Hari Ini, 19 Tahun Lalu, Mandala Airlines Flight 091 Jatuh dan Menimpa Pemukiman Warga di Medan

Tepat pada hari ini, 19 tahun yang lalu, bertepatan dengan Senin, 5 September 2005, pesawat Boeing 737-200 Mandala Airlines flight RI 091 jatuh dan menimpa pemukiman warga, tak lama setelah lepas landas dari Bandara Polonia, Medan. Hasil penyelidikan petugas menunjukkan, penyebab kecelakaan diketahui akibat pilot tak menempatkan flap dan slat untuk mendukung take off.

Baca juga: Hari Ini, 17 Tahun Lalu, Bouraq dan Mandala Airlines Jadi ‘Korban’ Arogansi Militer AS dalam Insiden Bawean

Dari berbagai sumber yang dihimpun, efek dari kekeliruan pilot tersebut mengakibatkan daya angkat pesawat menjadi tidak maksimal. Hal itu juga diperparah dengan salah satu mesin yang ditemukan tak bertenaga. Kedua kombinasi tersebut pada akhirnya membuat pesawat menabrak tiang listrik (setelah lepas landas) sebelum jatuh ke jalan dan menimpa rumah warga yang terletak hanya sekitar 100 meter dari Bandara Polonia.

Pesawat kemudian meledak beberapa kali dan terbakar dengan hanya menyisakan ekor pesawat bertuliskan PK-RIM. Sebanyak lima rumah warga yang tertimpa badan pesawat juga terbakar. Menurut kesaksian seorang penumpang yang selamat, pesawat baru saja lepas landas dan tiba-tiba oleng ke kiri lalu mulailah api menjalar.

Insiden Mandala Airlines flight RI 091 itu pun dilaporkan menewaskan sedikitnya 100 orang penumpang. Tak hanya itu, 49 orang di darat juga turut menjadi korban. Beruntung, dari 117 orang (112 penumpang dan 5 awak), terdapat 17 penumpang yang dilaporkan selamat.

Anehnya, semua penumpang selamat tersebut berada di bagian depan pesawat. Fakta korban selamat di bagian kursi depan pada kecelakaan Mandala Airlines flight RI 091 tersebut pun masih menjadi misteri hangat untuk dibahas. Fakta ini juga membantah temuan penumpang di bagian belakang pesawat lebih berpeluang besar hidup saat terjadinya kecelakaan.

Menurut sebuah artikel yang diterbitkan majalah TIME, setelah adanya insiden, sepertiga belakang pesawat hanya mampu membuat tingkat kematian 32 persen, dibandingkan dengan bagian tengah dengan 39 persen dan bagian depan dengan 38 persen.

Martin Rottler, seorang ahli penerbangan, lebih lanjut menjelaskan bahwa duduk di baris belakang berarti Anda tidak akan berhadapan dengan banyak orang, dan ini dapat membantu Anda untuk memudahkan mencari jalan keluar.

Selain misteri penumpang selamat seluruhnya berasal dari baris depan kursi, misteri soal bau menyengat durian yang diduga jadi penyebab terjadinya kecelakaan juga ramai diperbicangkan; sekalipun beberapa tahun lalu sudah banyak bantahan terkait keterkaitan durian dengan kecelakaan Mandala Airlines RI 091.

Dilansir dw.com, pesawat tujuan Jakarta tersebut jatuh persis di tengah jalan Jamin Ginting, kawasan pemukiman Padang Bulan, Medan, tak lama setelah lepas landas dari Bandara Polonia.

Baca juga: Saatnya Nostalgia, Ini Dia Lima Maskapai yang Sempat Mewarnai Langit Indonesia!

Salah satu korban tewas dalam kecelakaan pesawat Mandala Airlines maut itu adalah Gubernur Sumatera Utara (Sumut) kala itu, Tengku Rizal Nurdin. Jenazah almarhum teridentifikasi dari gigi dan bekas operasi. Rizal Nurdin rencananya akan mengikuti pertemuan rutin para gubernur dengan Presiden Bambang Yudhoyono pada hari itu juga. Almarhum Rizal Nurdin kemudian dimakamkan di kompleks pemakaman Mesjid Raya Medan.

Selain Gubernur Sumatera Utara Tengku Rizal Nurdin, dua anggota Dewan Perwakilan Daerah DPD, Sumatera Utara, mantan Gubernur Raja Inal Siregar, dan Abdul Halim Harahap juga termasuk dalam daftar penumpang yang tewas.

