Japan Airlines Cemas: Tren Anak Muda Jepang Berhenti Lakukan Perjalanan Luar Negeri

Maskapai nasional Japan Airlines (JAL) secara resmi menyatakan keprihatinannya terhadap tren penurunan minat perjalanan internasional di kalangan generasi muda Jepang. Fenomena yang disebut sebagai “pengunduran diri dari perjalanan” ini dianggap sebagai ancaman serius bagi pertumbuhan jangka panjang industri penerbangan dan pariwisata di Negeri Sakura.

Pihak manajemen JAL mencatat bahwa meskipun sektor perjalanan global mulai pulih sepenuhnya pasca-pandemi, anak muda Jepang (khususnya Gen Z dan milenial) justru menunjukkan kecenderungan untuk tetap berada di dalam negeri.

Berdasarkan laporan terbaru, ada beberapa faktor krusial yang membuat kaum muda Jepang enggan terbang ke luar negeri:

Pelemahan Nilai Tukar Yen
Nilai tukar Yen yang masih rendah terhadap Dolar AS dan Euro membuat biaya perjalanan internasional, mulai dari tiket pesawat hingga biaya hidup di luar negeri, menjadi sangat mahal bagi kantong pelajar dan pekerja muda.

Inflasi Global
Kenaikan harga barang dan jasa di destinasi populer seperti Amerika Serikat dan Eropa semakin menekan minat mereka untuk berlibur ke luar negeri.

Perubahan Gaya Hidup
Munculnya tren “Digital Nomad” di dalam negeri dan kemudahan akses hiburan digital membuat perjalanan fisik ke luar negeri dianggap bukan lagi prioritas utama untuk mencari pengalaman baru.

Ketidakstabilan Geopolitik
Kekhawatiran akan keamanan global juga menjadi salah satu faktor yang membuat anak muda Jepang merasa lebih aman melakukan domestic travel.

Menanggapi situasi ini, Japan Airlines tidak tinggal diam. Maskapai ini mulai menyusun berbagai program untuk “memancing” kembali minat generasi muda agar mau melihat dunia luar. Beberapa langkah yang diambil antara lain, JAL mempertimbangkan paket harga tiket yang lebih terjangkau bagi pemegang kartu pelajar untuk rute internasional tertentu, berkolaborasi dengan platform media sosial untuk menunjukkan nilai penting dari pengalaman lintas budaya yang tidak bisa didapatkan melalui layar smartphone, dan melalui anak usahanya di sektor Low-Cost Carrier (LCC), JAL berusaha menyediakan opsi perjalanan ke destinasi Asia yang lebih ekonomis.

Jika tren ini terus berlanjut, Jepang terancam kehilangan daya saing global dalam aspek pertukaran budaya dan pemahaman internasional. Selain itu, ketergantungan hanya pada pasar domestik atau wisatawan asing yang masuk (inbound) dianggap tidak cukup untuk menjaga stabilitas industri penerbangan Jepang dalam dekade mendatang.

Japan Airlines berharap adanya dukungan kebijakan dari pemerintah, seperti kemudahan administrasi paspor atau subsidi program pertukaran pelajar, untuk membantu membalikkan keadaan ini sebelum “budaya bepergian” benar-benar hilang dari DNA anak muda Jepang.

Garuda Indonesia dan Japan Airlines “Joint Business” Berupa Codeshare

Mengenal Jembatan KA Rancagoong, Mahakarya Kolonial yang Masih Kokoh Hingga Kini

Jalur kereta api (KA) non aktif di Jawa Barat selalu asyik menjadi pembahasan. Selain terkenal, jalur tersebut menjadi saksi sejarah mahakarya sejak jaman Kolonial Belanda yang tak terlupakan. Bahkan hingga jejak peninggalannya masih dapat kita lihat secara utuh.

Tak hanya jalur KA non aktif antara Banjar – Pangandaran yang selalu menjadi sorotan media, namun jalur di Kabupaten Bandung pun juga terkenal dengan peninggalannya. Seperti halnya pada jalur Bandung – Ciwidey yang terdapat bangunan bersejarah dan masih kokoh hingga kini. Ya, inilah Jembatan Rancagoong.

Jembatan ini merupakan yang terpanjang dan tertinggi berada di jalur legendaris Stasiun Soreang – Stasiun Ciwidey. Tak hanya menjadi saksi bisu masa kejayaan perkeretaapian Hindia Belanda, jembatan ini juga pernah menjadi sorotan media televisi karena keindahannya yang luar biasa.

