Felo TOOZ – Sepeda Motor (Moge) Listrik Terbesar di Dunia, Sekali Charge Bisa Tempuh 720 Kilometer

Tawarkan efisiensi biaya operasional dan ramah lingkungan, penggunaan sepeda motor listrik kini tengah menjamur di banyak negara, termasuk Indonesia, yang debutnya kian laris berkat dukungan kebijakan fiskal dari pemerintah. Nah, dari Thailand, ada kabar telah meluncur sepeda motor listrik terbesar di dunia, lantaran disebut terbesar, bisa disebut ini adalah Moge (Motor Gede) bertenaga listrik.

Dianggap sebagai sepeda motor touring listrik masa depan, Felo TOOZ memiliki kecepatan tertinggi 125 mph (setara 201 km per jam), jarak menengah yang luar biasa, dan jangkauan 720 kilometer sekali pengisian daya (450 mil). Angka-angka tersebut menunjukkan bahwa ini akan menjadi salah satu sepeda motor terbesar di jalan raya, apapun jenis mesinnya, karena dibutuhkan banyak kapasitas baterai untuk dapat melaju sejauh itu dengan sekali pengisian daya.

Pertamax Naik Rp12.500, CEO Volta Ajak Pengendara Beralih ke Motor Listrik: Ini Saat yang Tepat!

Janji terbesar yang diberikan TOOZ adalah konektivitas teknologi tingkat tinggi ke ponsel Anda (AKA life), dan kemampuan untuk mengeluarkan multimedia melalui dasbor TFT 12 inci dengan suara melalui sistem speaker suara surround 6 saluran.

Layar seukuran laptop itu juga digunakan oleh sistem navigasi, dan sistem kamera tampilan 360 derajat yang diusulkan ditampilkan. Ada juga Sistem Pemantauan Tekanan Ban (TPMS), ABS dan sistem kontrol traksi.

TOOZ juga mendukung pengisian daya TYPE2 (dari 20% hingga 80% dalam 20 menit) dan literatur singkat Thailand yang tersedia menyebutkan kotak pendingin opsional 8 liter yang dapat dipasang ke salah satu keranjang beban. Penggunaan kata “opsional” menunjukkan bahwa produksinya sudah direncanakan, jadi kita tidak sabar menunggu seri berikutnya.

Seperti kebanyakan mobil dan sepeda motor saat ini, Anda dapat mengisi daya perangkat listrik Anda dari TOOZ, tetapi TOOZ juga memiliki teknologi V2L yang berarti Anda dapat menggunakan baterai sepeda untuk memasok listrik ke rumah Anda. Kita belum tahu kapasitas aki sepeda motornya, tapi yang jelas pasti besar.

Smartech adalah salah satu bintang di sektor kendaraan listrik Thailand, dengan merek sepeda motor listrik barunya Felo dan Rapid yang memulai dengan awal yang bersih dan perusahaan tersebut memiliki pendanaan dan sumber daya yang baik serta ahli.

Memproduksi sepeda motor di Thailand nampaknya merupakan ide yang bagus, karena sebagian besar produsen sepeda motor terbesar di dunia sudah memproduksi sepeda motor di sana. Honda, Yamaha, Suzuki, Kawasaki, BMW, Triumph dan Ducati semuanya memproduksi sebagian dari produk global mereka di Kerajaan Arab Saudi.

BMW Siap Hadirkan ‘Satu Paket Komplit’ Sepeda Motor Listrik

Xian MA60 – Dicap Sebagai Pesawat Gagal Tapi Masih Dioperasikan oleh Lima Maskapai

Lantaran banyaknya kecelakaan, ditambah dengan dugaan kasus korupsi dalam pengadaannya, membuat pesawat turboprop komuter Xian MA60 dicap sebagai pesawat gagal di Indonesia. Tapi bukan hanya di Indonesia, pesawat penumpang yang setanding dengan ATR 72 series ini nyatanya juga jauh dari sukses di pasar internasional, di negeri asalnya, MA60 masih terbang saat ini, meski sangat terbatas.

