Lampung menjadi provinsi paling selatan Pulau Sumatera dan memiliki banyak destinasi cantik karena berada dekat laut. Dengan beberapa pelabuhan, pelancong bisa masuk ke Lampung dengan mudah seperti dari Bakauheni.
Baca juga: Mengenal Pelabuhan Merak, Gerbang Penyeberangan Tersibuk di Indonesia
Tapi ternyata sebelum ada Bakauheni, Lampung memiliki pelabuhan lain yang juga menjadi aset dari PT KAI Divisi Regional (Divre) IV Tanjungkarang. Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, belum lama ini, PT KAI Divre IV melakukan kunjungan ke Pelabuhan Srengsem tersebut.
“Iya ini jadi salah satu aset kita juga. Untuk luas pelabuhan ini 27.745 meter persegi. Jadi, perlu diketahui bahwa KAI juga memiliki aset pelabuhan yang pantainya indah,” ujar Deputi Kepala PT KAI Divre IV, Tanjungkarang Asdo Artri Viyanto.
Dia mengatakan, Pelabuhan Srengsem sendiri merupakan salah satu aset KAI baik dari Daop ataupun Divre yang memiliki pantai. Bahkan Asdo menambahkan, kedepannya Pelabuhan Srengsem sendiri akan dikembangkan untuk angkutan.
Ternyata Pelabuhan Srengsem dulunya pusat pendidikan yang merupakan tukar guling dengan PT Pelindo sebelum menjadi milik PT KAI. Pelabuhan Srengsem, pada masa jayanya dulu digunakan untuk bersandar kapal ferry, kemudian memasuki masa kadaluarsa alias tak lagi beroperasi tahun 1981 silam dan digantikan Pelabuhan Bakauheni saat ini.
Pada Pelabuhan Srengsem bagian utara ada rumah-rumah nelayan dengan model bangunan panggung dan berdiri diatas air laut. Tak jauh dari rumah nelayan, terdapat Pelabuhan Panjang berdiri kokoh.
Baca juga: Rute Tol laut Tanjung Priok-Panjang, Akankah Berdampak Pada Lintasan Merak-Bakauheni?
Di pelabuhan ini kapal barang dan peti kemas berlabuh serta bersandar. Sayangnya sisi selatan Pelabuhan Srengsem tidak cukup enak dipandang meskipun ada pantai yang bisa digunakan untuk berenang dan bermain pasir. Sebab 200 meter setelahnya adalah bangunan galangan kapal besar.
Sayangnya aset milik PT KAI ini bukan tempat yang nyaman untuk berwisata. Meski begitu banyak masyarakat yang menyempatkan waktu mereka untuk sejenak melepas penat sembari menikmati deburan angin pantai dan deru suara ombak dari air laut.
Kereta api menjadi salah satu moda transportasi yang paling banyak digunakan masyarakat India. Atas dasar fakta tersebut, Menteri Kereta Api India menyatakan bahwa tahun 2018 sebagai tahun keamanan wanita dan anak. Adanya pernyataan ini dikarenakan wanita dan anak-anak rentan kejahatan apalagi saat berada di dalam kereta api.
Baca juga: Tingkatkan Keamanan Penumpang Kereta, JR East Akselerasi Instalasi Kamera Pengawas
Dengan pernyataan dari Menteri, akhirnya Railway Police Force (RPF) membentuk dua tim yakni Bhairavi dan Virangna yang berisikan staf wanita untuk menjaga keamanan penumpang wanita dan anak di dalam gerbong wanita. Indian Railways mengatakan bahwa tahun 2018 ini sudah hampir 1400 penumpang pria diamankan pihak RPF karena berada di gerbong wanita di Northern Railway.
“Menteri Kereta Api telah mengumumkan tahun 2018 sebagai tahun Wanita & Keamanan Anak. Dalam hal ini, tim Bhairavi dan Virangna telah dibentuk yang berisi staf wanita RPF 1.384 penumpang pria yang bepergian dengan pelatih wanita ditangkap pada tahun ini,” ujar sebuah pernyataan.
