Garuda Indonesia dan Bank Mandiri Buka Travel Festival 2024 di Seoul, Shanghai dan Singapura

Garuda Indonesia bersama dengan Bank Mandiri resmi kembali menggelar Garuda Indonesia Travel Festival (GATF) 2024, mulai 13 November sampai dengan 19 November 2024 mendatang di tiga kota mancanegara yakni Seoul, Shanghai, dan Singapura dengan mengusung tema yang sama seperti penyelenggaraan GATF di 6 (enam) kota besar di Indonesia sebelumnya yaitu “UnloSingaSingack Your Next” untuk mendukung perencanaan perjalanan masyarakat melalui berbagai penawaran menarik yang dihadirkan selama periode GATF 2024.

Baca juga: Korean Fried Chicken Jadi Hidangan Utama Pelancong Asing di Luar Seoul

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menyampaikan, “Melanjutkan upaya pemenuhan animo masyarakat terhadap gelaran travel fair dengan berbagai added value layanan penerbangannya, pada tahun ini Garuda Indonesia berkesempatan untuk kembali menghadirkan penawaran menarik berskala internasional dengan menyasar wisatawan mancanegara untuk meningkatkan daya tarik kunjungan ke destinasi di Indonesia maupun bagi para diaspora yang ingin merencanakan perjalanannya kembali ke Tanah Air.”

“Adapun di GATF Internasional kali ini calon pengguna jasa berkesempatan untuk mendapatkan harga terbaik pada sejumlah rute dengan harga mulai dari di antaranya penerbangan rute Seoul-Jakarta pp KRW 484,700, Shanghai-Jakarta pp CNY 2,339, dan Singapura-Jakarta pp SGD 249 melalui pembelian langsung pada travel agent di masing-masing negara, serta dapat dilakukan pembelian secara online melalui website garuda-indonesia.com, mobile application FlyGaruda, dan online travel agent,” jelas Irfan.

Lebih lanjut, terdapat penawaran eksklusif lainnya yang dihadirkan bagi para nasabah kartu kredit Bank Mandiri melalui transaksi dengan aplikasi Livin’ Sukha yakni berupa potongan hingga KRW 100,000 untuk pembelian tiket dari keberangkatan Seoul, potongan hingga CNY 500 untuk penerbangan dari Shanghai, dan potongan hingga SGD 60 untuk penerbangan dari Singapura.

Terdapat manfaat tambahan lainnya dari Garuda Indonesia di antaranya Welcome Bonus 2024 Miles bagi calon pengguna jasa yang bergabung sebagai anggota GarudaMiles pada saat GATF Internasional berlangsung, diskon redemption award ticket hingga 25% dan diskon redemption airline partner (SkyTeam) untuk anggota GarudaMiles.

“Jelang periode peak season libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 mendatang, tentunya program GATF Internasional ini dapat memberikan preferensi dalam kenyamanan persiapan perjalanan wisata ke berbagai wisata unggulan di Indonesia yang terhubung langsung dengan jaringan penerbangan domestik Garuda Indonesia sehingga diharapkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara menuju Indonesai akan terus tumbuh selaras dengan proyeksi Pemerintah Indonesia,” tutup Irfan.

Mulai Desember 2024, Scoot Buka Penerbangan ke Padang, Phu Quoc dan Shantou

Scoot, maskapai penerbangan bertarif rendah yang merupakan anak perusahaan Singapore Airlines (SIA), mengumumkan peluncuran tiga layanan penerbangan baru ke Phu Quoc di Vietnam, Padang di Indonesia, dan Shantou di Cina. Penerbangan ke Phu Quoc dan Padang akan dimulai masing-masing pada 20 Desember 2024 dan 6 Januari 2025, dan akan dioperasikan menggunakan pesawat Embraer E190-E2, sementara penerbangan ke Shantou akan dimulai pada 16 Januari 2025 dengan pesawat Airbus A320.

Baca juga: Mulai 28 September 2024, Scoot Buka Penerbangan Singapura-Kertajati dengan Embraer E190-E2

Dengan diluncurkannya layanan ke Phu Quoc, Padang, dan Shantou, Scoot akan mengoperasikan 84 penerbangan mingguan ke 11 kota di Indonesia pada Januari 2025. Scoot juga akan menambah dua penerbangan mingguan lagi ke Jakarta, menjadikan total penerbangan mingguan menjadi 19 kali mulai 24 November 2024.

