Kenapa Mikrofon Pilot Tidak Terdengar Jelas Dibanding Awak Kabin? Ini Dia Jawabannya

Salah satu penumpang maskapai swasta yang juga artis senior Indonesia, Neno Warisman, pada 2018 lalu sempat menghebohkan publik ketika dirinya tertangkap basah menggunakan mikrofon pesawat atau Public Address System (PAS). Pada penerbangan rute Pekanbaru-Jakarta tersebut, ia menggunakan mikrofon untuk mengungkapkan keluh kesah terkait insiden yang menimpanya.

Baca juga: Kenapa Kokpit Pesawat Gelap? Ini Penjelasannya

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sendiri, melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menegaskan bahwa tindakan tersebut sebagai pelanggaran prosedur. Kemenhub menegaskan, bahwa mikrofon atau PAS tersebut hanya boleh digunakan oleh awak kabin.

Akan tetapi, terlepas dari insiden tersebut, sebetulnya mikrofon awak kabin masih menyimpan teka-teki menarik yang belum terpecahkan serta belum banyak dibahas di banyak wadah diskusi atau pemberitaan di Indonesia. Bagi pembaca yang kerap bepergian menggunakan pesawat, mungkin sempat terbesit di pikiran, ‘kok mikrofon pilot agak kurang jelas ya? Perasaan tadi mikrofon awak kabin jelas deh’ ketika membandingkan informasi dari pilot dan awak kabin sebelum, selama, ataupun setelah proses penerbangan.

Sebagian kalangan pun menanggapi dingin bahkan lebih cenderung bergurau. Mereka berpendapat bahwa hal tersebut wajar. Pasalnya, mikrofon awak kabin sangat mengerti bahwa ia tengah digunakan oleh pramugari cantik jelita. Karenanya, mikrofon tersebut sengaja memaksimalkan fungsinya hingga suara terdengar jelas.

Sebaliknya, mikrofon pilot terdengar tidak lebih jelas dibanding awak kabin karena digunakan oleh seorang pilot laki-laki. Toh, ketika mikrofon digunakan oleh pilot wanita, menurut kalangan tersebut, mikrofon rasanya berfungsi normal-normal saja. Tak ada kendala teknis apapun. Namun, tentu saja ini hanyalah jawaban hasil dari analisis liar dan tak bisa dipertanggungjawabkan secara keilmuan.

Lain halnya dengan jawaban dari seorang pensiunan kapten pilot senior US Airlines, John Cox. Seperti dikutip dari laman usatoday.com, jawaban atas pertanyaan tersebut tidaklah sederhana. Di samping itu, diperlukan penelitian lebih jauh untuk benar-benar bisa menjawab dengan detail mengapa hal tersebut bisa terjadi. Namun, dari analisa sederhana John Cox, setidaknya hal tersebut didasari dari feedback. Maksudnya, pilot selama ini tidak bisa mendengar suara mereka sendiri dari dalam kokpit.

Baca juga: Mengapa Pesawat Tidak Terbang Lurus? Inilah 5 Alasannya

Hal itu berbanding terbalik dengan awak kabin yang umumnya dapat mendengar suara mereka secara langsung di kabin ketika memberikan informasi kepada penumpang. Dari dua kondisi berbeda itu, menurut pensiunan pilot yang juga konsultan keselataman penerbangan tersebut, pilot kemudian jadi tidak tahu kualitas PAS mereka di kabin penumpang. Jadi, karena tidak tahu baik buruknya kualitas PAS, pilot tak memasukan permasalahan pada PAS ke dalam logbook maintenance pesawat.

Sebaliknya, bagi PAS awak kabin, mereka bisa langsung melaporkan ke bagian teknik ketika ditemukan kejanggalan. Dengan begitu, langkah-langkah perbaikan langsung bisa dilakukan ketika pesawat mendarat di bandara tujuan atau paling tidak tetap tercatat dan bisa diperbaiki saat proses maintenance rutin pesawat dilakukan.

