Misteri Teror Hantu Pesawat Eastern Airlines dengan Nomor Penerbangan 401

Pada awal 1973, kapten pilot dalam penerbangan Eastern Airlines dari Newark, New Jersey, ke Miami diminta memeriksa seorang penumpang aneh di first class. Sebelum mengecek, kapten pilot tersebut diberitahu bahwa penumpang yang akan dicek adalah seseorang pilot Eastern Airlines lainnya.

Baca juga: Lima Kecelakaan Penerbangan Akibat ‘Bird Strike’ Terburuk di Dunia

Selain menunjukkan gelagat aneh, seperti tidak menanggapi pertanyaan dari pramugari senior, tidak tercatat dalam manifes penerbangan kala itu, tatapannya kosong menghadap ke depan bagaikan orang linglung, pilot tersebut rupanya juga memakai seragam lengkap pilot seolah baru saja selesai bertugas atau hendak ingin bertugas.

Dengan penuh penasaran, kapten pilot Eastern Airlines tersebut kemudian beranjak dari kokpit dan mengecek langsung. Dari kejauhan tampaknya ia seperti mengenal penumpang tersebut. Setelah di dekati dengan jelas, ia pun berujar, “Ya Tuhan, dia Bob Loft”. Penerbangan pun geger dan tak satu pun awak kabin ataupun kokpit di penerbangan tersebut memberikan keterangan lebih lanjut. Demikian juga dengan pihak maskapai. Di dalam log book penerbangan juga tak ada keterangan apapun terkait penerbangan misterius tersebut. Usut punya usut, rupanya Bob Loft adalah kapten pilot dalam penerbangan 401 yang berakhir nahas hingga menyebabkan ratusan orang tewas.

48 tahun silam atau 29 Desember 1972, sebuah pesawat maskapai Eastern Airlines Lockheed L-1011 canggih yang dijuluki “Whisperliner” karena relatif lebih senyap dan tenang dibandingkan pesawat lain di zaman itu mengalami kecelakaan. Pesawat bernomor penerbangan 401 itu sedianya mendarat di Bandara Miami setelah lepas landas dari Bandara New York 21.20 waktu setempat, dengan memuat 176 orang.

Sebetulnya, pada pukul 11.30 malam, beberapa saat sebelum memulai proses pendaratan, seperti biasa Bob Loft telah mengabarkan kepada penumpang bahwa sebentar lagi pesawat akan segera mendarat di Bandara Miami. Namun jelang mendarat, rodanya mendadak tidak berfungsi dan pesawat sudah kadung touch down. Pesawat pun terhempas di daratan Everglades, Florida, kurang lebih 30 kilometer dari landasan Miami dengan kecepatan 225 mil atau setara 362 kilometer per jam.

Akibat kecelakaan, seperti dikutip KabarPenumpang.com dari laman ozy.com, sebanyak 101 orang tewas. Sementara 75 lainnya selamat, sekalipun sulit dipercaya saat pesawat dengan kecepatan 362 kilometer per jam menabrak Everglades masih menyisakan penumpang selamat. Insiden inilah yang menjadi awal mula kisah penerbangan pesawat hantu. Awalnya, beberapa bagian pesawat penerbangan 401 yang masih berfungsi digunakan untuk komponen pesawat baru, yakni 318 Lockheed L-1011. Di pesawat baru itulah kerap terjadi kejadian horor. Pilot dan penumpang sering melihat bayang-bayang roh kru pesawat 401 Eastern Airlines.

Pernah kejadian seorang pilot berbicara dengan hantu Kapten Loft ketika menerbangkan pesawat. Si juru terbang itu awalnya tak sadar jika itu adalah sosok yang telah tiada. Ia baru menyadari setelah, si roh kapten itu tiba-tiba menghilang. Setelah itu, pilot dan kopilot ketakutan dan membatalkan penerbangan.

Kisah mistis juga pernah dialami seorang penumpang perempuan. Ia mengaku melihat sosok lelaki misterius duduk di sebelahnya. Wajahnya pucat dan diam membisu. Namun lagi-lagi, pria yang diketahui berwajah mirip kapten Loft itu menghilang.

Ada lagi kisah penampakan Kapten Loft yang berhasil menyelamatkan nyawa para pilot, kru, dan penumpang. Sebelum pesawat terbang, bayangan Loft muncul dari dalam kaca lemari dan memberitahu semua kru pesawat untuk mengeluarkan penumpang. “Hati-hati ada api di atas pesawat ini,” begitu katanya.

Baca juga: Hanya Empat Penumpang Selamat, Tragedi JAL 123 Kecelakaan Udara Terburuk di Jepang

Beberapa menit kemudian, pilot menemukan ada masalah pada mesin pesawat. Para kru kemudian menuruti imbauan roh Loft dan meminta seluruh orang di dalam pesawat keluar. Pesawat pun batal diterbangkan.

