Gegara ‘Visa Transit’, Pelancong asal India Ditolak Terbang, Padahal Sudah Rencanakan Liburan dengan Matang

Avantika Chaturvedi (26 tahun), seorang pelancong solo asal India, belum lama ini mendapati masalah yang unik terkait visa. Bahwa dirinya tidak dapat naik pesawat lantaran tidak memiliki visa transit. Suatu hal yang jarang terpikirkan dalam penerbangan transit antar negara.

Baca juga: Turki Berlakukan Visa Transit di Bandara Istanbul untuk Penumpang dari 10 Negara ini

Seperti dikutip Newsweek (11/11/2024), Avantika tidak diperkenankan terbang dari Bandara di New Delhi, yang menyebabkan rencana liburan selama tiga minggu yang telah dipersiapkan dengan matang menjadi buyar.

Avantika berniat ke Iran untuk mengunjungi teman-temannya dan ingin merasakan apa yang ditawarkan negara tersebut kepada para pelancong.

Dalam tujuannya ke Iran, Avantika singgah di Kuwait, di mana dia akan berganti penerbangan untuk mencapai tujuannya, katanya kepada Newsweek. Namun, Ia kecewa ketika dia tidak dapat naik pesawat karena dia tidak memiliki visa transit untuk negara Timur Tengah tersebut, sesuatu yang menurutnya tidak diperlukan.

Dalam sebuah video yang dibagikan di Instagram, yang telah ditonton 5,9 juta kali sejak diunggah pada 22 Mei lalu, Avantika tampak tertekan saat menjelaskan mengapa dia ditolak naik pesawat.

“Saya telah menyiapkan segalanya: rencana perjalanan tentatif yang sangat menarik, tempat saya menginvestasikan banyak waktu dan energi untuk penelitian, tiket pesawat ke Teheran, visa, penerbangan domestik, malam pertama saya di hostel,” katanya kepada pemirsa dalam keterangan video.

“Ini adalah salah satu perjalanan yang membutuhkan banyak perencanaan,” katanya kepada Newsweek. “Tentu saja Iran bukanlah negara yang mudah untuk dikunjungi dan saya telah menghabiskan waktu berminggu-minggu untuk meneliti dan mengumpulkan informasi dari para pelancong sebelumnya untuk memastikan bahwa saya telah mempersiapkan diri sebaik mungkin.

“Staf bandara (di India) juga apatis dan tidak peduli bahwa saya tidak dapat bepergian. Mereka menyampaikan berita itu kepada saya dengan mengangkat bahu dan saya merasa sangat hancur. Saat-saat sulit seperti inilah yang paling menguji Anda sebagai pelancong wanita solo.

“Saya benar-benar ingin mendapatkan dukungan untuk membantu mengatasi situasi itu. Saya ingin menangis, tetapi saya juga tidak ingin terlihat lemah di depan seluruh kru yang hanya terdiri dari pria. Saya ingin akal sehat saya tetap terjaga untuk melihat langkah apa yang dapat saya ambil selanjutnya.”

Avantika mengungkapkan bahwa ia telah bertanya kepada sejumlah organisasi apakah Ia memerlukan visa dan mereka mengatakan tidak. Namun, Imigrasi Kuwait menyatakan bahwa siapa pun yang memiliki waktu singgah lebih dari empat jam atau orang yang bermaksud meninggalkan bandara selama berada di sana harus memperoleh visa transit.

Ada pengecualian bagi warga negara dari negara-negara Dewan Kerjasama Teluk (GCC), yaitu Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Qatar, Bahrain, dan Oman, serta Kuwait.

Philippine Airlines Pilih S.FP+ dari Airbus untuk Pemeliharaan Prediktif Armadanya

Philippine Airlines (PAL) dan anak perusahaannya, PAL Express, telah memilih rangkaian S. Fleet Performance + (S.FP+) dari Airbus untuk mendukung pemeliharaan prediktif dan pemantauan kesehatan armada Airbus mereka. Keputusan ini menandai kemajuan yang signifikan bagi kemampuan operasional PAL dan memperkuat kemitraan jangka panjang antara PAL dan Airbus.

Baca juga: Philippine Airlines – Maskapai Tertua di Asia dan Pertama yang Lintasi Samudera Pasifik

Pengumuman ini disampaikan pada acara Predictive Aircraft Maintenance Conference pada 13 November di Dublin, Irlandia. Berdasarkan perjanjian ini, armada PAL – yang mencakup keluarga A320 (A321ceo dan A321neo), A330ceo, dan A350 – akan dilengkapi dengan solusi S.FP+.