Penerbangan ke Phu Quoc, Padang, dan Shantou sudah tersedia untuk pemesanan mulai 11 November 2024, melalui situs web Scoot, aplikasi seluler, dan secara bertahap melalui saluran lainnya. Tarif kelas Ekonomi sekali jalan mulai dari Rp1.200.000 dari Jakarta ke Phu Quoc, Rp780.000 dari Padang ke Singapura, dan Ro1.650.000 dari Jakarta ke Shantou, termasuk pajak.

CN-235 Sukses di Pasar Militer Tapi Lesu di Pasar Sipil Komersial, Ini Sebabnya!

Melanjutkan artikel sebelum ini, meski CN-235 sukses di pasar militer, pesawat angkut sedang rancangan Spanyol dan Indonesia ini tidak berhasil mencapai tingkat keberhasilan yang sama di pasar sipil, terutama untuk pengangkutan penumpang. Di Indonesia, maskapai plat merah, Merpati Nusantara Airlines (MNA) pernah mengoperasikan pesawat ini dalam waktu yang tidak lama.

Baca juga: 41 Tahun Lalu, Prototipe CN-235 Terbang Perdana, “Sukses di Pasar Militer Tapi Gagal di Pasar Sipil”

Selain kapasitas penumpangnya yang terbatas, yaitu 30 hingga 40 penumpang, ada hal lain yang menyebabkan CN-235 lesu di pasar penerbangan sipil. Beberapa faktor yang mempengaruhi hal ini adalah:

1. Persaingan dengan Pesawat Sipil yang Lebih Efisien
Pesawat sipil yang lebih baru, seperti ATR 72, Dash 8, dan Embraer E-Jet, menawarkan efisiensi yang lebih tinggi dalam hal biaya operasional dan kapasitas penumpang. Pesawat-pesawat ini dapat mengangkut lebih banyak penumpang, memiliki biaya bahan bakar yang lebih rendah, dan jangkauan yang lebih jauh dibandingkan dengan CN-235. Sehingga, banyak maskapai lebih memilih pesawat turboprop dengan kapasitas lebih besar dan lebih efisien untuk penerbangan komersial.

2. Kapasitas Penumpang yang Terbatas
CN-235 memiliki kapasitas yang lebih kecil dibandingkan dengan pesawat sipil lainnya yang populer. Kapasitas penumpang CN-235 berkisar antara 30 hingga 40 penumpang tergantung pada konfigurasinya.

Meskipun ini cukup untuk rute-rute pendek dan daerah terpencil, pesawat dengan kapasitas lebih besar, seperti ATR 72 (dengan kapasitas 70-78 penumpang) atau Dash 8 (dengan kapasitas 37-50 penumpang), lebih menguntungkan dalam hal ekonomi operasional.

3. Fokus pada Kargo dan Keperluan Militer
CN-235 dirancang dengan fokus pada kemampuannya sebagai pesawat angkut militer dan kargo, serta kemampuannya untuk beroperasi di landasan pacu pendek.

Pesawat ini lebih cocok untuk tugas-tugas militer, patroli maritim, dan pengangkutan barang ke lokasi-lokasi terpencil. Fungsi utama pesawat ini adalah mengangkut kargo atau pasukan, bukan penumpang sipil, yang membuatnya kurang ideal untuk pasar komersial.

4. Infrastruktur dan Permintaan Terbatas untuk Pesawat Kecil
Meski CN-235 dapat mengoperasikan rute ke daerah-daerah terpencil, pasar untuk pesawat dengan kapasitas sekitar 30-40 penumpang terbatas. Banyak maskapai memilih pesawat dengan kapasitas lebih besar untuk penerbangan regional agar lebih menguntungkan, mengingat biaya operasional yang lebih rendah per penumpang pada pesawat yang lebih besar.