Setelah mendapat sejumlah laporan kisah horor, Pihak maskapai memutuskan memanggil paranormal dan mengecek kondisi pesawat tersebut. Berdasarkan rekomendasi si ahli supranatural, diputuskan bahwa komponen bekas pesawat penerbangan 401 yang celaka, dikeluarkan. Kisah ini kemudian diceritakan ulang dalam sebuah buku dan film berjudul The Ghost of Flight 401 pada tahun 1978 serta lagu dengan judul yang sama pada tahun 1979 oleh seorang musisi kenamaan AS, Bob Welch, dalam sebuah album solonya, Three Hearts

Mau Berlibur Tapi Dirumah Saja? Ini Tipsnya

Bosan duduk di rumah dan menunggu ketidakpastian kapan pandemi berakhir dan bisa liburan kembali? Tenang, meski tak bisa berlibur saat masa pandemi Covid-19 seperti ini. Nyatanya Anda bisa berlibur ke berbagai tempat dan mencoba makanan dari berbagai negara atau daerah.

Baca juga: Hujan dan Banjir Nekat Liburan? Cek Tipsnya

Bahkan Anda tak perlu memindahkan pantat apalagi bagi kaum rebahan, ini mungkin menjadi satu solusi terbaik untuk berlibur tanpa harus beranjak dari kasur atau sofa. KabarPenumpang.com merangkum praguemorning.cz, berikut ada beberapa tips untuk menikmati liburan tanpa keluar rumah selama masa pandemi.

1. Pinterest dan Instagram
Melalui dua platform ini, tak perlu memindahkan pantat dari sofa atau tubuh yang tengah rebahan dari kasur. Dari dua platform ini, Anda bisa memposting foto atau video singkat liburan yang lalu. Tak hanya itu, di Pinterest dan Instagram, Anda bahkan bisa mendapatkan tips dan bahkan menemukan destinasi baru yang menakjubkan serta bisa memasukkannya dalam daftar.

2. Majalah
Mungkin saat ini majalah seringkali dilupakan karena lebih mudah melihatnya melalui pencarian di internet. Tetapi dalam sebuah majalah perjalanan banyak gambar tempat wisata yang membuat Anda terpesona. Apalagi majalah seringkali menghadirkan tulisan yang mendetail tentang tips ke satu daerah.

3. Video dan Podcast
Platform online saat ini banyak menyajikan film dokumenter, pertunjukkan hingga vlog dari perjalanan wisata. Bila dirasa kurang dengan melihat video pendek di Instagram, Anda bisa menontonnya melalui YouTube. Dalam film-film dokumeter ini pun Anda bukan hanya sekedar menikmati liburan tetapi juga bisa belajar tentang budaya, politik dan kebiasaan di suatu daerah atau negara lainnya. Di Netflix pun menawarkan banyak film dokumenter dan serial perjalanan yang luar biasa. Selain menonton, dengan mendengarkan podcast perjalanan pun bisa menghibur diri sendiri ditambah lagi dengan pengetahuan untuk perjalanan Anda berikutnya.

4. Dengan makanan
Nah, selain menikmati pemandangan, budaya dan segala macamnya tentang suatu tempat. Setiap berlibur, Anda tidak akan lupa menikmati sajian kuliner khas tempat yang dikunjungi. Karena saat ini tak bisa, maka Anda bisa mencoba masakan dari berbagai negara atau daerah yang Anda kunjungi. Apalagi ketika berlibur menyempatkan membeli buku resep masakan dari berbagai negara. Namun bila Anda sedang tidak ingin memasak, bisa memesan delivery dan nikmati dengan sebotol wine yang Anda beli ketika berlibur.

5. Google
Salah satu platform yang paling banyak dikunjungi orang-orang di dunia. Di google Anda bisa mendapatkan apa pun bahkan tempat-tempat yang belum pernah Anda kunjungi sekalipun. Bila Anda menyukai perjalanan sejarah seperti museum, Google bisa mengantar Anda melihat keindahan museum di dunia dan mendapatkan berbagai informasi. Anda bisa melihat Museum Inggris di London, Museum Pergamon di Berlin, Museum Van Gogh di Amsterdam, Galeri Uffizi di Florence, Museum Nasional Seni Modern dan Kontemporer di Seoul dan banyak lagi. Jika Anda seorang pecinta alam luar yang hebat, Anda dapat menjelajahi taman nasional dan objek wisata seperti Grand Canyon, Taman Nasional Yellowstone, Pulau Alcatraz, dan lainnya. Persiapkan diri Anda dan mulai beberapa pendidikan budaya dan alam dengan Google Earth dan Google Arts & Culture. Ini gratis dan Anda tidak perlu mengantri.

