Pertama di Asia Selatan, Bandara Bengaluru Hadirkan Simulator Pemadam Kebakaran

Bandara Internasional Kempegowda atau Bangalore International Airport Limited (BIAL), Bengaluru, India, jadi bandara pertama di Asia Selatan yang menghadirkan Rosenbauer Tactical Simulator, simulator pemadam kebakaran canggih.

Baca juga: Khawatir Pilot Grogi, Malaysia Airlines Intensifkan Latihan Simulator dengan Kacamata 3D

Petugas Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK) atau Airport Rescue and Fire Fighting (ARFF) mungkin jadi salah satu petugas dari sebuah instansi yang jarang unjuk gigi di bandara. Pada umumnya, banyak yang berpikiri bahwa petugas hanya bekerja saat terjadi kebakaran saja, sesuai namanya. Nyatanya, itu tidak selalu demikian.

Andaipun tugas dan fungsi pemadam kebakaran di bandara hanya sebatas itu, sama sekali tak mengurangi peran vital pemadam kebakaran dan secara aturan wajib ada di sebuah bandara, untuk melakukan aksi tanggap darurat, mitigasi, evakuasi, dan penyelamatan penumpang dan kru saat terjadi keadaan darurat.

Petugas pemadam kebakaran harus melakukan pelatihan khusus sebelum ditugaskan di lapangan. Sebab, kemampuan mencegah dan menangani kebakaran di bandara, entah itu pesawat atau bandara itu sendiri, memberikan angka kemungkinan hidup yang lebih tinggi dibanding tanpa keterlibatannya.

Peran strategis pemadam kebakaran inilah yang coba dimaksimalkan oleh Bandara Bengaluru dengan menghadirkan simulator pemadam kebakaran canggih.

Dilansir hindustantimes.com, kehadiran simulator tersebut secara teknis untuk melatih petugas di lapangan. Sedangkan secara strategis untuk melengkapi penggunaan taktis truk Rosenbauer Panther 6×6 dan 8×8 serta mengoperasikan High Reach Extendable Turrets (HRET) untuk keadaan darurat kebakaran pesawat ekstrem.

Menariknya, dalam sebuah pernyataan, fasilitas simulator pemadam kebakaran di Bandara Bengaluru tersebut terbuka untuk petugas pemadam kebakaran dari bandara lain, dalam maupun luar negeri.

”Simulator ini memberikan kesempatan kepada Komandan Insiden, Komandan Kru, dan Petugas Pemadam Kebakaran untuk mendapatkan pengalaman dalam penggunaan taktis CFT melalui kontrol menara dan penerapan agen pemadam kebakaran, komando dan kontrol, pengoperasian kendaraan, serta keterampilan mengemudi dan penentuan posisi dasar,” bunyi siaran pers Bandara Bengaluru.

Baca juga: Jarang Dianggap, Ini Peran Vital Petugas Pemadam Kebakaran di Bandara

“Simulator ini memiliki kokpit yang cocok dengan setiap detail truk pemadam kebakaran Rosenbauer, memberikan pengalaman realistis dalam pengoperasian CFT, termasuk semua kontrol pengoperasian, dari roda kemudi hingga kontrol turret, yang diproyeksikan melalui beberapa layar HD 55,” lanjutnya.

Mengingat simulator ini didesain semirip mungkin dengan truk Rosenbauer Panther, diharapkan, setelah ini, petugas pemadam kebakaran di Bandara Bengaluru lebih siap dalam menghadapi kondisi darurat untuk keselamatan semua orang, baik penumpang maupun petugas.

Semakin Banyak Bus Tempatkan Mesin di Bagian Belakang, Ini Alasannya

Apa yang Anda lihat dengan bus besar single deck? Yang jelas adalah bus dengan satu dek tetapi memiliki bodi yang besar. Biasanya juga penumpang yang akan masuk ke kabin bus akan naik tangga sebelum mencapai kursi mereka.

Baca juga: Ugal-ugalan dan Setel Musik Keras Kode Ada Pencopet di Bus AKAP?

Tapi tahukah Anda bahwa bus besar dengan single deck ini memiliki dua pilihan posisi mesin? Posisi mesin itu ada di bagian depan dan di belakang. Nah, bus besar single deck yang menggunakan mesin depan biasanya untuk rute pendek alias bus dalam kota.