KabarPenumpang.com melansir dari laman ndtv.com (20/8/2018), saat ini RPF sendiri setelah penangkapan tersebut mengawal sebanyak 220 kereta di bagian Northern Railway atau kereta utara. Tahun ini sendiri sebanyak 61.211 orang telah diamankan dan ditangkap di bagian jalur kereta api berbeda karena kesalahan yang dilakukan menyangkut dalam Undang-Undang Kereta Api dan didenda Rs15 juta atau sekitar Rp3,12 miliar.
Baca juga: Dalam 5 Tahun, Kejahatan di Kereta Api India Meningkat Hingga 500 Persen!
“Hingga bulan Juli 2018 RPF sudah menangkap 250 penjahat IPC yang terlibat dalam kejahatan yang terkait dengan penumpang dan menyerahkannya pada Government Railway Police (GRP),” ujar Indian Railways.
Properti kereta dengan kerusakan senilai Rs2,5 juta atau sekitar Rp531 juta sudah dipulihkan dan sebanyak 484 orang perusak properti korporasi yang dikenakan pasal dalam UU Kepemilikan Kendaraan Bermotor ditangkap pihak kepolisian. Diketahui hingga Juli 2018 juga sebanyak 2137 anak-anak termasuk 221 anak perempuan diselamatkan dan diserahkan kepada lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang berbeda untuk dipertemukan dan dipersatukan kembali dengan keluarga mereka. Untuk kemanan penumpang RPF bisa dihubungi selama 24×7 dan membatu terkait kemanan penumpang.
Baru-baru ini, Changi Airport Group (CAG) meluncurkan program barunya yakni Changi Stopovers yang bertujuan untuk penumpang yang bepergian melalui Singapura untuk menjelajahi negeri Singa itu. Program ini sendiri memberikan pilihan menarik bagi para pelancong untuk menikmati liburan singkat saat transit di Singapura sebelum mengunjungi negara Asia Tenggara lainnya atau negara di Eropa dan Amerika.
Baca juga: Terminal 4 Changi Hadirkan Taman Bermain Chandelier
Dikabarakan oleh KabarPenumpang.com dari laman breakingtravelnews.com (20/8/2018), dalam program ini, penumpang yang memesan paket singgah di situs web Changi Stopovers akan menikmati hotel transfer yang disediakan dan kartu SIM untuk ponsel senilai S$10 atau Rp107 ribu. Harga paket keliling ini per orangnya akan dikenakan S$63 atau Rp676 ribu.
Dalam promosi Changi Stopovers, CAG bekerja sama dengan Singapore Tourism Board selama dua tahun. Wakil Presiden CAG untuk pengembangan penumpang Peh Ke-Wei mengatakan, pihaknya sangat antusias untuk meluncurkan Changi Stopovers di Singapura dengan dukungan kuat dari Singapore Tourism Board. Karena menguntungkan penumpang, program ini juga memperkuat posisi Bandara Changi sebagai pusat pilihan regional, meningkatkan lalu lintas untuk mitra maskapai CAG.
“Program ini adalah bagian dari upaya kami yang berkelanjutan dalam memperkuat penawaran di Bandara Changi, dan untuk mempertahankan dan menarik penumpang yang memilih untuk berhenti di Singapura. Kami juga bekerja sama dengan maskapai penerbangan dan mitra dagang perjalanan kami untuk menawarkan program persinggahan ini melalui saluran penjualan mereka dalam beberapa bulan mendatang,” ujar Ke-Wei.
Dia mengatakan di Changi pihaknya selalu bertujuan untuk menghadirkan penumpang dengan pengalaman perjalanan terbaik. Dengan Jewel Changi Airport membuka pintunya tahun depan dengan segudang penawaran gaya hidup dan atraksi. Jewel Changi Airport juga akan menawarkan pengalaman persinggahan yang ditingkatkan untuk penumpang.
