
Jika kapal Anda dipaksa berlayar saat kondisi angin sedang kencang, maka siap-siap kapal Anda akan sulit dikendalikan karena efek dari kencangnya angin adalah gelombang air laut yang semakin meningkat. Hal ini juga memperbesar kemungkinan kapal Anda terguling atau terbalik selama perjalanan.

Belum lagi jika arah datangnya angin tidak menentu, maka nakhoda kapal harus kerja ekstra keras karena kapal yang sulit dinavigasikan. Alih-alih tiba di tujuan, bisa saja kapal Anda tersesat bahkan hilang di perairan. Seram ya!

KM Ales Mulia yang Tenggelam di perairan Pulau Tagalaya. Sumber: Dephub.go.id

Kerusakan Pada Kapal
Ini adalah efek lanjutan yang bisa saja terjadi jika kapal Anda memaksa berlayar di tengah kondisi cuaca yang buruk. Kapal yang secara terus menerus diterpa gelombang tinggi dan keras lambat laun akan mengalami kerusakan fisik; sebut saja dek, jendela hingga infrastruktur navigasi.

Ambil contoh kandasnya KM Ales Mulia di perairan Pulau Tagalaya, Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara pada 14 Desember 2024 kemarin. KM Ales Mulia dikabarkan menerjang cuaca buruk selama perjalanan yang menyebabkan air laut membanjiri bagian dalam kapal. Kondisi tersebut semakin diperparah dengan rusaknya mesin pompa air, sehingga air terus menggenangi kapal. Guna menyelamatkan penumpang dan mencegah kapal tenggelam, nakhoda KM Ales Mulia memutuskan untuk mengandaskan kapal di atas karang di pesisir pulau.

Konsumsi Bahan Bakar yang Meningkat
Menerjang cuaca buruk di perairan juga ternyata meningkatkan biaya operasional lho! Karena kapal harus ‘mengonsumsi’ bahan bakar yang jauh lebih banyak ketimbang berlayar di perairan yang tenang.

Kesehatan, Kenyamanan dan Pembatalan
Jika dipaksakan untuk menembus cuaca buruk, perjalanan Anda hampir dapat dipastikan tidak akan nyaman. Gejolak ekstrem yang akan Anda rasakan dapat menyebabkan mabuk di perjalanan, yang secara otomatis akan menurunkan kenyamanan Anda saat berlayar.

Jika pihak operator terpaksa menunda atau membatalkan perjalanan Anda, maka sebenarnya mereka telah mengambil langkah tegas untuk mengurangi kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Jadi, jangan melulu emosi ya kalau perjalanan Anda dibatalkan!

Tenggelam di Selat Bali, Inilah Spesifikasi Kapal Ferry RoRo KMP Yunicee

Tips Pengemudi Ojek Online Nyaman Bekerja

Motor menjadi salah satu pilihan transportasi yang cukup efisien. Selain ramping, dengan mengendarai atau menumpang motor, juga bisa tiba ditujuan lebih cepat Ketika jalanan macet bila dibandingkan dengan mobil.

Motor juga menjadi bagian aktivitas masyarakat Indonesia sehari-hari. Kendaraan road dua ini pun digunakan untuk mencari nafkah para pengemudi ojek konvensional maupun online.

Meski begitu, sebagai pengendara ataupun penumpang pun wajib menjalankan tugasnya dengan baik. Pasalnya, bukan hanya untuk keselamatan pengemudi, penumpang, barang yang dibawa, tetapi juga keselamatan pengendara lainnya di jalan.

Baca juga: Naik Ojol di Masa Pandemi? Perhatikan Dulu Tips Berikut ini

KabarPenumpang.com, merangkum beberapa tips yang bisa digunakan oleh pengemudi ojek online agar nyaman dan aman dalam bekerja.

1. Perlengkapan
Jangan pernah lupa untuk menggunakan helm, jaket, sarung tangan, celana panjang, dan sepatu. Ini bisa dikatakan safety first (keamanan pertama) pengendara. Tidak lupa juga menyediakan helm bagi penumpang agar dalam perjalanan juga mencegah dari sesuatu yang tidak diinginkan.

2. Hindari kontak terlalu sering
Mungkin penumpang seringkali bosan dalam perjalanannya sehingga mengajak pengemudi untuuk mengobrol. Hal ini diperbolehkan, tetapi bila dirasa cukup mengganggu, pengemudi bisa untuk mengataknnya pada penumpang.

