PT DI Umumkan Penjualan Lima Unit Pesawat N219 untuk Republik Kongo

High-Level Forum on Multi-Stakeholder Partnership (HLF MSP) dan Indonesia-Africa Forum (IAF) 2024 telah resmi dibuka oleh Presiden RI, Joko Widodo, melalui upacara pembukaan yang digelar di Hotel Mulia, Nusa Dua, Bali (02/09). Presiden menegaskan pentingnya langkah nyata untuk mencapai pembangunan yang lebih adil dan inklusif, khususnya bagi negara-negara berkembang, dimana komitmen Indonesia untuk terus bermitra dengan kawasan Afrika dianggap sebagai kunci dalam agenda pembangunan global.

Baca juga: Pesawat N219 Amphibi – Simbol Optimisme Kemandirian Dirgantara dan Pertahanan Indonesia

Hari ini (03/09), PT Dirgantara Indonesia (PT DI) berhasil mengamankan penjualan 5 (lima) unit pesawat N219 dengan Setdco Group untuk end user Pemerintah Demokratik Republik Kongo, yang dikukuhkan dengan penandatanganan dokumen kontrak jual beli antara Direktur Utama PTDI, Gita Amperiawan dan CEO Setdco Group, Setiawan Djody, disaksikan oleh Menteri PPN RI/Bappenas, Suharso Monoarfa dan Deputi Bidang Ekonomi Bappenas, Amalia Adininggar Widyasanti di Bali International Convention Center (BICC), The Westin Bali Resort, Nusa Dua, Bali.

“Kongo akhirnya memborong pesawat made in Indonesia N219 Nurtanio sebanyak 5 unit. Pemerintah Kongo juga ingin belajar bagaimana menyusun perencanaan, bagaimana Indonesia bisa sampai seperti hari ini dan mereka kagum. Indonesia sendiri juga akan belajar ke Kongo untuk pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA). Pemerintah tentu membuka ruang untuk berbagi ilmu demi Pembangunan kedepan,” kata Suharso Monoarfa, Menteri PPN RI/Bappenas.

Afrika memiliki potensi besar untuk pertumbuhan pasar aviasi, dengan kebutuhan signifikan terhadap pesawat-pesawat regional yang harus mampu beroperasi di bandara-bandara dengan infrastruktur yang belum optimal, pesawat N219 produksi PTDI didesain khusus untuk penerbangan perintis di medan yang sulit, tentunya memiliki keunggulan yang tepat untuk memenuhi kebutuhan Afrika.

“Kami menargetkan pesawat N219 tidak hanya untuk pasar domestik, tetapi juga untuk internasional, terutama di kawasan Asia Pasifik dan Afrika. Dengan pesawat N219, kami memberikan solusi transportasi udara yang suitable untuk memenuhi kebutuhan di beberapa wilayah di Afrika. Ini juga merupakan bagian dari komitmen kami untuk mendukung pembangunan ekonomi melalui peningkatan konektivitas antar wilayah,” ujar Gita Amperiawan.

Kontrak pengadaan baru pesawat N219 dengan Setdco Group ini kemudian akan menciptakan dampak signifikan dalam penguatan hubungan bilateral antara Indonesia dan Afrika. Secara keseluruhan, langkah ini tidak hanya memperluas pasar PTDI di Afrika, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra strategis bagi negara-negara Afrika.

Ini merupakan salah satu capaian prestasi penting PTDI dalam memperluas pangsa pasar internasional, terutama di Afrika. Sebelumnya PTDI telah memperoleh kontrak pesawat N219 sebanyak 6 unit dari Kementerian Pertahanan RI untuk end user TNI AD. Dalam hal ini, PTDI terus berupaya agar pesawat N219 dapat masuk ke segmen komersial dan Pemerintah sipil dalam negeri, maupun luar negeri, hingga pada akhir tahun 2023 lalu PTDI memperoleh Letter of Intent (LoI) sebanyak 25 unit pesawat N219 untuk digunakan di Cina.

Pada kesempatan hari yang sama, berlokasi di Hotel Mulia, Nusa Dua, Bali, PTDI dan A.D. Trade Belgium Company, mitra Pemerintah Republik Senegal dan Republik Demokratik Kongo dalam pengembangan usaha di bidang militer, tanda tangani Framework Agreement untuk pengadaan 2 (dua) unit pesawat CN235-220 Military Transport untuk end user Angkatan Udara Kongo dan kontrak perawatan Periodic Inspection 4-Year untuk 2 (dua) unit pesawat CN235-220 milik Angkatan Udara Senegal.

Masuk Pasar Cina, PT Dirgantara Indonesia dan Linkfield Technologies Kerja Sama Penjualan 25 Unit Pesawat N-219

Pesawat CN235-220 merupakan salah satu produk unggulan PTDI yang telah digunakan di berbagai negara. “PTDI sudah melakukan ekspor CN235 ke negara-negara Afrika sejak awal tahun 2000, Burkina Faso ada 1, Guinea ada 1, dan Senegal ada 3,” kata Gita Amperiawan, Direktur Utama PT DI.