Baca juga: Xian MA60, Pesawat Cina Jiplakan Antonov An-24 yang Bikin Merpati Airlines Bangkrut

Xian MA60 terbang perdana pada tanggal 21 Maret 2000. Pesawat ini merupakan versi yang diperbarui dari pesawat sebelumnya, yaitu Xian Y-7, dengan peningkatan dalam hal kinerja, keselamatan, dan kenyamanan. Xian Aircraft Company selaku manufaktur telah memproduksi sekitar 100 unit pesawat Xian MA60. Meskipun beberapa maskapai penerbangan masih mengoperasikan MA60, namun seiring waktu, banyak maskapai yang mulai menggantinya dengan pesawat yang lebih modern dan efisien. Beberapa maskapai yang masih mengoperasikan MA60 atau varian lainnya termasuk:

1. Air Zimbabwe
2. Lao Skyway
3. Myanma Airways
4. Joy Air (Cina)
5. TAAG Angola Airlines

Namun, beberapa maskapai seperti Merpati Nusantara Airlines dan Air Mandalay telah menggantikan MA60 dengan pesawat lain atau telah menghentikan operasi mereka dengan pesawat tersebut karena berbagai alasan, termasuk masalah keandalan dan keselamatan.

MA60 telah mengalami beberapa insiden dan kecelakaan yang melibatkan pesawat ini, termasuk kecelakaan fatal. Ini menciptakan citra negatif tentang keselamatan pesawat di kalangan maskapai penerbangan dan penumpang. Beberapa operator mengeluh tentang kinerja pesawat ini, terutama terkait dengan kebisingan mesin, konsumsi bahan bakar yang tinggi, dan kenyamanan penumpang yang kurang.

MA60 juga telah dianggap kurang dapat diandalkan dalam operasi sehari-hari, dengan beberapa insiden terkait dengan masalah teknis dan kegagalan sistem. Pesawat ini juga minim dalam Sertifikasi Internasional, beberapa negara atau wilayah tidak memberikan sertifikasi kepada MA60 karena kekhawatiran tentang standar keselamatan dan kinerja pesawat ini.

Antonov An-24, Jawara Pesawat Penumpang Propeller Soviet yang ‘Dijiplak’ Menjadi Xian MA60

Lampu Sabuk Pengaman Mati, Waktu Yang Tepat Gunakan Toilet

Saat berada dalam penerbangan, dan Anda merasa harus pergi ke toilet, mestinya itu bisa dilakukan dengan mudah. Namun tak jarang Anda dibuat ragu, “Apakah ini waktu yang tepat untuk ke toilet, bagaimana jika nanti ada guncangan selagi di berada bilik toilet.” Bila dalam penerbangan jarak dekat, Anda masih bisa menahan kebutuhan ke toilet sampai di bandara tujuan. Sayangnya pada penerbangan jarak jauh Anda tidak akan mungkin menahan untuk ke toilet.

Baca juga: Dirancang Tahan Tekanan dan Tarikan, Sabuk Keselamatan Penumpang Pesawat Terbuat dari Bahan Ini

Dilansir dari travelandleisure.com, penumpang akan mencari waktu yang tepat untuk ke toilet, selain menghindari ke khawatiran penumpang lain yang menunggu, juga untuk kenyamanan Anda saat menggunakan toilet tersebut. Erika Roth mantan pramugari memberikan saran, waktu yang tepat untuk ke toilet saat lampu sabuk pengaman mati dan sebelum pramugari menyajikan layanan makanan dan minuman. Menurutnya, kedua waktu ini adalah waktu terbaik untuk pergi ke toilet saat berada di pesawat.

Sebenarnya ada peraturan tidak tertulis yang mengatakan bila Anda berada di toilet lebih dari 20 menit, maka pintu akan diketuk dan sebaliknya Anda harus menunggu 5-10 menit ketika orang baru masuk ke toilet.

Tak hanya menyangkut pada kesempatan yang tepat dalam menggunakan toilet, kebersihan toilet pada pesawat juga harus diperhatikan dan biasanya berfokus pada bau di toilet. Jangan pernah sepelekan masalah bau pada toilet pesawat karena bisa menjadi masalah bagi keamanan penerbangan, akibat masalah sepele yakni bau pada toliet, ada beberapa pesawat yang harus mendarat darurat atau kembali kebandara asal.

