Skuter Listrik Ini Bisa Dikendarai Sambil Duduk dan Berdiri Lho!

Selain sebagai kendaraan yang biasa digunakan saat waktu santai, skuter listrik juga kerap kali digunakan untuk menempuh jarak yang relatif dekat. Bahkan, tidak jarang juga beberapa orang di berbagai negara menggunakan kendaraan yang hanya mampu menampung satu orang ini untuk pergi ke kantor. Ini merupakan evolusi dari skuter konvensional, dimana untuk menggerakkannya, kita harus mendorongnya menggunakan kaki.

Baca Juga: Kiwano 01, Moda Beroda Tunggal yang Dilengkapi Teknologi Self-Balancing

Dalam variannya, ada dua jenis skuter listrik. Varian pertama adalah tanpa tempat duduk, dimana Anda akan memiliki kesadaran lebih terhadap sekitar dan varian yang kedua adalah skuter listrik dengan tempat duduk, dimana Anda bisa lebih santai dalam mengendarainya. Namun, bagaimana jika kedua varian tersebut digabungkan?

Seperti yang dihimpun KabarPenumpang.com dari laman newatlas.com (26/9/2017), Metro Shark, sebuah pabrikan barang olahraga asal Negeri Paman Sam, menemukan inovasi sehingga bisa menggabungkan kedua varian skuter tersebut. Jika Anda mula lelah berdiri, cukup menaikkan bagian bawah yang Anda injak, lalu bagian tersebut akan menjadi tempat duduk. Tidak perlu khawatir tempat duduk tersebut jatuh, karena Metro Shark sudah mendesain sedemikian rupa sehingga tempat duduk tersebut aman untuk digunakan.

Jika Anda ingin mengembalikannya, cukup tekan bagian pengunci yang ada di bawah tempat duduk tersebut, dan skuter listrik Metro Shark siap digunakan dengan mode berdiri. Tujuan utama dari pengadaan skuter listrik ini adalah semata untuk mendukung program pemerintah dalam menghijaukan lingkungan.

Baca Juga: Peduli Polusi, Hyundai Hadirkan Bus Listrik Untuk Tekan Pencemaran Lingkungan

Adapun skuter dengan berat 25 kg ini terbuat dari bahan alumunium yang biasa digunakan untuk body pesawat terbang. Skuter listrik ini dapat menempuh kecepatan hingga 25 km per jam dan kabarnya bisa menempuh jarak hingga 30 km dengan sekali charge. Tersedia dalam 5 pilihan warna berbeda dan Anda harus merogoh kocek US$555 (sekitar Rp7,5 juta) untuk membawa pulang satu skuter listrik ini. Apa Anda tertarik untuk memilikinya?

 

KCIC Hadirkan Promo Diskon Tiket Whoosh 17 Persen di HUT RI Ke-79

Dalam rangka merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-79, KCIC menghadirkan promo spesial untuk penumpang kereta cepat Whoosh yang bernama Diskon HUT RI 17%. Promo ini berlaku untuk kelas Premium Economy dari Jakarta (Halim) maupun Bandung (Padalarang atau Tegalluar) pada seluruh perjalanan Whoosh Keberangkatan Sabtu, 17 Agustus 2024.

Baca juga: Dituding Sumber Kerugian – Tak Bayar Utang Rp 5 T ke Wika, PT KCIC Bilang Begini 

General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa mengatakan pemesanan tiket untuk keberangkatan tanggal 17 Agustus 2024 sudah dapat dipesan, untuk mendapatkan promo masyarakat cukup mengakses kanal pembelian seperti aplikasi Whoosh, web ticket.kcic.co.id, Ticket Vending Machine dan loket di stasiun, serta aplikasi mitra seperti Acces by KAI, Livin by Mandiri, BRImo, dan BNI Mobile Banking. Tarif yang ditayangkan pada kelas Premium Economy pada 17 Agustus tersebut sudah langsung mendapatkan diskon sebesar 17%.