5. Keunggulan Pesawat yang Lebih Baru
Pesawat seperti ATR 42 atau Embraer E170 menawarkan biaya operasional yang lebih rendah dan kenyamanan lebih baik bagi penumpang, menjadikannya pilihan lebih menarik untuk maskapai regional.

Sejarah ATR, Produsen Pesawat Regional Terbesar Dunia Besutan Perancis-Italia

41 Tahun Lalu, Prototipe CN-235 Terbang Perdana, “Sukses di Pasar Militer Tapi Gagal di Pasar Sipil”

Masih diproduksi dalam berbagai varian, CN-235 belum tergantikan sebagai karya utama “anak bangsa” dalam industri dirgantara. Dan hari ini 41 tahun lalu, bertepatan dengan 11 November 1983, merupakan momen bersejarah dalam program pengembangan pesawat angkut sedang CN-235, yakni penerbangan perdana (maiden flight) prototipe CN-235.

Baca juga: Hari Ini, 45 Tahun Lalu, Airbus-PT DI Bersinergi Kembangkan Pesawat Kebanggaan Indonesia CN-235

Penerbangan ini berlangsung di Bandara San Pablo, Sevilla, Spanyol. Pesawat ini adalah hasil kerja sama antara perusahaan CASA (Construcciones Aeronáuticas SA) dari Spanyol dan IPTN (Industri Pesawat Terbang Nusantara, sekarang PT Dirgantara Indonesia) dari Indonesia.

Yang diuji terbang adalah prototipe dengan kode “PT-1” – yakni prototipe untuk CN-235 pesanan Spanyol. Penerbangan perdana tersebut berlangsung selama 1 jam 10 menit. Penerbangan ini diawaki oleh pilot-pilot uji dari CASA, yaitu Jose Maria Maldonado sebagai pilot utama dan Miguel Angel Arjona sebagai kopilot. Sementara, prototipe dengan kode “PT-2” untuk CN-235 pesanan Indonesia, baru dilakukan pada 30 Desember di tahun yang sama, dan berlangsung juga di San Pablo, Sevilla, Spanyol.

Proses ini dilakukan untuk memastikan bahwa pesawat memenuhi semua standar kualitas dan kelaikan udara sebelum diserahkan kepada pihak Indonesia, yang nantinya akan melakukan serangkaian uji coba tambahan setelah pesawat tiba di Indonesia.

Sejarah pengembangan CN-235 adalah salah satu kisah menarik dalam industri pesawat terbang, karena ini adalah proyek kolaborasi internasional yang melibatkan IPTN (sekarang PT Dirgantara Indonesia) dari Indonesia dan CASA dari Spanyol. Proyek ini dimulai pada akhir 1970-an, ketika kedua negara menginginkan pesawat angkut militer dan sipil yang efisien dan serbaguna.

Pada akhir 1970-an, IPTN dan CASA menyadari kebutuhan akan pesawat angkut berukuran sedang yang dapat beroperasi di berbagai kondisi medan. Mereka menandatangani perjanjian kerja sama pada tahun 1979 untuk mengembangkan pesawat ini bersama-sama, yang kemudian dikenal sebagai CN-235.

Setelah sukses uji terbang dan sertifikasi, produksi CN-235 mulai berjalan baik di Spanyol maupun Indonesia. Pada tahun-tahun berikutnya, pesawat ini mendapat beberapa peningkatan dalam kapasitas muatan dan daya tahan operasional, sehingga akhirnya muncul beberapa varian, termasuk varian militer, patroli maritim, dan kargo.

Meskipun CN-235 sukses di pasar militer, pesawat ini tidak berhasil mencapai tingkat keberhasilan yang sama di pasar sipil, terutama untuk pengangkutan penumpang. Nah, mengenai analisa kegagalan CN-235 di pasar sipil, akan kami kupas pada artikel berikutnya.

Gandeng Jet Investment Group SÀRL, PT DI Tingkatkan Penjualan Pesawat Turboprop CN-235

Pertama Kali Mau Naik Taksi di Luar Negeri? Sebelumnya Baca Tips Ini

Bagi Anda yang pertama kali bertandang ke suatu negara atau ke suatu kota kemungkinan bakal menggunakan taksi sebagai transportasi utama dibandingkan yang lainnya. Bisa dikatakan, taksi adalah alat transportasi yang aman, tapi bisa menjadi tidak aman bila Anda terlihat ragu-ragu saat naik taksi tersebut, walaupun itu taksi resmi sekalipun.