Roth memberikan tips untuk mengatasi permasalahan bau di toilet pesawat dengan sesendok bubuk kopi yang dimasukkan kesebuah wadah kecil untuk di gantung di dalam toilet. Menurut Roth, bubuk kopi dapat menyerap bau tak sedap yang ada di dalam toilet dan bisa menyelamatkan penerbangan dari pendaratan darurat akibat bau menyengat .

Salah satu kejadian Awal Bulan Maret lalu, penerbangan maskapai SpiceJet terpaksa melakukan pendaratan darurat karena bau yang menyengat keluar dari toilet hingga ke ruang kokpit.

Sejarah Panjang Sabuk Pengaman di Pesawat, Ternyata Karena “Iri” Pada Mobil

Mulai 29 Maret, KA Argo Bromo Anggrek Gunakan Kereta Eksekutif New Generation

PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengoperasikan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir – Surabaya Pasarturi pp dengan menggunakan jenis Kereta Eksekutif New Generation terhitung mulai Jumat, (29/3/2024). Kereta New Generation tersebut merupakan bagian dari pengadaan 612 unit kereta Stainless Steel New Generation periode 2023 s.d 2026 yang didatangkan dari PT INKA.

Baca juga: KA Argo Bromo Anggrek, Sejarah Pertama Varian Keluarga Kereta “Argo”

“Pengoperasian Kereta Eksekutif New Generation ini merupakan bentuk peningkatan pelayanan KAI kepada pelanggan jelang arus mudik Lebaran 2024, khususnya pelanggan KA Argo Bromo Anggrek. Ke depan, Kereta New Generation akan kami operasikan untuk KA-KA lainnya secara bertahap,” kata VP Public Relations KAI Joni Martinus.

Sebelumnya, KAI telah mengoperasikan Kereta Eksekutif New Generation pada KA Argo Dwipangga (Gambir – Solo Balapan pp) sejak 13 Desember 2023, KA Argo Lawu (Gambir – Solo Balapan pp) sejak 18 Desember 2023, dan KA Taksaka (Gambir – Yogyakarta pp) sejak 18 Januari 2024.

Keunggulan Kereta Eksekutif New Generation ini di antaranya pintu masuk kereta dan pintu penghubung antar kereta sudah menggunakan pintu elektrik otomatis. Hal ini akan semakin memudahkan pelanggan dalam membuka ataupun menutup pintu tanpa mengeluarkan banyak energi. Suara aktivitas buka-tutup pintu pun menjadi lebih senyap.

“Di samping itu, Passenger Information Display System (PIDS) yang tersedia di masing-masing kereta dapat menampilkan informasi stasiun terdekat, kecepatan, dan suhu ruangan. PIDS tersebut membantu menciptakan pengalaman perjalanan yang lebih baik dan menyediakan informasi yang penting bagi pelanggan selama perjalanan,” kata Joni.

Jendela Kereta Eksekutif New Generation juga telah di-upgrade menjadi tempered double glass dari sebelumnya tempered glass. Sehingga tingkat keamanan lebih tinggi, membantu mengurangi masuknya panas berlebih dan sinar UV ke dalam ruangan, serta mereduksi kebisingan lebih baik.

Untuk kebutuhan mengisi daya gawai pelanggan, KAI menambah USB charger port pada masing-masing kursi, di samping stop kontak yang telah tersedia di dinding kereta. Adanya tambahan fasilitas pengisian daya tersebut membuat penumpang dapat terus menggunakan perangkat HP, laptop, dan smart watch mereka tanpa khawatir kehabisan daya, sesuai dengan kebutuhan modern.

Kereta Sleeper Berada di Rangakaian KA Argo Bromo Anggrek, Ini Fasilitas Mewahnya

“Keunggulan lain pada Kereta Eksekutif New Generation yaitu pada toilet dimana tersedia keran di bagian bawah untuk membasuh kaki saat wudu. Khusus di toilet wanita, KAI menambah meja lipat yang berfungsi untuk dudukan mengganti popok bayi,” ungkap Joni.

