Dear Penumpang, Badan Kebijakan Transportasi Sebut Tiket Pesawat Bakal Turun, Begini Kajiannya

Kementerian Perhubungan melalui Badan Kebijakan Transportasi (BKT) bersama Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dan stakeholder terkait, telah melakukan kajian terkait harga tiket pesawat. Kajian ini menghasilkan rekomendasi dan usulan langkah yang perlu diambil, baik secara jangka pendek maupun menengah, guna menurunkan harga tiket pesawat angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri kelas ekonomi.

Baca juga: Gaswat, IATA Sebut Harga Tiket Pesawat Bakal Naik

Perlu diketahui bahwa harga tiket yang dibayarkan masyarakat terdiri dari komponen tarif jarak, pajak, iuran wajib asuransi, dan biaya tuslah/tambahan (surcharge).

Rekomendasi jangka pendek lebih banyak terkait dengan komponen yang dapat dikendalikan oleh pemerintah, sedangkan jangka menengah hingga panjang adalah dengan melakukan peninjauan kembali terhadap Tarif Batas Bawah (TBB) dan Tarif Batas Atas (TBA).

”Hasil dari kajian dan diskusi mendalam dengan para pemangku kepentingan, terdapat rekomendasi kebijakan jangka pendek dan jangka panjang yang harus diambil untuk menurunkan harga tiket pesawat. Kebijakan ini harus diambil secara lintas sektoral, tidak hanya oleh Kementerian Perhubungan sendiri,” ujar Kepala BKT Robby Kurniawan, di Jakarta, Jumat (2/8).

Kebijakan jangka pendek dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut:
1. Memberi insentif fiskal terhadap biaya avtur, suku cadang pesawat udara, serta subsidi dari penyedia jasa bandar udara terhadap biaya pelayanan jasa pendaratan, penempatan dan penyimpanan pesawat udara (PJP4U), ground handling throughput fee, subsidi/insentif terhadap biaya operasi langsung, seperti pajak biaya bahan bakar minyak dan pajak biaya suku cadang dalam rangka biaya overhaul atau pemeliharaan.
2. Mengusulkan penghapusan pajak tiket untuk pesawat udara sehingga tercipta equal treatment (kesetaraan perlakuan) dengan moda transportasi lainnya yang telah dihapuskan pajaknya, berdasarkan PMK Nomor 80/PMK.03/2012.
3. Menghilangkan konstanta dalam formula perhitungan avtur. Hal ini berdasarkan Keputusan Menteri ESDM Nomor 17 Tahun 2019 tentang Formula Harga Dasar dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis Bahan Bakar Minyak Umum Jenis Avtur yang Disalurkan Melalui Depot Pengisian Pesawat Udara.
4. Melaksanakan usulan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) untuk mengajukan sistem multi provider (tidak monopoli) untuk supply avtur. Terkait dengan hal ini Kemenhub telah menulis surat kepada Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi berisi saran dan pertimbangan tentang multi provider BBM penerbangan. Hal ini ditujukan untuk mencegah praktik monopoli, serta mendorong implementasi multi provider BBM penerbangan di bandar udara, sehingga diharapkan tercipta harga avtur yang kompetitif.

Baca juga: Harga Tiket Pesawat Naik Gila-gilaan, Bukan Hanya di Indonesia, Ini Penyebabnya!

Adapun untuk jangka menengah hingga jangka panjang, menurut Robby dapat dilakukan dengan meninjau kembali formulasi TBA yang berlaku saat ini. Hal ini karena adanya perubahan kondisi pasar yang perlu diakomodir dengan baik, khususnya komponen biaya operasi langsung maupun tidak langsung, yang berdampak pada keselamatan penerbangan dan keberlanjutan layanan transportasi udara.

“Selain itu, upaya jangka panjang adalah bersama stakeholders bidang sumber daya energi, perlu mendorong pemerataan harga avtur di seluruh bandara Indonesia, yang salah satunya dengan cara membangun kilang secara tersebar. Dengan pemerataan ini diharapkan sektor aviasi di Indonesia menjadi lebih baik dan berdampak positif bagi semua sektor,” kata Robby.

LRT Jabodebek Tambah 14 Perjalanan Mulai 5 Agustus, Headway Jadi 5 Menit

KAI melakukan uji coba penambahan 14 perjalanan LRT Jabodebek mulai 5 Agustus 2024. Uji coba ini dilakukan pada hari kerja (weekday) khususnya pada jam sibuk (peak hours). Dengan dilakukannya uji coba ini, jumlah total perjalanan LRT Jabodebek pada hari kerja meningkat dari 336 perjalanan menjadi 350 perjalanan.