3. Penggunaan ponsel
Dalam mengendarai kendaraan road dua, yang diperlukan pengemudi adalah keseimbangan. Sehingga disarankan untuk tidak menggunakan ponsel saat berkendara. Selain agar lebih fokus, kemalangan saat berkendara juga bisa terhindarkan.

4. Merencanakan rute perjalanan
Saat mendapatkan titik penjemputan atau pengantaran, bayangkan terlebih dahulu rute yang akan diambil sambil melihat panduan dari peta di smartphone. Hindari kebiasaan melihat ponsel saat berkendara. Jika ragu mengenai arah, sebaiknya berhenti sejenak di tepi jalan untuk memeriksa rute. Ini penting untuk menjaga fokus dan mengurangi risiko kecelakaan yang mungkin terjadi di depan.

5. Utamakan Keselamatan, Bukan Kecepatan
Ini pening sekali diingat, yaitu selalu prioritaskan keselamatan penumpang dan diri sendiri. Hindari terburu-buru, meskipun dikejar waktu. Perkirakan waktu penjemputan dan pengantaran dengan baik, sehingga tidak perlu mengorbankan keselamatan. Ingat, keselamatan adalah yang paling utama dalam setiap perjalanan.

Memboncengi Penumpang Awam, Ini Dia Tipsnya Agar Bermotor Aman!

Inilah Lima PO Bus Terkaya di Sumatera, Nomor Satu Punya Trayek Terjauh

Kurangnya akses kereta api di Pulau Sumatera, membuat perusahaan otobus (PO) diminati oleh para pelancong. Bahkan bus-bus milik PO ini menjadi moda transportasi yang cukup populer.

Tak hanya itu, beberapa di antaranya memiliki trayek antar pulau alias bukan hanya antar kota antar provinsi saja. Ini yang kemudian membuat PO bus memiliki trayek yang cukup panjang bila dibandingkan dengan PO bus di daerah lainnya di Indonesia.

Bukan itu saja, PO bus Sumatera pun termasuk yang terkaya loh. Penasaran PO apa saja yang paling kaya di Sumatera? Berikut beberapa PO bus terkaya di Sumatera.

1. Antar Lintas Sumatera (ALS)
Menjadi nomor satu di urutanya, ALS sudah malang melintang di dunia PO bus sejak 29 tahun yang lalu dan menjadi yang tertua di Indonesia. ALS memiliki trayek yang cukup panjang dari Sumatera hingga ke Bali. Berpusat di Kota Medan, ALS tercatat memiliki 285 armada yang masih aktif dan menjadikannya salah satu PO dengan armada terbanyak. Meski menjadi perusahaan tertua, ALS pun tetap mengikuti perkembangan zaman yakni dengan melakukan peremajaan pada armada mereka demi pelayanan terbaik bagi penumpang.

Baca juga: Sejarah ALS, Perusahaan Otobus dengan Trayek Terjauh Lintas Jawa-Sumatera

2. Siliwangi Antar Nusa (SAN)
PO SAN memiliki dua cabang yakni di Bengkulu dan Pekanbaru. PO SAN bisa dikatakan menjadi nomor dua terkaya di Sumatera. Ini karena selain memiliki cabang di dua daerah, armadanya pun sebanyak 110. Tak kaleng-kaleng, SAN pun memperbaharui armadanya dengan sasis premium yang diimpor dari Tiongkok. Perusahaan yang dikelola Kurnia Lesani Adnan tersebut selalu terkanal sebagai PO dengan transportasi premium demi kenyamanan dan keamanan penumpang.

3. Putra Pelangi Perkasa
PO bus asal Nanggroe Aceh Darussalam ini justru lebih dikenal di wilayah Medan, Sumatera Utara disbanding daerah asalnya. PO Putra Pelangi Perkasa dikenal dengan armada yang diterangi oleh lampu warna warni. Saat ini Putra Pelangi Perkasa memiliki 99 armada.

4. Sempati Star
PO Bus asal Banda Aceh ini juga memberikan layanan premium untuk semua armada mereka. Pelopor bus double decker ini awalnya hanya menyediakan trayek Medan-Aceh saja. Seiring berjalannya waktu, Sempati Star kini sudah mulai berkembang dan jai salah satu yang terbesar di Sumatera. Total ada sekitar 93 armada yang mereka miliki.