Kereta Makan di rangkaian New Generation ini juga turut diperbarui menjadi lebih mewah dengan interior dan furnitur premium. Kereta Makan tersebut didominasi sentuhan kayu serta kursi makan yang lebih empuk dan lembut. PIDS yang sama juga tersedia di Kereta Makan.

Serba-serbi Bunyi “Gedebuk” saat Pendaratan Keras (Hard Landing)

Dalam pendaratan keras (hard landing), maka lazimnya penumpang akan mendengar bunyi “gedebuk” atau “thump” yang terjadi akibat roda pendaratan yang menyentuh landasan dengan keras. Ini biasanya terjadi ketika pesawat mendarat dengan sedikit terlalu cepat atau terlalu keras. Kejadian ini sering kali merupakan hal yang normal dan tidak selalu menunjukkan adanya masalah.

Baca juga: Meski Berusaha Daratkan Pesawat Sehalus Mungkin, Tapi ini Alasan Pilot Terpaksa Daratkan Pesawat Secara ‘Hard’

Namun, terdapat beberapa faktor yang dapat menyebabkan bunyi “gedebuk” tersebut menjadi lebih terdengar atau lebih keras dari biasanya, termasuk, dan hal ini terjadi karena hal berikut ini:

Pendaratan keras
Jika pesawat mendarat dengan terlalu cepat atau terlalu keras, roda pendaratan dapat menyentuh landasan dengan lebih keras dari biasanya, menghasilkan bunyi yang lebih keras.

Kondisi landasan
Landasan yang tidak rata atau tidak halus juga dapat menyebabkan bunyi “gedebuk” yang lebih terdengar saat pesawat mendarat.

Beberapa roda
Pesawat yang memiliki lebih dari dua roda pendaratan, seperti pesawat komersial, dapat menghasilkan bunyi “gedebuk” yang lebih keras karena semua roda pendaratan harus menyentuh landasan secara bersamaan.

Intensitas “dentuman” tersebut dapat bervariasi tergantung pada faktor-faktor seperti ukuran dan berat pesawat, kecepatan penurunan, kekencangan pendaratan, dan kondisi landasan pacu. Dalam beberapa kasus, pilot mungkin dengan sengaja melakukan pendaratan yang lebih kencang, yang dikenal sebagai “firm touchdown”, untuk memastikan kontak positif dengan landasan pacu dan mengurangi risiko memantul atau melayang selama pendaratan.

Meskipun bunyi “gedebuk” ini umum terjadi dan seringkali tidak menimbulkan masalah, pendaratan yang terlalu keras secara konsisten dapat menyebabkan keausan yang lebih cepat pada roda pendaratan dan sistem pendaratan pesawat. Oleh karena itu, pilot biasanya berusaha untuk mendaratkan pesawat sehalus mungkin untuk mengurangi dampak pendaratan terhadap pesawat.

Dinilai Krusial Selamatkan Penerbangan, Berikut Empat Penyebab Hard Landing

KAI Tawarkan Hak Penamaan (Naming Right) untuk 18 Stasiun LRT Jabodebek

Seolah mengikuti jejak komuter MRT Jakarta, KAI sebagai operator LRT Jabodebek memberikan kesempatan bagi perusahaan-perusahaan untuk memperoleh hak penamaan atau Naming Rights 18 stasiun LRT Jabodebek yang strategis di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi.

Baca juga: MRT Jakarta Buka Naming Right Tahap 2, Semua Perusahaan Indonesia Bisa Ambil Bagian

Manager Public Relations Divisi LRT Jabodebek Mahendro Trang Bawono menegaskan bahwa program Naming Rights ini menawarkan peluang kolaborasi yang substansial bagi perusahaan dalam meningkatkan brand awareness mereka.

“Sebagai penyedia layanan transportasi massa, KAI memiliki jangkauan luas dengan memiliki 18 stasiun seperti Stasiun Dukuh Atas, Stasiun Jati Mulya dan Stasiun Harjamukti yang merupakan stasiun awal dan akhir, Stasiun Halim dan Stasiun Cikoko sebagai Stasiun yang terintegrasi dengan Kereta Cepat Whoosh dan KAI Commuter, serta Stasiun Cawang yang merupakan stasiun central akan sangat menguntungkan bagi perusahaan yang ingin meningkatkan eksposure merek mereka,” ujar Mahendro.