Baca juga: Juli 2024, LRT Jabodebek Tembus 2 Juta Pengguna, Catatkan Rekor Baru

Jarak antar kereta (headway) juga menjadi lebih singkat, yakni 10 menit pada lintas Jatimulya – Dukuh Atas dan Harjamukti – Dukuh Atas. Serta 5 menit pada lintas Cawang – Dukuh Atas. Sebelumnya headway pada ketiga lintas tersebut saat peak hours mencapai 5,5 – 11 menit.

Manager Public Relations LRT Jabodebek, Mahendro Trang Bawono, menyampaikan uji coba penambahan perjalanan ini dilakukan guna memenuhi kebutuhan masyarakat yang semakin meningkat.

Pada bulan Juli 2024, kami mencatat adanya kenaikan signifikan dalam jumlah pengguna sebesar 17 persen dibandingkan bulan Juni. Secara spesifik, pada hari kerja rata-rata jumlah pengguna mencapai 75.694 orang, sementara pada akhir pekan mencapai 35.789 orang.

“Kami berusaha menyesuaikan layanan LRT Jabodebek dengan kebutuhan pengguna yang terus berkembang, dan kami percaya langkah ini akan lebih meningkatkan kenyamanan dan efisiensi perjalanan pengguna,” ujarnya.

Baca juga: Nikmati BISKITA Trans Depok di Stasiun LRT Harjamukti, Gratis Selama Enam Bulan Pertama

Dengan uji coba ini, KAI berharap dapat memberikan kemudahan lebih bagi para pengguna, khususnya pada jam-jam sibuk yang sering mengalami kepadatan.

“KAI terus berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan memastikan perjalanan yang aman dan nyaman,” tutupnya.

Prabowo Tiba di Moskow via Bandara Vnukovo, Inilah Bandara Internasional Sekaligus ‘Kepresidenan’

Dalam lawatan kerja ke luar negeri, Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto, beserta delegasi tiba di Bandara Vnukovo, Moskow, Selasa (30/7), pada pukul 20.30 waktu setempat. Kedatangan Menhan RI disambut hangat oleh Duta Besar RI untuk Federasi Rusia merangkap Belarus, Jose Antonio Morato Tavares.

Baca juga: Bukan Sekedar Urusan Transportasi Warga, Ini Alasan Moskow Punya Tujuh Bandara

Yang menarik dari kunjungan di atas adalah Bandara Vnukovo, yang mana penulis pernah berkesempatan meninggalkan Moskow dari bandara ini. Bandara Vnukovo, salah satu dari tiga bandara utama di Moskow, total di Moskow ada tujuh bandara. Bandara Vnukovo didirikan pada tahun 1936, dengan tujuan awal sebagai bandara militer. Lokasinya di pinggiran barat daya Moskow dipilih karena strategis dan memungkinkan untuk ekspansi.

Setelah perang, bandara ini beralih ke penggunaan sipil, melayani penerbangan komersial. Pada dekade 1960-an dan 1970-an, Vnukovo mengalami ekspansi besar-besaran, termasuk pembangunan terminal baru dan peningkatan fasilitas untuk menangani pesawat jet yang lebih besar.

Setelah runtuhnya Uni Soviet pada awal 1990-an, Vnukovo tetap menjadi salah satu bandara utama di Rusia, melayani penerbangan domestik dan internasional. Pada awal 2000-an, Bandara Vnukovo menjalani proyek modernisasi besar. Terminal baru dibangun, dan fasilitas lainnya ditingkatkan untuk meningkatkan kapasitas dan pelayanan. Terminal internasional baru, Vnukovo-1, dibuka pada tahun 2010, menyediakan fasilitas modern dan meningkatkan kapasitas penumpang.

 

Saat ini, Bandara Vnukovo adalah salah satu bandara tersibuk di Rusia, melayani penerbangan domestik dan internasional. Selain melayani maskapai komersial, Vnukovo juga berfungsi sebagai pangkalan untuk penerbangan pemerintahan dan presiden Rusia.

Beberapa maskapai asing yang melayani penerbangan di Bandara Vnukovo (VKO) di Moskow adalah Turkish Airlines, Flydubai, Air Arabia, Azerbaijan Airlines, Belavia, dan Pegasus Airlines. Penulis sendiri pernah menggunakan jasa penerbangan Flydubai menuju Dubai di Uni Emirat Arab. Penerbangan Flydubai dari Vnukovo dilayani pesawat regional narrow body Boeing 737 Max series.

 

Dari spesifikasi, Bandara Vnukovo yang terletak sekitar 28 km barat daya pusat kota Moskow, punya dua landas pacu, runway 06/24 dengan panjang 3.060 meter dan runway 01/19 dengan panjang 3.500 meter. Vnikovo melayani lebih dari 20 juta penumpang per tahun.