“Poin Nomer 1 dan 4”, Ini Sebab ‘Bersihkan’ Koper dari Label dan Stiker Sebaikanya Anda Lakukan

Meski bukan suatu keharusan, membersihkan label atau stiker pada koper setelah perjalanan sebaiknya dilakukan. Dengan membersihkan label atau stiker setelah perjalanan, Anda membantu memastikan perjalanan berikutnya lebih lancar dan menjaga koper dalam kondisi terbaiknya.

Baca juga: Tips Penerbangan: Bahaya, Jangan Terlalu Banyak Muat Informasi di Label Koper Bagasi

Dan berikut beberapa alasan yang sebaiknya Anda lalukan untuk membersihkan koper dari label dan stiker setelah menuntaskan suatu perjalanan.

1. Menghindari Kebingungan di Masa Depan
Label atau stiker dari penerbangan sebelumnya, terutama yang mencantumkan tujuan atau informasi bagasi, dapat menyebabkan kebingungan pada petugas bandara atau sistem otomatis. Hal ini bisa mengakibatkan koper salah rute atau mengalami keterlambatan dalam pengiriman.

2. Kebersihan dan Penampilan
Label dan stiker yang tertinggal bisa membuat koper terlihat kotor atau usang. Membersihkannya membantu menjaga penampilan koper tetap rapi dan terawat.

3. Menghindari Pengelupasan yang Sulit
Semakin lama label atau stiker dibiarkan menempel, semakin sulit untuk mengelupasnya dengan bersih. Lem yang mengering bisa meninggalkan residu yang sulit dibersihkan.

4. Perlindungan Informasi Pribadi
Label bagasi sering kali mencantumkan informasi pribadi seperti nama, alamat, atau nomor penerbangan. Membersihkan label ini membantu melindungi privasi dan mencegah penyalahgunaan informasi.

5. Mengurangi Potensi Kerusakan pada Koper
Beberapa label atau stiker yang terbuat dari bahan kuat atau menggunakan lem yang keras bisa merusak permukaan koper saat dikelupas setelah lama menempel.

Tips – Cara Agar Koper Anda Lebih Cepat Keluar di Baggage Carousel

Dikunjungi Bos Kereta Api se-ASEAN, LRT Jabodebek Luncurkan KMT Khusus edisi ARCEOs’ Conference

Dalam rangkaian ASEAN Railway CEOs’ Conference (ARCEOs’ Conference) ke-44, para CEO dari delapan operator kereta terkemuka di Asia Tenggara melakukan perjalanan menggunakan LRT Jabodebek (4/9). Perjalanan ini dimulai dari Stasiun Halim menuju Stasiun Dukuh Atas.

Baca juga: Ada Gelaran ARCEOs’ Conference ke-44 di Bandung, LRT Jabodebek Rilis Dekorasi Khusus di Trainset dan Stasiun

Sebagai bagian dari dukungan kegiatan ini, LRT Jabodebek juga meluncurkan KMT (Kartu Multi Trip) khusus edisi ARCEOs’ Conference. KMT ini tidak hanya memudahkan perjalanan para delegasi selama konferensi, tetapi juga menunjukkan komitmen LRT Jabodebek dalam mendukung acara internasional.

Delegasi yang menikmati fasilitas ini berasal dari Malaysia (Keretapi Tanah Melayu), Vietnam (Vietnam Railways), Kamboja (Ministry of Public Works and Transport), Laos (Lao National Railways), Filipina (Philippine National Railways), Myanmar (Myanma Railways), Thailand (State Railway of Thailand), dan Indonesia (PT Kereta Api Indonesia (Persero).

Manager Public Relations LRT Jabodebek Mahendro Trang Bawono menyampaikan pihaknya merasa sangat terhormat dan bangga LRT Jabodebek dapat berpartisipasi dalam ARCEOs’ Conference.

“Pada kesemoatan ini kami juga meluncurkan KMT khusus ARCEOs’ Conference. Peluncuran ini tidak hanya sebagai dukungan LRT Jabodebek terhadap kesuksesan konferensi, tetapi juga merupakan langkah memperkenalkan keunggulan sistem transportasi publik Indonesia kepada para pemimpin industri kereta api se-Asia Tenggara,” ujar Mahendro.

LRT Jabodebek juga mendukung gaya hidup berkelanjutan dengan menyediakan air minum gratis di setiap stasiun. LRT Jabodebek mengajak masyarakat untuk membawa tempat minum pribadi dan bersama-sama mengurangi penggunaan plastik.