Kolaborasi pembangunan global ini adalah salah satu dari banyak inisiatif yang didorong Pemerintah Indonesia untuk memperdalam hubungan bilateral dengan negara-negara Afrika. Dengan mengembangkan kerja sama di sektor aviasi dan transportasi, diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang bagi peningkatan investasi, perdagangan dan pertukaran teknologi antar kedua kawasan.

Bukan Hanya Paus Fransiskus, Beberapa Petinggi Negara Asing Kerap Gunakan Penerbangan Komersial

Paus Fransiskus dalam Perjalanan Apostoliknya dijadwalkan akan tiba Jakarta pada 3 September. Pemimpin umat Katolik tersebut direncanakan akan berada di Indonesia sampai tanggal 6 September 2024.

Baca juga: Kunjungan Kenegaraan, Raja Swedia Naik Pesawat Komersial dan Duduk di Kelas Ekonomi

Nah, di antara yang menarik dari lawatan Paus adalah Ia akan menggunakan pesawat komersial Airbus A330neo milik maskapai nasional Italia ITA Airways. Nah, tidak hanya Paus Fransiskus, ada beberapa pemimpin besar dunia sekelas petinggi negara yang rupanya pernah atau kerap terbang menggunakan pesawat komersial.

Beberapa pemimpin negara dan tokoh besar yang diketahui menggunakan penerbangan komersial, baik secara teratur atau pada kesempatan tertentu, di antaranya adalah:

1. Nelson Mandela
Sebagai Presiden Afrika Selatan, Nelson Mandela kadang-kadang menggunakan penerbangan komersial untuk bepergian, terutama ketika mengunjungi daerah-daerah terpencil.

2. Lech Wałęsa
Mantan Presiden Polandia dan penerima Nobel Perdamaian, Lech Wałęsa, sering bepergian menggunakan penerbangan komersial setelah masa jabatannya.

3. Mahatma Gandhi
Sebagai tokoh besar dalam perjuangan kemerdekaan India, Mahatma Gandhi kadang-kadang menggunakan penerbangan komersial selama perjalanan ke luar negeri, terutama selama kunjungan ke Eropa.

4. Angela Merkel
Mantan Kanselir Jerman, Angela Merkel, dikenal menggunakan penerbangan komersial dalam beberapa kesempatan, meskipun ia juga memiliki akses ke pesawat pemerintah.

5. Justin Trudeau
Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau, juga pernah terlihat menggunakan penerbangan komersial dalam beberapa kesempatan, meskipun ia juga menggunakan pesawat pemerintah untuk perjalanan resmi.

6. Raja Swedia
Pada Desember 2019, Air India mendapatkan kehormatan dengan ditumpangi sepasang tamu VIP asal Swedia, yaitu Raja Swedia, His Majesty Carl Gustaf Folke Hubertus dan Ratu Her Majesty Silvia Renate Sommerlath. Kedua tokoh kenegaraan ini diketahui menggunakan Boeing 787 Dreamliner Air India AI168 dari Stockholm ke New Delhi.

Ada fakta yang mengejutkan, ternyata raja dan ratu Swedia tidak duduk di kabin kelas bisnis, juga bukan di kelas satu, melainkan mereka duduk di kelas ekonomi.

Alasan para pemimpin ini menggunakan penerbangan komersial bisa bervariasi, mulai dari efisiensi biaya, penghematan sumber daya negara, hingga ingin lebih dekat dengan rakyatnya. Namun, ini biasanya dilakukan dengan pengaturan keamanan yang sangat ketat.

Kemasukan Tikus, Airbus A340 Menteri Keuangan Jerman Pernah “Grounded” di Ngurah Rai

Apakah Boeing Bikin Anda Ragu untuk Terbang? Studi dari MIT Bisa Buat ‘Pencerahan’

Selain biaya, durasi penerbangan dan nama maskapai, saat ini mengetahui jenis pesawat menjadi perhatian para pemburu tiket. Lantaran banyak insiden, sampai-sampai ada saja pelancong yang berusaha menghindari untuk tidak terbang dengan maskapai tertentu, jika Ia mengetahui pesawat yang digunakan adalah Boeing.

Baca juga: Bikin ‘Grounded’ Ratusan Pesawat, CEO Boeing Bertanggung Jawab Atas Insiden 737 MAX 9 Alaska Airlines

Apakah Boeing telah mengguncang kepercayaan diri Anda untuk terbang? Sebuah studi dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) diklaim dapat memulihkan hal tersebut.