Selama Liburan Lebaran LRT Jabodebek Beroperasi dengan Pola Akhir Pekan, Tarif Maksimal Rp10.000

Sebagai bentuk komitmen terhadap kebutuhan masyarakat akan transportasi yang aman, nyaman dan dapat diandalkan, KAI tetap mengoperasikan LRT Jabodebek selama periode libur panjang Idul Fitri 1445 H ( 6 – 15 April 2024). Manager Public Relations LRT Jabodebek Mahendro Trang Bawono mengungkapkan selama 10 hari periode libur panjang tersebut, LRT Jabodebek akan menggunakan pola operasi akhir pekan (weekend), yakni sebanyak 260 perjalanan setiap harinya.

Baca juga: KAI Tawarkan Hak Penamaan (Naming Right) untuk 18 Stasiun LRT Jabodebek

“Meskipun terdapat perayaan Idul Fitri, KAI akan tetap mempertahankan jadwal perjalanannya serta memastikan tetap beroperasi secara optimal dalam melayani pengguna LRT Jabodebek,” ujar Mahendro

Pada pola operasi akhir pekan tersebut, LRT Jabodebek akan beroperasi mulai pukul 5.25 – 22.51 WIB. LRT Jabodebek keberangkatan pertama pukul 5.25 WIB dari Stasiun LRT Jabodebek Jatimulya menuju Stasiun LRT Jabodebek Dukuh Atas. Sedangkan untuk keberangkatan terakhir yakni pada pukul 22.01 WIB dari Stasiun LRT Jabodebek Dukuh Atas menuju Stasiun LRT Jabodebek Harjamukti.

“Naik LRT Jabodebek akan semakin semarak dengan adanya promo tarif LRT Jabodebek yang ditetapkan oleh Kemenhub pada saat weekend, yakni maksimal Rp10.000 dan bersifat merata untuk sepanjang jam operasi,” ujar Mahendro.

Mirip Elektrokromik di Pesawat, Jendela LRT Singapura Bisa Otomatis Buram Saat Melintasi Dekat Apartemen

Garuda Indonesia Resmi Operasikan Rute Penerbangan Langsung Jakarta-Doha

Garuda Indonesia mulai hari Rabu (4/4) resmi melayani penerbangan langsung Jakarta – Doha pp. Pada penerbangan perdana tersebut Garuda Indonesia mengangkut sedikitnya 272 penumpang. Adapun penerbangan langsung Jakarta – Doha pp yang dioperasikan melalui kerjasama codeshare bersama Qatar Airways ini dilayani setiap harinya dengan menggunakan armada B777-300ER.

Baca juga: Dengan Boeing 777-300ER, Garuda Indonesia Buka Rute Penerbangan Jakarta – Doha

Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra menyatakan bahwa layanan rute penerbangan langsung Jakarta – Doha pp ini merupakan salah satu wujud representasi dari komitmen Garuda Indonesia sebagai maskapai pembawa bendera bangsa untuk menghadirkan nilai tambah bagi masyarakat melalui kehadiran pilihan penerbangan yang beragam untuk menuju Timur Tengah serta merupakan upaya Perusahaan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya melalui akselerasi pergerakan wisatawan mancanegara.

“Perluasan jaringan penerbangan rute internasional ini menjadi salah satu langkah ekspansif kami dalam memaksimalkan peluang pendapatan ditengah tingginya trafik mobilitas transportasi udara antara Doha dan Jakarta maupun sebaiknya. Diresmikannya penerbangan dari dan menuju Doha tersebut tentunya diharapkan akan memberikan pilihan yang beragam bagi para pengguna jasa, mengingat Doha merupakan salah satu hub transit wisatawan mancanegara dari Timur Tengah yang juga terhubung ke Eropa dan Amerika”, jelas Irfan.

“Kami harap dengan pembukaan rute penerbangan langsung dari dan menuju Doha ini akan dapat mendukung upaya untuk mendatangkan wisatawan mancanegara untuk berkunjung ke berbagai destinasi di Indonesia melalui ketersediaan penerbangan langsung menuju Jakarta,” tambah Irfan.

Rute penerbangan Jakarta – Doha pp akan dilayani setiap harinya dengan menggunakan armada pesawat B777-300ER yang mampu mengangkut lebih dari 300 penumpang. Penerbangan Jakarta – Doha tersebut akan dilayani dengan nomor penerbangan GA900 yang dijadwalkan berangkat dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada pukul 18.20 WIB dan tiba di Bandara Internasional Hamad Doha pada pukul 23.00 LT. Sementara itu, penerbangan Doha – Jakarta akan dilayani dengan nomor penerbangan GA901 yang dijadwalkan berangkat dari Bandara Internasional Hamad Doha pukul 02.25 LT dan tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pukul 15.00 WIB.