Tersedia berbagai pilihan transportasi menuju dan dari bandara, termasuk kereta api Aeroexpress yang menghubungkan bandara dengan pusat kota Moskow dalam waktu sekitar 35 menit, serta layanan bus, taksi, dan layanan rideshare.

Ilyushin Il-18 Coot. Pesawat Pertama Aeroflot yang Melayani Penerbangan Moskow – Jakarta

Juli 2024, LRT Jabodebek Tembus 2 Juta Pengguna, Catatkan Rekor Baru

LRT Jabodebek mencatatkan pencapaian luar biasa pada bulan Juli 2024 dengan total volume pengguna mencapai 2.027.272 orang. Angka ini merupakan rekor baru jumlah pengguna terbanyak dalam satu bulan sejak LRT Jabodebek mulai beroperasi pada 28 Agustus 2023 lalu.

Baca juga: Perhatian! LRT Jabodebek Mulai Terapkan Tarif Maksimal Tap In dan Tap Out di Stasiun yang Sama 

Manager Public Relations LRT Jabodebek Mahendro Trang Bawono mengatakan pertumbuhan pengguna bulan Juli dibandingkan bulan Juni 2024 mengalami kenaikan signifikan sebesar 17%. Peningkatan ini menunjukkan tingginya antusiasme dan kepercayaan masyarakat terhadap layanan LRT Jabodebek.

Secara rinci, rata-rata jumlah pengguna pada hari kerja (weekday) mencapai 75.694 orang, sementara rata-rata jumlah pengguna pada akhir pekan (weekend) mencapai 35.789 orang. Jumlah ini tidak hanya menggambarkan lonjakan pengguna harian, namun juga mencerminkan preferensi masyarakat yang semakin memilih LRT Jabodebek sebagai moda transportasi utama, baik untuk aktivitas sehari-hari maupun saat akhir pekan.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada masyarakat atas kepercayaan dan dukungannya terhadap LRT Jabodebek. Pencapaian ini tidak lepas dari peran aktif seluruh pengguna yang setia menggunakan layanan LRT Jabodebek,” ujar Mahendro.

LRT Jabodebek berkomitmen untuk terus memberikan layanan terbaik kepada seluruh pengguna. Keamanan, kenyamanan, dan ketepatan waktu merupakan prioritas utama LRT Jabodebek dalam menghadirkan pengalaman perjalanan yang menyenangkan dan andal.

“Kami akan terus berinovasi dan meningkatkan kualitas layanan untuk memastikan LRT Jabodebek tetap menjadi pilihan utama masyarakat Jabodebek,” tambah Mahendro.

Dengan berbagai capaian ini, LRT Jabodebek semakin optimis dalam mengemban amanah untuk menyediakan transportasi massal yang efisien dan dapat diandalkan, serta mendukung mobilitas masyarakat yang lebih baik di wilayah Jabodebek.

Layani 1,7 Juta Penumpang di Bulan Mei, LRT Jabodebek Catatkan Jumlah Pengguna Bulanan Tertinggi

LRT

Jaringan Kereta Cepat TGV Diserang Teror Pembakaran di Samping Rel, Layanan Terganggu Parah

Olimpiade Paris 2024 telah resmi digelar sejak 26 Juli lalu. Lantaran menjadi venue besar berkala internasional, sudah barang tentu Paris dan sekitarnya mendapat pengamanan super ketat, maklum ancaman serangan teror dapat berpotensi terjadi dalam olimpiade. Namun, siapa sangka justru ada aksi sabotase yang dilakukan justru dilakukan di luar kota Paris.

Baca juga: TGV Bersejarah Tampil di Praha, Promosikan Jaringan Kereta Cepat di Ceko

Aksi sabotase yang dimaksud adalah dengan upaya mengganggu layanan kereta api berkecepatan tinggi (TGV). Seperti dikutip railway-technology.com (29/7/2024), kekacauan telah terjadi di jaringan rel kereta berkecepatan tinggi TGV akibat adanya serangkaian pembakaran sisi jaringan rel keret.

Meski Perancis saat ini tengah memasuki masa musim panas, namun kebakaran yang terjadi pada sisi rel disebut karena kebakaran yang disengaja. Sejauh ini belum diketahui, siapa yang bertanggung jawab atas insiden tersebut.

Jaringan kereta api berkecepatan tinggi Perancis biasanya membuat iri negara-negara tetangganya di Eropa, tetapi menjelang ujian terbesarnya yang pernah ada – Olimpiade Paris 2024 – jaringan tersebut dilanda serangan pembakaran yang tampaknya menyebabkan kekacauan di seluruh jaringan.