Dirancang untuk mengurangi jumlah kejadian perawatan tak terduga dan biaya terkait, S.FP+ memungkinkan PAL untuk meningkatkan keandalan armada dan efisiensi operasional. Sistem ini membantu PAL dalam mengurangi potensi gangguan operasional dan menjaga standar kinerja armada yang tinggi.

Sebagai maskapai penerbangan pertama di kawasan Asia Pasifik yang mengadopsi “peningkatan” dari S.FP+, PAL mendapatkan akses ke kemampuan tingkat lanjut. Paket ini memanfaatkan analisis prediktif untuk mengantisipasi kerusakan atau kegagalan komponen pesawat dan memberikan informasi yang komprehensif tentang kondisi seluruh armada. Terintegrasi dengan teknologi terbaru dari Airbus Skywise Core Platform, S.FP+ merupakan solusi berbasis data untuk mengidentifikasi dan memprioritaskan masalah teknis berdasarkan dampak operasional dan ekonomi.

Capt. Roland Narciso, PAL OIC Senior Vice President – Operations Group mengatakan: “Kemitraan kami dengan Airbus untuk mengimplementasikan S.FP+ akan membantu PAL dalam meningkatkan efisiensi operasional. Memanfaatkan solusi perawatan prediktif dari Airbus akan meningkatkan keandalan dan standar kinerja tinggi armada kami.”

Balinda Zhang, Airbus Head of Commercial Services APAC menambahkan: “Kolaborasi dengan PAL ini menunjukkan potensi dari upaya efisiensi berbasis data dalam manajemen armada di Asia Tenggara. Pencapaian ini juga memperkuat peran Airbus dalam penyediaan solusi berbasis data, dan membuka jalan untuk adopsi lebih banyak teknologi pemeliharaan tingkat lanjut di seluruh wilayah Asia-Pasifik.”

LRT Jabodebek Terapkan Sistem Cuci Kereta Otomatis dengan Teknologi Canggih dan Ramah Lingkungan

Tak hanya mengutamakan keamanan dalam operasional, LRT Jabodebek juga berkomitmen menjaga kebersihan dan kenyamanan penumpang melalui tampilan eksterior kereta yang selalu bersih. Sejak mulai beroperasi, LRT Jabodebek telah mengandalkan fasilitas Automatic Train Wash Plant (ATWP), sebuah sistem pencucian kereta otomatis berteknologi tinggi yang tidak hanya cepat dan efisien, tetapi juga ramah lingkungan.

ATWP ini beroperasi pada satu jalur khusus di Depo LRT Jabodebek, di mana setiap rangkaian kereta dapat dicuci secara otomatis dengan akurasi dan efisiensi tinggi. Sistem ini dilengkapi sensor kecepatan yang otomatis memulai proses pencucian saat kereta mendekati area dengan kecepatan di bawah 5 km/jam.

Polandia Punya Fasilitas Pencucian Kereta dengan Tenaga Surya

Manager Public Relations LRT Jabodebek, Mahendro Trang Bawono, menyampaikan bahwa tidak hanya operasional LRT Jabodebek yang menggunakan teknologi canggih dan otomatis, tetapi proses pencucian kereta pun sepenuhnya dilakukan secara otomatis untuk memastikan kebersihan optimal.

“Dengan proses pencucian otomatis berstandar tinggi, kami dapat menjaga kebersihan dan keandalan setiap rangkaian kereta. Teknologi ini memastikan bahwa kebersihan kereta menjadi bagian tak terpisahkan dari layanan LRT Jabodebek,” ujar Mahendro.

Tidak hanya mengutamakan efisiensi, fasilitas ATWP ini juga dilengkapi dengan Water Treatment System yang mampu mengolah air bekas pencucian agar dapat digunakan kembali. Air bekas yang digunakan disaring melalui sistem ini untuk memisahkan kotoran seperti tanah, pasir, oli, dan gemuk, sehingga dapat diolah kembali dan digunakan untuk proses pencucian berikutnya. Dengan cara ini, ATWP tidak hanya canggih dalam teknologi, tetapi juga mendukung pengurangan konsumsi air baru secara signifikan.