Baca juga: Hadapi Karantina Wilayah, Ini 8 Hal yang Bisa Anda Lakukan Bersama Anak di Rumah

6. Film
Berapa kali Anda terinspirasi untuk bepergian ke suatu tempat hanya dengan melihatnya di film? Mungkin jawabannya sering, karena film yang bagus memiliki kekuatan untuk membawa Anda ke saat-saat tertentu dan membuat berpikir untuk bertualang sehingga ingin segera melihat tempat yang ada dalam film tersebut secara langsung. Ada banyak film perjalanan hebat yang menghangatkan hati petualang Anda, menunjukkan kepada Anda tempat-tempat baru yang indah, menginspirasi untuk perjalanan berikutnya dan membuat Anda merasa nostalgia.

Kolombo, “Kota Keramat” Bagi Garuda Indonesia yang Terbang Menuju Tanah Suci

Pesawat Airbus A330 Garuda Indonesia diwartakan telah melakukan pendaratan darurat di Bandar Udara Internasional Bandaranaike (BIA) atau dikenal dengan Bandara Kolombo, Sri Lanka pada Selasa (2/4/2019) sore kemarin. Adapun pesawat dengan nomer penerbangan GA972 tersebut tengah melakoni perjalanan dari Aceh menuju Jeddah, dan pilot melaporkan bahwa adanya asap dari dalam pesawat. Beruntung, pendaratan darurat ini tidak meninggalkan cidera terhadap 338 penumpang dan sejumlah kru penerbang dalam insiden tersebut.

Baca Juga: Untuk Direct Flight Umrah, Mei 2019 Airbus A330-900NEO Lion Air Tiba di Indonesia

Jika ditelisik lagi ke belakang, ini bukanlah kali pertamanya Garuda Indonesia melakukan pendaratan darurat ketika tengah terbang menuju Tanah Suci. Ya, masih di lokasi yang sama, di kota terbesar di Sri Lanka ini seolah memiliki sejarah kelam penerbangan Haji/Umrah Garuda Indonesia.

Mundur ke tanggal 4 Desember 1974, Garuda Indonesia yang kala itu menyewa pesawat DC-8 milik Martinair (maskapai asal Belanda) menabrak puncak Bukit Adam yang berjarak tidak terlalu jauh dari Bandar Udara Internasional Bandaranaike (sekira 15 menit penerbangan dari lokasi kejadian). Alhasil, sebanyak 182 jamaah Haji asal Indonesia dan 9 awak penerbang dalam perjalanan menuju Mekkah tersebut tewas.

KabarPenumpang.com mengutip dari sejumlah laman sumber, Federal Aviation Administration (FAA) yang didukung oleh pernyataan dari Otoritas Penerbangan Sipil Sri Lanka menyebutkan bahwa penyebab kecelakaan adalah kesalahan manusia (human error).

Kecelakaan ini berawal dari kesalahan pilot mengabarkan jarak pesawat dengan landasan. Pilot menyebutkan “FOURTEEN” untuk mengabarkan bahwa penanda jarak di panel kontrol kokpit menunjukkan pesawat berjarak 14 mil dari daratan. Namun, menara pemantau (ATC) menangkap ucapan tersebut sebagai “FORTY” yang berarti 40. Akibatnya, terjadi mispersepsi dan perbukitan yang berada di antara landasan dan jalur mendarat pesawat tidak terdeteksi.

Tidak berhenti sampai di situ saja, pada 15 November 1978, maskapai Garuda Indonesia kembali dipaksa menelan pil pahit ketika pesawat DC-8 yang disewanya dari maskapai asal Islandia, Icelandic Airlines harus kembali jatuh di Kolombo, Sri Lanka. Garuda Indonesia yang kala itu tengah memboyong jamaah Haji asal Kalimantan Selatan dari Jeddah menuju Surabaya, gagal mendarat di Bandara Kolombo.

Baca Juga: Douglas DC-8: Lambang Supremasi Penerbangan Jarak Jauh Garuda Indonesia di Era 60/70-an

Mulanya, penerbangan berjalan mulus hingga mendekati bandara Kolombo di Katunayake, Sri Lanka. Pada pukul 22.53 waktu setempat, pilot meminta izin untuk menggunakan landasan pacu 22. Persiapan mendarat pun dilakukan. Namun, 30 menit kemudian, pesawat nahas tersebut jatuh. Detail investigasi mengenai kecelakaan tersebut yang menggunakan rekaman suara dan data mengungkapkan bahwa pilot telah melakukan sejumlah kesalahan kecil, namun krusial. Pesawat dikabarkan turun terlalu terlalu cepat. Pada titik ini, altimeter pesawat seharusnya memberikan peringatan, namun terjadi kesalahan pengaturan sehingga ketika pilot menyadari bahwa burung besi itu turun terlalu cepat, sudah terlambat untuk membatalkan pendaratan.

Dari tiga kasus di atas, terlihat ada beberapa kesamaan. Pertama adalah ketiga insiden ini terjadi di Sri Lanka. Lalu kedua sama-sama tengah membawa jamaah Haji/Umrah, dan yang terakhir adalah sama-sama dilakoni oleh maskapai Garuda Indonesia.

Ada apa dengan Garuda Indonesia, jamaah Haji/Umrah, dan Kolombo?