Sedangkan yang menggunakan mesin bagian belakang untuk rute antar provinsi atau dikenal dengan bus AKAP. Ya bus besar dengan mesin depan yang baru nampak tidak banyak dihadirkan oleh karoseri. Dikutip KabarPenumpang.com dari kompas.com, bus besar bermesin depan di karoseri, keberadaannya lebih sedikiti dibanding bus besar mesin belakang.

Werry Yulianto, Export Manager Karoseri Laksana mengatakan, saat ini memang lebih banyak bus besar dengan sasis belakang yang ada di karoseri.

“Sebanyak, 95 persen sih mesin belakang untuk bus besar. Paling masih ada yang pakai mesin depan biasanya PO dari Sumber Group,” kata Werry.

Selain Sumber Group, Werry mengatakan kalau PO Sinar Jaya juga ada yang masih menggunakan sasis bus besar mesin depan. Untuk unitnya, bus besar dengan mesin di depan buatan Karoseri Laksana menggunakan bodi Discovery.

“Ada juga PO lain, cuma enggak sebanyak dua itu (Sinar Jaya dan Sumber Group),” kata Werry.

Baca juga: Inilah Parade PO Bus AKAP yang Usianya Tembus Setengah Abad

Dimas Raditya, Sales Staff Karoseri Tentrem mengatakan, bus besar mesin depan merupakan bus yang segmented. Bahkan bisa dibilang setiap bulan belum tentu ada pesanan bodi bus besar mesin depan di karoseri. “Biasanya cuma di daerah Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur. Ada juga yang buat karyawan, beberapa unit,” ucapnya.






















Tangkal Covid-19, PO Sumber Alam Punya Bus dengan HEPA Filter dan Ultraviolet

Pada masa pandemi banyak yang dilakukan oleh operator moda transportasi agar penumpang merasakan kenyamanan ketika bepergian. Bahkan beberapa di antaranya sudah memodifikasi kendaraan mereka agar penumpang aman dari Covid-19. Bukan hanya pesawat yang menggunakan HEPA, melainkan juga ada bus yang bisa membuat penumpang nyaman dan bisa terhindar dari penularan Covid-19.

Baca juga: PO Bus di Myanmar Modifikasi Interior untuk Cegah Penularan Covid-19

Di Indonesia perusahaan otobus (PO) Sumber Alam merupakan salah satu yang menghadirkan anti Covid-19. Hal ini karena mereka mulai menggunakan teknologi pintar pada kendaraannya dengan mengusung konsep Biosmart dan Safe Bus. Di mana ini untuk menciptakan moda transportasi yang aman dari Covid-19.

Anthony Steven Hambali pemilik PO Sumber Alam mengatakan, saat ini pihaknya baru memiliki satu armada prototipe yang menggunakan teknologi pintar itu. Hal ini karena, mereka baru melakukan kajian pada tahun 2020 kemarin. Yang mana kajian tersebut melibatkan tim peneliti dari Universitas Diponegoro, Laksana dan pihak Sumber Alam.

Dia mengatakan, bus dengan teknologi pintar tersebut sudah didesain dengan konsep jaga jarak yang sesuai dengan anjuran pemerintah. Sehingga penumpang yang menggunakan armada prototipe dari PO Sumber Alam ini lebih nyaman.

“Di dalam bus juga dilengkapi dengan sistem penyaringan sirkulasi udara secara linear, ultraviolet dan HEPA filter Bus prototipe ini sudah beroperasi di semester II tahun lalu dengan rute dari Yogyakarta menuju Jakarta,” ujar Anthony yang dikutip dari bisnis.com.

Meski dilengkapi dengan teknologi tinggi yang bisa membantu penumpang terhindar dari Covid-19, tarif bus prototipe ini cukup bersahabat yakni Rp160 ribu dan sudah termasuk layanan makan.

“Penumpang banyak yang memilih naik bus Biosmart. Namun saat ini memang belum bisa tarif premium karena masyarakat masih belum banyak yang paham,” ujar Anthony.

Sementara itu Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi sempat menjajal bus angkutan umum aman Covid-19 hasil pengembangan tim peneliti Undip yang sama dengan konsep Biosmart unit prototipe PO Sumber Alam namun dengan aliran udara yang telah disempurnakan. Dalam kesempatan tersebut, Budi mengapresiasi pengembangan bus yang didesain dengan memperhatikan jarak aman antara kursi penumpang, penyaringan sirkulasi udara secara linear, ultraviolet dan hepa filter. Terlebih, bus ini juga menggunakan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan.

