Abu Vulkanik, Musuh Besar Dalam Dunia Penerbangan

Satu-satunya alasan mengapa pesawat selalu menghindari area yang terselimuti abu vulkanik adalah karena partikel berukuran mirko tersebut dapat merusak fungsi baling-balin dan bagian mesin lainnya. Dikhawatirkan, mesin akan mengalami masalah hingga kemungkinan paling buruknya adalah mesin gagal beroperasi yang bisa saja menyebabkan sebuah pesawat mengalami kecelakaan.

Baca Juga: Bird Strike! Masih Jadi Momok Menakutkan dalam Dunia Penerbangan

Kasus seperti ini pernah menimpa salah satu maskapai British Airways Boeing 747 pada tahun 1982 silam. Pesawat dengan rute penerbangan London menuju Auckland tersebut terpaksa melakukan pendaratan darurat di Bandara Halim Perdanakusuma setelah keempat mesin dari maskapai tersebut tidak berfungsi. Untungnya, kejadian menegangkan tersebut tidak menelan korban jiwa maupun korban luka.

Tidak hanya merusak bagian mesin, seperti yang dihimpun KabarPenumpang.com dari laman theguardian.com, abu vulkanik juga bisa menutupi bagian kaca depan kokpit, menyelimuti badan pesawat dan lampu penerbangan, serta membuat massa pesawat menjadi semakin berat. Tidak hanya selama pesawat mengudara, ternyata kehadiran abu vulkanik di landas pacu pun akan memicu hal serupa, yaitu kemungkinan abu akan menyelinap masuk ke dalam bagian mesin.

Namun dilansir dari sumber, pesawat yang akan take-off maupun landing akan menerbangkan abu-abu tersebut ke angkasa dan dikhawatirkan akan mengurangi jarak pandang. Nantinya, abu-abu tersebut akan terlempar ke udara di ketinggian 6km hingga 11 km, dimana pada ketinggian tersebut biasanya pesawat mengudara. Dampak lainnya adalah kawasan bandara akan menjadi kotor, serta udara disekitarnya pun menjadi tidak sehat.

Baca Juga: Pengamat Menjawab 6 Permasalahan Antara Penumpang dan Maskapai Penerbangan

Satu masalah lain adalah bentuk fisik dari abus tersebut, dimana mereka sangatlah halus, dengan diameter kurang dari 2 mm. Itu menandakan abu-abu tersebut mudah sekali terbawa angin. Abu-abu ini seolah berdansa di udara dan terbang ke sana ke mari tergantung arah angin yang membawa mereka. Tidak hanya ditentukan oleh angin, ketinggian dari abu ini juga ditentukan oleh asal mula mereka, yaitu letusan gunung berapi. Abu-abu ini akan sering terlempar tinggi hingga mencapai ketinggian dari lalu lintas udara. Jadi akan semakin berisiko untuk sebuah pesawat melintasi daerah yang terselimuti oleh abu vulkanik.

Ketakutan akan abu vulkanik yang menimpa dunia aviasi memaksa Inggris melakukan pembersihan udaa dari siang hari hingga pukul 18.00 waktu setempat. Tentu saja ini merupakan bentuk tindakan pencegahan, yang bisa dibilang tidak masuk akal. Sekali abu masuk ke dalam mesin, maka mereka akan terkurung dalam waktu yang lama di dalam sana. Untuk membongkar bagian mesin pun bukan merupakan jawaban. Karena ukurannya yang sangat kecil dan halus, pihak maskapai akan sulit untuk membersihkannya, sekalipun bagian mesin sudah dibongkar.

Baca Juga: Low Cost Carrier, Ubah Peta Pasar Penerbangan Dunia

Menurut data yang dilansir dari laman sumber, secara keseluruhan sudah lebih dari 60 pesawat telah dihapusbukukan karena kerusakan yang ditimbulkan oleh abu. Karena hal sekecil abu bisa membawa dampak yang sangat besar, dunia aviasi sendiri terbagi menjadi sembilan wilayah, dimana masing-masing wilayah memiliki pusat penasihat abu vulkaniknya sendiri-sendiri. Mereka akan memberikan informasi mengenai eksistensi abu di udara, dan memberi himbauan jika kondisinya tidak memungkinkan untuk sebuah pesawat mengudara.

Perancis Akhirnya Izinkan Kendaraan Otonom Beroperasi

Sebuah perusahaan startup Perancis EasyMile telah menguji dan mengembangkan kendaraan otonom di berbagai lokasi di seluruh dunia. Bahkan kini menambah hal baru bagi perusahaan startup itu karena menjadi kendaraan pertama yang diizinkan untuk beroperasi tanpa pengemudi di jalanan umum Perancis.

