PO Agra Mas, Ternyata Bercat Warna Merah Sejak Awal Berdiri

Ketika berbicara tentang perusahaan bus papan atas di Indonesia, maka salah satu yang tak bisa dikepaskan adalah PO Agra Mas yang berdiri sejak tahun 2003 di bawah manajemen PT Anugerah Mas.

Baca juga: Agra Mas Hadirkan Double Decker Untuk Armada Bus AKAP

Ternyata cikal bakal lahirnya Perusahaan Otobus Agra Masa adalah PO Giri Indah pada tahun 1980-an. Namun, sepeninggal pendirinya, usaha tersebut dilanjutkan keturunannya dimana David yang meneruskan PO Giri Indah dan sang kakak yakni Tony mendirikan PO Agra Mas.

KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber bahwa, bus berwarna merah ini berasal dari Wonogiri dan dulu bus ini jumlahnya cukup banyak untuk bisa ditemui di beberapa terminal besar Jabodetabek. Meski pendirinya merupakan anak pemilik PO Giri Indah, tetapi PO Agra Mas sendiri tidak ada sangkut paut bahkan sisa-sisa dari Giri Indah sama sekali tidak ada alias memulai semuanya nari nol.

Bus Agra Mas pertama kali berbentuk kotak eks bus milik Jepang

Agra Mas sendiri melayani trayek angkutan umum dari berbagai jurusan sewilayah Jabodetabek, AKAP dengan bus malamnya dan pariwisata. Awalnya armada PO Agra Mas menggunakan mesin-mesin dari Hino, Mercedes dan Isuzu yang ciri khas dengan bus berbodi kotak bekas Jepang yang diimpor ke Indonesia.

Meski bus-bus ini tua, namun kualitas dan kenyamanan yang diberikan masa itu masih terbilang jempolan. Apalagi dengan membuat larangan bagi pedagang asongan dan pengamen ikut naik dalam bus tersebut.

Dengan adanya aturan tersebut, banyak penumpang yang mulai mempercayakan perjalanan mereka dengan Agra Mas karena kenyamanan itu. Hingga akhirnya tahun 2012-2013 Agra Mas merambah rute AKAP yang menjangkau ke Pacitan di Jawa Timur.

Setelah semakin berkembang, Agra Mas sendiri kemudian membentuk divisi pariwisata dengan armada, crew dan fasilitas yang bebeda dengan armada reguler. Untuk pariwisata ini, Agra Mas menggunakan merek baru yakni Agra Icon Tour Bus.

Berikut ini rute baik yang hanya antar kota maupun yang juga antar provinsi yang dimiliki PO Agra Mas.

Trayek Reguler Antar Kota
Karawang-Kp Rambutan-Bogor
Tanjung Priok-Bogor
Cikarang-Pasar Rebo-Bogor
Lebak Bulus-Bogor
Cikampek-Jatibening-Tanjung Priok
Cikarang-Kp Rambutan-Pasar Rebo-Veteran-BSD-Poris Plawad Tangerang
Bekasi Timur-Jatiasih-Lenteng Agung-Veteran-BSD-Poris Plawad Tangerang
Karawang-Jatibening-Tanjung Priok
Cibinong-Cibubur-Trakindo-Veteran-BSD-Poris Plawad Tangerang
PGC Cililitan-Bandara Soekarno Hatta

Trayek Reguler Antar Kota Antar Provinsi
Tanjung Priok-Solo-Wonogiri-Pacitan
Pluit-Solo-Wonogiri-Purwantoro
Sumber Arta-Solo-Wonogiri-Purwantoro
Pinangranti-Solo-Wonogiri-Purwantoro
Tangerang/Psr Kemis-Solo-Wonogiri-Purwantoro
Tangerang/Pasar Kemis-Solo-Ngawi-Madiun-Ponorogo
Tangerang/Pasar Kemis-Pacitan
Tangerang/Pasar Kemis-Pracimantoro-Giribelah
Bekasi-Solo-Wonogiri-Purwantoro
Karawang-Solo-Wonogiri-Purwantoro
Karawang-Solo-Wonogiri-Pacitan
Ciledug-Lebak Bulus-Pinang Ranti-Solo-Wonogiri-Pracimantoro
Ciledug-Baturetno-Pacitan
Ciledug-Pracimantoro-Giribelah
Bogor-Solo-Prambanan
Bogor-Solo-Ngawi-Madiun-Ponorogo
Bogor-Solo-Wonogiri -Purwantoro
Bogor-Pacitan

Baca juga: 50 Tahun Berdiri, PO Nusantara Rilis Bus Buatan Karoserinya Sendiri

Untuk bus AKAP Agra Mas menghadirkan layanan kelas VIP dan Eksekutif yag diperkuat dengan mesin dan sasis keluaran Mercedes-Benz (1521, 1526, 1626 dan 1836), Hino (RG, RK8, dan RN285) serta bodi terbaru dari karoseri besar di Indonesia yakni Adi Putro. Bahkan di awal tahun 2018 ini, PO Agra Mas menghadirkan bus double decker yang menggunakan Scania K410IB dengan pembagian dua kelas yakni super eksekutif dan eksekutif.