Dengan panjang mencapai 150 meter, jembatan ini menjulang di atas lembah sungai yang dalam dan membentang di antara hamparan sawah serta vegetasi alami. Struktur jembatan yang megah ini terdiri dari kombinasi rangka baja melengkung dan beton, menjadikannya tidak hanya fungsional, tetapi juga estetis.

Di era kolonial Belanda, pembangunan Jembatan Rancagoong dimulai pada 1922 dan rampung pada 1924. Diletahui secara keseluruhan, jembatan ini memiliki panjang 150 meter, terdiri atas struktur beton sepanjang 90 meter dan rangka baja sepanjang 60 meter.

Sayangnya, jalur kereta api Bandung – Ciwidey sendiri resmi ditutup pada 1982, seiring menua­nya sarana prasarana serta kalah bersaing dengan moda transportasi kendaraan pribadi. Meskipun begitu jembatan ini memiliki keunikan tersendiri, keunikan Jembatan Rancagoong adalah terletak pada penggunaan beton sebagai bagian struktur utama, yang terbilang jarang ditemukan pada jembatan kereta api di luar kawasan perkotaan.

Rangka bajanya berasal dari bekas jembatan kereta api di atas Sungai Citarum, Karawang yang digunakan kembali akibat mahalnya harga besi pasca Perang Dunia Pertama. Meski sudah lama tidak difungsikan sebagai jalur kereta api, Jembatan Rancagoong hingga kini masih berdiri kokoh dan dimanfaatkan sebagai jalur alternatif bagi pengendara sepeda motor.

Kelengkapan jembatan ini pun makin terlihat pada bagian komponen penting, seperti “sleeko” (penyangga rel) masih tampak utuh di beberapa bagian jembatan. Saking jembatan ini masih terlihat utuh, tak sedikit pula wisatawan atau pemburu konten yang sengaja datang ke lokasi ini demi mengabadikan keindahan jembatan tersebut. Keberadaan jembatan ini jelas menjadi bukti kehebatan insinyur Belanda dalam membangun infrastruktur kokoh yang tetap berdiri tegak meski telah berusia hampir satu abad.

Dari sinilah sudah yakin bahwa Jembatan Rancagoong bukan sekadar peninggalan sejarah semata, melainkan simbol harapan agar jalur kereta Bandung – Ciwidey bisa kembali berfungsi dan menjadi moda transportasi ramah lingkungan yang menghubungkan masa lalu dan masa depan.

Inilah “Hendrik”, Terowongan Kereta Terpendek di Indonesia

Penumpang Cathay Pacific Dipenjara di Hong Kong Akibat Ambil Foto Upskirt Ilegal Pramugari

Seorang pria asal Jepang telah dijatuhi hukuman penjara oleh pengadilan Hong Kong setelah terbukti melakukan tindakan tidak senonoh di dalam pesawat. Penumpang tersebut diketahui mengambil foto ilegal bagian intim (upskirt) milik kru kabin maskapai Cathay Pacific saat penerbangan sedang berlangsung.

Terdakwa, yang diidentifikasi sebagai Onishi Ryu (46), seorang manajer IT, dijatuhi hukuman empat minggu penjara dan denda sebesar HK$10.000 (sekitar Rp20 juta) setelah mengaku bersalah atas dakwaan merekam bagian intim wanita secara ilegal.

Insiden memalukan ini terjadi pada 24 November 2025 dalam penerbangan rute Jepang menuju India via Hong Kong. Saat pesawat sedang dalam proses pendaratan, Onishi yang duduk di kursi jendela awalnya terlihat seperti sedang mengambil foto pemandangan di luar pesawat.

Namun, aksi liciknya terbongkar ketika seorang penumpang pria yang duduk di belakangnya menyadari bahwa kamera ponsel Onishi justru diarahkan ke bagian bawah tubuh dua pramugari yang sedang bertugas. Saksi mata segera melaporkan kecurigaan tersebut kepada kru kabin.

Setelah dikonfrontasi, Onishi terlihat berusaha menghapus gambar dari perangkatnya. Namun, setelah diperiksa melalui folder recently deleted, polisi menemukan lima hingga enam foto yang diambil dari arah belakang pramugari, termasuk satu foto zoom-in yang mengonfirmasi tindakan upskirt.

Dua kru kabin yang menjadi korban adalah seorang wanita asal Korea Selatan berusia 37 tahun dan seorang wanita asal Taiwan berusia 26 tahun. Keduanya dilaporkan sedang menjalankan tugas rutin di kabin saat insiden terjadi.

