Mengenal Jasa Penerbangan Charter di Indonesia

Pesawat bukanlah hanya digunakan untuk mengangkut penumpang secara komersial melalui maskapai yang menangani penerbangan baik domestik maupun internasional atau peritis. Di Indonesia, juga memiliki operator charter pesawat  dan helikopter yang bisa Anda gunakan secara pribadi dan biasanya maskapai-maskapai ini tidak menggunakan jadwal reguler dalam penerbangannya.

Pesawat-pesawat charter biasanya masuk dalam Asosiasi Maskapai Penerbangan Nasional (Inaca). Saat ini diketahui ada 48 operator penerbangan bisnis dan charter baik untuk mengangkut penumpang ataupun kargo. Dilansir dari Wikipedia, ada beberapa maskapai tak terjadwal di Indonesia baik itu untuk mengangkut penumpang ataupun kargo. Terkadang banyak yang berpikiran pesawat charter hanya untuk kepentingan pribadi padahal masih banyak keguanaannya.

Berikut dilansir dari Wikipedia, ada beberapa perusahaan yang menangani pesawat ataupun helikopter charter.

1. Airfast Indonesia
Perusahaan ini memiliki pesawat dan helikopter untuk di charter pribadi. Kantor Airfast Indonesia berada di Tangerang, keberangkatan melalui Terminal C Bandara Soekarno-Hatta. Ada dua tipe pesawat yang di sewa yakni Jet Aircraft yang terdiri dari Boeing 737-200, Embraer 135 Legacy, MD 82, MD 83. Selain itu ada tipe Tuboprop yakni Casa 212-200, DHC6-300 Twin Otter dan DHC-4000 Twin Otter. Kisaran harga Airfast dari Rp263 ribu hingga Rp379 ribu untuk perjalanan Sumenep-Surabaya, Karimunjawa-Surabaya, dan Bawean-Surabaya. Jadwal perjalanannya pun untuk penyewaan Senin-Kamis, untuk Jumat-Minggu, maskapai charter ini tidak ada rute terbang.

2. East Indonesia Airtaxi dan Charter Service
Bermarkas di Bandara Halim Perdana Kusuma, maskapai ini menghadirkan dua macam pesawat charter tipe Beechcraft B1900D PK-RGA & PK-RGD dan Britten-Norman PK-RGP & PK RGQ. Tak hanya itu, ada helikopter tipe Airbus Helicopter AS350B3E PK-RGG and Airbus Helicopter AS350B2 PK-RGH.

3. Galuh Pratama Service
Maskapai satu ini melayani pesawat dan helikopter untuk jasa wisata udara ataupun penggunaan lainnya. Berkantor di Bandara Juanda ada tiga macam helikopter yang dimiliki yakni Bolkow NBO-105, Puma SA-330 J, Super Puma AS 332. Tak hanya itu, maskapai ini memiliki dua pesawat lainnya yakni Cassa-212 dan Dash-7.

4. Gatari Air Service
Perusahaan penyewaan pesawat di Bandara Halim Perdana Kusuma ini menyewakan pesawat tipe Fokker ATR 42-500 dan helikopter Bell 212, Kawasaki BK-117-B1 dan Bel 412EP.

www.gatariair.com
www.gatariair.com

5. Indonesia Air
Menghadirkan dua macam pesawat tipe ATR 42-500 dan Embraer Legacy 600. Serta dua helikpter tipe Airbus Helicopter EC155-B1.

6. Intan Angkasa Air Service
Hanggar dan markas Intan Angkasa berada di Cibitung, Bekasi. Maskapai ini memiliki beberapa jenis helikopter yang bisa di charter atau disewa secara pribadi kurang lebih 10 jenis.

7. Susi Air
Maskapai milik Menteri Kelautan dan Perikanan ini, memiliki sembilan macam pesawat yang bisa di charter yakni Piaggio Avanti II, Cessna Grand Caravan, Pilatus Porter, LET 410, Air Tractor, Diamon Twin Stara, Piper Archer, Agusta Grand dan Agusta Koala.

Susi Air
Susi Air

8. Surya Air
Perusahaan pesawat charter ini adalah milik anak perushaan PT Gudang Garam Tbk. Dalam penanganan charternya, perusahaan ini lebih menggunakan helikopter dengan fasilitas mewah.

Surya Air
Surya Air

9. Transwisata Prima Aviation
Perusahaan yang menyediakan charter pesawat jet, baling-baling dan helikopter ini bermarkas di Bandara Halim Perdana Kusuma.