Baca jug: Malaga, Kota Pertama di Eropa yang Operasikan Bus Listrik Otonom di Jalan Raya

Dilansir KabarPenumpang.com dari newatlas.com (28/11/2021), sejak pertama kali muncul kembali pada tahun 2015 dengan penggerak orang EZ10 box-on-wheels, telah melihat EasyMile menguji kendaraannya dalam uji coba di lebih dari 30 negara di seluruh dunia, banyak di antaranya tidak menampilkan manusia di dalamnya tetapi diawasi oleh operator jarak jauh.

Ini termasuk pengujian di Singapura, AS, Finlandia dan Australia, karena perusahaan berupaya memposisikan kendaraannya sebagai solusi transportasi otonom untuk kampus swasta, pabrik, bandara dan komunitas terencana. Versi terbaru EZ10 memiliki kapasitas untuk 15 orang, dengan tempat duduk empuk dan sabuk pengaman, sementara perusahaan juga baru-baru ini menambahkan ramp otomatis dan titik jangkar kursi roda untuk penumpang penyandang disabilitas.

Ini juga baru-baru ini meningkatkan suite sensor EZ10, dan bekerja sama dengan startup Jerman Sono Motors untuk mengintegrasikan sel surya dan memperluas jangkauan kendaraan. EasyMile telah menguji coba layanan antar-jemput tanpa pengemudi di kampus medis Oncopole di Toulouse, Prancis, yang beroperasi di antara pintu masuk utama dan tempat parkir sejauh 600 meter (2.000 kaki) di sepanjang rute lalu lintas campuran yang digunakan bersama dengan sepeda, pejalan kaki, mobil dan bus.

Setelah membuktikan keamanan dan keandalan layanan, perusahaan tersebut kini menjadi yang pertama di Eropa yang menerima otorisasi untuk otonomi Level 4 di jalan umum, yang diturunkan oleh pemerintah Prancis. Ini adalah otomatisasi tingkat tinggi yang memungkinkan kendaraan beroperasi tanpa manusia di dalamnya, dan persetujuan tersebut menjadikan jumlah total penerapan Level 4 EasyMile di seluruh dunia menjadi tujuh. Peraturan membuka jalan bagi kendaraan otonom untuk mulai beroperasi di jalan umum di Prancis pada September 2022.

Baca juga: Deutsche Bahn Luncurkan Bus Otonom di 2018

“Ini merupakan langkah penting menuju komersialisasi nyata dari kendaraan otonom, baik di situs pribadi besar, maupun di jalan umum. Aplikasi untuk teknologi kami untuk memindahkan orang dan barang terus berkembang, terutama di lokasi seperti kampus, taman bisnis, lokasi industri, dan komunitas masterplan. Saya bersemangat tentang masa depan karena semakin banyak yang mengadopsi transportasi bersama yang cerdas,” kata General Manager EasyMile Benoit Perrin.

Ironi Pesawat Combi, Sempat Diandalkan Kini Ditinggalkan

Di awal tahun ini, Boeing begitu sumringah lantaran varian kargo, 737-800BCF (Boeing Converted Freighter) laris dipasaran. Begitu juga dengan perusahaan konveter, kebanjiran job konversi pesawat penumpang ke konsep Passenger-to-FlexCombi atau pesawat Combi.

Baca juga: Boeing 747 Combi, Solusi Maskapai Angkut Penumpang dan Kargo di Era Pandemi Covid-19

Meski trennya sempat meningkat di awal pandemi sampai kuartal I 2021, tetapi lambat laun pesawat Combi mulai benar-benar ditinggalkan. Pertanyaannya, mengapa?

Pesawat Combi sendiri adalah pesawat yang penggunaan kabinnya fleksibel untuk memuat penumpang dan kargo.

Biasanya, pesawat Combi ini memiliki tiga skema konfigurasi. Konfigurasi pertama, misalnya pada pesawat Boeing 737-700, pesawat Combi menawarkan payload atau muatan sebanyak 13,7 ton dengan enam posisi palet.

Konfigurasi kedua, menawarkan 15,8 ton muatan dengan tujuh palet. Adapun terakhir, versi full full-freighter pesawat ditawarkan menampung 18,2 ton muatan. Masing-masing konfigurasi tersebut tetap menawarkan kabin penumpang dengan kapasitas 12 dan 24.