Train Attendant LRT Jabodebek, “Siap Ambil Alih Peran Masinis dalam Situasi Tertentu”

LRT Jabodebek, sebagai layanan transportasi massal berbasis rel pertama di Indonesia yang beroperasi secara otomatis tanpa masinis, terus berinovasi untuk menghadirkan pengalaman perjalanan terbaik bagi para penumpang. Di balik keandalan dan keamanan perjalanan otomatis ini, peran Train Attendant tetap menjadi kunci penting.

Baca juga: Tak Kenal Maka Tak Sayang, Yuk Kenali Sosok Train Attendant PT KAI

Dalam semangat Hari Sumpah Pemuda ke-96, kehadiran Train Attendant merupakan simbol dedikasi dan semangat generasi muda Indonesia yang berkomitmen dalam memberikan pelayanan unggul kepada masyarakat. Mereka adalah wujud nyata pemuda Indonesia yang terus bergerak maju, menghadapi tantangan, dan memberikan yang terbaik di sektor transportasi publik.

Manager Public Relations LRT Jabodebek, Mahendro Trang Bawono, menyampaikan bahwa kehadiran Train Attendant sangat krusial dalam menjaga kenyamanan dan keamanan penumpang. Walaupun LRT Jabodebek beroperasi secara otomatis, kehadiran Train Attendant memberikan sentuhan manusiawi yang tak tergantikan oleh teknologi. Lantas, siapa mereka dan apa peran penting yang mereka jalankan dalam menjaga kenyamanan penumpang setiap hari?

LRT Jabodebek berkomitmen untuk terus menjaga standar layanan dan keamanan tertinggi bagi setiap pengguna. Untuk memastikan hal tersebut, peran Train Attendant telah ditetapkan dengan ketentuan khusus yang memperhatikan segala aspek keselamatan dan kenyamanan penumpang sesuai peraturan yang berlaku.

Sebagaimana diatur dalam Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP 765 Tahun 2017 tentang Kriteria Desain LRT Jabodebek, Train Attendant memiliki dua peran utama yakni memastikan pengawasan terhadap penumpang selama operasional, serta penanganan situasi darurat di kereta.

LRT Jabodebek memiliki 122 Train Attendant bersertifikasi yang siap melayani kebutuhan penumpang. Sebagai bagian dari sistem transportasi yang sepenuhnya otomatis, para Train Attendant siap mengambil alih peran masinis dalam situasi tertentu serta menjalankan operasi manual jika diperlukan. Train Attendant LRT Jabodebek telah dilatih secara profesional untuk mengoperasikan kereta, memberikan bantuan langsung kepada penumpang, dan menangani situasi darurat agar perjalanan tetap lancar dan nyaman.

“Proses menjadi Train Attendant berbeda dengan menjadi masinis. Calon Train Attendant menjalani pelatihan intensif yang mencakup operasi sarana dan prasarana, serta pelatihan khusus terkait Rule Book dan SOP LRT Jabodebek. Pelatihan ini meliputi teori, praktik, dan studi kasus yang berlangsung selama enam bulan. Setelah menyelesaikan pelatihan, para kandidat harus mengikuti ujian sertifikasi dan, jika lulus, mereka resmi menjadi Train Attendant,” ujar Mahendro.

Untuk memastikan kualitas tinggi pada seluruh Train Attendant LRT Jabodebek, kualifikasi mereka merujuk pada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 4 Tahun 2017 yang telah diubah melalui Peraturan Menteri Nomor 18 Tahun 2023 tentang Sertifikasi Kecakapan Awak Sarana Perkeretaapian. Berdasarkan peraturan tersebut, calon Train Attendant harus memenuhi syarat kesehatan jasmani dan rohani serta tidak menderita buta warna.

Tak Ada Masinis, PT KAI Siapkan Train Attendant di LRT Jabodebek

Sertifikasi Train Attendant ditetapkan sebagai ASP (Awak Sarana Perkeretaapian) otomatis, berbeda dengan ASP manual. Sesuai dengan standar internasional untuk operasi GoA3, Train Attendant tetap diperlukan di dalam kereta meskipun operasionalnya otomatis, untuk mengambil alih kendali jika terjadi keadaan darurat atau gangguan.

Train Attendant bertanggung jawab memastikan kelancaran seluruh aspek operasional LRT Jabodebek. Selain memberikan informasi dan membantu penumpang, mereka berperan penting dalam memastikan kenyamanan semua penumpang, termasuk memberikan perhatian khusus kepada penumpang prioritas seperti ibu hamil, lansia, dan penyandang disabilitas. Dalam situasi darurat, Train Attendant siap mengoperasikan kereta secara manual untuk menjaga keselamatan seluruh penumpang.