Selain itu, ada juga sistem Crowd Detection di seluruh stasiun yang memungkinkan pengguna untuk memantau kepadatan kereta dan stasiun secara real-time, memastikan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman dan aman.

Baca juga: KAI Perpanjang Jam Operasional LRT Jabodebek, Jadi 358 Perjalanan per Hari

“Kami berkomitmen penuh untuk menyediakan pengalaman perjalanan yang tak hanya nyaman namun juga berkesan. Dengan dekorasi bertema ARCEOs’ Conference di kereta dan fasilitas seperti penyediaan air minum gratis dan sistem Crowd Detection di stasiun,” tambahnya Mahendro.

“Kami berupaya menunjukkan kemajuan dan inovasi terbaru dalam layanan LRT Jabodebek. Sebagai pionir dalam sistem transportasi umum Indonesia yang modern, kami juga memperhatikan keberlangsungan lingkungan melalui prakarsa-prakarsa ramah lingkungan,” tutupnya.

Indonesia Berencana Hapus ‘Visa on Arrival’ untuk 20 Negara Penyumbang Wisatawan Terbesar

Indonesia dikabarkan sedang mempertimbangkan kembali kebijakan visa saat kedatangan (Visa on Arrival/VoA), yang telah memicu perdebatan signifikan di antara para pelancong yang sering berkunjung, khususnya di Bali. Langkah ini dilakukan di tengah diskusi yang sedang berlangsung untuk menghapus biaya visa yang mahal dalam upaya untuk meningkatkan pariwisata.

Baca juga: Mau Melancong? Yuk Intip Biaya Visa on Arrival Saat Tiba di Bandara Luar Negeri

Sebelum pandemi, Indonesia menawarkan perjalanan bebas visa hingga 30 hari bagi pengunjung dari pasar internasional utamanya, termasuk Australia. Masuknya bebas visa ini merupakan daya tarik utama bagi Bali, salah satu tujuan wisata paling populer di Indonesia.

Saat ini, pelancong dari 97 negara termasuk tujuan wisata populer seperti Australia dan Cina, harus membayar visa on arrival atau mengajukan e-visa sebelum memasuki Indonesia.

Dilansir Travelobiz.com, Biaya visa on arrival adalah Rp500.000 (sekitar US$33) dan berlaku selama 30 hari, dengan perpanjangan satu kali untuk 30 hari tambahan. Sejak diperkenalkan, kebijakan ini telah menjadi kontroversi, dengan banyaknya pelancong yang sering berkunjung ke Bali yang menyuarakan kekhawatiran atas meningkatnya biaya tersebut.

Biaya tersebut telah berkontribusi terhadap meningkatnya biaya liburan di pulau tersebut, ditambah dengan Pajak Pariwisata Bali sebesar Rp150.000 per orang yang diterapkan pada Februari 2024.

Awal tahun ini, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia, Sandiaga Uno, mengisyaratkan rencana untuk menghapus biaya visa saat kedatangan bagi 20 negara teratas yang menyumbang pengunjung terbanyak.

Daftar ini mencakup Australia, Cina, Inggris, AS, India, dan Korea Selatan. Meskipun ada harapan untuk perubahan pada Oktober 2024, belum ada pembaruan resmi yang diberikan.

Daftar usulan 20 negara yang akan menikmati akses visa gratis ke Indonesia meliputi:

Australia
Cina
India
Korea Selatan
Amerika Serikat
Inggris Raya
Prancis
Jerman
Qatar
Uni Emirat Arab
Arab Saudi
Belanda
Jepang
Rusia
Taiwan
Selandia Baru
Italia
Spanyol
Dua Negara Timur Tengah yang Tidak Disebutkan

Kebijakan visa on arrival awalnya diterapkan untuk menghasilkan dana bagi pembangunan pariwisata berkelanjutan dan untuk mencegah apa yang oleh para pejabat digambarkan sebagai wisatawan “berkualitas rendah”.

Sandiaga telah membandingkannya dengan model pariwisata eksklusif Bhutan, di mana wisatawan membayar lebih dari US$200 per hari, ditambah dengan kuota pengunjung yang ketat.

Namun, biaya visa saat kedatangan saat ini telah menempatkan Indonesia dalam posisi yang menantang. Para kritikus berpendapat bahwa biaya tersebut tidak eksklusif atau seefektif model Bhutan, sehingga menimbulkan ketidakpuasan di kalangan pelancong tanpa secara substansial meningkatkan sektor pariwisata pulau tersebut.