Baca juga: Dengan Canopy Park, Bandara Changi Siapkan Atraksi Spektakuler
Program Changi Stopovers adalah inisiatif terbaru, yang akan menguntungkan penumpang transfer yang terbang dengan maskapai apa pun yang beroperasi di Bandara Changi. Saat ini, lebih dari 100 maskapai penerbangan beroperasi di Changi, menghubungkan Singapura ke sekitar 400 kota di sekitar 100 negara dan wilayah di seluruh dunia.
Transfer penumpang saat ini mencapai sekitar 30 persen dari total lalu lintas Bandara Changi, dengan pergerakan penumpang dari Australia dan India mendaftar sebagai kontributor utama untuk mentransfer lalu lintas di Changi. Tahun lalu, lebih dari 1,1 juta pergerakan penumpang terdaftar di rute transfer utama Changi antara Australia dan India.
Penumpang pesawat mabuk dan betindak aneh serta mencurigakan kerap kali terjadi. Bahkan membuat penumpang panik dan awak kabin harus menenangkannya serta mengamankan penumpang tersebut. Seperti baru-baru ini seorang pria 24 tahun harus ditahan pihak kepolisian prefekur Chiba saat tiba di Bandara Internasional Narita pada Jumat (17/8/2018) kemarin. Pasalnya pria berkewarganegaraan Amerika Serikat itu dituduh mengencingi penumpang lain selama penerbangan.
Baca juga: Tangkal Masuknya Penumpang Mabuk, Inggris Perketat Peredaran Alkohol di Bandara
Dilansir dari foxnews.com (21/8/2018) oleh KabarPenumpang.com, pria muda yang diketahui bernama Denish Parekh bangun dari tempat duduknya dan mengencingi seorang pria Jepang berusia 50 tahun yang duduk dua baris di belakangnya. Pria tua yang menjadi korban tersebut saat itu tengah asik tidur dan menikmati perjalanannya dengan All Nippon Airways (ANA) tujuan Chicago, Amerika Serikat ke Narita, Jepang.
Saat insiden tersebut, pria Jepang sempat menahan Denish, namun pelaku sudah terlanjur melakukan perbuatannya dan sempat membuat kericuhan dalam penerbangan. Untungnya awak kabin tanggap untuk memisahkan korban dan pelaku. Denish yang menjadi pelaku kemudian diamankan awak kabin sampai pesawat mendarat dengan selamat di Bandara Narita.
Kemudian setelah mendarat awak kabin langsung menyerahkan pelaku kepada pihak kepolisian dengan tuduhan penyerangan. Namun pria muda tersebut membantah tuduhan itu dan mengatakan tidak mengingat kejadian selama penerbangan.
Dari keterangan yang didapat dari kepolisian, pria 50 tahun tersebut tidak mengenal pria muda yang mengencingi dirinya, bahkan belum pernah bertemu sekalipun. Tak hanya itu ternyata pria Amerika itu meminum empat gelas champagne dan segelas sake selama penerbangan.
“Karena saya dalam keadaan mabuk, saya tidak ingat kejadian itu,” ujar Denis yang dikutip salah seorang polisi.
Baca juga: Diamankan Karena Berteriak ‘Bom,’ Pria Ini Ternyata Mabuk
Selain mengencingi, penumpang mabuk juga pernah membuat geger pesawat mengatakan adanya bom. Penumpang itu mengatakan membawa bom di dalam tas tangannya sehingga membuat panik penumpang lain.
Saat coba ditenangkan Amar Chaudhary menanggapi awak pesawat dengan hal buruk dan mengucapkan kata-kata kasar. Setelah diamankan petugas kepolisian ternyata Amar dalam keadaan mabuk dan hasil medis pun menunjukkan hal yang sama.