KA Perintis Sulawesi Selatan Raih Ketepatan Waktu Berangkat dan Kedatangan di Atas 90 Persen

PT KAI diberikan kepercayaan dalam mengoperasikan Kereta Api Perintis di Sulawesi Selatan. Operasional Kereta api ini melayani 2 rute perjalanan yaitu Stasiun Mandai hingga Stasiun Garongkong /pp dengan jarak tempuh 82 km dan Stasiun Mangilu hingga Stasiun Garongkong /PP dengan jarak tempuh 58 km.

Baca juga: Wujudkan Kereta Cepat Indonesia, INKA Kolaborasi dengan BPPT

“Saat ini terdapat 53 orang personil yang mendukung operasional KA Perintis Sulawesi Selatan, dengan rincian 23 orang dari KAI dan 30 orang dari PT Sulsel Citra Indonesia (Perseroda). KAI dan PT SCI bersama-sama membentuk konsorsium untuk memastikan kelancaran operasional kereta api pertama di Pulau Sulawesi ini,” ungkap Anne Purba, VP Public Relations KAI.

Anne menjelaskan bahwa saat ini telah tersedia dua sarana kereta jenis Kereta Rel Diesel Elektrik (KRDE), dengan enam perjalanan KA per hari. Kereta ini melayani 11 stasiun, yaitu Mandai, Maros, Ramang-ramang, Pangkajene, Mangilu, Labakkang, Ma’rang, Mandalle, Tanete Rilau, Barru, dan Garongkong.

“Dari Januari hingga September 2024, telah tercatat 1.830 perjalanan kereta api dengan tingkat ketepatan waktu berangkat mencapai 93% dan kedatangan 94%. Ini tentunya menjadi awal yang baik untuk pengoperasian kereta api pertama yang hadir di Pulau Sulawesi,” tambah Anne.

KAI dan PT SCI berkomitmen untuk memastikan masyarakat Sulawesi dapat menikmati transportasi kereta api yang aman, nyaman, dan tepat waktu. Rencananya, rute kereta akan diperpanjang hingga Pare-Pare dengan jarak sekitar 142 km.

“KAI akan terus menjalin kolaborasi dengan pemerintah, pemerintah daerah, perusahaan daerah, serta stakeholder terkait untuk menjamin kelancaran pengoperasian proyek strategis nasional ini. Kami akan menerapkan standar keselamatan dan kenyamanan yang tinggi agar setiap perjalanan aman dan menyenangkan,” ungkap Anne.

“Hadirnya KA Sulsel ini, juga merupakan bentuk dukungan KAI terhadap program pemerintah untuk menghadirkan infrastruktur modern yang merata di seluruh wilayah Indonesia, termasuk daerah terpencil. Dengan konektivitas yang lebih baik, masyarakat dapat lebih terhubung satu sama lain serta mendorong pertumbuhan sosial dan budaya yang jauh lebih harmonis,” tutup Anne.

Jalur Kereta Api Makassar – Parepare Dibangun, Kira – kira Apa Manfaatnya, ya?

 

Ide Kreatif, Perusahaan Alat Rumah Tangga Ubah Pintu Masuk Terowongan dengan Ilusi Iklan “Vacuum Cleaner”

Ini adalah salah satu ide berpromosi yang tergolong kreatif dan belum pernah terpikirkan sebelumnya. Miele, manufaktur peralatan rumah tangga kelas atas asal Jerman, belum lama ini mulai melakukan promosi pada produk penghisap debu (vacuum cleaner) atas produk Miele S8.

Baca juga: Fehmarnbelt, Jadi Terowongan Terdalam dan Terpanjang di Dunia, Hubungkan Jerman dan Denmark

Yang dilukan Miele adalah membuat papan reklama digital yang ditempatkan secara cerdik di atas pintu masuk terowongan terkenal di Slovakia. Berkat strategi visual yang cerdas, papan reklame dibuat dengan konsep “daya hisap monster” untuk vacuum cleaner, mengubah pintu terowongan menjadi pipa Miele S8 dengan mobil dan truk yang masuk, seperti terlihat tersedot ke dalam terowongan sehingga menciptakan ilusi iklan luar ruang yang hebat.

Video tersebut menjadi viral dengan pemirsa yang memuji ide tersebut dan mendiskusikan apakah itu nyata atau tidak. Yang menarik untuk dicatat adalah bagaimana ide tanpa biaya tersebut secara efektif mengomunikasikan manfaat produk tersebut.

Terowongan jalan raya utama di Slovakia terutama terdapat di wilayah pegunungan Carpathian dan area dataran tinggi lainnya. Wilayah-wilayah ini membutuhkan terowongan untuk memperlancar arus lalu lintas, terutama di jalan raya yang melintasi area pegunungan. Terowongan yang terkenal antara lain Terowongan Branisko dan Terowongan Čebrať.

Dalam beberapa tahun terakhir, Slovakia berupaya meningkatkan infrastrukturnya, termasuk menambah terowongan di jaringan jalan raya D1, yang merupakan rute utama di Slovakia dan menghubungkan kota-kota besar seperti Bratislava dan Košice.