10. Whisteky Aviation
Menyewakan pesawat dan helikopter tipe Bell-407, Bell-429 dan Cessna-402B.

Dengan adanya pesawat atau helikopter sewaan, setiap lembaga atau orang pribadi bisa merasakan privasi. Tak hanya itu, baik pesawat ataupun helikopter ini juga bisa digunakan dan disewa untuk bantuan kemanusiaan seperti kebakaran hutan, banjir bandang atau hal lainnya.

Sebelum Banjir di Bandara Dubai, Banjir di Bandara Internasional Kansai Ternyata Lebih Parah

Hujan lebat yang melanda Uni Emirat Arab (UEA) telah menjadi sorotan dunia, lantaran berdampak pada penutupan Bandara Internasional Dubai, yang dikenal sebagai bandara ketiga tersibuk di dunia. Nah, rupanya ini bukan pertama kali suatu bandara internasional dilumpuhkan oleh hujan lebat dan banjir. Sebelumnya pada tahun 2018, Bandara Kansai di Jepang pernah mengalami hal serupa, bahkan dengan tingkat kerusakan dan dampak yang lebih besar.

Baca juga: Hujan Lebat Bikin Bandara Dubai Jadi ‘Lautan’, Sejumlah Penerbangan Terpaksa Dibatalkan 

Peristiwa banjir yang melanda Bandara Internasional Kansai dimulai pada 4 September 2018, yaitu ketika Badai Jebi melanda wilayah Kansai, Jepang. Badai ini merupakan badai terkuat yang melanda Jepang dalam 25 tahun terakhir. Hujan lebat dan angin kencang dari badai menyebabkan Sungai Kizugawa meluap, membanjiri landasan pacu dan area terminal bandara. Banjir tersebut juga menyebabkan listrik dan sistem pendingin di bandara terputus.

Akibat banjir, seluruh penerbangan dari dan ke Bandara Internasional Kansai dibatalkan. Air banjir yang masuk ke area terminal juga menyebabkan kerusakan pada fasilitas dan peralatan bandara.

Dampak dari banjir Bandara Internasional Kansai terhadap penumpang dan penerbangan sangat signifikan. Ribuan penumpang terjebak di bandara karena semua penerbangan dibatalkan dan transportasi menuju dan dari bandara terganggu. Kondisi ini mengakibatkan ketidaknyamanan dan ketidakpastian bagi para penumpang, terutama bagi yang memiliki jadwal perjalanan yang ketat.

Selain itu, banjir juga menyebabkan kerugian besar bagi maskapai penerbangan dan industri penerbangan secara keseluruhan. Dengan semua penerbangan dibatalkan, maskapai harus mengalihkan atau membatalkan rute-rute penerbangan mereka, yang dapat mengakibatkan kerugian finansial yang signifikan. Selain itu, penutupan bandara juga berdampak pada penerbangan lain di wilayah tersebut, karena bandara ini merupakan salah satu bandara utama di Jepang yang melayani penerbangan internasional dan domestik.

Dalam jangka panjang, banjir ini juga menyebabkan kerugian infrastruktur dan reputasi bagi Bandara Internasional Kansai. Proses pemulihan dan perbaikan infrastruktur bandara membutuhkan waktu dan biaya yang cukup besar, sementara reputasi bandara ini juga terpengaruh oleh insiden tersebut.

Bandara Internasional Kansai berhasil dibuka kembali untuk operasi parsial pada 7 September 2018, hanya tiga hari setelah banjir terjadi. Namun, pemulihan sepenuhnya dari dampak banjir membutuhkan waktu yang lebih lama. Proses perbaikan infrastruktur dan pemulihan layanan dilakukan secara bertahap selama beberapa bulan setelah banjir.

Beberapa fasilitas bandara, seperti terminal dan landasan pacu, dapat pulih relatif cepat, sementara perbaikan yang lebih mendalam pada sistem listrik, sistem pendingin, dan fasilitas lainnya membutuhkan waktu lebih lama. Pada Oktober 2018, bandara sudah dapat melayani sebagian besar penerbangan seperti biasa, meskipun masih dalam kondisi pemulihan.

Bandara Terapung, Dari Sebuah Konsep Hingga Terwujud di Jepang dan Hong Kong

Pertama Kali Beroperasi Saat Lebaran, LRT Jabodebek Layani 250 Ribuan Penumpang: Naik 73 Persen

Sebanyak 255.428 pengguna tercatat menggunakan LRT Jabodebek selama periode libur panjang Lebaran, 6 – 15 April 2024. Jika dirata-rata ada 25.500 pengguna setiap hari yang memanfaatkan moda transportasi ini.

Baca juga: Selama Liburan Lebaran LRT Jabodebek Beroperasi dengan Pola Akhir Pekan, Tarif Maksimal Rp10.000

Jumlah pengguna tertinggi terjadi pada H+3 Lebaran atau tanggal 13 April, dimana ada sebanyak 36.937 pengguna yang dilayani. Peningkatan jumlah pengguna setelah hari Lebaran sendiri mencapai 73 persen jika dibandingkan periode sebelum Lebaran.

