Kereta Pustaka Indonesia – Cerdaskan Bangsa di Usianya yang Senja

Selain namanya yang sarat akan nuansa kesusastraan, ternyata fungsinya pun sejalan dengan pemberian nama Kereta Pustaka Indonesia. Mungkin sebagian dari Anda belum mengetahui bahwa PT KAI memiliki kereta yang ‘ditugaskan’ bukan untuk mengangkut penumpang, melainkan mencerdaskan rakyat Indonesia. Sebagai permulaan, Kereta Pustaka Indonesia merupakan sebuah gerbong barang yang lantas disulap menjadi sebuah perpustakaan dan museum.

Baca Juga: Dipandang Tak Manusiawi, Kereta Sapu Jagad Kini Tinggal Kenangan

Pada tahun 1980, gerbong barang dengan nomor seri B 0 80 01 ini memulai pengabdiannya pertama kali dengan segala kelebihan yang dimilikinya, seperti memiliki daya angkut yang besar, efisien, dan juga ramah lingkungan. Sebelum dioperasikan sebagai gerbong barang, ternyata Kereta Pustaka Indonesia ini terlebih dahulu dikenal sebagai Kereta Rel Diesel MCW (KRD MCW) yang sangat identik dengan tutup semboyannya yang menyerupai dasi kupu-kupu.

KRD MCW. Sumber: wikipedia

31 tahun pasca pengabdiannya sebagai gerbong barang, akhirnya PT KAI memiliki rencana lain, yaitu mentranformasikannya menjadi sebuah kereta perpustakaan dan pusat informasi tentang sejarah kereta api di Indonesia. Akhirnya pada 22 Juni 2011, PT KAI mulai mengobrak-abrik gerbong barang ini di Balai Yasa Manggarai. Tidak sampai sebulan setelah masuk ke ‘bengkel’, kereta ini sudah selesai didandani dengan tampilan yang memikat mata.

Dengan mengambil warna dasar putih, bagian luar Kereta Pustaka Indonesia ini dihiasi oleh lima gambar stasiun cagar budaya yang ada di DKI Jakarta, yaitu Stasiun Tanjung Priok, Stasiun Jakarta Kota, Stasiun Manggarai, Stasiun Pasar Senen, dan Stasiun Jatinegara. Tidak hanya itu, bangunan bersejarah lain yang berkaitan dengan pengoperasian kereta api di Indonesia pun turut digambar pada sisi lain kereta ini, seperti Lawang Sewu, Kantor SCS Tegal, Stasiun Kediri, Stasiun Cilacap hingga Stasiun Cirebon.

Interior Kereta Pustaka Indonesia. Sumber: wikipedia

Menilik interiornya, kendati namanya Kereta Pustaka Indonesia, kereta ini tidak melulu berisikan buku-buku atau literatur lain yang berkaitan dengan kereta, namun dalam gerbong yang disulap menjadi perpustakaan lesehan ini, para pengujung juga dapat menikmati pemutaran film, permainan yang bernuansa kereta api, juga pajangan foto bersejarah lengkap dengan informasinya. Sangat informatif!

Setelah melanglang buana sebagai KRD MCW dan gerbong barang B 0 80 01, kini Kereta Pustaka Indonesia tengah menikmati masa pensiunnya dari dunia perkeretaapian di Museum Kereta Api Ambarawa. Agar terlihat serasi, pihak museum menyandingkan Kereta Pustaka Indonesia ini dengan Lokomotif CC 200 15 dalam satu rel. Tiada tujuan lain dari penyandingan ini, selain sebagai sarana edukasi perkeretaapian Indonesia.

Baca Juga: Kereta Api Langsam, Punya Sebutan ‘Distributor’ Pupuk Hingga Go Green

Dari pantauan KabarPenumpang.com saat berkunjung ke Museum Ambarawa, kereta pustaka sangat diminati oleh pengunjung, terutama mereka yang membawa anak-anak. Penempatan posisinya yang strategis juga memudahkan pengunjung untuk menemukan kereta “legend” tersebut.

Sudah begitu, kereta pustaka juga dilengkapi dengan fasilitas lainnya, seperti mewarnai dan sebagainya, yang membuat minat anak-anak semakin tinggi.

Liburan ke Semarang? Yuk, Wisata Edukasi KA ke Lawang Sewu dan Museum Ambarawa

Bingung mau liburan kemana? Gimana kalau wisata ke Semarang. Lokasinya yang strategis dan mudah dijangkau, pastinya masyarakat yang liburan ke Semarang tak sekadar biasa – biasa saja. Selama ini yang biasa masyarakat lakukan saat liburan adalah wisata religi, kuliner, dan mampir ke tempat – tempat wisata instagramable.