Sebenarnya banyak keuntungan yang bisa kita dapatkan saat menaiki taksi, yang pertama kita tidak berdesakan dan kedua kalau pengemudi taksi tersebut asli dari daerah atau negara tersebut pastinya tahu banyak tentang adat istiadat sampai tempat rekreasi yang mungkin sudah ada di dalam daftar Anda.

Tetapi Anda juga harus berhati-hati, bisa saja kalau sudah berlebihan, informasi atau kepergian Anda ke suatu tempat bisa diteruskan si pengemudi taksi ke orang yang berniat jahat atau si pengemudi tersebut memiliki niat jahat terhadap Anda.

Di Jepang Penumpang Dilarang Membuka Pintu Taksi, Ini Sebabnya!

Dilansir dari travelinsurancereview.net, berikut ini ada tips untuk keamanan dan keselamatan Anda saat menggunakan taksi di negara atau daerah lain.

1. Tanya harga ke tempat tujuan
Anda sebisa mungkin bertanya kepada resepsionis hotel, tanyakan berapa standar atau estimasi tarif argo taksi ke tempat yang dituju. Ini bisa meminimalisir penipuan yang akan terjadi pada Anda.

2. Mengorder taksi dari hotel
Kalau Anda akan menggunakan taksi dari hotel, baiknya meminta pihak hotel memanggilkan taksi. Ini akan menjamin keselamatan Anda, karena pihak hotel tahu Anda menggunakan taksi apa dan tahu tujuan Anda. kalaupun saat kembali ke hotel Anda tidak bisa meminta pihak hotel memesan, baiknya gunakan taksi yang berlisensi dan memang terjamin keamanan Anda.

3. Jangan naik taksi ketika mabuk
Bila Anda dalam kondisi mabuk berat karena kebaanyakan minum alkohol, lebih baik tunda untuk menggunakan taksi. Kalau Anda memaksa menggunakan taksi, baiknya naik bersama beberapa teman yang sadar untuk mengurangi tindakan kejahatan pada Anda.

4. Lihat argometer, ID pengemudi dan gagang pintu
Saat masuk ke dalam taksi, lihat argometer, apakah sesuai dengan tarif dasar yang dikatakan oleh pihak hotel atau memang standar dari negara tersebut. Lihat identitas pengemudi ini penting untuk menyamakan wajah pengemudi di kartu identitas dengan si pengemudi. Namun di beberapa negara ada yang tidak memsang kartu identitasnya, sehingga Anda harus lihat dipegangan pintu tulisan kerjasama taksi.

5. Duduk di bagian belakang
Ini cara menghindari kejahatan paling aman apalagi bila Anda sendiri, ada baiknya duduk di kursi belakang. Karena bisa saja si pengemudi sudah bekerjasama dengan penjahat untuk melakukan tindak kejahatan.

6. Jaga barang-barang
Letakkan barang-barang bawaan didekat Anda dan jauh dari jangkauan pengemudi. Bila Anda menggunakan smartphone, baiknya tidak terlalu sering. Ini memudahkan orang akan mengambil, karena smartphone barang yang paling mudah dijual untuk menghasilkan uang walaupun tidak banyak. Kalau Anda membawa barang besar atau tas, baiknya letakkan di antara kedua kaki dan jangan letakkan di pangkuan Anda, ini untuk menghindarai penodongan terjadi pada Anda.

7. Tahu tujuan
Sebelum Anda pergi baiknya cek ke peta yang Anda miliki atau ke aplikasi maps yang ada di smartphone. Ini memudahkan Anda untuk tahu dimana tujuan Anda yang sebenarnya. Jadi, kalau dikelabui oleh pengemudi, Anda bisa memberitahu bahwa itu bukan arah yang tepat untuk ke tujuan Anda.

8. Tutup jendela dan kunci pintu rapat-rapat
Setelah naik ke taksi, baiknya kunci pintu dan tutup jendela rapat-rapat. Biasanya orang akan mudah melakukan kejahatan terhadap Anda saat Anda membuka jendela. Baiknya kalau mau membuka jendela, saat Anda berada jauh dari lampu merah da nada di tengah jalan raya.