“Selain teknologi pencucian otomatis yang modern, kami memastikan bahwa air yang digunakan untuk pembilasan akhir adalah Demineralizing Water, yaitu air murni yang bebas dari mineral dan bahan kimia, sehingga aman bagi lingkungan,” tambah Mahendro.

ATWP memiliki fitur utama yang terdiri dari beberapa bagian pencucian, seperti penyemprotan air awal, detergen, pencucian, hingga pembilasan akhir. Dengan total waktu pencucian hanya 2-3 menit untuk satu rangkaian kereta, ATWP mampu meningkatkan efisiensi waktu pencucian. Selain itu, sistem ini juga dilengkapi dengan Human Machine Interface (HMI) yang memungkinkan pemantauan riwayat pencucian dan kondisi alat secara real-time.

Buang Stigma Jorok, Cina Lakukan Revolusi Toilet di Kereta Api

Untuk menjaga keselamatan, area pencucian memiliki pengaman yang memastikan tidak ada personil di sekitar area pencucian selama proses berlangsung. ATWP juga memiliki tombol emergency stop baik di dalam maupun luar area pencucian, memberikan lapisan keamanan tambahan.

Dengan teknologi ATWP yang sepenuhnya otomatis, LRT Jabodebek dapat menjaga kebersihan dan kesiapan kereta untuk melayani pengguna setiap hari, memberikan pengalaman perjalanan yang nyaman sekaligus mendukung kelestarian lingkungan.

KAI Services Meriahkan KAI Expo 2024 dengan Promo Kuliner Kereta yang Menarik

KAI Services siapkan berbagai promo menarik dalam gelaran KAI Expo yang berlangsung pada 16 dan 17 November 2024 di Assembly Hall, Jakarta Convention Center (JCC). Pengunjung akan dimanjakan dengan aneka sajian kuliner kereta dan loko café saat berada di booth KAI Services dalam gelaran yang tahun ini mengambil tema “Luxurious Journey, Inspiring the Future”

Salah satu promo menarik yang ditawarkan KAI Services di gelaran KAI Expo tahun  ini adalah untuk pengunjung yang melakukan pembelian produk makanan dan minuman di booth KAI Services dengan pembelian minimal Rp500.000 maka akan mendapatkan hadiah gratis berupa merchandise ekslusif KAI Services yakni totebag. Sementara untuk pengunjung yang melakukan pembelian minimal Rp400.000 maka akan mendapatkan merchandise berupa thumbler dan untuk pembelian minimal Rp.300.000, maka pengunjung akan mendapatkan merchandise berupa tshirt.

Tidak hanya promo menarik, pengunjung KAI Expo 2024 yang kangen dengan makanan di kereta dan ingin menikmati sajian khas yang hanya di jual di kereta api juga bisa mampir di booth KAI Services. Sajian Kuliner Kereta seperti, bakso enak, tekwan, siomay, Sei Sapi, serta ayam geprek dapat pengunjung beli di booth KAI Services.

Selain itu, pengunjung juga bisa membeli aneka jenis minuman seperti teh premium, kopi kereta arabica gayo serta produk-produk minuman Loko Café. Pengunjung juga dapat menikmati sajian makanan dan minuman sambil duduk santai di booth KAI Services. Booth KAI Services juga semakin semarak dengan hadirnya games-games menarik dengan hadiah yang seru.

Menurut Vice President Corporate Secretary KAI Services, Rachman Firhan, untuk KAI Expo tahun ini, KAI Services akan memberikan berbagai penawaran menarik untuk pengunjung KAI Expo 2024. Mulai dari sajian makanan dengan menu-menu khas Kuliner Kereta hingga merchandise KAI Services seperti tshirt, thumbler, hingga totebag  yang bisa didapatkan di booth KAI Services.

“KAI Services akan hadir menyapa para pelanggan kereta api KAI Expo 2024. Kita akan menghadirkan promo serta rangkaian acara seru untuk para pengunjung. Untuk para pengunjung yang ingin berburu diskon tiket kereta api di KAI Expo 2024, jangan lupa untuk mampir ke booth KAI Services ya” ujar Firhan.

Tahun ini KAI Expo diselenggarakan di dua kota yakni Jakarta dan Surabaya. Pada 2-3 November 2024, KAI Expo 2024 digelar di Grand Ballroom Dyandra Convention Center, Surabaya. Kemudian, pada 16-17 November 2024, KAI akan hadir di Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta.