” KCIC memberikan promo pada seluruh perjalanan Whoosh dalam rangka memperingati HUT RI yang ke-79, kami ingin memberikan apresiasi kepada seluruh masyarakat Indonesia yang telah mendukung dan menggunakan layanan kereta cepat Whoosh,” ujar Eva.

Terdapat 48 perjalanan Whoosh di tanggal 17 Agustus 2024 yang akan mendapatkan promo. Total terdapat 26.640 tempat duduk kelas Premium Ekonomi yang mendapatkan promo atau sebanyak 555 tempat duduk dalam setiap perjalanannya.

Promo Diskon HUT RI 17% ini tidak bisa digabungkan dengan program Frequent Whooser Card maupun diskon lainnya. Adapun tiket yang sudah dibeli untuk perjalanan tanggal 17 Agustus tetap dapat dibatalkan dan diubah jadwalnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Diskon tarif ini diharapkan juga akan mendorong peningkatan kunjungan wisatawan domestik yang ingin menjelajahi berbagai destinasi di Indonesia dengan lebih cepat dan nyaman.

“KCIC terus berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik dan inovasi bagi masyarakat Indonesia. Melalui promo Diskon HUT RI 17% ini, kami berharap semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan kenyamanan dan kecepatan perjalanan dengan kereta cepat Whoosh,” tutup Eva.

Kereta Cepat Whoosh Sukses Cetak 1 Juta Penumpang Dalam 2 Bulan, KCIC Ungkap Rahasianya

Keluar Masuk Bandara Changi Kini Bisa Tanpa Paspor, Termasuk untuk Warga Asing dengan Syarat Khusus

Mulai hari Senin kemarin (5/8/2024), beberapa penumpang yang tiba di Bandara Changi Singapura tidak perlu menunjukkan paspor mereka untuk melewati imigrasi. Sebagai bagian dari uji coba, warga Singapura yang tiba di Terminal 3 dan menggunakan jalur yang ditetapkan untuk program “pemeriksaan tanpa token” dapat memasuki negara itu menggunakan pemrosesan biometrik mata dan wajah.

Baca juga: Bandara Changi Resmikan Layanan Automated Immigration Gate

“Penduduk” sebagaimana didefinisikan oleh program tersebut mencakup warga negara, penduduk tetap, dan pemegang izin tinggal jangka panjang.

Program ini akan diluncurkan ke semua terminal di Bandara Changi pada bulan September, serta Bandara Seletar Singapura dan Marina Bay Cruise Centre pada bulan Desember 2024, menurut otoritas Singapura.

Di bawah program imigrasi tanpa paspor yang baru, penduduk Singapura tidak perlu menunjukkan paspor mereka untuk datang dan berangkat di pos pemeriksaan udara dan laut.

Menurut Otoritas Imigrasi dan Pos Pemeriksaan Singapura, warga asing juga memenuhi syarat untuk program ini, tetapi hanya ketika meninggalkan Singapura. Pelancong asing juga harus mendaftarkan biometrik iris, wajah, dan sidik jari mereka di konter imigrasi manual,

Namun, anak-anak di bawah usia enam tahun tidak dapat menggunakan izin biometrik, atau jalur otomatis sama sekali.

Izin imigrasi tanpa paspor merupakan bagian dari “Konsep Izin Baru” Singapura yang lebih luas yang diumumkan pada bulan Mei, yang bertujuan untuk memodernisasi dan mengotomatiskan layanan imigrasi di negara tersebut.

Konsep tersebut, yang disebut oleh pihak berwenang sebagai “pergeseran paradigma dalam izin perbatasan,” secara efektif mengakhiri era pemeriksaan paspor oleh tenaga manusia, sebuah proses yang telah ditinggalkan secara bertahap oleh negara-kota tersebut.

Pada awal tahun 2026, pejabat imigrasi Singapura memperkirakan 95% pelancong akan dapat melewati imigrasi melalui jalur otomatis. 5% sisanya adalah mereka yang tidak memenuhi syarat, seperti anak kecil.