9. Tahu mata uang lokal
Kalau Anda menggunakan taksi di negara lain, baiknya Anda mengetahui tentang mata uang negara tersebut. Hal ini memudahkan Anda untuk mengetahui ongkos yang Anda bayarkan dan kembalian yang akan di dapatkan.

10. Catat plat dan nomor taksi serta hubungi nomor darurat
Nomor panggilan darurat di negara asing hampir semua sama yakni terdiri dari tiga digit. Saat Anda dalam keadaan darurat, nomor tersebut bisa menjadi acuan Anda untuk menghubungi. Kemudian jangan lupa untuk mencatat nomor taksi dan plat mobil. Ini dibutuhkan bila terjadi sesuatu pada Anda, kalau bisa kirimkan atau berikan nomor-nomor tersebut ke pihak hotel atau kerabat terdekat Anda.

Disebut “Taksi Gelap” Bukan Karena Warna Tetapi Karena Tidak Berizin

Duel Garbarata dan Tangga Manual: Siapa Yang Akan Menang?

Duel popularitas antara garbarata (aero bridge) dan tangga manual di apron masih menjadi topik perbincangan dari dunia aviasi yang menarik untuk ditelaah lebih dalam. Tak terelakkan, dua kubu pun saling mendukung jagoannya masing-masing.

Walaupun antara garbarata dan tangga manual tersebut punya kelebihan dan kekurangan masing-masing, tapi penumpang memiliki seleranya tersendiri. Bahkan, ada juga yang tidak terlalu memperdulikan penggunaan fasilitas pendukung di bandara tersebut. Lalu, jika dibandingkan secara keseluruhan, manakah yang lebih baik? Garbarata atau tangga manual?

Baca Juga: ST Engineering Kembangkan Sistem Garbarata Otomatis

Sebagaimana yang dihimpun KabarPenumpang.com dari laman travelupdate.com (26/11/2017), tangga manual memiliki kelebihan di segi nuansa. Penumpang dapat merasakan hingar bingar suasana di tarmak, melihat dengan dekat pesawat yang akan Anda tumpangi, hingga mendengar lebih jelas raung mesin pesawat. Tapi, resiko lainnya yang harus dihadapi oleh penumpang yang menggunakan tangga manual untuk masuk ke dalam pesawat adalah cuaca buruk. Mulai dari angin kencang hingga kehujanan kerap kali menjadi satu permasalahan yang serius bagi penumpang yang tidak kebagian jatah menggunakan garbarata.

Di sisi lainnya, para penumpang yang menggunakan garbarata akan terhindar dari masalah cuaca seperti yang sudah disebutkan di atas. Otomatis, rambut Anda pun tetap tertata rapih karena tidak diterpa semeliwir angin di apron. Anda pun tidak perlu berpanas-panasan berjalan menuju tangga manual ketika menggunakan garbarata. Tidak sedikit garbarata yang kini menggunakan AC, jadi suhu tubuh Anda pun akan senantiasa terlindungi. Tapi, Anda tidak bisa menikmati suasana di apron ketika menggunakan garbarata. Hanya sebuah lorong yang di kedua sisinya belum tentu dilengkapi dengan kaca.

Baca Juga: Video Garbarata Berhantu di Phuket Menjadi Viral di Media Sosial

Terlepas dari kekurangan dan kelebihan masing-masing, garbarata merupakan salah satu bentuk kemajuan teknologi yang memudahkan mobilitas penumpang dari ruang tunggu menuju pesawat. Ini merupakan bentuk evolusi yang terjadi di dunia aviasi. Walaupun nuansa yang dihadirkan garbarata tidaklah ‘sedekat’ tangga manual, namun garbarata lebih mendominasi di segi pelayanan. Setiap orang tentu memiliki seleranya masing-masing yang tidak dapat dipaksakan, tapi hadirnya garbarata merupakan bentuk nyata peningkatan pelayanan dari suatu bandara.

Jadi menurut Anda pribadi, lebih suka menggunakan tangga manual atau garbarata?