Pada malam tanggal 25 Juli, malam sebelum Olimpiade dimulai, serangkaian kebakaran terjadi di infrastruktur jalur kereta api berkecepatan tinggi TGV. Kebakaran tersebut dengan cepat diidentifikasi sebagai pembakaran, dan penyelidikan kriminal diluncurkan bersamaan dengan pekerjaan perbaikan darurat.

Kebakaran terjadi di infrastruktur kabel di sisi rel pada empat jalur, tetapi hanya tiga yang terdapak – Jalur Atlantik, Utara, dan Timur. Kebakaran lebih lanjut dimaksudkan untuk mengganggu jalur selatan ke wilayah Alpen-Maritimes, tetapi tidak menyebabkan kerusakan yang sama.

Namun, layanan dari dan ke Paris dan kota-kota seperti Brest, Bordeaux, Nantes, Lille, dan Strasbourg terganggu parah. Layanan penumpang di seluruh Prancis tertunda dan dibatalkan, sementara layanan internasional ke Inggris, Jerman, dan Belgia juga terganggu.

Serupa Tapi Tidak Sama, Inilah Perbedaan Mendasar Antara TGV dan Shinkansen

PT KAI Menuju “Zero Net Emission”, Dari Implementasi PLTS sampai Drinking Water Station

KAI Group berkomitmen untuk mencapai net zero emission melalui beberapa langkah strategis seperti implementasi PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) di stasiun, perkantoran, griya karya, depo dan balai yasa. Pembangunan fasilitas-fasilitas tersebut dilakukan secara bertahap.

Baca juga: Hadirkan Kereta Bertenaga Surya, Jerman Selidiki Potensi Fotovoltaik di Jaringan Rel

“Pada operasional dan sarana kereta, kami mengoptimalkan penggunaan bahan bakar B35 yang lebih bersih dan efisien untuk armada kereta, serta mengelola limbah secara berkelanjutan untuk mengurangi dampak termasuk penggunaan toilet ramah lingkungan. Salah satu bukti nyata pada komitmen ini, pada tanggal 22 Juli 2024, KAI telah menguji coba B40 pada KA Bogowonto,” ujar VP Public Relations KAI Anne Purba.

Dalam pelayanan penumpang, KAI Group juga melakukan inovasi berupa program paperless dengan pengembangan aplikasi digital seperti Access by KAI dan boarding dengan face recognation. KAI juga mendukung cashless society dengan mengurangi penggunaan uang cash dan eticketing pada layanan commuter.

Dalam mendukung literasi dan edukasi yang lebih luas di bidang pelayanan, KAI Group juga menyiapkan water station untuk mengurangi penggunaan botol plastik pada pegawai dan pelanggan KA yang ditargetkan dapat terlayani lebih dari 400 juta pada tahun 2024. Dispenser yang disediakan KAI untuk penumpang merupakan layanan Drinking Water Station. Layanan tersebut memungkinkan penumpang mengisi ulang air seperlunya selama di stasiun.

Setiap dispenser yang ditempatkan KAI menyediakan pilihan air panas, dingin, dan normal sesuai selera penumpang Per Juli 2024, terdapat 22 stasiun yang menyediakan water station yaitu Gambir, Pasarsenen, Bandung, Kiaracondong, Cirebon, Cirebon Prujakan, Semarang Tawang Bank Jateng, Semarang Poncol, Purwokerto, Kutoarjo, Yogyakarta, Lempuyangan, Solo Balapan, Madiun, Kertosono, Kediri, Blitar, Surabaya Pasarturi, Surabaya Gubeng, Malang, Jember, dan Tanjungkarang.

Di beberapa stasiun terutama Commuter juga disiapkan parkir sepeda gratis dan pemisahan jenis sampah. Selain itu KAI juga menggalakkan penanaman pohon di berbagai area kerja juga menjadi salah satu program CSR yang terus dilakukan dengan tujuan menciptakan lingkungan yang bersih dan menangkal polusi udara. Hingga semester 1 tahun 2024, KAI telah menanam total 2.238 pohon.

”KAI juga mengimplementasikan PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) di stasiun-stasiun dan kantor KAI mulai September 2022. Dengan penggunaan PLTS, KAI berhasil menghemat listrik hingga 8% dari tagihan listrik bulanan selama periode November 2023 hingga Juni 2024, dengan total kontribusi penghematan sebesar Rp1.011.590.730,” kata Anne.

