Apa yang Dilakukan Pilot Jika Ada Ancaman Pembajakan di Pesawat? Berikut Ulasannya

Pembajakan pesawat sudah berkali-kali terjadi sepanjang sejarah. Evaluasi demi evaluasi pun terus dilakukan demi mencegah pembajakan pesawat kembali terulang. Salah satunya standar operasional prosedur pilot. Tak dipungkiri lagi, setiap pembajakan pesawat, pasti hal yang pertama diincar adalah kokpit. Tujuannya agar bisa mengusasi pesawat.

Baca juga: Bagaimana Cara Kerja Pintu Kokpit Cegah Pembajakan? Berikut Ulasannya 

Dilansir Livemint, saat pilot mengetahui ada ancaman atau terjadi pembajakan saat dalam penerbangan, hal pertama yang dilakukan adalah menekan kode squawk atau identifikasi empat digit yang dikirim pilot dengan kode 7500 pada transponder yang akan memperingatkan Air Traffic Control (ATC).

Transponder sendiri adalah pemancar radio di kokpit yang terhubung dengan radar di darat yang dikendalikan Air Traffic Controller (ATC).

Setelah kode squawk 7500 sebagai tanda adanya bahaya atau ancaman pembajakan pesawat dikirim, pilot, direspon atau tidak oleh ATC, wajib mengarahkan pesawat ke bandara terdekat. ATC lantas mengosongkan seluruh jalur penerbangan di sekitar pesawat yang dibajak ini, termasuk runway di bandara agar pesawat bisa langsung mendarat tanpa menunggu.

Pada posisi ini, pilot juga diawajibkan untuk tetap fokus pada penerbangan dan kondisi di dalam kabin. Seperti diketahui bersama, pintu kokpit harus selalu dalam keadaan terkunci. Bila tidak, pintu kokpit bisa saja ditembus pembajak atau teroris.

Pintu kokpit modern setidaknya memiliki lima komponen utama, mulai dari pintu anti peluru dengan tambahan electronic triple bolt, lubang intip (peephole), kamera di kabin untuk memantau aktivitas penumpang dan kru, panel kontrol pintu kokpit dengan tiga mode (normal, lock, dan unlock), serta panel keyboard di area kabin dan telepon untuk komunikasi kru dengan pilot.

Pintu kokpit bisa saja dibuka dari luar. Tetapi, setelah kode membuka pintu kokpit berhasil, itu bisa dibatalkan pilot sebelum 30 detik andai itu diakses oleh pembajak atau pramugari dengan intervensi dari pembajak.

Usai mendarat, tentu tugas pilot selesai. Ia bisa keluar pesawat dan melarikan diri melalui cockpit emergency hatch atau emergency sliding window, tergantung tipe pesawat. Selebihnya, petugas keamanan yang akan menangani.

Baca juga: Dua Peristiwa Besar ini Ubah Industri Penerbangan Jadi Lebih Ketat, Apa Itu?

Itu bila terjadi ancaman pembajakan, bila terjadi ancaman bom pada pesawat saat tengah dalam penerbangan, prosedurnya beda lagi. Saat itu terjadi (ancaman bom), pilot harus segera menurunkan ketinggian pesawat di angka 10.000 kaki, tak kurang tak lebih, untuk berjaga-jaga.

Andai bom betul meledak saat pesawat sudah mencapai ketinggian 10.000 kaki, itu akan mengurangi risiko dekomepresi eksplosif. Tak hanya itu, di ketinggian tersebut, warga sipil yang ada di daratan juga terjaga dari bahaya.

 

Malaysian Airlines Flight 653 (MH653) – Pembajakan Tercepat di Dunia yang Berakhir Tragis

Bila El Al Flight 426 dikenal sebagai pembajakan terlama dalam sejarah, yakni berlangsung selama 39 hari, maka adakah pembajakan pesawat dengan durasi tercepat di dunia?