Meskipun pemrosesan biometrik ditentang oleh sebagian orang, pemrosesan ini merupakan bagian dari upaya Singapura untuk memperkuat keamanan perbatasannya sekaligus meningkatkan pengalaman para pelancong. Pemrosesan biometrik diharapkan dapat mengurangi waktu tunggu imigrasi hingga 40%.

Token — seperti kode QR — diperlukan di perbatasan darat, kata pihak berwenang, karena mereka tidak memiliki pemberitahuan sebelumnya tentang siapa yang berencana untuk masuk atau meninggalkan Singapura.

Bukan Hanya Singapura, Bandara di 10 Negara Ini Juga Tidak Lagi Gunakan Boarding Pass

Hanya 217 trayek di Tahun 2015, di Era Jokowi Angkutan Perintis Kini Sudah 322 Trayek

Pemerintah bertanggung jawab dalam menghubungkan semua wilayah sekalipun wilayah Tertinggal, Terdepan, Terluar dan Perbatasan (3TP) sejalan dengan Visi dan Misi Nawacita Presiden RI. Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan hadir melalui angkutan jalan perintis yang kini telah melayani sebanyak 322 trayek yang tersebar dari Provinsi Aceh hingga Papua.

Baca juga: Bus Damri Angkutan Perintis, “Penyambung Lidah” Transportasi di Wilayah Terisolir Nusantara

“Sejak awal kehadirannya kini pertumbuhan trayek angkutan jalan perintis telah berkembang dari semula 217 trayek di tahun 2015 kini menjadi 322 trayek. Kami terus berupaya dalam menciptakan konektivitas khususnya bagi wilayah-wilayah terisolir atau terluar Indonesia,” ungkap Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Irjen Pol Risyapudin Nursin di Jakarta, Senin (5/8).

Ia menambahkan rata-rata persentase pertumbuhan jaringan trayek angkutan jalan perintis sejak tahun 2015 hingga 2024 adalah sebesar 1,48 persen. Adapun total anggaran subsidi angkutan perintis tahun ini ialah sebesar 180 miliar.

“Angkutan perintis ini tentunya sangat bermanfaat dan diharapkan benar-benar bisa dirasakan oleh masyarakat yang butuh dalam bermobilisasi dan meningkatkan aksesibilitas. Dari tahun ke tahun terlihat peningkatan jumlah pengguna hingga tahun 2023 sebanyak 1,3 juta orang telah terbantu oleh angkutan jalan perintis,” imbuh Dirjen Risyapudin.

Sebagian besar penumpang berada di wilayah Indonesia bagian Barat yakni sebesar 37,5 persen kemudian wilayah Indonesia bagian Timur sebesar 36,5 persen dan penumpang di wilayah Indonesia bagian Tengah sebesar 26 persen.

Adanya layanan ini diharapkan dapat menghubungkan wilayah yang belum berkembang dengan kawasan perkotaan sehingga dapat menumbuhkan perekonomian di wilayah sekitarnya.

Baca juga: KA Ekonomi Siliwangi, Tawarkan Keindahan Alam di Rute Sukabumi-Cianjur

Selain itu, Ia menuturkan bentuk pelayanan ini sebagai upaya stabilisator pada suatu daerah dengan tarif yang lebih rendah dari tarif yang berlaku khususnya bagi pelajar atau mahasiswa.

“Dengan penyediaan layanan ini dengan pemberian subsidi, kami mencoba menghadirkan angkutan umum yang terjangkau oleh masyarakat dengan daya beli yang rendah. Kami berharap hal ini dapat menjadi salah satu faktor yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah 3TP,” pungkasnya.

Jelang Upacara 17 Agustus 2024 di IKN, Kemenhub Uji Coba Kereta Tanpa Rel

Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA), Kementerian Perhubungan menyampaikan bahwa sarana Trem Otonom (Autonomous Rail Transit – ART) telah siap diuji Coba di Ibu Kota Nusantara (IKN). Hal ini sebagaimana diungkapkan oleh Direktur Jenderal Perkeretaapian, Risal Wasal pada Selasa (06/08) di kawasan IKN, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

Baca juga: Akhir Juli Autonomous Rail Transit (ART) Tiba di IKN dan Beroperasi Mulai Agustus 2024

Guna mendukung uji coba ini, Risal menyebut bahwa jajaran DJKA saat ini tengah melakukan pengujian internal pada sarana, prasarana, dan sumber daya manusia (SDM) ART. Pengujian internal ini diharapkan dapat rampung selambatnya pada 9 Agustus 2024.