Saat ini, terdapat 40 stasiun dan 2 balai yasa yang telah dipasangi PLTS, antara lain Stasiun Pasarsenen, Tanjungpriok, Depok, Citayam, Jakartakota, Duri, Serpong, Parungpanjang, Cikini, Bogor, Gondangdia, Juanda, Manggabesar, Sawahbesar, Cirebon, Cirebonprujakan, Brebes, Purwokerto, Kutoarjo, Kroya, Cilacap, Yogyakarta, Ketapang, Probolinggo, Jember, Rangkasbitung, Tangerang, Universitas Indonesia, Cawang, Semarang Tawang Bank Jateng, Semarang Poncol, Tegal, Pekalongan, Solo Balapan, Madiun, Surabaya Pasarturi, Surabaya Gubeng, Malang, Bojonegoro, Wonokromo, serta Balai Yasa Manggarai dan Yogyakarta. Ke depannya, KAI berencana untuk terus menambah jumlah Implementasi PLTS pada Bangunan Aset KAI (stasiun, kantor, depo, griya karya dan balai yasa).

Terapkan 10 Poin, Amsterdam Centraal Jadi Stasiun Kereta Paling Ramah Lingkungan

1 Agustus 1951, Japan Airlines Resmi Berdiri dengan Modal 100 Juta Yen

Siapa yang tak kenal dengan Japan Airlines (JAL), inilah flag carrier Jepang yang sampai saat ini melayani penerbangan reguler ke Indonesia. Sebagai maskapai internasional dengan besar, awalnya JAL didirikan dengan modal 100 juta yen di bawah pimpinan Aiichiro Fujiyama dan presiden Seijiro Yanagida. Berdiri pada 1 Agustus 1951 silam, JAL memulai awal operasinya dengan rute penerbangan domestik terjadwal dari Norwest Airlines.

Baca juga: Sambut Olimpiade Tokyo 2020, Japan Airlines Tampilkan Desain Seragam Baru

Maskapai ini mulai terbang perdana pada 27 Agustus 1951 dengan rute yang berangkat dari Bandara Haneda ke sekitaran Tokyo. Ada tiga pesawat yakni Martin 202 yang bermesin ganda, Douglas DC-4 dan Douglas DC-3 yang disebut Kinsei pada masa awal berdirinya.

Setelah delapan tahun mengitari rute domestik, tahun 1959, JAL kemudian menerbangkan rute internasional pertamanya dari Tokyo ke Los Angeles. Penerbangan ini tidak langsung melainkan transit di Honolulu dan menggunakan DC-7C yang terbukti menjadi pilihan tepat bagi maskapai.

Tak hanya itu, tahun 1959, JAL juga meresmikan rute internasional mereka lainnya seperti dari Tokyo ke Hong Kong transit Taipei dan Tokyo ke Seattle melewati Anchorage. Saat era jet, JAL memperkenalkan jet pertamanya DC-8 yang dikenai sebagai Fuji yang menerbangakan penumpang pada rute Tokyo ke San Francisco di Juli 1960.

JAL menutup layanan jet barunya dengan layanan penerbangan luar biasa yang mewakili budaya Jepang selain lounge bergaya Jepang dan kursi yang dibuat dengan Nishijin, tekstil tradisional yang diproduksi di Jepang. Maskapai ini, selama 27 tahun, memperoleh 60 pesawat DC-8 yang mengesankan dalam berbagai seri.

Hingga akhirnya maskapai asal Negeri Sakura tersebut terus melambung ke ketinggian baru dengan mencapai tempat transportasi penumpang dan kargo nomor satu di dunia, menurut Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) dari tahun 1983 dan mempertahankan posisi itu hingga tahun 1987. Kemudian, JAL mulai menggunakan armada Boeing 747-100 yang mengesankan, 200Bs, B747SR, dan 200Fs.

Dengan kehadiran armada-aramada baru, JAL mendominasi pasar baik secara internasional maupun domestik. Diketahui, Boeing 747SR secara khusus dirancang untuk penerbangan jarak pendek dan JAL mengambil keuntungan dari pengoperasian pesawat dengan hop domestik dari Tokyo ke Fukuoka dan Tokyo ke Sapporo.

Pesawat B747SR-SUD pada rute ini mencatat 563 kursi yang mengesankan. Pada tahun 1990, JAL menerima pesawat B747-400 pertamanya, dijuluki “Sky Cruiser,” dan melakukan penerbangan perdananya dari Tokyo ke Seoul, Fukuoka dan Okinawa.

April 2007, JAL membuat keputusan untuk bergabung dengan Oneworld Alliance yang saat ini menghubungkan 13 maskapai penerbangan, menyediakan 1.100 tujuan di seluruh dunia ke lebih dari 180 negara. JAL akan terus menghubungkan dunia dengan peluncuran Dreamliner 787-8 pada rute perdananya dari Narita ke Boston.