Baca juga: Pembajakan Pesawat Terlama di Dunia, 39 Hari Kelam Bagi Penumpang El Al Flight 426

Dirangkum dari beberapa litrerasi, peristiwa pembajakan pesawat tercepat di dunia terjadi pada 17 Maret 1978. Insiden ini dikenal sebagai pembajakan pesawat Malaysian Airlines Flight 653 (MH653) dan berlangsung hanya dalam waktu kurang dari lima menit sebelum pesawat kehilangan kendali.

Penerbangan ini adalah penerbangan domestik dari Penang menuju Kuala Lumpur, Malaysia, menggunakan pesawat Boeing 737-200. Sesaat setelah lepas landas dari Penang, pesawat dilaporkan dibajak. Pilot kemudian mengirim sinyal kepada menara kontrol, memberi tahu bahwa pesawat berada dalam kendali pembajak.

Tidak lama kemudian, komunikasi dengan pesawat terputus, dan MH653 mulai kehilangan ketinggian dengan cepat. Pembajakan tersebut tercatat sebagai salah satu pembajakan tercepat karena hanya berlangsung beberapa menit sebelum pesawat jatuh. Pada pukul 19.54, pesawat tersebut jatuh di Tanjung Kupang, Johor, dan menewaskan semua penumpang serta awak di dalamnya. Insiden pembajakan Malaysian Airlines Flight 653 menewaskan 100 orang di dalam pesawat, yang terdiri dari 93 penumpang dan 7 awak.

Hingga kini, masih belum ada kejelasan penuh tentang siapa yang bertanggung jawab atas pembajakan tersebut atau motifnya. Dugaan awal menyatakan bahwa pelaku mungkin adalah kelompok militan, namun bukti kuat tidak pernah ditemukan. Peristiwa ini tercatat dalam sejarah penerbangan sebagai salah satu pembajakan paling singkat dan mematikan, serta menjadi tragedi besar dalam sejarah penerbangan Malaysia.

Apa yang Dilakukan Pilot Jika Ada Ancaman Pembajakan di Pesawat? Berikut Ulasannya

Arah Baling-baling pada Mesin Pesawat Turbopropeller Ada Dua Jenis, Co-rotating dan Counter Rotating

Ketika melihat pesawat dengan mesin turbopropeller, maka yang menjadi arah perhatian umumnya pada keberadaa bilah baling-baling. Nah, terkait baling-baling, khususnya pada pesawat penumpang dengan dua mesin turboprop seperti ATR-72, maka menjadi pertanyaa, apakah baling-baling pada dua mesin bergerak ke arah yang sama, atau berlawan arah?

Baca juga: Bagaimana Cara Kerja Mesin Turboprop? Berikut Penjelasannya

Pada pesawat bermesin ganda dengan dua mesin turbopropeller, arah putaran baling-baling bisa berputar searah atau berlawanan arah (counter-rotating), tergantung pada desain pesawat dan kebutuhan aerodinamisnya.

1. Putaran Searah (co-rotating)
Pada beberapa pesawat, baling-baling pada kedua mesin berputar ke arah yang sama. Ini adalah konfigurasi yang lebih umum karena lebih sederhana dalam hal mekanisme dan desain mesin. Namun, putaran searah dapat menciptakan efek torsi yang tidak seimbang, sehingga pilot perlu mengoreksi gaya torsi ini saat lepas landas dan mendarat.

2. Putaran Berlawanan Arah (Counter-rotating)
Pada pesawat tertentu, baling-baling di setiap mesin didesain untuk berputar ke arah yang berlawanan satu sama lain. Tujuannya adalah untuk meniadakan efek torsi dari kedua baling-baling, sehingga lebih stabil dalam terbang lurus dan saat lepas landas. Konfigurasi ini umum pada pesawat militer dan pesawat yang memerlukan stabilitas tinggi dan kontrol yang lebih baik, meskipun lebih rumit dalam hal desain dan pemeliharaan mesin.

Pesawat Antonov An-26 dan beberapa pesawat ringan bermesin ganda menggunakan konfigurasi counter-rotating untuk mengurangi efek torsi, sementara pesawat komersial kecil lainnya umumnya menggunakan konfigurasi searah untuk kesederhanaan.