“Jika berjalan lancar, kami menargetkan ART sudah dapat diuji coba secara dinamis (bergerak) di rute pendek (loop kecil) pada 10 Agustus 2024,” tuturnya.

Rute pendek atau loop kecil yang dimaksud Risal merupakan rute uji coba melingkar dari Gedung Kemenko 3 menuju Gedung Kemenko 2 dan kembali ke Gedung Kemenko 3 di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP).

Lebih lanjut, Risal menjelaskan bahwa uji coba ini dilakukan dalam rangka mempersiapkan pengoperasian ART pada upacara Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke-79 pada 17 Agustus 2024 di IKN.

Baca juga: Empat Tahun Beroperasi, Kereta Tanpa Rel di Cina Kini Dibekali Fitur Anti Tabrakan

Risal menerangkan, fase uji coba tersebut dilaksanakan selama kurang lebih dua bulan, sejak uji coba dinamis. Pengujian dimaksudkan untuk lebih mengetahui kelayakan operasi ART. Tahap selanjutnya adalah evaluasi bersama DJKA dengan Otoritas Ibu Kota Nusantara (OIKN, sebelum dipamerkan (showcase) untuk umum pada 10 Oktober hingga 31 Desember 2024.

“Nantinya, ART akan berhenti di delapan halte di sepanjang ruas utama Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, dan terintegrasi dengan moda transportasi lainnya yaitu bus rapid transit (BRT),” tutupnya.

Vietjet Rayakan 200 Juta Penumpang, Pengusaha India Jadi Penumpang ke-200 Juta

Memasuki paruh kedua tahun 2024, Vietjet mengukir sebuah prestasi baru dengan menyambut penumpang ke-200 juta – sebuah pencapaian yang menegaskan keberhasilan maskapai ini dalam menghubungkan Vietnam dengan berbagai belahan dunia.

Baca juga: Ekspansi Penerbangan Antarbenua, Vietjet Akuisisi 20 Unit Airbus A330-900neo Senilai $7,4 Miliar

Dalam momen bersejarah ini, Sandeep Mehta, seorang pengusaha asal India, menjadi penumpang ke-200 juta dan meraih hadiah istimewa berupa penerbangan internasional gratis bersama Vietjet selama satu tahun.

Menyusul pencapaian ini, Vietjet juga mengumumkan peluncuran rute baru yang menghubungkan kota Ahmedabad di barat India dengan kota pesisir Da Nang di Vietnam, yang akan mulai beroperasi pada Oktober 2024. Pengumuman ini disampaikan pada Forum Bisnis Vietnam-India di New Delhi, India, yang disaksikan oleh Perdana Menteri Vietnam Pham Minh Chinh serta para pemimpin dan perwakilan bisnis dari kedua negara.

Pada kesempatan ini, Vietjet mengadakan promosi selama seminggu mulai saat ini hingga 8 Agustus 2024. Sebanyak dua juta tiket dijual dengan harga mulai dari Rp915.000 sekali jalan (termasuk pajak dan biaya tambahan) untuk semua rute penerbangan domestik dan internasional Vietjet.

Wisatawan Indonesia yang ingin mengunjungi Ahmedabad dapat memanfaatkan jaringan penerbangan Vietjet dengan melakukan transit di Ho Chi Minh atau Hanoi. Saat ini, Vietjet menawarkan empat rute yang menghubungkan Vietnam dengan Indonesia, yaitu dari Jakarta dan Bali menuju Hanoi dan Ho Chi Minh City, dua kota metropolitan terbesar di Vietnam yang juga berfungsi sebagai pusat transit.