Kemudian, pada 2015, Dreamliner 787-9 juga bergabung dengan armada. Bisa dikatakan, ketika menutup sejarah JAL untuk melihat era kemajuan dalam penerbangan dan layanan selama beberapa dekade, maskapai ini terus memberikan tujuan baru yang menarik dan memberi palnggan kesempatan untuk menikmati budaya dari seluruh dunia.

Baca juga: Japan Airlines Terima Airbus A350-900, Tapi Justru Layani Penerbangan Domestik

Satu tujuan baru yang diumumkan JAL pada 29 Juli, adalah Vladivostok, Rusia karena hal itu membuat sejarah pada timeline JAL yang sudah mengesankan. JAL berencana untuk memulai layanan nonstop dari Tokyo ke Vladivostok selama musim panas 2020 dengan harapan untuk melanjutkan perkembangan diplomatik dan ekonomi dengan Rusia seperti yang telah dilakukan JAL selama hampir setengah abad. Rute ini akan menggunakan pesawat Boeing 737-800 dan memberikan opsi anggota oneworld untuk melanjutkan di dalam negeri di Rusia bersama sesama anggota aliansi S7.

Empat Kuburan Kereta di Indonesia, Padukan Nilai Estetik Tanpa Kesampingkan Nuansa Mistik

Siapa yang tidak merinding jika mendengar kata kuburan? Ya, tempat yang kerap kali disangkutpautkan dengan segala sesuatu yang berbau angker dan mistis ini memang dapat dengan mudah membuat bulu kuduk seseorang berdiri. Namun apa jadinya jika ada kuburan yang malah menyajikan artistik nan eksotik? Walaupun misteri tetap menyelimuti dan enggan pergi, namun nilai seni tinggi hadir di balik Kuburan Kereta Api!

Baca Juga: Kuburan Tak Selalu Seram, Stasiun Purwakarta Saksinya

Seiring berjalannya waktu dan berkembangnya teknologi, tidak heran rasanya jika banyak kereta yang sudah tidak beroperasi dan terbengkalai begitu saja. Kereta-kereta yang sudah memasuki masa pensiunnya ini lalu dibiarkan begitu saja hingga perlahan waktu mulai menggerogoti kokohnya body si ular besi. Berikut, KabarPenumpang.com sarikan empat kuburan kereta api yang ada di Indonesia, dilansir dari sejumlah sumber.

Stasiun Purwakarta

Stasiun Purwakarta. Sumber: istimewa

Stasiun yang dilewati oleh KA Argo Parahyangan ini memang memiliki daya tarik tersendiri, yang paling kuat datang dari kuburan keretanya yang terletak di seberang peron penumpang. Tumpukkan puluhan gerbong menjulang hingga tingginya lebih dari enam meter. Warna-warni gerbong tua dan rambatan tanaman liar pun semakin menambah nilai estetika nan angker dari kuburan yang terletak di Nagri Tengah, Kec. Purwakarta, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat ini.

Stasiun Cikaum, Subang

Stasiun Cikaum. Sumber: youtube.com

Stasiun yang berada di Cikaum Barat, Cikaum, Subang ini terkenal sebagai salah satu tempat perucatan (dibesituakan) sejumlah KRL Eksekutif milik PT KCJ dan PT KAI. Terhitung, setidaknya sudah ada 80 hingga 100 KRL yang ‘membangkai’ di stasiun ini. Salah satu yang paling fenomenal dari tumpukan kereta ini adalah KRL bekas tragedi Bintaro.

Balai Yasa, Yogyakarta

Balai Yasa. Sumber: Tribun

Puluhan lokomotif diesel hydraulic yang pernah mewarnai perkeretaapian Indonesia di tahun 1960-an ini diletakkan di lahan kosong yang ada di Balai Yasa, Yogyakarta. Berdasarkan penuturan dari Eko Purwanto, selaku EVP Balai Yasa Yogyakarta, dirinya tidak menampik bahwa kereta-kereta yang pernah berjaya pada masanya ini kerap kali menimbulkan nuansa mistis yang kental.

“BB304 nomor seri lupa. Cerita mistis ada, bahkan tidak cuma soal itu (lokomotif yang terlibat kecelakaan di Bintaro). Tapi enggak masalah, pekerjaan tetap lancar,” tutur Eko.

Baca Juga: ‘Macet Puluhan Tahun’, Mobil-Mobil di Chatillon Belgia ini Bertransformasi Jadi Spot Angker!

Stasiun Sidotopo, Surabaya

Stasiun Sidotopo. Sumber: travelingyuk.com

Satu lagi tempat yang menampung pensiunan kereta api adalah Stasiun Sidotopo, Simokerto, Surabaya. Stasiun dengan jumlah jalur terbanyak di Indonesia ini sendiri memiliki kuburan kereta yang tidak bisa dimasuki oleh sembarangan orang. Bak tempat peristirahatan terakhir yang jarang tersentuh, puluhan kereta yang bersemayam di sini pun mulai termakan usia dan tertutup rimbunnya alang-alang. Namun, nilai estetika justru terpancar jika sang fotografer pintar mengambil sudut jepretnya.