Proyeksi Airbus: “Asia-Pasifik Butuh 19.500 Pesawat Baru pada Tahun 2043

Airbus telah merilis proyeksi terbaru untuk pasar regional yang memperkirakan sektor penerbangan Asia-Pasifik membutuhkan 19.500 pesawat baru dalam 20 tahun ke depan. Angka ini mencapai 46% dari total kebutuhan global, yang diproyeksikan mencapai sekitar 42.430 pesawat baru pada tahun 2043.

Baca juga: Airbus: Pasar Layanan untuk Pesawat Terbang di Asia-Pasifik Akan Meningkat Dua Kali Lipat dalam 20 Tahun Ke Depan

Anand Stanley, President of Airbus Asia-Pacific mempresentasikan proyeksi ini pada acara Annual Assembly of Presidents dari Association of Asia-Pacific Airlines (AAPA) di Brunei. Anand menyoroti peran penting kawasan ini bagi pasar penerbangan global dan pertumbuhannya yang terus berlanjut.

Proyeksi untuk Asia-Pasifik, termasuk China dan India, menunjukkan kebutuhan pesawat baru tumbuh sebesar 3% per tahun. Dengan naiknya angka permintaan ini, armada di kawasan ini akan terus berkembang, didorong oleh kebutuhan akan ekspansi armada sekaligus penggantian pesawat lama, seiring dengan semakin maraknya inisiatif berkelanjutan.

Airbus memperkirakan sekitar 16.000 pesawat lorong tunggal, seperti Keluarga A220 dan A320neo, akan dibutuhkan untuk mendukung rute jarak pendek hingga menengah di kawasan ini. Selain itu, permintaan untuk pesawat jarak jauh berukuran sedang dan besar, seperti A330neo dan A350, diproyeksikan mencapai sekitar 3.500 unit. Pesanan pesawat berbadan lebar terbaru di kawasan ini mencakup Cathay Pacific (A330neo), serta EVA Air, Japan Airlines, dan Korean Air (A350), dengan beberapa upaya lain yang sedang berlangsung diharapkan turut mendorong pertumbuhan.

Airbus memproyeksikan hampir 71% dari seluruh pengiriman pesawat baru akan dialokasikan untuk ekspansi armada, sementara 29% sisanya untuk menggantikan pesawat lama, yang mana akan berdampak signifikan pada upaya dekarbonisasi. Pesawat berbadan lebar Airbus generasi terbaru lebih efisien dalam menggunakan bahan bakar hingga 25%, dan oleh karenanya memiliki emisi karbon yang lebih rendah pula. Kemajuan teknologi ini mencerminkan komitmen Airbus dalam mendukung upaya industri penerbangan untuk meminimalkan dampak lingkungannya.

Di segmen kargo, kawasan Asia-Pasifik diperkirakan membutuhkan sekitar 250 pesawat kargo berbadan lebar baru, yang mencakup 10% dari total permintaan kargo global. A350F, yang berbasis pada platform A350 yang kinerjanya telah terbukti, dirancang untuk memenuhi kebutuhan ini dengan efisiensi tinggi, emisi CO2 yang lebih rendah, dan unggul secara ekonomi. A350F juga telah memenuhi standar emisi ICAO terbaru, menjadikannya pemimpin di pasar pesawat kargo besar. Pesanan dari STARLUX Airlines atas lima unit A350F di awal tahun ini menjadi bukti kepercayaan pasar terhadap model ini.

Terkait lalu lintas penumpang, kawasan Asia Pasifik diproyeksikan memiliki tingkat pertumbuhan tahunan sebesar 4,8%, lebih tinggi dibandingkan rata-rata global sebesar 3,6%. Pesawat berbadan lebar memainkan peran kunci dalam mendukung pertumbuhan ini, tidak hanya meningkatkan konektivitas penumpang, tetapi juga mendukung lalu lintas kargo yang meningkat di kawasan ini. E-commerce dan perdagangan global mendorong permintaan akan transportasi kargo yang efisien, menjadikan pesawat berbadan lebar sebagai pilihan utama untuk pengiriman antar benua yang cepat dan andal.

A350 telah terbukti sebagai pemimpin dalam hal perjalanan jarak jauh, dengan hampir 300 pesawat A350 beroperasi di Asia-Pasifik dan 230 pesawat lainnya yang sedang dalam pemesanan. Teknologi canggih, efisiensi bahan bakar, dan keunggulan ekonomi pesawat ini menjadikannya pilihan utama bagi maskapai penerbangan di kawasan ini.

