Hadirkan “Promo Merdeka”, Tiket Commuter Line Bandara Soekarno-Hatta Diskon 45%

KAI Commuter hadirkan “Promo Merdeka” pada peringatan HUT RI ke-79 tahun ini. Promo diberikan khusus kepada para pengguna Commuter Line Basoetta dengan diskon 45% dari tarif yang berlaku. Promo Merdeka ini hanya berlaku pada Sabtu, 17 Agustus 2024 bagi pengguna yang naik dari Stasiun Manggarai/BNI City/Duri menuju Stasiun Bandara Soetta atau sebaliknya.

Baca juga: Lima Bandara Ini Punya Jalur “Kereta Bandara” Terbaik di Dunia

“Promo Merdeka digelar untuk mendorong minat masyarakat menggunakan Commuter Line Basoetta yang akan menuju atau dari Bandara Soekarno-Hatta pada hari libur kemerdekaan RI,” ujar VP Corporate Secretary KAI Commuter Joni Martinus.

Para pengguna yang ingin mendapatkan promo tiket promo Commuter Line Basoetta ini dapat membelinya melalui apikasi pemesanan tiket mulai H -7 jadwal pemberangkatan maupun pembelian langsung melalui vending machine yang tersedia. “Tiket Promo ini tidak bisa dibatalkan maupun diubah jadwalnya,” tambah Joni.

Selain itu tiket/E-Ticket Commuter Line Basoetta hanya dapat digunakan sesuai dengan data yang tertera pada tiket (Jadwal dan tanggal berangkat serta stasiun asal dan stasiun tujuan). Tiket juga merupakan sebagai akses in dan out di gate stasiun keberangkatan dan kedatangan.

KAI Commuter mencatat volume pengguna Commuter Line Basoetta sepanjang tahun 2024 hingga 31 Juli kemarin sebanyak 1.291.295 orang dengan rata-rata pengguna pada hari libur diangka 5.419 orang per harinya. Jumlah perjalanan saat ini sebanyak 62 perjalanan tiap hari, KAI Commuter menargetkan jumlah pengguna Commuter Line Basoetta pada Agustus ini sebanyak 218 ribu orang atau 6.500 orang pada setiap hari liburnya.

Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, KAI Commuter mengimbau kepada pengguna yang hendak bepergian dengan tujuan Bandara Soekarno-Hatta disarankan sudah tiba di stasiun tujuan minimal 2 jam sebelum jadwal penerbangan (khusus Penerbangan Internasional, minimal 3 jam sebelum Jadwal Penerbangan).

Kamboja Punya Kereta Bandara yang Unik, Mirip Railbus Batara Kresna di Solo

Pasca Lepas Landas Kecepatan Pesawat Justru Melambat, Ini Penjelasannya

Saat pesawat dalam kondisi menanjak pasca lepas landas, yang dirasakan oleh penumpang adalah pesawat justru laju pesawat melambat pelan, bahkan nyaris seperti diam. Hal tersebut membuat beberapa penumpang dicekam kepanikan, namun sebenarnya apa yang terjadi, mengapa justru kecepatan pesawat melambat pasca take-off?

Baca juga: Kapan Waktu yang Paling Berbahaya dalam Penerbangan? Ini Jawabannya

Faktanya, pengurangan kecepatan setelah take-off adalah bagian dari prosedur penerbangan yang normal untuk mengoptimalkan kinerja pesawat, meningkatkan efisiensi bahan bakar, dan menjaga keamanan penerbangan. Ini adalah langkah yang disengaja oleh pilot untuk memastikan pesawat beroperasi dengan cara yang paling aman dan efisien.

Saat lepas landas, pesawat menggunakan tenaga mesin yang tinggi untuk mencapai kecepatan yang cukup agar dapat terbang dan mengangkat dari landasan pacu. Dan setelah pesawat berada di udara dan mencapai ketinggian aman, pilot akan mengurangi tenaga mesin untuk transisi ke mode climb. Dalam mode ini, pesawat terbang dengan kecepatan yang sedikit lebih rendah tetapi lebih efisien untuk terus menaikkan ketinggian hingga mencapai ketinggian jelajah.

Setelah lepas landas, pilot biasanya mengurangi tenaga mesin untuk menghemat bahan bakar. Kecepatan yang sedikit lebih rendah dalam pendakian awal ini lebih hemat bahan bakar dan mengurangi beban pada mesin.