Sejak tahun 2019, Vietjet telah berkembang menjadi maskapai penerbangan perintis yang menyediakan layanan penerbangan langsung antara Vietnam dan India yang nyaman dan terjangkau bagi masyarakat serta wisatawan. Vietjet kini mengoperasikan 7 rute dengan 56 penerbangan mingguan antara kedua negara dan telah melayani hampir 1,3 juta penumpang antara Vietnam dan India.

Vietjet Tambahkan Rute Penerbangan Baru, Jangkau Lebih Banyak Destinasi di Asia-Pasifik

Profil Bandara Internasional Rafic Hariri – Gerbang Utama Keluar-Masuk Beirut (Lebanon)

Bandara Internasional Rafic Hariri di Beirut kini menjadi tumpuan ribuah pelancong yang ingin keluar segera dari Lebanon. Buntut tewasnya pemimpin Hamas Ismail Haniyeh di Teheran pada 31 Juli 2024, telah membawa implikasi luas, termasuk pada potensi perang terbuka antara milisi pro Iran Hizbullah di Lebanon selatan dengan Israel.

Baca juga: Bandara Internasional Damaskus – Dibombardir Israel, Inilah ‘Gerbang Utama’ ke Suriah

Lantaran baku tembak terus terjadi dan cenderung memburuk, hampir sebagian besar negara asing (termasuk Indonesia) telah meminta warganya untuk segera meninggalkan Lebanon, bahkan Amerika Serikat telah meminta warganya segera pergi dari Lebanon dengan tiket apa pun yang tersedia. Buntut dari kepanikan pelancong yang harus meninggalkan Lebanon, diperparah dengan keputusan penundaan terbang dari maskapai-maskapai asing seperti Lufthansa dan Air France, lantaran risiko pada masalah keamanan.

Karena menjadi gerbang utama untuk masuk dan keluar Lebanon, maka tentu menarik untuk mengintip profil dari bandara internasional dengan kode Kode IATA – BEY dan kode ICAO – OLBA.

Dari sejarahnya, Bandara Hariri yang berlokasi 9 kilometer dari kota Beirut dibuka dengan nama Bandara Internasional Beirut pada tahun 1954. Pada awalnya, bandara ini dibangun untuk menggantikan bandara lama yang tidak lagi memenuhi kebutuhan transportasi udara modern. Pada dekade 60 dan 70-an, bandara ini mengalami pertumbuhan pesat seiring dengan meningkatnya jumlah penerbangan dan penumpang. Beirut menjadi hub utama bagi penerbangan di kawasan Timur Tengah.

Namun, bandara ini mengalami kerusakan akibat invasi Israel selama Perang Lebanon 1982. Infrastruktur bandara, termasuk landasan pacu dan terminal, mengalami kerusakan signifikan. Setelah berakhirnya Perang Saudara Lebanon, upaya rekonstruksi dimulai. Bandara ini kembali dibuka pada tahun 1990 dan mengalami beberapa tahap renovasi dan perluasan untuk meningkatkan kapasitas dan fasilitas. Dilanjutkan pada tahun 2000, Pemerintah Lebanon meresmikan terminal baru yang lebih modern untuk mengakomodasi peningkatan lalu lintas penumpang dan kargo.

Setelah pembunuhan mantan Perdana Menteri Rafic Hariri pada bulan Februari 2005, bandara ini diubah namanya menjadi Bandara Internasional Rafic Hariri sebagai bentuk penghormatan. Hariri dikenal karena perannya dalam membangun kembali Lebanon setelah perang saudara dan upaya-upayanya untuk memodernisasi infrastruktur negara, termasuk bandara.

Apesnya, bandara ini kembali mengalami kerusakan selama Perang Lebanon pada tahun 2006. Pembangunan dan perbaikan segera dilakukan setelah berakhirnya konflik untuk memastikan bandara tetap operasional.

Dari spesifikasi, Bandara Hariri punya dua landas pacu, yakni landasan pacu 03/21 memiliki panjang sekitar 3,800 meter dan lebar 45 meter, serta landasan pacu 16/34 memiliki panjang sekitar 3,395 meter dan lebar 45 meter.

