Kisah “Azab” Big Bunny, Pesawat Private DC-9 Mewah Milik Bos Majalah Playboy

0
Pesawat Big Bunny Douglas DC-9 milik sang bos Majalah Playboy, Hugh Hefner. Foto: Getty Images

Di masa lalu, Majalah Palyboy begitu populer di seluruh dunia. Meski masih eksis sampai sekarang, namun, era digital membuat konten andalannya menjadi lumrah dijumpai. Terlepas dari itu semua, ada cerita menarik dari sang bos besar majalah dewasa yang terbit pertama pada Desember 1953 itu, Hugh Hefner. Tetapi, tidak mutlak membicarakan Hefner, melainkan The Playboy Mansion terbangnya, Big Bunny Douglas DC-9, sebuah pesawat jet private mewah milik Hefner.

Baca juga: Mengenal “Big Bunny,” Pesawat DC-9 Mewah Peninggalan Boss Playboy

Pasca pertama kali dikirim dari pabrik pada Februari 1969, dengan biaya sekitar US$5,5 juta (mungkin sekitar US$40 juta untuk ukuran sekarang), Hefner mulai menjadikan pesawat itu bak istana terbang. Hari-harinya dilalui dengan bekerja, berpesta, dan menghabiskan waktu dengan deretan gadis cantik. Tak lupa, di antara aktivitasnya di dalam pesawat tersebut ialah memantau jalannya sesi foto bugil.

Singkatnya, semua cerita tentang kemewahan dan kenikmatan hidup ada pada sang bos Majalah Playboy kelahiran Chicago, Illinois, Amerika Serikat itu.

Akan tetapi, setelah genap satu dekade, seperti dikutip dari Simple Flying, Big Bunny DC-9 yang sehari-hari terbang antara Chicago dan Los Angeles, AS, mulai berada di ujung tanduk atau dalam istilah lain sedang di “Azab” Tuhan.

Seluruh kemewahan yang terletak di The Playboy Mansion terbang, seperti sound sistem surround delapan jalur, beberapa televisi, dua proyektor film dan sistem video yang berteknologi canggih, jendela elektrokromik dimana kaca bisa meredup dan menghitam dengan sebuah tombol, sistem komunikasi satelit, serta awak kabin seksi yang direkrut dan dilatih khusus, justru pada akhirnya menjadi beban tersendiri untuk Hefner. Terlebih, ketika Majalah Playboy sudah tak lagi mendapat banyak tempat di masyarakat.

Sudah begitu, Big Bunny juga tak lagi diperlukan Hefner untuk mendukung mobilitasnya bekerja bolak-balik di Chigaco dan Los Angeles. Lebih parahnya lagi, Jet Playboy, yang dahulu sering dikunjungi orang terkenal pada masanya dan sering disewa untuk perjalanan tur internasional hingga persiapan pesta mewah menyambut tamu luar negeri serta momen-momen spesial, juga ikut ditinggalkan. Padahal, di masa kejayaannya, Big Bunny amat dekat dengan sederet bintang kenamaan dunia, semisal Elvis Presley.

Baca juga: Bukan Pramugari, “Hooters Girls” adalah Pelayan Restoran yang Diperbantukan di Kabin

Alhasil, meski berat, pesawat serba hitam ikonik itu pun dijual. Menurut Planespotters.net, pesawat dengan nomor registrasi N950PB ini dijual ke Omni Aircraft Sales pada Maret 1976, dan bulan berikutnya bergabung dengan Linea Aeropostal Venezolana. Empat tahun kemudian, tepatnya pada 1979, ia dikirim untuk terbang bersama Aeromexico dan terus beroperasi hingga 2004. Setelah pensiun, ia diterbangkan ke Guadalajara, Meksiko, untuk menemui “ajalnya”.

Beberapa tahun berikutnya, Big Bunny atau Kelinci Besar itu dibongkar dan dipindahkan ke sebuah taman di Cadereyta de Montes, Querétaro, Meksiko. Jet Playboy Douglas DC-9 ini dijadikan sebagai wahana eduwisata anak-anak akan pesawat dan dunia penerbangan secara umum.

LEAVE A REPLY