Irfan melanjutkan,kolaborasi antara Garuda Indonesia dan Qatar Airways tersebut diharapkan akan dapat memperkuat hubungan bilateral antara Qatar dan Indonesia yang telah berjalan baik selama lebih dari 5 (lima) dekade sejak tahun 1976. “Dengan diresmikannya ini penerbangan tersebut tentunya akan semakin membuka peluang-peluang kerja sama baru yang bisa dijajaki kedua negara, sehingga akan semakin mendongkrak akselerasi ekonomi nasional pasca pandemi.”

Terdengar Mirip Meski Beda Tipis, Ini Arti Sebenarnya “ER dan LR” di Boeing dan Airbus

KAI Kembali Ingatkan, Penumpang yang ‘Kebablasan’ di Stasiun Tujuan Bakal Kena Denda

Sejak 3 Agustus 2023, KAI telah menerapkan kebijakan yang menegaskan bahwa pelanggan yang sengaja melebihi relasi pada tiketnya akan dikenai sanksi serius. Denda yang dikenakan bahkan mencapai dua kali lipat dari harga tiket yang tertera. Aturan ini tidak hanya sebatas tentang denda, tetapi juga bisa berujung pada larangan naik kereta api sementara waktu.

Baca juga: Mulai Hari ini, PT KAI Berikan Sanksi ‘Tegas’ Kepada Penumpang yang Melebihi Relasi dengan Sengaja

Joni Martinus, VP Public Relations KAI, menjelaskan bahwa kebijakan ini diberlakukan untuk menjaga kenyamanan bersama serta menegakkan tata tertib di dalam kereta api. Melalui langkah-langkah pengecekan yang rutin, KAI berusaha memastikan bahwa setiap pelanggan mematuhi relasi yang tertera di tiketnya.

“Sebagai langkah pencegahan atas jenis pelanggaran tersebut, kondektur selalu memberikan imbauan melalui pengeras suara di dalam kereta serta melakukan pengecekan menggunakan aplikasi Check Seat Passenger,” kata Joni.

Pelanggan yang kedapatan melebihi relasi akan diinformasikan tentang denda yang harus dibayar secara langsung di kereta dan akan diturunkan pada stasiun kesempatan pertama. Besaran denda yang harus dibayarkan adalah dua kali lipat dari harga tiket parsial subkelas terendah, sesuai dengan kelas pelayanan yang dimiliki oleh pelanggan, dari stasiun tujuan yang tertera pada tiket hingga stasiun tempat pelanggan diturunkan.

Jika pelanggan dengan sengaja melebihi relasi dan tidak mampu membayar di dalam kereta, mereka akan diturunkan di stasiun kesempatan pertama untuk membayar denda di loket stasiun dalam waktu 1×24 jam. Bagi yang tidak membayar denda dalam waktu yang ditentukan, sanksi yang diterima tidak main-main. Mereka tidak diperkenankan naik kereta api selama 90 hari kalender, dan bagi yang melakukan pelanggaran lebih dari tiga kali, larangan naik kereta dapat diperpanjang hingga 180 hari kalender.

Sebagai bagian dari upaya KAI untuk menyediakan layanan transportasi yang aman, nyaman, dan terpercaya, penting bagi semua pelanggan untuk mematuhi aturan yang berlaku. Kepatuhan terhadap relasi tiket adalah tanggung jawab bersama untuk memastikan kelancaran perjalanan dan keamanan seluruh pelanggan.

“Oleh karena itu, kami mengingatkan kepada seluruh pelanggan untuk selalu memeriksa relasi tiketnya sebelum melakukan perjalanan. Dengan demikian, kita dapat bersama-sama menciptakan pengalaman perjalanan yang menyenangkan, ceria, dan bermakna, terutama saat akan mudik Lebaran tahun ini,” tutup Joni.