Jadi, siapkah Anda mengasah kemampuan fotografi Anda di kuburan-kuburan tersebut?

Jangan Lupakan Beberapa Hal Penting ini Ketika Naik Kereta di Jepang

Memiliki jadwal kereta api yang selalu tepat waktu, Jepang sontak dikenal sebagai negara yang paling disiplin di dunia. Selain itu penumpangnya pun sangat sopan. Tetapi tidak semua orang memiliki perilaku yang sempurna dan standar tinggi dalam beretika ketika di transportasi umum.

Baca juga: Ikuti Jejak Indonesia, Peraturan Penumpang di Kereta India Dipertegas, Ribuan Orang Terkena Sanksi

Hal tersebut memungkinkan berbuat sedikit celah kesalahan ketika menggunakan kereta api. KabarPenumpang.com melansir japantoday.com, di mana Jepang Air Trip baru-baru ini melakukan survei perilaku penumpang dari 930 responden dan didapat beberapa hal yang seharusnya tidak dilakukan ketika menggunakan kereta api di Jepang.

(Akibatan.com)

1. Menggunakan kursi lebih dari satu (72,8 persen respon)
Kursi kereta Jepang dengan formasi dua-dua atau bangku panjang, tidak dirancang dengan banyak ruang ekstra per orang. Sehingga mengambil tempat berlebih seperti menyilangkan kaki dan meletakkan tas di sebelah sebaiknya tidak dilakukan.

2. Berbicara dengan suara keras dengan teman (58,5 persen) dan ditelepon (56,3 persen)
Ketika pergi naik kereta bersama teman atau tengah bertelepon dengan seseorang, kecilkan suara Anda. Karena dengan bersuara cukup keras bisa mengganggu penumpang, orang Jepang banyak menikmati tidur di kereta sebelum tiba di tujuan.

3. Meletakkan bawaan dengan tidak sopan (54,1 persen)
Letakkan tas atau barang bawaan Anda di rak atas kursi. Ini agar memberikan tempat yang lebih luas supaya penumpang lain bisa bergerak tanpa harus terhimpit tas atau barang bawaan.

(Akibatan.com)

4. Volume headphone keras (54 persen)
Penggunaan earphone atau headphone hanya untuk pribadi bukan untuk bersama, jadi ketika menggunakannya kecilkan suara agar hanya Anda yang mendengar.

5. Naik turun kereta dengan kasar (42,4 persen)
Biasanya ini terjadi ketika kondisi berlawanan yakni ketika Anda naik, penumpang lain akan turun atau sebaliknya dan seperti tidak sabaran.

6. Menggunakan riasan (40,5 persen)
Banyak yang tidak nyaman ketika bersebelahan dengan seseorang yang mengenakan riasannya. Hal ini dikarenakan serbuk-serbuk bedak yang berterbangan mengganggu penumpang lain.

7. Menggunakan ponsel pintar saat kereta penuh (36,3 persen)
Ketika keadaan penuh sesak, jangan memaksakan diri untuk mengeluarkan ponsel dan bermain. Baiknya simpan di tas atau saku Anda. Karena orang lain tidak suka punggung atau dadanya sebagai sandaran ponsel Anda.

8. Berlarian ke kereta (32,2 persen)
Kereta Jepang hampir selalu tepat waktu, jadi patutnya mudah untuk tahu jam berapa harus tiba di peron. Jika pintu tertutup dan ketinggalan kereta, sebaiknya naik kereta berikutnya dan jangan memaksa naik bila terlambat.

9. Mabuk ketika naik kereta (31,7 persen)
Implikasinya di sini bahwa, dalam keadaan mabuk, orang tersebut juga mengambil ruang ekstra dengan membungkuk di kursi bangku, berperilaku agresif, atau membuat semua orang di sekitar mereka terkena hembusan nafas minuman keras. Jika Anda berada dalam kondisi yang buruk, penumpang lain mungkin lebih suka Anda menunggu sampai Anda sedikit sadar sebelum naik kereta.

10. Meninggalkan sampah (28,2 persen)
Bila tidak ada tempat sampah ketika berada di stasiun, jangan membuangnya begitu saja di peron. Simpan dalam saku atau tas Anda dan buang ketika menemukan tempat sampah.

11. Aroma parfum (27,6 persen)
Orang Jepang tidak terlalu tertarik dengan parfum pribadi yang menyengat. Apalagi ketika wangi itu menyebar di dalam kereta.