Pada periode 6 – 10 April, jumlah pengguna LRT Jabodebek mencapai 93.332 pengguna, sedangkan pada periode 11 – 15 April jumlahnya meningkat signifikan hingga mencapai 162.096 pengguna.

“KAI menyampaikan terima kasih atas antusiasme masyarakat menggunakan LRT Jabodebek pada moment libur panjang Lebaran tahun ini. Hal ini merupakan bukti bahwa masyarakat percaya dan mengandalkan LRT Jabodebek,” ungkap Manager Public Relations LRT Jabodebek, Mahendro Trang Bawono.

Selama 10 hari libur panjang tersebut, stasiun dengan jumlah pengguna terbanyak yang dilayani yakni Stasiun Dukuh Atas dengan 114.565 pengguna, disusul Stasiun Harjamukti (62.189) dan Stasiun Bekasi Barat (51.283).

Jumlah pengguna yang dilayani di ketiga stasiun tersebut pada libur panjang Lebaran juga menunjukkan peningkatan yang bervariatif antara 15 – 45 persen jika dibandingkan pada saat akhir pekan (weekend) atau hari libur pada bulan Maret.

Baca juga: KAI Tawarkan Hak Penamaan (Naming Right) untuk 18 Stasiun LRT Jabodebek

KAI pada libur panjang 6 – 15 April mengoperasikan 260 perjalanan LRT Jabodebek setiap harinya untuk melayani masyarakat. Pengoperasian LRT Jabodebek pada saat Lebaran tahun ini menjadi pertama kalinya sejak resmi beroperasi pada 28 Agustus 2023 lalu.

KAI berharap antusias dan kepercayaan masyarakat dan pengguna dalam memilih serta menggunakan LRT Jabodebek akan terus berlanjut kedepannya. Kepercayaan ini akan menjadi motivasi bagi KAI untuk memenuhi harapan pengguna serta memacu KAI untuk meningkatkan keandalan dan konsistensi pelayanan LRT Jabodebek.

Hujan Lebat Bikin Bandara Dubai Jadi ‘Lautan’, Sejumlah Penerbangan Terpaksa Dibatalkan

Dubai yang biasanya mengalami iklim gersang dan suhu yang sangat panas, saat ini mengalami kekacauan pada hari Selasa kemarin (16/4) ketika hujan lebat melanda Uni Emirat Arab (UEA). Hujan lebat telah mengganggu perjalanan udara dan memicu banjir yang meluas di negara gurun tersebut.

Baca juga: Dubai Jadi Kota Nomer Satu Paling Diminati, Jakarta Nomer Berapa?

Banjir besar yang tidak terduga ini tidak hanya membuat aktivitas kota terhenti, namun juga menimbulkan kekhawatiran akan semakin nyata dampak perubahan iklim terhadap peristiwa cuaca ekstrem di wilayah tersebut.

Bandara Internasional Dubai, sebagai salah bandar udara tersibuk di dunia bagi penumpang internasional, terpaksa mengalihkan sejumlah penerbangan masuk karena hujan lebat membuat operasi penerbangan menjadi berbahaya. Bandara ini, yang biasanya menerima lebih dari 100 kedatangan penerbangan pada malam hari, mengalami penangguhan kedatangan yang jarang terjadi, diikuti dengan pembukaan kembali secara bertahap 25 menit kemudian. Meskipun penerbangan keberangkatan dimulai kembali pada malam hari, operasi penerbangan banyak mengalami penundaan dan pembatalan.

Video yang beredar di media sosial menunjukkan pesawat meluncur di landasan yang terendam banjir dan mobil setengah terendam di tempat parkir bandara. Akses jalan menuju bandara dilaporkan juga terendam.

Bandara Dubai, secara resmi dikenal sebagai Bandara Internasional Dubai (DXB), adalah bandara tersibuk ketiga di dunia berdasarkan jumlah penumpang internasional yang dilayani. Bandara ini memiliki tiga terminal penumpang utama, yaitu Terminal 1, Terminal 2, dan Terminal 3. Terminal 3 adalah terminal terbesar di dunia dan khusus melayani maskapai penerbangan Emirates.

Bandara Internasional Dubai memiliki landasan pacu utama sepanjang 4.000 meter dan landasan pacu sekunder sepanjang 4.500 meter. Bandara ini juga dilengkapi dengan fasilitas modern seperti lounge eksklusif, toko-toko, restoran, dan hotel di dalam bandara.