Sandiaga mengonfirmasi bahwa keputusan tersebut ada di meja Presiden dan belum ada kerangka waktu yang ditetapkan untuk pelaksanaannya. Tujuannya adalah untuk menarik “kontributor wisatawan yang berkualitas dan berkelanjutan” sambil mempromosikan pariwisata yang bertanggung jawab.

Visa on Arrival, Bisa Berdampak Pada Risiko Keamanan di Dalam Negeri

Dipuji Bos Kereta Api se-ASEAN, Dirut KCIC: Indonesia Piooner, Patut Berbangga dengan Whoosh

Delapan CEO dari perusahaan operator Kereta Api di Asia Tenggara, hari ini Rabu (4/9) menggunakan Whoosh dari Stasiun Padalarang menuju Stasiun Halim. Agenda ini merupakan rangkaian dari ASEAN Railway CEOs’ Conference (ARCEOs’ Conference) ke-44 yang diadakan di Bandung pada tanggal 2-5 September 2024.

Baca juga: 200 Ribu Lebih Wisatawan Asing dari 154 Negara Antusias Jajal Whoosh, Paling Banyak Negara Ini

Ke-8 CEO tersebut berasal dari Keretaapi Tanah Melayu Berhad (Malaysia), Vietnam Railways (Vietnam), Ministry of Public Works and Transport (Kamboja), Lao National Railways (Laos), Philippine National Railways (Filipina), Myanma Railways (Myanmar), State Railway of Thailand (Thailand), dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) (Indonesia).

Whoosh sendiri terus menjadi perhatian dunia, terbukti sejak dioperasikan pada Oktober 2023, Whoosh telah melayani lebih dari 200 ribu penumpang internasional dari 154 negara. 137 ribu penumpang sendiri berasal dari Asia Tenggara dimana Malaysia sebanyak 85 ribu penumpang.

Direktur Utama KCIC Dwiyana Slamet Riyadi mengatakan, dalam rangkaian ARCEO Conference kali ini, KCIC mengajak para CEO Asean Railway untuk melihat lebih jauh mengenai layanan Kereta Cepat Whoosh.

“Indonesia merupakan negara yang memimpin perkeretaapian di Asia Tenggara. Salah satu indikatornya, karena Indonesia yang menjadi pioneer dalam pengoperasian Kereta Cepat di Asia Tenggara,” ujar Dwiyana.

Pada kesempatan ini para CEO ingin mengetahui bagaimana perjalanan KCIC dari masa konstruksi hingga akhirnya hari ini dapat beroperasi dengan baik. Para CEO juga berkesempatan mencoba berbagai layanan yang ada di stasiun dan selama dalam perjalanan.

ARCEOs’ Conference bertujuan untuk memperkuat kerja sama perkeretaapian ASEAN serta membahas transformasi digital dan komersial dalam sektor perkeretaapian. Selain itu, ARCEOs’ Conference kali ini juga menekankan pentingnya peran kereta api sebagai simbol perhubungan yang menghubungkan negara-negara ASEAN.

Baca juga: Waktu Pelayanan Diperpanjang, Penjualan dan Penukaran Kartu Langganan Whoosh Kini Bisa dari Pagi hingga Malam Hari

Dwiyana menjelaskan, para CEO dan delegasi yang hadir dalam konferensi ini mengungkapkan kekaguman mereka terhadap Whoosh sebagai moda transportasi yang mengedepankan inovasi dan keberlanjutan.

“Sebagai salah satu kereta tercepat di dunia, Indonesia patut berbangga dengan kehadiran Whoosh sebagai moda transportasi publik yang modern, dan ramah lingkungan.” tutup Dwiyana.

Ketika Bos Kereta Api se-ASEAN Antusias Jajal Ciomy dan Cuanki di Booth KAI Services

KAI Services perkenalkan layanan serta produk-produk kepada para pemimpin transportasi dari Seluruh Asia Tenggara yang hadir dalam pembukaan ASEAN Railway CEOs’ Conference (ARCEOs’ Confrence) ke 44 di Kota Bandung pada Selasa (3/9). Menariknya, peserta tampak antusias, khususnya saat menjajal berbagai menu, seperti Ciomy dan Cuanki.

Baca juga: Kolaborasi KAI Services dan BNI Hadirkan Produk UMKM Berkualitas Ekspor di Kereta

KAI Services, sebagai Central of Services PT KAI (Persero), memperkenalkan berbagai layanan yang dimiliki mulai dari Kuliner Kereta, Parkir, Satuan Keamanan, Cleaning, Loko Café, hingga pelayanan dari Prama Prami ketika berada di kereta api.