“Saya harap bus ini bisa menjad jawaban untuk moda transportasi yang aman di masa pandemi ini,” ujar Budi saat uji coba di halaman kantor pusat Kemenhub, Kamis (17/11/2021).

Baca juga: Arrival Hadirkan Konsep Bus Listrik Publik dengan Beragam Fitur Khas Pandemi Covid-19

Untuk diketahui, di Myanmar bus untuk mencegah Covid-19 pada pertengahan tahun lalu diberi sekat plastik. Hal ini agar penumpang yang satu dan lainnya hanya berada di dalam bilik masing-masing. Selain itu bus listrik dari Arrival juga melengkapi dirinya dengan berbagai tombol tanpa sentuhan dan kursi dapat dilepas untuk memfasilitasi jarak sosial.






















Musisi ini Ciptakan Simulator Boeing 737 Canggih, Biaya Lebih Murah tapi Berkualitas Tinggi

Avgeeks yang juga seorang musisi asal Turki, Alihan Kolaylı, berhasil membuat simulator pesawat Boeing 737-800 canggih lewat tangan dinginnya. Ini didorong oleh keinginan besarnya untuk terbang sebagai pilot yang tak pernah bisa terwujud karena satu dan lain hal.

Baca juga: 9 Maskapai Penerbangan ini Sewakan Flight Simulator, Satu dari Indonesia

Pria yang tinggal di distrik Akçaabat, provinsi Trabzon, timur laut Turki itu bercerita bahwa kerja kerasnya menciptakan simulator pesawat Boeing 737-800 dimulai sejak 10 tahun lalu. Ketika itu, ia melihat simulator pesawat di internet dan tercetuslah ide untuk membuatnya.

Di awal-awal percobaan, tentu saja itu sangat sulit. Namun, seiring berjalannya waktu, ditambah adanya bantuan dari kenalannya, Alihan akhirnya sukses menciptakan simulator pesawat Boeing 737-800 di basement rumahnya.

Tidak hanya itu, simulator canggih yang dibuatnya sendiri dengan bantuan rekannya itu bahkan akan dikomersialisasikan. Entah itu dijual dengan skema pre order ataupun menyewakannya untuk avgeeks di seantero Turki, utamanya di kota atau provinsi dimana ia tinggal.

“Ada perbedaan antara simulator 10 tahun yang lalu dan yang ini. Kami melakukannya secara profesional kali ini. Kami sekarang mempertimbangkan simulator ini secara komersial. Dengan pengembangan teknologi Boeing 737-800, kami juga mengembangkannya,” katanya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa seluruh komponen, termasuk software, yang dibutuhkan untuk membuat simulator pesawat Boeing 737-800 dibuat dan dikembangkan sendiri, bukan membeli suku cadang atau komponen yang dibutuhkan untuk kemudian dirakit.

“Kami ingin mengembangkan sistem lebih lanjut. Kami membuat sendiri suku cadang di simulator. Kami memiliki platform. Banyak orang yang mengikuti kita. Penerbangan virtual sekarang menjadi hobi yang booming dan berkembang sejak 2010. Kami berusaha memproduksi suku cadang untuk masyarakat di platform ini,” jelasnya.

Saat ini, simulator buatan Alihan Kolaylı sedang dalam tahap uji coba, melibatkan beberapa pilot profesional di Turki.

“Kami sedang melakukan beberapa tes sekarang. Beberapa pilot akan datang dan kami sedang menguji simulator dengan mereka. Mereka menganggap simulator secara profesional. Kami mengembangkan prosedur operasi sistem yang sesuai. Kami mengubahnya sesuai dengan umpan balik mereka. Mereka bisa datang dan mengunjungi kami,” ungkapnya.

Sayangnya, saat ditanya berapa total biaya yang dihabiskan untuk membuat simulator sendiri, Kolaylı mengatakan dia tidak benar-benar tahu.

Baca juga: Turkish Airlines Akhirnya Punya Cabin Training Simulator Buatan Dalam Negeri

“Kami selalu menghabiskan (uang dan waktu). Selama saya bekerja sebagai musisi, kami berusaha untuk berkembang di sini. Karena kami membuat suku cadang dengan cara kami sendiri, kami mencoba membuat kokpit canggih dengan menekan biaya,” ujarnya.