Dalam pembelaannya, Onishi mengklaim bahwa ia hanya berniat memotret pemandangan Hong Kong saat pendaratan dan foto tersebut terambil secara tidak sengaja. Namun, hakim menolak alasan tersebut dan menyebut tindakan tersebut sebagai aksi yang “oportunistik” dan disengaja, bukan karena faktor ketidaksengajaan.

Meskipun pihak pembela meminta keringanan karena terdakwa tidak memiliki catatan kriminal sebelumnya dan memiliki tanggung jawab keluarga, pengadilan tetap memutuskan hukuman penjara sebagai bentuk penegasan atas seriusnya pelanggaran privasi dan martabat kru kabin di dalam pesawat.

Kasus ini menjadi peringatan keras bagi para pelancong udara bahwa tindakan pelecehan atau pelanggaran privasi terhadap kru kabin akan ditindak secara tegas di bawah hukum Hong Kong. Pihak maskapai dan otoritas bandara terus mengimbau penumpang untuk menjaga etika dan menghormati para kru yang sedang bertugas demi keselamatan dan kenyamanan bersama.

Atasi Jenuh, Apa yang Dilakukan Pramugari di Pesawat Saat Penerbangan Jarak Jauh? Ini 13 Jawabannya

Wajah Baru KA Gajayana Sudah Pakai Stainless Steel New Generation, Siapa Kereta Selanjutnya?

Perjalanan kereta api dengan rute Jakarta/Bandung – Malang kini sudah semakin nyaman dan berkesan. Kereta api yang bervariatif membuat masyarakat yang ingin ke kota julukan apel ini makin dimudahkan. Mulai dari kelas ekonomi hingga kelas eksekutif bahkan VIP, membuat perjalanan tentu terasa nyaman.

Seperti diketahui beberapa kereta api yang mondar-mandir dari Jakarta ataupun Bandung ke Malang maupun sebaliknya diantaranya adalah Kereta Api (KA) Matarmaja (Pasar Senen – Malang pp.), KA Majapahit (Pasar Senen – Malang pp.), KA Jayabaya (Pasar Senen – Malang pp.) KA Malabar (Bandung – Malang pp.), KA Brawijaya (Gambir – Malang pp.), dan KA Gajayana (Gambir – Malang pp.).

Nah, dari beberapa kereta yang disebutkan tadi ada beberapa kereta menggunakan terbaru yakni jenis Stainless Steel New Generation yang diproduksi dari PT Industri Kereta Api (INKA), diantaranya adalah KA Majapahit dan KA Jayabaya. Berbeda dari kedua rangkaian tersebut ada juga yang menggunakan jenis rangkaian New Generation Modifikasi dari Balai Yasa Manggarai, yaitu KA Matarmaja. Lalu bagaimana dengan rangkaian KA kelas eksekutif?

Ya, 2 rangkaian kelas eksekutif rute Jakarta (Gambir) – Malang pp. Terdiri dari KA Brawijaya dan Gajayana. Untuk rangkaian KA Brawijaya masih menggunakan jenis eksekutif new image yang diluncurkan pada tahun 2016 lalu. Nah, sedangkan untuk rangkaian KA Gajayana menggunakan rangkaian jenis stainless steel. Namun, beredar informasi bahwa KA Gajayana sudah menggunakan jenis stainless steel New Generation. Tentu ini merupakan kabar baik bagi penumpang yang setia menggunakan KA Gajayana.

Menurut Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba yang dikutip dari laman Kompas mengatakan, modernisasi sarana ini menjadi bagian dari penguatan layanan perjalanan jarak jauh untuk menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman, aman, dan andal bagi pelanggan.

Rangkaian baru KA Gajayana ini resmi di operasikan sejak tanggal 10 Januari 2026 dengan keberangkatan awal dari Stasiun Malang sebagai kereta api dengan nomor KA 35 pada pukul 14:55 WIB. Perluasan penggunaan rangkaian KA Gajayana tersebut berlanjut pada 11 Januari 2026 atau keesokan harinya sebagai KA Gajayana rute Gambir – Malang.

Tak hanya itu, rangkaian tersebut juga digunakan sebagai KA Parahyangan bernomor KA 132 – 133 dengan relasi Gambir–Bandung (PP). Tentu penumpang yang ingin ke Bandung maupun sebaliknya menggunakan jadwal tersebut pasti juga merasakan kenyamanan dengan rangkaian New Generation.