Bandara Dallas/Fort Worth (DFW) – Jadi Bandara dengan Jumlah Garbarata Terbanyak di Dunia

Keberadaan garbarata (sky bridge) dapat menjadi salah satu ukuran atau level kenajuan suatu bandara. Banyaknya garbarata menjadi semacam parameter bagaimana suatu bandara dapat menangani pelayanan penumpang dalam jumlah memadai. Nah, tahukah Anda, bandara apakah yang mempunyai jumlah garbarata terbanyak di dunia?

Baca juga: Bandara Chicago O’Hare (ORD) – Bandara dengan Delapan Landas Pacu, Terbanyak di Dunia!

Bandara dengan jumlah garbarata (sky bridge) terbanyak di dunia adalah Bandara Internasional Dallas/Fort Worth (DFW) di Amerika Serikat. Bandara ini memiliki lebih dari 160 garbarata yang tersebar di lima terminal utamanya (Terminal A hingga Terminal E). DFW terus memperbarui fasilitasnya agar dapat melayani lalu lintas penumpang yang sangat tinggi dengan nyaman.

Bandara DFW berkembang menjadi bandara dengan jumlah garbarata terbanyak di dunia sebagai hasil dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kapasitas dan kenyamanan penumpang seiring meningkatnya permintaan perjalanan udara di Amerika Serikat. Sejak dibuka pada 1974, DFW telah mengalami berbagai proyek ekspansi besar untuk mengakomodasi maskapai dan rute baru, menjadikannya salah satu hub penerbangan tersibuk di AS.

Ada beberapa faktor yang mendorong peningkatan jumlah garbarata di DFW, seperti pertumbuhan penumpang yang pesat, ekspansi terminal, peningkatan layanan dan fasilitas, serta komitmen terhadap modernisasi.

Sebagai hub utama untuk American Airlines, DFW menangani lalu lintas penumpang yang sangat besar, baik domestik maupun internasional. Jumlah garbarata yang tinggi memungkinkan bandara untuk mempercepat proses boarding dan deboarding pesawat, meningkatkan efisiensi operasional, dan meminimalkan keterlambatan. DFW memiliki lima terminal yang terus diperluas dan ditingkatkan sejak awal. Setiap terminal dilengkapi dengan garbarata tambahan untuk mendukung peningkatan frekuensi penerbangan, khususnya untuk penerbangan domestik yang memiliki pergantian penumpang cepat.

Selain DFW, Bandara Internasional Hartsfield-Jackson Atlanta dan Bandara Internasional Beijing Capital juga memiliki ratusan garbarata untuk menangani volume penumpang yang besar setiap tahunnya. Garbarata memainkan peran penting dalam mengoptimalkan alur penumpang di bandara besar ini, mengurangi waktu boarding dan meningkatkan kenyamanan penumpang di berbagai terminal.

Mobile Lounge – ‘Tersingkir’ oleh Hadirnya Garbarata, Pernah Populer di Dekade 70/80-an

Bandara Chicago O’Hare (ORD) – Bandara dengan Delapan Landas Pacu, Terbanyak di Dunia!

Wajar bila bandara internasional yang menangani pergerakan penumpang dalam jumlah besar memiliki beberapa landasan pacu. Sebut saja Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) yang memiliki tiga landas pacu (runway). Namun itu belum seberapa, ada bandara internasional yang punya landas pacu lebih banyak. Dan tahukah Anda, bandara apakah yang menyandang predikat sebagai yang terbanyak memiliki landas pacu?

Bandara dengan jumlah landasan pacu terbanyak di dunia adalah Bandara Chicago O’Hare (ORD) di Amerika Serikat, yang memiliki 8 landasan pacu aktif. Bandara ini terkenal dengan tata letak landasan pacunya yang rumit untuk mengelola volume lalu lintas yang tinggi dan memastikan efisiensi dalam penerbangan masuk dan keluar.