Seperti dikutip CNBC Travel, satu dari lima pelancong mengatakan bahwa mereka melakukan lebih banyak penelitian tentang pesawat yang mungkin akan mereka tumpangi sebelum memesan tiket, sementara sedikit lebih banyak lagi (22%) mengatakan bahwa mereka membatasi perjalanan udara untuk sisa tahun ini. Hal tersebut berdasarkan survei yang dilakukan pada bulan Juni oleh perusahaan analitik digital Quantum Metric.

Secara keseluruhan, 55% pelancong mengatakan bahwa mereka telah mengubah cara mereka memesan tiket pesawat karena berita terkini tentang pesawat dan maskapai penerbangan.

Survei tersebut tidak secara langsung menyebutkan Boeing, tetapi liputan media yang terus-menerus tentang perusahaan tersebut — mulai dari kontrol kualitas hingga etos bisnisnya — telah mendominasi berita utama sejak panel pintu terlepas dari penerbangan Alaska Airlines pada tanggal 5 Januari 2024.

Berita-berita tersebut telah mengarahkan fokus konsumen ke pesawat Boeing, yang sebelumnya tidak diperhatikan oleh para pelancong, kata Danielle Harvey, wakil presiden global dan kepala strategi perjalanan dan perhotelan di Quantum Metric.

“Riset kami menyimpulkan bahwa para penumpang melakukan lebih banyak riset untuk memahami dan berpotensi menghindari pesawat Boeing,” katanya. Survei tersebut juga menunjukkan 13% responden menghindari maskapai diskon agar merasa lebih aman saat terbang.

Namun, ini tidak masuk akal, kata Brendan Sobie, analis penerbangan independen dan pendiri Sobie Aviation. “Pertama-tama, ada lebih banyak maskapai diskon yang mengoperasikan Airbus (A320) daripada Boeing (737) khususnya di Asia,” katanya. “Dan masalah Boeing, tentu saja, berdampak pada semua maskapai terlepas dari model bisnis mereka.” Ketakutan meningkat, risiko menurun

Meskipun berita utama tentang Boeing baru-baru ini mungkin meresahkan, keselamatan penerbangan terus membaik setiap dekade, menurut Arnold Barnett, seorang profesor statistik di MIT dan salah satu penulis makalah penelitian tentang risiko penerbangan komersial.

Makalah tersebut, yang diterbitkan dalam Journal of Air Transport Management pada bulan Agustus, menyatakan bahwa risiko kematian dalam penerbangan komersial secara global adalah 1 per 13,7 juta penumpang yang naik pesawat dari tahun 2018 hingga 2022 — peningkatan yang signifikan dari dekade sebelumnya, dan jauh dari satu kematian untuk setiap 350.000 penumpang yang naik pesawat yang terjadi antara tahun 1968-1977.

Standar keselamatan komersial dapat dievaluasi dengan berbagai metrik — mulai dari jarak tempuh hingga jam terbang — tetapi menurut MIT News, Barnett memilih “kematian per penumpang yang naik pesawat” karena menjawab pertanyaan sederhana: Jika Anda memiliki boarding pass untuk penerbangan, berapa peluang Anda untuk meninggal?

Barnett menyarankan beberapa faktor yang membuat penerbangan lebih aman, menurut MIT News, termasuk “kemajuan teknologi, seperti sistem penghindaran tabrakan di pesawat; pelatihan ekstensif; dan kerja keras oleh organisasi seperti Badan Penerbangan Federal AS dan Dewan Keselamatan Transportasi Nasional.”

Namun, menurut laporan tersebut, terdapat kesenjangan geografis yang membagi dunia menjadi tiga tingkatan dalam hal keselamatan penerbangan:

Tingkat 1: Amerika Serikat, Uni Eropa, dan bagian lain Eropa, ditambah Australia, Kanada, Tiongkok, Israel, Jepang, dan Selandia Baru

Tingkat 2: Bahrain, Bosnia, Brasil, Brunei, Cile, Hong Kong, India, Yordania, Kuwait, Malaysia, Meksiko, Filipina, Qatar, Singapura, Afrika Selatan, Korea Selatan, Taiwan, Thailand, Turki, dan Uni Emirat Arab

Tingkat 3: Semua negara lainnya

Untuk Tingkat 1 dan Tingkat 2, risiko kematian untuk penerbangan antara tahun 2018-2022 turun menjadi 1 per 80 juta penumpang yang naik pesawat, menurut peneliti MIT.

Di negara-negara Tingkat 3, risiko kematian 36 kali lebih tinggi daripada negara-negara Tingkat 1 dari tahun 2018-2022, menurut laporan tersebut. Namun, bahkan di antara negara-negara tersebut, kematian per penumpang hampir berkurang setengahnya selama periode waktu ini, Barnett mencatat.

Kekhawatiran penumpang tentang Boeing kemungkinan tidak akan berlangsung lama, kata spesialis penerbangan. Studi tersebut merupakan analisis historis tentang keselamatan penerbangan komersial, yang tidak memprediksi bagaimana masalah Boeing akan muncul di masa mendatang.