Di masa-masa awal pandemi Covid-19, mayoritas perbatasan internasional tutup. Tidak ada penerbangan penumpang. Namun, kebutuhan peralatan dan perlengkapan medis justru meningkat di seluruh dunia, mendorong pesawat-pesawat keluar masuk satu negara ke negara lain untuk menjemput dan mengirim itu.

Saking tingginya permintaan perlengkapan dan peralatan medis, dan di saat yang bersamaan permintaan penerbangan penumpang jatuh ke titik terdalam, berbagai maskapai di dunia memenuhi kabin penumpang dengan kargo meski kursi-kursi belum dicopot alias masih dalam konfigurasi penumpang.

Sejak saat itu, berbagai maskapai mulai mengubah konfigurasi pesawat mereka menjadi pesawat Combi, semata untuk memaksimalkan pengangkutan kargo dan penumpang di kabin utama dalam sekali jalan.

Pesawat Combi rata-rata diisi oleh pesawat-pesawat Boeing; Boeing 747, Boeing 727, 737, dan 757. Pabrikan lain juga punya varian Combi, sebut saja ATR 42 Combi.

Menurut data ch-aviation.com, sejak tahun 2013, permintaan pesawat Combi terus menurun sampai tahun ini.

Ada beberapa faktor yang melatarbelakanginya. Namun yang utama adalah masalah usia pesawat itu sendiri. Boeing 747, 727, dan 757 adalah deretan pesawat terpopuler puluhan tahun lalu. Tetapi sekarang tidak.

Baca juga: Folding Airline Seats, Paten Airbus Paling Berguna di Masa Pandemi Corona!

Dari segi performa atau efisiensi, pesawat itu juga sudah tak begitu mendukung, sehingga wajar bila maskapai mulai meninggalkan pesawat-pesawat tua dan menggantinya dengan pesawat baru yang lebih canggih dan efisien.

Meski begitu, terkhusus untuk pesawat Combi Boeing 737, itu masih dapat diandalkan sampai saat ini.

Kereta Cepat Cina Resmi Terhubung dengan Laos, Selanjutnya Singapura

Pejabat Cina dan Laos meresmikan kereta cepat yang menghubungkan kedua negara pada hari ini, lima tahun sejak kontruksi pertama dimulai pada Desember 2016. Proyek senilai US$5,9 miliar atau sekitar Rp85 triliun (kurs 14.430) tersebut nantinya akan tersambung melewati Thailand, Malaysia, sampai Singapura, dengan tujuan akhir pelabuhan ekspor-impor Singapura yang sangat sibuk.

Baca juga: Desember 2021, Laos dan Cina Akan Terhubung dengan Jalur Kereta Api

Proyek yang merupakan bagian dari Belt and Road Initiative (BRI) Cina ini membentang sepanjang 414 kilometer, menghubungkan desa-desa tertinggal Cina di provinsi Yunnan, dengan ibu kota Laos Vientiane, melintasi 167 jembatan dan 75 terowongan. Cina memang sudah menyiapkan Yunnan sebagai garda terdepan hub pertukarang barang dari jalur ini.

Dengan kecepatan rata-rata 160 kilometer, kereta cepat Cina-Laos diharapkan dapat mendongkrak perdagangan dan pariwisata antar kedua negara dan beberapa negara lainnya yang kelak tersambung dengan kereta api cepat Cina.

Sebelumnya, perjalanan darat antara dua wilayah tersebut bisa memakan waktu hingga lima jam. Dengan adaya kereta cepat Cina-Laos ini, itu berkurang menjadi hanya empat jam.

Sepanjang jalur dari Laos menuju ke Cina akan ada sepuluh stasiun, yakni Vientiane, Phonhong, Vangvieng, Kasy, Luang Prabang, Nga, Xay, Namor, Nateuy dan Boten. Tak hanya stasiun untuk penumpang, jalur ini juga punya 22 stasiun untuk bongkar muat barang.

Bagi Beijing, peresmian kereta cepat Cina-Laos ini, membuktikan kepada dunia bahwa proyek besar mereka membangkitkan kembali jalur sutera di bawah Belt and Road Initiative terus dikebut sekalipun mendapat pertentangan dari berbagai negara, utamanya barat.

Sedangkan di sisi Laos, terkurung daratan dan tidak mempunyai laut mau tak mau membuat mereka lebih terbuka agar bisa terhubung dengan negara lain. Muara dari itu, perdagangan dan pariwisata akan meningkat.

Hanya saja, itu (harapan kereta api cepat Cina-Laos mampu mendongkrak ekonomi negara) dipandang semu, andai pemerintah tak komitmen membuat akses dari daerah-daearah produksi dan industri ke jalur kereta cepat Laos-Cina.