“Siapapun dapat melihat kegiatan kami di (YouTube) Home Cockpit Solutions. Kami menunjukkan potongan-potongan yang kami buat di sana,” tutupnya, seperti dikutip dari Daily Sabah.

Singapore Airlines dan Emirates Lanjutkan Penerbangan Airbus A380 ke Sydney

1 Desember 2021 menjadi hari berbahagia bagi avgeeks seluruh dunia, utamanya penggemar pesawat Airbus A380 di Australia. Pesawat superjumbo Singapore Airlines dan Emirates sudah mulai aktif terbang ke Sydney, menjadikannya sebagai maskapai pertama yang mengoperasikan kembali rute ke ibu kota negara bagian New South Wales (NSW) tersebut.

Baca juga: Emirates-Qantas Jalin Kemitraan, Dua A380 Terbang Formasi Rendah di Atas Sydney Harbour

Sebelum Singapore Airlines dan Emirates, sebetulnya Qantas sudah lebih dahulu menerbangkan A380 ke Sydney. Namun, itu hanya penerbangan uji coba setelah menjalani perawatan. Bukan penerbangan berjadwal.

Baru pada Rabu kemarin, penerbangan berjadwal A380 pertama ke Sydney berhasil dijalankan Singapore Airlines.

Pantauan di RadarBox.com, Airbus A380 Singapore Airlines dengan registrasi 9V-SKS mengudara dengan nomor penerbangan SQ231. Disebutkan, keberangkatan itu terlambat satu jam dari yang sudah dijadwalkan. Pesawat kemudian mendarat di Sydney satu jam lebih lambat dari jadwal semula pukul 11.55 waktu setempat.

Capaian itu seperti mengulang momen 14 tahun lalu dimana Singapore Airlines menjadi maskapai pertama yang terbangkan A380 ke Sydney.

Tak lama setelah Singapore Airlines, Emirates juga sukses mengoperasikan penerbangan A380 ke Sydney. Disebutkan, A380 Emirates dengan nomor penerbangan EK414 berangkat dari Dubai pada pukul 02.28 siang, terlambat 28 menit dari jadwal semula.

Pesawat dengan livery Dubai Expo 2020 itu kemudian menempuh perjalanan selama 13 jam atau sejauh 12 ribu kilometer dan dilaporkan tiba di Sydney pada puku 22.28, terlambat 40 menit dari jadwal.

Tak mau kalah dengan maskapai kompetitor, sebagai flag carrier nasional Australia, tentu Qantas juga ingin segera mengaktifkan penerbangan A380 dari dan ke Sydney.

Setelah bulan lalu menerbangkan Airbus A380 ke Sydney dalam rangka uji coba usai maintenance, Qantas berjanji akan memulai penerbangan A380 ke negaranya dalam waktu dekat. Namun, tak disebutkan kapan waktunya.

Baca juga: Sedih! Sudah 6 Airbus A380 Dibongkar, Begini Kisahnya

Akan tetapi, pada Agustus lalu, usai menarik lima A380 dari kuburan pesawat atau fasilitas penyimpanan jangka panjang, di Boneyard, Gurun Mojave, Southern California, Amerika Serikat (AS), CEO Qantas, Alan Joyce, A380 melayani penerbangan komersial berjadwal paling lambat pada Juli tahun 2022.

Adapun rute internasionalnya difokuskan ke negara-negara dengan tingkat vaksinasi tinggi, seperti sebagian negara Asia semisal Singapura, Amerika Utara, dan Inggris. Traveler disebut akan lebih nyaman bepergian ke sana dibanding negara lain dengan tingkat vaksinasi rendah.

Ditinju Penumpang, Malangnya Nasib Pramugari Spirit Airlines

Polisi menangkap seorang wanita berusia 42 tahun setelah dia diduga menyerang dua pramugari saat mabuk dalam penerbangan Spirit Airlines pada hari Sabtu (25/11/2021). Seorang juru bicara Administrasi Penerbangan Federal mengatakan bahwa agensi tersebut sedang menyelidiki insiden tersebut.