Korean Air Tuntaskan Kontrak Pemesanan 33 Unit Airbus A350

Korean Air, maskapai terbesar yang menjadi flag carrier Korea Selatan telah menjadi pelanggan baru Keluarga A350 setelah penandatanganan pesanan pasti dengan Airbus untuk 33 pesawat. Pesanan tersebut terdiri dari 27 unit A350-1000 dan enam unit A350-900.

Menawarkan jangkauan terjauh dibandingkan pesawat apa pun, A350 akan mampu mengoperasikan rute antarbenua mana pun yang dimiliki maskapai ini dengan pengurangan konsumsi bahan bakar dan emisi karbon sebesar 25% dibandingkan dengan pesawat generasi sebelumnya. Jangkauan tambahan A350 juga akan memungkinkan maskapai penerbangan untuk mengevaluasi destinasi jarak jauh baru.

Sejarah Panjang Korean Air, Maskapai Nasional yang Awalnya Dimiliki Pemerintah

“Jangkauan penerbangan A350 yang luar biasa, efisiensi bahan bakar, dan kenyamanan penumpang menjadikannya sangat cocok untuk jaringan global kami,” kata Jason Yoo, Chief Safety and Operating Officer dan EVP Korean Air. “Kami yakin bahwa pengenalan A350 ke dalam armada kami akan mendorong efisiensi operasional dan meningkatkan pengalaman perjalanan keseluruhan bagi penumpang kami.”

Benoit de Saint Exupéry, EVP Sales, Commercial Aircraft, Airbus mengatakan: “Pesanan dari Korean Air ini merupakan dukungan besar lainnya terhadap A350 sebagai pemimpin penerbangan jarak jauh di dunia. Maskapai ini akan mendapatkan keuntungan dari tingkat efisiensi baru di seluruh operasionalnya, dengan pengurangan konsumsi bahan bakar dan emisi karbon secara signifikan. A350 juga akan menjadi platform sempurna bagi maskapai penerbangan untuk membawa produk penerbangan dan layanan kelas dunianya ke tingkat yang lebih tinggi. Kami berterima kasih kepada Korean Air atas kepercayaannya terhadap Airbus dan produk-produknya, dan kami berharap dapat melihat A350 terbang dengan corak ikonik maskapai tersebut.”

Keluarga A350 merupakan lini produk berbadan lebar paling modern di dunia dan telah ditetapkan sebagai pemimpin penerbangan jarak jauh di dunia, dengan versi penumpang mampu terbang hingga 9.700 nm / 18.000 km non-stop. Ditenagai oleh mesin Rolls-Royce generasi terbaru, badan pesawatnya menggunakan 70% material canggih seperti komposit, titanium, dan paduan aluminium modern untuk menciptakan pesawat yang lebih ringan dan hemat biaya.

Semuanya menghasilkan pengurangan rata-rata konsumsi bahan bakar dan emisi karbon sekitar 25% dibandingkan dengan pesawat berukuran serupa generasi sebelumnya. Pada akhir Februari lalu, Keluarga A350 telah memenangkan 1.240 pesanan dari 59 pelanggan di seluruh dunia.

Canggih! Inilah Alasan Mengapa Kaca Kokpit Airbus A350 Disebut Mirip ‘Zorro’

Korea Selatan Luncurkan KTX Cheong-ryong, Kereta Peluru Generasi Terbaru

Korea Selatan pada hari Senin meluncurkan KTX Cheong-ryong, kereta peluru kelas baru yang memiliki kecepatan maksimum 320 kilometer per jam. Kereta berkecepatan tinggi baru ini adalah kereta pertama yang dirancang dan diproduksi di dalam negeri dengan kecepatan puncak melebihi 300 kilometer per jam. Sebelumnya, Korea Selatan meluncurkan kereta peluru buatan dalam negeri, KTX-Sancheon, pada tahun 2008 untuk pertama kalinya.

Baca juga: Andres Albiol, WNA Pertama dan Satu-satunya di Korea Selatan yang Menjadi Masinis Kereta

Mulai bulan Mei mendatang, KTX Cheong-ryong akan beroperasi empat kali sehari antara Seoul dan Busan di Korea tenggara, dan dua kali sehari antara Seoul dan Gwangju di barat daya. Rencana tersebut diumumkan saat KTX merayakan hari jadinya yang ke-20 pada hari Senin. Korea adalah negara kelima di dunia yang memperkenalkan sistem kereta berkecepatan tinggi.

Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol mengatakan dalam pidato ucapan selamat di Daejeon bahwa Korea Selatan telah memulai “revolusi kereta api berdasarkan 20 tahun pengoperasian kereta berkecepatan tinggi.” Yoon menambahkan bahwa kereta KTX Cheong-ryong akan beroperasi lebih sering antara Seoul dan Busan setelah lebih banyak jalur kereta ditambahkan antara Pyeongtaek, Provinsi Gyeonggi dan Osong, Provinsi Chungcheong Utara, pada tahun 2028.