Sebagai salah satu moda transportasi yang paling aman di antara yang lainnya, pesawat-pesawat yang selama ini menghiasi langit memiliki aturan yang sangat ketat. Berlandaskan pada International Civil Aviation Organization (ICAO) yang dibentuk pada bulan Desember 1944 dan berlaku sejak April 1947, berbagai maskapai penerbangan harus tunduk pada regulasi yang sudah ditetapkan oleh hasil dari konverensi yang ditandatangani oleh 52 negara ini.
Baca Juga: “Kearifan Lokal,” Kunci Sukses Garuda Indonesia Sabet Gelar Maskapai Bintang Lima
Sebenarnya, ada banyak tujuan yang diarahkan oleh hadirnya ICAO dalam dunia aviasi global – dimana itu semua berkaitan dengan kelangsungan perjalanan udara yang damai, tertib, dan tentu saja dapat menjamin keselamatan para penumpang. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman airport-technology.com (22/8/2018), tidak hanya mengatur tentang regulasi yang berkaitan dengan keselamatan saja, tapi ICAO juga memiliki hak untuk menolak ijin dari maskapai yang hendak mengudara di atas teritorialnya.
“Perjanjian tengara ini meletakkan dasar untuk standar dan prosedur untuk navigasi udara global yang damai,” kata ICAO di situs webnya. Dari sini dapat kita simpulkan bahwa ada beberapa maskapai yang dilarang terbang di atas beberapa daerah. Sebut saja Federal Aviation Authority (FAA) yang diberlakukan oleh Amerika Serikat mengantongi daftar 24 negara yang maskapainya dilarang mengudara di atas langit Negeri Paman Sam, termasuk Cote D’Ivoire, Filipina, Paraguay, dan Ukraina.
Berbeda dengan Uni Eropa yang memiliki EU Air Safety List dimana di dalam daftar tersebut tercantum 120 negara yang maskapainya sangat dilarang untuk melintas di atas langit Eropa.
Adapun EU Air Safety List ini memiliki tiga tujuan utama – pertama yang paling penting adalah menjaga keamanan dari langit Eropa, kedua adalah memberikan informasi yang tersedia secara publik kepada orang-orang Eropa sehingga mereka dapat membuat pilihan berdasarkan informasi tentang maskapai mana yang akan dipesan ketika mereka berada di luar wilayah UE, dan yang terakhir adalah menyediakan sarana bagi negara yang masuk ke dalam daftar hitam agar mereka bisa meningkatkan catatan keamanan mereka dan menghapus namanya dari daftar tersebut.
“EU Air Safety List membantu negara-negara yang masuk ke dalam daftar hitam untuk meningkatkan aspek keamanan mereka secara keseluruhan agar namanya bisa dihapus dari daftar dan bisa kembali mengudara di atas langit Eropa,” ujar Europe Commission dalam sebuah pernyataan resmi. Tidak hanya terpaku pada satu daftar data saja, melainkan daftar hitam EU Air Safety List ini selalu diperbaharui untuk memberikan informasi terbaru tentang negara mana saja yang namanya sudah dihapus daftar hitam.
Baca Juga: Garuda Pertahankan Predikat Bintang Lima Skytrax
Tapi tahukah Anda bahwa nama Indonesia pernah masuk ke dalam daftar hitam EU Air Safety List – tidak terkecuali flag carrier Garuda Indonesia. Namun pada 14 Juni kemarin, nama Indonesia sudah hilang dari daftar hitam tersebut yang berarti penerbangan maskapai Ibu Pertiwi sudah diperbolehkan untuk mengudara kembali di atas langiit Eropa.
Pada Jumat (24/8/2018) kemarin, wilayah Barat Jepang diterpa Topan Cimarron yang mengakibatkan puluhan orang terluka dan ratusan ribu bangunan rusak. Selain menimbulkan kekacauan di Negara Matahari Terbit, Topan Cimarron pun tak ayal mengganggu sejumlah sistem transportasi – tidak terkecuali sektor aviasinya.