Baca juga: “Argo Muria Festival,” Upaya PT KAI Angkat KA Argo Muria Sebagai Ikon Semarang

Namun, bagaimana jika berlibur ke wisata edukasi kereta api, pastinya mengasyikkan, dong. Selain melihat bangunan tua dan koleksi kereta api sejak jaman kolonial Belanda, masyarakat juga bisa menambah ilmu tentang kereta api.

Wisata edukasi yang satu ini berada di tengah kota Semarang. Ya, Museum Lawang Sewu. Bangunan yang berstatus sebagai aset Kereta Api Indonesia (KAI) ini merupakan buah dari perebutan NIS oleh Djawatan Kereta Api Republik Indonesia (DKARI) pada masa Perang Kemerdekaan. Saat ini bangunan tersebut dijadikan sebagai museum dan galeri sejarah perkeretaapian oleh Unit Pusat Pelestarian dan Desain Arsitektur dan KAI Wisata.

Pengunjung bisa merasakan sensasi kemegahan bangunan cagar tersebut dengan mengabadikan momen tertentu, terutama keunikan pada pintu yang memiliki istilah Seribu Pintu ini. Tak hanya bangunannya yang megah, dibagian halaman gedung Lawang Sewu ini juga memiliki ornamen serta koleksi pribadi yang bertemakan kereta api. Ini menjadikan wisata edukasi yang lebih lengkap dengan beragam cerita dan sejarah pada waktu itu.

Masih di kawasan Semarang, masyarakat juga berkunjung ke museum kereta api yang cukup terkenal dengan koleksi lokomotif uapnya, yaitu Museum Ambarawa. Ambarawa merupakan nama dari stasiun besar yang menghubungkan Yogyakarta dan Semarang. Kini Ambarawa sudah di jadikan museum edukasi kereta api lengkap koleksi didalamnya. Mulai dari alat komunikasi kereta api, gerbong, hingga lokomotif uapnya lengkap terpajang disini. Tak melulu koleksi yang terpajang, masyarakat juga bisa menyewa rangkaian kereta api yang masih berjalan dengan rute Ambarawa – Tuntang pp.

Kereta wisata heritage Ambarawa, relasi Ambarawa – Tuntang. Foto: Alpin Hardiyansah/KabarPenumpang

Bagi yang ingin mengunjungi Museum Lawang Sewu, per 1 Juni 2024, masyarakat dikenakan tarif sebesar Rp 30.000 untuk dewasa, Rp 20.000 untuk anak – anak (3 – 12 tahun), dan Rp 40.000 untuk wisatawan asing, serta Rp 15.000 untuk wahana IMMERSIVE, yang menyajikan sejarah perkeretaapian di Indonesia lewat teknologi audio visual/teknologi digital. Jam operasional Museum Lawang Sewu dibuka mulai pukul 08.00 – 18.00.

Foto: Alpin Hardiyansah/KabarPenumpang
Foto: Alpin Hardiyansah/KabarPenumpang

Bagi masyarakat yang ingin berkunjung ke Museum Ambarawa, dikenakan tarif sebesar Rp 20.000 untuk dewasa, Rp 10.000 untuk anak – anak (3 – 12 tahun), Rp 30.000 untuk wisatawan asing, Rp 100.000 per penumpang untuk kereta wisata (jalan setiap Sabtu – Minggu). Jam operasional dibuka mulai pukul 08.00 – 16.00.

Baca juga: Museum Kereta Ambarawa Sewakan Lokomotif dan Gerbong Untuk Konsep Unik Pernikahan

Masyarakat yang berkunjung pun tetap dihimbau melakukan protokol kesehatan yang ketat. Dan mengenai persyaratan berkunjung museum, harus sudah melakukan vaksin minimal dosis pertama. Selain itu untuk mengevaluasi alur pelayanan, dan menyiapkan tenaga security tambahan di gerbang pintu masuk yang bertugas mengecek sertifikat vaksin para calon pengunjung, sehingga meminimalisir terjadinya antrian.

Mulai 28 September 2024, Scoot Buka Penerbangan Singapura-Kertajati dengan Embraer E190-E2

Scoot, maskapai penerbangan bertarif rendah yang merupakan anak perusahaan dari Singapore Airlines (SIA), mengumumkan akan menerima pesawat Embraer E190-E2 ketiga dan keempat di Singapura pada September dan Oktober 2024. Pesawat ketiga diberi nama “Jalan-Jalan”, sedangkan pesawat keempat diberi nama “Travel Kaki”.