Justru sebaliknya, bila pemerintah lamban mengejar ketertinggalan, maka kereta api cepat Laos-Cina hanya akan menjadi jalur transit dan lebih memudahkan Cina membanjiri barang-barang Made in China dengan harga murahnya ke Negeri Seribu Gajah itu.

“Dari sudut pandang Cina, ini memungkinkan Cina untuk melihat benua Asia Tenggara sebagai bagian dari pedalaman, dan mereka akan memiliki kontrol yang lebih baik, mereka akan memiliki akses yang lebih baik karena ada kereta api di sana,” kata Ruth Banomyon, seorang profesor di Thammasat Thailand.

Baca juga: Pemasangan Balok Jalur Kereta Cina-Laos Mulai Memasuki Tahap Akhir

“Perdagangan antara Cina dan Laos bukanlah volume yang besar dan Laos sebagai negara yang terkurung daratan membutuhkan lebih banyak poin untuk terhubung ke dunia luar, sehingga berpotensi ini dapat membantu Laos mengembangkan ekonominya dalam jangka panjang,” kata Li Mingjiang, associate professor S. Rajaratnam School of International Studies, Singapura.

“Petani dan produsen kecil, bagaimanapun, hanya akan menuai keuntungan jika Laos berkomitmen untuk membangun jalan yang mereka perlukan untuk terhubung dengan kereta api baru. Jika tidak, kereta api hanya akan menjadi jalur transit yang melewati mereka,” tambahnya, seperti dikutip dari VOA News.

Mau Hemat Pengeluaran Saat Melancong? Cek Tips Ini

Melancong menjadi hal yang menyenangkan, selain menunaikan hobi, ini juga bisa membuat seseorang mendapat pengalaman atau bertemu orang baru. Bahkan dengan melancong rasa penat yang mengganjal karena pekerjaan atau tugas setiap hari bisa terlepas dengan bebas.

Baca juga: Tak Mau Keluarkan Biaya Ekstra Karena Kelebihan Bagasi? Yuk Disimak Tipsnya! 

Biasanya saat pergi melancong, keuangan atau pengeluaran tak terduga pun kerap kali terjadi. Bahkan melebihi batas maksimum yang sudah disiapkan. Nah, KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, ini ada beberapa cara atau tips untuk melancong tanpa harus melebihi batas pengeluaran.

Buat rincian perjalanan secara detail
Sebelum melancong, seseorang harus menuliskan rencana perjalanan secara terperinci seperti budget yang akan dikeluarkan, transportasi yang digunakan hingga tempat wisata tujuan. Rincian perjalanan ini akan membantu Anda memperkirakan biaya yang harus dikeluarkan. Jadi bila terlalu besar, Anda bisa melakukan penyesuaian agar lebih hemat.

Menginap di homestay atau losmen
Dengan budget terbatas, pilihlah homestay atau losmen untuk tempat menginap. Ini karena tarif per malamnya akan lebih murah dibandingkan jika menginap di hotel mewah. Pilihan ini pun sangat cocok untuk Anda yang hanya sekedar transit satu atau dua malam sebelum ke tujuan.

Menggunakan kupon diskon
Banyak sekali transportasi, penginapan ataupun tempat makan yang memberikan diskon. Dengan menggunakan kupon diskon atau kode promo yang diberikan, Anda akan lebih menghemat pengeluaran.

Rumah makan
Dari pada pergi ke restoran mewah, baiknya pilih rumah makan sederhana atau mencicipi kuliner negara maupun daerah yang Anda kunjungi. Biasanya makanan tersebut ada di lapak kecil atau warung makan yang harganya super terjangkau. Ini mungkin bisa menekan pengeluaran lebih banyak dibanding makan di restoran mewah.

Tidak bawa Oleh-oleh
Nah, hal ini sepertinya perlu dilakukan, karena dengan membawa oleh-oleh berarti ada pengeluaran lain yang harus dikeluarkan. Bila Anda melancong untuk mendapatkan suasana, pengalaman dan teman baru, biasanya buah tangan atau oleh-oleh baiknya tidak perlu dibelu. Kalaupun tetap ingin membeli, baiknya beli jauh dari tempat wisata karena harga bisa lebih murah.

Baca juga: 13 Tips Perjalanan Luar Negeri dengan Ransel

Perjalanan malam
Bisa dikatakan perjalanan malam cukup banyak menekan pengeluaran. Sebab dengan perjalanan malam, Anda tidak perlu mencari penginapan dan bisa tidur di dalam kereta, pesawat atau bus yang ditumpangi.