5. Medan Jaya
PO Bus satu ini tercatat memiliki total 85 unit armada dan berada di bawah naungan PT Medan Jaya Simalem yang dimiliki oleh Tarigan Lubuk Menarasinta. Selain terkenal karena punya sasis premium yang mereka miliki, PO bus ini juga dikenal karena memiliki trayek jauh dari Sumatera Utara ke Pulau Jawa.

Hari ini, 46 Tahun Lalu, Berdiri PO SAN, Perusahaan Otobus yang Bermula dari Jasa Ekspedisi

Bukan Wahana Permainan, Ini Dia Sejarah Kora-Kora

Bagi Anda yang pernah berkunjung ke Dunia Fantasi, Ancol, mungkin Anda tidak lagi asing dengan nama Kora-Kora. Ya, wahana permainan berbentuk kapal yang berayun hingga ketinggian tertentu ini sangatlah memacu adrenalin. Tapi tahukah Anda bahwa sejarah mencatatkan memang ada kapal yang bernama Kora-Kora?

Baca Juga: Kapal Pinisi, Kapal Warisan Leluhur Asli Indonesia yang Diakui UNESCO

Seperti yang dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai sumber, Kora-Kora merupakan sebuah kapal tradisional dari kepulauan Maluku. Pada umumnya, Kora-Kora merupakan perahu angkatan laut untuk membawa orang-orang dalam perompakan untuk dijarah atau untuk budak. Di jaman dahulu, mengambil budak adalah cara terhormat untuk mencari nafkah, dan kora kora dibutuhkan untuk pertahanan dari serangan serta untuk perampokan.

Diketahui bahwa Kora-Kora sudah mulai dipergunakan sejak jaman penjajahan Portugis di Maluku, atau di sekitar tahun 1200-an. Lambat laun, kapal Kora-Kora juga turut dipergunakan untuk memerangi penjajah Portugis, Spanyol dan Belanda. Sejarah juga mencatat, Kora-Kora sempat ‘diberdayakan’ sebagai kapal komoditi untuk mengangkut barang dagangan antar pulau.

Kapal Kora-Kora. Sumber: istimewa

Secara etimologi, tidak diketahui pasti asal nama Kora-Kora ini, namun sebagian beranggapan bahwa Kora-Kora berasal daei kata dalam Bahasa Arab “Qorqora” atau yang berarti kapal dagang besar.

Di sejarah Nusantara, Kora-Kora memegang peranan penting dalam upayanya untuk mengusir penjajah. Terlebih di Maluku, Kora-Kora tidak hanya berperan sebagai moda transportasi dan sarana perdagangan, melainkan juga sebagai simbol keberanian dan kekuatan masyarakat Maluku.

Dikabarkan, Kora-Kora terbuat dari kayu jenis Gufasa atau Marfala yang terkenal kuat dan tahan lama. Ada juga sumber yang menyebutkan bahwa pembuatan kapal Kora-Kora tidak menggunakan paku.

Kapal Kora-Kora. Sumber: istimewa

Dari segi desain, Kora-Kora memiliki bentuk yang ramping dan panjang. Dilengkapi dua cadik di sisi kanan dan kirinya untuk menjaga keseimbangan saat berlayar. Untuk soal muatan, Kora-Kora mampu mengangkut puluhan hingga ratusan penumpang dalam sekali pelayaran.

Di era modern seperti sekarang, kapal Kora-Kora masih menjadi bagian penting dari budaya masyarakat Maluku, tidak jarang juga dilibatkan dalam berbagai upacara adat dan festival. Tidak bisa dipungkiri, Kora-Kora masih menjadi salah satu daya tarik wisatawan yang berkunjung ke Maluku.

Bagi Anda yang hendak berkunjung ke Maluku, sempatkan diri untuk melihat bentuk fisik dan mempelajari sejarah Kora-Kora lebih lanjut, ya!

SS Ourang Medan, Legenda ‘Kapal Hantu’ yang Menghiasi Perairan Selat Malaka

Geliat ASDP Ferry yang Kian Siap Hadapi Lonjakan Penumpang Saat Musim Mudik 2025

Dalam menyambut lonjakan penumpang yang diperkirakan akan terjadi pada saat libur Lebaran 2025, PT ASDP Indonesia Ferry terus berbenah dan memastikan kesiapan layanan penyeberangan yang kebetulan di tahun ini bertepatan dengan libur dan cuti bersama Hari Raya Nyepi. Dikabarkan, fokus utama ASDP adalah memastikan kelancaran arus mudik dan balik, terutama di lintasan tersibuk: Merak–Bakauheni dan Ketapang–Gilimanuk, dengan peningkatan armada, penguatan fasilitas pelabuhan, serta optimalisasi sistem digitalisasi tiket.