Baca juga: Mulai 29 Oktober, Bandara Husein Bandung Resmi Digantikan Bandara Kertajati, Ini Rute yang Dilayani

Dengan penambahan pesawat baru tersebut, Scoot akan meluncurkan layanan penerbangan ke dua destinasi baru di Asia Tenggara, yaitu Kertajati (Bandung Raya) di Indonesia dan Melaka di Malaysia. Penerbangan ke Kertajati akan dimulai pada 28 September 2024, dengan frekuensi penerbangan dua kali seminggu, sedangkan penerbangan ke Melaka akan dilayani lima kali seminggu mulai 23 Oktober 2024.

Memiliki hutan-hutan rindang, air terjun alami, dan satwa liar yang indah, Kertajati adalah tempat yang bagus bagi para pecinta alam. Wisatawan juga dapat mengunjungi kota-kota terdekat di Bandung Raya untuk menikmati budaya lokal dan keindahan kota. Melaka menawarkan pengalaman yang juga menarik dengan kekayaan warisan budaya Peranakan. Di kota Warisan Dunia UNESCO ini, pengunjung dapat menikmati hidangan asli Nonya dengan latar belakang pasar malam yang ramai serta menjelajahi bangunan bersejarah.

Selain Kertajati dan Melaka sebagai destinasi-destinasi baru, Scoot juga akan menggunakan pesawat Embraer E190-E2 di beberapa layanan penerbangan yang sudah ada. Hal ini mencakup penerbangan dua kali seminggu ke Pekanbaru dengan Embraer E190-E2 selain penerbangan tiga kali seminggu dengan pesawat Airbus A320, serta adanya peningkatan frekuensi penerbangan dari tiga menjadi empat kali seminggu ke Balikpapan dan Makassar, mulai Oktober 2024.

Mulai November 2024, Embraer E190-E2 juga akan melayani penerbangan ke Vientiane sebanyak tiga kali seminggu, penerbangan ke Davao yang meningkat dari tujuh menjadi sembilan kali seminggu mulai hari ini, dan mulai Desember 2024, empat kali penerbangan seminggu ke Vientiane, meningkat dari tiga kali penerbangan seminggu mulai hari ini.

Penambahan rute Kertajati dan Melaka ke jaringan layanan penerbangan Scoot menyusul pengumuman baru-baru ini mengenai destinasi baru lainnya, seperti Subang di Malaysia, yang akan beroperasi pada tanggal 1 September 2024. Subang, terletak hanya 28 kilometer
dari Kuala Lumpur, memberi wisatawan akses alternatif dan nyaman menuju ibu kota Malaysia.

Bersama dengan destinasi yang dilayani oleh Scoot saat ini, Scoot akan mengoperasikan 78 penerbangan dalam seminggu ke Indonesia dan 115 penerbangan dalam seminggu ke Malaysia pada Oktober 2024, 37 penerbangan dalam seminggu ke Filipina pada November 2024, serta empat kali penerbangan ke Laos mulai Desember 2024.

Embraer dan Scoot Tandatangani Perjanjian Program Pool untuk Armada E190-E2

Hari ini 57 Tahun Lalu, Boeing 737-200 Terbang Perdana – Pernah Populer Digunakan Maskapai Indonesia pada Dekade 90-an

Lantaran sudah uzur, saat ini tidak ada lagi pesawat narrow body Boeing 737-200 yang dioperasikan oleh maskapai di Indonesia. Namun, bukan berarti 737-200 sudah punah, di Indonesia varian 737 classic ini masih dioperasikan oleh TNI AU, yakni sebagai platform pesawat intai maritim dengan label 737-2X9 dan menjadi arsenal Skadron Udara 5 sejak awal dekade 80-an.

Baca juga: Hari ini 34 Tahun Lalu, Boeing 737-400 Terbang Perdana, Salah Satu Narrow Body Terpopuler di Indonesia

Nah, hari ini 57 tahun lalu, bertepatan dengan 8 Agustus 1967, menjadi momen bersejarah dengan dilakukannnya penerbangan perdana 737-200. Boeing 737-200 adalah varian kedua dari keluarga pesawat Boeing 737. Setelah sukses dengan model 707 dan 727, Boeing mengidentifikasi kebutuhan akan pesawat jet yang lebih kecil dan efisien untuk rute jarak pendek.

Boeing 737-100 adalah model pertama yang dikembangkan, tetapi permintaan pasar menunjukkan perlunya kapasitas yang lebih besar, sehingga Boeing memperkenalkan 737-200. Boeing 737-200 melakukan penerbangan perdana pada 8 Agustus 1967, mengikuti penerbangan perdana 737-100 yang dilakukan pada 9 April 1967.