Sementara pesawat mungkin juga diinstruksikan oleh pengendali lalu lintas udara (ATC) untuk mengurangi kecepatan sementara untuk mengatur jarak yang aman dengan pesawat lain di sekitarnya, terutama di ruang udara yang padat. Setelah take-off, pilot akan menarik kembali flap dan landing gear (roda pendaratan). Proses ini biasanya disertai dengan penyesuaian tenaga mesin dan kecepatan agar pesawat tetap stabil dan aman selama transisi.

Pengurangan tenaga dorong setelah take-off dilakukan dengan hati-hati dan sesuai prosedur yang sudah terbukti aman. Pesawat tidak akan kekurangan tenaga dorong dan jatuh karena desain pesawat, pelatihan pilot, dan prosedur penerbangan yang ketat memastikan bahwa pengurangan tenaga dilakukan dalam batas aman yang telah ditentukan.

Habis Terbang Jarak Jauh, Apakah Pesawat Butuh Pendinginan Sebelum Lanjut Terbang Lagi?

Cina Sukses Uji Coba ‘Flying Train’ – Gabungkan Teknologi Dirgantara dan Kereta Berkecepatan Tinggi

Cina telah mencapai tonggak penting dalam upayanya untuk merevolusi transportasi dengan uji coba sukses dari sistem Maglev berkecepatan sangat tinggi, yang sering dijuluki high-speed flying train.” Uji coba terbaru ini, yang diadakan di Datong, Provinsi Shanxi, menandai tonggak penting bagi proyek ambisius yang bertujuan mencapai kecepatan hingga 1.000 kilometer per jam (621 mil per jam).

Baca juga:Dengan Maglev, Cina Siap Buktikan Perjalanan 2200 Km Hanya Butuh Waktu 2 Jam! 

Uji coba, yang dilakukan dalam tabung sepanjang 2 kilometer yang dibangun khusus yang memiliki lingkungan vakum rendah, difokuskan pada integrasi dan kinerja sistem kereta yang kompleks. Meskipun data kecepatan spesifik dari pengujian tidak diungkapkan, para pejabat transportasi Cina mengonfirmasi bahwa kinerjanya sesuai dengan proyeksi mereka.

Selama uji coba, kereta Maglev superkonduktor menunjukkan stabilitas dan kontrol yang baik. Teknologi utama, termasuk lingkungan vakum skala besar dan kontrol navigasi superkonduktor canggih, dievaluasi secara ketat.

Menurut laporan dari South China Morning Post (SCMP), kereta tersebut berhasil menunjukkan suspensi yang stabil dan navigasi yang presisi, dengan lintasannya yang sangat sesuai dengan prediksi teoritis. Seorang juru bicara proyek menekankan bahwa uji coba yang sukses telah memajukan kesiapan teknis sistem secara signifikan, yang menjadi landasan yang kuat untuk pengujian di masa mendatang.

Proyek hyperloop yang ambisius ini, sebuah kolaborasi antara pemerintah provinsi Shanxi dan China Aerospace Science and Industry Corporation, bertujuan untuk mendefinisikan ulang transportasi kereta api.

Menurut media Cina, tujuan utamanya adalah untuk menciptakan kereta Maglev yang dapat “terbang di darat” dengan kecepatan yang sebanding dengan pesawat terbang.

Jalur uji skala penuh, yang mulai dibangun pada April 2022 dan selesai pada November 2023, terletak di Yanggao, dekat Datong. Proyek inovatif ini menggabungkan teknologi kedirgantaraan dan kereta api, yang menjadi panggung bagi era baru dalam transportasi darat yang sangat cepat.

Kereta Maglev berkecepatan tinggi dapat menjadi komponen penting dari jaringan transportasi Cina, yang berpotensi mengubah perjalanan komuter di gugus kota besar. Misalnya, mereka dapat mengurangi waktu tempuh antara Beijing dan Shanghai menjadi hanya 90 menit (Kereta berkecepatan tinggi G-Series membutuhkan waktu 4 jam 20 menit menjadi 4 jam 30 menit).

Cina Klaim Tembus Uji Kecepatan Kereta Maglev Lebih dari 623 Km Per Jam

Dipantau Langsung CRRC Cina, ART Kereta Tanpa Rel di IKN Diuji Coba

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi melakukan uji coba trem otonom atau Autonomous Rail Transit (ART), di Ibu Kota Nusantara (IKN), Minggu (11/8). Uji coba dilakukan untuk mempersiapkan pengoperasian trem otonom pada Hari Ulang Tahun Kemerdekaan ke-79 Republik Indonesia, yang akan berlangsung pada 17 Agustus 2024 di IKN.