Menurut kantor Yoon, KTX Cheong-ryong dapat melakukan perjalanan antara Seoul dan Busan dalam waktu sekitar 2 jam 10 menit, dan antara Stasiun Yongsan di Seoul dan Gwangju dalam 1,5 jam, dengan pemberhentian di antaranya lebih sedikit dibandingkan KTX-Sancheon.

Kursi di Gerbong Menghadap Laut, Inilah “Sea Rail” Kereta Wisata Khas Pesisir Korea Selatan

Koper di Kargo Aman, Penerbangan Pun Nyaman

Meski sistem keamanan di bandara sudah ditingkatkan sedemikian rupa, namun dalam hati kecil masih menyisakan rasa was-was saat ‘merelakan’ tas atau koper kita dibawa dari counter check in menuju alur penyiapan bagasi. Rasa was-was Anda tentu sah adanya, mengingat potensi pencurian tas dan koper pada bagasi pesawat bisa terjadi kapan dan dimana saja, tidak hanya di bandara domestik, di Luar Negeri sekalipun, terlebih di negara-negara berkembang risiko pencurian terbilang masih tinggi.

Baca juga: Di Changi, Koper dan Barang dari Kargo Berjalan ‘Santun’ di Conveyer Belt

Seandainya masih memungkinkan, biasanya penumpang berusaha membawa tas atau bawaan lain ke dalam kabin, tapi faktanya ada sejumlah batasan seperti ukuran dan kapasitas untuk memasukkan barang bawaan ke kabin. Nah, ibarat sedia payung sebelum hujan, persiapkan tas dan koper Anda dengan sejumlah pengamanan, dengan begitu Anda dapat menikmati perjalanan dengan lebih tenang, termasuk di bandara transit. Dan dibawah ini ada beberapa tips yang layak Anda pikirkan sebelum menggunakan jasa bagasi (kargo) pesawat udara.

1. Gunakan alat bantu pengaman tambahan.
Anda bisa menggunakan gembok untuk mengamankan kepala resleting, atau sebuah sabuk tambahan. Pilihlah gembok yang menggunakan kunci kombinasi karena lebih susah dibuka ketimbang gembok dengan kunci biasa. Bila tidak ada, menggunakan tali tis juga lumayan ampuh untuk menyulitkan orang membukan resliting pada tas/koper.

2. Bungkus koper dengan cover pengaman khusus atau plastic wrap.
Saat ini sudah banyak toko-toko yang menjual cover tas atau koper. Jika ingin lebih murah, Anda bisa menggantinya dengan plastik wrap yang dililitkan di sekeliling bodi koper. Beberapa bandara biasanya telah menyediakan jasa bungkus koper dengan plastic wrap ini.

3. Pilih Koper dengan motif mencolok dan tidak bermerek.
Koper dengan motif polos lebih rentan tertukar, sehingga aksi membuka koper yang dilakukan oleh oknum bandara tersebut tidak terlalu memancing perhatian. Selain itu, pencuri biasanya mengambil koper bermerk karena kopernya saja sudah pasti laku dijual, apalagi dengan dugaan isinya, pasti lebih menguntungkan bagi mereka.

4. Pilih Koper tanpa Resleting
Modus pencurian pada koper ber-resleting adalah dengan cara memasukkan sesuatu yang runcing seperti ujung pulpen untuk membuka resleting tersebut. Setelah barang diambil, resleting tinggal digeser hingga menutup kembali. Untuk menghindari terjadinya hal tersebut, gunakan koper yang letak resletingnya tersembunyi, atau untuk lebih amannya gunakan koper tanpa resleting.

5. Antri sedini mungkin di area pengambilan bagasi.
Setelah turun dari pesawat, maka sebaiknya bersegeralah ke area pengambilan bagasi. Tiba lebih dahulu di area pengambilan bagasi akan mengurangi risiko barang Anda dijarah atau tertukar. Pastikan juga struk bagasi jangan sampai hilang.

6. Lapor petugas
Selalu cek tampilan bagasi Anda pada sebelum, dalam, hingga selepas penerbangan. Jika menemukan tanda-tanda bagasi Anda diutak atik (tergores, sobek, terbuka paksa, bolong, atau pecah), segera lapor petugas maskapai untuk ditindaklanjuti. Jangan buru-buru meninggalkan bandara karena klaim bagasi setelah keluar dari bandara tidak akan dilayani.

Agar Penerbangan Nyaman, Inilah Tips Bawa Koper ke Dalam Bagasi Kabin

“Zero Mistake dan Tahan Tekanan,” Jadi Keharusan Bagi Petugas Menara ATC

Untuk mengatur lalu lintas penerbangan, kebanyakan bandara dilengkapi fasilitas menara ATC, suatu struktur bangunan yang menjulang tinggi dan begitu mudah dilihat. Mengatur lalu lintas penerbangan, itu artinya keselamatan nyawa banyak orang digantungkan oleh petugas ATC. Sudah barang tentu ATC bukan tempatnya orang-orang yang punya jiwa lemah, pasalnya tuntutan zero mistake selalu dikedepankan oleh para “pegawai tinggi” ini.