Taksi Udara EHang 216 Akhirnya Uji Coba di Bali

Akhirnya drone kelas penumpang milik EHang 216 memulai uji cobanya di Pulau Dewata, Bali pada 26 November lalu. Uji coba ini menandai langkah pembangunan ekosistem mobilitas udara perkotaan untuk pertama kalinya. Nantinya dalam aspek bisnis dan penerbangan Autonomous Aerial Vehicle (AAV) akan diawasi oleh Prestige Aviation.

Baca juga: Jika Izin Keluar, Oktober 2021 Drone Ehang 216 Akan Diuji Coba di Bali

Alternatif baru ini dikatakan ketua eksekutif Prestige Aviation Rudy Salim, hadir untuk penerbangan komesial dan diharapkan bisa membantu orang dan memangkas waktu perjalan mereka. Dia juga mengklaim bahwa EHang yang adalah drone berukuran besar dan dapat mengangkut penumpang ini mampu menempuh jarak 30 hingga 50 km dalam waktu sekitar 20 menit.

“Tujuan kami dibalik demo penerbangan ini adalah untuk memperkenalkan EHang kepada publik. Kami akan memetakan kendaraan udara perkotaan komersial dan pasti akan mematuhi peraturan,” ujar Rudy yang dikutip KabarPenumpang.com dari tempo.co (30/11/2021).

Ketua umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo mengatakan, efisiensi waktu yang didapat dengan memanfaatkan EHang sangat besar. Apalagi jika mengingat kemacetan lalu lintas selalu menjadi masalah di semua kota besar.

Bambang menambahkan, kehadiran EHang bukan hanya efisien dalam segi waktu, tetapi tenaga dan biaya juga. Nantinya EHang 216 ini juga akan digunakan untuk mempromosikan pariwisata di dalam negeri.

Hingga usai uji coba, EHang 216 belum jelas kapan resmi diluncurkan sebagai alat transportasi baru untuk di Indonesia. Ini karena Prestige Aviation masih menunggu badan pengatur negara untuk menyelesaikan peraturan seputar pengoperasian kendaraan.

Untuk diketahui, EHang 216 adalah drone penumpang yang dikembangkan oleh Guangzhou EHang Intelligent Technology Company. Drone ini dibuat untuk menjadi taksi terbang dan pada April kemarin, importir mobil swasta Indonesia Prestige Image Motorcars mengumumkan akan menghadirkan EHang 216.

Baca juga: Taksi Udara EHang 216 Tiba di Jakarta, Taksi Udara Seaplane Hong Kong Nyusul?

EHang 216 memiliki ukuran yang relatif kecil (lebar 5,61 meter dan tinggi 1,77 meter) dan kemampuan lepas landas dan mendarat vertikal (VTOL) juga berarti tidak memerlukan banyak ruang untuk beroperasi.

Bawa 189 Penumpang, Pesawat Ini Nyaris Tabrakan dengan Drone di Ketinggian 900 Meter

Sebuah drone dilaporkan nyaris bertabrakan dengan pesawat Boeing 737 Jet2 Airlines yang membawa 189 Penumpang. Insiden ini terjadi di ketinggian 2700 kaki atau sekitar 900 meter dan berjarak sangat tipis hanya sekitar 6 kaki, tak jauh dari Bandara Stansted, Inggris.

Baca juga: Dua Drone Misterius Hantui Bandara Gatwick London, Ratusan Penerbangan Terpaksa Dibatalkan

Ketika itu, pilot tentu saja terkejut. Pertama, karena jarak antara pesawat dengan drone berwarna putih itu sangat dekat. Kedua, berada di ketinggian yang bisa dibilang jarang dilalui drone. Terlebih, Otoritas Penerbangan Sipil (CAA) juga sudah mengatur penggunaan drone di sekitar bandara demi keamanan dan kelancaran lalu lintas penerbangan.

Pada Maret 2019, CAA membuat undang-undang larangan terbang bagi drone di sekitar bandara untuk menghindari terjadinya bahaya. Aturan ini merupakan respon cepat CAA terhadap insiden drone ilegal yang mengganggu penerbangan di Bandara Heathrow dan Gatwick.

Di antara berbagai poin yang diatur, drone dilarang beroperasi lima kilometer dari bandara di ketinggian di bawah 400 kaki atau 121 meter.

Pemberlakuan jarak lima kilometer tersebut sendiri sudah dimulai sejak 13 Maret 2019 dan pelanggar akan dikenakan hukuman penjara hingga lima tahun. Operator drone atau pesawat tanpa awak sebelum menerbangkan juga harus mendapat izin dari pemerintah.