Baca juga: Jelang Upacara 17 Agustus 2024 di IKN, Kemenhub Uji Coba Kereta Tanpa Rel

“Saya bersama tim dari CRRC Cina, melakukan uji coba ART pada hari ini dan dioperasikan dengan menggunakan marka. Kami sedang uji coba terus, agar pada tanggal 17 Agustus 2024 sudah dioperasikan dan dapat melayani dengan baik,” ujar Menhub.

Saat ini, sudah terdapat satu rangkaian trem otonom di IKN. Pada tahap awal, trem otonom tersebut akan berfungsi sebagai kendaraan pengumpan (feeder) bagi peserta upacara Hari Kemerdekaan RI, dengan kecepatan jelajah 40 km/jam di Jalan Sumbu Kebangsaan Barat dan Jalan Sumbu Kebangsaan Timur.

“Kemarin sudah ada gladi kotor. Saya lihat ART, menurut hemat saya tidak ada hal-hal khusus yang harus ditambahkan, jadi tinggal kita uji coba, memastikan listrik, lalu mengoperasikan,” tambahnya.

Pengoperasian trem otonom menggunakan baterai yang disubstitusikan dengan marka jalan dan magnet. Hal tersebut diharapkan mampu mengurangi emisi gas rumah kaca dan pemakaian energi, sehingga sejalan dengan konsep dan prinsip IKN sebagai kawasan kota cerdas, hijau, serta berkelanjutan.

Baca juga: Akhir Juli Autonomous Rail Transit (ART) Tiba di IKN dan Beroperasi Mulai Agustus 2024

“ART akan ada di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), dia menjadi feeder yang keliling jalan Sumbu Barat dan Sumbu Timur. Selain itu, bersama berbagai pihak yang berkerja sama, kami juga siapkan kendaraan umum listrik. Secara bertahap kami akan pastikan semua transportasi yang beroperasi di IKN ramah lingkungan,” tutupnya.

Turut hadir pada kegiatan uji coba Direktur Jenderal Perekeretaapian Risal Wasal dan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Risyapudin.

KAI Hadirkan Tiket Promo Diskon 79 Persen Peringati HUT Kemerdekaan RI ke-79, Berikut Daftar KA dan Rutenya

PT Kereta Api Indonesia (Persero) menghadirkan Promo “Panjat Pinang” (Panjat Diskonnya, Pinang Untungnya) di 30 perjalanan kereta api berbagai kelas dan tujuan. Pada program Promo Panjat Pinang, KAI menyediakan total 32.984 tiket. Promo yang pertama yaitu Pinang Promo Cuma Bayar 79 persen, KAI menyediakan 27.064 tiket untuk pembelian dari 16-18 Agustus 2024. Promo tersebut berlaku untuk pembelian di semua channel penjualan tiket (kecuali Loket dan Loket Box).

Baca juga: Jelang Upacara 17 Agustus 2024 di IKN, Kemenhub Uji Coba Kereta Tanpa Rel

VP Public Relations KAI Anne Purba mengatakan, Promo Cuma Bayar 79 persen ditujukan untuk meningkatkan pelayanan kepada pelanggan pada momen HUT Republik Indonesia ke-79. KAI berharap masyarakat dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk bepergian naik kereta api dengan tarif yang terjangkau.

“Tidak hanya itu, pada Program Promo “Panjat Pinang” KAI juga menghadirkan Promo Flash Sale dengan potongan harga 50 persen untuk pembelian tanggal 13 Agustus 2024 Jam 12.00-13.00 WIB di aplikasi Access by KAI saat live Instagram @KAI121_. Terdapat 5.920 tiket untuk Promo Flash Sale ini,” ungkap Anne.

Anne mengatakan kedua promo tersebut berlaku untuk keberangkatan kereta api tanggal 17-31 Agustus 2024. Berbagai perjalanan kereta api dengan tujuan dan menuju Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Purwokerto, Surabaya, Solo, Palembang, Medan, dan kota-kota lainnya bisa didapatkan dengan tarif yang terjangkau. Berikut adalah daftar KA dan rute yang mendapatkan tarif Promo Panjat Pinang atau Flash Sale:

1.⁠ ⁠KA Ambarawa Ekspres (Semarang Poncol – Surabaya Pasar Turi pp)
2.⁠ ⁠KA Argo Lawu (Gambir – Solo Balapan)
3.⁠ KA ⁠Argo Sindoro (Semarang Tawang Bank Jateng – Gambir)
4.⁠ ⁠KA Argo Bromo Anggrek (Gambir – Surabaya Pasar Turi pp)
5.⁠ ⁠KA Argo Dwipangga (Solo Balapan – Gambir)
6.⁠ ⁠KA Senja Utama YK (Pasar Senen – Yogyakarta)
7.⁠ ⁠KA Argo Merbabu (Semarang Tawang Bank Jateng – Gambir)
8.⁠ ⁠KA Argo Muria (Gambir – Semarang Tawang Bank Jateng)
9.⁠ ⁠KA Fajar Utama YK (Yogyakarta – Pasar Senen)
10.⁠ ⁠KA Argo Parahyangan (Bandung – Gambir pp)
11.⁠ ⁠KA Sribilah Utama (Medan – Rantau Prapat pp)
12.⁠ ⁠KA Tegal Bahari (Pasar Senen – Tegal pp)
13.⁠ ⁠KA Malioboro Ekspres (Malang-Purwokerto pp)
14.⁠ ⁠KA Sindang Marga (Kertapati – Lubuk Linggau)
15.⁠ ⁠KA Kutojaya Utara (Jakarta Kota – Kutoarjo pp)
16.⁠ ⁠KA Kaligung (Semarang Poncol – Tegal – Cirebon Prujakan pp)
17.⁠ ⁠KA Kamandaka (Semarang Tawang Bank Jateng – Purwokerto pp)
18.⁠ ⁠KA Kamandaka (Semarang Tawang Bank Jateng – Cilacap pp)
19.⁠ ⁠KA Manahan (Solo Balapan – Gambir pp)
20.⁠ ⁠KA Pangandaran (Banjar – Gambir pp)
21.⁠ ⁠KA Lodaya (Bandung – Solo Balapan pp)
22.⁠ ⁠KA Manoreh (Jakarta Kota – Pasar Senen – Semarang Tawang Bank Jateng pp)
23.⁠ ⁠KA Sawunggalih (Kutoarjo – Pasar Senen pp)
24.⁠ ⁠KA Purwojaya (Cilacap – Gambir pp)
25.⁠ ⁠KA Ciremai (Bandung – Semarang Tawang Bank Jateng pp)
26.⁠ ⁠KA Papandayan (Garut – Gambir pp)
27.⁠ ⁠KA Sancaka (Surabaya Gubeng – Yogyakarta pp)
28.⁠ ⁠KA Joglosemarkerto (Yogyakarta – Cilacap pp)
29.⁠ ⁠KA Joglosemarkerto (Yogyakarta – Semarang Tawang Bank Jateng – Purwokerto)
30.⁠ ⁠KA Sembrani (Surabaya Pasar Turi – Gambir pp)

Baca juga: KCIC Hadirkan Promo Diskon Tiket Whoosh 17 Persen di HUT RI Ke-79

Untuk informasi lebih lanjut terkait Promo Panjat Pinang, masyarakat dapat menghubungi Customer Service di stasiun atau Contact Center KAI melalui telepon di 121, WhatsApp 08111-2111-121, email cs@kai. id, atau media sosial KAI121.

“KAI berharap masyarakat dapat memanfaatkan promo ini sebaik-baiknya. Semoga dengan hadirnya Promo Panjat Pinang ini dapat membantu masyarakat yang ingin bepergian dengan kereta api dengan tarif yang lebih terjangkau,” tutup Anne.

Penumpang Siap-siap, Ada Perbaikan Eskalator di 3 Stasiun Besar: Ini Daftar dan Rencana Perbaikannya

Pengguna atau penumpang Commuter Line Jabodetabek mesti bersiap ekstra tenaga, terutama bagi pengguna eskalator. Pasalnya, eskalator di beberapa stasiun besar dijadwalkan masuk masa perbaikan secara serentak.

Baca juga: Masih Rusak. Penumpang Keluhkan Fasilitas Eskalator dan Lift di Stasiun Jatinegara

Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Jakarta, Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan memohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat adanya perawatan fasilitas eskalator pada Stasiun Jatinegara, Stasiun Manggarai, dan Stasiun Bekasi. Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Kepala BTP Kelas I Jakarta, Ferdian Suryo Adhi Pramono di Jakarta pada Sabtu (10/08).

Terkait dengan perawatan ini, Ferdian menghimbau agar masyarakat dapat menggunakan fasilitas alternatif seperti tangga dan lift untuk mengakses peron stasiun. “Demi keselamatan bersama, para pengguna stasiun juga dihimbau untuk memperhatikan tanda-tanda dan pengumuman yang akan dipasang di lokasi terkait,” sambung Ferdian.

