Lion Air Dukung Wacana Peningkatan Kapasitas Penumpang 100 Persen

0
Airbus A330-3300 PK-LDY saat masih digunakan oleh Thai Lion dengan registrasi HS-LAI. Foto: planetspotters.net/Azimi Lahra

Sesuai dengan protokol kesehatan yang ditetapkan, maskapai telah membatasi kuota penumpang per perjalanan maksimal 70 persen dari total kursi yang tersedia. Namun baru-baru ini maskapai penerbangan berbiaya hemat Lion Air mendukung wacana peningkatan kapasitas pesawat menjadi seratus persen di masa pandemi.

Baca juga: Lion Air Digugat 9 Leasing Pesawat Rp189 Miliar, Pengamat: Tak Ada Iktikad Baik Bayar Utang

Direktur Operasi Layanan Kebandarudaraan Lion Air Group Wisnu Wijayanto mengatakan, pihaknya siap bila diminta berkolaborasi dengan Badan Litbang Kementerian Perhubungan dan Kementerian Kesehatan jika harus ada penelitian yang menggunakan fasilitas yang dimiliki Lion Air terhadap kapasitas seratus persen. Usulan peninjauan kapasitas penumpang pesawat pertama kali dilontarkan oleh pakar penerbangan di Air Power Center Indonesi Chappy Hakim.

Dia meminta kepada regulator untuk mengevaluasi kembali pembatasan muatan penumpang pesawat tanpa mengabaikan protokol kesehatan yang berlaku. Pendapat ini juga mengacu pada penggunaan teknologi filter high efficiency particular air atau HEPA dalam pesawat. Di mana teknologi tersebut diyakini mampu menyaring partikel hingga 99 persen dan menciptakan udara yang bersih.

“Mengacu pada hasil survei Kementerian Pergubungan terhadap angkutan udara, 66 responden menyatakan enggan membayar lebih untuk kursi yang kosong akibat adanya pembatasan kapasitas,” jelas Wisnu yang dikutip KabarPenumpang.com dari tempo.co (23/9/2020).

Wisnu menilai masyarakat sangat sensitif terhadap tarif yang dikeluarkan di masa pandemi. Dia mengatakan, selama ada cara untuk menekan biaya operasional, perusahaan akan menurunkan harga tiket pesawat sebagai bentuk stimulus bagi calon penumpang.

Upaya ini diyakini dapat meningkatkan minat penumpang untuk mendongkrak okupansi. Sehingga, hal ini bakal berefek mempercepat pemulihan perekonomian. Wisnu mengatakan pemulihan industri penerbangan sangat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi secara nasional. Selain itu, dia juga meminta pemerintah segera mengambil kebijakan untuk mendukung keberlangsungan dunia penerbangan. Salah satunya lewat pemberian stimulus.

Baca juga: Inilah Tiga Konsep Pesawat Bertenaga Hidrogen Airbus, Beroperasi Penuh Mulai 2035

“Kami juga berharap pemberian insentif dapat diwujudkan terkait biaya navigasi penerbangan dan potongan-potongan yang pernah dibahas bersama,” kata Wisnu.

Sebelumnya diketahui, maskapai Batik Air dari Lion Air Group yang mengangkut penumpang dengan kapasitas hampir seratus persen. Corporate Communications Strategic of Lion Air Group Danang Mandala mengatakan, terkait dengan kapasitas angkut penumpang pesawat udara Batik Air yang diberikan batasan dalam jumlah yang diangkut, penumpang tertentu akan ada duduk berdampingan bersebelahan dan tidak ada jarak.

Leave a Reply