Infrastruktur utama di Dubai, termasuk pusat perbelanjaan utama seperti Dubai Mall dan Mall of the Emirates, terendam banjir dan air setinggi mata kaki menggenangi setidaknya satu stasiun Metro Dubai. Jalan-jalan runtuh, pemukiman warga terendam, dan muncul laporan kebocoran atap, pintu, dan jendela di berbagai rumah.

Dampak badai ini meluas hingga ke luar Dubai, dengan seluruh UEA dan negara tetangga Bahrain mengalami banjir dan kekacauan serupa. Menurut kantor berita AFP, sekolah-sekolah di seluruh Uni Emirat Arab ditutup, dan badai berikutnya, termasuk hujan es, diperkirakan akan terjadi hari ini, sehingga mendorong pihak berwenang untuk memperluas pengaturan kerja jarak jauh bagi pegawai pemerintah.

Vietjet Air Luncurkan Kampanye “Real Deal to New Me” untuk Wisatawan Indonesia

Vietjet Air, maskapai terkemuka dari Vietnam, menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pengalaman terbang terbaik bagi semua penumpang dan memperkuat posisinya di pasar Indonesia. Sejalan dengan komitmen ini, Vietjet Air meluncurkan kampanye “Real Deal to New Me” untuk wisatawan Indonesia, menyediakan jutaan tiket Eco dan diskon hingga 50% untuk tiket Business pada semua rute domestik dan internasional.

Baca juga: Vietjet Terima Pesawat ke-105 Airbus A321neo ACF, Diklaim Bisa Mengurangi Kebisingan Hingga 75%

Dengan kampanye “Real Deal to New Me” ini, wisatawan Indonesia sekarang dapat memanfaatkan kesempatan emas untuk mendapatkan jutaan tiket Eco dengan harga mulai dari Rp1.000.000 (termasuk pajak dan biaya) untuk tiket satu arah untuk penerbangan antara Jakarta/Bali ke Hanoi dan Ho Chi Minh City. Promosi ini juga berlaku untuk rute lain di Vietnam dan tujuan internasional lainnya. Pemesanan dapat dilakukan di www.vietjetair.com atau melalui aplikasi seluler Vietjet Air, dengan tanggal perjalanan tersedia mulai dari 01 September hingga 31 Oktober 2024 (kecuali untuk liburan, periode puncak).

Wisatawan Indonesia dapat meningkatkan perjalanan mereka dengan tiket Business unggulan dari Vietjet dan menikmati berbagai manfaat eksklusif. Mulai dari 15 April hingga 30 April 2024, pesan tiket Business dan dapatkan diskon 30% dengan menggunakan kode BU30 untuk penerbangan langsung dan penerbangan konektif yang mencakup Vietnam dan tujuan internasional. Tanggal perjalanan untuk promosi ini adalah dari 1 Mei hingga 30 Juni 2024, dapat diakses melalui situs web Vietjet, aplikasi seluler, kantor pemesanan resmi, dan agen di seluruh dunia (syarat dan ketentuan berlaku).

Maskapai ini juga menawarkan asuransi SkyCare gratis untuk semua penumpang, sementara anggota Vietjet SkyJoy dapat mengumpulkan poin untuk penukaran hadiah dan menikmati berbagai pilihan penerbangan dengan harga hemat di rute domestik dan internasional sepanjang tahun.

Promo “Real Deal to New Me” memungkinkan wisatawan Indonesia dari Jakarta dan Bali yang ingin menjelajahi destinasi menakjubkan, menawarkan lebih banyak pilihan bagi wisatawan Indonesia yang bepergian ke destinasi populer termasuk Vietnam, Cina, India, Jepang, Korea Selatan, Singapura, Thailand, dan lainnya.

Buka Penerbangan Vietnam – Hong Kong, Vietjet Terima Pesawat Ke-102 Airbus A321neo

Meski Didera Berjuta Sanksi, Industri Penerbangan Iran Mampu Bertahan dengan Lima Maskapai Besar

Iran kini tengah menjadi soriotan dunia, khususnya setelah keberanian Negeri Para Mullah untuk melawan kekuatan zionis Israel. Selain dikenal maju dalam industri pertahanan, Iran di tengah hujan sanksi dari Amerika Serikat dan negara barat, diketahui mempunyai beberapa maskapai penerbangan berskala besar yang melayani penerbangan domestik dan internasiona. Di tengah sanksi dan pembatatan, inilah lima maskapai utama di Iran.

Baca juga: Tanpa Lintasi Ruang Udara Iran, Banyak Maskapai Penerbangan Internasional Bakal Merugi

1. Iran Air
Iran Air adalah maskapai penerbangan nasional dari Iran, didirikan pada tahun 1962. Maskapai ini memiliki basis di Bandar Udara Internasional Imam Khomeini di Tehran. Iran Air mengoperasikan penerbangan penumpang dan kargo ke berbagai destinasi domestik dan internasional.