“Undang-undang jelas bahwa menerbangkan drone di dekat bandara adalah tindakan kriminal yang serius. Kami sekarang melangkah lebih jauh dan memperluas zona larangan terbang untuk membantu menjaga keamanan bandara kami dan langit kami. Kami juga berupaya meningkatkan kesadaran akan aturan yang berlaku,” kata Sekretaris Transportasi Inggris, Chris Grayling.

“Siapapun yang menerbangkan pesawat tanpa awak (drone) di sekitar bandara harus tahu bahwa mereka tidak hanya bertindak tidak bertanggung jawab, tetapi juga secara kriminal, dan dapat menghadapi hukuman penjara,” tambahnya.

Akan tetapi, aturan tetaplah aturan, pelanggaran demi pelanggaran tetap akan dan selalu ada.

Laporan Dewan Airprox Inggris, lembaga yang menyelidiki insiden nyaris kecelakaan, menyebut pilot mengatakan ke ATC bahwa ia tidak tahu bagaimana pesawat dan drone ilegal itu bisa terhindar dari tabrakan, menunjukkan betapa dekatnya jarak antar keduanya.

Baca juga: Tiga Manfaat Drone di Bandara, Nomor Dua Taruhannya Nyawa

Dilansir Daily Mail, insiden itu sebetulnya sudah terjadi sejak pertengahan September lalu. Saat itu, pesawat Boeing 737 Jet2 Airlines sedang melakukan approach landing ke Bandara Stansted setelah terbang beberapa jam dari Menorca, Spanyol.

Namun, dari arah depan sebelah kiri pesawat, tiba-tiba objek kecil berwarna putih melintas dan nyaris bertabrakan dengan pesawat, yang notabene tengah melaju di kecepatan 321 km per jam.

Kenapa Shuttle Bus di Apron Bandara Berjenis Low Deck? Ini Jawabannya

Bagi Anda yang hendak bepergian menggunakan pesawat dan kebetulan tidak tersedia garbarata, berarti Anda akan turun ke apron dan diantar menuju pintu pesawat atau gate kedatangan menggunakan layanan shuttle bus yang sudah disediakan oleh pihak bandara.

Baca juga: Garuda Indonesia Gunakan Bus Listrik untuk Operasional Karyawan di Bandara Soekarno-Hatta

Tak cukup sampai di situ, bila diperhatikan lebih detail, shuttel busnya rata-rata dan hampir pasti berjenis low deck. Bagian dalamnya pun khas, lebih banyak tempat orang berdiri ketimbang duduk dan lebih banyak pintu dibanding bus pada umumnya. Mengapa demikian?

Dalam diskusi avgeek di Quora.com, banyak jawaban mengenai pertanyaan ini. Disebutkan, jenis bus low deck untuk layanan shuttle penumpang dan kru di tarmac atau apron bandara dipilih lantaran kemudahan penggunanya.

Penumpang dan kru yang menggunakan layanan shuttle bus low deck itu tanpa effort lebih untuk naik dan turun bus. Terlebih, kru dan penumpang juga sering membawa koper, tas, dan sebagainya dengan bobot yang beragam.

Andai layanan shuttle bus menggunakan bus reguler dengan ground clearance tinggi, pastinya akan menyulitkan mereka dan bukan tak mungkin bisa saja terjadi insiden kecil semisal terjatuh saat naik ataupun turun.

Selain itu, layanan shuttle bus low deck juga membuat arus keluar masuk penumpang dan kru juga lebih cepat, sehingga efektivitas layanan bandara, dalam hal ini mobilitas di tarmac, lebih tinggi dan tidak mengganggu unit kerja lainnya. Ini juga didukung dengan pintu dua sisi yang diadopsi shuttle bus di apron bandara.

Banyaknya penumpang pesawat yang mungkin dilayani shuttle bus ini juga didukung dengan desainnya yang mengarahkan penumpang lebih banyak berdiri dibanding duduk. Umumnya, shuttle bus di apron bandara bisa menampung 160 penumpang (146 berdiri dan 14 duduk), jauh dibanding bus reguler pada umumnya yang hanya menampung 50–60 atau lebih.

Akan tetapi, alasan lain yang paling menjadi fokus mengapa layanan shuttle bus apron bandara menggunakan jenis low deck adalah safety.