Di saat yang sama, siklus penggantian A330ceo juga tengah berlangsung, dengan sekitar 540 pesawat A330ceo saat ini beroperasi di kawasan ini. A330neo diposisikan sebagai pengganti yang ideal, dengan kemiripan dalam pelatihan pilot dan operasi teknis, memudahkan transisi bagi maskapai.

Mengapa Airbus A330 Sangat Diminati di Asia-Pasifik? Inilah Alasannya

“Sebagai salah satu pasar penerbangan dengan pertumbuhan tercepat di dunia, kawasan Asia-Pasifik diproyeksikan akan mengalami pertumbuhan signifikan dalam dua dekade mendatang. Dengan meningkatnya permintaan untuk transportasi penumpang dan kargo,  kami siap mendukung mitra maskapai kami dalam mencapai tujuan jangka panjang mereka dengan pesawat yang paling efisien, berkelanjutan, dan canggih, sekaligus berkontribusi pada upaya dekarbonisasi di seluruh industri,” kata Anand Stanley, President Airbus Asia-Pacific.

Joseph Armand Bombardier – Ketika Minat, Bakat, dan Kegigihan Membuahkan Hasil Manis

Tidak hanya bergerak di industri kerdirgantaraan saja, nama Bombardier juga bertaji di dunia perkeretaapian Tanah Air. Terbukti dengan kerja sama yang mereka lakukan dengan PT INKA untuk membuat Kereta Rel Listrik i9000 yang kini beroperasi di beberapa jalur Commuter Line Jabodetabek. Dari dunia aviasi sendiri, salah satu maskapai raksasa asal Tanah Air yang baru saja memperoleh predikat sebagai maskapai bintang lima, Garuda Indonesia juga menjadi operator Bombardier.

Baca Juga: Layani Penerbangan Silangit-Singapura, Garuda Indonesia Gunakan Bombardier CRJ1000

Sebenarnya, siapa orang dibalik nama besarnya kini? Apakah nama Bombardier sendiri diambil dari nama pendirinya seperti Boeing dan Fokker? Atau hanya sekedar nama perusahaan yang sebelumnya sudah ditentukan oleh pemiliknya? Jika pilihan Anda jatuh ke hipotesa yang pertama, maka jawaban Anda tepat.

Sebagaimana yang dihimpun KabarPenumpang.com dari berbagai sumber, Joseph Armand Bombardier pria kelahiran Valcourt, Quebec, Kanada pada 16 April 1907 ini merupakan anak sulung dari delapan bersaudara. Anak dari pasangan Anna Kerikil dan Alfred Bombardier ini sudah menunjukkan minat dan bakatnya di dunia mekanik sejak ia masih belia. Dia juga diketahui memiliki semua peralatan yang ia butuhkan untuk membuat bakatnya berkembang.

Lalu pada usianya yang menginjak 13 tahun, Bombardier memproduksi salah satu mainan mekanik pertamanya, yaitu berupa miniatur lokomotif yang digerakkan oleh mesin jam dan mengecat miniatur tersebut dengan sangat rinci. Hal tersebut menunjukkan bahwa tidak hanya otak mekanisnya saja yang bekerja, melainkan estetikanya juga turut memegang andil dalam perkembangan Bombardier di masa yang akan datang.

Tiada hari yang dilewati Bombardier tanpa belajar, membaca, mencatat setiap ilmu baru, hingga memperbaiki apapun yang ia temukan untuk bisa memuaskan hasratnya di bidang mekanik. Hingga pada usia 19 tahun, Bombardier memutuskan untuk membuka bengkel pribadinya, dimana ia memperbaiki mobil-mobil rusak dan menjual bensin ketika musim panas.

Ketika musim dingin, Bombardier tidak lantas berdiam diri. Ia menyibukkan dirinya dengan membuat snowmobile (mobil salju) pertamanya. Ide membuat mobil salju ini datang ketika pemerintah Quebec tidak membersihkan salju yang menumpuk di jalan sekunder, sehingga warga yang tinggal di sekitaran jalan tersebut tidak bisa mengeluarkan mobilnya. Ditambah lagi dengan kepergian anak Bombardier yang paling kecil, Yvon akibat sakit peritonitis. Kala itu, Bombardier tidak bisa membawa anaknya yang tengah sakit itu ke rumah sakit karena tumpukan salju di depan rumahnya.