Sementara untuk ATR-72, adalah pesawat turboprop bermesin ganda yang memiliki baling-baling yang berputar ke arah yang sama (co-rotating).

ATR-72 dilengkapi dengan dua mesin Pratt & Whitney Canada PW127. Kedua mesin ini terletak di sayap dan memiliki baling-baling dengan empat bilah. Pada ATR-72, baling-baling kedua mesin berputar ke arah yang sama, yang berarti bahwa kedua baling-baling berputar searah. Dalam hal ini, baling-baling mesin kiri dan kanan berputar berlawanan arah dengan arah jarum jam saat dilihat dari depan pesawat.

Dengan putaran yang sama, pesawat dapat mengalami torsi, tetapi sistem kontrol penerbangan dan desain aerodinamis pesawat membantu mengatasi efek ini. Pilot dapat menggunakan pengendali untuk mengkompensasi torsi ini, dan pesawat tetap stabil dalam penerbangan.

ATR-72 menggunakan desain baling-baling co-rotating yang efisien dan telah terbukti sukses dalam operasi komersial, terutama untuk penerbangan regional. Kombinasi desain aerodinamis yang baik dan penggunaan mesin turboprop menjadikannya pilihan yang populer untuk rute jarak pendek dan menengah.

Serupa tapi Tak Sama, Kenapa Mesin Turbofan Berbeda dengan Mesin Turboprop?

Shakuntala Railways, Jalur Kereta Peninggalan Kolonial Inggris yang Belum Dinasionaliasikan

Terkenal sebagai negara yang punya sistem perkeretaapian serba pas-pasan, bukan berarti India tidak memiliki cerita unik yang menarik untuk dibahas. Di bawah komando Indian Railways yang berperan sebagai pemangku otoritas tertinggi – karena langsung menerima mandat dari Kementerian Perkeretaapian, ada satu jaringan sepanjang 190 km di Maharashtra yang hingga saat ini masih dikendalikan oleh pihak swasta. Ya, itu adalah Shakuntala Railways.

Baca Juga: Torehkan Sejarah, Indian Railways Bangun ‘Limited Height Subway’ dalam Waktu 4,5 Jam Saja!

Berawal ketika tahun 1910 silam, dimana pada kala itu, masih banyak perusahaan swasta dan perusahaan asal Inggris yang memiliki banyak jalur kereta api yang beroperasi di India. Shakuntala Railways sendiri didirikan oleh sebuah perusahaan Inggris bernama Killick-Nixon – yang ternyata setelah diselidiki lebih dalam, ini merupakan perusahaan joint venture dengan Kolonial Inggris yang ada di India.

Sama seperti kebanyakan perusahaan, Killick-Nixon pun memiliki tujuan komersial sendiri dengan membangun jalur kereta api ini – untuk mengangkut kapas dari wilayah Vidharbha ke garis utama ke Mumbai (Bombay) dan pada akhirnya dikirimkan menuju Manchester, Inggris. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman indiatimes.com, dibutuhkan waktu selama enam tahun untuk membangun keseluruhan jalur sepanjang 190 km yang membentang dari Yavatmal menuju Achalpur di Distrik Amravati ini.

Sumber: indiatimes.com

Pada tahun 1916, jalur ini rampung dan mulai beroperasi untuk mengangkut barang dan penumpang secara komersial. Pengoperasian jalur ini pun berjalan normal layaknya jaringan perkeretaapian lain hingga pada tahun 1952 – dimana nasionalisasi kereta api sedang berkecamuk, jalur Shakuntala Railways seolah diabaikan. Itu berarti, kepemilikannya masih dikuasai oleh pihak swasta dan juga menyiratkan bahwa ini merupakan salah satu peninggalan masa kolonial Inggris yang (mungkin) sengaja diabadikan oleh otoritas perkeretaapian India.