KAI Blacklist Pelaku Pelecehan Seksual untuk Naik Kereta Api

Hyundai/Kia Robotics Lab Luncurkan “DAL-e Delivery” – Robot Pengantar Kopi Berbasis Kecerdasan Buatan

Pabrikan otomotif ternama asal Korea Selatan, Hyundai dan Kia, dikabarkan tengah berkolaborasi, namun kolaborasi di antara keduanya kali ini tidak terkait dalam segmen otomotif, persisnya Hyundai/Kia Robotics Lab telah memperkenalkan robot pengantar kopi baru yang diberi label DAL-e Delivery.

Baca juga: Robot Barista Hadir di 30 Stasiun MRT Singapura

Robot pengantar kopi Hyundai/Kia Robotics Lab ini tidak didasarkan pada “humanoid” DAL-e yang diluncurkan pada tahun 2021, tetapi model yang diperkenalkan pada akhir tahun 2022 yang dibangun di atas platform Plug & Drive Hyundai yang menampilkan “kemudi cerdas, pengereman, penggerak listrik dalam roda dan perangkat keras suspensi” dalam satu unit modular.

DAL-e Delivery juga dilengkapi empat modul Plug & Drive, dengan suspensi yang ditingkatkan untuk memastikan bahwa cangkir Joe Anda di dalam perutnya tiba diaduk tetapi tidak terguncang. Lab melaporkan bahwa meskipun bot baru ini tidak setinggi pendahulunya, ruang kargo telah berkembang untuk menampung hingga 16 cangkir kopi atau paket yang beratnya mencapai 10 kg.

Sensor onboard memungkinkan robot pengantar kopi menavigasi lingkungan yang rumit atau sibuk sambil menghindari rintangan dengan aman, dan juga dapat menghitung rute optimal secara real-time untuk pengiriman cepat. Kecepatan tertinggi diberikan hingga 1,2 m/s (2,7 mph), yang sebenarnya sedikit lebih lambat dibandingkan model saat ini.

Versi sebelumnya dapat berinteraksi secara nirkabel dengan server sistem pintar suatu gedung agar dapat memanggil lift, menggunakan kamera dan otak AI untuk memeriksa jumlah penghuni sebelum masuk jika aman untuk melakukannya, atau menunggu yang berikutnya. Kemudian dapat dipindahkan ke lantai yang diinginkan dan meluncur ke kantor atau ruangan – semuanya tanpa menyentuh tombol. Hyundai/Kia telah mengonfirmasi bahwa model baru ini juga akan mampu berinteraksi dengan sistem kontrol elevator dan pintu di gedung pintar modern.

Sesampainya di tujuan, kamera internal digunakan untuk pengenalan wajah berbasis kecerdasan buatan (AI) dengan akurasi 99,9% dan pintu kargo robot secara otomatis terbuka untuk pelanggan atau pekerja target yang tepat – tidak memerlukan kata sandi atau kode kunci. Lampu di bagian dalam memungkinkan penerima melihat apa yang tersedia sementara baki penyimpanan didorong keluar agar lebih mudah diambil dan dibawa.

“Peter,” Inilah Robot Barista di Bandara San Jose

Penerbangan Kemanusiaan ke Sudan dan Palestina, Garuda Indonesia Kerahkan Airbus A330-200 dan A330-900Neo

Garuda Indonesia pada hari ini, (4/3) mengoperasikan 2 (dua) penerbangan kemanusiaan menuju Port Sudan dan Kairo, Mesir yang diangkut dengan armada Airbus A330-200 dan A330-900 Neo. Adapun pada kedua penerbangan yang dioperasikan dalam misi kemanusiaan tersebut, Garuda Indonesia akan mengangkut sedikitnya 28,47 ton bantuan untuk masyarakat Sudan & Palestina. Bantuan tersebut merupakan inisiasi Pemerintah RI melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang terdiri dari obat-obatan serta alat kesehatan untuk warga sipil yang menjadi korban konflik di Palestina dan Sudan.