Boeing 737-200 mendapatkan sertifikasi dari Federal Aviation Administration (FAA) pada Desember 1967. Pesawat ini pertama kali diserahkan kepada United Airlines dan mulai beroperasi secara komersial pada 28 April 1968.

737-200 memiliki badan pesawat yang lebih panjang dibandingkan dengan 737-100, memungkinkan kapasitas penumpang yang lebih besar, yaitu hingga sekitar 130 penumpang dalam konfigurasi satu kelas. Pesawat ini memiliki panjang 30,53 meter (100 kaki 1 inci), sekitar 2 meter lebih panjang dari 737-100.

Ditenagai dua mesin Pratt & Whitney JT8D yang memberikan daya dorong yang memadai untuk penerbangan jarak pendek hingga menengah. 737-200 dikenal dengan efisiensi bahan bakarnya dan kemampuan untuk beroperasi dari bandara dengan fasilitas yang lebih sederhana.

Ada beberapa varian dari 737-200, termasuk 737-200C (Convertible) yang dapat dikonversi antara konfigurasi penumpang dan kargo, serta 737-200 Advanced yang menawarkan peningkatan kinerja dan efisiensi bahan bakar. 737-200 menjadi sangat populer di kalangan maskapai penerbangan di seluruh dunia karena fleksibilitas dan efisiensinya. Pesawat ini digunakan secara luas oleh maskapai besar dan regional.

Banyak 737-200 yang tetap beroperasi selama beberapa dekade, menunjukkan daya tahan dan keandalan pesawat ini. Beberapa di antaranya masih beroperasi di beberapa wilayah dengan kondisi bandara yang menantang.

Di dekade 90-an, Boeing 737-200 sangat populer digunakan oleh maskapai di dalam negeri, sebut saja pengguna varian ini adalah Bouraq, Merpati, Adam Air dan Merpati Nusantara Airlines.

 

Cathay Pacific Pesan 30 Unit Airbus A330neo

Cathay Group dari Hong Kong telah menandatangani kontrak pemesanan (firm order) dengan Airbus untuk 30 unit pesawat berbadan lebar A330-900. Pemesanan ini menyusul sebuah evaluasi menyeluruh yang dilakukan oleh maskapai ini dalam rangka program pembaruan armada pesawat berbadan lebar ukuran sedang.

Baca juga: Setelah Empat Tahun Grounded, Cathay Pacific Bawa Pulang Pesawat Terakhirnya dari Gurun Australia

Pesawat yang baru dipesan ini akan memungkinkan Cathay untuk memodernisasi armada A330-300 generasi sebelumnya dan memperbesar operasinya di rute regional tersibuk. Pesawat ini juga akan menawarkan fleksibilitas bagi maskapai untuk melayani destinasi dengan jarak tempuh yang lebih jauh. Seperti semua pesawat A330neo, armada ini akan ditenagai oleh mesin Rolls-Royce Trent 7000 generasi terbaru.

Ronald Lam, Cathay Group Chief Executive Officer mengatakan: “Seiring dengan masuknya Cathay ke tahap akhir dari upaya pembaruannya, kami akan membuka babak baru modernisasi dan pertumbuhan bisnis, baik dalam hal cakupan maupun kualitas. Kami dengan senang hati mengumumkan pesanan baru untuk pesawat A330neo yang canggih ini. Investasi besar ini tidak hanya mencerminkan kepercayaan diri kami yang luar biasa terhadap status Hong Kong sebagai hub penerbangan internasional terkemuka, tetapi juga menunjukkan komitmen kami dalam mendukung perkembangan kota asal kami yang sedang berlangsung.”

“A330 merupakan tipe pesawat yang telah melayani Cathay Pacific dengan baik selama hampir 30 tahun. Pesawat-pesawat baru nantinya akan melayani destinasi regional kami di Asia, dan bisa juga secara fleksibel melayani destinasi jarak jauh sesuai kebutuhan. Dengan adanya efisiensi bahan bakar yang lebih baik dan standar kenyamanan yang tinggi dari A330neo, kami akan dapat meningkatkan pengalaman penerbangan yang kami tawarkan kepada para pelanggan. Selain itu, efisiensi ini akan berkontribusi terhadap cita-cita perusahaan dalam mencapai emisi net-zero pada tahun 2050.”

A330-900 mampu terbang sejauh 7.200 nm atau 13.330 km tanpa henti. Seperti pesawat Airbus lainnya, A330neo dapat beroperasi dengan bahan bakar penerbangan berkelanjutan (Sustainable Aviation Fuel/SAF) hingga 50 persen, dengan target untuk meningkatkannya menjadi 100 persen pada tahun 2030.