Hingga saat ini, Shakuntala Railways masih mengoperasikan armadanya satu kali perjalanan pulang pergi. Mungkin terdengar agak aneh ketika jarak 190km hanya dilayani satu kali perjalanan pulang pergi oleh Shakuntala Railways. Sebenarnya tidak aneh, karena kereta ini membutuhkan waktu sekitar 20 jam perjalanan untuk tiba di tujuan – Yavatmal menuju Achalpur maupun sebaliknya. Jika dihitung, berarti laju dari kereta ini sekitar 20km/jam.

Baca Juga: Peringati Hari Kemerdekaan, Indian Railways Hadirkan “Museum Digital” di 22 Stasiun

Adapun biaya perjalanan penuh yang dikenakan adalah Rs150 atau yang setara dengan Rp31.300 saja! Murah, ya?

Untuk urusan armadanya, jalur ini menggunakan mesin ZD-stream buatan Manchester. Selama kurang lebih 70 tahun, mesin uap ini mengabdi kepada Shakuntala Railways sebelum akhirnya pada Aprl 1994, diganti oleh mesin diesel dengan alasan peremajaan dan efisiensi pengoperasian.

Berdasarkan instruksi dari Menteri Kereta Api, Suresh Prabu pada tahun 2016 silam, nampaknya pemerintahan negeri di sana hendak menasionalisasikan Shakuntala Railways dan bergabung di bawah payung Pemerintah Negeri.

Stasiun Sruweng, Ternyata Punya Musik Berbeda dari Stasiun Lainnya Loh!

Mendengar nama Sruweng mungkin penasaran apa sih itu? Nama makanan kah atau nama apa? Ternyata Sruweng merupakan nama salah satu stasiun yang ada di Jawa Tengah tepatnya di daerah Kebumen. Stasiun Sruweng sendiri merupakan stasiun kereta api kelas III atau kecil dan berada di ketinggian +13 meter.

Baca juga: “Banyuwangi Baru,” Stasiun di Paling Ujung Timur Pulau Jawa

Stasiun ini berada di Daerah Operasional V Puwokerto. Apa sih sebenarnya yang menarik dari stasiun yang ini? KabarPenumpang.com mendapatkan beberapa hal yakni stasiun ini ternyata berada di antara hamparan luasnya sawah.

Sehingga kereta api yang melaju melalui stasiun ini baik yang berhenti untuk persilangan atau berjalan langsung, penumpangnya benar-benar bisa merasakan keindahan alam dengan warna hijau dengan sawah yang membentang luas. Ternyata bukan hanya hamparan sawah yang luas saja, ada iringan musik yang berbeda dengan stasiun lain setiap kali persilangan kereta terjadi di stasiun ini.

Jika di setiap stasiun pemberitahuannya dengan bel atau genta yang berbunyi nada ‘ting..tong..ting..tong’, berbeda stasiun Sruweng memiliki aransemen musik yang menenangkan. Apalagi stasiun yang satu ini dekat dengan tepian sungai Serayu dan ketika malam tiba saat terjadi persilangan justru lebih unik lagi menjadi musik pengiring di waktu sepinya.

Meski menjadi stasiun kecil dan memiliki dua jalur dimana jalur 1 sebagai sepur lurus, stasiun ini menjadi stasiun persilangan sekitar 18 kereta api dari Jakarta, Bandung, Solo, Surabaya, Blitar hingga Malang. Tak hanya itu, kereta api pengangkut semen Holcim dan kereta barang Amotis juga melalui stasiun ini.

Baca juga: Jingle di Stasiun Kereta Jepang, Bangkitkan Semangat Penumpang

Letak stasiun Sruweng ini cukup jauh keberadaannya dari pusat kota Karanganyar. Tepatnya sekitar 300 meter sebelah utara jalan raya Gombong-Kebumen. Sebelum stasiun ini ada stasiun Kranganyar dan setelahnya ada stasiun Soka.

Di sebelah timur stasiun Sruweng yang sekarang terdapat bangunan tua dan ternyata merupakan stasiun lama. Kini bangunan lama stasiun Sruweng tersebut telah dijadikan rumah dinas untuk petugas kereta api stasiun Sruweng.