Dalam satu kali perjalanan, rangkaian KA Gajayana terdiri atas 8 Kereta Eksekutif (K1) SSNG, 1 Kereta Makan (M1) SSNG, 1 Kereta Luxury Generasi Kedua, serta 1 Kereta Pembangkit SSNG. Rangkaian baru ini menghadirkan pembaruan desain interior, kursi ergonomis, sistem informasi perjalanan, serta peningkatan keandalan sarana.

Dari informasi KA Gajayana yang menggunakan rangkaian stainless steel New Generation ternyata baru – baru ini ada pula rangkaian yang menggunakan jenis yang sama. Namun rangkaian ini terdiri dari kelas ekonomi dan eksekutif. Adalah KA Ranggajati dengan rute Cirebon – Jember pp.

Diketahui sebelumnya, KA Ranggajati menggunakan kelas bisnis dan eksekutif yang merupakan rangkaian bekas kereta api dengan rute Jakarta – Cirebon. Namun terjadi pembaharuan untuk kelas ekonominya, yakni menjadi jenis New Generation modifikasi balai yasa.

Seperti tak mau kalah, satu hari setelah rangkaian KA Gajayana menggunakan stainless steel New Generation, ternyata rangkaian KA Ranggajati pun juga menggunakan rangkaian yang sama. Ini menggambarkan bahwa kereta api semakin maju dan berkembang terutama pelayanan untuk kenyamanan para penumpang setianya.

KA Ranggajati menggunakan rangkaian baru tersebut dimulai pada 11 Januari 2026 dengan keberangkatan dari Stasiun Cirebon pada pukul 07:00 WIB sampai dengan Stasiun Jember pukul 20:25 WIB. Penumpang sudah bisa merasakan rangkaian baru tersebut setiap hari dengan pelayanan yang lebih maksimal.

Tak hanya sebagai KA Ranggjati, saat weekend atau libur nasional, rangkaian yang semula digunakan sebagai KA Ranggajati tentunya akan digunakan sebagai KA Cheribon Fakultatif. KA tersebut berangkat dari Stasiun Cirebon pada pukul 20:30 WIB dan keberangkatan dari Stasiun Gambir pukul 23:55 WIB.

Dikabarkan sebelumnya, hingga November 2025, KAI telah menerima 34 trainset Stainless Steel New Generation produksi PT INKA tahun 2025 yang terdiri dari kereta penumpang, kereta makan, dan kereta pembangkit. Kehadiran sarana baru ini dapat memperkuat kapasitas pelayanan sekaligus kesiapan operasional KAI dalam menghadapi tingginya mobilitas masyarakat.

Menjajal Sensasi KA Gajayana “Next Generation” dari Malang ke Jakarta

Hari Ini 36 Tahun Lalu, McDonnell Douglas MD-11 Terbang Perdana dan Bikin Pabrikan Bangkrut

Pada hari ini, 35 tahun lalu, bertepatan dengan 10 Januari 1990, pesawat McDonnell Douglas MD-11 sukses melakukan penerbangan perdana. Pesawat hasil pengembangan dari DC-10 ini digadang bakal lebih sukses dibanding pendahulunya. Tetapi, dugaan itu salah dan MD-11 hanya laku sebanyak 200 unit sejak produksi dimulai pada 1988 dan stop produksi pada tahun 2000.

Baca juga: Bisakah MD-11 Tetap Terbang Bila Kedua Mesin di Sayap Rusak? Simak Jawabannya

Dilansir laman mcdonnelldouglas.weebly.com, MD-11 dikembangkan berdasarkan kebutuhan pasar yang menginginkan pesawat yang lebih modern dan lebih besar dibanding pendahulunya, DC-10.

Menyambut kebutuhan tersebut, pengembangan MD-11 pun dilakukan pada 30 Desember 1986. Setelah melalui proses penelitian panjang, perakitan prototipe pertama MD-11 dimulai tanggal 9 Maret 1988. Pabrikan terus mengebut proses pengerjaan sampai akhirnya diluncurkan atau diperkenalkan ke publik untuk pertama kalinya pada September 1989 dan berhasil terbang perdana pada 10 Januari 1990.

MD-11 memiliki beberapa perbedaan yang sangat mencolok dengan DC-10, di antaranya badan pesawat yang lebih panjang, mesin baru Pratt & Whitney PW4460 yang dinilai lebih efisien dan lebih cepat, winglet baru, dan penggunaan material komposit yang mulai marak di zamannya.

Perbedaan paling mencolok lainnya tentu di bagian kokpit. DC-10 diketahui masih mengusung konsep analog pada kokpit sehingga membutuhkan bantuan flight engineer di setiap penerbangan. Itu berbeda dengan MD-11 yang sudah mengusung enam unit flat screen glass display di kokpit.