Sasaksaat – Inilah Terowongan Kereta dengan Waktu Pembangunan Paling Lama di Indonesia

Hari Ini, 52 Tahun Lalu, Airbus A300 Pesawat Jet Widebody Twin Engine Pertama di Dunia Terbang Perdana

Pada hari ini, 52 hari tahun lalu, bertepatan dengan 28 Oktober 1972, pesawat jet widebody twin engine (dua mesin) pertama di dunia, Airbus A300, sukses terbang perdana. Hadirnya pesawat ini bukan hanya mengubah tren industri penerbangan dunia, tetapi juga menjadi ancaman untuk Boeing, yang ketika itu menjadi raksasa manufaktur pesawat tanpa ada yang bisa menyainginya.

Baca juga: Sejarah Pesawat Airbus A300, Dari Proses Penamaan Hingga Sumbangsih Dirut Garuda Indonesia

Dilansir laman resmi perusahaan, proyek pengembangan A300 muncul setelah konsorsium Britania, Perancis, dan Jerman sepakat mendirikan manufaktur pesawat Eropa, Airbus Industrie pada tanggal 18 Desember 1969. Sebelum resmi didirikan serangkaian pertemuan dan transfer teknologi terhadap proyek pesawat pertama mereka sudah dilakukan sejak tahun 1967.

Setelah Airbus Industrie didirikan, masalah tak lantas usai. Justru semakin besar. Di tahun 1968-1969, sederet masalah dan perselisihan terjadi. Kencangnya perselisihan bahkan sampai mengancam pembatalan proyek pesawat pertama Airbus.

Ketika itu, Airbus galau karena keinginan mereka untuk membuat pesawat widebody mesin ganda pertama di dunia dengan daya tampung sebanyak 300 penumpang ditolak oleh Rolls-Royce.

Perusahaan yang memproduksi mesin pesawat ini mengaku kewalahan untuk melakukan pengembangan mesin dengan daya angkut sebanyak itu. Ditambah, perusahaan asal Inggris ini tengah mendapat banyak pesanan dari maskapai Amerika Serikat (AS).

Airbus sebetulnya cukup tertantang untuk merealisasikannya, mengingat saat itu, mayoritas pesawat widebody kompetitor dibekali dengan empat atau tiga mesin, seperti Boeing 707 dan Lockheed L-1011 TriStar.

Sempat galau, Airbus pun putar otak. Setelah mengkaji ulang, mereka menemukan fakta bahwa tidak banyak maskapai yang menginginkan daya tampung sebesar itu.

Dimensi pesawat akhirnya pun direvisi menjadi lebih pendek 5,62 meter dan hanya membawa 260 penumpang. Dengan daya tampung sebesar itu, Airbus bisa dengan mudah memilih mesin-mesin pesawat yang sudah ada, seperti RB211, Pratt dan Whitney JT9 atau General Electric CF6.

Akan tetapi, kegalauan Airbus belum berakhir. Jika sesuai dengan filosofi, itu berarti pesawat widebody dengan mesin ganda pertama di dunia ini harusnya menjadi Airbus A250. Namun, penamaan tersebut dinilai kurang terdengar pas di telinga.

Akhirnya pesawat tetap disebut A300B. Tambahan “B” menandakan bahwa pesawat itu merupakan bentuk atau prototipe kedua dari desain awal (prototipe pertama). Prototipe kedua ini terbang perdana pada 5 Februari 1973.

Setahun sebelumnya, prototipe pertama yang penuh dengan perdebatan berhasil terbang perdana pada 28 Oktober 1972. Ketika itu, pesawat yang diklaim sebagai widebody twin aisle (dua lorong) pertama di dunia tersebut lepas landas dari Bandara Internasional Toulouse–Blagnac dan keliling langit kota itu selama satu jam 25 menit.

Baca juga: Ada Kisah Antara Wiweko Soepono dan Airbus A300B4 Garuda Indonesia

Air France menjadi maskapai pertama yang mengoperasikan Airbus A300. Sejak saat itu, A300 terus populer dan digunakan oleh banyak maskapai di seluruh dunia. Sejak diproduksi antara tahun 1971–2007, setidaknya sudah 561 unit A300 dibangun.

Sampai saat ini, keluarga A300/A310 200 dari 650 pesawat di antaranya masih aktif beroperasi bersama 80 maskapai di dunia. Disebutkan, keluarga pesawat itu akan terus terbang setidaknya sampai tahun 2025 mendatang.

Heboh Program Pilihan Kursi Penerbangan (Selection Seat), Ini Penjelasan Resmi Garuda Indonesia

Sehubungan dengan informasi yang mengemuka tentang “Selection Seat” yaitu program promosional khusus bagi masyarakat yang ingin merencanakan perjalanan lebih awal khususnya dengan pemilihan kursi/seat penerbangan, Garuda Indonesia menyampaikan bahwa program tersebut merupakan bagian dari inisiatif baru yang dilaksanakan Garuda Indonesia, dengan memperkenalkan ragam fleksibilitas bernilai tambah guna memenuhi preferensi masyarakat akan pilihan kursi/seat penerbangan sedini mungkin.