Inspiratif, Chicago Punya Taman Ramah Anak di Tepi Jalur Kereta

Chicago O’Hare memegang rekor untuk jumlah landasan pacu karena upaya berkelanjutan untuk memperluas kapasitas operasionalnya, melayani lebih dari ratusan ribu penerbangan setiap tahun dan menjadi pusat transportasi utama di Amerika Utara. Landasan pacu yang beragam ini memungkinkan O’Hare untuk menangani penerbangan dalam segala cuaca, mengurangi keterlambatan, dan mengoptimalkan alur penerbangan.

Bandara ORD mengembangkan delapan landasan pacu sebagai bagian dari proyek besar yang dikenal sebagai O’Hare Modernization Program (OMP), yang dimulai pada awal 2000-an. Sejarah perluasan landasan pacu di O’Hare dimulai sejak bandara ini berkembang sebagai salah satu pusat penerbangan tersibuk di dunia. Pada pertengahan abad ke-20, O’Hare hanya memiliki beberapa landasan pacu, namun peningkatan permintaan penerbangan domestik dan internasional pada tahun 1960-an dan 1970-an membuat bandara ini perlu diperluas.

OMP bertujuan mengubah susunan landasan pacu yang sebelumnya berbentuk diagonal ke susunan paralel, yang lebih efisien dalam menangani volume lalu lintas tinggi dan meminimalkan keterlambatan. Modernisasi ini bertujuan meningkatkan kapasitas, mengurangi dampak cuaca buruk, dan meningkatkan keselamatan. Pada akhirnya, O’Hare bertransformasi menjadi bandara dengan delapan landasan pacu aktif, menjadikannya bandara dengan landasan terbanyak di dunia.

OMP tidak hanya meningkatkan kapasitas O’Hare tetapi juga memperkuat posisinya sebagai pusat utama bagi penerbangan domestik dan internasional, serta mempermudah alur penerbangan di kawasan padat wilayah Midwest.

Landasan pacu di Bandara Chicago O’Hare (ORD) memiliki panjang yang bervariasi untuk menangani berbagai jenis pesawat dan kebutuhan penerbangan. Dari delapan landasan yang terpanjang adalah landasan 10L/28R – sekitar 3.963 meter, merupakan salah satu landasan terpanjang di bandara ini, memungkinkan operasi pesawat besar untuk penerbangan internasional jarak jauh.

Sepi Penumpang, BBN Airlines Hentikan Rute Penerbangan Jakarta-Balikpapan

Blue Bird Nordic atau BBN Airlines Indonesia dikabarkan telah menghentikan sementara layanan pada rute penerbangan Jakarta (CGK) – Balikpapan (BPN). Kementerian Perhubungan meminta BBN Airlines Indonesia memberikan informasi yang jelas kepada penumpang.

Baca juga: Dear Penumpang Pesawat: BBN Airlines Indonesia Buka Rute Jakarta-Surabaya, Harga Tiketnya Paling Murah!

“Kami juga mengimbau kepada BBN Airlines untuk memastikan hak-hak penumpang terpenuhi dengan mengembalikan uang tiket secara penuh, 100 persen, dan tidak menjualnya kembali,” kata Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Lukman F. Laisa dalam keterangan resmi, Selasa, 5 November 2024.

BBN Airlines Indonesia telah beroperasi secara resmi di Indonesia sejak September 2024. Maskapai ini mengantongi izin terbang untuk tiga rute domestik, yakni Jakarta (CGK)-Surabaya (SUB) sejak 27 September 2024; Jakarta (CGK)-Balikpapan (BPN) yang dimulai sejak 30 September; dan Jakarta (CGK)-Denpasar (DPS) sejak 2 Oktober. BBN Airlines Indonesia juga berencana meluncurkan rute CGK-Pontianak, dengan jadwal penerbangan perdana pada 15 November.

Namun, Lukman mengatakan layanan CGK-BPN telah dihentikan sejak 29 Oktober karena permintaan pasar yang rendah. “Faktor muat (perbandingan antara jumlah penumpang yang diangkut dengan daya angkut) rata-rata antara 20 persen dan 25 persen,” katanya kepada Tempo.co.

Lukman mengatakan keputusan BBN Airlines Indonesia untuk menghentikan penerbangan dengan faktor muat rendah adalah hal yang wajar untuk dilakukan, sebuah langkah yang sejalan dengan dinamika pasar. “Asalkan tidak merugikan calon penumpang,” katanya.