Baca Juga: Sambut Libur Lebaran, ASDP Siap Operasikan 2 Lintasan Strategis di Timur Indonesia

Hasil evaluasi Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024/2025 kemarin menjadi pijakan strategis dalam mempersiapkan Angkutan Lebaran tahun ini, tegas Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi. Berdasarkan Survei Kepuasan Masyarakat yang dilakukan oleh Pusat Studi Transportasi dan Logistik Universitas Gadjah Mada, 86% masyarakat menyatakan puas dengan layanan Nataru, meskipun masih terdapat ruang untuk perbaikan dalam pengelolaan titik rawan kepadatan, penguatan buffer zone, serta optimalisasi sistem tiket online.

Dilansir KabarPenumpang.com dari siaran pers, Corporate Secretary ASDP, Shelvy Arifin, menjelaskan bahwa ASDP telah menyusun strategi komprehensif untuk memastikan layanan tetap prima selama periode mudik Lebaran 2025.

“Kami telah menyiapkan langkah-langkah antisipatif, berkoordinasi aktif dengan regulator terkait penambahan armada kapal, peningkatan kapasitas pelabuhan, serta sosialisasi masif mengenai pentingnya membeli tiket lebih awal melalui Ferizy,” ujar Shelvy.

Seperti yang disebutkan Shelvy, Ferizy merupakan platform ticketing berbasis daring yang dikembangkan oleh ASDP sebagai bentuk inovasi digital. Diharapkan, Ferizy dapat mempermudah masyarakat dalam merencanakan perjalanan, termasuk pembelian tiket jauh hari, minimal H-60 sebelum keberangkatan. Adapun sosialisasi yang dimaksud Shelvy adalah berfokus pada lintasan strategis seperti Merak–Bakauheni, Ketapang–Gilimanuk, dan Ajibata–Ambarita.

Baca Juga: Jangan Melulu Konsumsi Obat, Inilah Makanan yang Bisa Cegah Mabuk Laut!

Sementara langkah untuk menghadapi lonjakan arus kendaraan, ASDP juga telah memperluas kapasitas parkir dan menyiapkan pelabuhan pendukung. Di Pelabuhan Merak, 67 kapal siap dioperasikan dengan kapasitas harian mencapai 25.067 kendaraan. Sementara itu, Pelabuhan Ciwandan dan Bojonegara (BBJ) akan menjadi pelabuhan alternatif, dengan kapasitas tambahan 6.760 unit kendaraan per hari. Buffer zone tambahan juga telah disiapkan untuk mengurai kepadatan.

Sementara di lintasan Ketapang–Gilimanuk, ASDP menyiapkan kapal-kapal besar, buffer zone di jalur arteri, serta rekayasa lalu lintas menuju pelabuhan. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang yang diprediksi memuncak pada H-2 Lebaran, bersamaan dengan Hari Raya Nyepi.

PT Pelni Siap Kerahkan KM Dobonsolo Untuk Tunjang Mudik Lebaran 2025

Tak Jelas Sejarahnya, Taksi Puskopau ‘Penguasa’ Bandara Halim Perdanakusuma

Bandara Halim Perdanakusuma memiliki taksi sendiri yang dikelola oleh koperasi milik Angkatan Udara. Taksi yang bernama Puskopau (Pusat Koperasi Angkatan Udara) menjadi penguasa utama di Bandara Halim Perdanakusuma.

Meski menjadi penguasa utama, di Bandara Halim Perdanakusuma penumpang juga bisa memilih opsi transportasi lainnya yang dikelola oleh Puskopau yakni Grab dan Gojek Puskopau. Ini adalah layanan ride-hailing yang bekerja sama dengan Puskopau untuk penjemputan di bandara.

Baca juga: Mulai 1 November 2024, Garuda Indonesia Kembali Layanan Penerbangan dari Bandara Halim Perdanakusuma

Namun tarifnya akan berbeda dari saat memesan layanan online atau taksi biasanya. Karena pengelolaan transportasi bandara Halim Perdanakusuma berada di bawah kewenangan TNI AU, sehingga ada aturan dan kebijakan khusus terkait transportasi di area tersebut.

Bahkan beberapa tahun belakangan silam, banyak penumpang yang mengeluhkan tarif Taksi Puskopau. Di mana penumpang mengeluhkan tarif Taksi Puskopau lebih mahal dibandingkan dengan taksi layanan lainnya.