Tidak hanya itu, KAI Services juga memperkenalkan aneka jenis kuliner yang dijual di Kereta Makan mulai dari Nasi Rendang Padang, Nasi Goreng Bakso, Bakso Enak, tekwan, dan Ciomy. Tidak hanya makanan, KAI Services juga memperkenalkan aneka jenis minuman yang  bisa dinikmati diatas kereta seperti Kopi Kereta, premium tea, hingga wedang teh jahe geprek.

Para pemimpin dan delegasi transportasi dari Asia Tenggara ini nampak antusias berada di booth KAI Services dan menyimak penjelasan yang diberikan tim dari KAI Services. Mereka bahkan mencoba beberapa menu kuliner yang ada di booth KAI Services seperti Ciomy dan Cuanki serta tidak ketinggalan premium teh dari KAI Services.

Seperti diungkapkan Kelvi, salah satu delegasi dari Malaysia yang mengatakan, Ciomy dan Cuanki ini sudah terkenal di Malaysia. Rasanya yang enak membuat kita kalau lagi di kereta pasti pesan ini sebagai teman perjalanan. “Cuanki dan ciomy menjadi makanan yang sangat terkenal di Malaysia, kami beberapa kali mencoba saat berada di Indonesia dan rasanya memang enak sekali,” ujar Kelvi.

Sementara John, delegasi dari Filipina, mengatakan, tadi saya mencoba produk minuman matcha dan cold brew dari Loko Café dan rasanya sangat enak. “KAI Services menyajikan produk-produk yang enak dan kita sangat menikmati semua sajian ini,” ujar John.

Menurut Vice President Corporate Secretary KAI Services, Rachman Firhan, KAI Services sangat bangga bisa ikut berpartisipasi dalam ARCEOs’ Conference ke-44  ini. Kami sebagai Central of Services PT KAI (Persero) merasa terhormat bisa menjamu dan memperkenalkan layanan dan produk KAI Services kepada para pemimpin transportasi di Asia Tenggara.

Baca juga: Dibalik Kemewahan Kereta Compartment Suites, Ada Dukungan KAI Services    

“Partisipasi KAI Services dalam ARCEOs’ Conference ke-44 menjadi kesempatan emas untuk memamerkan layanan dan produk-produk KAI Services kepada para pemimpin industri di kawasan Asia Tenggara,” ujar Firhan.

Indonesia menjadi tuan rumah perhelatan internasional ASEAN Railway CEOs’ Conference (ARCEOs’ Conference) ke-44. Perhelatan internasional perusahaan kereta api ini digelar di Bandung, Jawa Barat pada 2-5 September 2024, dengan tema “Driving Sustainability with Digital Innovation”.

Hari ini dalam Sejarah, Lockheed Jetstar, Jenis Pesawat Kepresidenan RI Soekarno Terbang Perdana

Nama Lockheed C-140 Jetstar punya arti tersendiri dalam sejarah penerbangan di Indonesia. Pasalnya, pesawat jet bisnis era 50-n ini pernah menjadi jenis pesawat kepresidenan Republik Indonesia. Tidak tanggung-tanggung, semasa Presiden RI Soekarno, ada tiga unit Lockheed Jetstar yang menjadi pesawat kepresidenan/VVIP di Indonesia. Dan, tepat pada hari ini, 67 tahun lalu, adalah momen penerbangan perdana Jetstar.

Baca juga: 24 Januari 1957, Indonesia Pertama Kali Punya Pesawat Kepresidenan

Penerbangan perdana JetStar dilakukan oleh pilot uji coba Lockheed, Tony LeVier, pada 4 September 1957. Penerbangan ini berlangsung dari Bandara Burbank di California, AS. JetStar dipuji karena kinerjanya yang baik dan kemampuan jarak jauhnya. JetStar adalah pesawat bisnis jet pertama yang dirancang oleh Lockheed Corporation, sebuah perusahaan penerbangan ternama dari Amerika Serikat.

Setelah penerbangan perdana sukses, Lockheed memulai produksi JetStar dari awal 1960-an hingga 1970-an. Pesawat ini digunakan oleh berbagai pihak, termasuk perusahaan, individu kaya, dan pemerintah. Banyak pesawat JetStar juga digunakan oleh militer Amerika Serikat untuk berbagai tujuan, termasuk penggunaan sebagai pesawat angkut ringan dan pesawat VIP.

Dari spesifikasi, Lockheed JetStar adalah pesawat jet bisnis pertama yang memiliki empat mesin jet. Ini adalah pesawat yang lebih besar dan lebih canggih dibandingkan dengan pesawat jet bisnis sebelumnya. Pesawat ini dirancang untuk mengangkut sekitar 10 hingga 12 penumpang serta awak pesawat. Desain JetStar termasuk sayap rendah dan mesin jet yang terletak di ekor pesawat.