Hingga akhir Juli, A330 telah memiliki 1.805 kontrak pemesanan (firm order) dari lebih dari 130 pelanggan di seluruh dunia, dengan 1.469 pesawat kini beroperasi pada rute jarak jauh, menengah, dan pendek di seluruh dunia.

Cathay Pacific Hong Kong, Ternyata Didirikan oleh Orang Australia dan Amerika

Dijamin Instagramable, Inilah Jalur Kereta Api dengan Pesona Laut Satu–satunya di Pulau Jawa

Mungkin kalian pernah tahu tentang jalur kereta api yang memiliki panorama laut utara yang luas? Atau pernah merasakan sensasi naik kereta api melewati pinggir laut? Kalian bisa mencoba naik kereta api melewati jalur utara Jawa di antara Stasiun Pekalongan dengan Stasiun Semarang Poncol. Ya, panorama ini sangat jarang ditemukan dibagian utara Jawa. Jika naik kereta api lewat jalur selatan disuguhi pemandangan gunung, sawah dan sungai besar, beda halnya jika melewati jalur kereta api bagian utara yaitu panorama laut yang eksotis.

Baca juga: Stasiun Plabuan – Stasiun Aktif di Indonesia yang Berdiri Kokoh di Tepi Laut Jawa 

Dilintasi Kereta Api Penumpang dan Barang
Jalur KA bagian utara Jawa memang identik dengan bermacam – macam angkutan kereta api yang lewat. Seperti kereta api angkutan penumpang dan juga angkutan barang. Jika kita mengabadikan di jalur utara ini banyak KA yang lewat nonstop mulai dari pagi, siang, sore, malam hingga dini hari dan kembali keesokan paginya.

Seperti halnya jika kita berkunjung ke spot jalur KA dengan panorama lautnya. Kereta api yang melintas juga lumayan banyak dann tidak akan kehabisan waktu saat mengambil gambar. Terlebih lagi jika mengetahui jadwal KA yang lewat, sangat memudahkan untuk mengambil lokasi atau spot foto dengan panorama laut.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by KabarPenumpang.com (@kabar.penumpang)

Lokasinya Dekat dengan Stasiun Plabuan
Jika mengunjungi spot dengan panorama laut ini, kita juga bisa melihat sebuah stasiun yang bangunnya tidak begitu besar dan terlihat modern. Stasiun ini bernama Stasiun Plabuan. Unik memang dengan namanya persis lokasinya juga dipinggir laut. Stasiun Plabuan memliki ketinggian 4 meter diatas permukaan laut, jadi bisa dibilang kawasan ini dataran rendah dengan intensitas cuaca cukup panas jika keadaan cerah.

Stasiun yang berlokasi di kawasan Desa Ketanggan, Gringsing, kota Batang ini termasuk wilayah Daop 4 Semarang. Awalnya bangunan stasiun ini cukup sederhana hanya terbuat dari kayu jati dan dibuka pertama kali pada tahun 1898. Stasiun Plabuan dulunya dibangun sebagai pengisian air pada lokomotif uap karena stasiun ini hanya memiliki bangunan kecil yang levelnya dibawah tipe halte (stopplaat). Lalu pada tahun 1911 – 1921 bangunan ini direnovasi menjadi bangunan tembok batu dan menambah jalur kereta api yang semula satu jalur menjadi dua jalur, agar memudahkan kereta api untuk melakukan persilangan.

Jaraknya 10 Kilometer dari Jalan Raya
Meski memiliki panorama yang indah antara laut dan jalur kereta api, tapi rute yang ditempuh menuju spot ini sekitar 40 menit dari Jalan Raya Semarang – Batang menuju Stasiun Plabuan. Tahun 2011 lalu ada beberapa kereta api lokal yang berhenti di stasiun ini. Salah satunya adalah Kereta Api Kaligung. Lebih memudahkan jika kita mengabadikan kereta api dengan panorama laut. Namun setelah pergantian Grafik Kereta Api (GAPEKA) pada tahun 2014 dan merenovasi stasiunnya menjadi agak besar, tidak semua kereta api berhenti tergantung jadwal perjalanan KA di stasiun ini.