Perawatan ini dijadwalkan akan berlangsung mulai dari tanggal 08 Agustus hingga 21 Agustus 2024, dengan rincian jadwal perawatan sebagai berikut:

  1. Stasiun Manggarai: Tanggal 08 – 11 Agustus 2024 pada peron 7.8 (eskalator sisi kiri arah naik) dan Tanggal 10 – 14 Agustus 2024 pada Peron 11.12 (eskalator naik sisi kanan);
  2. Stasiun Jatinegara: Tanggal 13 – 17 Agustus 2024 pada eskalator pintu keluar arah turun dan pada peron 3.4 (eskalator arah turun sisi kiri), Tanggal 15 – 18 Agustus 2024 pada peron 1.2 (eskalator naik sisi kanan), dan Tanggal 18 – 21 Agustus 2024 pada pintu keluar KAJJ arah naik.
  3. Stasiun Bekasi: Tanggal 18 – 21 Agustus 2024 pada peron 1 dan 2 (eskalator naik).

Baca juga: Di India, Pengguna Lift dan Eskalator Mendapat Perlindungan Asuransi

Selama periode perawatan, DJKA melalui BTP Kelas I Jakarta akan melakukan pemeriksaan menyeluruh dalam rangka pemeliharaan rutin pada fasilitas eskalator untuk memastikan kinerja yang optimal dan keamanan bagi seluruh penumpang. “Kami mengupayakan perawatan dapat berlangsung cepat, sehingga eskalator dapat digunakan kembali,” tutup Ferdian.

 

Ternyata, Bordes Merupakan Nama Seorang Meneer Belanda Lho!

Untuk Anda yang sering memilih kereta api sebagai moda transportasi, tentu tak asing di telinga ketika mendengar kata bordes. Kata bordes kerap kali ditemukan di sudut-sudut gerbong dalam bentuk stiker himbauan, hingga pengumuman mengenai aturan-aturan selama menggunakan si Ular Besi ini dalam bentuk rekaman audio yang selalu diputar sesaat sebelum kereta mengular. Namun, apa sih definisi kata bordes sendiri? Berikut KabarPenumpang.com akan membahas mengenai serba-serbi bordes dihimpun dari berbagai sumber.

Baca Juga: Java Nacht Express, Layani Jakarta – Surabaya, Inilah Kereta Mewah Pertama di Indonesia

Jika mengutip dari Kamus Besar Bahasa Indonesia, bordes merupakan tangga untuk naik ke pintu (kereta dan sebagainya). Jika ditelaah lebih dalam, bordes yang dimaksud di sini adalah sambungan antar gerbong, yang biasanya terdapat toilet dan pintu masuk kereta api jarak jauh. Dulunya, para penumpang yang mulai merasa jenuh, akan menggunakan bordes sebagai tempat untuk mereka merokok atau hanya sekedar meluruskan badan, bahkan tidak jarang ditemui ada penumpang yang tidur di bordes. Namun seiring berjalannya waktu, peraturan baru pun diterapkan oleh PT KAI untuk tidak lagi memperbolehkan penumpang berada di bordes untuk kepentingan apapun.

Peraturan yang mulai berlaku per tanggal 31 Maret 2017 kemarin bertujuan untuk mempermudah proses evakuasi jika ada kejadian yang tidak diinginkan selama perjalanan. Walaupun alasan tersebut bukanlah menjadi alasan utama mengingat faktor aksesibilitas dan sekuritas lebih masuk akal. Ruang bordes yang bisa dibilang sempit merupakan satu-satunya akses penumpang yang ingin menggunakan toilet, terbayangkah oleh Anda bagaimana jika seseorang yang hendak menggunakan toilet terpaksa berdesak-desakkan karena banyaknya orang di bordes?

Baca Juga: KA Kuda Putih, Menapaki Jejak Kereta Rel Diesel Pertama di Indonesia

Belum lagi jika awak kereta yang hendak menawarkan penganan kepada para penumpangnya terpaksa menerobos kerumunan orang yang diam di bordes, terutama jika ia membawa makanan atau minuman yang dipesan oleh penumpang. Dilihat dari segi sekuritas, bordes memang bukan tempat yang dikhususkan untuk penumpang, mengingat ada ruang terbuka antar gerbong yang bisa saja membahayakan penumpang. Belum lagi pintu kereta yang hanya menggunakan selot biasa, tanpa ada campur tangan elektronika, tentu saja ini bisa membahayakan siapapun yang berlama-lama di sana.