Baca Juga: Mengenal Serba Serbi dan Peran Air Traffic Controller

Sebagaimana yang sudah pernah diberitakan sebelumnya, sistem menara ATC terbagi ke dalam tiga bagian: Aerodrome Control Service (biasanya berpartner dengan petugas darat untuk memberikan isyarat kepada pesawat untuk take-off atau landing), Approach Control Service (mengatur ketinggian pesawat), dan Area Control Sevice (memberikan clearance kepada pesawat yang sedang menjelajah ).

Bagi bandara kecil yang lalu lintas udaranya tidak terlalu padat, tentu menjadi seorang petugas ATC akan terasa sangat membosankan – berbanding terbalik dengan bandara yang memiliki tingkat lalu lintas udara yang padat, pekerjaan ini akan terasa sangat melelahkan. Lagi, satu poin yang membuat pekerjaan ini terasa semakin berat adalah prinsip zero mistake – dimana salah informasi sedikit saja, maka kekacauan hingga kecelakaan pesawat bisa saja menanti dalam jangka waktu beberapa menit ke depan.

“Sebenarnya yang diperlukan di ATC bukanlah orang-orang brilian, tetapi orang yang mampu menghadapi stress condition yang disebabkan oleh rutinitas pekerjaan dalam mengatur gerak pesawat. Tidak bisa dipungkiri, ini merupakan pekerjaan dengan risiko yang sangat tinggi,” ujar petugas menara ATC di Bandara Sepinggan, Balikpapan, Gatot Sugiarto, dikutip KabarPenumpang.com dari majalah Angkasa bulan Januari 1991.

“Mengingat sifat dari pekerjaannya yang memerlukan ketekunan dan ketelitian tingkat tinggi, maka petugas ATC tidak boleh membawa konflik ke dalam ruang kerja. Harus diselesaikan dulu, baru bisa lanjut bekerja,” ujar rekan Gatot, Bagyo Mardianto.

Ya, dikhawatirkan jika seorang petugas ATC membawa masalah ke dalam ruang kerja, maka itu akan mengganggu fokusnya ketika bekerja – dan tidak menutup kemungkinan akan membahayakan pesawat yang diatur olehnya.

Belum lagi soal kondisi alat yang mungkin saja lebih buruk ketimbang fasilitas yang didapatkan oleh seorang petugas ATC ketika masih dalam masa pelatihan – kasus seperti ini juga tidak sedikit ditemukan di kalangan pengatur pesawat.

Baca Juga: Digital Air Traffic Solutions, Saatnya Menara ATC Dikendalikan Secara Remote

Namun kini jaman sudah berkembang, dimana modernisasi sudah merambah segala sektor – tidak terkecuali di menara ATC. Teknologi Digital Air Traffic Solutions telah dirilis oleh SAAB AB, manukfaktur asal Swedia yang kondang sebagai pemasok sistem senjata mutakhir pada awal tahun 2017 silam.

Lewat solusi ini, indera penglihatan sang pengatur lalu lintas ‘diperpanjang’ dengan perangkat kamera yang terpasang pada tower. Dengan teknologi ini, maka tidak ada lagi aktivitas petugas ATC yang mengawasi seluruh pergerakan di sekitaran bandara dari atas menara. Petugas pengatur lalu lintas pun tak harus berada dekat atau di dalam area bandara alias remote.

Dan jika teknologi semacam ini sudah benar-benar ‘terdistribusikan’ secara sempurna ke seluruh dunia, bagaimana nasib para pegawai menara ATC kelak?

 

Dalam Bahasa Ceko, ‘SMRT’ Ternyata Punya Arti ‘Kematian’

Apa jadinya saat Singapore Mass Rapid Transit atau yang sering dikenal SMRT saat di cari dalam Google Translate memilik arti yang berbeda? Ya, SMRT bila di terjemahkan dengan menggunakan bahasa Ceko dan Slovakia ternyata adalah kematian.

Baca juga: Bukan SMRT, Ternyata Taipei Metro Lebih Andal dalam Sistem MRT di Dunia

Cukup menakutkan memang, tetapi arti itu sepertinya memang tidak berpengaruh ke Singapura. Namun simbolisasi yang sedikit menakutkan ini dikaitkan dengan beberapa insiden berbahaya hingga fatal dan terjadi saat menggunakan SMRT.

Arti SMRT dalam bahasa Ceko adalah Kematian

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman theindependent.sg, SMRT yang artinya kematian dalam bahasa Ceko tersebut ternyata memiliki topik seru tersendiri. Pasalanya seorang warganet pengguna Reddit jxjxjxx menggunggah tangkapan layar pada 31 Maret kemarin dari Google Translate yang menunjukan “SMRT” berarti “kematian” dalam bahasa Ceko.