Baca juga: Gara-Gara Vodka, Penumpang Mabuk Hina Awak Kabin dengan Sebutan “Pedofil”

“Awak Airbus A320 Spirit Airlines dengan nomer penerbangan 222 melaporkan gangguan penumpang dan mendarat di Bandara Internasional Nashville pada Sabtu pukul 19.30 waktu setempat. Penerbangan itu datang dari Bandara Internasional Fort Lauderdale-Hollywood ketika insiden itu terjadi,” kata juru bicara tersebut yang dikutip KabarPenumpang.com dari newsweek.com (28/11/2021).

Wanita itu meninju seorang pramugari dan menjambak rambut orang lain. Setelah serangan itu, seorang penumpang lainnya mengikat kakinya dengan ritsleting untuk menahannya, menurut surat kabar itu. Polisi menangkap wanita itu setelah penerbangan mendarat di Bandara Internasional Nashville.

Dia diduga mengatakan kepada polisi untuk “tembak saya bajingan *****” dan “Saya tidak melakukan kesalahan apa pun”. Wanita itu juga menolak masuk ke mobil polisi dengan mengencangkan kakinya untuk mencegah petugas menutup pintu. Wanita itu menghadapi tuduhan keracunan publik, tetapi awak pesawat menolak untuk mengajukan tuntutan lebih lanjut.

Untuk diketahui, penumpang itu dimasukkan ke tahanan pada pukul 20.40. Nicole Aguiar, juru bicara Spirit Airlines, mengatakan bahwa maskapai itu “tidak menoleransi perilaku agresif dalam bentuk apa pun, dan penumpang ini tidak lagi diterima di penerbangan kami mana pun.”

“Terima kasih kepada tamu kami yang membantu kru kami dan penegak hukum setempat atas bantuan mereka. Kami akan bekerja dengan otoritas terkait untuk memastikan individu ini dituntut sesuai hukum sepenuhnya,” kata Aguiar.

Juru bicara Administrasi Keamanan Transportasi menggambarkan perilaku itu sebagai tidak dapat diterima. Insiden itu mengingatkan kejadian serupa awal tahun ini ketika pramugari di pesawat Frontier Airlines menempelkan lakban seorang penumpang yang dituduh menyerang kursinya. Penumpang diduga menyentuh dua payudara pramugari, berteriak bahwa orang tuanya bernilai $2 juta dan meninju pramugari lainnya.

Dia menghadapi tiga tuduhan penyerangan. Karena perjalanan udara meningkat dalam beberapa bulan terakhir, ada banyak insiden yang melibatkan penumpang yang nakal seringkali terkait dengan protokol keselamatan Covid-19 dan terkadang dipicu oleh alkohol. Pekan lalu, Administrasi Penerbangan Federal mengumumkan bahwa mereka mengeluarkan denda lebih dari $161 ribu kepada delapan penumpang terkait insiden dengan alkohol meskipun tidak ada penumpang yang diidentifikasi.

Baca juga: Gara-Gara Penumpang Mabuk, Pesawat Scoot TR7 Mendarat Darurat di Sydney

Pada tahun lalu, lebih dari $1,45 juta denda telah dikeluarkan. Pada 23 November, lebih dari 5.338 insiden penumpang nakal dilaporkan ke FAA, menurut situs badan tersebut. Dari jumlah tersebut, 3.856 terkait dengan masker wajah. Badan tersebut meluncurkan 1.012 investigasi terhadap penumpang yang nakal sejauh ini pada tahun 2021, memecahkan rekor tahunan sebelumnya 310 pada tahun 2004.






















Pria Mengamuk di Pesawat Ancam Buka Pintu Tapi Berhasil Ditahan Petugas

Perilaku penumpang pesawat begitu banyak dan terkadang tidak masuk akal. Seperti seorang penumpang di pesawar Ryanair yang tiba-tiba mengamuk dan mencoba membuka salah satu pintu di tengah penerbangan. Hal ini membuat para penumpang lain ngeri melihatnya.

Baca juga: Penumpang Maskapai Ryanair ‘Ngamuk’ Gegara Pesawat Dipenuhi Kotoran Warna Kuning, Jijik

Insiden ini jugalah yang membuat penumpang tersebut diikat di kursinya oleh seorang penjaga keamanan yang saat itu sedang tidak bertugas dan ada dalam perjalanan pesawat pertamanya. Dilansir KabarPenumpang.com dari mirror.co.uk (30/11/2021), pria itu diduga harus ditahan setelah adanya pertengkaran di dalam penerbangan Ryanair dari Seville di Spanyol menuju ke Budapest.