Sumber: istimewa

Rasa ingin tahu Bombardier yang sangat besar berbuah manis. Tidak hanya mainan mekanik serta mobil salju saja, ia juga diketahui pernah membuat mesin uap dari bagian mesin jahit tua milik Bibinya, hingga pistol 12-calibre yang ia sulap menjadi sebuah meriam mini.

The 1935 sprocket wheel/track system merupakan penemuan besar pertama Bombardier. Menyadari pentingnya dan mengenal undang-undang perdagangan, dia meminta penurunan hak paten dari Ottawa pada tanggal 19 Desember 1936. Enam bulan berselang, tepatnya pada tanggal 29 Juni 1937, hak paten akan ciptaannya tersebut pun rampung.

Pada rentang tahun 1936 hingga 1937, tujuh buah mobil salju produksi pertama milik Bombardier muncul dari pabrik dan diberi nama B7. B untuk Bombardier, dan 7 untuk kapasitas penumpang di mobil tersebut.

Lalu pada tahun 1941, Bombardier menyempurnakan mobil salju barunya yang disebut B12, dimana ia mendapat hak paten atas produknya tersebut pada tanggal 23 Juni 1942. Versi baru dari mobil salju ini mampu menampung hingga 12 penumpang dan terkenal lebih aerodinamis karena bentuknya yang lebih panjang ketimbang B7. B12 menuai tren positif, terbukti dengan meningkatnya permintaan pasar. Namun itu semua tidak berlangsung lama, karena deklarasi perang yang diluncurkan oleh pihak Kanada.

Sehubungan dengan perang tersebut, Bombardier mendapat tawaran dari Minister of Munitions and Supply untuk memfasilitasi militer dengan mobil salju ciptaannya di zona operasi yang tertutup salju, seperti di Norwegia. Tidak hanya memfasilitasi, tapi Bombardier juga diminta agar kendaraan tersebut dilapisi baja agar tahan tembakan.

Baca Juga: William Boeing, Eks Pengusaha Kayu Yang Bawa Pengaruh Besar di Dunia Aviasi

L’Auto-Neige Bombardier Limitée, perusahaan milik Bombardier, mengalami lonjakan order yang dimulai pada tahun 1946. Permintaan untuk mobil salju sipil kembali dan meningkat dengan cepat. Untuk mengakali lonjakan tersebut, pada tahun 1947 L’Auto-Neige Bombardier Limitée memperluas pabrik perakitan hingga kapasitas 1000 kendaraan, yang terinspirasi dari pabrik Ford.

The impossible is unacceptable” prinsip Bombardier inilah yang mendorongnya untuk terus berinovasi. Sebut saja truk dan traktor, menjadi karya Bombardier selanjutnya. Sayangnya Tuhan memiliki jalanNya sendiri. Pada 18 Februari 1964, Bombardier menghadap Sang Pencipta di usianya yang ke 56. Ia meninggal di Sherbrooke, Quebec, Canada. Ternyata ilmu yang ia raih semasa hidupnya, diteruskan oleh penerusnya sehingga nama perusahaan ini bisa terus harum hingga kini.

Emirates Hadirkan Aplikasi Augmented Reality di Udara, Bisa Diakses dari Smartphone Android dan iOS

Layanan hiburan di dalam pesawat komersial terus berkembang pesat, bila sebelumnya in flight entertainment hanya mengacu pada mode wireline, kini ada loncatan yang lebih revolusioner lagi dengan bisa digunakannya smartphone berbasis Android dan iOS untuk menunjang hiburan di dalam kabin pesawat.

KAI Rail Clinic Telah Melayani 5.384 Orang Selama Periode Januari – Oktober 2024

Selama periode Januari hingga Oktober 2024, Rail Clinic dengan dilengkapi Rail Library  (Kereta Perpustakaan) telah mengadakan 16 Kegiatan bakti sosial dengan melayani 6.164 masyarakat.

Baca juga: KRD Bumi Geulis – Kenangan Rute Bogor-Sukabumi yang Kini Jadi Rail Clinic

Adapun dari total kunjungan tersebut terdiri dari  5.384 pengunjung mengakses layanan kesehatan dan 780 pengunjung mengakses Rail Library. Selama kegiatan tersebut, KAI juga telah memberikan 770 kacamata gratis serta 250 makanan tambahan untuk Ibu Hamil.