“Haha. Terjemahan ini epik, ‘yang dengan sendirinya menjawab sendiri,’ Bukan hanya epik tapi benar,” ujar seorang warganet dengan akun trolledgt.

Bahkan bagi warganet yang haus berita sebuah lama citocam memberikan sesuatu yang menarik dengan berita seorang karyawan SMRT yang meninggal setelah tertabrak kereta itu karena dirinya tidak mengikuti protokol keamanan yang diberikan oleh staf SMRT. Adapun ketidakmampuan lainnya dimana melibatkan penandatanganan formulir kerja untuk pekerjaan yang sebenarnya tidak pernah dilakukan.

Hal ini bahkan menyebabkan stasiun bawah tanah ditutup karena ada air di lintasan kereta. Bahkan ada sambungan rel ketiga yang copot dan tidak diselidiki atau dipelihara.

Ini yang membuat kerusakan diketahui tahun 2011 lalu dimana akhirnya Komite Penyelidikan siap melakukan pemeriksaan kerusakan itu. Tak hanya itu, baru-baru ini SMRT sendiri melaju tetapi beberapa pintu kereta masih terbuka.

Adapula beberapa kasus kebocoran refrigeran di kabin kereta serta masalah lainnya. Seorang pengguna Reddit lainnya yakni naka2323 juga ikut membagikan pengalamannya saat berada di dalam kereta SMRT dan masinis setengah tertidur.

“Oh ya, saya baru ke Singapura, tetapi hari ini saya berada di kereta SMRT dan pengemudi setengah tidur. Saya benar-benar tidak tahu bagaimana ini diperbolehkan,” tulisnya.

Baca juga: Hantam Panel Penutup Eskalator, Penumpang SMRT Dilarikan ke Rumah Sakit. Lukanya Bikin Merinding!

Citocam memberikan beberapa saran dan merekomendasikan untuk merekam video kejadian tersebut, jika hal itu terjadi lagi, dan melaporkannya ke LTA dan SMRT.

“Yah, lain kali coba catat nomor bus, arah, tanggal dan kira-kira. Waktu ketika Anda menghadapi masalah semacam ini. Cobalah umpan balik ke SMRT, dan mungkin LTA. Ada CCTV di dalam bus, Otoritas dapat memeriksanya untuk menyelidiki laporan. Juga lebih baik jika Anda juga punya video. Tetap aman,” kata citocam

Siemens dan DB Cargo Tampilkan Lokomotif Hybrid Baru, Kurangi 25.000 Ton Emisi Karbon per Tahun

Siemens Mobility telah meluncurkan lokomotif hybrid terbarunya, model ringan Vectron Dual Mode, yang dirancang untuk DB Cargo Jerman. Sebanyak 150 lokomotif, yang dirancang dengan fokus pada pengurangan emisi, akan dibangun untuk anak perusahaan kargo kereta api Deutsche Bahn (DB) yang berencana menggunakannya sebagai bagian dari “rantai pasokan yang hampir bebas CO2”.

Baca juga: Progress Rail Pasok 54 Unit Lokomotif ‘Ramah Lingkungan’ CC205 ke PT KAI

Sigrid Nikutta, Kepala DB Cargo, mengatakan: “Lokomotif generasi baru ini penting bagi DB Cargo. Banyak pelanggan yang akan mendapatkan keuntungan dari hal ini dan – yang penting bagi kita semua – lingkungan adalah pemenangnya. “Jika kami mengoperasikan lokomotif ini dengan listrik ramah lingkungan dan diesel HVO dari minyak goreng, kami menawarkan kepada pelanggan kami rantai pasokan yang hampir bebas CO2 dari awal hingga akhir – tanpa pemberhentian di tengah jalan.”

Lokomotif ini beberapa ton lebih ringan dibandingkan model Vectron Dual Mode asli dan dapat dengan mudah beralih antara penggerak bertenaga listrik dan diesel untuk mempertahankan pengoperasian di seluruh bagian jaringan kereta api tanpa saluran udara.

Kendaraan baru pertama, yang dikirimkan berdasarkan kontrak yang ditandatangani pada tahun 2020, akan digunakan di pangkalan marshalling Halle (Saale) di Saxony-Anhalt, Jerman dan di negara bagian tetangga Saxony.

Michael Peter, CEO Siemens Mobility, berkata: “Kami mendukung DB Cargo dalam menerapkan rantai pasokan ramah iklim hingga ‘last mile’. Dengan armada awal lokomotif yang berkekuatan 150 unit, DB Cargo berharap dapat menghemat sekitar 12 juta liter bahan bakar dan mengurangi emisi karbon sebesar 25.000 ton per tahun.

Armada ini juga mewujudkan tujuan perusahaan untuk melengkapi 70% lokomotif dieselnya dengan “penggerak inovatif” pada tahun 2030 sebagai bagian dari target DB yang lebih luas untuk menjadi netral karbon pada tahun 2040.