Baca juga: Buka Penerbangan Melintasi Ruang Udara Rusia, Air India Rogoh Jutaan Dollar ke Kremlin

Penerbangan misi kemanusiaan tersebut secara resmi dilepas oleh Presiden Joko Widodo pada pagi ini dan direncanakan akan diberangkatkan secara bertahap. Adapun penerbangan ke Port Sudan nantinya akan dilayani melalui Jeddah dan akan diberangkatkan dari Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta pada pukul 23.45 WIB untuk selanjutnya tiba di Port Sudan pada pukul 08.00 LT keesokan harinya. Sementara penerbangan menuju Kairo akan dilayani melalui Jeddah dan diberangkatkan dari Bandara Halim Perdana Kusuma pada pukul 01.00 WIB dan direncanakan akan tiba di Bandara Internasional Cairo pada pukul 10.10 LT.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan, penerbangan kemanusiaan tersebut merupakan bentuk komitmen Garuda Indonesia untuk senantiasa menjalankan mandatnya sebagai national flag carrier, dalam mendukung penuh misi bangsa Indonesia dalam menyuarakan pesan kemanusiaan dalam forum global.

“Menjadi momen penuh arti tersendiri bagi kami untuk dapat turut berkontribusi dalam merealisasikan misi kemanusiaan Indonesia kepada masyarakat dunia, dimana pengiriman bantuan ini tidak hanya merepresentasikan komitmen kami untuk senantiasa berada di garda terdepan untuk menjalankan misi kebangsaan namun juga sebagai bagian dari wujud solidaritas bagi masyarakat Palestina dan Sudan yang saat ini sangat membutuhkan dukungan berbagai pihak”.

Irfan melanjutkan, pengangkutan bantuan kemanusiaan dari rakyat Indonesia untuk rakyat Palestina dan Sudan tersebut dilaksanakan melalui koordinasi intensif bersama para pemangku kepentingan, khususnya berkenaan dengan aspek keselamatan dan keamanan penerbangan antarnegara.

“Berkenaan dengan pengangkutan bantuan kemanusiaan ini, kami ingin menyampaikan apresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran seluruh proses penerbangan kemanusiaan ini. Semoga sinergi kita dalam misi kemanusiaan ini memberikan lebih dari sekadar manfaat bagi saudara-saudara kita di Palestina dan Sudan, melainkan juga penyemangat serta pesan persaudaraan dari bangsa Indonesia,” tutup Irfan.

Hindari Trombosis Vena Dalam, Sebaiknya Kenakan Busana yang Nyaman Saat di Pesawat

Dalam setiap penerbangan, biasanya penumpang akan menggunakan pakaian yang nyaman dan tidak menyulitkan mereka. Namun beberapa diantaranya kerap kali menggunakan pakaian serta sepatu yang tidak seharusnya dikenakan. Seperti menggunakan stiletto atau high heels ketika masuk penerbangan, celana berbahan kulit dan lainnya.

Baca juga: Pakaian Apa yang Selazimnya Dikenakan Penumpang Pesawat?

Bagaimana berpakaian yang baik untuk penumpang dari saran seorang awak kabin American Airlines Andrea Fischbach? Dia mengatakan, ada beberapa pakaian atau barang yang tidak boleh digunakan saat terbang demi kenyamanan, kepraktisan dan keamanan. Penasaran? Berikut ini Andrea memaparkan beberapa halnya.

Andrea menyarankan agar menggunakan pakaian yang nyaman untuk menghindari kram, bengkak dan apapun itu. Menurutnya, segala yang digunakan harus bisa membiarkan sirkulasi darah berjalan baik untuk menghindari trombosis vena dalam (DVT/Deep vein thrombosis).

“DVT terjadi ketika gumpalan darah terbentuk di vena dan biasanya di kaki. Sangat penting untuk dapat bergerak sedikit dari kursi Anda. Meski sulit, saya tahu Anda setidaknya bisa menjaga darah mengalir dengan baik,” kata Andeea.

Bahkan tak hanya DVT, pembengkakan pada bagian perut juga bsa terjadi karena ketidaknyamanan menggunakan pakaian ketat. Menurut Andrea, kembung adalah masalah utama bahkan itu terjadi juga pada mereka (awak kabin). Sehingga ada baiknya menggunakan celana yang nyaman dan elastis pada bagian pinggang.

Dia menuturkan, menggunakan kaus katun lengan panjang dan celana bahan dengan karet di bagian pinggang bisa memberikan kenyamanan ketika berada di pesawat. Andrea pun menyarankan tinggalkan sepatu hak tinggi dan sandal tanpa tali.