Otoritas Bandara Incheon Batalkan Rencana Penerapan Jalur Keamanan Khusus Bagi Selebriti

Incheon International Airport Corporation selaku pengelola Bandara Incheon mengatakan bahwa mereka akan menarik kembali rencana yang banyak disengketakan, yakni menyediakan jalur keamanan khusus bagi selebriti guna mencegah kepadatan penonton.

Baca juga: Hari ini, 20 Tahun Lalu, Bandara Incheon di Korea Selatan Resmi Beroperasi

Hal tersebut diumumkan setelah pihak pengelola bandara mendapat reaksi keras dari masyarakat umum dan anggota parlemen terhadap perlakuan istimewa bagi orang-orang terkenal.

Pejabat utama Korea Selatan mengatakan bahwa bandara tidak akan melaksanakan rencana untuk mengizinkan selebriti menggunakan jalur keamanan seperti jalur untuk awak pesawat, diplomat, dan penumpang penyandang disabilitas.

“Kami akan memperkenalkan rencana lain untuk memastikan bahwa kepadatan (di bagian keamanan) dan masalah lain seperti keselamatan penumpang tidak akan terjadi,” kata perusahaan itu dalam siaran pers.

Pekan lalu, operator bandara mengumumkan bahwa orang-orang terkenal akan dapat mengajukan permohonan untuk menggunakan jalur awak pesawat dalam upaya untuk mencegah kepadatan penonton seperti yang dalam beberapa bulan terakhir menyebabkan ketidaknyamanan penumpang dan masalah keselamatan.

Salah satu insiden tersebut menimbulkan kontroversi ketika aktor Byeon Woo-seok menggunakan bandara tersebut dan anggota tim keamanannya melakukan pemeriksaan paspor tanpa izin dan menutup jalur bagi penumpang lain.

Namun, rencana baru bandara tersebut menjadi bumerang ketika beberapa anggota masyarakat umum dan beberapa anggota parlemen mempermasalahkan perlakuan istimewa bagi orang-orang terkenal dan kurangnya kriteria yang jelas tentang siapa yang dapat menggunakan jalur keamanan yang disisihkan tersebut.

Yuk Kenali AREX – Kereta Ekspress yang Hubungkan Bandara Incheon dan Kota Seoul

Demi Mobilitas Berkelanjutan, KAI dan Pemkot Bekasi Bangun TOD Bekasi Barat

Sebagai bentuk komitmen PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk menghadirkan kawasan Transit Oriented Development (TOD) yang terintegrasi dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat, Divisi LRT Jabodebek hari ini menerima kunjungan Bapak Raden Gani Muhamad, Pj. Wali Kota Bekasi, di Kantor Divisi LRT Jabodebek.

Baca juga: Beginilah Gambaran Dukuh Atas Saat Menjadi Transit Oriented Develpoment

Pertemuan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi dan koordinasi dalam pengembangan TOD Bekasi Barat, yang diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas transportasi publik dan menciptakan lingkungan kota yang lebih ramah bagi masyarakat.

Executive Vice President Divisi LRT Jabodebek, Mochamad Purnomosidi, menyampaikan bahwa pertemuan ini diadakan untuk mendukung percepatan pengembangan TOD Bekasi Barat sebagai solusi transportasi terpadu yang efisien.

“Dengan terwujudnya TOD Bekasi Barat, kami berharap dapat memberikan aksesibilitas yang lebih baik bagi masyarakat, mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi, serta mendukung pengurangan emisi dan pencemaran lingkungan. TOD memungkinkan masyarakat mengakses berbagai layanan dan fasilitas dalam jarak yang lebih dekat, menciptakan pola hidup yang lebih sehat dan berkelanjutan,” ujar Purnomo.