Komputer canggih Honeywell VIA juga sanggup menggantikan peran flight engineering, mengikuti gebrakan Airbus yang mengusung two men cockpit atau dua orang dalam kokpit. Ini disebut Advanced Common Flight Deck atau ACF.

Menariknya, meski di tahun dimana pesawat dikembangkan pesawat twin engine sudah mulai menggeliat, MD-11 diputuskan untuk tetap mengusung trijet sebagaimana pendahulunya, DC-10.

Namun, MD-11, yang termasuk dalam salah satu pesawat widebody terpopuler ketika itu, tetap diplot sebagai kompetitor sejati dari Boeing 747 dan Airbus A330 yang masing-masing mengusung empat mesin dan dua mesin.

Pilihan tersebut pada akhirnya sangat fatal. MD-11 hanya terjual 200 unit secara global dan digunakan oleh beberapa maskapai kenamaan, seperti Finnair, Alitalia, KLM, Delta Airlines, China Eastern Airlines, Korean Air, American Airlines, Japan Airlines, dan Garuda Indonesia.

Selain tidak laku di pasaran, dimana maskapai lebih memilih untuk menggunakan widebody twinjet seperti Boeing 767, Boeing 777, dan Airbus A330, mahalnya pengembangan MD-11 juga tak sebanding dengan penjualan dan membuat kinerja keuangan perusahaan merosot dan akhirnya stop produksi setelah MD-90.

Baca juga: MD-11, Tak Berusia Panjang, Inilah Kado Ulang Tahun Garuda Indonesia Ke-43

Beberapa tahun kemudian, pabrikan dicaplok (merger) Boeing dengan mahar sebesar US$13,3 miliar di akhir abad ke-21, tepatnya pada tahun 1997.

Sampai saat ini, MD-11 masih eksis menghiasi langit dunia. Tetapi, tidak sebagai penerbangan penumpang, melainkan sebagai penerbangan kargo, salah satunya bersama FedEx.

Ini Alasan Jalur KA Cianjur – Bandung tak Kunjung di Reaktivasi, Ternyata Begini Solusinya

Jalur kereta api (KA) lintas Cianjur – Bandung kembali jadi sorotan. Saat ini perjalanan KA lintas tersebut terhambat hingga batas Stasiun Cipatat yang berada di kawasan Bandung Barat. Ya,Siliwangi yang merupakan rangkaian kereta api dengan rute Sukabumi – Cianjur – Cipatat pp. Ini melayani penumpang setiap harinya.

Masyarakat di kawasan Sukabumi maupun Cianjur sebenarnya sudah terbantu dengan kehadiran kereta api yang murah meriah tersebut. Namun, masih sangat disayangkan jalur yang dilewati KA Siliwangi ini hanya bisa sampai dengan Stasiun Cipatat. Padahal masyarakat sangat berharap jalur tersebut bisa sampai dengan Stasiun Padalarang menuju pusat Kota Bandung.

Diketahui sebetulnya jalur kereta api dari Stasiun Cipatat hingga Stasiun Padalarang sudah ada sejak era Kolonial Belanda. Bahkan diantara stasiun tersebut masih terdapat satu stasiun yang dahulu menjadi alternatif warga Bandung Barat yang ingin ke Cianjur maupun sebaliknya. Stasiun tersebut adalah Tagogapu berada sangat strategis dekat dengan jalan raya Bandung – Purwakarta.

Ternyata, upaya mengaktifkan kembali jalur kereta api Bandung – Cianjur tersebut terkendala karena kondisi geografis. Pemerintah sebetulnya sudah memutuskan untuk meninggalkan jalur lama Cipatat – Padalarang karena kontur tanah yang sangat terjal dan memiliki risiko bencana yang tinggi.

Sebagai alternatif, lintasan kereta dari Cipatat ke Padalarang akan dialihkan ke jalur Padalarang-Purwakarta melalui Stasiun Sasaksaat. Opsi ini dipilih karena dinilai jauh lebih aman dibandingkan trase lama yang melintasi Stasiun Tagogapu. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bahkan telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi lahan yang direncanakan menjadi jalur rel baru di Kecamatan Cipatat.

Diketahui Kemenhub telah melelang proyek Detail Engineering Design (DED) Jalur dan Jembatan Kereta Api Lintas Cipatat–Padalarang dengan pagu anggaran sekitar Rp 3,8 miliar. Berdasarkan dokumen lelang, trase baru ini akan dilengkapi satu terowongan sepanjang 300 meter serta dua jembatan yang masing-masing memiliki panjang 50 meter.