Baca Juga: Bantai Bandara Internasional Hong Kong, Topan Hato Batalkan 400 Penerbangan
Di balik masifnya efek dari Topan Cimarron ini, terselip satu cerita yang cukup membuat jantung seolah berhenti berdetak, yaitu manakala sebuah maskapai Jepang bermanuver menukik menuju darat ketika hendak mendarat di Bandara Narita. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman dailymail.co.uk (28/8/2018), pesawat berjenis Boeing 787 Dreamliner ini secara tiba-tiba menukik tajam ketika Topan Cimarron yang berkecepatan 200 km per jam menerpa si burung besi.
Dalam sebuah rekaman yang berhasil diabadikan, tampak pesawat tersebut sempat oleng beberapa saat sebelum pesawat ini menukik dan ‘terombang-ambing’ kerasnya terpaan topan. Beruntung, sang pilot berhasil menyeimbangkan kembali pesawat dan memutuskan untuk membatalkan pendaratan di Bandara Narita.
https://www.youtube.com/watch?v=7JRD5EvoEm4
Menurut laman sumber, pesawat tersebut berhasil melakukan pendaratan pada kesempatan kedua. Dilaporkan, seluruh penumpang yang berada di dalam pesawat tersebut selamat walaupun beberapa di antaranya mengalami trauma.
Dapat Anda bayangkan sendiri semisal Anda merupakan salah satu penumpang yang berada di dalam penerbangan tersebut. Penampakan langit berwarna abu-abu yang dibarengi dengan beberapa manuver pesawat yang terhempas windshear akan senantiasa meningkatkan detak jantung Anda. Belum lagi ketika pesawat menukik tajam selama beberapa detik – dipastikan adrenalin Anda kala itu akan semakin terpacu.
Kendati dilengkapi dengan sejumlah teknologi yang berkaitan dengan keselamatan penerbangan, namun alam bukanlah musuh yang sebanding dengan instrumen tersebut.
Sumber: news.com.au
Dari kejadian topan ini, dilaporkan sebanyak 30 orang di Barat Jepang mengalami luka-luka dan lebih dari 130.000 rumah mendadak kehilangan daya listriknya setelah salah satu turbin pembangkit daya listrik hancur diterpa topan.
Baca Juga: Lima Poin Ini Jadi Kunci Keselamatan Saat Pesawat Alami Crash Landing
Selain itu, banjir dan tanah longsor menjadi bencana lanjutan pasca topan pergi meninggalkan Jepang. Guna memastikan tidak ada korban berjatuhan lainnya, sejumlah operator transportasi pun akhirnya membatalkan sejumlah jadwal – salah satunya adalah jaringan kereta cepat di Barat Jepang.
Grab, mobile platform online to offline (O2O), kemarin meluncurkan Grab Ventures di Indonesia yang menjadi perpanjangan tangan dari inovasi terbaru perusahaan. Pada peluncurannya ini, investasi yang diberikan senilai Rp3 triliun untuk startup di Indonesia.
Baca juga: Gelontorkan Dana Rp13,9 Triliun, Petinggi Toyota Masuk Jajaran Direksi Grab
Hadirnya Grab Venture sendiri untuk membantu startup-startup di Indonesia untuk tumbuh lebih cepat di tingkat nasional dan Asia Tenggara dengan menyediakan dukungan menyeluruh termasuk akses pada pasar, mentorship, keahlian teknologi dan investasi strategis. Grab Venture sendiri merupakan inisiatif terbaru dari Master plan 2020 ‘Grab 4 Indonesia’ untuk mendukung target Indonesia menjadi negara dengan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara tahun 2020 mendatang.
Grab Ventures juga mengumumkan Grab Ventures Velocity, program yang khusus bertujuan untuk mendukung startup-startup yang sedang berkembang lebih lanjut (scale up). Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara mengatakan, pesatnya pertumbuhan mobile internet dan kepemilikan smartphone, Indonesia mampu dan dapat menjadi perekonomian digital terbesar di Asia Tenggara.