Baca juga: Inilah Stasiun Jeongdongjin, Stasiun Kereta Paling Dekat dengan Laut di Dunia 

Jika ingin berkunjung ke Stasiun Plabuan menggunakan kendaraan bermotor roda 2 atau roda 4 bisa melewati Jalur Pantura Semarang – Batang. Kemudian bertemu Pasar Plelen dan masuk ke area pedesaan Jalan Gringsing – Kedawung. Setelah bertemu Masjid Al – Hidayah langsung menuju ke Jalan Ketanggan dan berjalan lurus hingga melewati kolong jembatan Tol Semarang – Batang. Perjalanan diteruskan hingga bertemu Stasiun Plabuan. (PRAS – Cinta Kereta Api)

[Video] Stasiun Plabuan – Stasiun Aktif di Indonesia yang Berdiri Kokoh di Tepi Laut Jawa

Tentu Anda semua masih ingat dong dengan Stasiun Dawlish di Inggris? Ya, stasiun yang bisa dikategorikan sebagai salah satu stasiun ekstrem ini terkenal akan medannya yang berada persis di pesisir laut. Dengan segala keindahan dan ancaman terpaan ombak kencang, stasiun ini kerap didatangi oleh wisatawan mancanegara yang penasaran dengan kengerian yang disajikan. Nah, siapa sangka, stasiun semacam ini juga ada di Indonesia, lho! Jadi, tidak usah jauh-jauh ke luar negeri dulu untuk melihat stasiun nan romantis ini.

Baca Juga: [Video] Di Jalur Kereta ini, Anda Bisa Rasakan Sensasi Terhempas Ombak

Seperti yang dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, adalah Stasiun Plabuan, stasiun yang digadang-gadang mirip dengan Stasiun Dawlish yang ada di Inggris. Stasiun ini sendiri terletak di tepi Pantai Celong, Banyuputih, Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Banyak warganet di luar sana yang merekomendasikan tempat ini sebagai lokasi untuk foto-foto – kalau bahasa jaman sekarangnya adalah Instagramable.

Sedikit berbeda dengan Stasiun Dawlish, Stasiun Plabuan ini tidak dilengkapi dengan tembok pembatas, hanya bermodalkan dataran yang sedikit lebih tinggi saja untuk mencegah air laut merangsek naik ke rel. Namun dari segi ‘keganasannya’ saja, Pantai Celong tidaklah se-galak pantai di sisi Stasiun Dawlish, dimana ombaknya bisa dengan gagah menerjang tembok pembatas rel.

Stasiun Plabuan sendiri merupakan stasiun kereta api kelas III/kecil yang masuk ke dalam Daerah Operasi IV Semarang. Tidak seperti kebanyakan stasiun, Stasiun ini diberi nama menurut dukuh (pemimpin wilayah administratif di bawah Kelurahan) tempat stasiun ini berada. Stasiun Plabuan memiliki tiga jalur kereta api dengan jalur 1 merupakan sepur lurus arah Cirebon–Jakarta dan jalur 3 merupakan sepur lurus arah Semarang–Surabaya. Sedangkan jalur 2 terhubung dengan sepur badug di kedua ujungnya.

Baca Juga: Dari Mulai Tanjakan, Hingga Jembatan, 10 Jalur Ekstrim Ini Ada Di Indonesia

Karena letak geografisnya, stasiun ini menyandang predikat sebagai satu-satunya stasiun kereta aktif yang terletak persis di pinggir pantai (Laut Jawa). Sebagai informasi tambahan, tidak ada kereta api yang berhenti di stasiun ini, kecuali jika terjadi persusulan antar kereta.

CRRC Qishuya Kirim Lokomotif Bertenaga Hidrogen ‘Ramah Lingkungan’ ke Chili

CRRC Qishuya, salah satu divisi dari China Railway Rolling Stock Corporation (CRRC), yang merupakan produsen terbesar kereta api dan rolling stock di dunia, diwartakan telah mengirim lokomotif bertenaga hidrogen anak perusahaan transportasi Ferrocarril de Antofagasta (FCAB) milik perusahaan pertambangan Antofagasta yang menghubungkan pelabuhan laut Chili ke Bolivia di Amerika Selatan.

Baca juga: Lebih Ramah Lingkungan, KAI Akan Beralih dari Bahan Bakar B35 ke B40 untuk Performa Mesin Lokomotif

Satu unit lokomotif dipesan pada bulan November 2022, dirancang agar tahan terhadap kondisi lokal seperti radiasi UV ekstrem, kabut garam, badai pasir, lereng curam, dan tikungan tajam. Lokomotif ini dilengkapi dengan blok baterai traksi berkapasitas tinggi dan sistem penyimpanan hidrogen di bawah tekanan 35 MPa. Peringkat dayanya adalah 1 MW.

Fitur keselamatan meliputi sistem deteksi gas dan pemutus pasokan otomatis jika terjadi kebocoran bahan bakar. Lokomotif ini akan menggunakan hidrogen hijau. FCAB mengatakan bahwa lokomotif ini akan memiliki kemampuan traksi yang sama dengan tipe lokomotif diesel yang ada.