“Rail Clinic merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) KAI yang memberikan layanan pengobatan dasar, tindakan medis dasar dan pencegahan penyakit. Selain sebagai kereta layanan kesehatan, pada rangkaian Rail Clinic ada juga yang dirangkaikan dengan Rail Library. Pada Rail Library, terdapat perpustakaan manual dengan beragam buku bacaan anak sampai dewasa. Selain itu, tersedia juga fasilitas e-library yang dilengkapi enam buah monitor layar sentuh dengan database berbagai bacaan, video edukatif, serta lagu anak-anak,” jelas Vice President Public Relations KAI Anne Purba.

Anne menjelaskan, layanan kesehatan yang disediakan di dalam Rail Clinic tersebut meliputi pemeriksaan umum, gigi, kesehatan Ibu dan Anak, mata, labolatorium dan pelayanan obat-obatan.

Selain layanan dan tindakan kesehatan, pada program bakti sosial tersebut juga melakukan edukasi terkait pola hidup bersih dan sehat (PHBS), sosialisasi tentang penyakit Tuberkulosis, serta membagikan kacamata gratis kepada mereka yang membutuhkan. Selama tahun 2023, KAI telah mendistribusikan 378 kacamata gratis untuk masyarakat.

“Pada tahun 2023 KAI telah menjalankan 13 kegiatan bakti sosial Rail Clinic di Pulau Jawa dan Sumatera. Kegiatan tersebut menarik 5.101 masyarakat yang berada di daerah terpencil sepanjang rel kereta api untuk berkunjung untuk mengakses layanan Rail Clinic dan Rail Library,” ungkap Anne.

KAI berkomitmen untuk terus melaksanakan program Rail Clinic dan Rail Library sebagai bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam bidang kesehatan dan pendidikan, khususnya yang tinggal di daerah-daerah yang minim akses terhadap layanan kesehatan dan pendidikan.

Rail Clinic, Klinik Berjalan Diatas Rel Milik PT KAI Gratis

Taksi Terbang eVTOL CityAirbus NextGen Sukses Terbang Perdana di Jerman

eVTOL CityAirbus NextGen dari Airbus Helicopters telah menyelesaikan lepas landas pertamanya untuk memulai kampanye uji terbangnya secara resmi. CEO Airbus Helicopters Bruno Even membuat pengumuman di akun X (6/11/2024), “Saya senang untuk berbagi bahwa kampanye uji terbang #CityAirbus NextGen di Donauwörth, Jerman, telah dimulai dengan lepas landas perdana,” tulis Even.

“Terima kasih banyak kepada semua tim kami yang telah berkontribusi pada langkah penting dalam maraton Mobilitas Udara Canggih ini.”

Baca juga: CityAirbus NextGen Memulai Debutnya di Donauwörth, Terbang Perdana Akhir Tahun

CityAirbus membuka fasilitas pengujian seluas 10.700 kaki persegi di Donauwörth awal tahun ini, di lokasi yang sama tempat Airbus telah mengembangkan dan membangun helikopter utilitas ringan H135 dan H145. Perusahaan ini perlahan-lahan telah mengembangkan eVTOL baru sejak memperkenalkan prototipenya pada bulan Maret lalu. Lepas landas tanpa awak pertama ini merupakan tonggak sejarah.

Induk perusahaan Airbus adalah produsen pesawat terbang terbesar di dunia dengan program electric vertical takeoff and landing (eVTOL). Textron Aviation (induk perusahaan Cessna Citation, Beechcraft, dan merek pesawat terbang lainnya) juga sedang membangun Nexus eVTOL dengan rencana penerbangan tahun depan, dan Embraer memisahkan perusahaan rintisannya Eve Air Mobility untuk mengembangkan pesawat listriknya sendiri.

CityAirbus NextGen dengan empat penumpang dan berat dua ton ini menargetkan jangkauan 50 mil dan kecepatan jelajah 75 mph untuk menyediakan transportasi dalam kota dan regional. Pesawat ini akan memiliki lebar sayap 40 kaki. Pesawat ini tidak memiliki statistik kinerja yang sama dengan pesaing seperti Joby (jangkauan 100 mil, kecepatan maksimum 200 mph) dan Archer (50 mil, 150 mph), tetapi Airbus melihat ceruk yang kuat untuk NextGen.

Tahun lalu, Balkiz Sarihan, CEO dan kepala Urban Air Mobility (UAM) di Airbus, mengatakan eVTOL akan siap memasuki ruang udara komersial pada “paruh kedua dekade ini.” Sarihan mengatakan perusahaan “tidak terburu-buru sama sekali untuk yang satu ini.”