Pertemuan ini mencakup sejumlah pembahasan penting, di antaranya pemenuhan Peraturan Pemerintah No. 49 Tahun 2017 dan Peraturan Menteri Perhubungan nomor 25 Tahun 2023 yang memberikan peran bagi KAI dalam pengelolaan sarana dan prasarana LRT, termasuk pengembangan kawasan TOD. Selain itu, KAI juga berkomitmen untuk menyusun kajian yang akan mendukung penyusunan panduan rancang kota dengan perencanaan tata ruang yang berkelanjutan.

Pada pertemuan ini juga membahas sinergi antara BUMN dan BUMD yang akan diperkuat melalui model kerjasama Business to Business (B to B) guna mendukung keberhasilan pengembangan kawasan TOD. Pemerintah Kota Bekasi juga telah membentuk tim kerja khusus yang akan memastikan koordinasi dan percepatan pembangunan TOD Bekasi Barat.

TOD Bekasi Barat diharapkan menjadi pusat aktivitas masyarakat dengan integrasi transportasi, perkantoran, hunian, dan fasilitas publik lainnya, yang akan meningkatkan efisiensi perjalanan dan mendorong pola hidup yang lebih aktif dan berkelanjutan.

“LRT Jabodebek berkomitmen untuk tidak hanya menyediakan transportasi yang aman, nyaman, dan andal, tetapi juga membentuk ekosistem transportasi berbasis TOD yang memungkinkan masyarakat untuk menikmati kualitas hidup yang lebih baik dalam lingkungan yang terpadu dan efisien,” tutup Purnomosidi.

Pembangunan Transit Oriented Development di Malaysia, Ternyata Juga Tidak Mudah

KA Wijayakusuma Dinobatkan Sebagai Kereta Api dengan Okupansi Tertinggi (193 Persen), Posisi Kedua KA Malabar

Peningkatan antusiasme masyarakat terhadap kebutuhan mobilitas dengan kereta api dari Cilacap menuju Banyuwangi terus menunjukan trend positif. Kereta api yang melayani Kolidor tersebut diantaranya KA Wijayakusuma (KA 118) relasi keberangkatan dari Stasiun Cilacap-Surabaya Gubeng-Jember-Ketapang Banyuwangi (pp) mempu menarik animo masyarakat dengan okupansi 193% selama Januari sampai September 2024.

Baca juga: KA Wijayakusuma, September Mendatang Punya Rute Baru Cilacap-Banyuwangi

“Okupansi adalah tingkat pengisian penumpang selama perjalanan. Dimana seperti KA Wijayakusuma yang okupansi kereta apinya melebihi angka 100 persen, hal ini disebabkan adanya penumpang dinamis yaitu penumpang yang turun-naik di antara stasiun awal dengan stasiun tujuan akhir,” ungkap Vice President Public Relations KAI Anne Purba.

Berikut Lima KA dengan okupansi tertinggi pada periode Januari – September 2024 yaitu :

1. KA Wijayakusuma okupansinya 193%
(Cilacap – Surabaya Gubeng – Jember – Ketapang – Banyuwangi).

2. KA Malabar okupansinya 174%
(Bandung- Malang Kota Lama ).

3. KA Joglosemarkerto okupansinya 173%
(Solo Balapan-Yogyakarta-Kroya-Purwokerto-Tegal-Semarang Poncol/Tawang-Gundih-Solo Balapan pp).

4. KA Ranggajati okupansinya 165%
(Yogyakarta – Semarang pp)

5. KA Jayabaya okupansinya 163%
(Pasar Senen – Malang)

KA Wijayakusuma melayani penumpang dengan rangkaian terdiri dari 4 kereta kelas eksekutif dan 3 kereta kelas ekonomi premium, dengan kapasitas tempat duduk masing-masing 200 tempat duduk kelas eksekutif dan 192 tempat duduk kelas premium, jadi total dalam satu rangkaian kereta api terdapat 392 tempat duduk.