Lokomotif ini diharapkan mulai beroperasi pada paruh kedua tahun 2024. Lokomotif tersebut akan menggunakan tenaga hidrogen hijau. FCAB mengatakan lokomotif tersebut akan memiliki kemampuan traksi yang sama dengan lokomotif diesel yang ada, yang dapat dikonversi menjadi bahan bakar hidrogen.

Fitur keselamatan akan mencakup sistem deteksi gas dan pemutus pasokan otomatis jika terjadi kebocoran kecil. Pembelian lokomotif ini diumumkan pada tanggal 23 November 2022, dan merupakan bagian dari strategi iklim FCAB, yang mencakup tujuan untuk mengurangi emisi CO2 sebesar 30% pada tahun 2025.

CRRC Qishuya seperti divisi lainnya dari China Railway Rolling Stock Corporation (CRRC), memiliki kantor pusat di kota-kota tertentu di Cina. Secara umum, CRRC memiliki beberapa basis operasi dan pabrik di berbagai wilayah di Cina untuk mendukung produksi dan pengembangan peralatan transportasi rel.

CRRC Qishuya secara khusus berbasis di kota Zhuzhou, yang terletak di Provinsi Hunan. Zhuzhou dikenal sebagai salah satu pusat industri dan teknologi utama di Tiongkok, khususnya dalam bidang manufaktur rolling stock dan peralatan rel.

Train to the Clouds, Lintasan Kereta Kelima Tertinggi di Dunia

Lima Maskapai Ini Dianggap Ramah Bagi Penyandang Disabilitas

Penyandang disabilitas memiliki hak yang sama dengan penumpang lainnya dalam mendapatkan pelayanan oleh maskapai penerbangan. Bahkan karena berkebutuhan khusus, adalah wajar bila maskapai menerapkan layanan ekstra bagi para difabel.

Baca juga: Panasonic Uji Coba Kursi Roda Otonom di Bandara Haneda

KabarPenumpang.com merangkum dari disabledtraveladvice.co.uk, ada beberapa maskapai yang dianggap memberikan layanan terbaik bagi para penumpang disabilitas. Terlebih lagi, maskapai-maskapai ini tidak memintan tambahan biaya untuk membantu penyandang disabilitas. Berikut ini maskapai-maskapai yang memiliki pelayanan terbaik untuk penyandang disabilitas.

1. Air Canada
Maskapai ini menyediakan layanan yang lengkap untuk penyandang disabilitas dari saat di bandara hingga masuk ke dalam pesawat. Pihak maskapai akan memeriksa Anda secara teratur untuk memastikan baik-baik saja. Di banyak penerbangan, tempat duduk tambahan tersedia tanpa adanya biaya tambahan jika penyandang disabilitas memerlukannya. Hewan untuk terapi pun di perbolehkan ikut oleh pihak maskapai, asal bisa duduk di dekat Anda tanpa harus mengganggu jalan di lorong.

2. Continental Airlines
Jika Anda sebagai penyandang disabilitas dan berangkat dari atau ke Amerika, maskapai ini menawarkan tempat duduk khusus dan bantuan onboard. Perlakuan khusus ini diberikan untuk penyandang disabilitas baik yang menggunakan kursi roda maupun tidak. Continental Airlines juga menerima hewan terapi dan memiliki kandang khusus di onboard agar penyandang disabilitas lebih nyaman saat membawa hewan.

3. EasyJet
Sebagai maskapai penerbangan low cost carrier (LCC), EasyJet bisa membantu penyandang disabilitas masuk ke pesawat terbang. Mengangkat Anda bila menggunakan kursi roda jika memang diperlukan. Sayangnya, hewan untuk terapi tidak bisa ikut dalam penerbangan internasional dan hanya diperbolehkan untuk penerbangan domestik saja.

4. Qantas Airways
Qantas memberikan dukungan yang penuh hampir sama dengan Air Canada, dari mulai Anda tiba di bandara, masuk dalam pesawat dan mengatur tempat duduk untuk penyandang disabilitas. Layanan untuk hewan terapi pun diperbolehkan, jika penyandang disabilitas membutuhkan penjaga, petugas bisa menyiapkannya.

5. Virgin Atlantic
Maskapai yang satu ini menyediakan layanan untuk penyandang disabilitas terutama bagi tuna rungu dan cacat mental yang bepergian sendiri. Bagi penyandang disabilitas yang menggunakan kursi roda, bila ingin ke toilet akan diberikan bantuan. Hewan terapi diperbolehkan melakukan perjalanan dan masuk dalam kabin pada sebagian rute utama dari Virgin Atlantic.