Bandara ini punya satu terminal yang melayani penerbangan internasional dan domestik.Terminal ini dirancang untuk menangani hingga 6 juta penumpang per tahun, meskipun sering kali menangani jumlah yang lebih tinggi karena meningkatnya lalu lintas udara.

Jadi Simbol Konflik Israel-Palestina, Inilah Sejarah Panjang Bandara Ben Gurion di Tel Aviv

Meriahkan Olimpiade Paris 2024, Bandara Internasional Dubai Luncurkan “DXB Games” untuk Pelancong

Menyambut Olimpiade Paris 2024, Bandara Internasional Dubai di Uni Emirat Arab (UEA) memperkenalkan DXB Games, yang menjadi contoh bagaimana bandara dapat meningkatkan pengalaman para pelancong dengan memadukan hiburan dan acara budaya ke dalam layanan mereka.

Baca juga: Emirates Hadirkan Robot Check-In di Bandara Dubai Cegah Antrean di Jam Sibuk

Inisiatif DXB Games terinspirasi oleh Olimpiade, dirancang untuk menjadikan bandara sebagai tempat yang lebih menarik dan menyenangkan, mengubah waktu tunggu menjadi pengalaman yang menyenangkan. DXB Games menampilkan berbagai aktivitas yang diperuntukkan bagi semua kelompok umur, menjadikannya acara yang ramah keluarga. Berikut ini adalah gambaran lebih dekat tentang apa yang dapat diharapkan wisatawan:

Bike Sprint to Success
Aktivitas yang menyenangkan dan kompetitif di mana para peserta berlomba menggunakan sepeda statis, yang mensimulasikan lari cepat Olimpiade. Ini adalah cara yang bagus untuk berolahraga dan menikmati sedikit kompetisi yang bersahabat.

Football Keep-Ups Challenge
Uji keterampilan sepak bola Anda dengan melihat berapa kali Anda dapat menjaga bola di udara tanpa membiarkannya menyentuh tanah. Tantangan ini sangat cocok untuk penggemar sepak bola dan menawarkan kesempatan untuk memenangkan medali dan voucher tunai.

Basketball Shootout
Pamerkan keterampilan menembak Anda dalam tantangan bola basket ini. Baik Anda pemain berpengalaman atau hanya ingin bersenang-senang, tembak-menembak adalah cara yang bagus untuk menghabiskan waktu dan bersaing memperebutkan hadiah.

Creating a Festive Atmosphere
Untuk melengkapi kegiatan olahraga, Bandara Internasional Dubai telah menyiapkan siaran langsung Olimpiade di berbagai gerai makanan dan minuman. Pelancong dapat mengikuti acara terbaru sambil menikmati menu yang dikurasi khusus yang merayakan kuliner internasional, yang semakin meningkatkan suasana meriah. Pengaturan ini memungkinkan penumpang untuk tetap terhubung dengan semangat Olimpiade bahkan saat bepergian.

Michelle Lee, Vice President of Brand and Communications di Bandara Dubai, menekankan dedikasi bandara untuk memberikan pengalaman luar biasa bagi para pelancong. “Kami berkomitmen untuk memberikan pengalaman berkesan yang beresonansi dengan tamu kami, dan kami sangat menantikan kegembiraan dan persahabatan yang akan diilhami oleh DXB Games,” katanya. Prakarsa ini merupakan bagian dari strategi yang lebih luas untuk memposisikan DXB bukan hanya sebagai pusat transit, tetapi juga destinasi itu sendiri.

DXB Games merupakan bukti dari sifat bandara yang terus berkembang dan perannya dalam meningkatkan pengalaman perjalanan. Dengan menggabungkan hiburan dan aktivitas interaktif, bandara dapat secara signifikan meningkatkan kepuasan penumpang dan menciptakan kenangan abadi. Pendekatan ini kemungkinan akan memengaruhi bandara internasional lainnya untuk mengadopsi inisiatif serupa, yang akan mengubah lanskap perjalanan global.

Dubai Jadi Kota Nomer Satu Paling Diminati, Jakarta Nomer Berapa?