Dilansir dari berbagai laman sumber, untuk perjalanan dari Bandara Halim ke cileungsi, tarif Puskopau mencapai Rp299 ribu, sedangkan taksi konvensional lainnya seperti Blue Bird hanya mengenakan tarif sekitar Rp159 ribu untuk perjalanan yang sama.

Selain itu, penumpang yang menggunakan layanan ride-hailing dari Bandara Halim pun disarankan untuk bertanya detail tarif sebelum menggunakan layanan Grab atau Gojek. Sebab, akan dikenakan biaya tambahan atau surcharge.

Meski begitu, penumpang yang akan pulang dari Bandara halim juga masih bisa menggunkan bus DAMRI jika memang merasa Taksi Puskopau atau layanan ride-hailing lainnya di Bandara halim cukup mahal.

Sayangnya, sampai berita ini diturunkan, spesifikasi sejarah awal pendirian layanan taksi Puskopau tidak jelas sumbernya. Namun, upaya yang baru-baru ini menunjukkan komitmen Puskopau untuk meningkatkan kualitas layanan transportasi dan mendukung insiatif ramah lingkungan dengan menghadirkan taksi listrik di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru.

Si Tosca dari Vietnam, Ini Dia Taksi Listrik Xanh SM

Pertahankan Konfigurasi Kursi di Kelas Ekonomi, Korean Air Dinobatkan Sebagai Maskapai Full Service Terbaik di 2025

Mempertahankan konfigurasi kursi, sehingga ruang kaki (seat pitch) pada penumpang kelas ekonomi tetap nyaman, rupanya berbuah manis kepada Korean Air. Berkat kebijakan tersebut, AirlineRatings.com telah menobatkan maskapai asal Negeri Ginseng ini sebagai maskapai terbaik dunia di tahun 2025.

Korean Air dinobatkan sebagai Maskapai Penerbangan Tahun Ini tahun 2025, mengalahkan pemenang tahun lalu Qatar Airways, dalam daftar resmi 25 maskapai penerbangan layanan lengkap teratas dari lembaga pemeringkat keselamatan dan produk penerbangan yang berbasis di Australia.

Sejarah Panjang Korean Air, Maskapai Nasional yang Awalnya Dimiliki Pemerintah

Komitmen maskapai penerbangan nasional Korea Selatan untuk “kenyamanan penumpang” disebut sebagai salah satu alasan utama kemenangannya — baik Korean Air maupun Japan Airline menyediakan tempat duduk kelas ekonomi terluas dari semua maskapai global.

“Meskipun banyak maskapai penerbangan telah menambahkan kursi ke-10 per baris pada pesawat Boeing 777 dan mengurangi jarak antar kursi di kelas ekonomi menjadi 31 hingga 32 inci (turun dari sebelumnya 32 hingga 33 inci), namun Korean Air memilih untuk tidak mengikuti tren ini,” kata CEO AirlineRatings.com Sharon Petersen dalam sebuah pernyataan.

Penggabungan maskapai baru-baru ini dengan Asiana Airlines — konsolidasi terbesar dalam sejarah penerbangan Asia — juga dicatat sebagai faktor yang berkontribusi terhadap posisinya di puncak.

Air New Zealand berada di posisi ketiga dalam daftar “dipilih dengan cermat”, sementara Cathay Pacific berada di posisi keempat dalam daftar “dipilih dengan cermat”.

Dilema Seat Pitch, Maskapai Tambah Untung Penumpang Merana

25 maskapai penerbangan teratas semuanya memenuhi daftar persyaratan khusus, seperti menyediakan pengalaman layanan lengkap yang komprehensif, dan memiliki jarak antar kursi kelas ekonomi minimal 31 inci.

Dan berikut 25 top maskapai full service terbaik dunia versi AirlineRatings.com.
1. Korean Air
2. Qatar
3. Air New Zealand
4. Cathay Pacific
5. Singapore Airlines
6. Emirates
7. Japan Airlines
8. Qantas
9. Etihad
10. Turkish Airlines
11. EVA Air
12. Fiji Airways
13. Virgin Atlantic
14. ANA
15. Aero Mexico
16. Air Caraibes
17. Thai Airways
18. Starlux
19. Vietnam Airlines
20. Sri Lankan Airlines
21. Air France
22. KLM
23. Air Calin
24. Air Mauritius
25. Garuda Indonesia