Saksi yang melihat insiden itu mengatakan, pria itu menjadi sangat agresif di tengah-tengah penerbangan. Dia terlihat mulai menendang kursi, mengancam penumpang lain dengan pena dan meneriaki sejumlah wanita yang duduk di dekatnya.

Karena awak kabin kesulitan menangani pria itu, seorang penjaga keamanan yang ada dalam penerbangan tersebut menawarkan bantuan kepada awak kabin. Awalnya bantuan penjaga keamanan dan temannya tersebut ditolak oleh awak kabin.

Namun beberapa menit kemudian, awak kabin akhirnya meminta bantuan karena pria mengamuk tersebut mengancam akan membuka pintu di tengah penerbangan itu. Penjaga keamanan berhasil mengendalikan penumpang yang marah, yang berguling ke tanah sebelum diamankan di kursi dengan sabuk pengaman.

Bahkan pilot penerbangan Ryanair pada satu tahap harus meninggalkan kabin untuk membantu mengatasi keributan yang dikatakan telah menyebabkan kepanikan di dalam pesawat. Setelah mendarat polisi menunggu di bandara Budapest-Ferenc Liszt di mana pria itu ditangkap.

Penjaga keamanan yang membantu menahan penumpang mengatakan itu adalah penerbangan pertamanya. Insiden itu terjadi pada 11 November tetapi detail lengkapnya baru saja muncul, bersama dengan video yang diposting di YouTube.

Baca juga: Tolak Pakai Masker dan Serang Pramugari, Penumpang Pesawat Dibayangi Denda Nyaris Rp1 Milyar

Tampak sejumlah penumpang yang mengenakan masker berdiri di lorong saat keributan terjadi di sekitar mereka. Teriakan bisa terdengar, bersama dengan awak kabin yang menyerukan ketenangan.






















Heboh Jadi Episenter Omicron, Afrika Selatan Ternyata Punya Hotel Unik dari Boeing 737

Afrika Selatan tengah jadi sorotan global lantaran menjadi awal mula kemunculan strain baru virus Corona varian Omicron (B.1.1.529). Lepas dari itu, ternyata negari di ujung Selatan Benua Afrika itu punya hotel unik berkonsep pesawat Boeing 737 bekas; Aerotel.

Baca juga: Profil Bandara Johannesburg, Gerbang Keluar-Masuk Afrika Selatan yang Dikenal Gegara Varian Omicron

Bisnis pesawat purna tugas lama-kelamaan semakin diminati. Sebab, 6.000 pesawat dalam 20 tahun mendatang akan mencapai akhir jam terbangnya. Lantas pesawat tua dibuang ke mana? Sebagian mungkin bakal dibuang ke kuburan pesawat di Gurun Mojave, sebagian lagi didaur ulang dan dibuat jadi barang berharga.

Melihat hal itu, riset di Eropa coba mencari teknik pembuangan yang paling ekonomis dan ramah lingkungan. Hal itu dikarenakan pesawat dibuat dari 60 persen alumunium, 15 persen baja, 10 persen logam berharga mahal seperti titanium. Jadi, terlalu sayang untuk dibuang begitu saja, selain untuk menyelamatkan lingkungan.

Salah satu kamar Aerotel. Foto: Aerotel

Valliere Aviation, salah satu raksasa daur ulang pesawat tua di Eropa, mengerti betul betapa menggiurkannya pesawat tua.

Biasanya pesawat tua dihancurkan, dibersihkan dari komponen radioaktif sesuai panduan hijau Eropa, diklasifikasikan, dan diteliti bagian mana saja yang masih bisa dipertahankan, seperti suku cadang berharga, roda pendaratan, mesin, dan peralatan avionik. Semua itu untuk dijual kembali di pasar suku cadang internasional.

Selain mendaur ulang atau membangkitkan kembali pesawat dengan cara didaur ulang, ada juga ide dari para pengusaha dunia untuk menjadikan pesawat purna tugas yang mangkrak menjadi sesuatu yang menarik, seperti Martin dan Tracy den Dunnen, pengusaha, pilot, sekaligus pengembang properti di Afrika Selatan.