“Meskipun insiden Alaska Airlines jelas merupakan keadaan darurat, pilot segera merespons dan mendaratkan pesawat dengan selamat. Dengan demikian, kejadian tersebut menunjukkan bahwa, bahkan ketika terjadi kesalahan besar, elemen lain dari sistem keselamatan udara biasanya dapat mencegah bencana,” katanya kepada CNBC Travel.

NTSB: Ada Indikasi Perangkat Pengaman pada Emergency Exit Door Boeing 737 MAX 9 Alaska Airlines Belum Terpasang

Meskipun persaingan antar maskapai penerbangan sangat ketat, manufaktur pesawat terbang telah lama didominasi oleh perusahaan Boeing yang berusia seabad di Amerika Serikat dan pesaingnya dari Eropa, Airbus. Bersama-sama, kedua perusahaan tersebut memproduksi hampir semua pesawat penumpang besar.

Jadi, menghindari pesawat buatan Boeing adalah mungkin, tetapi tidak selalu mudah. ​​Akan tetapi, sejumlah platform penerbangan, dari Kayak hingga Alternative Airlines, memungkinkan pelancong untuk memfilter penerbangan berdasarkan pesawat, sebuah opsi yang ditambahkan setelah dua pesawat Boeing 737 Max jatuh dalam kurun waktu enam bulan pada tahun 2018 dan 2019.

Di antara mereka yang hanya ingin terbang dengan Airbus, atau yang ingin menghindari pesawat Boeing 737 Max, beberapa akan merasa ini lebih mudah daripada yang lain, kata Harvey. “Beberapa maskapai penerbangan memiliki sejumlah besar pesawat Boeing dalam armada mereka, sehingga bisa berarti orang harus berganti maskapai,” katanya. “Bagi pelancong rata-rata, ini bukan masalah, tetapi bagi pelancong yang sering bepergian untuk membangun status, itu mungkin kurang menarik dan karenanya lebih sulit dilakukan.”

Waktu Pelayanan Diperpanjang, Penjualan dan Penukaran Kartu Langganan Whoosh Kini Bisa dari Pagi hingga Malam Hari

KCIC menerapkan penambahan waktu pelayanan penjualan dan redeem kartu berlangganan Whoosh atau Frequent Whoosher Card menjadi setiap hari mulai pukul 05.30 hingga 20.30 di semua stasiun Whoosh. Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen KCIC untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi para penumpang setia yang rutin menggunakan layanan kereta cepat Whoosh.

Baca juga: “Stasiun Tegalluar Summarecon”, Resmi Jadi Nama Baru Destinasi Akhir Kereta Cepat Whoosh

General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa mengatakan, sebelumnya penjualan Frequent Whoosher Card pelayanannya hanya di hari dan jam kerja, dan kini menjadi setiap hari sesuai jam operasional loket stasiun.

“Dengan penambahan waktu pelayanan ini, penumpang kini memiliki lebih banyak fleksibilitas untuk mengakses layanan penjualan dan redeem tiket di berbagai stasiun, baik di pagi hari sebelum memulai aktivitas maupun di malam hari setelah beraktivitas. Hal ini akan memperlancar pelayanan bagi pengguna setia, sehingga mendukung mobilitas harian mereka dengan lebih optimal,” ujarnya.

Saat ini, lebih dari 1000 Frequent Whoosher Card telah diterbitkan dan diprediksi akan terus bertambah dengan adanya kebijakan baru ini. Program ini dirancang untuk memberikan manfaat lebih bagi para penumpang yang sering menggunakan Whoosh, sehingga memungkinkan mereka untuk bepergian dengan lebih hemat dan efisien.

Dengan menggunakan Frequent Whoosher Card ini, penumpang bisa menikmati kuota 10 perjalanan Whoosh kelas Premium Economy dengan tarif flat meskipun perjalanan dilakukan di jam sibuk atau di hari libur maupun akhir pekan.

Saat ini frequent Whoosher Card di jual seharga Rp 1.750.000,- yang dapat digunakan untuk 10 kali perjalanan dengan masa berlaku 1 bulan sejak tanggal pembelian.

Pembelian dan penukaran Frequent Whoosher Card dapat dilakukan di Stasiun Halim, Padalarang, dan Tegalluar Summarecon setiap hari mulai pukul 05.30-20.30.

Frequent Whoosher Card hanya bisa digunakan oleh satu orang dan tidak bisa dipindah tangankan. Masa berlaku kartu adalah 30 hari sejak pembelian dan jika masa berlaku kartu sudah habis, maka sisa kuota perjalanan tidak dapat digunakan atau diuangkan.

Baca juga: 200 Ribu Lebih Wisatawan Asing dari 154 Negara Antusias Jajal Whoosh, Paling Banyak Negara Ini

KCIC akan terus berinovasi dan meningkatkan layanan agar sesuai dengan kebutuhan penumpang, serta memastikan pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi seluruh pengguna kereta cepat Whoosh.