Timur Tengah Bergejolak, Harga Minyak Dunia Langsung Berpengaruh pada Tiket Pesawat

Lantaran dikenal sebagai wilayah paling kaya minyak di muka Bumi, maka konflik di Timur Tengan kerap dianggap sebagai biang kerok atas naiknya harga tiket pesawat udara. Namun, tak sedikit yang bertanya, bagaimana hal tersebut dapat secara langsung terkait, dan cepat membawa pengaruh di pasar.

Baca juga: Dear Penumpang, Badan Kebijakan Transportasi Sebut Tiket Pesawat Bakal Turun, Begini Kajiannya

Harga minyak dunia secara langsung mempengaruhi harga tiket pesawat terbang karena bahan bakar pesawat (aviation fuel) adalah salah satu komponen biaya terbesar dalam operasional maskapai penerbangan. Berikut adalah penjelasan lebih rinci tentang bagaimana harga minyak dunia berdampak pada harga tiket pesawat terbang:

1. Proporsi Biaya Bahan Bakar
Bahan bakar merupakan salah satu komponen biaya terbesar dalam operasional maskapai penerbangan, biasanya mencakup antara 20% hingga 30% dari total biaya operasional. Oleh karena itu, perubahan harga minyak dunia yang signifikan dapat berdampak besar pada biaya bahan bakar maskapai.

2. Fluktuasi Harga Minyak
Harga minyak mentah yang naik akan meningkatkan biaya bahan bakar pesawat. Sebaliknya, jika harga minyak turun, biaya bahan bakar juga akan menurun. Maskapai penerbangan sering kali melakukan hedging untuk mengunci harga bahan bakar di masa depan, tetapi hedging tidak selalu dapat sepenuhnya melindungi dari fluktuasi harga yang ekstrem.

3. Penyesuaian Harga Tiket
Maskapai penerbangan cenderung menyesuaikan harga tiket untuk mencerminkan perubahan biaya operasional mereka, termasuk biaya bahan bakar. Ketika biaya bahan bakar naik, maskapai dapat menaikkan harga tiket untuk menutupi biaya tambahan. Ini bisa dilakukan melalui peningkatan harga tiket secara langsung atau melalui biaya tambahan bahan bakar (fuel surcharges).

4. Persaingan dan Permintaan Pasar
Meskipun biaya bahan bakar meningkat, persaingan di pasar penerbangan juga memainkan peran penting. Maskapai mungkin tidak dapat sepenuhnya meneruskan biaya tambahan kepada penumpang jika mereka berada dalam pasar yang sangat kompetitif. Sebaliknya, dalam pasar dengan permintaan tinggi dan persaingan rendah, maskapai mungkin lebih mudah menaikkan harga tiket.

5. Efek Jangka Panjang
Kenaikan harga minyak yang berkepanjangan dapat mendorong maskapai untuk mencari cara lain untuk mengurangi biaya, seperti meningkatkan efisiensi bahan bakar pesawat, mengurangi jumlah penerbangan, atau memilih rute yang lebih efisien. Namun, dalam jangka pendek, penyesuaian harga tiket adalah salah satu cara paling langsung untuk menangani peningkatan biaya bahan bakar.

6. Variabilitas Regional
Pengaruh harga minyak dunia pada harga tiket pesawat juga dapat bervariasi tergantung pada lokasi geografis dan kondisi ekonomi regional. Maskapai yang beroperasi di kawasan dengan subsidi bahan bakar atau harga minyak lokal yang berbeda mungkin menghadapi dampak yang berbeda dibandingkan dengan maskapai di kawasan lain.

Harga Minyak Dunia Naik, Avtur Ikut Naik, Maskapai Penerbangan Makin Tercekik!

Secara keseluruhan, harga minyak dunia yang fluktuatif berdampak langsung pada biaya operasional maskapai penerbangan, yang pada gilirannya mempengaruhi harga tiket pesawat. Maskapai harus terus menyesuaikan strategi harga mereka untuk mempertahankan profitabilitas sambil tetap kompetitif di pasar.