Armada Iran Air terdiri dari berbagai jenis pesawat, termasuk Airbus dan Boeing. Maskapai ini dikenal dengan layanan yang baik dan armada yang terawat dengan baik. Iran Air telah mengalami sejumlah peristiwa penting dalam sejarahnya, termasuk sanksi ekonomi yang membatasi kemampuannya untuk mengembangkan armada dan jaringan penerbangan.

2. Mahan Air
Mahan Air adalah maskapai penerbangan swasta terbesar di Iran, didirikan pada tahun 1992. Maskapai ini berkantor pusat di Tehran dan mengoperasikan penerbangan domestik dan internasional ke berbagai destinasi di seluruh dunia. Mahan Air dikenal karena armada pesawatnya yang modern dan layanan yang baik.

Meskipun Mahan Air adalah salah satu maskapai terbesar di Iran, maskapai ini telah menghadapi berbagai tantangan, termasuk sanksi internasional yang diberlakukan terhadapnya. Namun, Mahan Air tetap menjadi salah satu maskapai penerbangan yang paling populer di Iran dan terus beroperasi meskipun dalam situasi yang sulit.

3. Aseman Airlines
Aseman Airlines adalah maskapai penerbangan yang berbasis di Bandar Udara Internasional Mehrabad di Tehran, Iran. Maskapai ini didirikan pada tahun 1980 dan mengoperasikan penerbangan penumpang, kargo, dan charter di dalam dan luar negeri.

Aseman Airlines memiliki armada pesawat yang terdiri dari berbagai jenis, termasuk Airbus, Boeing, dan Fokker. Maskapai ini terkenal dengan layanan penerbangan regional di Iran, menghubungkan berbagai kota di seluruh negeri

4. Qeshm Air
Qeshm Air adalah maskapai penerbangan swasta yang berbasis di pulau Qeshm, Iran. Maskapai ini didirikan pada tahun 1993 dan mulai mengoperasikan penerbangan pada tahun 1996. Qeshm Air mengoperasikan penerbangan penumpang domestik dan internasional, serta penerbangan kargo.

Qeshm Air dikenal karena armada pesawatnya yang terdiri dari berbagai jenis, termasuk Airbus dan Boeing. Maskapai ini juga dikenal dengan layanan yang baik dan kenyamanan bagi penumpangnya. Qeshm Air menghubungkan pulau Qeshm dengan berbagai kota di Iran serta destinasi internasional seperti Dubai.

Meskipun Qeshm Air adalah maskapai penerbangan swasta yang relatif kecil, namun maskapai ini tetap menjadi salah satu pilihan populer bagi wisatawan dan pelancong yang ingin menjelajahi pulau Qeshm dan destinasi lainnya di Iran.

5. ATA Airlines
TA Airlines adalah maskapai penerbangan swasta yang berbasis di Tabriz, Iran. Maskapai ini didirikan pada tahun 2008 dan mengoperasikan penerbangan penumpang domestik dan internasional, serta penerbangan kargo. ATA Airlines memiliki armada pesawat yang terdiri dari berbagai jenis, termasuk Airbus dan Fokker.

ATA Airlines dikenal karena layanan penerbangannya yang andal dan kenyamanan bagi penumpangnya. Maskapai ini menghubungkan Tabriz dengan berbagai kota di Iran serta beberapa destinasi internasional seperti Istanbul dan Dubai.

Di Tengah Sanksi Barat, Iran Akuisisi Empat Unit Airbus A340 dengan Cara yang Aneh

“Air Navigation Charges,” Biaya Jasa Navigasi ATC Saat Pesawat Melintas di Suatu Negara

Pernahkah Anda membayangkan ada berapa negara yang dilewati sebuah pesawat ketika melakoni perjalanan jarak jauh? Sebut saja Angkutan Haji dari Indonesia menuju Madinah, berapa banyak negara yang dilewati oleh pesawat tersebut? Nah, jangan kira bahwa setiap maskapai yang melintasi ruang udara suatu negara hanya bermodalkan ‘permisi’ saja tanpa mengisi kas negaranya. Tentu saja semuanya ada perhitungan dan tidak ada yang gratis untuk bisnis serumit penerbangan internasional!

Baca Juga: Mengenal Serba Serbi dan Peran Air Traffic Controller

Sebenarnya topik pembahasan kali ini bisa dikategorikan sebagai ‘the untold story’ karena jarang ada yang membahasnya dan terlalu technical. Namun redaksi KabarPenumpang.com akan berusaha untuk menyederhanakannya agar bisa menambah wawasan Anda semua.