Bagi masyarakat yang ingin mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai fasilitas, dan promo Whoosh, silakan menghubungi Customer Service di Stasiun atau Contact Center KCIC melalui ke 150909, WhatsApp chat ke 0815-1032-0909, email ke cs@kcic.co.id, serta ⁠Instagram reply dan DM ke @keretacepat_id.

Ada Gelaran ARCEOs’ Conference ke-44 di Bandung, LRT Jabodebek Rilis Dekorasi Khusus di Trainset dan Stasiun

Menyambut penyelenggaraan ASEAN Railway CEOs’ Conference (ARCEOs’ Conference) ke-44 yang berlangsung di Bandung dari tanggal 2-5 September 2024, LRT Jabodebek dengan bangga mengumumkan kesiapannya dalam menyambut para CEO transportasi dari seluruh Asia Tenggara.

Baca juga: KAI Perpanjang Jam Operasional LRT Jabodebek, Jadi 358 Perjalanan per Hari

LRT Jabodebek telah mempersiapkan diri untuk menerima kunjungan para CEO transportasi yang mengikuti ARCEOs’ Conference ke-44, dengan menyediakan perjalanan yang lancar dan nyaman dari Stasiun Halim ke Stasiun Dukuh Atas.

Manager Public Relations LRT Jabodebek Mahendro Trang Bawono mengungkapkan merasa sangat terhormat dan bangga LRT Jabodebek bisa terlibat dalam ARCEO’s Conference ke-44, serta melihatnya sebagai kesempatan yang luar biasa untuk menunjukkan kemajuan dan kecanggihan sistem transportasi umum di Indonesia kepada para pemimpin industri dari seluruh Asia Tenggara.

“Kami juga telah mengatur dekorasi khusus bertema ARCEOs’ Conference di stasiun dan dalam trainset LRT Jabodebek sebagai bentuk dukungan kepada kegiatan ARCEO’s Conference dan memeriahkan suasana serta memberikan pengalaman yang berkesan bagi para tamu,” ujarnya.

Baca juga: LRT Jabodebek Uji Coba Teknologi Canggih, Ini Kegunaannya

Selain itu, LRT Jabodebek juga akan membuka booth interaktif di lokasi konferensi yang akan menyediakan informasi tentang layanan dan inisiatif terbaru dari LRT Jabodebek.

LRT Jabodebek berkomitmen mendukung keberhasilan ARCEOs’ Conference dengan transportasi yang mencerminkan kemajuan teknologi dan keberlanjutan. Partisipasi LRT Jabodebek dalam ARCEOs’ Conference adalah kesempatan untuk memperlihatkan kualitas layanan dan kontribusi LRT Jabodebek pada pengembangan transportasi berkelanjutan di kawasan Asia Tenggara.

KAI Wisata Ajak Masyarakat Pakai Tumbler Dukung Keberlanjutan

Dalam upaya mendukung gaya hidup berkelanjutan atau gerakan ramah lingkungan dan mengurangi dampak negatif penggunaan barang plastik sekali pakai, KAI Wisata mengajak seluruh masyarakat untuk mulai menggunakan tumbler dalam kehidupan sehari-hari. Kampanye ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan sekaligus mempromosikan gaya hidup sehat dan hemat.

Baca juga: Tail Table Mudahkan Rehat Sejenak Menikmati Cemilan Saat Berkendara

Agung Wahyu Wibawanto selaku VP Corporate Secretary KAI Wisata mengatakan “KAI Wisata berkontribusi untuk mendukung gaya hidup keberlanjutan dan kesehatan lingkungan memulai dari hal kecil yaitu mengajak Insan KAI Wisata dan Masyarakat untuk penggunaan Tumbler”. Dengan mengedukasi mulai dari internal dan eksternal betapa pentingnya menggunakan tumbler yaitu dapat mengurangi jejak karbon.

Menggunakan tumbler bukan hanya sekadar tren gaya hidup, tetapi juga langkah nyata dalam mendukung keberlanjutan dan kesehatan lingkungan. Dengan memiliki tumbler, kita tidak hanya merawat kesehatan tubuh dengan menjaga hidrasi, tetapi juga turut serta dalam upaya pelestarian lingkungan. Oleh karena itu, mulailah menggunakan tumbler sekarang juga dan berkontribusi pada perubahan positif untuk masa depan bumi.

KAI Wisata menekankan bahwa penggunaan tumbler dapat memberikan banyak manfaat, antara lain mengurangi penggunaan plastik, menjaga tubuh tetap terhidrasi, serta mendukung gaya hidup yang lebih sehat dan hemat.