Sumber: istimewa

Terlepas dari peraturan baru mengenai sambungan gerbong itu sendiri, sebenarnya kata bordes merupakan serapan dari bahasa Belanda yang memiliki arti teras. Ketika mengetahui tentang fakta tersebut, maka ini bisa diasosiasikan dengan salah satu meneer Belanda yang berperan serta dalam pembangunan jalur kereta di desa Kemijen, Jawa Tengah pada tanggal 17 Juni 1864, Ir. J. P. de Bordes. Ia merupakan pemimpin dari Naamloze Vennootschap Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij (Perseroan Terbatas Hindia Belanda Railway Company) yang memprakarsai pencangkulan pertama jalur kereta api di desa Kemijen. Lalu, apakah kata bordes yang selama ini sering kita dengar di kereta api merupakan bentuk apresiasi terhadap Ir. J. P. de Bordes? Silakan Anda menilainya sendiri.

Untuk Penumpang Obesitas, Perpanjangan Sabuk Pengaman Belum Jadi Prioritas

South African Airways (SAA) melakukan peninjauan kembali terhadap proses penyetelan sabuk pengaman setelah mendapat hujatan dari penumpang karena dianggap gagal memberikan sabuk pengaman (seatbelt) yang cocok bagi penumpang obesitas. Peninjauan kembali ini karena seorang frequent flyer bernama Kabelo Seitei yang tinggal di Pretoria menaiki pesawat di Cape Town Agustus 2016 dan meminta awak kabin untuk menambahkan sabuk pengaman. Sayangnya, sampai pesawat sudah berada di landasan pacu dan hendak lepas landas, awak kabin belum juga mendapatkannya.

Baca juga: Reclining Seat, Ternyata Justru Membuat Susah Penumpang

Namun, setelah setengah jam, petugas dengan perpaduan seragam jingga terang menyusuri lorong pesawat dan berhenti di baris ke 28 untuk “mengikat” Seitei. Dilansir KabarPenumpang.com dari businesslive.co.za (15/5/2017), Divisi layanan pelanggan maskapai SAA ternyata gagal menyelidiki keluhan yang dikirimkan Seitei melalui email dan sempat mengirimkannya kembali awal bulan Januari 2017 tetapi tidak mendapat tanggapan sama sekali.

 

Kepala Humas SAA, Tlali Tlali yang menanggapi permintaan TimesLIVE minggu lalu mengatakan bahwa kebijakan maskapai adalah memiliki dua ekstensi sabuk pengaman di pesawat narrow-bodied seperti Airbus dan lima pesawat wide-bodied. “Sebelum pintu pesawat ditutup, sebaiknya kru mengidentifikasi bahwa sabuk pengaman atau sabuk pengaman perpanjangan tambahan yang diperlukan untuk penerbangan sudah disiapkan,” katanya.

Tlali menambahkan, pada saat yang bersamaan, dua ekstensi lainnya sudah di kirim ke penumpang lainnya namun tetap ada pengawasan di pihak kru terkait perminataan Seitei. Dia mengatakan, dengan pengalamannya meminta peninjauan ulang prosedur keberangkatan SAA diminta untuk memperbaiki keseluruhan pengalaman perjalanan dan efisiensi.

Baca juga: Pengamat Menjawab 6 Permasalahan Antara Penumpang dan Maskapai Penerbangan

Ketika ditanya apakah perusahaan penerbangan akan mempertimbangkan untuk meminta penumpang menunjukkan kapan melakukan pemesanan, apakah mereka memerlukan perpanjangan pengaman kursi, Dia berkata: “Kami melihat kemungkinan opsi yang berbeda untuk memastikan tingkat kepatuhan yang diperlukan. Saran Anda hanyalah satu pilihan.”

Saat ini diketahui, Afrika Selatan memiliki tingkat obesitas tertinggi di dunia dan ketika maskapai penerbangan lain ditanya bagaimana melayani penumpang yang tidak sesuai dengan sabuk pengaman standar, maka ada tiga maskapai yang menjawab pertanyaan ini.