Pada tahun 1962, Lockheed JetStar digunakan sebagai pesawat kepresidenan oleh Presiden Soekarno dari Indonesia. Ini adalah bagian dari sejarah penggunaan pesawat JetStar oleh berbagai pemimpin dan kepala negara di seluruh dunia pada masanya.

Lockheed Jetstar yang digunakan Soekarno adalah pemberian dari Presiden AS John F. Kennedy, yakni sekembalinya Soekarno dari Amerika Serikat, Kennedy menghadiahi Indonesia dengan tiga unit Lockheed C-140 Jetstar yang dinamakan Saptamarga, Irian, dan Pancasila. Salah satu pesawat sempat dijadikan sebagai pesawat evakuasi presiden yang stand by di Lanud Halim Perdanakusumah. Saat ini salah satu pesawat menghuni Museum Dirgantara di Yogyakarta.

JetStar terus mengalami pengembangan selama bertahun-tahun, termasuk upgrade mesin dan peralatan avionik. Versi terbaru dari JetStar, yang dikenal sebagai JetStar II atau Lockheed JetStar II, memiliki beberapa perubahan desain dan kinerja yang lebih baik.

Baca juga: Bernilai Sejarah, Keberadaan Lockheed JetStar Peninggalan Elvis Presley Masih Misterius

Lockheed JetStar menjadi salah satu pesawat bisnis jet ikonik pada masanya dan berkontribusi pada perkembangan pesawat jet bisnis yang lebih besar dan lebih canggih di masa depan. Pesawat ini tetap dioperasikan oleh beberapa pemilik pribadi dan operator bisnis jet hingga beberapa tahun setelahnya. Sebagai catatan, Lockheed Jetstar juga digunakan oleh “The King of Rock and Roll” Elvis Presley sebagai pesawat pribadinya.

Ditemukan Masalah pada Mesin, Cathay Pacific Periksa Seluruh Armada Airbus A350

Maskapai penerbangan Hong Kong, Cathay Pacific telah membatalkan puluhan penerbangan saat melakukan pemeriksaan terhadap seluruh armada Airbus A350, yakni setelah menemukan masalah mesin yang memengaruhi pesawat tersebut.

Baca juga: Airbus A350 Cathay Pacific Terbang dengan Satu Pilot Mulai 2025!

Cathay Pacific mengatakan telah mengidentifikasi kegagalan komponen mesin pada penerbangan CX383 dari Hong Kong ke Zurich pada hari Senin. Pesawat tersebut kemudian kembali (return to base) ke Hong Kong.

“Komponen ini adalah yang pertama dari jenisnya yang mengalami kegagalan seperti itu pada semua pesawat A350 di seluruh dunia,” kata Cathay dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip CNN. Pemeriksaan menyeluruh terhadap armada 48 pesawatnya mengungkapkan “sejumlah komponen mesin yang sama yang perlu diganti,” tambahnya.

Cathay tidak merinci sifat masalah mesin tersebut. Suku cadang telah diamankan dan pekerjaan perbaikan sedang berlangsung. Akibatnya, maskapai tersebut telah membatalkan 24 penerbangan yang beroperasi selama dua hari, hingga Selasa, sambil menunggu pemeriksaan dan pekerjaan perbaikan.

Menurut Reuters, insiden tersebut melibatkan masalah dengan nosel bahan bakar, komponen yang mengarahkan bahan bakar ke dalam mesin. Masalah yang memengaruhi A350 muncul setelah pesaingnya Boeing (BA) mengalami sejumlah masalah serius dan penting. Pembuat pesawat Amerika itu telah menghabiskan waktu berbulan-bulan terlibat dalam krisis keselamatan sejak ledakan di udara dari salah satu sumbat pintunya pada penerbangan 737 Max yang dioperasikan oleh Alaska Airlines awal tahun ini.

Cathay mengatakan telah menghubungi produsen pesawat tentang masalah mesin, serta pembuat mesin, Rolls-Royce, dan regulator. Menurut Airbus, keluarga A350 menggunakan dua model mesin turbofan Trent XWB dari Rolls-Royce.