Sebagai penyandang disabilitas, baiknya sebelum melakukan penerbangan bisa memberitahukan pada pihak maskapai 48 jam sebelum keberangkatan. Hal ini agar pihak maskapai bisa mengatur layanan tambahan untuk Anda, bila Anda memesan dalam menit-menit terakhir adalah ide yang buruk, sebab pihak maskapai akan kesusahan karena persiapan yang kurang untuk membantu.

Baca juga: Apa Kabar Fasilitas “Khusus” Bagi Penumpang?

Ada beberapa kasus dimana sebagai penyandang disabilitas harus membawa surat kesehatan dari dokter untuk bepergian. Hal yang berlaku juga sama untuk hewan terapi yang dibawa.

Anda juga harus memastikan dengan jelas pelayanan yang diberikan maskapai. Sebab, ada beberapa maskapai penerbangan yang dilaporkan meminta biaya tambahan untuk membantu penyandang disabilitas sebelum Anda melakukan perjalanan.

Jika Anda memerlukan ruang ekstra di mana Anda duduk di pesawat, Anda akan menemukan bahwa beberapa maskapai penerbangan menyediakannya secara gratis, sementara yang lain meminta Anda untuk memesan tempat duduk tambahan. Ada juga maskapai penerbangan yang akan menawarkan untuk membiarkan Anda menggunakan kursi kedua secara gratis, tapi kemudian menarik tawarannya bila pesawatnya terisi.

Meski masih lebih rumit daripada terbang sebagai orang yang bertubuh sehat, penerbangan bagi penyandang disabilitas lebih mudah dari sebelumnya. Jika Anda memilih maskapai penerbangan yang tepat, Anda akan mendapati staf yang sopan dan mengerti kebutuhan penumpang dengan kebutuhan khusus.

Skuter Listrik Ini Bisa Dikendarai Sambil Duduk dan Berdiri Lho!

Selain sebagai kendaraan yang biasa digunakan saat waktu santai, skuter listrik juga kerap kali digunakan untuk menempuh jarak yang relatif dekat. Bahkan, tidak jarang juga beberapa orang di berbagai negara menggunakan kendaraan yang hanya mampu menampung satu orang ini untuk pergi ke kantor. Ini merupakan evolusi dari skuter konvensional, dimana untuk menggerakkannya, kita harus mendorongnya menggunakan kaki.

Baca Juga: Kiwano 01, Moda Beroda Tunggal yang Dilengkapi Teknologi Self-Balancing

Dalam variannya, ada dua jenis skuter listrik. Varian pertama adalah tanpa tempat duduk, dimana Anda akan memiliki kesadaran lebih terhadap sekitar dan varian yang kedua adalah skuter listrik dengan tempat duduk, dimana Anda bisa lebih santai dalam mengendarainya. Namun, bagaimana jika kedua varian tersebut digabungkan?

Seperti yang dihimpun KabarPenumpang.com dari laman newatlas.com (26/9/2017), Metro Shark, sebuah pabrikan barang olahraga asal Negeri Paman Sam, menemukan inovasi sehingga bisa menggabungkan kedua varian skuter tersebut. Jika Anda mula lelah berdiri, cukup menaikkan bagian bawah yang Anda injak, lalu bagian tersebut akan menjadi tempat duduk. Tidak perlu khawatir tempat duduk tersebut jatuh, karena Metro Shark sudah mendesain sedemikian rupa sehingga tempat duduk tersebut aman untuk digunakan.

Jika Anda ingin mengembalikannya, cukup tekan bagian pengunci yang ada di bawah tempat duduk tersebut, dan skuter listrik Metro Shark siap digunakan dengan mode berdiri. Tujuan utama dari pengadaan skuter listrik ini adalah semata untuk mendukung program pemerintah dalam menghijaukan lingkungan.

Baca Juga: Peduli Polusi, Hyundai Hadirkan Bus Listrik Untuk Tekan Pencemaran Lingkungan

Adapun skuter dengan berat 25 kg ini terbuat dari bahan alumunium yang biasa digunakan untuk body pesawat terbang. Skuter listrik ini dapat menempuh kecepatan hingga 25 km per jam dan kabarnya bisa menempuh jarak hingga 30 km dengan sekali charge. Tersedia dalam 5 pilihan warna berbeda dan Anda harus merogoh kocek US$555 (sekitar Rp7,5 juta) untuk membawa pulang satu skuter listrik ini. Apa Anda tertarik untuk memilikinya?