KA Ekonomi Premium “Wijayakusuma,” Dilengkapi Gerbong Untuk Difabel

“Warung Bandrek,” dari Tempat Minum Sampai Jadi Nama Stasiun Kereta

Siapa tak kenal Bandrek, minuman berbahan dasar jahe dan gula merah ini merupakan minuman khas orang Sunda. Agar lebin sedap, minuman ini biasanya ditambahkan rempah-rempah seperti serai, merica, pandan, telur ayam kampung dan lainnya. Bandrek identik diminum kala cuaca dingin atau pada malam hari untuk menghangatkan tubuh. Bandrek sendiri dipercaya orang Indonesia bisa menyembuhkan berbagai penyakit ringan seperti sakit tenggorokan, batuk, masuk angin dan lainnya.

Baca juga: Menipu! Terdengar Sangat “Eropa,” Padahal Stasiun ini Terletak di Jawa Timur

Tapi tahukah Anda, bahwa identitas Bandrek ternyata juga diangkat sebagai nama stasiun kereta api. KabarPenumpang.com menemukan fakta, bandrek tak hanya digunakan untuk nama minuman tetapi sebuah stasiun yakni stasiun Warungbandrek (WB).

Stasiun ini merupakan stasiun kereta api kelas III atau stasiun kecil yang terletak di Sukalilah, Cibatu, Garut, Jawa Barat. Seringkali nama stasiun di Indonesia menggunakan nama makanan atau lainnya dan biasanya filosofinya bukanlah dari hal tersebut, melainkan dari nama kota dimana stasiun itu berada seperti “Baso” yang ternyata berada di daerah bernama Baso.

Berbeda dengan nama stasiun lainnya di Indoneisa, stasiun Warungbandrek dinamakan begitu karena dulunya ada warung disekitaran stasiun yang menjual bandrek atau minuman khas Jawa Barat ini. Stasiun Warungbandrek berada di ketinggian +612 meter dan memiliki dua jalur kereta api dengan jalur duanya sebagai sepur lurus.

Stasiun Warungbandrek saat ini masih beroperasi atau aktif, hanya saja tidak ada lagi kereta yang berhenti di stasiun ini kecuali jika terjadi persilangan dan persusulan antar kereta api. Tahun 2017 tepatnya pada Desember kemarin, terjadi rel amblas di dekat stasiun Warungbandrek ini tepatnya di km 227 +3/4.

Baca juga: Nagreg, Mengenal Stasiun Kereta Aktif Tertinggi Di Indonesia

Ini membuat kereta yang melalui jalur tesebut tak bisa melalui rel dan membuat kereta memutar dan menggunakan feeder bus ke stasiun berikutnya untuk melanjutkan dengan kereta api. Kereta tersebut kemudian berhenti di stasiun Tasikmalaya untuk KA Turangga dan Lodaya yang menuju Bandung. Pemberhentian di stasiun Ciawi untuk KA Kahuripan menuju Bandung, sedangkan KA Serayu baik dari dan tujuan Senen penumpang berhenti di Cibatu. Setelah di buka pun, kereta yang melalui saat itu hanya dibatasi lima kilometer per jamnya.

PO Agra Mas, Ternyata Bercat Warna Merah Sejak Awal Berdiri

Ketika berbicara tentang perusahaan bus papan atas di Indonesia, maka salah satu yang tak bisa dikepaskan adalah PO Agra Mas yang berdiri sejak tahun 2003 di bawah manajemen PT Anugerah Mas.

Baca juga: Agra Mas Hadirkan Double Decker Untuk Armada Bus AKAP

Ternyata cikal bakal lahirnya Perusahaan Otobus Agra Masa adalah PO Giri Indah pada tahun 1980-an. Namun, sepeninggal pendirinya, usaha tersebut dilanjutkan keturunannya dimana David yang meneruskan PO Giri Indah dan sang kakak yakni Tony mendirikan PO Agra Mas.

KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber bahwa, bus berwarna merah ini berasal dari Wonogiri dan dulu bus ini jumlahnya cukup banyak untuk bisa ditemui di beberapa terminal besar Jabodetabek. Meski pendirinya merupakan anak pemilik PO Giri Indah, tetapi PO Agra Mas sendiri tidak ada sangkut paut bahkan sisa-sisa dari Giri Indah sama sekali tidak ada alias memulai semuanya nari nol.