“Indonesia telah menjadi rumah bagi sejumlah unicorn bidang teknologi, dan kami percaya bahwa Indonesia bisa mencetak lebih banyak pemimpin di bidang teknologi berskala regional bahkan global. Kominfo sedang merintis platform ekonomi digital IDEA Hub untuk mempercepat pemerataan akses ekonomi bagi negara-negara anggota G20, inisiatif ini ditujukan untuk menyediakan best practice dan referensi bagi perusahaan digital Indonesia. Di sisi lain, perusahaan-perusahaan digital Indonesia pun perlu memiliki aspirasi besar seperti Grab, dan karena itulah saya menghargai komitmen Grab untuk membantu perusahaan-perusahaan rintisan lokal untuk berekspansi secara nasional maupun regional,” jelas Rudiantara yang dikutip KabarPenumpang.com dari siaran pers, Rabu (29/8/2018).
Kepala Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF), Triawan Munaf juga mengatakan, pemerintah Indonesia saat ini ingin menciptakan ekosistem yang solid untuk mendorong keberhasilan startup. Sehingga BEKRAF berkomitmen untuk menjadi jembatan hubungan startup, investor, mentor dan materi pelatihan.
“Kami senang bisa bermitra dengan Grab yang menyediakan keahlian, jaringan regional dan platform-nya untuk memperkuat komunitas startup di Indonesia,” ujar Triawan.
Ridzki Kramadibrata, Managing Director, Grab Indonesia mengatakan, sejak Grab 4 Indonesia diluncurkan pada 2017, pihaknya yakin bahwa kesuksesan Indonesia akan tercermin dengan kesuksesan Grab semakin menguat. Inilah alasan utama mereka terus berinvestasi di Indonesia.
“Sejak tahun lalu, kami telah menciptakan ratusan lapangan pekerjaan di bidang teknologi dan memberdayakan lebih dari 5 juta pengusaha mikro. Pada saat yang bersamaan, Grab telah menetapkan dirinya sebagai startup terdepan di Indonesia. Di sektor ride-hailing, saat ini pangsa pasar kami telah mencapai 65 persen. Kini kami ingin membantu startup lainnya untuk mencapai sesuatu yang lebih besar, tidak hanya menjadi unicorn di Indonesia, namun juga menjadi salah satu pemimpin teknologi di Asia Tenggara,” ujarnya.
Baca juga:Grab Bermitra dengan Cargo, Hadirkan ‘Kotak Penjual’ Kebutuhan Penumpang
Peluncuran Grab Ventures di Indonesia menyusul peluncurannya secara regional bulan Juni lalu di Singapura. Program ini bertujuan untuk menemukan dan mengembangkan pemimpin teknologi generasi berikutnya di Asia Tenggara, sekaligus mendorong inovasi dan digitalisasi. Grab akan bermitra atau berinvestasi di perusahaan rintisan yang ingin menjawab tantangan di bidang mobilitas, makanan, logistik, fintech, dan tantangan lainnya di bidang O2O.
Warga yang tinggal di kolong jembatan memang pernah menjadi fokus kerja pemerintah Indonesia dan merelokasi mereka ke tempat tinggal yang lebih layak merupakan tujuan akhirnya. Kesan kumuh dan tidak sehat menjadi alasan pemerintah untuk memberantas pemukiman seperti ini. Namun apa jadinya jika ada seorang arsitek yang membangun tempat singgah pribadi di kolong jembatan? Akankah tempat singgah si arsitek ini juga akan kena gusur oleh pemerintah?
Baca Juga: Eva – Kereta Cepat Berbiaya Murah Kedua, Meluncur 2019 di Spanyol
Tapi tunggu dulu, ini bukan kasus dari dalam negeri – melainkan dari Negeri Matador, Spanyol. Adalah Fernando Abellana yang membangun sebuah ‘shelter’ pribadi di sebuah kolong jembatan di Valencia yang dirahasiakan. Alih-alih kumuh seperti yang ada di Indonesia, tempat singgah Fernando ini bisa dibilang unik karena posisinya yang menggantung di atas tanah. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman newatlas.com, tempat singgah karya Fernando ini bisa dibilang cukup komplit, karena dilengkapi oleh rak, tempat duduk, meja belajar, dan bahkan tempat tidur.