Joby berencana untuk menerbangkan eVTOL yang dapat menampung lima orang secara komersial pada tahun 2025, dan Archer juga berharap untuk mendapatkan sertifikasi FAA tahun depan. Pesaing dari Jerman Lilium, yang baru-baru ini memasuki proses kebangkrutan, bermaksud untuk mengoperasikan Lilium Jet pada tahun 2025 tetapi menundanya setahun, dan Volocopter mengantisipasi untuk dapat beroperasi secara komersial pada tahun 2025, meskipun baru-baru ini membuat vertiport untuk Olimpiade Paris dan menerbangkan satu penerbangan demo ke Sungai Seine di akhir pertandingan.

Airbus telah menyelesaikan prototipe pesawat listrik lainnya, termasuk Vahana dan CityAirbus Alpha, tetapi Airbus memutuskan untuk mundur dan fokus mengembangkan NextGen karena “keterbatasan” pesawat lainnya.

Saudia Pesan 50 Unit Lilium eVTOL Untuk Layani Resor Mewah dan Jamaah Haji di Mekkah

Garuda Indonesia dan Bank Mandiri Buka Travel Festival 2024 di Seoul, Shanghai dan Singapura

Garuda Indonesia bersama dengan Bank Mandiri resmi kembali menggelar Garuda Indonesia Travel Festival (GATF) 2024, mulai 13 November sampai dengan 19 November 2024 mendatang di tiga kota mancanegara yakni Seoul, Shanghai, dan Singapura dengan mengusung tema yang sama seperti penyelenggaraan GATF di 6 (enam) kota besar di Indonesia sebelumnya yaitu “UnloSingaSingack Your Next” untuk mendukung perencanaan perjalanan masyarakat melalui berbagai penawaran menarik yang dihadirkan selama periode GATF 2024.

Baca juga: Korean Fried Chicken Jadi Hidangan Utama Pelancong Asing di Luar Seoul

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menyampaikan, “Melanjutkan upaya pemenuhan animo masyarakat terhadap gelaran travel fair dengan berbagai added value layanan penerbangannya, pada tahun ini Garuda Indonesia berkesempatan untuk kembali menghadirkan penawaran menarik berskala internasional dengan menyasar wisatawan mancanegara untuk meningkatkan daya tarik kunjungan ke destinasi di Indonesia maupun bagi para diaspora yang ingin merencanakan perjalanannya kembali ke Tanah Air.”

“Adapun di GATF Internasional kali ini calon pengguna jasa berkesempatan untuk mendapatkan harga terbaik pada sejumlah rute dengan harga mulai dari di antaranya penerbangan rute Seoul-Jakarta pp KRW 484,700, Shanghai-Jakarta pp CNY 2,339, dan Singapura-Jakarta pp SGD 249 melalui pembelian langsung pada travel agent di masing-masing negara, serta dapat dilakukan pembelian secara online melalui website garuda-indonesia.com, mobile application FlyGaruda, dan online travel agent,” jelas Irfan.

Lebih lanjut, terdapat penawaran eksklusif lainnya yang dihadirkan bagi para nasabah kartu kredit Bank Mandiri melalui transaksi dengan aplikasi Livin’ Sukha yakni berupa potongan hingga KRW 100,000 untuk pembelian tiket dari keberangkatan Seoul, potongan hingga CNY 500 untuk penerbangan dari Shanghai, dan potongan hingga SGD 60 untuk penerbangan dari Singapura.

Terdapat manfaat tambahan lainnya dari Garuda Indonesia di antaranya Welcome Bonus 2024 Miles bagi calon pengguna jasa yang bergabung sebagai anggota GarudaMiles pada saat GATF Internasional berlangsung, diskon redemption award ticket hingga 25% dan diskon redemption airline partner (SkyTeam) untuk anggota GarudaMiles.

“Jelang periode peak season libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 mendatang, tentunya program GATF Internasional ini dapat memberikan preferensi dalam kenyamanan persiapan perjalanan wisata ke berbagai wisata unggulan di Indonesia yang terhubung langsung dengan jaringan penerbangan domestik Garuda Indonesia sehingga diharapkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara menuju Indonesai akan terus tumbuh selaras dengan proyeksi Pemerintah Indonesia,” tutup Irfan.