Adalah Air Navigation Charges, sebuah bea yang harus dibayarkan oleh pihak maskapai kepada negara yang dilintasinya. Sederhananya seperti ini, sebut saja Anda sedang dalam perjalanan dari Jakarta menuju Madinah untuk menunaikan Ibadah Haji atau Umrah dengan menggunakan maskapai Garuda Indonesia. Diasumsikan dalam penerbangan tersebut, pesawat yang Anda tumpangi akan melintasi Singapura, Malaysia, India, Pakistan, Iran, dan Arab Saudi.

Dari Jakarta, pesawat Garuda Indonesia tersebut akan dibimbing oleh Air Traffic Control (ATC) yang masuk ke dalam teritorial Indonesia hingga pada akhirnya harus handover atau pindah tangan ke petugas ATC Singapura yang kebagian giliran untuk membimbing penerbangan Anda. Sama halnya seperti ATC di Indonesia, nantinya ATC yang masuk ke dalam region Singapura akan membimbing penerbangan Anda hingga keluar dari teritorial udaranya. Begitupun selanjutnya hingga penerbangan Anda tiba di Madinah.

Tentu saja, bimbingan penerbangan oleh ATC selama pesawat Garuda ini melintasi suatu negara dikenakan biaya – dan itulah yang disebut dengan air navigation charges.

Mungkin beberapa dari Anda akan bertanya, “Mengapa pesawat perlu dibimbing? Bukankah pesawat modern sudah dilengkapi dengan sistem autopilot dan radar yang akan menggantikan tugas pilot selama di udara?”

Sejatinya, bimbingan yang dilakukan oleh petugas ATC di suatu negara ditujukan agar pesawat bisa melintasi jalur penerbangan dengan aman. Dari kendali ATC di negara yang dilintasi, dapat diarahkan kecepatan dan ketinggian pesawat yang direkomendasikan, lagi-lagi semua guna menjamin yang namanya keselamatan penerbangan, menghindarkan risiko dari potensi tabrakan di udara karena lalu lintas yang padat misalnya.

Baca Juga: Digital Air Traffic Solutions, Saatnya Menara ATC Dikendalikan Secara Remote

Bea yang dibayarkan oleh pihak maskapai ini nantinya akan masuk ke dalam kas negara melalui operator udara masing-masing negara – kalau di Indonesia namanya Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia atau yang biasa disingkat AirNav. Kendati terdengar easy money, namun proses pembayaranya terbilang lama. Mengingat diperlukannya pencocokan data dari pihak maskapai dan negara terkait.

Selain proses pembayarannya yang lama, proses penghitungan beanya pun tidaklah semudah mengerjakan soal matematika level Sekolah Dasar (SD). Ada banyak variabel yang wajib diperhatikan, seperti bobot pesawat, durasi pesawat saat melintasi suatu ruang udara negara tertentu, dan masih banyak lagi.

Japan Coast Guard Pesan Tiga Unit H225 “Super Puma” dari Airbus Helicopters

Penjaga Pantai Jepang (Japan Coast Guard/JCG) telah melakukan pemesanan tambahan sebanyak tiga helikopter H225, menjadikan total armada H225 yang dimilikinya menjadi 18 unit. Operator Super Puma terbesar di Jepang ini telah menerima tiga H225 pada bulan Desember 2023 dan satu unit lagi pada bulan Februari 2024. Helikopter baru ini akan mendukung kegiatan teritorial pesisir, penegakan hukum maritim, serta mitigasi bencana di Jepang.

Baca juga: Ternyata! British Airways Pernah Operasikan Helikopter Angkut Berat CH-47 Chinook

“Japan Coast Guard telah menjadi operator aktif helikopter Super Puma Family selama tiga dekade. Pesanan lanjutan ini menunjukkan kepercayaan mereka terhadap produk dan layanan pendukung kami,” kata Jean-Luc Alfonsi, Managing Director Airbus Helicopters di Jepang. “Kami percaya H225 adalah pilihan yang tepat untuk misi penting JCG dalam hal penegakan hukum, serta perlindungan pantai dan pulau, mengingat fleksibilitas helikopter ini dalam berbagai kondisi cuaca. Kami berkomitmen untuk mendukung secara penuh baik armada yang sudah ada, maupun pengiriman yang akan datang, untuk memastikan kesiapan operasinya.”

Armada H225 yang dioperasikan JCG didukung oleh HCare Smart milik Airbus. Program ini memungkinkan JCG untuk fokus pada operasional penerbangan, sementara Airbus mengelola asetnya.