Baca juga: Global Solar Energy Rilis Shuttle Bus Bertenaga Surya Pertama di Bandara

Dengan dimensi sekecil itu dibanding bus reguler, kemungkinan bus menghujam sayap pesawat yang bernilai US$100 jutaan tentu semakin kecil. Walau tetap saja ada sayap pesawat yang bisa dijangkau atau masih mungkin ditabrak shuttle bus, tetapi, itu soal lain dan bisa dibilang beda kasus.

Secara kebutuhan, dipilihnya jenis low deck pada sebagai shuttle bus juga dipilih lantaran penumpang dan kru bandara atau maskapai yang menggunakan layanan itu tidak membutuhkan ruang kargo atau bagasi di bagian lambung bus, sebagaimana bus reguler.

Ada ‘Astronot’ Naik Kereta Komuter, Hanya ada di Negeri Erdogan

Bagaimana rasanya jika Anda saat naik kereta dan bertemu seorang yang menggunakan pakaian astronot lengkap? Mungkin tertawa atau bahkan takjub dan membuat astronot tersebut menjadi menarik serta perhatian semua penumpang kereta saat itu.

Baca juga: Wang Yaping, Astronot Wanita Cina Pertama Lakukan Spacewalk

Dilansir KabarPenumpang.com dari dailysabah.com (1/12/2021), nyatanya penumpang dengan menggunakan pakaian astronot tersebut benar-benar hadir ditengah penumpang kereta di jalur metro komuter M2 dari Yenikapı menuju ke Hacıosman di Istanbul, Turki. Penumpang kereta tersebut langsung menunjukkan ketertarikannya pada astronot itu dan beberapa di antaranya mengabadikan momen tersebut dengan ponsel mereka.

Astronot turun di Stasiun Golden Horn untuk menikmati pemandangan di pelabuhan. Foto: IHA

Tak hanya itu, penumpang lainnya pun sempat berfoto dengan astronot. Penumpang dengan pakaian astronot itu pun tetap menikmati perjalannya dan setelah beberapa perhentian, dirinya turun di Stasiun Golden Horn.

Dia kemudian menikmati pemandangan yang mengesankan dari pelabuhan yang memiliki sejarah. Di mana pelabuhan itu berfungsi sebagai pelabuhan alami selama periode Bizantium dan Ottoman. Penumpang yang baru pertama kali mengalami hal seperti itu di subway mengaku sangat terkejut melihat astronot di dalam metro.

“Awalnya, saya tidak mengerti apa yang terjadi. Kami tidak selalu melihat seseorang dalam setelan astronot di kereta bawah tanah, itu pemandangan yang sangat menarik,” kata Uğur Saka, salah satu penumpang.

Di sisi lain, penumpang Atakan Başkan mencatat bahwa dia sangat bingung dan terkejut.

“Saat pertama kali melihatnya, saya mengira itu robot, tapi ternyata astronot. Saya takjub saat melihatnya,” katanya.

Baca juga: Bak Astronot, Penumpang Bisa Melayang di Dalam Pesawat Berkat Zero Gravity

Belakangan diketahui bahwa astronot, yang membangkitkan rasa ingin tahu yang signifikan dengan pakaian antariksanya, adalah bagian dari acara yang rencananya akan diadakan di Istanbul dalam waktu dekat.

Baru Pertama Melancong Sendiri ke Luar Negeri? Simak Tips Berikut Ini

Anda sering melakukan perjalanan sendiri? Banyak hal yang harus dilakukan agar pelancong yang bepergian sendiri tetap aman dan tidak diganggu orang lain. Ada beberapa tips terbaik yang dirangkum KabarPenumpang.com dari buzzfeed.com (28/11/2021). Penasaran tipsnya seperti apa? Yuk cek di bawah ini.