“Pasumai,” Lokomotif Ramah Lingkungan dengan Pilihan Tenaga Listrik Pantograf atau Baterai

Museum Kereta Api Bondowoso, Saksi Sejarah Gerbong Maut Pengangkut 100 Pejuang Kemerdekaan

Menjadi salah satu dari tiga stasiun kereta api di Indonesia setelah Ambarawa dan Sawahlunto, Bondowoso juga merupakan museum kereta pertama di Jawa Timur. Stasiun ini pernah menjadi saksi sejarah pengangkutan 100 pejuang yang menjadi tawanan penjajah Belanda dan dikenal dengan peristiwa gerbong maut.

Baca juga: Di Sawahlunto, Ternyata Juga Ada Museum Kereta Api

Uniknya museum kereta Bondowoso diresmikan pada perigatan Kemerdekaan Indonesia ke-71 atau pada 17 Agustus 2016 yang juga sekaligus peringatan hari jadi Bondowoso ke 197. KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, bahwa stasiun Bondowoso diresmikan menjadi museum oleh bupati Bondowoso Amin Said Husni yang saat itu menjabat.

Museum kereta api Bondowoso sendiri saat ini juga berstastus cagar budaya dan dibagi beberapa ruang pamer. Ruang pamer pengantar, pamer utama, pamer gerbong maut, pamer komoditas dan kedepannya ada ruang PPKA. Koleksi museum Bondowoso ini terdiri dari peralatan kerja yang pernah digunakan kereta api dari masa ke masa seperti Edmonson, mesin cetak tanggal karcis, lampu Hansen, stempel, mesin tik, telepon, topi PPKA, pluit, foto dan reglement.

Stasiun Bondowoso masa lalu

Adapula beberapa miniatur lokomotif, berbagai foto pejuang dan pernak pernik peninggalan masa perjuangan pahlawan Indonesia di Bondowoso. Tak hanya melihat koleksi, para pengunjung museum juga bisa menikmati film suasana kereta api tempo dulu di museum kereta api Bondowoso.

Menjadi salah satu destinasi baru, museum ini juga menjadi sarana pendidikan untuk mengenal sejarah terutama sejarah perkeretaapian Indonesia. Membahas Bondowoso, di ruang museum komoditas, pengunjung akan mendapat informasi tentang peristiwa gerbong maut yang terjadi pada 23 November 1947, saat 46 dari 100 pejuang yang ditawan mati lemas setelah perjalanan 16 jam dengan menahan lapar serta dahaga. Saat itu diketahui, gerbong kereta ketiga tersebut terbuat dari plat baja tanpa ventilasi dan memberangkatkan pejuang yang ditawan dari Bondowoso menuju Surabaya.

Pemindahan tahanan dilakukan dengan menggunakan kereta api. Setiap satu gerbong diisi sekitar 30 orang. Gerbong pertama GR5769 dan gerbong kedua GR4416 masih memiliki lubang ventilasi udara meskipun sangat kecil, namun gerbong ketiga GR10152 tidak ada ventilasi sama sekali meski baru dibuat.

Kini, meski tinggal kenangan, kisah ini menjadi salah satu bukti kepahlawanan anak bangsa melawan penjajah. Stasiun Bondowoso sendiri merupakan stasiun kereta api kelas I yang terletak di Kademangan, Bondowoso.

Stasiun ini berada di ketinggian +253 meter dan masuk dalam Daerah Operasional IX Jember. Dulu sempat melayani kereta lokal tujuan Jember-Panarukan (PP) dan tahun 2004 lalu kereta api tersebut di nonaktifkan karena prasarana yang sudah sangat tua. Berada hanya satu kilometer dari alaun-alun kota, stasiun ini memiliki enam jalur kereta dengan jalur 2 sebagai sepur lurus. Namun sebelum akhirnya di nonaktifkan, jalurnya hanya tersisa dua saja.

Gerbong maut pembawa pejuang Indonesia

Jalur stasiun Bondowoso ini tahun 2017 lalu sempat akan diaktifkan kembali dengan tujuan ke Tamanan dan akan digunakan sebagai angkutan wisata loko uap Bondowoso-Tamanan (PP) sembari menunggu pembangunan kembali jalur kereta api Kalisat-Panarkan yang masih tertunda.

Baca juga: Gandeng Belanda Lestarikan Kereta Jadul, PT KAI Optimis Museum Ambarawa Jadi Yang Terbesar di Asia

Bangunan stasiun Bondowoso memiliki gaya Indische Empire Style yang merupakan gaya arsitektur kolonial pada abad ke-18 dan ke-19 sebelum terjadinya westernisasi pada kota-kota di Indonesia awal abad ke-20. Gaya ini sendiri dibangun dan disesuaikan dengan iklim, teknologi dan bahan bangunan setempat.

Namun Indische Empire Style mengalami perubahan karena di abad ke-19, kota Bondowoso semakin padat sehingga, gaya tersebut yang memerlukan lahan luas terpaksa harus menyesuaikan diri dengan keadaan.