Jepang Luncurkan Kereta Bertenaga Hibrida Tahun 2022, Kini Mulai Uji Coba

0
Kereta ekspres terbatas seri "HC85" baru terlihat di Stasiun JR Nagoya pada 24 Agustus 2021. (Mainichi/Shiho Sakai)

Jepang yang terkenal dengan kereta sebagai transportasi populer tak berhenti hanya di shinkansen yang merupakan kereta peluru. Sebab pada tahun 2022, Central Japan Railway Company atau JR Central akan memperkenalkan keluarga baru yakni kereta dengan teknologi hibrida.

Baca juga: Gandeng Rolls-Royce, Porterbrook Uji Kereta Bertenaga Listrik Hibrida Pertama di Inggris

Kereta tersebut akan menggunakan kombinasi baterai dan mesin diesel pertama di Negeri Sakura yang mampu melaju dengan kecepatan maksimum 120 km per jam. KabarPenumpang.com melansir dari laman mainichi.jp (26/8/2021), JR Central yang merupakan operator kereta telah menggelar uji coba untuk media pada 24 Agustus lalu.

Nantinya kereta ekspres hibrida seri HC85 yang baru akan menggantikan kereta diesel seri 85 yang saat ini digunakan untuk kereta terbatas Hida dan Nanki.

“Kereta hybrid berjalan menggunakan motor yang digerakkan bersama oleh tenaga dari mesin diesel dan listrik yang disimpan dalam baterai isi ulang. Sementara kereta seri 85, yang diperkenalkan 32 tahun lalu, masing-masing memiliki dua mesin diesel, kereta seri HC85 masing-masing memiliki mesin dan baterai yang dapat diisi ulang,” ujar JR Central.

Selama acara test-ride, kereta melaju antara Stasiun Unuma di Kakamigahara, Prefektur Gifu, dan Stasiun Nagoya di Prefektur Aichi dengan kecepatan maksimum hampir 120 km per jam. Kereta melaju dengan suara mesin dan getaran yang minim, serta kualitas perjalanan telah meningkat dari seri 85.

Menurut JR Central, kereta baru ini sekitar 35 persen lebih hemat energi dan mengeluarkan sekitar 30 persen lebih sedikit karbon dioksida dari pendahulunya. Ini juga membawa sistem pemantauan konstan termasuk data pada mesin dan komponen lainnya, dan mendeteksi tanda-tanda masalah internal. Biaya untuk menghadirkan 64 mobil (gerbong) baru pada seri kereta baru ini mencapai 31 miliar yen (sekitar US$282 juta).

Baca juga: Trem Hybrid Melintas di Jalur Krakow Polandia

“Kami akan terus memperkenalkan dan mengejar teknologi terbaru sehingga kereta api akan dicintai oleh wisatawan dan masyarakat lokal,” kata Manajer departemen gerbong kereta Takashi Sugiyama.