“Sepatu hak tinggi dan sandal tanpa punggung membuat sulit untuk segera mengevakuasi pesawat, dan tumit mungkin dapat menyebabkan kerusakan lebih lanjut pada pintu keluar darurat atau melukai orang lain jika mereka terbang entah bagaimana. Aku benar-benar akan menyarankan agar sepatu hak tinggi atau sandal jepit tidak digunakan, sebagian besar untuk tujuan keamanan. Jika ada evakuasi dan slide diperlukan, sepatu hak tinggi Anda harus terlepas karena mereka dapat menusuk slide. Siapa yang tahu di mana dan di kondisi apa yang Anda akan mendarat, ditambah mereka tidak praktis menjalankan gerbang ke gerbang,” ujar Andrea.

Bahkan Andrea mengaku, awak kabin perempuan pun tidak terus menerus menggunakan sepatu hak tinggi mereka selama penerbangan. Dia juga menambahkan penggunaan sandal dalam penerbangan dengan suhu yang dingin bisa membuat kaki beku dan baiknya tidak menggunakan alas kaki yang terbuka saat ke toilet.

Banyak penumpang yang terkadang menggunakan perhiasan berlebihan ketika akan pergi dengan pesawat. Andrea mengatakan, baiknya lepaskan semua perhiasan dan simpan ditempat aman setelah melewati keamanan.

Dari semua hal ini, menurut Andre kesalahan yang paling umum adalah ketika penumpang menggunakan pakian yang tidak semestinya. Seperti halnya tank top, celana pendek, bra olahraga dan lainnya.

“Hampir setiap kali kita melihatnya, ini adalah orang-orang yang menginginkan selimut pada penerbangan yang tidak kita sediakan. Kita semua tahu pesawat terbang membeku, dan itu hanya akal sehat untuk berpakaian,” ujarnya.

Andrea menambahkan, penumpang disarankan menggunakan kaus kaki tebal untuk menghangatkan kaki dalam penerbangan. Bila Anda bepergian untuk bisnis, celana panjang bahan menjadi pilihan yang nyaman.

Baca juga: Tak Semua Penumpang Mudah Tidur di Pesawat, Ini Sepertinya Bisa Membantu!

“Jangan lupa blazer untuk mengenakannya jika Anda sedang menuju ke pertemuan pasca penerbangan dan mungkin perubahan sepatu hak jika flat atau loafers tidak berfungsi untuk keseluruhan ansambel Anda. Dan tanyakan pada pramugarimu apakah boleh digantung di lemari. Siapa yang mau tambah kerutan? Terlihat yang terbaik!” jelasnya.

Tak Kenakan Bra (BH), Penumpang Delta Air Lines ‘Diusir’ dari Penerbangan

Seorang penumpang Delta Air Lines meminta maskapai tersebut untuk mengubah kebijakannya setelah Ia mengatakan diantar keluar dari penerbangan karena tidak mengenakan bra. Lisa Archbold dijadwalkan terbang dari Salt Lake City ke San Francisco ketika staf maskapai penerbangan mempermasalahkan pakaiannya, yang saat itu Ia mengenakan kaus putih longgar tanpa bra.

Baca juga: Hindari Trombosis Vena Dalam, Sebaiknya Kenakan Busana yang Nyaman Saat di Pesawat

Seperti dikutip Business Insider (2/4/2024), insiden tersebut terjadi pada bulan Januari 2024 dan mendapat perhatian media, namun Archbold kini memiliki perwakilan hukum. Pengacaranya adalah Gloria Allred, yang telah terlibat dalam beberapa kasus hak-hak perempuan penting – termasuk mewakili perempuan yang menuduh Donald Trump dan R. Kelly melakukan pelanggaran seksual.

Dalam suratnya baru-baru ini kepada presiden maskapai tersebut, Allred mengatakan Archbold tidak diinterogasi ketika dia naik ke pesawat tetapi kemudian diantar keluar dari penerbangan oleh agen Delta Air Lines di gate.

Archbold mengatakan karyawan tersebut mengatakan kepadanya bahwa pakaiannya “menyinggung” dan “terbuka”. Dia diizinkan naik kembali ke pesawat setelah mengenakan kemeja berkancing yang dia ikat di pinggangnya.