Baca juga: Tips – Pilah Pilih Posisi Kursi Terbaik dalam Penerbangan di Kelas Ekonomi

Program “Seat Selection” rencananya mulai diimplementasikan pada 26 Oktober 2024 mendatang, dan saat ini terus kami komunikasikan secara intensif bersama stakeholder guna memastikan aspek pemenuhan ketentuan regulasi operasional dan safety dapat terpenuhi secara optimal dan komprehensif.

Melalui inisiatif baru ini, para pengguna jasa khususnya untuk pemegang tiket Eco Promo dan Eco Affordable berkesempatan untuk memilih kursi favorit baik dengan legroom lebih luas di area first row dan kursi di baris pintu darurat (emergency exit row); selain itu, pemegang tiket Eco Promo juga dapat memilih preferensi kursinya di Regular Seat dengan biaya tambahan yang terjangkau, yakni mulai dari Rp85 ribu untuk pemesanan Regular Seat dan mulai dari Rp199 ribu untuk pemesanan Extra Legroom Seat.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menjelaskan, “Kami memahami momen menikmati waktu perjalanan Anda bersama keluarga, orang terdekat serta beragam rangkaian perjalanan Anda dengan menggunakan layanan penerbangan Garuda Indonesia menjadi sebuah momen yang selalu dinantikan. Oleh karenanya, dengan preferensi yang semakin beragam dalam merencanakan pengalaman penerbangan, kami terus menghadirkan berbagai nilai tambah layanan penerbangan bagi Anda dalam merencanakan perjalanan bersama Garuda Indonesia. Nilai tambah tersebut yang kami hadirkan melalui fleksibilitas pilihan kursi penerbangan favorit penumpang yang dapat dipilih jauh jauh hari sebelum proses check-in dilakukan,” jelas Irfan.

Irfan menambahkan, “Dapat kami pastikan dengan diperkenalkan program ini, kesempatan untuk melakukan pemilihan kursi penerbangan tanpa dikenakan biaya masih tetap dapat diakses ketika waktu proses check-in berlangsung, yang dalam hal ini 48 jam sebelum jadwal keberangkatan penerbangan. Adapun bagi para pengguna jasa kelas ekonomi yang tergabung ke dalam keanggotaan GarudaMiles Platinum, SkyTeam Elite Plus, maupun pemegang tiket kelas Eco Comfort dapat memilih kursi pilihan tanpa tambahan biaya apapun.”

Singapore Airlines Naikkan Biaya Pemilihan Kursi di Kelas Ekonomi dan Ekonomi Premium

Hari ini 33 Tahun Lalu, Airbus A340 Terbang Perdana – Ikon Penerbangan Jarak Jauh Lufthansa dan Air France Dekade 90-an

Hari ini 33 tahun lalu, bertepatan dengan 25 Oktober 1991, menjadi momen bersejarah bagi Airbus, yakni dengan penerbangan perdana (first flight) A340.Penerbangan perdana Airbus A340 berlangsung di fasilitas Airbus di Bandara Toulouse-Blagnac, Perancis. A340 adalah pesawat jet berbadan lebar bermesin empat yang dirancang untuk penerbangan jarak jauh. Pesawat ini dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan maskapai yang mencari pesawat dengan jangkauan lebih jauh namun tetap efisien.

Penerbangan pertama A340 berlangsung selama sekitar 5 jam 20 menit, dengan tujuan utama menguji kemampuan dan performa dasar pesawat, termasuk sistem avionik, mesin, dan kontrol penerbangan. Selama penerbangan, para insinyur melakukan serangkaian uji coba untuk memantau stabilitas, kecepatan, dan konsumsi bahan bakar, yang bertujuan memastikan kelaikan pesawat dalam pengoperasian jarak jauh di berbagai kondisi penerbangan.

Baca juga: A340-500 Pensiun, Kini Rute Jarak Jauh Non-stop Singapore Airlines ke AS Gunakan A350-900ULR

Airbus A340 kemudian menjadi populer di kalangan maskapai penerbangan internasional karena jangkauannya yang panjang, memungkinkan perjalanan lintas samudra tanpa henti, meskipun akhirnya digantikan oleh pesawat berbadan lebar bermesin ganda yang lebih efisien.

Operator pertama atau maskapai pertama yang menggunakan Airbus A340 adalah Lufthansa dari Jerman dan Air France dari Perancis. Kedua maskapai ini menerima pengiriman pertama A340 pada tahun 1993, setelah uji penerbangan dan sertifikasi pesawat selesai.

Lufthansa dan Air France memilih A340 untuk melayani rute jarak jauh karena pesawat ini mampu terbang non-stop pada rute lintas benua dengan kapasitas penumpang yang besar.