Sebagai anggota terbaru dari Super Puma Family, H225 dikenal memiliki performa kerja yang tinggi dalam segala kondisi penerbangan, serta jangkauan dan kapasitas muatan yang luar biasa. Sejalan dengan komitmen Airbus Helicopters terhadap peningkatan yang berkelanjutan, kini H225 dilengkapi dengan avionik baru. Fitur ini mencakup layar terbesar yang tersedia di pasaran dan antarmuka inovatif yang dikombinasikan dengan autopilot untuk mengurangi beban kerja pilot dan memungkinkan mereka lebih fokus pada misi.

H225, yang merupakan bagian dari kategori helikopter bermesin ganda dengan bobot 11 ton, menawarkan jangkauan terbang, kecepatan, daya muat, dan keandalan terbaik di industri. Helikopter ini memiliki ketahanan yang luar biasa, kecepatan jelajah yang tinggi, dan bisa dipasangi berbagai perlengkapan untuk beragam misi.

Saat ini, di Jepang terdapat 24 helikopter H225 yang dioperasikan oleh Kementerian Pertahanan Jepang dan operator parapublic untuk menjalankan berbagai misi SAR, penerbangan VIP, pemadaman kebakaran, serta transportasi penumpang dan barang.

Puncak Arus Balik Lebaran 2024, Garuda Indonesia Group Terbangkan 80.000 Penumpang

Garuda Indonesia bersama anak usahanya, Citilink, menerbangkan sedikitnya 80.243 penumpang dari total sedikitnya 531 penerbangan —termasuk tambahan sekitar 53 extra flight yang dioperasikan dalam momentum puncak arus balik Lebaran 2024 yang jatuh pada hari Minggu (14/4). Jumlah tersebut turut direpresentasikan melalui catatan jumlah penumpang yang diterbangkan oleh Garuda Indonesia mencapai 37.541 penumpang, sementara Citilink mencatatkan jumlah penumpang sedikitnya sebanyak 42.702 penumpang.

Pada puncak arus balik yang jatuh pada hari minggu ini, Garuda Indonesia Group mencatatkan sedikitnya peningkatan 6 ribu pergerakan jumlah penumpang dibandingkan hari sebelumnya, Sabtu (13/4) dimana Garuda Indonesia Group menerbangkan sekitar 73.951 penumpang. Adapun tren pergerakan arus balik sudah mulai terlihat sejak H+2 Hari Lebaran dan diperkirakan masih akan berlangsung hingga 21 April 2024 mendatang.

Sedangkan pada hari terakhir libur lebaran yang jatuh pada tanggal 15 April 2024, Garuda Indonesia Group memproyeksikan akan mengangkut sekitar 77.934 penumpang terdiri dari sedikitnya 36 ribu penumpang yang dilayani Garuda Indonesia dan 41 ribu penumpang yang dilayani oleh Citilink.

Direktur Utama Garuda Indonesia menyampaikan bahwa momentum Lebaran tahun 2024 menjadi refleksi dari semakin pulihnya industri penerbangan setelah melewati situasi pandemi beberapa waktu lalu yang memberikan optimisme terhadap laju kinerja perusahaan dan komitmen Perusahaan untuk semakin mengoptimalkan aksesibilitas layanan penerbangan yang aman dan nyaman bagi masyarakat khususnya pada momentum penting seperti Lebaran.

“Melihat catatan jumlah penumpang yang terus bertumbuh dari tahun ke tahun pasca situasi pandemi, kami menyadari peluang yang sangat besar yang harus disikapi secara optimal dalam menghadirkan pelayanan terbaik untuk para pengguna jasa. Hal tersebut terus kami kedepankan demi mewujudkan optimisme dalam mencapai target perusahaan untuk mencapai catatan jumlah penumpang sebelum pandemi,” kata Irfan.

Sementara itu, selaras dengan terus meningkatnya mobilisasi masyarakat yang kembali dari kampung halaman dan kembali dari liburannya, Garuda Indonesia terus berupaya mengoptimalkan seluruh kapasitas produksinya demi memastikan kelancaran operasional penerbangan berlangsung secara berkesinambungan. Hal ini yang turut kami laksanakan dengan mengintensifkan koordinasi bersama ekosistem aviasi khususnya bersama pengelola layanan kebandarudaraan dalam memastikan kelancaran operasional penerbangan bagi seluruh masyarakat yang akan kembali beraktivitas pasca pulang ke kampung halaman maupun berlibur.

Adapun sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam memberikan pelayanan premium kepada masyarakat, Garuda Indonesia turut memberikan nilai tambah melalui terjaganya core value Perusahaan dengan memastikan ketepatan waktu penerbangan yang dapat dirasakan oleh pengguna jasa. Komitmen tersebut direpresentasikan melalui capaian rata-rata On-Time Performance mencapai diatas 84 persen dalam momentum peak season Lebaran tahun ini.