Melalui program Naming Rights ini, mitra perusahaan yang bekerja sama akan mendapatkan berbagai keuntungan, termasuk tampilan nama brand mereka akan diimplementasikan di berbagai media seperti aplikasi Access by KAI, website KAI dan penempatan pada signage, wayfinding, peta jalur, announcement, dan publikasi lainnya terkaitstasiun-stasiun LRT Jabodebek yang dikelola oleh KAI.

Sejak mulai beroperasi pada 28 Agustus, LRT Jabodebek telah berhasil mengangkut lebih dari 7 juta penumpang, menjadikannya sebagai pilihan yang menarik bagi mitra bisnis yang potensial untuk menjalin kerja sama yang produktif dan berkelanjutan.

“Kami sangat terbuka terhadap program Naming Rights ini, karena merupakan pemanfaatan aset untuk menciptakan pendapatan diluar angkutan penumpang dan meningkatkan pelayanan kami secara keseluruhan,” tambah Mahendro.

Tiga Stasiun MRT Jakarta Kini Telah Miliki “Naming Right”

Program Naming Rights ini juga merupakan bagian dari upaya optimalisasi pendapatan melalui komersialisasi aset perusahaan yang telah dijalankan oleh KAI sebagai induk perusahaan dengan contoh Stasiun BNI City dan Stasiun Semarang Tawang Bank Jateng. Diharapkan program ini dapat menjadi langkah positif bagi pertumbuhan dan pengembangan layanan transportasi di wilayah Jabodetabek.

Meski Berusaha Daratkan Pesawat Sehalus Mungkin, Tapi ini Alasan Pilot Terpaksa Daratkan Pesawat Secara ‘Hard’

Bagi penumpang pesawat, pendaratan pesawat yang mulus dan halus (soft landing) adalah sesuatu yang sangat diharapkan, maklum proses pendaratan kadang membuat was-was, terutama bagi yang phobia terbang. Pada dasarnya pilot memang berusaha mendaratkan pesawat semulus mungkin, namun terkadang mereka harus memprioritaskan faktor lain yang mempengaruhi keselamatan dan efisiensi pendaratan.

Baca juga: Apakah Pendaratan Autopilot Lebih Sulit atau Lebih Mulus Dibanding Pendaratan Secara Manual?

Pendaratan pesawat merupakan proses kompleks dan dinamis yang melibatkan banyak variabel, seperti cuaca, panjang landasan pacu, kecepatan pendekatan, konfigurasi flap, dan berat pesawat. Beberapa faktor yang mempengaruhi pendaratan pesawat mulus atau tidak, dipengaruhi oleh hal sebagai berikut;

Kondisi berangin
Saat angin bertiup kencang atau crosswind, pilot harus terus-menerus menyesuaikan sikap dan kecepatannya untuk menjaga keselarasan dan stabilitas pesawat. Hal ini mungkin mengakibatkan pendaratan lebih kencang, karena pilot harus mengoreksi efek angin hingga saat-saat terakhir.

Landasan pacu basah atau dingin
Saat landasan licin, pilot harus memastikan bahwa roda memiliki kontak yang baik dengan tanah untuk menghindari penyaradan atau hydroplaning. Pilot juga harus mengerem secepat mungkin untuk mengurangi jarak berhenti. Hal ini mungkin memerlukan pendaratan yang tidak terlalu lembut, karena pilot harus mengatasi berkurangnya gesekan dan traksi.

Landasan pacu pendek
Jika landasan pacu pendek, pilot harus menggunakan pengaturan flap yang lebih tinggi dan kecepatan pendekatan yang lebih rendah untuk mengurangi jarak pendaratan. Pilot juga harus mendarat di bagian pertama landasan agar mempunyai cukup ruang untuk berhenti. Hal ini mungkin membatasi jumlah suar yang dapat dilakukan pilot sebelum mendarat, sehingga menghasilkan pendaratan yang lebih sulit.