1. Comair (British Airways dan Kulula)
“Setiap pesawat membawa 10 sabuk pengaman perpanjangan. Ya, kita sudah kehabisan. Bila ini terjadi kita perhatikan nomor kursi penumpang dan beri tahu pengendali jalan yang mengatur agar sabuk perpanjangan lebih dibawa ke pesawat terbang. Ini semua dilakukan di balik layar dan Sebelum pintu pesawat ditutup, untuk menghindari rasa malu atas nama pelanggan,” ujar juru bicara hubungan pelanggan Comair Natashia Schoeman. “Kami tidak meminta pelanggan untuk menyatakan kebutuhan mereka akan perpanjangan sabuk saat memesan karena ini akan membeda-bedakannya,” tambah Schoeman.

2. FlySafair
“Kami menyimpan lima ekstensi dan 20 balok bayi di setiap pesawat terbang, dan yang terakhir dapat disesuaikan untuk digunakan sebagai ekstensi. Kami tidak pernah menggunakan semuanya,” kata kepala penjualan dan distribusi Kirby Gordon.

“Jika kita melihat permintaan untuk peningkatan ekstensi ini, mungkin kita akan menyimpan lebih banyak barang di kapal sebelum bertanya di situs web, karena kadang-kadang orang sedikit malu tentang hal-hal ini, atau mungkin tidak yakin apakah sabuk standarnya akan berhasil di sekitar mereka,” ujarnya.

3. Mango Airlines
“Peralatan standar on-board kami mencakup sabuk pengaman kursi yang lebih dari cukup di setiap pesawat terbang. Kami tidak pernah memiliki masalah dalam menyediakan alat perpanjangan,” kata Pumla Luhabe, GM komersial.

Mobile Lounge – ‘Tersingkir’ oleh Hadirnya Garbarata, Pernah Populer di Dekade 70/80-an

Seolah terlupakan, kendaraan khusus yang satu ini sepertinya tidak dapat Anda temui di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, namun untuk kebutuhan khusus, beberapa bandara besar masih menyiapkan apa yang disebut sebagai mobile lounge. Punya kemampuan untuk memindahkan calon penumpang pesawat dalam jumlah besar, inilah karakteristik mobile lounge yang menarik untuk dicermati.

Baca juga: Duel Garbarata dan Tangga Manual: Siapa Yang Akan Menang?

Mobile lounge adalah jenis kendaraan unik yang digunakan di bandara untuk mengangkut penumpang langsung dari terminal ke pesawat di apron atau dari pesawat ke terminal. Konsep ini muncul sebagai solusi untuk mengatasi masalah jarak antara terminal dan pesawat, terutama di bandara dengan desain yang luas atau kompleks.

Mobile lounge dikembangkan sebagai bagian dari desain bandara modern pada akhir 1950-an dan awal 1960-an. Ide ini pertama kali muncul sebagai solusi untuk mengurangi jarak jalan kaki penumpang dan untuk mengakomodasi pesawat besar yang semakin populer pada masa itu, seperti Boeing 707 dan Douglas DC-8.

Awalnya, mobile lounge pertama kali diimplementasikan di Washington Dulles International Airport di Virginia, Amerika Serikat, ketika bandara ini dibuka pada tahun 1962. Dulles dirancang oleh arsitek terkenal Eero Saarinen, yang menciptakan konsep ini sebagai bagian dari visinya untuk bandara yang efisien dan nyaman.

Mobile lounge di Dulles dikembangkan oleh Chrysler Corporation dan disesuaikan dengan kebutuhan bandara. Lounge ini dirancang untuk mengangkut sejumlah besar penumpang dengan nyaman, termasuk area duduk, jendela, dan sistem pendingin udara. Tergantug dimensinya, mobile lounge ada yang mampu mengangkut sekitar 100 penumpang per perjalanan dan memiliki roda dengan kemampuan angkat untuk menyesuaikan ketinggiannya dengan pintu pesawat.

Keuntungan dari mobile lounge seperti memungkinkan penumpang untuk tetap nyaman dan terhindar dari kondisi cuaca luar saat berpindah antara terminal dan pesawat. Mereka juga membantu mengurangi kebutuhan untuk membangun jembatan penumpang (jet bridges/garbarata) di setiap gerbang, yang dapat menghemat biaya konstruksi bandara.

Namun mobile lounge juga memiliki beberapa kekurangan, seperti memakan waktu lebih lama dibandingkan dengan penggunaan jet bridges atau bus apron konvensional, terutama ketika bandara menjadi lebih sibuk dan jumlah penumpang meningkat.