Raih Sertifikasi Operasi Udara, BBN Airlines Segera Ramaikan Penerbangan Domestik di Indonesia

Layani Rute Bandara Adi Soemarmo – Madiun, KAI Hadirkan Kereta Bandara (BIAS) yang Berhenti di 9 Stasiun

PT KAI sebagai operator perkeretaapian memiliki tujuan strategis untuk menghubungkan masyarakat dengan berbagai aktivitas. Kemudahan konektifitas terus dilakukan dengan mengintegrasikan layanan kereta dengan moda lain baik dengan halte/terminal, pelabuhan bahkan Bandara.

Baca juga: Lima Bandara Ini Punya Jalur “Kereta Bandara” Terbaik di Dunia

Mulai 2 November 2024  perjalanan KA Bandara Internasional Adi Soemarmo (BIAS) diperpanjang sampai Madiun dengan relasi Stasiun Bandara Adi Soemarmo – Madiun / PP. Perjalanan KA BIAS setiap harinya terdiri dari 2 perjalanan KA melayani relasi Bandara Adi Soemarmo – Madiun dan 2 perjalanan KA melayani  relasi Madiun – Bandara Adi Soemarmo.

KA Bias akan melayani naik/turun penumpang di 9 Stasiun (Madiun, Magetan, Ngawi, Walikukun, Sragen, Solojebres, Solobalapan, Kadipiro, Adisoemarmo). Selain terkoneksi dan terintegrasi dengan Bandara, KA Bias juga memberi kemudahan karena masyarakat dapat melanjutkan perjalanan baik dengan Kereta Jarak Jauh atau layanan Commuterline seperti di stasiun Solojebres dan Solobalapan. Waktu tempuh KA BIAS Madiun dari Bandara Adi Soemarmo menuju Madiun atau sebaliknya adalah 1 jam 59 menit.

Pada perjalanan perdana hari ini dan sepanjang bulan November 2024, KA BIAS Madiun menggunakan rangkaian KRDI (Kereta Rel Diesel Indonesia) dengan kapasitas 190 tempat duduk dan kapasitas daya angkut penumpang sebanyak 150%. Sehingga penumpang selain bisa duduk juga dapat berdiri.

Tiket KA BIAS Madiun dapat dibeli dengan sangat mudah dan praktis melalui aplikasi Access by KAI H-7 keberangkatan. Pembelian tiket juga dapat dilakukan di loket stasiun secara go show (3 jam sebelum waktu keberangkatan).

Satu bulan kedepan KAI menyiapkan tarif promo dengan tarif terendah Rp 7.000 hingga Rp 40.000, sesuai dengan relasi yang dipilihnya. Kami berharap selama tariff promo masyarakat dapat menikmati layanan KA BIAS untuk berbagai aktifitas. KAI akan terus melakukan evaluasi selama bulan November 2024  untuk mengetahui kebutuhan masyarakat terkait perjalanan KA BIAS ini.

Adapun jadwai perjalanan KA BIAS diantaranya :

1. KA KP/10865  (KA BIAS relasi Madiun – Bandara Adi Soemarmo), berangkat dari Stasiun Madiun jam 06:05 WIB dan tiba di Stasiun Bandara Adi Soemarmo jam 08:02 WIB.

2. KA KP/10866 ( KA  BIAS relasi Bandara Adi Soemarmo – Madiun), berangkat dari Stasiun Bandara Adi Soemarmo jam 09:25 WIB dan tiba di Stasiun Madiun jam 11:22 WIB.

3. KA KP/10867 (KA BIAS relasi Madiun – Bandara Adi Soemarmo), berangkat dari Stasiun Madiun jam 12:30 WIB dan tiba di Stasiun Bandara Adi Soemarmo jam 14:27 WIB.

4. KA KP/10868 ( KA  BIAS relasi Bandara Adi Soemarmo – Madiun), berangkat dari Stasiun Bandara Adi Soemarmo jam 15:32 WIB dan tiba di Stasiun Madiun jam 17:31 WIB.

Bakalan Hemat Ongkos dan Waktu, Kalau Penumpang Naik Kereta Bandara YIA