“Saya menjadi dipermalukan,” kata Archbold dalam sebuah pernyataan. “Rasanya seperti ada surat merah yang ditempelkan padaku.”

Ia menambahkan: “Saya mengenakan pakaian yang sama dengan yang dikenakan pria mana pun. Saya juga memiliki dada yang lebih kecil dibandingkan kebanyakan pria dalam penerbangan itu. Di mana Delta menarik batasannya?”

Dalam suratnya, Allred mempertanyakan bagaimana mengenakan T-shirt tanpa bra sejalan dengan kebijakan Delta bahwa pelepasan pakaian mungkin diperlukan jika pakaian seseorang menyebabkan “risiko pelanggaran atau gangguan yang tidak masuk akal”.

Dia meminta pertemuan dengan presiden Delta, Glen Hauenstein, untuk membahas solusi praktis. Juru bicara Delta Air Lines mengatakan kepada Business Insider bahwa maskapai tersebut telah menghubungi pelanggan tersebut untuk meminta maaf.

Gegara Postingan Rasis di Twitter, Pramugari Senior ini Tak Lagi Bekerja di Delta Air Lines

Selain Pesona, Inilah Mengapa Awak Kabin Didominasi oleh Wanita

Mayoritas awak kabin dunia saat ini adalah wanita dan hal tersebut adalah fakta. Bahkan ini bisa dikatakan menjadi salah satu kesetaraan gender dalam beberapa dekade terakhir. Awak kabin wanita atau biasa disebut pramugari memiliki tugas membantu dan melayani penumpang dengan membagikan makanan serta minuman, membantu ketika ada yang sakit hingga melakukan penahanan kepada penumpang yang berbuat masalah.

Baca juga: Heinrich Kubis – Awak Kabin Pertama di Dunia yang Cekatan dan Berpengalaman

Namun kemudian banyak timbul pertanyaan kenapa awak kabin pria justru lebih sedikit dibandingkan awak kabin wanita yang bertugas di pesawat? KabarPenumpang.com melansir laman simpleflying.com (29/3/2020), di dunia barat sebenarnya sudah berpikir bahwa kesetaraan gender telah menjadi jauh lebih progresif.

Namun paradoks atau asumsinya ketika awak kabin pertama kali dipekerjakan hanya pria, di mana Heinrich Kubis menjadi awak kabin pertama di dunia pada tahun 1912 yang saat itu sebagai bagian dari maskapai Jerman DELAG yang mengoperasikan zeppelin.

Saat itu peran awak kabin berkaitan dengan keselamatan dan bukan melayani penumpang dengan makanan serta minuman. Kubis sebagai awak kabin pertama, kemudian membuat banyak maskapai terus mencari staf pria untuk bekerja di dalam pesawat.

Kemudian tidak sampai dengan 18 tahun, awak kabin wanita pertama bergabung dengan maskapai. Ellen Church bergabung dengan Boeing Air Transport pada tahun 1930 dan bekerja di pesawat sebagai perawat terdaftar. Sejak saat inilah peran pramugari mulai berkembang untuk memasukkan pendekatan yang lebih penuh perhatian.

Akibatnya, maskapai mencari perawat wanita untuk memberikan perawatan bagi penumpang di dalam kabin. Efeknya adalah masuknya pelamar perempuan yang membantu menciptakan dasar awak kabin hari ini. Kemudian pertanyaan mengapa pramugari masih didominasi wanita akhirnya terjawab yakni, karena seberapa cepat pesona pramugari menjadi terkait dengan perempuan dan mulai mendominasi sebagai stereotip.

Namun, bukan hanya oleh pelamar yang melakukan hal ini terjadi, sebab di pertengahan tahun 1900-an, maskapai memberlakukan aturan ketat (banyak yang masih berlaku sampai sekarang) pada berat, usia, status perkawinan, dan penampilan awak kabin ini. Idenya adalah untuk tidak secara halus memanfaatkan seksualitas perempuan.

Kode berpakaian awak kabin untuk wanita mendapatkan banyak dukungan dan keuntungan selanjutnya dari pelancong kelas bisnis pria yang paling sering mengambil penerbangan internasional pada waktu itu. Banyak yang masih tersisa hingga sekarang dalam karakteristik anggota awak kabin yang khas telah dibuat dari stereotip yang dibentuk pada pertengahan 1900-an.