Seiring waktu, penggunaan mobile lounge menurun karena kemajuan dalam desain bandara dan pesawat. Bandara yang lebih baru cenderung dibangun dengan gerbang yang memiliki jet bridges langsung ke pesawat, mengurangi kebutuhan untuk mobile lounge. Di Washington Dulles, mobile lounge masih digunakan, tetapi perannya telah berkurang. Sebagian besar penumpang sekarang menggunakan Automated People Mover (APM), sistem kereta otomatis yang menghubungkan terminal utama dengan concourse.

Selain Dulles, mobile lounge juga digunakan di beberapa bandara lain seperti Montreal-Mirabel International Airport dan Charles de Gaulle Airport di Paris. Namun, dengan perubahan dalam desain bandara modern, mobile lounge telah menjadi lebih jarang digunakan.

 

Garuda Indonesia dan Telkomsel Kerja sama Strategis dalam ‘Paket RoaMAX’ di Aplikasi FlyGaruda

Garuda Indonesia dan Telkomsel memperkuat sinerginya dalam mengoptimalkan ekosistem digital khususnya pada industri aviasi, di mana sinergi tersebut kali ini ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama strategis terkait pengembangan connected aviation ecosystem pada Kamis (8/8) di Jakarta.

Baca juga: 13 Tips Perjalanan Luar Negeri dengan Ransel

Melalui sinergi tersebut, Garuda Indonesia dan Telkomsel berkomitmen untuk meningkatkan pengalaman terbang penumpang Garuda Indonesia melalui implementasi solusi aviasi digital terkini dari Telkomsel Enterprise, sebagai product powerhouse Telkom Indonesia yang berfokus menghadirkan layanan B2B.

Dengan kerja sama tersebut nantinya penumpang Garuda Indonesia khususnya bagi penumpang yang akan melaksanakan penerbangan ke luar negeri dapat mengakses layanan Paket RoaMAX Telkomsel pada aplikasi FlyGaruda yang menawarkan berbagai pilihan paket menarik yang sesuai dengan kebutuhan perjalanannya dengan harga terjangkau mulai dari Rp150.000, kuota data hingga 10 GB, masa berlaku hingga 30 hari, dan jangkauan layanan roaming internasional hingga ke lebih dari 85 negara di Asia, Australia, Eropa, Amerika Serikat, dan Kanada.

Lebih lanjut, dilengkapi dengan promo tambahan diskon 10%, pelanggan bisa merasakan kemudahan berkomunikasi tanpa batas di seluruh rute internasional Garuda Indonesia hingga 19 Juni 2026. Penumpang dapat mengakses promo ini melalui fitur My Trip pada aplikasi FlyGaruda, dengan memasukkan nomor Booking Code dan Last Name. Diskon 10% akan diberikan untuk berbagai pilihan Paket RoaMAX Telkomsel yang tersedia. Setelah melakukan pembelian, penumpang bisa melakukan aktivasi Paket RoaMAX Telkomsel hingga 30 hari ke depan. Masa berlaku paket dimulai sejak aktivasi, sehingga penumpang disarankan mengaktifkan Paket RoaMAX Telkomsel melalui aplikasi FlyGaruda pada tanggal keberangkatan.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan bahwa kerja sama dengan Telkomsel tersebut merupakan upaya kedua Perusahaan untuk mengoptimalkan nilai tambah bagi para pengguna jasa khususnya dalam memberikan kemudahaan untuk mengakses kebutuhan layanan telkomunikasi pada saat melaksanakan perjalanan internasional khususnya melalui pemanfaatan berbagai solusi pemuktakhiran teknologi telekomunikasi.

“Bersinergi bersama Telkomsel sebagai salah satu penyedia jasa telekomunikasi terbesar di Indonesia, melalui kerja sama ini diharapkan akan dapat memberikan berbagai kemudahan bagi pengguna jasa untuk tetap terhubung dengan kerabat terdekat melalui aplikasi FlyGaruda yang menghadirkan ragam pilihan untuk konektivitas dengan harga yang kompetitif dan ketersediaan jaringan ke berbagai destinasi internasional.

Setelah implementasi Paket RoaMAX Telkomsel di FlyGaruda, Garuda Indonesia dan Telkomsel akan terus bersinergi memperluas penerapan solusi digital lainnya yang dapat mendukung pengembangan connected aviation ecosystem, termasuk implementasi teknologi IoT dan 5G dari Telkomsel Enterprise untuk meningkatkan pengalaman penumpang secara keseluruhan (passenger experience), pengalaman berkeliling airport (in-airport experience), dan pengalaman penumpang yang seamless selama di airport (connected airport).

Garuda Indonesia dan Smartryde Hadirkan Layanan Airport Transfer Service di Rute Internasional