Airbus A340 memiliki beberapa ciri khas yang membedakannya dari pesawat komersial lain pada masanya, terutama dalam hal kemampuan penerbangan jarak jauh dan keandalan operasional. Berikut adalah beberapa kemampuan dan ciri khas utama A340:

1. Empat Mesin Turbofan
A340 memiliki konfigurasi mesin empat (quadjet) yang dirancang untuk penerbangan jarak jauh di atas samudra atau wilayah terpencil. Ini memungkinkan A340 untuk terbang tanpa keterbatasan regulasi ETOPS (Extended-range Twin-engine Operational Performance Standards) yang membatasi pesawat bermesin dua.

Menjawab Penasaran! Inilah Alasan Mengapa Mesin Airbus A340 Terlihat Lebih Kecil

2. Jangkauan Ekstra Panjang
Dengan kapasitas bahan bakar yang besar dan efisiensi desain, A340 dapat menempuh penerbangan jarak jauh non-stop, cocok untuk rute-rute panjang seperti Eropa ke Australia atau Asia ke Amerika Utara. Varian A340-500, misalnya, memiliki jangkauan hingga sekitar 16.670 km, menjadikannya salah satu pesawat dengan jangkauan terpanjang pada masanya.

3. Desain Sayap yang Optimal
Sayap A340 dirancang dengan aspek rasio yang tinggi untuk efisiensi aerodinamika, yang membantu meningkatkan kinerja di ketinggian jelajah serta mengurangi konsumsi bahan bakar pada penerbangan jarak jauh.

4. Stabilitas pada Kecepatan Jelajah
A340 terkenal dengan stabilitasnya pada kecepatan jelajah tinggi. Pesawat ini dapat mencapai kecepatan jelajah sekitar Mach 0.82 hingga Mach 0.86, memungkinkan maskapai untuk menghemat waktu pada rute yang sangat panjang.

5. Kapasitas Penumpang dan Kargo
A340 dapat membawa sekitar 260–440 penumpang tergantung pada konfigurasi dan variannya, serta memiliki ruang kargo yang luas, menjadikannya pesawat yang serbaguna untuk angkutan penumpang dan kargo pada rute-rute yang jauh.

Setelah Airbus A340, Boeing 787 Dreamliner Jadi Pesawat Berbadan Lebar Kedua yang Mendarat di Antartika

6. Keandalan dan Redundansi Operasional
Dengan empat mesin, A340 memberikan keamanan tambahan pada rute-rute terpencil dan lintas samudra karena mampu terus terbang bahkan jika terjadi kegagalan pada salah satu mesin.

Meskipun memiliki banyak keunggulan, A340 akhirnya menghadapi persaingan dari pesawat bermesin ganda yang lebih efisien, seperti Boeing 777 dan Airbus A350, yang memiliki jangkauan panjang dengan biaya operasional yang lebih rendah.

Bagi Kamu yang Mau Melancong ke Thailand, Ada “Pajak Perjalanan” Mulai Berlaku di Pertengahan 2025

“Biaya pendaratan (landing fee)” di Thailand yang sangat kontroversial telah berganti nama menjadi “pajak perjalanan (travelling tax)” dan akan berlaku mulai sekitar pertengahan tahun 2025, dimulai dengan kedatangan melalui udara. Hal tersebut diungkapkan oleh Kementerian Pariwisata dan Olahraga Thailand, seperti dikutip dari Asianews Network.

Baca juga: Thailand Akan Menutup Duty Free Shops di Bandara Internasional

Menteri Pariwisata Thailand Sorawong Thienthong mengatakan pada hari Rabu bahwa pajak baru akan diserahkan kepada Kabinet untuk disetujui dalam kuartal pertama tahun depan. Setelah disetujui, pajak akan mulai berlaku dalam enam bulan, atau sekitar pertengahan 2025, katanya, seraya menambahkan bahwa pajak akan dikenakan kepada mereka yang tiba melalui udara pada tahap pertama.

“Kha Yeap Pan Din” (biaya untuk menginjakkan kaki di tanah Thailand) uga dikenal sebagai “biaya pendaratan”, pada prinsipnya disetujui oleh Kabinet pada bulan Februari tahun lalu. Pemerintah berencana mengenakan pajak sebesar 300 baht ($8,88) bagi warga negara asing yang datang melalui udara dan 150 baht ($4,44) bagi mereka yang datang melalui darat atau laut.

Menteri tersebut mengatakan uang yang diperoleh akan digunakan untuk membeli asuransi bagi warga negara asing dan sisanya akan ditambahkan ke dana pengembangan pariwisata. Dana tersebut akan mendukung peningkatan objek wisata, termasuk pembangunan fasilitas bagi penyandang disabilitas dan toilet bagi wisatawan.

Sorawong mengatakan kementerian sedang mengerjakan aplikasi yang akan digunakan untuk memungut pajak, yang akan dihubungkan ke sistem Bank Krungthai. Jumlah pertanggungan asuransi saat ini akan tetap sama, yaitu tidak lebih dari 60 baht dari pajak perjalanan sebesar 300 baht per orang.