Ia diketahui menyulap pesawat Boeing 737-200 bekas menjadi Aerotel, hotel unik dan mewah yang terletak di kawasan Hoedspruit, Afrika Selatan.

Dikutip Simple Flying, Aerotel resmi beroperasi secara komrsial sejak Oktober 2020, setahun setelah proyek dimulai. Dengan bantuan berbagai tim kreatif dari warga lokal, keduanya berhasil mengubah pesawat berusia 39 tahun bekas Gryphon Airlines itu menjadi hotel unik yang tenang dan jauh dari hiruk-pikuk perkotaan.

Private pool Aerotel. Foto: Aerotel

Berjarak enam jam dari Johannesburg, Aerotel menawarkan sensasi menginap ala pesawat sambil menyatu dengan alam karena terletak di kawasan Taman Nasional Kruger dan berbagai pusat rehabilitasi hewan. Pengunjung ditawarkan berbagai aktivitas safari lengkap serta pemandangan pegunungan Drakensberg utara dan padang semak belukar khas Afrika.

Meski terletak di alam, namun pengembang tak melupakan fasilitas. Disebutkan, Aerotel bekas pesawat Boeing 737 ini dilengkapi dengan tempat tidur queen, lemari es, AC, brankas, private bathroom and shower, kopi & teh, dan Wi-Fi gratis. Ini terbagi dalam beberapa kelas kamar, seperti double luxury room, suite VIP, dan lainnya.

Baca juga: Boeing 727 ini Berubah Jadi Penginapan Mewah di Tepi Pantai

Harga yang ditawarkan untuk menginap semalam di sini cukup murah berkisar ratusan sampai ribuan dolar.

Selain Boeing 737, Aerotel juga baru saja kedatangan pesawat bekas Boeing 727 bekas jet VIP Angkatan Udara Djibouti, yang juga bakal disulap jadi hotel mewah dan unik.

40 Ribu Penumpang, Jadi Target MRT Jakarta Tahun 2022

Setelah dua tahun pandemi, moda transportasi baru Jakarta yakni MRT  mengalami penurunan penumpang yang cukup tajam. Bahkan pendapatan farebox atau tiket lebih sedikit dibandingkan pendapatan non farebox atau yang diluar tiket.

Baca juga: Kembangkan Pendapatan Non Farebox, MRT Jakarta Berkolaborasi dengan Startup

Meski begitu, penumpang MRT Jakarta saat ini perlahan mulai membaik dibandingkan di masa awal pandemi dan pada PPKM Level 4 beberapa waktu lalu. William Sabandar direktur utama PT MRT Jakarta mengatakan, di PPKM Level 1 saat ini, penumpang rata-rata sekitar 30.101.

Nah bagaimana dengan target tahun 2022? Dikatakan William, MRT Jakarta punya target penumpang 40 ribu per harinya. Ini juga akan dilihat lagi kedepannya hingga Desember 2022. William mengatakan target MRT Jakarta 40 ribu memiliki alasan tersendiri yakni tahun depan diperkirakan konsidi belum kembali normal dan masih dalam situasi pandemi Covid-19.

“Hitungan itu kami lakukan relatif moderat. Karena tahun depan kami prediksi masih akan ada penerapan protokol kesehatan ketat dan jaga jarak,” kata kata William dalam diskusi Forum Jurnalis MRT Jakarta secara virtual, Selasa (30/11/2021).

William mencatat rata-rata penumpang harian MRT Jakarta tahun 2021 hanya sekitar 20 ribu orang. Angka tersebut masih jauh dari target yang mencapai 65 ribu penumpang per hari. Adapun penurunan jumlah penumpang terjadi karena adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat pada Juni 2021.

“Kami tentu mempelajari kondisi yang ada dan berkembang saat ini dan kami tentu cukup realistis melihat situasi perkembangan Pandemi saat ini,” kat William.

Penurunan jumlah penumpang ini diperkirakan akan kembali terjadi sampai akhir tahun 2021. Hal itu seiring dengan kebijakan pemerintah yang akan menerapkan PPKM Level 3 untuk mengantisipasi libur Natal dan Tahun Baru 2022. Pada Desember 2021 dan Januari tahun depan jumlah penumpang akan turun dibanding November 2021, yakni dari 36.105 orang menjadi sekitar 20 ribu penumpang per hari.