Baca juga: 431.600 Pelanggan Percayakan Layanan KAI Wisata Sepanjang Semester Pertama 2024

“Langkah kecil seperti ini bisa berdampak besar bagi lingkungan kita, dengan menggunakan tumbler, kita tidak hanya berkontribusi terhadap pengurangan sampah plastik, tetapi juga menerapkan gaya hidup yang lebih sehat dan ekonomis,” tutup Agung Wahyu.

Harapan KAI Wisata dengan adanya gerakan ramah lingkungan ini dapat menginspirasi lebih banyak orang untuk lebih peduli terhadap lingkungan dengan mengambil tindakan nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan dan menciptakan masa depan yang lebih hijau untuk generasi mendatang yang dimulai dari sekarang khususnya kepada pelanggan setia KAI Wisata yang bisa mengisi Tumbler kosongnya melalui dispenser telah tersedia di ruang tunggu Luxury Lounge, Rail Transit Suite Gambir, Shower n Locker dan Kereta Wisata.

Eva Air – Anak Perusahaan Evergreen Group yang Kerap Pasang Livery Lucu di Armadanya

Mungkin sebagaian dari Anda pernah melihat sebuah truk kontainer besar yang membawa peti kemas berwarna hijau dan bertuliskan Evergreen, bukan? Biasanya pemandangan ini dapat dengan mudah Anda temui di daerah pelabuhan atau jalan tol Cikampek. Nah, tahukah Anda bahwa Evergreen Group ini merupakan induk perusahaan dari maskapai asal Taiwan, Eva Air.

Baca Juga: Bukan Nama Anak Artis, Ini Dia Fakta Unik Seputar El Al Airlines

Selain itu, masih ada lagi sejumlah fakta unik dari maskapai yang didirikan pada 8 Maret 1989 ini. Ladies and gentlemen, berikut KabarPenumpang.com himpun sejumlah fakta unik dari maskapai yang berbasis di Taiwan ini, dikutip dari laman gotravelyourway.com.

Maskapai Pertama yang Meluncurkan Kelas ‘Keempat’
Sebagaimana yang kita ketahui bersama, dewasa ini sudah ada sejumlah maskapai yang menawarkan Premium Economy Class di dalam layanannya. Namun nama Eva Air muncul sebagai pionir dari kelas baru di sektor aviasi global ini. Diketahui, Eva Air mulai meluncurkan Premium Economy Class ini pada tahun 1992 silam pada armada Boeing 747nya – hanya tiga tahun sejak maskapai ini didirikan.

Maskapai Paling Aman Ketiga di Dunia
Berbeda dengan El Al Airlines yang menyandang predikat maskapai paling aman di dunia ditinjau dari segi kelengkapan teknologi pengamanannya, pada 21 Januari 2014 silam, Eva Air dinobatkan oleh Aero International (Majalah bulanan asal Jerman yang berfokus pada penerbangan sipil) sebagai maskapai paling aman ketiga setelah Qantas dan Cathay Pacific. Bukan tanpa alasan, penobatan gelar ini dilakukan karena hampir absennya catatan negatif dalam sejarah pengoperasian Eva Air.

Maskapai yang Baru ‘Naik Kelas’
Pada Juni 2016, Eva Air secara resmi menyandang predikat sebagai maskapai bintang 5, dan memutuskan untuk bergabung dengan salah satu aliansi penerbangan terbesar di dunia, Star Alliance bersama Qatar Airways, Cathay Pacific, Singapore Airlines, dan Hainan Airlines. Tentu saja, bergabungnya Eva Air ke dalam aliansi ini membawa banyak keuntungan bagi perusahaan itu sendiri.

Baca Juga: Eva Air Tampilkan Tema Hello Kitty di Boeing 777-300ER

Pernah Memasang Livery Paling Lucu di Dunia

Sumber: God Save The Points


Seperti yang sudah pernah diberitakan sebelumnya, Eva Air pernah memasang tokoh Hello Kitty, karakter kucing lucu pada sejumlah armada Boeing 777-300ER yang mereka operasikan. Tidak hanya sebatas livery saja, Eva Air juga menampilkan karakter Hello Kitty ini di dalam kabin. Mulai dari sandal, hingga taplak meja semuanya kental dengan nuansa karakter si kucing kecil nan menggemaskan ini.

 

Eva Air Luncurkan Boeing 777-300ER Hello Kitty “Besties” dengan Rute Taipei-Chicago

Pada hari Kamis lalu, maskapai penerbangan Taiwan Eva Air membawa penerbangan perdana Boeing 777-300ER (Extended Range) bertema “Besties” Hello Kitty ke Bandara Chicago O’Hare dengan penghormatan air seperti biasa saat pesawat itu tiba di gerbang.