Rel dari Cipatat menuju Padalarang nantinya akan dibelokkan ke arah utara hingga bertemu lintas Padalarang-Karawang, tepatnya di Stasiun Sasaksaat, Desa Sumurbandung. Dengan skema ini, perjalanan kereta dari Cianjur tidak lagi melewati Stasiun Tagogapu.

Dinas Perhubungan (Dishub) Bandung Barat pun mendukung penuh rencana pembangunan trase baru tersebut. Selain meningkatkan frekuensi perjalanan kereta di kawasan Cipatat dan Padalarang, reaktivasi ini juga masuk dalam Program Strategis Nasional (PSN).

Pihaknya kini mulai fokus menyiapkan aspek keselamatan perjalanan, terutama penanganan perlintasan sebidang yang diprediksi akan mengalami peningkatan volume kendaraan. Targetnya dimulai pada tahun 2027 mendatang proyek sudah mulai dibangun. Selain itu, Dishub juga akan berkoordinasi dengan dinas terkait serta tiga camat di wilayah Padalarang, Ngamprah, dan Cikalongwetan untuk membahas teknis pelaksanaan di lapangan.

Menikmati Perjalanan Kereta Api Tertua di Jawa Barat, Cuma Goceng

Jelajahi Destinasi Wisata dari Stasiun Batang, Yuk Simak Daftarnya

Terletak di antara Semarang dan Batang, stasiun ini menawarkan kenyamanan dan efisiensi bagi penumpang yang melakukan perjalanan dari kedua arah. Stasiun Batang memiliki sejarah panjang, berasal dari era Pemerintahan Kolonial Belanda.

Stasiun Batang Lama di istilah kan masyarakat dengan Stasiun Senggol. Karena, letaknya persis di hadapan Pasar Senggol yang kini telah dirobohkan oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian akibat terdampak proyek pembangunan jalur ganda pada awal tahun 2019.

Namun, setelah direvitalisasi oleh Pemerintah Kabupaten Batang, stasiun direlokasi di Desa Sambong, tepatnya di sebelah timur Jalan Sultan Agung (akses ke Pantai Sigandu), Desa Sambong, Kecamatan Batang.

Stasiun Batang pun kini semakin menunjukkan nilai manfaat bagi masyarakat setempat. Setelah pemerintah Kabupaten Batang melobi PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) dan Kemenhub untuk memfungsikan kembali Stasiun Batang sebagai stasiun pemberhentian kereta api penumpang.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang Franoto Wibowo mengatakan, momentum ini semakin kuat sejak KA Argo Muria dengan rangkaian terbaru New Generation resmi melayani naik-turun penumpang di Stasiun Batang. Layanan ini dimulai sejak Agustus 2025.

Nah, beberapa destinasi yang dapat dijangkau dari Stasiun Batang adalah sebagai berikut:
• Pantai Bojonegoro
Pantai ini terkenal dengan pemandangan matahari terbenam dan keberadaan goa alami di tebing pantai. Jalur menuju lokasi ini mudah dijangkau melalui jalan pesisir dari arah stasiun. Selain itu, wisatawan juga dapat melanjutkan perjalanan menuju Pantai Ujung Negoro yang hanya berjarak sekitar 6 km dari Pantai Sigandu.

• Agrowisata Pragilaran
Bagi pencinta udara sejuk dan pemandangan alam perbukitan, Agrowisata Pagilaran menjadi pilihan menarik. Meskipun berjarak lebih jauh di wilayah Blado, tempat ini bisa ditempuh setelah perjalanan kereta dilanjutkan dengan transportasi darat sekitar 60 menit. Hamparan kebun teh dan suasana pegunungan menjadikan kawasan ini salah satu ikon wisata Batang.

• Pawone Simbah
Tempat kuliner legendaris Pawone Simbah ini berlokasi di Jl. Srondo Lebo Kecamatan Warungasem Kabupaten Batang. Kampung Jawa Pawone Simbah kerap dikunjungi sejumlah nama besar. Salah satunya musisi ternama Ahmad Dhani. Tempat makan ini menyediakan beragam menu mulai dari garang asem ayam kampung, nasi liwet, mangut sayur sop, botok telur asin, buntil serta menu lain lengkap dengan pilihan minuman.

• Kopi Forest
Tempat ini menjadi pilihan baru bagi penikmat kopi dan alam. Dengan suasana rindang di tengah pepohonan pinus, Kopi Forest menghadirkan pengalaman santai menikmati kopi lokal Batang dengan udara segar khas perbukitan.

PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pelaku wisata setempat untuk mendukung potensi pariwisata yang ramah lingkungan. Pemanfaatan kereta api sebagai moda transportasi utama diharapkan dapat mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan menekan emisi karbon di jalur wisata.

Merasakan Nuansa Khas Vintage Stasiun Gundih di Jalur Penghubung Semarang-Solo

Gebrakan Transjakarta di 2026: Tingkatkan Pramudi Perempuan 10 Kali Lipat – Daycare di Halte Besar

PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) melakukan gebrakan besar di awal tahun 2026. BUMD Provinsi DKI Jakarta ini menargetkan partisipasi pramudi perempuan di perseroan meningkat 1.000 persen atau 10 kali lipat. Saat ini, pengemudi wanita hanya berkisar 2-3 persen dari total pengemudi.

Baca juga: Bodi Bus Transjakarta Penuh Karakter IP Lokal untuk Kampanye “Maju Dari Aku”

Langkah ini diambil sebagai bagian dari komitmen Transjakarta terhadap kesetaraan gender.

“Saat ini jumlah pramudi perempuan memang masih di angka 2-3 persen, namun dalam tiga tahun ke depan, kami mengincar angka 20-30 persen. Kami ingin mendobrak stigma dan membuktikan bahwa perempuan mampu memegang peran krusial di industri transportasi,” jelas Direktur Utama Transjakarta, Welfizon Yuza, dalam keterangan resminya.

“Kami ingin setiap perempuan merasa tenang saat melangkah masuk ke dalam bus. Selain ruang khusus, kami juga membawa misi besar dalam pilar Sustainability, yaitu kesetaraan gender di lingkungan kerja,” tambahnya.

Transjakarta juga akan membangun fasilitas daycare di kantor pusat Cawang, sebagai bentuk kepedulian sosial dan inovasi keamanan. Nantinya, fasilitas yang sama juga dibangun di halte-halte besar secara bertahap.

Baca juga: Teknologi AI Tingkatkan Pelayanan dan Jumlah Penumpang Transjakarta

“Kami ingin mendukung ibu yang bekerja maupun pelanggan dengan menyediakan ruang asuh yang layak dan nyaman bagi anak usia 2-6 tahun,” ujar Direktur Keuangan, SDM, dan Umum, Mayangsari Dian Irwantari.

Transjakarta, lanjutnya, juga meluncurkan Lentera, sebuah satuan tugas berbasis relawan yang menjadi pionir dalam pencegahan pelecehan seksual di transportasi publik. Ke depan, gerakan ini akan dikembangkan menjadi gerakan berbasis masyarakat agar pengawasan menjadi lebih luas dan partisipatif.

Mengenal Squawk 7700: Apa yang Terjadi Saat Pilot Menyatakan Status Darurat di Udara?

Bagi para pengamat penerbangan yang sering memantau aplikasi pelacak pesawat seperti FlightRadar24, munculnya notifikasi “Squawk 7700” sering kali menimbulkan kekhawatiran. Kode ini membuat ikon pesawat di peta berubah menjadi merah dan menandakan bahwa ada sesuatu yang tidak berjalan sesuai rencana. Namun, apakah Squawk 7700 selalu berarti pesawat dalam bahaya besar? Jawabannya adalah: belum tentu.

Apa Itu Squawk 7700?
Secara teknis, Squawk adalah istilah penerbangan untuk menetapkan kode transponder empat digit yang diberikan oleh pengatur lalu lintas udara (ATC) kepada pesawat. Kode 7700 adalah kode standar internasional yang digunakan pilot untuk menyatakan status General Emergency (Darurat Umum).

Ketika pilot memutar angka transponder ke 7700, radar di layar ATC akan memberikan peringatan visual dan suara yang sangat jelas. Hal ini memberitahu pengawas darat bahwa pesawat tersebut membutuhkan perhatian khusus dan prioritas ruang udara di atas pesawat lainnya.

Ada berbagai alasan mengapa kru pesawat mengaktifkan Squawk 7700, dan tidak semuanya melibatkan kerusakan mesin yang dramatis. Berikut adalah penyebab paling umum:

Darurat Medis: Jika ada penumpang yang mengalami serangan jantung atau kondisi kesehatan kritis lainnya, pilot akan menyatakan darurat agar bisa mendarat di bandara terdekat secepat mungkin.

Masalah Teknis: Mulai dari gangguan sistem hidrolik, indikator asap di kabin, hingga kegagalan satu mesin.