Perusahaan kedirgantaraan Inggris itu mengonfirmasi dalam sebuah pernyataan bahwa penerbangan CX383 ditenagai oleh mesin Trent XWB-97, seraya menambahkan bahwa pihaknya “berkomitmen untuk bekerja sama erat dengan maskapai, produsen pesawat, dan otoritas terkait untuk mendukung penyelidikan mereka atas insiden ini.” Buntut dari insiden tersebut, saham Rolls-Royce ditutup lebih dari 6% lebih rendah pada hari Senin.

Setelah Empat Tahun Grounded, Cathay Pacific Bawa Pulang Pesawat Terakhirnya dari Gurun Australia

Ditunjuk PT KAI Sebagai EO, KAI Wisata Bakal Ajak CEO Kereta Api se-ASEAN naik KLB Gambir-Bandung

PT Kereta Api Indonesia (Persero) menunjuk KAI Wisata menjadi Event Organizer gelaran ASEAN Railway CEOs’ Conference (ARCEOs’ Conference) ke-44, Bandung, pada 2-5 September 2024. Sebagai EO, KAI Wisata dijadwalkan bakal mengajak para CEO kereta api se-ASEAN tersebut naik KLB relasi Gambir-Bandung. Ini diyakini akan memberikan pengalaman yang luar biasa kepada para tamu undangan.

Baca juga: KAI Wisata Ajak Masyarakat Pakai Tumbler Dukung Keberlanjutan

Diketahui, konferensi ini akan diikuti oleh delapan operator kereta se-Asia Tenggara yakni Kereta Api Tanah Melayu (Malaysia), Vietnam Railways (Vietnam), Ministry of Public Works and Transport (Kamboja), Lao National Railways (Laos), Philippine National Railways (Filipina), Myanma Railways (Myanmar), State Railway of Thailand (Thailand), dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) (Indonesia).

Direktur Utama KAI Wisata, Hendy Helmy, mengatakan “KAI Wisata diberikan kepercayaan oleh KAI (Persero) menjadi bagian penting dalam event besar yang diadakan tahunan ARCEO’s Conference untuk mendukung penyelenggaraan kegiatan ini”.

KAI Wisata merupakan anak perusahaan yang memiliki bisnis Tour & MICE, maka dari itu suatu kebanggaan bagi KAI Wisata tahun ini menjadi bagian dari kegiatan ASEAN Railway CEO’s Conference.

Hendy Helmy juga menambahkan “dengan adanya kegiatan ARCEOs’ Conference tahun ini yang merupakan acara strategis dalam memperkenalkan inovasi dan layanan kereta api menambah pengalaman baru dan membuka peluang bagi KAI Wisata mengajak para CEO Delegasi untuk merasakan pengalaman baru berwisata mewah yang berbeda dengan rangkaian Kereta Luar Biasa yang terdiri Kereta Dining on Train, Kereta Panoramic dan Kereta Priority relasi Gambir – Bandung”.

Baca juga: Ingin Ada Kereta Wisata di Lampung? – PT KAI: Benahi Dulu Infrastrukturnya

KAI Wisata tidak hanya fokus pada bisnis Kereta Wisata dan Tour & MICE namun masih ada 9 bisnis lainnya yaitu, sebagai pengelola Rail Transit Suite Gambir, Shower n Locker, Luxury Lounge, Heritage Building Lawang Sewu & Museum Ambarawa, ticketing & dokumen perjalanan, sewa mobil korporasi, aplikasi e-porter, frontliner, dan Periklanan .

“Kegiatan ASEAN Railway CEOs’ Conference kali ini sangat menarik karena mengajak masyarakat untuk komitmen ramah layanan dan transformasi digital sesuai dengan tema “Driving Sustainability with Digital Innovation” yang memiliki keterkaitan dengan aspek layanan KAI Wisata”, tutup Hendy Helmy.

PT DI Umumkan Penjualan Lima Unit Pesawat N219 untuk Republik Kongo

High-Level Forum on Multi-Stakeholder Partnership (HLF MSP) dan Indonesia-Africa Forum (IAF) 2024 telah resmi dibuka oleh Presiden RI, Joko Widodo, melalui upacara pembukaan yang digelar di Hotel Mulia, Nusa Dua, Bali (02/09). Presiden menegaskan pentingnya langkah nyata untuk mencapai pembangunan yang lebih adil dan inklusif, khususnya bagi negara-negara berkembang, dimana komitmen Indonesia untuk terus bermitra dengan kawasan Afrika dianggap sebagai kunci dalam agenda pembangunan global.