Pembayaran asuransi jika terjadi kematian ditetapkan sebesar 1 juta baht, dan maksimum 500.000 baht untuk cedera. Jumlah ini di luar asuransi yang dibeli sendiri oleh wisatawan asing. Asuransi berdasarkan pajak perjalanan baru akan mencakup masa tinggal di Thailand tidak lebih dari 30 hari, yang berlaku untuk sekitar 87% kedatangan asing, katanya.

Sorawong menambahkan bahwa setelah tahap pertama, Kabinet dapat mempertimbangkan untuk menyesuaikan pajak untuk kedatangan melalui jalur darat dan laut dengan tarif yang sama seperti untuk pelancong udara guna menghindari tuduhan perlakuan yang tidak setara.

Ia menambahkan bahwa pajak perjalanan tidak akan dikenakan pada pedagang lintas batas, yang perlu menunjukkan izin perbatasan saat menyeberang ke dan dari negara tetangga.

Ikuti Jepang, Mulai 2020 Perancis Kenakan “Pajak Keberangkatan” untuk Semua Penerbangan

Hari Ini 17 Tahun Lalu, Singapore Airlines Jadi Maskapai Pertama Operasikan Airbus A380

Pada hari ini 17 tahun lalu, bertepatan dengan 25 Oktober 2007, Singapore Airlines (SQ) menjadi maskapai pertama di dunia yang mengoperasikan Airbus A380. Bersama SQ, pesawat komersial terbesar di dunia dengan nomor registrasi 9V-SKA itu terbang ke Sydney dengan kondisi seluruh kursi terisi penuh.

Baca juga: Orang Berpengaruh di Airbus Sebut (Dibohongi Soal) Mesin Jadi Sebab Kegagalan A380

Dilansir airwaysmag.com, sejak diluncurkan ke publik untuk pertama kalinya pada 18 Januari 2005 di Toulouse, Perancis, pamor Airbus A380 terus meningkat. Pesawat yang menghabiskan biaya Rp163 triliun untuk pengembangan itu disebut pesawat masa depan.

Dihadapan sekitar 5.000 tamu, Perdana Menteri Inggris, Tony Blair, memuji A380 sebagai pesawat yang paling menarik di dunia. Ia juga menyebut pesawat itu menandai “tingkat kerja sama antar negara yang belum pernah terjadi sebelumnya”, dan akan “mengubah cara kita bepergian”.

Tak lupa, ia juga memuji pesawat yang mampu menampung lebih dari 550 penumpang itu sebagai pesawat yang ramah lingkungan karena sejak awal pengembangannya sebisa mungkin meminimalisir dampaknya terhadap lingkungan.

Singapore Airlines Airbus A380. Sumber: traveltradejournal.com

Sementara itu, Presiden Perancis, Jacques Chirac, bahwa Airbus A380 adalah “Penerbangan yang sesungguhnya” dan debutnya di jagat penerbangan global didedikasikan untuk semua berikut seluruh perasaan dan kebanggaan.

Setelah diperkenalkan, tiga bulan kemudian, prototipe A380 dengan registrasi F-WWOW itu melakukan penerbangan perdana (first maiden) di langit Kota Toulouse, Perancis, pada 27 April 2005. Penerbangan dipimpin langsung oleh Jacques Rosay, kepala pilot penguji Airbus, dibantu enam awak.

Pesawat lepas landas dari Toulouse pada 10.29 waktu setempat dan mengudara selama hampir empat jam. Selama waktu ini, F-WWOW berhasil memenuhi semua tujuan utama uji terbang. Tiga jam 54 menit kemudian, pesawat mendarat di Toulouse pada 14.23. Kedatangannya disambut meriah oleh jurnalis, avgeeks, dan bahkan masyarakat pada umumnya.

Baca juga: Hari ini, 17 Tahun Lalu, Airbus A380 Sukses Terbang Perdana

Usai sukses melakukan penerbangan perdana, Jacques Rosay mengaku puas dengan performa pesawat. Terutama ketika climbing tak lama setelah lepas landas. “Dalam beberapa menit pertama penerbangan, kami terkesan dengan kemudahan handling pesawat,” ujarnya.

Mendengar keterangan dari Jacques, Airbus begitu optimis dan memasang target setahun setelahnya atau pada tahun 2006. Sayangnya, itu meleset. Alih-alih memasuki tahun layanan perdana, Airbus justru memilih menerbangkan A380 lainnya dengan nomor seri pabrikan 003 pada 7 Mei 2006. Pesawat inilah yang pada akhirnya resmi diterima Singapore Airlines pada 15 Oktober 2007 untuk pertama kalinya di dunia.

10 hari kemudian, pesawat dengan registrasi 9V-SKA itu pun menjalani penerbangan komersial perdana ke Sydney, Australia. Jauh sebelum itu, Singapura telah menjual tiket penerbangan komersial perdana A380 ke publik.