Baca juga: Eva Air Tawarkan Kencan Antar Penumpang ‘Jomblo’ Secara Acak di Udara, Tiket Ludes dalam Sekejap

Di dalam pesta bernuansa merah muda itu, kelucuan terlihat di mana-mana, disajikan dengan kue dan jus apel. Ini adalah generasi keempat pesawat Hello Kitty dalam kemitraan antara pencipta Hello Kitty, Sanrio, dan Eva Air yang sudah berlangsung hampir 20 tahun. Kerja sama antara dua perusahaan dimulai pada tahun 2005, dengan pesawat pertama yang mendarat di AS pada tahun 2013.

Bersama karakter yang terkenal di dunia (yang menurut penciptanya adalah seorang gadis, bukan kucing), kelinci My Melody dan Kuromi juga ditampilkan secara mencolok dalam motif Besties, yang menggantikan corak Little Twin Stars “Shining Star”.

Ini adalah pertama kalinya pesawat Kitty yang lengkap mendarat di Amerika Serikat sejak pandemi. Di dalam kabin, penumpang masuk ke dunianya yang lucu dengan tema yang terintegrasi ke dalam sandaran kepala, sandal, pengaturan tempat yang dirancang khusus, dan bahkan makanan anak-anak, yang menurut presiden Eva Air, Clay Sun juga disukai oleh orang dewasa.

Sebuah pesawat model dan teka-teki 3D melengkapi barang dagangan di toko bebas bea, dengan lebih banyak barang bermerek bersama Sanrio-Eva yang akan segera hadir. “Besties” akan terbang Taipei-Chicago tiga kali seminggu (setiap Selasa, Kamis, dan Sabtu selama jadwal musim panas dan Senin, Rabu, dan Jumat di musim dingin).

Eva Air kini memiliki empat rute dengan Hello Kitty Jets. Penguin hitam Bad Badtz-Maru Travel Fun menerbangi rute Clark, Filipina, sementara Celebration Flight dan Joyful Dream menggambarkan Hello Kitty. Little Twin Stars dan anjing golden retriever Pom Pom Purin bergantian pada rute Bali dan Cebu.

Meskipun Anda tidak mendapatkan Special Livery Jet, fasilitas di dalam kabin mewakili tema Hello Kitty, jadi Anda tetap mendapatkan pengalaman di dalam pesawat. Sun mengatakan dua pesawat lagi akan mulai beroperasi pada akhir tahun.

Gokil, Boeing 747 Bekas Eva Air Dijual Rp500 Ribuan!

Tiga Negara Eropa ini Punya Hotel Unik dari eks Gerbong dan Stasiun Tua

Bagi sebagian orang, kecintaan pada dunia kereta api tidak akan lekang oleh waktu. Dan kondisi tersebut menjadi peluang besar untuk mewujudkan memorabilia di seputar kereta  dalam tema wisata, khususnya menyulap bekas gerbong tua, bahkan stasiun menjadi tempat penginapan yang eksenstrik.

Baca juga: Dulunya Bus Sekolah, Kini Bus Tingkat ini Jadi Penginapan Mewah

KabarPenumpang.com merangkum laman booking.com, di Eropa, setidaknya ada tiga hotel kereta paling unik. Penasaran? Ini dia tiga hotel unik yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas untuk pelancong.

Satu set gerbong lounge Edwardian Pullman. Foto: booking.com

Stasiun Kereta Api Lama atau The Old Railway Station – Petworth, Inggris
Saat melihat setiap detailnya, Anda akan dibawa mengingat zaman keemasan kereta api. Stasiun ini memiliki satu set gerbong lounge Edwardian Pullman dikonversi lebih baik lagi. Bagian dalamnya dilapisi dengan panel kayu mewah dan dilengkapi tempat tidur bergaya kuno yang nyaman. Tak hanya itu, setiap kompartemen stasiun cukup luas dan memiliki kamar mandi sendiri.

Bangunan ini berasal dari tahun 1892 dan berfungsi sebagai Stasiun Kereta Api Petworth selama beberapa dekade hingga ditutup untuk penumpang pada 1950-an. Anda masih dapat melihat loket tiket asli dan kantor Kepala Stasiun. Jika pelancong datang saat musim panas, sarapan disajikan di platform lama, sementara di musim dingin pindah ke aula pemesanan, dihangatkan oleh perapian kayu yang berderak. Ruang tunggu yang dulu merupakan tempat kedatangan dan kepergian, sekarang menjadi ruang santai.

Train Lodge – Amsterdam. Foto: booking.com

Penginapan Kereta atau Train Lodge – Amsterdam, Belanda
Train Lodge dibuat dari satu set gerbong tidur yang pernah mengangkut penumpang antara Zürich dan Roma. Sekarang, mereka dipasang secara permanen oleh stasiun Amsterdam Sloterdijk, menyediakan akomodasi yang terjangkau bagi pengunjung ibukota Belanda. Lokomotif yang berubah menjadi hostel memiliki berbagai pilihan tempat tidur.