Proyek nyeleneh ini merupakan contoh nyata dari sebuah arsitektur parasit, dimana Fernando memanfaatkan tiang penyangga horizontal yang ada di bawah jembatan sebagai rel untuk menggerakkan sebuah fungsi katrol.
Sumber: newatlas.com
Pijakan berkatrol yang terbuat dari rangka besi dan alas kayu ini merupakan media Fernando untuk sampai ke tempat singgah pribadinya – mengingat ketidaktersediaannya tangga untuk mencapai tempat singgah tersebut. Untuk bisa pindah dari satu titik ke titik lainnya, Fernando cukup memutar sebuah tuas yang ada di bagian samping pijakan dan roda yang menempel pada tiang penyangga horizontal akan bergulir searah dengan putaran katrol tersebut.
Sumber: newatlas.com
“Saya mengamati, meneliti, dan mengembangkan proyek ini secara otodidak, dengan satu-satunya tujuan adalah untuk memuaskan motivasi saya secara pribadi,” ungkap Fernando. “Dengan pengalaman kerja saya selama bertahun-tahun, saya akhirnya memutuskan untuk berkolaborasi dengan seniman, desain interior, dan arsitek untuk mengembangkan Lebrel – tempat singgah pribadi ini,” tandasnya.
Baca Juga: AVE, 26 Tahun Beroperasi, Inilah Jaringan Kereta Cepat Terpanjang di Benua Biru
Untuk memberikan penerangan ketika malam hari, Fernando juga tidak lupa untuk menyimpan sebuahh lampu berdaya baterai. Sebuah kasur tipis lengkap dengan bantal dan selimut pun tak lupa ‘diungsikan’ Fernando dari rumahnya menuju Lebrel – semata-mata untuk meningkatkanya kenyamanan di tempat singgah pribadinya itu. Unik ya!
Memiliki beragam fasilitas untuk melayani keluarga, maskapai Emirates dan Etihad mendapat gelar sebagai layanan ramah keluarga. Emiartes dan Etihad sendiri mendapatkan gelar itu bersama dengan 18 maskapai lainnya.
Baca juga: Dalam Penerbangan, Pilih Kelas Ekonomi Premium Atau Ekonomi Biasa?
Kenapa menjadi ramah keluarga? Ternyata Etihad dan Emirates sendiri membantu dan memudahkan keluarga yang bepergian bersama anak-anak mereka. KabarPenumpang.com melansir dari laman khaleejtimes.com (27/8/2018), perusahaan mainan Play Like Mum memberikan peringkat kedua untuk Emirates dan kedelapan untuk Etihad.
Dalam penilaiannya yang dibandingkan adalah dalam pelayanan bagasi, reservasi kursi, pra boarding untuk keluarga, biaya makanan, hiburan gratis untuk anak-anak, keranjang bayi hingga kursi roda. Pelayanan penuh seperti penilaian ternyata dimiliki oleh British Airways dan Emirates.
Untuk mendapatkan fasilitas ini, pasalanya ketika terbang, uang merupakan kunci utama untuk mendapatkan segala fasulitas dan kemudahan dalam penerbangan.
“Kami semua berada di penerbangan ketika anak-anak marah, menjerit, sedih atau sakit dan itu merusaknya bagi orang lain dalam penerbangan. Di dunia yang ideal, orang tua akan memiliki anak-anak yang diam dan bahagia sehingga tidak mengganggu yang lain, tetapi kami tahu bahwa sebagai manusia itu tidak terjadi, bahkan dengan anak yang paling sopan jika mereka sakit dalam penerbangan,” kata kepala analisis di StrategicAero Research Saj Ahmad.