Meski penerbangan SQ380 berstatus sebagai penerbangan komersial, namun, tiket yang dijual seluruhnya disumbangkan ke tiga badan amal di Australia. Tiket kelas ekonomi dijual US$560 dan tike suit first class dijual US$1,380. Walau tergolong mahal untuk ukuran saat itu, tetapi publik begitu antusias dan seluruh kursi terisi penuh.

CEO Singapore Airlines saat itu, Chew Choon Seng, menyebutkan bahwa Airbus A380 sebagai “ratu baru langit” seolah mengkudeta “ratu langit” sebelumnya yang disandang Boeing 747. Seng juga menyebut bahwa A380 sebagai “pesawat untuk hari ini dan besok” menunjukkan rasa optimisnya kepada pesawat yang dipesan oleh SQ sebanyak 25 unit itu.

Baca juga: Hari Ini, 17 Tahun Lalu, Airbus A380 Resmi Diluncurkan dan Bikin Airbus Rugi Besar!

10 tahun kemudian, tepatnya 25 Agustus 2017, pesawat pertama A380 pertama yang memasuki layanan komersial di dunia bersama SQ, 9V-SKA, harus menjalani penerbangan terakhir sebelum pensiun dan dikembalikan ke lessor pada 5 Desember 2017, menjadikannya sebagai A380 pertama yang pensiun.

Beberapa tahun kemudian, tepatnya pada Februari 2019, Airbus mengumumkan menyetop produksi A380 dengan angka penjualan akhir diperkirakan mencapai 242 unit, sedikit dari target minimum penjualan untuk mencapai break even di angka 250 unit pesawat, atau jauh dari target penjualan 750 unit.

Air India dan Singapore Airlines Perkuat 51 Destinasi Baru dengan Perjanjian Codeshare

Air India dan Singapore Airlines (SIA) telah menyepakati untuk memperluas perjanjian codeshare mereka secara signifikan, dengan menambahkan 11 kota di India dan 40 destinasi internasional lainnya ke dalam jaringan mereka. Ini merupakan perluasan perjanjian codeshare yang ekstensif antara kedua maskapai sejak 2010, menawarkan lebih banyak pilihan perjalanan bagi pelanggan antara Singapura dan India, serta ke berbagai destinasi global lainnya.

Baca juga: Air India Luncurkan Seragam Baru untuk Pilot dan Awak Kabin, Padukan Esensi Budaya dan Tradisi India

Mulai 27 Oktober 2024, Air India dan SIA akan menerapkan codeshare pada penerbangan masing-masing antara Singapura dan kota-kota India seperti Bengaluru dan Chennai. Hal ini akan meningkatkan total layanan codeshare berjadwal mingguan antara kedua negara menjadi 56 penerbangan dari sebelumnya 14 penerbangan.

SIA akan melakukan codeshare pada penerbangan domestik Air India yang menghubungkan Delhi dengan Amritsar, Bengaluru, Coimbatore, Lucknow, dan Varanasi, serta Mumbai dengan Ahmedabad, Amritsar, Bengaluru, Coimbatore, Goa, Jaipur, Kolkata, Lucknow, dan Thiruvananthapuram, Selain itu, penerbangan antara Kolkata dan Guwahati juga termasuk dalam perjanjian codeshare tersebut.

Pelanggan Air India akan akan memiliki akses ke 29 destinasi di jaringan SIA. Destinasi tersebut mencakup Adelaide, Brisbane, Cairns, Darwin, Melbourne, Perth, dan Sydney (Australia), Bandar Seri Begawan (Brunei), Phnom Penh dan Siem Reap (Kamboja), Denpasar, Jakarta, Medan, dan Surabaya (Indonesia), Fukuoka, Nagoya, Osaka, Tokyo-Haneda, dan Tokyo-Narita (Jepang), Busan dan Seoul (Korea Selatan), Kuala Lumpur dan Penang (Malaysia), Auckland (Selandia Baru), Cebu dan Manila (Filipina), serta Danang, Hanoi, dan Kota Ho Chi Minh (Vietnam). Perjanjian codeshare ini juga mencakup rute yang sudah ada ke Kuala Lumpur.

Pelanggan SIA juga akan dapat terhubung ke layanan internasional Air India dari Bengaluru, Delhi, dan Mumbai ke 12 destinasi di seluruh Eropa, Timur Tengah, dan Afrika. Destinasi tersebut mencakup Kopenhagen (Denmark), Paris (Prancis), Frankfurt (Jerman), Milan (Italia), Nairobi (Kenya), Amsterdam (Belanda), Jeddah dan Riyadh (Arab Saudi), Kolombo (Sri Lanka), serta Birmingham, London-Gatwick, dan London-Heathrow (Inggris).

Kedua maskapai berencana secara bertahap menambahkan lebih banyak destinasi dalam jaringan mereka ke dalam perjanjian codeshare ini.

Air India Umumkan Pesanan 250 Unit Pesawat Airbus, Paket Komplit Narrow dan Wide Body