“Kami memahami bahwa memberikan layanan premium untuk menjawab kebutuhan pengguna jasa akan aksesibilitas transportasi udara yang aman dan nyaman merupakan tanggung jawab kami. Oleh sebab itu, kami senantiasa memastikan seluruh tatalaksana dalam touch point layanan penumpang dilaksanakan secara optimal dan menyeluruh mulai dari pre-flight, in-flight, hingga post-flight,” jelas Irfan.

Lebih lanjut, dalam momentum puncak arus balik Lebaran tahun ini, Garuda Indonesia mencatatkan beberapa rute penerbangan yang menjadi favorit masyarakat seperti Denpasar, Surabaya, Medan, Yogyakarta, Singapura, Palembang, Makassar, Banjarmasin, Padang, dan Semarang. Sementara itu Citilink turut mencatatkan beberapa rute yang menjadi preferensi utama masyarakat seperti Medan, Batam, Banjarmasin, Surabaya, dan Samarinda.

Khusus untuk penerbangan inbound menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang menjadi hub utama mobilisasi masyarakat dalam arus balik Lebaran, Garuda Indonesia Group menerbangkan sedikitnya 32.128 penumpang di mana Garuda Indonesia menerbangkan 18.964 penumpang dan Citilink menerbangkan 13.358 penumpang dari total 191 penerbangan yang dioperasikan oleh Garuda Indonesia Group. Jumlah tersebut masih terus bergerak dinamis mengingat arus balik Lebaran tahun ini diproyeksikan masih akan terus berlangsung setidaknya hingga pekan depan.

Lenovo Rancang Smart Electric Scooter M2

Lenovo telah mengukir namanya di pasar PC dan smartphone global, serta menjadi peringkat dua di antara pabrikan teratas di seluruh dunia. Sedangkan untuk ponsel pintarnya, Lenovo tengah berjuang untuk menuju aspek tersebut. Bahkan merek ini juga tengah mencoba-coba pembuatan produk pintar seperti pita pintar, jam tangan pintar, perangkat dengar yakni earbud dan earphone.

Baca juga: Sasar Pasar Last-Mile Transport, Hyundai Kembangkan Skuter Listrik yang Bisa Dilipat

Selain itu juga membuat robot penyedot debu dan lainnya. Lenovo sendiri merupakan salah satu raksasa teknologi Cina yang kini telah mengungkapkan niatnya untuk meluncurkan skuter listrik pintar besutan mereka secepatnya. Ini dibuat karena kendaraan listrik adalah masa depan transportasi, sebab dampaknya yang lebih kecil terhadap perubahan iklim.

Beberapa negara di dunia pun sudah memberlakukan peraturan yang akan membuat manufaktur bermigrasi dari kendaraan berbahan bakar minyak atau bensin ke tenaga listrik.

Lenovo menghadirkan skuter listrik ini bertujuan untuk mengikuti tren dengan membuat kendaraan listrik pertama mereka. Produk tersebut dinamai Lenovo Smart Electric Scoter M2 yang akan mengadopsi desain lipat yang dipatenkan demi kemudahan membawanya.

Lenovo Smart Scooter M2 menggunakan bahan magnesium alloy yang banyak digunakan di bidang dirgantara, otomotif dan militer. Dibandingkan dengan bahan aluminium alloy yang lebih populer, bahan ini memiliki ketahanan benturan yang lebih kuat yang semakin menjamin keamanan pengguna.

Pada saat yang sama, tidak seperti desain lipat yang biasa dari produk serupa di pasaran, untuk mengurangi keausan selama pelipatan berkelanjutan dan juga meningkatkan stabilitas dan portabilitas kendaraan, Lenovo Scooter M2 menggunakan teknologi inovasi folder kunci penguncian gigi datar yang dipatenkan untuk folder. Teknologi yang dipatenkan ini tidak hanya memperbaiki tubuh lebih baik dan meningkatkan penanganan skuter cerdas, tetapi juga melipat lebih mudah daripada produk pesaing.

Selain itu, Lenovo Smart Scooter M2 hadir dengan beberapa fitur pintar yang memungkinkan pengguna untuk mengunci skuter melalui aplikasi. Pengguna juga dapat melihat parameter seperti level baterai dan lainnya. Skuter M2 memiliki daya 350W, tiga tingkat roda gigi, pengereman tiga kali lipat, dan sistem penyerapan tiga kali lipat.

Baca juga: Dilarang Melintas di Jalan Setapak, Deliveroo Hentikan Pengiriman Menggunakan Skuter Elektrik

Baterainya bisa bertahan untuk jarak tempuh 30 km yang tidak berbeda dengan MIJIA Electric Scooter. Sayangnya secara resmi Lenovo belum menyebutkan detail harga dan banyaknya skuter listrik yang akan di produksi. Tanggal peluncuran resminya pun belum ditetapkan dengan pasti.