Dear Penumpang, Badan Kebijakan Transportasi Sebut Tiket Pesawat Bakal Turun, Begini Kajiannya

Kementerian Perhubungan melalui Badan Kebijakan Transportasi (BKT) bersama Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dan stakeholder terkait, telah melakukan kajian terkait harga tiket pesawat. Kajian ini menghasilkan rekomendasi dan usulan langkah yang perlu diambil, baik secara jangka pendek maupun menengah, guna menurunkan harga tiket pesawat angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri kelas ekonomi.

Baca juga: Gaswat, IATA Sebut Harga Tiket Pesawat Bakal Naik

Perlu diketahui bahwa harga tiket yang dibayarkan masyarakat terdiri dari komponen tarif jarak, pajak, iuran wajib asuransi, dan biaya tuslah/tambahan (surcharge).

Rekomendasi jangka pendek lebih banyak terkait dengan komponen yang dapat dikendalikan oleh pemerintah, sedangkan jangka menengah hingga panjang adalah dengan melakukan peninjauan kembali terhadap Tarif Batas Bawah (TBB) dan Tarif Batas Atas (TBA).

”Hasil dari kajian dan diskusi mendalam dengan para pemangku kepentingan, terdapat rekomendasi kebijakan jangka pendek dan jangka panjang yang harus diambil untuk menurunkan harga tiket pesawat. Kebijakan ini harus diambil secara lintas sektoral, tidak hanya oleh Kementerian Perhubungan sendiri,” ujar Kepala BKT Robby Kurniawan, di Jakarta, Jumat (2/8).

Kebijakan jangka pendek dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut:
1. Memberi insentif fiskal terhadap biaya avtur, suku cadang pesawat udara, serta subsidi dari penyedia jasa bandar udara terhadap biaya pelayanan jasa pendaratan, penempatan dan penyimpanan pesawat udara (PJP4U), ground handling throughput fee, subsidi/insentif terhadap biaya operasi langsung, seperti pajak biaya bahan bakar minyak dan pajak biaya suku cadang dalam rangka biaya overhaul atau pemeliharaan.
2. Mengusulkan penghapusan pajak tiket untuk pesawat udara sehingga tercipta equal treatment (kesetaraan perlakuan) dengan moda transportasi lainnya yang telah dihapuskan pajaknya, berdasarkan PMK Nomor 80/PMK.03/2012.
3. Menghilangkan konstanta dalam formula perhitungan avtur. Hal ini berdasarkan Keputusan Menteri ESDM Nomor 17 Tahun 2019 tentang Formula Harga Dasar dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis Bahan Bakar Minyak Umum Jenis Avtur yang Disalurkan Melalui Depot Pengisian Pesawat Udara.
4. Melaksanakan usulan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) untuk mengajukan sistem multi provider (tidak monopoli) untuk supply avtur. Terkait dengan hal ini Kemenhub telah menulis surat kepada Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi berisi saran dan pertimbangan tentang multi provider BBM penerbangan. Hal ini ditujukan untuk mencegah praktik monopoli, serta mendorong implementasi multi provider BBM penerbangan di bandar udara, sehingga diharapkan tercipta harga avtur yang kompetitif.

Baca juga: Harga Tiket Pesawat Naik Gila-gilaan, Bukan Hanya di Indonesia, Ini Penyebabnya!

Adapun untuk jangka menengah hingga jangka panjang, menurut Robby dapat dilakukan dengan meninjau kembali formulasi TBA yang berlaku saat ini. Hal ini karena adanya perubahan kondisi pasar yang perlu diakomodir dengan baik, khususnya komponen biaya operasi langsung maupun tidak langsung, yang berdampak pada keselamatan penerbangan dan keberlanjutan layanan transportasi udara.

“Selain itu, upaya jangka panjang adalah bersama stakeholders bidang sumber daya energi, perlu mendorong pemerataan harga avtur di seluruh bandara Indonesia, yang salah satunya dengan cara membangun kilang secara tersebar. Dengan pemerataan ini diharapkan sektor aviasi di Indonesia menjadi lebih baik dan berdampak positif bagi semua sektor,” kata Robby.