Baca juga: Tunnel Boring Machine Pertama untuk Jalur MRT Jakarta Fase 2A Tiba di Pelabuhan Tanjung Priok

William menambahkan, MRT Jakarta telah siap mengantisipasi terjadinya lonjakan penumpang pada momen Natal dan Tahun Baru 2022. Salah satunya dengan menerapkan protokol kesehatan ketat dan jaga jarak serta melakukan pembatasan penumpang dan operasional kereta.






















Lokasi Jatuhnya Pesawat MH370 Ditemukan! Hanya 28 Km dari Lokasi Pencarian Terakhir

Insinyur penerbangan asal Inggris, Richard Godfrey, mengklaim telah menemukan lokasi jatuhnya pesawat Boeing 777-200ER Malaysia Airlines MH370 yang hilang kontak sejak 8 Maret 2014 silam. Pesawat nahas itu berada di 1.993 km sebelah barat Perth, 28 km dari lokasi pencarian terakhir oleh kapal AS pada tahun 2018 dan terletak 4.000 meter  di dasar laut.

Baca juga: Tak Seperti MH370, Sudah 18 Tahun Boeing 727 Maskapai Ini Hilang Tapi Tak Serius Dicari

Richard, yang juga salah satu anggota Kelompok Ilmuwan Independen bersama Victor Iannello, Bobby Ulich, dan Andrew Banks, menggunakan terknologi terbaru untuk melacak pergerakan pesawat.

Teknologi itu didasari pada data pencarian jejak pesawat secara global dengan menggunakan sinyal radio lemah yang ada di seluruh bumi, dikenal dengan istilah WSPR, yang dikembangkan oleh Pemenang Nobel Fisika, Prof. Joe Taylor pada tahun 2008 lalu.

Richard Godfrey, seperti dikutip dari Daily Mail, mengembangkan software khusus yang disebut GDTAAA (Deteksi Global dan Melacak Pesawat di Mana Saja dan Kapan Saja) untuk membaca data dari WSPR.

Lebih lanjut, Richard mengatakan, pesawat apapun – baik itu komersial, militer atau pribadi – akan mengaktifkan apa yang disebut ‘gelombang elektronik perjalanan’ ketika pesawat itu melintas gelombang tersebut. Data dari gelombang tersebut kemudian bisa digunakan untuk melacak keberadaan pesawat.

Lokasi yang diklaim Richard Godfrey sebagai tempat pesawat MH370 berada, tepatnya di terletak di dasar laut di daerah di dasar dataran tinggi bawah laut Broken Ridge. Foto: Richard Godfrey

Menurut Richard, pesawat apapun – baik itu komersial, militer atau pribadi – akan mengaktifkan apa yang disebut ‘gelombang elektronik perjalanan’ ketika pesawat itu melintas gelombang tersebut. Data dari gelombang tersebut kemudian bisa digunakan untuk melacak keberadaan pesawat.

Selain menggunakan data WSPR, Richard Godfrey juga menggunakan data satelit dan analisis serpihan MH370 sebagai pembanding. Pesawat Boeing 777-200ER Malaysia Airlines MH370 diketahui memiliki sistem komunikasi satelit menggunakan satelit British Inmarsat yang melacak lokasi pesawat setiap jam.

Menariknya, ketiganya (data WSPR, analisis serpihan MH370, dan data satelit) itu menunjukkan data yang saling mendukung dan ini belum pernah terjadi sebelumnya.

Walau sudah menghabiskan US$200 juta, pencarian pesawat MH370 memang sama sekali belum membuahkan hasil. Itu karena, proses pencarian bawah air selama ini oleh banyak pihak, seperti Fugro dan Ocean Infinity tidak didasarkan asumsi dan analisis data yang tepat, seperti yang dilakukan Godfrey.

Baca juga: Terbaru, MH370 Diklaim Jatuh di Samudera Hindia pada Koordinat Ini! Peneliti Berani Taruhan

Klaim Richard Godfrey telah menemukan pesawat MH370 juga didukung oleh temuan ahli lainnya, yaitu kepala oseanografi University of Western Australia Profesor Charitha Pattiaratchi, meskipun menggunakan metode pencarian yang berbeda.

Setelah mengklaim telah menemukan peawat MH370, Richard mengaku sudah meneruskan ini ke pihak terkait dan berharap tahun depan pencarian bisa dimulai kembali.