Fasilitas yang ada dan diberikan Etihad dan Emirates sendiri membantu anak-anak untuk terhibur dan orang tua nyaman dalam perjalanannya. Emirates dan maskapai penerbangan biaya penuh lainnya seperti Etihad dan Oman Air membuktikan bahwa daya tarik mereka bukan hanya kemudahan melainkan hingga detail terkecil pun diperhatikan.
Ahmad menambahkan, reputasi Emirates sudah terkenal bahkan untuk penumpang yang belum pernah terbang menggunakannya. Sebab, mereka biasanya tahu tentang Emirates dari penumpang lain atau keluarga yang memuji Emirates.
Baca juga: Kreatif! Beginilah Cara Emirates Rangkul Penumpang yang Hendak ‘Seat Upgrade’
“Emirates membayar perhatian yang rumit terhadap detail untuk pelancong dengan anak-anak dari segala usia. Apakah itu kereta gratis yang tersebar di seluruh Bandara Internasional Dubai kepada awak kabin yang dilatih khusus untuk menenangkan dan menjaga anak-anak,” kata Ahmad.
Menurut Play Like Mum, daftar lima besar yang paling ramah keluarga termasuk British Airways, Emirates, Virgin Atlantic, Lufthansa dan AirFrance, sementara flybe, Jet2.com dan Ryanair berdiri di bagian bawah 20 maskapai penerbangan.
Tingginya angka penumpang Commuter Line Jabodetabek asal Bogor membuat Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengisyaratkan anak buahnya untuk memperpanjang jalur LRT hingga ke Bogor. Sebagaimana yang diketahui bersama, tingginya jumlah penumpang ini akan berimbas pada kondisi di dalam gerbong yang semakin penuh dan berdesakan.
Baca juga: Terminal Baranang Siang, Kini Seperti Pupus Harapan
Kondisi ini diperparah dengan adanya proyek pembangunan Double-Double Track (DDT) di Stasiun Besar Manggarai – yang berimbas pada durasi perjalanan KRL Jakarta Kota – Bogor bertambah sekitar 10 menit.
Seperti yang dilansir KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, Pengamat Transportasi Djoko Setijowarno pun senada dengan Menhub Budi yang mengatakan perlu adanya alternatif moda transportasi untuk memecah tingginya angka penumpang menuju Kota Hujan ini. “Saya kira di Bogor itu sekarang kan sudah ada KRL. Kita lihat penggunanya sudah banyak,” ujar Djoko, dikutip dari laman detik.com (26/8/2018).
Opsi LRT yang akan diperpanjang hingga Bogor semakin menguat manakala penambahan kapasitas angkut sudah tertutup rapat – dimana penambahan tersebut akan mengganggu perlintasan sebidang. Jika semakin banyak kereta melintas, maka kemacetan di sekitaran perlintasan sebidang pun secara otomatis akan bertambah. “Artinya sudah nggak bisa tambah kapasitas kecuali jalur sebidang hilang bisa tambah kapasitas,” terang Djoko.
Djoko menyebut, Bogor merupakan salah satu destinasi akhir perjalanan KRL yang menyumbang angka penumpang paling banyak ketimbang jalur lainnya. “Sekitar 60 persen penumpang KRL berasal dari Bogor, sisanya berasal dari Tangerang, Bekasi, dan daerah lainnya,” tandasnya.
Baca Juga: LRT Palembang Mogok, Ada Apa dengan Produk PT INKA?
Seperti yang sudah disinggung di atas, kelak hadirnya LRT ini diharapkan dapat memecah konsentrasi warga Bogor yang hendak pergi menuju ke Jakarta. “Sementara yang mau ke Jakarta dia di wilayah timur Bogor bisa manfaatkan jalur LRT. Bagi orang-orang Bogor yang merasa KRL terdesak bisa punya pilihan ada KRL ada LRT,” sebutnya.
Semisal jadi, nantinya jaringan Light Rapid Transit yang baru dicanangkan hingga Cibubur ini akan tersambung hingga ke Terminal Baranangsiang, Bogor pada tahun 2020 mendatang.