Ini adalah kompartemen pribadi dan juga ada yang bersama serta bisa muat hingga enam orang. Ada juga gerbong dengan 33 tempat tidur untuk kelompok besar. Pelancong akan tidur di tempat tidur susun asli dan dilengkapi dengan wastafel sendiri serta rak bagasi di atas kepala. Stasiun Amsterdam Sloterdijk menawarkan jaringan kereta api, bus dan metro yang nyaman, tetapi untuk pengalaman yang benar-benar Belanda, para tamu dapat menyewa salah satu sepeda hostel dan menggunakan jalur sepeda sebagai gantinya.

Train Hostel – Brussels. Foto: booking.com

Asrama Kereta atau Train Hostel – Brussel, Belgia
Train Hostel dirangcang bersama dengan seniman François Schuiten dan Perusahaan Kereta Api Nasional Belgia. Bagian dari kereta yang sudah pensiun tersebut dipotong dan dimasukkan ke dalam bangunan tersebut. Sedangkan interiornya dihiasi dengan memorabilia yang bersumber dari donor dan pasar vintage lokal.

Baca juga: Gerbong Kereta Tua Dikonversi Jadi Hotel Mewah di Pinggir Pantai Inggris

Di Train Hostel, para tamu bisa memilih kabin tidur otentik atau kamar bertema kereta api. Untuk mereka yang berpasangan bisa meringkuk di Suite kereta di lantai atas dengan gerbong yang telah direnovasi total dengan teras sendiri menghadap kota.

Stasiun Gondanglegi, Dari Jalur Trem Hingga Rumah Kapling

Stasiun kereta api di pulau Jawa begitu banyak bahkan sebagian kecilnya sudah tidak digunakan atau sudah beralih fungsi. Beberapa yang diketahui banyak yang beralih fungsi menjadi museum, rumah makan, cagar budaya hingga lobi hotel.

Baca juga: Stasiun Mayong, Beralih Fungsi Menjadi Lobi Hotel di Magelang

Tetapi kali ini KabarPenumpang.com mendapatkan bahwa ada sebuah stasiun kereta api di daerah Malang yang menjadi tempat tinggal. Stasiun tersebut adalah Gondanglegi yang memiliki kode GDL dan statusnya kini non aktif.

Saat ini stasiun Gondanglegi dengan ukuran 165 meter persegi sudah terkapling menjadi tempat tinggal beberapa keluarga. Selain itu, di depan stasiun ini sudah tak lagi ditemukan lintasan keretanya alias raib karena sudah berdiri kapling-kapling rumah.

Stasiun Gondanglegi berubah jadi rumah kapling (Kekunan)

Padahal kaling-kapling tersebut berada di atas aset milik PT Kereta Api Indonesia. Stasiun Gondanglegi sendiri berada di Gondanglegi Wetan, Gondanglegi, Malang. Berada di ketinggian +350 meter di atas permukaan laut, stasiun ini dibangun tahun 1898 oleh Malang Stoomtram Maatschappij (MSM).

Ini adalah perusahaan yang beroperasi di daerah Malang dan sekitarnya. Stasiun ini sendiri saat masih aktif merupakan jalur kereta api dari Malang menuju Dampit. Stasiun ini kerap kali disebut sebagai stasiun Trem MSM Gondanglegi karena sempat mengoperasikan trem dengan lokomotif dengan bahan bakar kayu.

Awalnya stasiun ini dibangun untuk mengangkut tebu dari perkebunan tebu yang banyak di daerah Gondanglegi dan dikirim ke pabrik gula. Pada pertama kali dibangun stasiun ini juga hanya memiliki dua jalur, tetapi setelah jalur Gondanglegi-Talok-Dampit dan Gondanglegi-Kepajen maka bertambah menjadi lima jalur dengan jalur 2 dan 3 sebagai sepur lurus.

Jalur 1 digunakan untuk persusulan atau persilangan trem dan jalur 4 serta 5 digunakan alur istirahat rangkaian trem dan pengangkut kayu bakar. Saat masih beroperasi, tahun 1973, jadwal trem dari Gondanglegi menuju Dampit atau sebaliknya ada dua kali perjalanan.

Baca juga: “Warung Bandrek,” dari Tempat Minum Sampai Jadi Nama Stasiun Kereta

Tarif tiketnya pun hanya lima grepes atau Rp5. Sayangnya pada masa penjajahan Jepang pada 1942 jalur kereta Gondanglegi-Kepanjen dibongkar ntuk transportasi di Manchuria, karena saat itu Jepang sedang berperang dengan Cina di Manchuria. Untungnya jalur kereta api Malang Kotalama-Dampit masih bisa bertahan hingga 1978.

Namun seiring berjalannya waktu, semakin banyak moda transportasi sehingga jalur kereta ini terlupakan dan masyarakat memilih menggunakan transportasi yang lebih cepat. Jalur kereta ini tutup selain berkurangnya penumpang juga dikarenakan PJKA atau PT KAI saat ini merugi