Saat ini, wanita secara konsisten membentuk lebih dari 75 persen dari tenaga awak kabin di AS. Ini adalah pekerjaan yang disajikan sebagai sangat glamor dan feminin yang telah mengasingkan banyak minat pria. Meskipun sebagian besar perempuan dipekerjakan sebagai awak kabin, ada tanda-tanda bahwa industri ini berubah.

Sedikit kemiringan telah dicatat dalam jumlah pelamar pria yang mencari posisi sebagai awak pesawat. Namun, bagi pria yang ingin menjadi awak kabin, ada penghalang mendasar di jalan mereka. Sebab tidak semua maskapai penerbangan mengadopsi apa yang bisa disebut sikap avant-garde terhadap diskriminasi.

Seperti apa yang tampak seperti seksisme adalah cara bisnis bekerja untuk beberapa maskapai penerbangan di seluruh dunia. Sebagai contoh, Indigo maskapai penerbangan murah India mengiklankan hanya untuk awak kabin perempuan di posisi berpengalaman dan tidak berpengalaman.

Baca juga: Ellen Church, Pramugari Pertama di Dunia yang Juga Punya Lisensi Pilot

Di situs webnya, dikatakan mereka hanya menerima aplikasi dari: “Warga negara India wanita, dengan Paspor India, berusia antara 18 hingga 27 tahun.”

Sayangnya, selama aturan seperti ini terus ada, kecil kemungkinannya bahwa awak kabin dari industri perjalanan udara dapat mengalami perubahan radikal yang dibutuhkannya. Jelas bahwa semakin banyak laki-laki melamar peran dalam industri ini, tetapi insentif bagi mereka untuk berhasil dalam peran ini tidak diterima secara universal seperti halnya bagi perempuan.

APU Beraksi, Inilah Sumber Suara Bising yang Kerap Anda Dengar Saat Naik dan Turun Pesawat

Bunyi bising kerap didera penumpang saat masuk dan keluar pesawat di tarmak. Padahal bisa dicermati, sumber bising tadi bukan berasal dari mesin jet, melainkan berasal dari arah ekor pesawat. Dan yang dimaksud sebagai sumber bising itu adalah Auxiliary Power Unit (APU), yaitu sebuah perangkat pada pesawat yang menyediakan energi untuk fungsi selain propulsi.

Baca juga: Inilah Solar One, Pesawat Bertenaga Surya ‘Pertama’ di Dunia

Fungsi utama dari APU yang terdapat pada pesawat adalah untuk memberikan kekuatan pada saat memulai mesin utama. Turbin mesin harus dipercepat untuk kecepatan rotasi tinggi untuk memberikan kompresi udara yang cukup guna membuat mesin dapat beroperasi secara mandiri.

Mesin jet yang lebih kecil biasanya dimulai oleh sebuah motor listrik, sedangkan mesin yang lebih besar biasanya dimulai oleh sebuah motor turbin udara. Sebelum mesin dihidupkan, APU dihidupkan terlebih dahulu, umumnya oleh baterai atau hidraulik akumulator. Setelah APU berjalan, ia menyediakan tenaga (listrik, pneumatic, atau hidraulis, tergantung pada desain) untuk memulai menyalakan mesin utama pesawat.

Selain itu, APU juga digunakan untuk menjalankan layanan pesawat saat mesin pesawat dimatikan. Hal ini memungkinkan kabin pesawat menjadi nyaman (menghidupkan AC) bagi penumpang, hal itu berlansung sebelum mesin pesawat dihidupkan. Beberapa APU juga dihubungkan ke pompa hidraulis, yang memungkinkan kru untuk mengoperasikan peralatan hidraulis (seperti flight controls atau flap) sebelum memulai mesin propeler/turbin jet engine.

Baca juga: Mampukah Pesawat Bertenaga Listrik Geser Kedigdayaan Pesawat Komersial?

Tak sulit untuk mencari posisi APU di pesawat, tengok saja di bagian ekor di di bawah sayap tegak (vertical stabiizer). Jika anda lihat lubang exhaust pada ekor pesawat, nah dari situlah suara bising itu berasal.