Bus Agra Mas pertama kali berbentuk kotak eks bus milik Jepang

Agra Mas sendiri melayani trayek angkutan umum dari berbagai jurusan sewilayah Jabodetabek, AKAP dengan bus malamnya dan pariwisata. Awalnya armada PO Agra Mas menggunakan mesin-mesin dari Hino, Mercedes dan Isuzu yang ciri khas dengan bus berbodi kotak bekas Jepang yang diimpor ke Indonesia.

Meski bus-bus ini tua, namun kualitas dan kenyamanan yang diberikan masa itu masih terbilang jempolan. Apalagi dengan membuat larangan bagi pedagang asongan dan pengamen ikut naik dalam bus tersebut.

Dengan adanya aturan tersebut, banyak penumpang yang mulai mempercayakan perjalanan mereka dengan Agra Mas karena kenyamanan itu. Hingga akhirnya tahun 2012-2013 Agra Mas merambah rute AKAP yang menjangkau ke Pacitan di Jawa Timur.

Setelah semakin berkembang, Agra Mas sendiri kemudian membentuk divisi pariwisata dengan armada, crew dan fasilitas yang bebeda dengan armada reguler. Untuk pariwisata ini, Agra Mas menggunakan merek baru yakni Agra Icon Tour Bus.

Berikut ini rute baik yang hanya antar kota maupun yang juga antar provinsi yang dimiliki PO Agra Mas.

Trayek Reguler Antar Kota
Karawang-Kp Rambutan-Bogor
Tanjung Priok-Bogor
Cikarang-Pasar Rebo-Bogor
Lebak Bulus-Bogor
Cikampek-Jatibening-Tanjung Priok
Cikarang-Kp Rambutan-Pasar Rebo-Veteran-BSD-Poris Plawad Tangerang
Bekasi Timur-Jatiasih-Lenteng Agung-Veteran-BSD-Poris Plawad Tangerang
Karawang-Jatibening-Tanjung Priok
Cibinong-Cibubur-Trakindo-Veteran-BSD-Poris Plawad Tangerang
PGC Cililitan-Bandara Soekarno Hatta

Trayek Reguler Antar Kota Antar Provinsi
Tanjung Priok-Solo-Wonogiri-Pacitan
Pluit-Solo-Wonogiri-Purwantoro
Sumber Arta-Solo-Wonogiri-Purwantoro
Pinangranti-Solo-Wonogiri-Purwantoro
Tangerang/Psr Kemis-Solo-Wonogiri-Purwantoro
Tangerang/Pasar Kemis-Solo-Ngawi-Madiun-Ponorogo
Tangerang/Pasar Kemis-Pacitan
Tangerang/Pasar Kemis-Pracimantoro-Giribelah
Bekasi-Solo-Wonogiri-Purwantoro
Karawang-Solo-Wonogiri-Purwantoro
Karawang-Solo-Wonogiri-Pacitan
Ciledug-Lebak Bulus-Pinang Ranti-Solo-Wonogiri-Pracimantoro
Ciledug-Baturetno-Pacitan
Ciledug-Pracimantoro-Giribelah
Bogor-Solo-Prambanan
Bogor-Solo-Ngawi-Madiun-Ponorogo
Bogor-Solo-Wonogiri -Purwantoro
Bogor-Pacitan

Baca juga: 50 Tahun Berdiri, PO Nusantara Rilis Bus Buatan Karoserinya Sendiri

Untuk bus AKAP Agra Mas menghadirkan layanan kelas VIP dan Eksekutif yag diperkuat dengan mesin dan sasis keluaran Mercedes-Benz (1521, 1526, 1626 dan 1836), Hino (RG, RK8, dan RN285) serta bodi terbaru dari karoseri besar di Indonesia yakni Adi Putro. Bahkan di awal tahun 2018 ini, PO Agra Mas menghadirkan bus double decker yang menggunakan Scania K410IB dengan pembagian dua kelas yakni super eksekutif dan eksekutif.