Pesawat ringan
Pesawat yang ringan akan lebih responsif terhadap input kontrol dan lebih sensitif terhadap aliran udara. Hal ini dapat menyebabkan pengendalian berlebihan atau kesalahan penilaian suar, karena pesawat bereaksi lebih cepat dan berbeda dari biasanya. Roda pendaratan juga lebih sedikit terkompresi saat pesawat ringan, sehingga pendaratan menjadi kurang empuk.

(Video) Pendaratan Mulus di Bandara Cristiano Ronaldo, Bandara Paling Berbahaya di Dunia

Meskipun demikian, pilot selalu berusaha untuk mendaratkan pesawat dengan sehalus mungkin untuk mengurangi tekanan pada roda pendaratan dan memperpanjang umur pakai komponen pesawat. Proses pelatihan pilot juga mencakup teknik-teknik pendaratan yang halus untuk mengoptimalkan keamanan dan kenyamanan penerbangan.

Bandara Wiriadinata, Sebelumnya Bernama Lanud Cibeureum Tasikmalaya

Baru-baru ini Bandara Wiriadinata yang merupakan Pangkalan Udara (Lanud) TNI AU menjadi sorotan karena Garuda Indonesia membuka rute penerbangan domestiknya ke Tasikmalaya. Salah satu bandara di Jawa Barat ini memiliki landasan pacu sepanjang 2799 meter dan lebar 45 meter dengan permukaan aspal dan ketinggian 350 meter di atas permukaan laut.

Baca juga: Buka Penerbangan dari Bandara Halim Perdanakusuma, Garuda Indonesia Resmi Layani Rute Jakarta-Tasikmalaya

Dirangkum KabarPenumpang.com dari wikipedia, Bandara Wiriadinata sendiri tak hanya untuk penerbangan sipil tetapi juga untuk pendidikan penerbangan yakni Dirgantara Pilot School Tasikmalaya (DPTS). Awalnya sebelum menjadi Lanud Wiriadinata, bandara ini bernama Cibeureum Tasikmalaya.

Bandara ini sendiri adalah peninggalan masa penjajahan Belanda yang dulunya digunakan untuk tempat landing dan take off pesawat-pesawat militer Belanda. Masa penjajahan Jepang pun digunakan untuk hal yang sama dan pada saat kemerdekaan Bandara Cibeureum berhasil dikuasai pemuda dan masyarakat Tasikmalaya.

Tanggal 27 Oktober 1945, pesawat Curen peninggalan Jepang yang memiliki identitas gambar benderanya diperbaiki dan diterbangkan oleh Adisutjipto mengelilingi lapangan terbang Maguwo Yogyakarta. Kemudian, dengan dibantu delapan orang teknisi dan Pangkalan Udara Andir kembali memperbaiki pesawat Nishikoren dengan tanda segi empat merah putih dan diterbangkan oleh Adisoetjipto tanggal 7 November 1945 dengan mengelilingi Tasikmalaya selama 30 menit.

Pembukaan Pangkalan Udara Cibeureum Tasikmalaya dilaksanakan pada tanggal 13 April 1946 dengan diadakan pameran dan pekan penerbangan untuk memasyarakatkan minat dirgantara serta penerbangan formasi dengan route Yogyakarta-Tasikmalaya-Wirasaba-Solo-Madiun-Malang pada tanggal 15 April 1946.

Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Hanafie Asnan meresmikan penggantian nama Lanud Cibeureum Tasikmalaya menjadi Lanud Wiriadinata pada hari Kamis tanggal 20 September 2001 dengan Surat Keputusan Nomor Skep/100/IX/2001 tanggal 12 September 2001 tentang Penggantian nama Lanud Cibeureum Tasikmalaya menjadi Lanud Wiriadinata. Nama lanud ini diambil dari salah seorang pahlawan TNI-AU, Laksamana Muda Udara (Anumerta) Raden Atje Wiriadinata.