Baca juga: Pesawat N219 Amphibi – Simbol Optimisme Kemandirian Dirgantara dan Pertahanan Indonesia

Hari ini (03/09), PT Dirgantara Indonesia (PT DI) berhasil mengamankan penjualan 5 (lima) unit pesawat N219 dengan Setdco Group untuk end user Pemerintah Demokratik Republik Kongo, yang dikukuhkan dengan penandatanganan dokumen kontrak jual beli antara Direktur Utama PTDI, Gita Amperiawan dan CEO Setdco Group, Setiawan Djody, disaksikan oleh Menteri PPN RI/Bappenas, Suharso Monoarfa dan Deputi Bidang Ekonomi Bappenas, Amalia Adininggar Widyasanti di Bali International Convention Center (BICC), The Westin Bali Resort, Nusa Dua, Bali.

“Kongo akhirnya memborong pesawat made in Indonesia N219 Nurtanio sebanyak 5 unit. Pemerintah Kongo juga ingin belajar bagaimana menyusun perencanaan, bagaimana Indonesia bisa sampai seperti hari ini dan mereka kagum. Indonesia sendiri juga akan belajar ke Kongo untuk pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA). Pemerintah tentu membuka ruang untuk berbagi ilmu demi Pembangunan kedepan,” kata Suharso Monoarfa, Menteri PPN RI/Bappenas.

Afrika memiliki potensi besar untuk pertumbuhan pasar aviasi, dengan kebutuhan signifikan terhadap pesawat-pesawat regional yang harus mampu beroperasi di bandara-bandara dengan infrastruktur yang belum optimal, pesawat N219 produksi PTDI didesain khusus untuk penerbangan perintis di medan yang sulit, tentunya memiliki keunggulan yang tepat untuk memenuhi kebutuhan Afrika.

“Kami menargetkan pesawat N219 tidak hanya untuk pasar domestik, tetapi juga untuk internasional, terutama di kawasan Asia Pasifik dan Afrika. Dengan pesawat N219, kami memberikan solusi transportasi udara yang suitable untuk memenuhi kebutuhan di beberapa wilayah di Afrika. Ini juga merupakan bagian dari komitmen kami untuk mendukung pembangunan ekonomi melalui peningkatan konektivitas antar wilayah,” ujar Gita Amperiawan.

Kontrak pengadaan baru pesawat N219 dengan Setdco Group ini kemudian akan menciptakan dampak signifikan dalam penguatan hubungan bilateral antara Indonesia dan Afrika. Secara keseluruhan, langkah ini tidak hanya memperluas pasar PTDI di Afrika, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra strategis bagi negara-negara Afrika.

Ini merupakan salah satu capaian prestasi penting PTDI dalam memperluas pangsa pasar internasional, terutama di Afrika. Sebelumnya PTDI telah memperoleh kontrak pesawat N219 sebanyak 6 unit dari Kementerian Pertahanan RI untuk end user TNI AD. Dalam hal ini, PTDI terus berupaya agar pesawat N219 dapat masuk ke segmen komersial dan Pemerintah sipil dalam negeri, maupun luar negeri, hingga pada akhir tahun 2023 lalu PTDI memperoleh Letter of Intent (LoI) sebanyak 25 unit pesawat N219 untuk digunakan di Cina.

Pada kesempatan hari yang sama, berlokasi di Hotel Mulia, Nusa Dua, Bali, PTDI dan A.D. Trade Belgium Company, mitra Pemerintah Republik Senegal dan Republik Demokratik Kongo dalam pengembangan usaha di bidang militer, tanda tangani Framework Agreement untuk pengadaan 2 (dua) unit pesawat CN235-220 Military Transport untuk end user Angkatan Udara Kongo dan kontrak perawatan Periodic Inspection 4-Year untuk 2 (dua) unit pesawat CN235-220 milik Angkatan Udara Senegal.

Masuk Pasar Cina, PT Dirgantara Indonesia dan Linkfield Technologies Kerja Sama Penjualan 25 Unit Pesawat N-219

Pesawat CN235-220 merupakan salah satu produk unggulan PTDI yang telah digunakan di berbagai negara. “PTDI sudah melakukan ekspor CN235 ke negara-negara Afrika sejak awal tahun 2000, Burkina Faso ada 1, Guinea ada 1, dan Senegal ada 3,” kata Gita Amperiawan, Direktur Utama PT DI.

Kolaborasi pembangunan global ini adalah salah satu dari banyak inisiatif yang didorong Pemerintah Indonesia untuk memperdalam hubungan bilateral dengan negara-negara Afrika. Dengan mengembangkan kerja sama di sektor aviasi dan transportasi, diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang bagi peningkatan investasi, perdagangan dan pertukaran teknologi antar kedua kawasan.