12. Makan (26,3 persen) dan minum bir/ alkohol (20 persen)
Mungkin untuk kereta wisata atau jarak jauh dengan kursi khusus yang memiliki nampan lipat makan atau minum bukanlah masalah. Tetapi ketika berada di kereta komuter atau jarak dekat bila ingin makan, beli makanan sekali gigit agar lebih cepat menghabiskannya. Begitu juga dengan minum, di luar kereta non shinkansen jauhkan diri Anda dari minuman alkohol karena membawa dampak yang tidak baik.

13. Membaca ketika ramai (10,9 persen)
Membuka koran atau buku bisa mengganggu ruang orang lain di kereta yang penuh sesak. Baiknya bila ingin membaca naik kereta bukan pada jam sibuk atau padat penumpang.

Baca juga: Abaikan Aturan, Wartawan AsaI Inggris Biarkan Anjing Piaraannya Tidur di Kursi Kereta

Ini harus diingat dan baiknya diterapkan, karena transportasi umum adalah transportasi bersama. Sehingga diri pribadi harus sadar dengan adanya ruang bersama orang lain.

Tips Sopan Buang Angin Selama Perjalanan, Intinya Harus Tetap “Dicicil”

Masuk angin memang perkara yang lumrah bagi semua orang, namun kasus ini menjadi tidak biasa ketika tubuh Anda sudah tidak kuasa lagi menampungnya. Ketika Anda berada di rumah, mungkin sendawa atau buang gas (kentut) tidaklah menjadi soal, tapi bagaimana ceritanya jika Anda terpaksa membuang senyawa amoniak ini di tempat umum, seperti sarana transportasi?

Tentu Anda tidak ingin dicap sebagai orang yang jorok karena buang gas sembarangan. Berikut, KabarPenumpang.com sarikan beberapa tips jitu untuk membuang gas di moda transportasi umum dihimpun dari laman wikihow.com.

Baca Juga: Ini Dia Jurus Jitu Atasi ‘Beser’ Selama Perjalanan Jarak Jauh

Keluarkan Gas di Perut Anda Secara Perlahan
Dua masalah yang kerap kali menjadi pertimbangan Anda untuk tidak membuang gas sembarangan adalah takut terdengar oleh orang lain dan bau semerbak yang ditimbulkan. Untuk masalah yang pertama, Anda bisa mengupayakannya dengan cara membuangnya secara perlahan. Notabene, kondisi di transportasi umum sangatlah berisik, jadi Anda bisa mengambil keuntungan dari kondisi ini.

Regangkan Anus Anda
Selain tips di atas, ada trik lain untuk meminimalisir bunyi yang ditimbulkan oleh proses pembuangan gas ini, yaitu dengan cara meregangkan anus. Anda bisa berpura-pura membenarkan tali sepatu atau aktifitas lain yang memaksa Anda untuk berjongkok di moda transportasi umum. Dilansir dari sumber lain, kerasnya bunyi kentut ini ditentukan oleh kecepatan gas dan luasnya dubur.

Buat Bunyi yang Lebih Keras dari Kentut Anda
Walaupun tips yang satu ini sering dijadikan bahan bercandaan, namun tetap terbukti ampuh lho! Ya, Anda bisa berpura-pura batuk atau berdeham sembari mengeluarkan senyawa amoniak ini. Jika Anda berniat untuk melakukan trik ini, pastikan jumlah gas yang Anda keluarkan juga seimbang dengan durasi batuk yang Anda lakukan, jangan sampai batuk Anda sudah selesai tapi gasnya masih keluar dan berbunyi, berbahaya!

Lepaskan Gas Saat Anda Berjalan
Anda bisa lakukan trik yang satu ini jikalau Anda tengah berjalan di peron atau halte bus. Tapi ingat, mengeluarkannya tetap dicicil ya!

Baca Juga: Tips Kenalan “Ampuh” di Moda Transportasi, Intinya Tidak Boleh Dipaksakan!

Hindari Keramaian
Bagi Anda yang kurang percaya diri untuk membuang gas sembarangan, ada baiknya Anda menjauh dari kerumunan terlebih dahulu untuk membuang gas. Anda bisa pergi ke toilet (jika tersedia) atau ke sudut ruangan (bordes atau sambungan bus gandeng).

Gunakan Pengharum Untuk Hilangkan ‘Jejak’
Ketika semua misi membuang gas diam-diam sudah selesai, sekarang saatnya pastikan gas yang Anda keluarkan bau atau tidak. Untuk berjaga-jaga, Anda bisa menyiapkan segala sesuatu yang memiliki aroma kuat, seperti minyak kayu putih, hand body lotion, atau bahkan parfum untuk menyamarkan bau gas tersebut.