Baca juga: Citilink Gunakan ATR 72-600 untuk Rute Bandung dan Lampung

Garuda Indonesia sendiri melayani penerbangannya dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Menuju ke Tasikmalaya ini dengan mengoperasikan ATR 72-600 yang mampu mengangkut 70 penumpang. Ternyata tak hanya Garuda Indonesia, tetapi Wings Air, anak Perusahaan Lion Air Group juga sudah lebih dulu merintis penerbangannya ke Bandara Wiriadinata itu sejak 2016 lalu.

Jalur Kereta di Pulau Madura, Terlupakan Meski Nyaris Dihidupkan Kembali

Jaringan kereta api di Indonesia dikenal hanya melayani dua pulau, yakni Sumatera dan Jawa. Tapi kebanyakan orang tak mengetahui bahwa di bagian lain dari Jawa Timur, yakni di Pulau Madura ternyata juga terdapat jaringan kereta api. Tak berbeda dengan asal usul jaringan kereta di Jawa dan Sumatera, adanya jaringan rel di lumbung garam ini juga merupakan sisa-sisa kolonial Belanda.

Baca Juga: Gandeng Belanda Lestarikan Kereta Jadul, PT KAI Optimis Museum Ambarawa Jadi Yang Terbesar di Asia

Sama seperti daerah lain, Madura pun tak luput dari kekejaman masa penjajahan Belanda yang terkenal dengan sistem  tanam paksanya tersebut. Tapi di balik itu semua, ada satu kemudahan di segi transportasi yang dirasakan oleh rakyat Madura, yaitu hadirnya kereta api yang kala itu menjadi tulang punggung transportasi di sana. Mengingat moda transportasi kala itu belumlah sebanyak sekarang, maka tidak heran jika si ular besi ini menjadi primadona bagi setiap orang.

Sumber: istimewa

Tidak hanya dipergunakan untuk mengangkut komoditas saja, warga Madura juga menjadikan kereta api sebagai sarana mobilisasi yang canggih waktu itu. “Dulu di Madura ada kereta, ramai penumpangnya, dan untuk angkut komoditas. Kereta di Madura tak tergantikan, karena belum ada transportasi lain sebanyak saat ini. Hasil dari kebun-kebun di Madura dibawa pakai kereta di bawa ke Surabaya,” tutur Wakil Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Djoko Setijowarno, dikutip KabarPenumpang.com dari laman detik.com.

Masih dikutip dari laman yang sama, Djoko menambahkan bahwa jaringan kereta di Madura yakni lintasan Kamal-Pamekasan sejauh 113 km dan Bangkalan-Telang sejauh 13 km. Jalur tersebut dioperasikan oleh perusahaan kereta Hindia Belanda, Madoera Stoomtram Maatschappij yang membangun relnya sejak pertengahan abad ke-19.

Foto: Mohamad Aliwafa

Namun seiring berjalannya waktu, masa-masa kejayaan kereta api di Madura mulai mengalami kelunturan hingga akhirnya ditutup pada 1987 karena kurangnya peminat. Hadirnya Mobil Pengangkut Umum (MPU) dan bus disebut-sebut sebagai faktor vokal yang menyebabkan perkeretaapian di Madura ‘mati suri’ hingga waktu yang belum ditetapkan.

Sempat muncul wacana tentang pengaktifan kembali kereta api di Madura, tepatnya pada tahun 2009 kemarin. “Gagasan mengaktifkan kembali jalur kereta api ini timbul setelah jembatan Surabaya-Madura (Suramadu) dioperasikan,” imbuh Bagian Properti, Aset Tanah, dan Bangunan, PT KAI Wilayah Madura kala itu, Mohammad Ali, dikutip dari sumber terpisah.

Baca Juga: Ternyata, Trem Listrik di Jakarta Lebih Dulu Ketimbang di Belanda

Namun rencana penghidupan kembali jalur yang sempat mati suri ini diyakini bakal menemukan berbagai kendala. Diantaranya adalah sinkronisasi yang harus dilakukan PT KAI dengan MPU dan bus, membenahi jalur yang sudah tertimbun modernisasi, hingga masalah lain yang berkenaan dengan pendanaan. Tidak bisa dipungkiri, menghidupkan kembali jalur kereta yang sudah mati bukanlah perkara mudah dan membutuhkan investasi yang sangat besar.