Baca juga: Ini yang Harus Diperhatikan Pelancong Asing Saat Bertandang ke Bali

1. Bepergian dengan orang penting atau pasangan imajiner. Bahkan pertimbangkan untuk mengenakan cincin palsu bisa menjadi pencegah yang baik terhadap orang-orang menyeramkan yang mungkin mengganggu Anda.
2. Pindai salinan dokumen penting dan kirimkan melalui email ke diri sendiri atau unggah ke cloud sehingga Anda selalu memilikinya, untuk berjaga-jaga.
3. Beli kartu SIM lokal setelah tiba di tujuan. Pelajari nomor darurat di tempat itu dan selalu isi daya ponsel Anda.”
4. Ketika bepergian jangan posting perjalanan secara real time. Unggah foto Anda setelah meninggalkan lokasi.
5. Sebelum bepergian, cari tahu tentang tujuan Anda. Hal ini agar bisa membantu Anda mendapatkan pengalaman dan rekomendasi destinasi di tempat tujuan.
6. Jika menggunakan kacamata, Anda disarankan membawa cadangan. Ini akan membantu Anda ketika kacamata tersebut rusak atau hilang.
7. Minimalkan kontak dengan orang dan pastikan Anda menyadari yang ada di sekitar, termasuk jalan keluar jika bepergian sendirian.
8. Pisahkan uang tunai dan kartu Anda di antara tas yang berbeda, dan tinggalkan sebagian di hotel/hostel/Airbnb. Jangan membawa semua uang dan kartu Anda saat tidak benar-benar diperlukan.
9. Jika Anda naik taksi sendiri, selalu catat nama pengemudi taksi dan nomor medali saat memasuki kendaraan.
10. Bawa barang sesimple mungkin, karena ini bisa membantu Anda bergerak dengan cepat dan tidak ada yang berpikiran melakukan kejahatan kecuali bila membawa koper lebih dari satu dalam perjalanan.
11. Berkeliling kota dengan earbud seolah-olah tahu ke mana Anda akan pergi. Orang akan menganggap Anda orang lokal yang mendengarkan musik, padahal kenyataannya itu untuk mendapatkan petunjuk arah berjalan kaki dari ponsel. Sehingga tidak perlu untuk melihat peta, dan akan menyadari apa yang terjadi di sekitar Anda.
12. Jika Anda perlu dipisahkan dari tas (di bus, misalnya) pastikan paspor, uang tunai, dan barang-barang penting lainnya tetap dibawa. Kehilangan pakaian bukan masalah besar, tetapi kehilangan paspor dan kartu debit Anda adalah masalah besar.
13. Pesan waktu keberangkatan dan kedatangan Anda pada siang hari. Dengan begitu, Anda akan merasa lebih aman menuju dan dari akomodasi Anda.”
14. Berjalanlah cepat dengan kepala tegak. Karena jika Anda percaya diri, orang asing yang tidak diinginkan cenderung tidak mengganggu.
15. Ke mana pun Anda pergi, teliti norma budaya berpakaian dan berkemaslah sesuai dengan itu. Berpakaianlah dengan cara berpakaian penduduk setempat agar tidak terlihat menonjol. Jika Anda mengunjungi negara Islam, misalnya, harus menunjukkan rasa hormat.
16. Tinggallah di asrama, dan jika Anda seorang wanita yang bepergian sendiri, pertimbangkan asrama asrama khusus wanita. Anda akan berkenalan dengan wisatawan lain dan lebih aman. Anda akan dapat pergi dalam kelompok, dan orang lain akan tahu kapan Anda pergi atau kembali ke asrama.
17. Selalu simpan uang kecil di saku Anda jauh dari dompet. Jika ada sedikit masalah dan perlu membayar denda, Anda dapat menunjukkannya kepada mereka tagihan ini dan berpura-pura itu satu-satunya uang yang dimiliki.
18. Percayalah pada naluri Anda. Bepergian adalah waktu yang tepat untuk bertemu orang baru dan berteman dari seluruh dunia. Tapi pergilah setiap kali merasa seseorang terlalu ramah dengan Anda. Jangan langsung percaya pada setiap orang baik yang Anda temui.
19. Sebelum Anda melakukan perjalanan solo besar pertama, lakukan uji coba sedikit lebih dekat ke rumah sehingga dapat menguji diri dan melihat bagaimana rasanya melakukan perjalanan sendiri.
20. Tentukan cara pergi dari halte bus atau bandara ke akomodasi Anda jauh-jauh hari.
21. Kemas beberapa gembok kecil bersama Anda karena banyak hostel tidak menyediakannya untuk loker mereka.
22. Selalu sematkan hotel, hostel, atau Airbnb Anda di peta. Dengan begitu, saat bepergian, Anda tahu lokasi relatif terhadap tempat menginap sehingga selalu memiliki petunjuk arah kembali.
23. Tinggalkan salinan rencana perjalanan dan rencana perjalanan Anda dengan teman dekat atau keluarga. Untuk berjaga-jaga jika terjadi sesuatu, ada baiknya orang yang dipercaya mengetahui rencana Anda.

Baca juga: Baru Pertama ke Tokyo? Jangan Bingung, Ikuti Tips Ini Agar Tidak Keder!

24. Sebelum naik taksi, tanyakan kepada staf hotel Anda berapa biaya untuk naik taksi lokal ke atau dari tujuan yang diinginkan. Kemudian, konfirmasikan dengan sopir taksi sebelumnya sehingga dia tidak dapat menagih Anda sepuluh kali lipat dari tarif yang seharusnya.