Krisis Bahan Bakar: Seperti pada insiden Air India AI117 baru-baru ini, jika pesawat terjebak dalam cuaca buruk dan cadangan bahan bakar menipis hingga batas minimum keselamatan, kode ini wajib diaktifkan untuk mendapatkan prioritas mendarat.

Masalah Kontrol Pesawat: Gangguan pada sistem navigasi atau komunikasi yang mengganggu kemampuan pilot untuk terbang sesuai rute normal.

Apa yang Terjadi Setelah Kode Diaktifkan? Begitu Squawk 7700 terpancar, protokol keselamatan tingkat tinggi langsung aktif, maka ATC akan memerintahkan pesawat lain di sekitar untuk menjauh atau berputar (holding) guna memberi jalan bagi pesawat darurat. Bandara tujuan akan menyiagakan tim pemadam kebakaran, ambulans, dan tim SAR di pinggir landasan pacu sebagai langkah antisipasi. Pilot diizinkan memotong rute penerbangan normal langsung menuju landasan pacu untuk menghemat waktu.

Squawk 7700 adalah alat komunikasi krusial yang dirancang untuk menjaga keselamatan. Mengaktifkan kode ini bukan berarti pesawat akan jatuh, melainkan bukti bahwa pilot sedang menjalankan manajemen risiko yang proaktif. Dengan menyatakan darurat lebih awal, kru memastikan mereka memiliki semua sumber daya dan bantuan yang dibutuhkan untuk mendaratkan pesawat dengan selamat.

Wajib Tahu, Ini 10 Bahasa Rahasia Pilot

Darurat Bahan Bakar: Air India 787 Rute Amritsar-Birmingham Dialihkan ke London Heathrow Akibat Badai Salju

Sebuah pesawat Boeing 787-8 Dreamliner milik maskapai Air India terpaksa menyatakan status darurat umum (general emergency) saat mendekati wilayah udara Inggris pada Kamis malam, 8 Januari 2026. Pesawat dengan nomor penerbangan AI117 tersebut mengalami krisis bahan bakar setelah terjebak dalam pola penahanan (holding pattern) yang lama akibat cuaca musim dingin ekstrem.

Pesawat yang membawa penumpang dari Amritsar, India, menuju Birmingham, Inggris tersebut awalnya dijadwalkan mendarat di Bandara Birmingham. Namun, saat mendekati tujuan, Badai Goretti membawa hujan salju lebat dan penurunan jarak pandang yang drastis di bawah batas minimum keselamatan. Kondisi ini memaksa otoritas Bandara Birmingham untuk menutup sementara landasan pacu guna pembersihan salju.

Harga Tiket Pesawat ke Eropa Melambung Tinggi Akibat Krisis Bahan Pencair Salju dan Badai Ekstrem

Pancaran Sinyal Squawk 7700
Setelah berputar-putar di langit selama beberapa waktu menunggu pembukaan landasan, cadangan bahan bakar pesawat dengan registrasi VT-NAC tersebut mulai mencapai tingkat kritis. Menanggapi situasi ini, kru pesawat segera mengaktifkan kode transponder Squawk 7700, sebuah sinyal internasional yang menginstruksikan pengatur lalu lintas udara (ATC) bahwa pesawat memerlukan prioritas utama karena kondisi darurat.

ATC Inggris segera memberikan prioritas bagi Dreamliner tersebut untuk dialihkan ke Bandara London Heathrow (LHR). London Heathrow dipilih karena memiliki landasan pacu yang lebih panjang dan dilengkapi dengan Category III Instrument Landing System (ILS) canggih, yang memungkinkan pesawat mendarat dengan aman meski dalam kondisi cuaca buruk sekalipun.

Berkat koordinasi yang cepat, Air India AI117 berhasil mendarat dengan selamat di landasan pacu 09L London Heathrow tanpa insiden tambahan. Pesawat kemudian bergerak menuju gerbang B49 untuk menurunkan penumpang. Dilaporkan tidak ada cedera di antara penumpang maupun awak kabin.

Insiden ini menambah daftar gangguan penerbangan massal yang melanda wilayah Eropa Barat pekan ini akibat badai salju dan angin kencang. Pihak maskapai menyatakan bahwa keselamatan penumpang adalah prioritas utama dan keputusan untuk menyatakan status darurat bahan bakar diambil sesuai dengan protokol keselamatan penerbangan internasional guna memastikan pesawat mendapatkan jalur pendaratan tercepat.

Krisis De-Icing di Eropa: Maskapai Berebut Bahan Pencair Salju demi Terjang Badai Ekstrem