Jadi Lambang Cinta Abadi, Gondola Tak Pernah Berganti Warna

Banyak sebutan tentang Venesia, mulai dari kota air raksasa, kota apung, hingga kota kanal yang namanya telah melegenda di dunia. Selain keindahan arsitektur kota dan jalur airnya, yang menjadi ikon Venesia adalah alat transportasi Gondola. Bisa dibilang ke Venesia belum sah bila belum menaiki Gondola. Tetapi banyak di antara wisatawan yang belum mengetahui serba serbi Gondola. Bahkan sebagian warga Jakarta lebih mengenal Gondola sebagai wahana permainan di Dunia Fantasi, Ancol.

Baca juga: Paris Rencanakan Bangun Gondola Untuk Angkut Penumpang

Bila merujuk ke sejarahnya, Gondola merupakan adalah perahu dayung tradisional asal Venesia, Italia. Selama berabad-abad lalu hingga kini, Gondola menjadi sarana transportasi publik utama di kota air ini. Gondola dirancang dengan panjang 10,87 meter dengan lebar 1,42 meter dan mampu menampung beban hingga 1.200 kg atau sekitar 6-7 penumpang dengan kecepatan hampir 3 knots. Gondola ini digerakkan oleh seorang pendayung yang disebut Gondolier.

Pada abad ke-18, diperkirakan populasi Gondola di Venesia jumlahnya mencapai ribuan, sayangnya saat ini hanya tersisa ratusan dan kebanyakan digunakan untuk tujuan wisata. Di masal lalu, Gondola hanya melayani kaum ningrat maritim hingga tahun 1094, Doge (Duke) Vito Falier menerbitkan piagam untuk memperbolehkan penduduk membuat Gondola sehingga sejak saat itu Gondola menjadi transportasi di Venesia.

Surga Kanal Transportasi di Eropa, Bukan Hanya di Venesia

Meski debut Gondola telah berusia ratusan tahun, dari mulai pertana kali Gondola diluncurkan hingga masa modern ini, warna hitam untuk Gondola tak pernah berubah, bentuknya pun tak berubah walaupun jaman sudah berganti. Untuk menaiki Gondola, wisatawan akan dikenakan biaya 80 euro untuk perjalanan selama 40 menit mengitari sungai di Venesia. Meski tarifnya tak bisa dibilang murah, karena Gondola adalah ikon kota, wisatawan pun banyak yang rela merogoh kocek dalam-dalam untuk berkeliling kota.

Gondola dibuat secara tradisional dan dirancang dapat bertahan hingga 20 tahun. Setiap Gondola yang beroperasi wajib memiliki ijin dan Gondolier atau pendayung Gondola juga mendapat lisensi dari Asosiasi Gondoloa Venesia, bahkan selain lisensi, untuk menjadi seorang Gondilier juga ada sekolahnya.

Seiring efisiensi dan efektivitas perjalanan, Gondola saat ini digerakkan dengan mesin atau biasa di sebut taksi air untuk mempercepat lajunya. Di Venesia kehadiran gondola dikelola oleh 40 keluarga yang menjalankan 10 perusahaan Gondola. Selain warna dan bentuk Gondola yang unik, para Gondolier ini juga memiliki seragam khas yakni kaos bergaris putih merah atau putih biru tua dan ditambah dengan topi anyaman bambu berlapis pita.

Taksi Air Thunder, Gaya Baru Menyusuri Kanal di Venesia

Untuk menaiki Gondola, wisatawan bisa memulainya dari pinggir Grande Canal, Venesia, Italia dengan perjalanan dibawah Ponte Rialto atau jembatan Rialto. Pada malam tiba, Gondola-Gondola ini terparkir dengan mengikatkan tali ke sebuah tancapan kayu dan ditutupi kain berwarna biru. Ada satu hal yang tak bisa dilepaskan dari Gondolo yang juga menjadi tradisi di Venesia, dimana setiap pasangan yang menaiki gondola harus berciuman di bawah setiap jembatan yang di lalui Gondola sebagai lambang cinta abadi.